Asysyam

“Sesungguhnya berbahagialah orang yang mensuciikan jiwanya, dan sungguh merugilah orang yang mengotori jiwanya”

Rabu, 03 Juli 2013

Al-asma 'akullaha


Penghulu umat manusia, Adam:
kepadanya Allah mengajarkan
nama-nama seluruhnya;
dia memiliki ribuan ilmu
di setiap pembuluh darahnya.

Pada jiwanya terhimpun pengetahuan
mengenai nama dari segala sesuatu ciptaan
sampai akhir zaman: dari yang telah,
sampai yang akan, mewujud.

Tidak ada panggilan yang telah diberikannya
kepada sesuatu kemudian berubah,
apa yang disebutnya cepat tidak akan
lalu menjadi lambat.

Siapa yang pada akhirnya menjadi seorang beriman,
telah diketahuinya sejak awal;
siapa saja yang akhirnya menjadi seorang yang kufur,
sejak awal jelas belaka baginya.

Apakah telah kau dengar nama dari segala sesuatu
dari dia yang telah diberi ilmu mengenai hal itu;
dengarlah makna terdalam dari rahasia
Dan telah diajarkan kepada Adam, al-asma 'akullaha.... [1]

Bersama kita, nama dari sesuatu adalah tampilan
lahiriahnya; bersama Sang Pencipta nama dari
sesuatu adalah hakikat batiniah sejatinya.

Di mata Musa a.s.
nama dari sebatang kayu di tangannya adalah tongkat;
di mata Sang Pencipta namanya adalah naga.

Pernah disini nama Umar berarti penyembah berhala,
tetapi di alam Alastu nama sebenarnya adalah [2]
Mukmin Sejati.

Nama itu, yang bersama kita baru merupakan
semacam bibit; dalam pandangan Sang Pencipta,
adalah dirimu saat ini, saat sedang membaca ini.

Bibit tersebut adalah suatu bentuk ide
ketika sesuatu belum mewujud,
masih sesuatu saat mengada bersama dengan-Nya;
tidak lebih tidak kurang.

Ringkasnya: apa yang merupakan tujuan kita
adalah nama kita yang sejati bersama dengan-Nya. [3]

Dia menganugerahkan nama kepada seorang insan
sesuai dengan keadaan akhirnya;
dan bukannyaberdasarkan keadaan sementaranya,
saat nama itu baru merupakan suatu pinjaman.

Demikianlah,
karena pandangan Adam melihat dengan penglihatan
Cahaya Murni, jiwa dan makna terdalam
dari semua yang diberi nama
tampak jelas baginya.

Karena para malaikat menangkap dalam dirinya cahaya
Ilahiah, mereka bersujud kepadanya dan bergegas
menghormat kepadanya.

Adam seperti inilah yang namanya kurayakan,
jika aku memujinya sampai Hari Kebangkitan,
masih kurang aku menghormatinya.


Catatan:
[1] QS [2]: 31.

[2] QS [7]: 172; Persaksian Awal, ketika jiwa-jiwa bersaksi
bahwa Rabb mereka adalah Allah.

[3] Seseorang sebagaimana adanya dalam pandangan Sang Pencipta.

source by Ngrumi.blogspot.com

Pukulan Dari Langit

Ketika sebuah pukulan dari langit
menghantam dirimu
bersiap-siaplah
karena setelah itu
akan kau terima hadiah penghormatan

karena tak mungkin Sang Raja menamparmu
tanpa memberimu sebuah mahkota
dan sebuah tahta untuk diduduki

seluruh alam-dunia hanya senilai
sebelah sayap kutu,
tapi satu tamparan dapat memberimu
ganjaran tak terperi

cepatlah lepaskan lehermu
dari rantai emas,
yaitu keterikatan ego
dan terimalah tamparan dari Rabb.

Para nabi telah menerima
pukulan seperti itu di leher mereka,
karenanya, kepala mereka tegak

karenanya,
siapkan dirimu,
selalu penuh perhatian:
hadirkan dirimu,
agar Dia temukan engkau di tempatmu

jika tidak,
Dia akan ambil kembali
hadiah penghormatan itu,
seraya berkata,
"tak Ku temukan seorangpun disini"




source by Ngrumi.blogspot.com


Penyaksian Sumber Azali

Kehadiran kita di ruang sidang Sang Hakim ini [1]
untuk membuktikan kebenaran pernyataan kita,
"kami bersaksi," ketika dalam Perjanjian itu kita
ditanyai, "bukankah Aku Tuhanmu?" [2]

Karena kita telah membenarkan, maka dalam
persidangan ini ucapan dan tindakan kita menjadi
saksi dan bukti bagi kesepakatan itu.

