Asysyam

“Sesungguhnya berbahagialah orang yang mensuciikan jiwanya, dan sungguh merugilah orang yang mengotori jiwanya”
Tampilkan postingan dengan label Cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cinta. Tampilkan semua postingan

Senin, 13 Mei 2013

Cintailah Dengan Cinta



Wahai para SAUDARA-SAUDARI-ku semua,
Para Pecinta Kebajikan Keluhuran Sosial-Moral
Mari ajaklah dengan Cinta
Ajarilah dengan Cinta
Tegurlah dengan Cinta
Bimbinglah dengan Cinta

Didiklah dengan Cinta
Dengarlah dengan Cinta
Lihatlah dengan Cinta
Simaklah dengan Cinta
Pandanglah dengan Cinta

Tengoklah dengan Cinta
Senyumlah dengan Cinta
Lambailah dengan Cinta
Maafkanlah dengan Cinta

Sapalah dengan Cinta
Tolonglah dengan Cinta
Dermalah dengan Cinta

Rawatlah dengan Cinta
Hormatilah dengan Cinta
Sayangilah dengan Cinta
Adililah dengan Cinta

Pelajarilah dengan Cinta
Dalamilah dengan Cinta
Selamilah dengan Cinta
Berpikirlah dengan Cinta

Renungkanlah dengan Cinta
Tulislah dengan Cinta
Kirimlah dengan Cinta
Berkaryalah dengan Cinta

Berusahalah dengan Cinta
Berjuanglah dengan Cinta
Berdoalah dengan Cinta
Beribadahlah dengan Cinta
Beramal-saleh-lah dengan Cinta

Bertakwalah dengan Cinta
Berserah dirilah dengan Cinta
Lakukanlah segala aktivas mulia dengan Cinta

Hiduplah dengan Cinta
Bernafaslah dengan Cinta
Hingga Matilah dengan Cinta

" Dan orang-orang yang berjuang untuk (mencari keridhoan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta (ikut Menemani, Melindungi, Membantu Memudahkan jalan) orang-orang yang berbuat kebajikan. "
( QS. Al-'Ankaabut, ayat ke-69 )

" Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya (mengorbankan kesenangan-kesenangan fisik kehidupan duniawiah-nya) karena (wujud CINTA) mencari keridhoan Allah semata; dan Allah Paling Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya. "
( QS. Al-Baqarah, ayat ke-207 )

" Maka orang itu berada dalam kehidupan (Sejati Hakiki Sesungguhnya) yang diridhoi. "
( QS. Al-Haaqqah, ayat ke-21 )

amiin


Kamis, 15 Maret 2012

Cinta spiritual



Cinta spiritual , berarti cinta tanpa harapan.

Biasanya ketika seseorang mencintai orang ada beberapa bentuk terlampir dan harapan itu adalah bersyarat. Namun cinta rohani adalah tanpa syarat, tidak peduli apa situasinya. Bentuk cinta adalah ilahi (cinta karena Allah) dan hanya berkembang setelah banyak latihan spiritual ketika seseorang mempersepsi kehendak Allah swt dalam semua orang. Begitu juga, kita menjadi lebih bahagia ketika cinta individu kita tidak tercemar atau dilemahkan dengan harapan.


Gambar di atas menunjukkan bagaimana cinta cinta duniawi yaitu dengan harapan didasarkan pada kesamaan dengan keadaan orang lain. Tetapi tidak ada jaminan bahwa semua aspek dari sifat kita akan serupa atau melengkapi sifat orang lain. Ketika kita mulai menemukan perbedaan, saat itulah perselisihan dan kesulitan dimulai.


Di sisi lain, cinta spiritual atau cinta tanpa mengharapkan didasarkan pada Jiwa tak berubah. Hal ini mirip dengan bagaimana link string manik-manik pada kalung apapun bentuk, warna atau ukuran - sifat eksternal tidak penting.

Senin, 20 Juni 2011

Jangan Bilang SETIA Kalau belum lewati ini..!!

Jangan Perrnah Merasa Mempunyai "HUBUNGAN yang SEMPURNA""
(HUBUNGAN yang SEHAT)
" jika belum ada "KEJUJURAN..!! "

KEJUJURAN :
Alangkah bermakna hidup ini, jika kita bisa saling jujur, tidak ada kebohongan dan kepalsuan, dan akhirnya kita bisa belajar menghargai perbedaan.
bukan cinta untuk jujur tapi jujur untuk cinta
.

Kejujuran yang didasari dengan KEIKHLASAN dan Terima apa adanya.


Jika KEJUJURAN Sudah dilalui
maka Akan Membawa ke Sikap Saling ....

KETERBUKAAN :
Untuk menjaga hubungan Harus selalu berusaha terbuka pada pasangan.
Saling terbuka satu sama lain, nggak ada yang ditutup-tutupin,
jangan negative thinking sama pasangan

Jika Sudah dilalui
Maka Akan Menjadikan Keduanya Saling ....

PERHATIAN :
Betapa indahnya dan bahagianya hubungan itu
bila kita selalu saling memberi perhatian satu sama lain.

Jadilah penghibur baginya

Jika Sudah dilalui
Maka Akan Membawa Sikap Saling ....

PENGERTIAN :
Dengan begitu akan tumbuh perasaan dan saling pengertian yang dalam,
sehingga dat dipahami mana persamaan dan mana perbedaan.
Dengan begitu, keduanya akan dapat mengambil sikap lebih hati-hati dan rasional,
serta tidak melukai satu sama lainnya

Jika Sudah dilalui
Akan Membawa Sikap Saling ....

KEPERCAYAAN :
Kenyamanan hidup bersama pasangn bisa diperoleh
bila tercipta rasa saling percaya diantara keduanya.
Tanpa rasa percaya, Tiap Pasangn tidak akan merasakan ketenangan batin.
Yang akan muncul adalah sikap curiga terus menerus yang akhirnya meretakkan Hubungan itu sendiri.

Jangan takut kecewa dan Selalu ada harapan.

Jika Sudah dilalui
dan Selama Dijunjung Tinggi Kepercayaan itu
Maka Sudah Tentu Akan Timbul

Sikap Saling ....
KESETIAAN :
Kesetiaan bukan sekedar di saat suka namun disaat Duka.
apapun seindah dan sesulit apapun itu. Padukan perkataan dengan sikap yang menunjukkan bahwa Agan tetap setia kepada cinta pasangan Anda.
Semua itu membuktikan dalam hubungan terdapat kejujuran dan kepercayaan satu sama lain,dan dengan demikian Agan berdua akan sama-sama menikmati buah kesetiaan tanpa perlu khawatir dengan adanya kebohongan.
Moga-moga buat agan-agan dan aganwati yang sudah bisa ngelewatin sampai tahap in
ane Do'ain semoga Langgeng dan sampai akhir hayat
Jangan dilihat apa yang sudah Dia lakukan ke kita, tapi
Lihat apa yang sudah kita lakukan buat Dia
karena itu akan menjadikan kita sebagai kenangn
"TERBAIK" buat dia. Ada Rahasia Tuhan dibalik Rahasia-NYA
orang yang meninggalkn "Kesan Baik" akan selalu di ingat/dikenang.

”Sebaik-baik manusia diantaramu adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain”
(HR. Bukhari).

Membangun Hubungan Lebih Sulit ketimbang Memperbaiki,
tapi Memperbaiki juga sulit kalau terlalu banyak perencanaan,
Menurut Al-Qur'an:

“Wanita2 yg keji adlh untuk laki2 yg keji,
dan laki2 yg keji adlh buat wanita2 yg keji (pula),
dan wanita2 yg baik adlh untuk laki2 yg baik
dan laki2 yg baik adlh untuk wanita2 yg baik (pula)”

(QS. 24 : 26)

"Boleh jadi km membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu,
dan boleh jadi (pula) km menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu;
Allah mengetahui, sedang km tdk mengetahui”

(QS. 2 : 216).