Ruang sidang Sang Hakim bukanlah tempat untuk membisu.
Bukankah kita datang kesini untuk memberikan persaksian?

Wahai saksi, berapa lama lagi engkau diperiksa di ruang
sidang Sang Hakim? Segeralah berikan pernyataanmu.

Engkau telah dipanggil ke sini, dan telah datang engkau, [3]
semata untuk bersaksi.

Lalu mengapakah engkau bersikukuh diam?
Di ruang tertutup ini engkau ikut menutup mulut
maupun tanganmu. [4]

Kecuali engkau berikan pernyataan itu, wahai saksi,
bagaimana caranya engkau akan keluar dari sidang ini? [5]

Inilah urusanmu di alam ini.
Kerjakan tugasmu dan segeralah berlalu, jangan
memanjangkan yang ringkas, sampai melelahkan dan
menjengkelkan dirimu sendiri.

Bergantung kepada perjanjian yang telah engkau
sepakati: apakah kiprah pernyataanmu perlu digelar
disini selama seratus tahun atau sekejap mata;
serahkan amanah itu dan bebaskan dirimu sendiri. [6]

Apakah yang perlu dinyatakan?
(Terungkapnya) khazanah yang tersembunyi di dalam
dirimu: melalui ucapan, tindakan atau apa saja.

Tujuannya adalah untuk mengungkapkan rahasia yang
tersembunyi di dalam inti substansi jiwamu.
Sementara substansi sejati dirimu itu tetap;
refleksinya, berupa kata atau amal, langsung
menghilang segera setelah ditampilkan.

Jejak emas pada Batu-uji tidaklah menetap, [7]
tetapi emasnya sendiri tetaplah terpuji dan
murni.

Demikianlah, shalat, puasa dan jihadul-akbar ini,
tidaklah terus tampil diamalkan, tetapi
ruh mereka tetap senantiasa terpuji.

Jiwa merefleksikan bentuk-bentuk kata dan amal
semacam ini: substansinya menyentuhkan diri kepada
Batu-uji berupa Perintah Ilahiah.

Seakan dia berkata, "imanku sempurnah, inilah
saksi-saksinya!" Jadi, jika ada keraguan maka itu
berkaitan dengan para saksi.

Ketahuilah, kebenaran para saksi mestilah diperiksa:
sarana untuk mengetahui benar tidaknya adalah pada
keikhlashan; kebenaranmu selaras dengan keikhlasanmu.

Persaksian kebenaran kata-katamu adalah dalam
memenuhinya ketika diuji; sedangkan persaksian
kebenaran amalmu adalah dalam mengerjakan amal yang
sesuai dengan Perjanjian.

Persaksian ucapan tertolak jika mengatakan hal
yang salah; sedangkan persaksian amal tertolak
jika tidak lurus.

Ucapan dan tindakanmu seyogyanya tidak saling
bertentangan, agar persaksianmu segera diterima.

"Dan usahamu beraneka-ragam;" dirimu [8]
dalam pertentangan: engkau memintal pada siang hari,
tetapi pada malam hari kau urai kembali pintalanmu. [9]

Siapakah yang mau mendengar pernyataan yang penuh
pertentangan, kecuali Sang Hakim memperlihatkan
kelapangan-Nya?

Kata dan amal-tindakan mengejawantahkan fikiran
dan maksud tersembunyi, keduanya membongkar rahasia
yang semula terhijab.

Wahai pembantah, selama engkau menentang para
Waliyullah, maka mereka akan menentangmu. [10]
"Maka tunggulah mereka, sesungguhnya mereka
menunggu pula." [11]

Catatan:

[1] Ruang sidang = alam dunia ini.

[2] QS [7]: 172.

[3] Telah dihadang = alam dunia ini.

[2] QS [7]: 172.

[3] Telah dihadirkan, telah dihidupkan di alam yang ini,
melalui kelahiran kita.

[4] Umumnya jiwa, ketika hadir di alam ini, telah melupakan
rumah sejatinya dan Perjanjiannya dengan Tuhan, sehingga
hanya bisa membisu.