"TIAP MAKHLUK AKAN BERPASANG-PASANGANAN"

Intinya

"Manusia hanya bisa BERENCANA dan BERUSAHA
Segala sesuatunya Tuhan yg mengatur"

Hidup Di Dunia Bukan untuk Mencari Orang yang"SEMPURNA"
untuk dicintai.. Melainkan Untuk Belajar
Mencintai Orang yang "TIDAK SEMPURNA"

dengan cara yang "SEMPURNA"

* * * Wassalam * * *

Jumat, 10 Juni 2011

Surat Cinta Sulaiman

Pernahkah anda mendapat surat cinta dari seseorang? Hayoo ngaku.... Ternyata memang asyik membaca surat cinta, dan hal itu pernah dirasakan oleh Bilqis seorang ratu di negeri yaman (ma'rib konon daerah kerajaannya) , dalam beberapa kitab tafsir penulis menemukan beberapa keindahan yang disampaikan Alqur'an untuk manusia dalam hubungan internasional, lintas daerah, bahkan lintas keyakinan dan juga hubungan lelaki dan wanita.

Diakui atau tidak semua manusia pernah jatuh cinta, hanya saja diungkapkan atau tidak itu tergantung keberanian masing-masing, cara pengungkapan pun beraneka ragam, mulai yang terang benderang sampai gelap gulita, mulai yang jelas sampai yang samar-samar bahkan tidak tampak. Sarana-sarana pengungkapan pun bervariasi, mulai dari surat, email, sms, atau yang lain.

Kata orang cinta itu fitrah manusia. "Hidup tanpa cinta bagai taman tak berbunga" (kata Roma Irama). Pertumbuhan manusia dibumi pun akibat cinta, kalau saja lelaki tak mencintai wanita, atau wanita tak mencintai lelaki, bisa jadi kelangsungan hidup manusia akan mengalami kepunahan.

Cinta adalah power hidup manusia, namun perlu diingat penyalahgunaan power pada yang tidak semestinya akan mengakibatkan efek yang sangat berbahaya. Cinta terhadap sesama manusia akan menjadikan alam semesta damai, namun cinta pada keunggulan pribadi dan kelompok akan menimbulkan perang dan pertikaian.

Gimana sih perasaannya Bilqis ketika dapat surat cinta? Dalam Alqur'an hanya disebutkan "Sesungguhnya surat itu, dari SuIaiman dan sesungguhnya nya: "Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Bahwa janganlah kamu sekalian berlaku sombong terhadapku dan datanglah kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri"QS.27:30- 31

Dalam ayat tersebut dapat kita tangkap pesan yang jelas dalam hubungan internasional antara kerajaan Sulaiman dan kerajaan Bilqis, dibarengi dengan hubungan antara penyembah Allah dan penyembah matahari. Hubungan antar daerah Palestina dan Yaman, hubungan antara Sulaiman (lelaki) dan Bilqis (perempuan). Namun yang ditekankan dalam ayat tersebut adalah hubungan lintas kepercayaan.

Kenapa penulis katakan itu sebagai surat cinta? Sebab pada akhirnya Sulaiman menikahinya, dan lagi surat cinta kan tidak harus bilang "i love you", apalagi beda kepercayaan biasanya sulit menjalin hubungan dengan yang berbeda tujuan, kecuali salah satunya mengalah. Toh Sulaiman menikahinya setelah Bilqis dikejutkan oleh pindahnya istana dan mengikuti kepercayaan Sulaiman. Dan ketika Balqis datang, ditanyakanlah kepadanya: "Serupa inikah singgasanamu? " Dia menjawab: "Seakan-akan singgasana ini singgasanaku, kami telah diberi pengetahuan sebelumnya dan kami adalah orang-orang yang berserah diri".QS.27: 42.

Ada pepatah bilang "Asam di gunung, garam di laut, akhirnya bertemu juga di panci" jika pembaca sekalian adalah termasuk garam dilaut, nggak usah repot-repot kehutan, tunggu aja didapur, pasti deh ketemu dengan asam, asalkan yang masak adalah yang memiliki asam dan garam dijamin akan menghasilkan sayur sedap, tapi kalau yang masak nggak tahu cara memasak yach bisa berantakan.

Ah tapi nggak asyik kalau terus-terusan nunggu, Sulaiman aja kirim surat kok pada Bilqis, padahal jaraknya jauh banget antara palestina dan yaman, apalagi yang bawa suratnya burung Hudhud, yang hampir dicincang oleh Sulaiman gara-gara absen dari barisan tentara-tentaranya. Namun ternyata Hudhud punya alasan yang jelas. Maklum Sulaiman kan bisa mengerti bahasa burung, walaupun saat ini ada yang menganggap cerita itu adalah dongeng dan khayalan, biasalah ketidakmampuan kita meneliti menjadikan kita menganggap sesuatu yang tidak sesuai dengan saat ini adalah mitos. Seperti halnya terbang ke Bulan, 1500 tahun yang lalu itu juga khayalan dan mitos, toh sekarang realita.

Konon ceritanya, ketika Bilqis dapat surat itu, dia lalu pergi ke kamarnya dan mengunci pintunya rapat-rapat, yach mungkin seperti cewek/cowok sekarang ketika dapat surat, email, sms, atau telpon dari yang diidamkan, biasanya langsung mencari tempat yang aman dari gangguan setan (maksudnya gangguan yang suka usil), biasanya sih terus senyam-senyum sendiri tanpa sebab, maklum orang yang lagi jatuh cinta kan katanya seperti batuk yang ditahan, he he he.

Kenapa sampai seperti itu? Ceritanya lagi, surat Sulaiman itu ditulis dengan misik, jadi baunya wangi, gaya bahasa yang indah, dan pembukaan yang unik, yaitu dengan kata bismillahir rohmanirrohim, maka dalam ayat itu dikatakan kitabun karim. Seperti surat cinta kita, baunya wangi, gaya bahasa diindah-indahin bahkan kalau nggak bisa romantis alternatifnya minta dbuatin orang, nah yang beda pembukaannya kita biasanya nggak pakai bismillah.

Pada akhirnya, namanya orang jatuh cinta butuh teman curhat, Bilqis pun curhat pada penasehat-penasehat nya, soalnya ini adalah urusan kerajaan, rakyat dan hati sekaligus. Penasehat-penasehat itu lalu bertanya, "emang dari siapa (kitab)surat itu". "Innahu min Sulaiman" (kitab itu dari sulaiman) jawab Bilqis. Dalam ayat hanya disebutkan pengirim, pembukaan, dan sebagian isi surat, maklum yang boleh diketahui publik hanya seputar urusan antar kerajaan, yang urusan hati itu adalah privacy, dan Allah menjaga prvacy hambaNya.

Dari sikap bilqis yang curhat itu, penulis dapat gambaran bahwa Bilqis adalah Ratu yang bijaksana dalam memutuskan masalah, dan bahkan Alqur'an menganjurkan orang Islam agar memakai budaya itu, "Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma'afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu . Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.QS. 3:159

Lalu Bilqis menguji Sulaiman, dengan mengirimkan hadiah, upeti dan macamnya, mungkin dia ingin tahu apa Sulaiman mau duit, atau ingin dirinya. Jika Sulaiman menerima hadiahku berarti itulah yang dia inginkan, namun ternyata Sulaiman tidak menerimanya. Dari itu berangkatlah Bilqis menemui pengirim surat itu.

Mendengar kabar kedatangan Ratu Bilqis, Sulaiman sibuk menyiapkan berbagai kejutan, bahkan bisa dikatakan "binaul mustahil" membangun yang mustahil, dengan memindah istana Bilqis dari yaman ke palestina, kalau di jawa itu mirip kisah candi sewu, kalau mau menikahi roro jongrang harus mampu membuat 1000 candi dalam waktu semalam. Wuihh capek deh kalau melihat pengorbanan para pecinta.

Eh ternyata Sulaiman berhasil memindah istana itu dengan bantuan seorang yang punya pengetahuan (hamba Allah), hebat sekali orang itu, ifrit aja masih kelas ekonomi dalam pengkargoan, orang itu express, hanya sebelum mata Sulaiman berkedip istana udah pindah.

Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari AI Kitab : "Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip". Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, iapun berkata: "Ini termasuk kurnia Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari . Dan barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia"QS.27: 40

Ending ceritanya Bilqis datang, dan terkagum-kagum melihat istana Sulaiman, lantainya terbuat dari kaca dan dibawahnya seperti kolam, hingga Bilqis mengira itu air dan mengangkat (mencincing) pakaiannya sampai terlihat betisnya, apa kata dia?

"......Berkatalah Bilqis: "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah berbuat zalim terhadap diriku dan aku berserah diri bersama Sulaiman kepada Allah, Tuhan semesta alam".QS.27: 44

Demikianlah jika hendak mengajak orang lain berserah diri pada Allah, bukan dengan ancaman, makian, atau kekerasan. Bukankah hasil dari surat cinta itu mendapatkan orangnya, kepercayaannya, istananya, bahkan rakyatnya, sebab dulu agama pemimpin adalah agama rakyatnya.
Oleh : Mochammad Muallim

Sabtu, 14 Mei 2011

KUE PENJAGA CINTA


Kue ini bukan untuk dipandang, walau begitu indah dan nikmat, dan rasanya gurih bagi dada kita. Kue ini diperuntukkan khusus bagi yang ingin merawat, menjaga dan menyuburkan cintanya kepada Allah dan Rasul-Nya. Karena di kota-kota besar, rasa cinta kepada Allah dan rasulNya sudah mulai sirna, tinggal symbol dan lambang, bahkan tinggal ritualnya belaka, tanpa esensinya.

Menjaga cinta adalah wajib, jangan sampai Allah Swt cemburu karena hati anda beralih ke lain-Nya. Maka jagalah cinta itu, agar kisah kasih anda terajut mesra bersama-Nya.Bahan-bahan adonan kue ini terdiri dari tepung taubat yang sudah dihaluskan oleh harapan akan ampunan dan ridho-Nya.


Berilah beberapa butir telur yang keluar dari ayam kampung yang telah bertahun-tahun khalwat. Sehingga telornya adalah mutiara-mutiara.
Aduk dengan gula merah yang digiling oleh syukur dan hamdalah.
Beri sejumput garam Istighfar dan manisan sholawat Nabi.
Campur dengan aroma dari indahnya dzikrullah dan manisnya Tahajjud.
Lalu aduk dengan pengaduk istiqomah secara konsisten.
Taburi dengan sejumlah hiasan ilmu yang berwarna warni indah.
Lalu panggang di atas tungku kerinduan, dengan oven kesabaran.
Lihatlah dibalik semua proses itu ada Af’al, Asma dan sifatNya.
Bayangkan, betapa indahdan nikmatnya kue ini.

Sabtu, 16 April 2011

KEKUATAN CINTA SEJATI MENYATUKAN UMAT

Bismillahirrohmaanirrohiim…………
Subhanallah…… Wal Hamdulillah…… Wa Laa Ilaaha Illallah…… Wallahu Akbar.
Wa Laa Hawla Wa Laa Quwwata Illaa Billaahil ‘Aliyyil Adziim.