[5] Sejauh mana Perjanjian itu dipenuhi akan menentukan
cara beranjak dari alam dunia ini ke alam-alam selanjutnya.

[6] Setiap orang satu tugas unik. Para nabi adalah contoh
terbaik dalam kiprah persaksian perjanjian. Ada diantara
mereka yang kiprah tugasnya berlangsung selama ratusan tahun.

[7] "Batu-uji:" zaman dulu kemurnian emas diperiksa dengan
menggosokkannya pada Batu-uji.

[8] QS [92]: 4.

[9] Mengingatkan kepada QS [16]; 92, "... dan janganlah engkau
seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang
sudah dipintal dengan kuat, menjadi cerai berai kembali..."

[10] QS[10]: 62.

[11] QS [44]: 59.

source by Ngrumi.blogspot.com


Menuju Ke Kemurnian

Mesti berapa lama lagi,
kudapati diriku
terantai dalam penjara ini,
terantai ke dunia ini.

telah tiba saatnya
kuraih kesejatian hidup;
dan aku bergerak, berderap,
menuju ke kemurnian.

jika aku bisa tersucikan,
dan terbersihkan dari kotoran,
seterusnya tiada yang kucari
kecuali Dia semata.

ketika aku diciptakan,
telah disediakan untukku
semesta dan istana;
sungguh aku ingkar
jika kuterima jabatan
hanya sebagai
seorang penjaga pintu.

jika ku berhasil mengubah sikap
seperti penjaga pintu ini,
jika ku berhasil mengembalikan
akalku kepada kesejatiaannya,
bahagia kan datang
menggantikan kesedihanku.

wahai qalb:
mengingat ini tentang kita berdua semata,
tentang warta yang datang padamu
ditengah malam:akan kuikuti pesan itu,
sebagaimana yang kau pahami.

jika nanti sayapku telah kembali tumbuh
menggantikan kakiku yang lamban,
semua halangan kan kulewati:
kembali ku akan mengangkasa,
kutembus ruang dan waktu




source by Ngrumi.blogspot.com

Kembali Ke Sumber Azali

Engkau yang cerahkan hatiku, telah pergi;
tapi tak pernah berpisah:
citramu selalu dalam pengelihatanku,
cintamu selalu dalam hatiku.

ku telusur pelosok bumi,
siapa tahu kau berkunjung kesana.
senantiasa kuberharap, kan jelas akhirnya,
jalanku kembali ke rumah



source by Ngrumi.blogspot.com

Sumber Azali

Sebuah suara
dari semesta sebelah-sana
menyeru jiwa
agar tak menunggu lagi
segera siap pulang
ke diri yang sejati

rumah sejatimu
tempat lahir sejatimu
disini di balik lelangit
lepaskan jiwamu, terbang
bagai burung phoenix yang gembira

selama ini engkau terpenjara
kakimu tenggelam di lumpur
tubuhmu terikat ke tiang
lepaskan ikatan-ikatanmu
bersiaplah untuk penerbangan puncak

tempulah perjalanan akhir
dari dunia yang asing ini
menjulanglah ke ketinggian
ketempat dimana tiada lagi
pemisahan antara engkau dan rumahmu

Rabb telah ciptakan sayapmu
tidak hanya untuk dilipat
selama engkau masih hidup
seyogyanya engkau terus coba memakai sayapmu
itulah tandanya engkau hidup

sejatinya, sayap-sayapmu itu,
penuh dengan tantangan dan harapan
jika tak dipakai
sayap-sayapmu bisa rontok
sayap-sayapmu bisa lapuk

mungkin engkau tak suka
kejujuran ucapanku
selama ini engkau terjebak
kini tiada yang harus kau cari,
kecuali sumber-asalmu




source by Ngrumi.blogspot.com

Selasa, 04 Juni 2013

Do’a-Do’a Nabi Muhammad Saw


1) اَلَّلهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ حَمْدًا كَثِيْرًا خَالِدًا مَعَ خُلُوْدِكَ، لاَ مُنْتَهَى لَهُ دُوْنَ عِلْمِكَ، وَلَكَ الْحَمْدُ حَمْدًا دَائِمًا لاَمُنْتَهَى دُوْنَ مَشِيْئَتِكَ، وَلَكَ الْحَمْدُ حَمْدًا لاَ اَجْرَ لِقَائِهِ اِلاَّ رِضَاكَ، وَلَكَ الْحَمْدُ حَمْدًا مَلِيًّا عِنْدَ كُلِّ طَرْفَةِ عَيْنٍ وَتَنَفُسِ نَفْسٍ، الَلَّهُمَّ صَلِّى عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى الِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَيْتَ عَلَى اِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى الِ اِبْرَاهِيْمَ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلىَ اَلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى اِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى اَلِ اِبْرَاهِيْمَ، فِى الْعَالمَِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ


Ya Allah segala puji bagimu yang kekal dengan kekekalanmu yang tidak ada akir tanpa pengetahuanmu, bagimu segala puji tidak ada akirnya tanpa kehendakmu, bagimu segala puji tidak ada yang menyampaikannya tanpa ridhamu, bagimu segala puji yang diucapkan oleh setiap yang memiliki mata, dan setiap yang bernapas, ya Allah berikanlah kesejahteraan kepada nabi muhammd dan keluarganya, sebagaiman engaku berikan kepada kesejahteraan Kepada Ibrahin dan keluargaanya, ya Allah berkatilah nabi Muhammad dan keluarganya, sebagaimana engakau berkaiti Ibrahim dan keluarganya, bagimulah segala pujian yang mulia dialam semasta ini.


2) اَلَّلهُمَّ اجْعَلْ سَرِيْرَاتِيْ، خَيْرًا مِنْ عَلاَنِيَتِيْ، وَاجْعَلْ عَلاَنِيَتِيْ صَالِحَةً، اَلَّلهُمَّ اِنِّي اَسْأَلُكَ مِنْ صَالِحٍ مَاتُؤْتِى النَّاسَ مِنَ المْاَلِ، وَاْلاَهْلِ، وَالْوَلَدِ، غَيْرَ ضَالٍ، وَلاَ مُضَلٍّ


Ya Allah, jadikanlah yang tidak nampak dariku lebih baik dari pada apa yang nampak, dan jadikanlah yang nampak dariku menjadi kebaikan, ya Allah aku meminta dari kebaikan yang engkau berikan kepada manusia dari harta, keluarga, anak yang tidak sesat dan menyesatkan


3) اَلَّلهُمَّ اقْذِفَ فِي قَلْبِيْ رَجَاءَكَ، وَاقْطَعْ رَجَائِيْ عَمَّنْ سِوَاكَ، حَتَّى لاَاَرْجُوَ اَحَدًا غَيْرَكَ، فَاَنْتَ مَوْلاَيَ وَوَلِيِّي فِى الدُّنْيَا وَالْاَخِرَةِ، يَاذَا الْجَلاَلِ وَاْلاِكْرَامِ، اَلَّلهُمَّ اجْعَلْنِيْ اُعَظِّمُ شُكْرَكَ، وَاَكْثَرُ ذِكْرَكَ، وَاَتَّبِعُ نَصِيْحَتَكَ، وَاَحْفَظُ وَصِيَاتَكَ


Ya Allah isilah hatiku dengan pengharapan kepadamu, dan putuskanlah harapanku selain dari engkau, hingga aku tak mengharapkan seorangpun selainmu, engkaulah tuhanku, dan pembimbingku dunia dan akiriat, wahai yang memiliki kemulian dan keagunggan, ya Allah jadikanlah aku banyak bersyukur kapadamu, berzikir dan mengikuti nasehatmu, dan menjaga wasiatmu


 (4) اَلَّلهُمَّ اَنْتَ رَبِّي لاَ اِلَهَ  اِلاَّ اَنْتَ خَلَقْتَنِيْ، وَاَنَا عَبْدُكَ، وَاَنَا عَلَى عَهْدِكَ، وَوَعْدِكَ، مَا اسْتَطَعْتُ، اَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّ مَاصَنَعْتُ، اَبُوْأُ بِنِعْمَتِكَ عَلَى، وَاَبُوْءُ بِذَنْبِيْ، فَاغْفِرْلِيَ، فَاِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ اِلاَّ اَنْتَ


Ya Allah, engkaulah Rabbiku, tidak ada tuhan selainmu, engkau yang menciptakanku, aku hambamu, aku berada dalam genggamanmu, sungguh aku tak mampu, aku berlindung kepadamu dari keberukan yang ku lakukan, aku sombong dengan nikmatmu, aku sombong denga dosaku, maka ampunilah aku, sungguh tidak ada yang mengapuniku selain engkau.