Hmmm…………
Sungguh Sangat Maha Luar Biasa, Allah Swt mencipta Manusia dengan segala bentuk yang sebaik-baiknya dan sesempurna-sempurnanya. Bahkan……… Misteri yang ada pada diri Manusia pun sampai saat ini tidak ada Makhluk Allah Ta’ala yang lain yang mengetahuinya. Bahkan Malaikat yang di cipta Allah dari pada Nur pun tidak mengetahui akan Misteri tsb, apalagi Iblis, Syaithon, Jin dll. Walaupun diantara Malaikat dan Jin ada yang mengetahui tentang Manusia, tetapi tidaklah yang diketahuinya itu melainkan hanya lah zahir Manusianya saja. Sedangkan Hakikat dari diri Manusia itu hanyalah Allah Swt yang mengetahuinya dan orang-orang yang telah di Anugrahkan Berkah, Rahmat dan Nikmat untuk mengetahuinya.
Salah satu Misteri yang ada pada Manusia itu adalah “Kefitrahan Dirinya”. Dan itupun telah dinyatakan Tuhan bahwa Manusia itu terlahir ke Dunia ini dalam keada’an Fitrah. Dan di dalam kefitrahan itu ditanamkan Tuhan atas diri Manusia itu Cinta Kasih Sayang Tuhan.
Dan Cinta Kasih Sayang Tuhan itu di Amanahkan kepada Seluruh Manusia. Dan tidak lah Manusia itu dicipta melainkan sebagai Kholifah di Muka Bumi. Untuk menjadi Kholifah yang dapat memelihara Ketentraman, ketenangan dan kedamaian di muka bumi ini dan agar dapat mengayomi seluruh Makhluk yang ada di Muka Bumi ini serta menjadi Rahmat bagi seluruh sekalian Alam. Karena itulah maka Tuhan menurunkan Amanat “CINTA” itu kepada Manusia sebagai “KEKUATAN” yang sangat Luar Biasa dan sangat Ajaib sekali. Anehnya…… Cinta itu tidak melukai fisik atau jasad Manusia, melainkan melukai Hati yang berada di dalam diri Manusia. Dan Hati yang terluka oleh Cinta itu akan membuat dirinya Rindu dan Dendam, Sedih dan Bahagia, Murung dan Ceria. Dan Lebih Aneh lagi…… Cinta itu adalah Racun sekaligus Penawar/Obatnya, Menyakitkan sekaligus menyehatkannya dan Mematikan sekaligus menghidupkannya.
Karenaya tidak sedikit Manusia itu yang terluka karena cinta lalu kemudian menjadi Gila dan Stress bahkan ada yang Mati Bunuh diri karena tidak sanggup untuk memendam perasaan yang di sebabkan oleh Rasa Cinta itu.
Wah…!!!!! LUAR BIASA……!!!!! CInta itu Menghidupkan dan Mematikan. Bahkan tidak memandang siapa orangnya, Apa Agamanya, Apa Bangsanya, Suku dan Rasnya.
‘
Ketahuilah……………… Wahai Manusia…!!!!!
Dari manakah datangnya Cinta itu……???
Dan apakah Hakikat Cinta itu………???
Mengapa harus ada Cinta………???
Dan siapakah yang berhak di Cintai………???
Serta Kemanakah kembalinya Cinta itu………???
‘
Siapa-siapa yang tidak mengetahuinya, maka akan sia-sialah hidupnya. Dan akan terjadilah perpecahan yang berkepanjangan, permusuhan, pertikaian, Hujat menghujat, caci mencaci, dendam kesumat dan akhirnya akan terjadi peperangan dan pertumpahan darah di sana sini.
Jika kita termasuk didalamnya…… Yaitu tidak mengetahui akan 5 hal tsb, maka akan sia-sialah hidupnya dan mereka yang mensia-siakan hidupnya dari buka mata sampai tutup mata kembali setiap harinya, maka masuk lah ia kepada kerugian yang Nyata. Dan mereka yang tidak mengetahui akan 5 Hal tsb adalah Manusia yang terdinding oleh Kedirian/ke EGO an/Hawa Nafsu di dirinya.

Hari berganti hari, minggu berganti minggu, bulan berganti bulan dan tahun berganti tahun…… seiring dengan berjalannya sang waktu, berputar dari masa ke masa semakin membuat manusia disibukkan oleh berbagai macam kesibukkan dunia, dan tanpa terasa 24 jam sehari semalam terasa sangat singkat sekali.
Siapa sangka dari masa ke masa itu manusia ternyata banyak yang lalai dari tujuan yang sebenarnya. Terombang ambing oleh gelombang gemerlapnya dunia, persaingan menjadi kebutuhan di sana sini, dan tidak kalah menariknya lagi banyak yang saling jegal menjegal tak perduli teman ataupun lawan yang penting keinginannya bisa terwujud. Apalagi dalam era memasuki pintu gerbang Pasar Global yang tidak lama lagi akan menyelimuti seluruh Dunia.
Hmmm………… sungguh sangat misteri sekali…… kehidupan ini.
Jika diri berjalan dalam kehidupan ini, tanpa adanya suatu “Pegangan” yang kokoh, maka tunggulah saatnya kehancuran akan tiba. Dan tidak mustahil kerusuhan, pertikaian, perkelahian, pertentangan yang berujung kepada peperangan akan terjadi di dalamnya apabila sang diri tidak mengetahui dan tidak berpegang pada “Pegangan” yang kokoh itu.
Apakah “Pegangan” yang kokoh itu….????
Tidak lain adalah kekuatan CINTA dalam setiap hubungan. Menariknya lagi CINTA itu, sepintas jika hanya dilihat dari sisi luarnya saja maka CINTA itu adalah suatu kelemahan. Tetapi siapa sangka bahwa di balik kelemahan itu menyimpan suatu kekuatan yang amat dahsyat sekali.
Ya……. CINTA yang sebenar-benarnya CINTA, CINTA yang terbit dari KESEJATIAN yang cahayanya akan membuat diri semakin mabuk dan tenggelam dalam perjalanan untuk menggapai tujuan. CINTA yang demikian itulah yang dikatakan CINTA SEJATI karena terbit dari pada KESEJATIAN dan mereka-mereka yang telah tertanam oleh rasa CINTA SEJATI itu akan memancarkan cahaya CINTA itu kepada siapa saja dengan meniti jalan yang sebenarnya, itulah HAKIKAT CINTA yaitu PENGABDIAN TERTINGGI dalam CINTA SEJATI yang di sebut juga dengan AKHLAKUL KARIMAH/DHARMA dan rasa manis dari AKHLAKUL KARIMAH/DHARMA itu akan menjadi Rahmat bagi sekalian Alam.
Dengan HAKIKAT CINTA itu yaitu PENGABDIAN TERTINGGI dalam CINTA SEJATI akan membawa dirinya kepada Ketenangan Hidup, Kedamaian Hidup, Ketentraman Hidup dan Kebahagiaan Hidup Dunia Akhirat, Zahir Batin, Ruh dan Jasad.
Jika seluruh Manusia yang ada di muka Bumi ini masing-masing diri mengerti akan HAKIKAT CINTA/PENGABDIAN TERTINGGI di dalam CINTA SEJATI itu, tentu akan tercipta nuansa kedamaian dan ketentraman hidup. Tak akan ada permusuhan, pertikaian, Hujat menghujat, caci mencaci, dendam kesumat dan tentu tidak akan terjadi peperangan dan pertumpahan darah di sana sini.
Hmmm……. Apalah daya, manusia itu benar-benar dalam kefitrahan dan sudah tentu selalu menemui pertentangan-pertentangan yang bermuara pada kediriannya dan Hawa Nafsunya yang mengakibatkan diri terjebak dalam lembah jurang ke EGO an, dan hal ini tidak dapat dipungkiri. Tetapi setidaknya dengan menyadari bahwa kedirian itu, hawa nafsu itu yang akan membawa diri ke lembah jurang ke EGO an itu adalah musuh terbesar pada diri sendiri, setidaknya menjadi pelajaran bagi mereka-mereka yang mau memikirkannya. Bahwa untuk mendapatkan ketenangan dan kedamaian itu maka terlebih dulu ia harus menyelam ke dalam dirinya sendiri untuk menundukkan dan mengalahkan kedirian, hawa nafsu dalam ke EGO an itu. Jika tidak!, maka tak akan di temui HAKIKAT CINTA dalam CINTA SEJATI itu. Yang ada malah sebaliknya, mereka akan menemukan CINTA yang HAMPA/CINTA yang BUTA/CINTA yang di dalamnya penuh dengan KEDUSTAAN.