5) اَلَّلهُمَّ اَنْتَ رَبِّيْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ  اَنْتَ، عَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ، وَاَنْتَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ، مَاشَاَ اللهَ كَانَ، وَمَا لَمْ يَشَاْ لَمْ يَكُنْ، وَلاَ حَوْلاَ وَلاَقُوَّةَ اِلاَّ بِااللهِ الْعَلِىِّ الْعَظِيْمِ، اَعْلَمُ اَنَّ اللهَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ، وَاَنَّ اللهَ قَدْ اَحَاطَ بِكُلِّ شَيْئٍ عِلْمًا، اَلَّلهُمَّ اِنِّي اَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِي، وَمِنْ شَرِّ كُلِّ دَابَّةِ، اَنْتَ اَخِذٌ بِنَاصِيَاتِهَا، اِنَّ رَبِّيْ عَلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيْمٍ


Ya Allahو engkaulah tuhanku tidak ada tuhan selain engkau, kepadamulah aku menyerah, engkaulah tuhan Arasy yang agung, apa yang engkau kehendaki jadi, dan apa yang tidak engkau kehendaki tidak akan jadi, tiada daya tiada upaya kecuali dengan Allah yang Maha Tinggi dan Maha Agung, aku tahu bahwa sesungguhnya Allah berkuasa atas segalanya, dan aku tahu Allah mengetahui segalanya, Ya Allah aku berlindung dari keburukan nafsuku, dari keburuk semua yang melata, engkaulah yang menentukannya, sesungguhnya tuhanku adalah benar


6) اَلَّلهُمَّ اِنِّيْ اَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ كُلِّهِ، عَاجِلِهِ وَاجِلِهِ، مَاعَلِمْتُ مِنْهُ، وَمَالَمْ اَعْلَمُ، وَاَعُوْذُ بِكَ مِنَ الشَرِّ كُلِّهِ، عَاجِلِهِ وَاَجِلِهِ، مَاعَلِمْتُ مِنْهُ وَمَالَمْ اَعْلَمُ

Ya, Allah berikanlah seluruh kebaikan kepadaku, yang cepat atau lambat, baik yang ku ketahui atau tidak dan aku berindung kepadamu dari seluruh keburukan, yang cepat atau lambat, baik yang aku tahu atau tidak


اَلَّلهُمَّ اِنِّي اَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرٍ، مَاسَأَلَكَ بِهِ عَبْدُكَ، وَنَبِيُّكَ، مُحَمَّدٌ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَاَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَااسْتَعَاذَ بِهِ عَبْدُكَ، وَنَبِيُّكَ، مُحَمَّدٍ صَلَّى الله ُعَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Ya Allah, berikanlah kebaikan kepadaku, apa saja yang telah diminta oleh hambamu, dan nabimu Muhammad Saw

اَلَّلهُمَّ اِنِّي اَسْأَلُكَ الْجَنَّةَ، وَمَايُقَرِّبُنَا اِلَيْهِ مِنْ قَوْلٍ وَعَمَلٍ، وَاَعُوْذُ بِكَ مِنَ النَّارِ، وَمَا يُقَرِّبُنَا اِلَيْهِ مِنْ قَوْلٍ وَعَمَلٍ، وَاَنْ تَجْعَلْ كُلَّ قَضَاءٍ قَضَيْتَهُ اِلَيَّ خَيْرًا

Ya Allah jadikan aku sebagai penghuni surga, dan segala yang mendekatkan ku pedanya dari perkataan dan perbuatan, dan aku berlindung dari nerakamu, dan dari segala yang mendekatkanku kepadanya, dari perkataan dan perbuatan, dan jadikanlah setiap ketetapan yang engkau tetapkan kepadaku menjadi baik


7) اَلَّلهُمَّ اجْعَلْ خَيْرًا عُمْرِيْ اَخِرَهُ، وَخَيْرَ عَمَلِ خَوَاتِمَهُ، وَخَيْرَ اَيَّامٍ يَوْمَ اَلْقَاكَ

Ya Allah, jadikanlah sebaik-baik umurku pada akirnya, dan sebaik-baik amalku pada penghabisanya, dan sebaik-baik hari , hari aku bertemu denganmu

Cari Blog Ini