Itulah Manusia yang penuh dengan teka teki, penuh dengan misteri sehingga apa yang telah di kemukakan pada bagian ke-1 bahwa Sungguh Sangat Maha Luar Biasa, Allah Swt mencipta Manusia dengan segala bentuk yang sebaik-baiknya dan sesempurna-sempurnanya. Bahkan……… Misteri yang ada pada diri Manusia pun sampai saat ini tidak ada Makhluk Allah Ta’ala yang lain yang mengetahuinya. Bahkan Malaikat yang di cipta Allah dari pada Nur pun tidak mengetahui akan Misteri tsb, apalagi Iblis, Syaithon, Jin dll. Walaupun diantara Malaikat dan Jin ada yang mengetahui tentang Manusia, tetapi tidaklah yang diketahuinya itu melainkan hanya lah zahir Manusianya saja. Sedangkan Hakikat dari diri Manusia itu hanyalah Allah Swt yang mengetahuinya dan orang-orang yang telah di Anugrahkan Berkah, Rahmat dan Nikmat untuk mengetahuinya.
Dan untuk sebagai pelajaran bagi kita semuanya dan juga termasuk diri saya sendiri, agar dapat menuju kesempurnaan Hidup itu dan terbuka segala Misteri akan Manusia itu maka ketahuilah :
  • · Dari manakah datangnya Cinta itu……???
  • · Dan apakah Hakikat Cinta itu………???
  • · Mengapa harus ada Cinta………???
  • · Dan siapakah yang berhak di Cintai………???
  • · Serta Kemanakah kembalinya Cinta itu………???
  • · ‘
  • · Cinta itu datang dari Diri ZAT MAHA MUTLAK, yang kemudian terbitlah Annuur (Rahsa Kesadaran Sejati) dan menjadi Sirr/Rahasia pada Insan. Itulah Hakikat Muhammadiyyah (Nuurun Ala Nuurin).
  • · Hakikat Cinta itu adalah PENGABDIAN TERTINGGI di dalam CINTA SEJATI yang di sebut juga dengan AKHLAKUL KARIMAH/DHARMA. Itulah puncak dari Rasa Syukur kepada Sang Maha Pencipta.
  • · Mengapa harus ada Cinta karena sebagai Kholifatullah di muka Bumi ini dengan terisi Hakikat Cinta pada dirinya akan mendatangkan Rahmat kepada sekalian Alam sebagai cerminan dari pada Sifat Arrohmaan dan Arrohiim.
  • · Dan siapakah yang berhak di Cintai adalah yang menanamkan benih Cinta itu pada dirinya yaitu ZAT MAHA MUTLAK yang dari pada-Nya terbitlah Annuur (Rahsa Kesadaran Sejati).
  • · Kemanakah kembalinya Cinta itu, tentu dari mana datangnya maka kesitulah Cinta itu akan kembali…. Datang dari Diri ZAT MAHA MUTLAK maka akan kembali pulalah kepada Diri ZAT MAHA MUTLAK.
Jika ke Lima Point di atas sudah di pahami dan dimengerti tentu seiring waktu yang berputar dari masa ke masa akan tersingkaplah Misteri Kehidupan yang ada pada Diri Insan itu. Dan tentunya….untuk bisa benar-benar memahami dan mengerti akan Lima Point itu terlebih dahulu haruslah mengenal akan Diri yang sebenar-benarnya Diri sebagai langkah dalam mengenal akan Hakikat Diri Sejati.

Wallahu A’lam Bishowab…….

Kamis, 31 Maret 2011

KEINDAHAN BERASAL DARI CINTA



 Makin banyak kalian menggunakan cinta dalam kehidupan maka kehidupanmu akan semakin indah.

Jika kalian tidak menggunakannya, kehidupanmu akan menjadi keras dan kasar.

Seseorang yang tidak pernah merasakan cinta bagaikan kayu yang kering.

Ketika cinta datang kepada alam, alam menjadi hijau dan mendapatkan warnanya.

Cinta mengalir melalui bunga, cinta juga mengalir melalui buah.

Ketika cinta mencapai mereka di musim semi mereka mulai berseri.

Jadi ketika mereka mengambil cinta itu, mereka lalu memberi cinta.

Kalian harus memberikan cintamu kepada lingkunganmu.

Segala sesuatu di sekelilingmu mengharapkan cintamu.

Kalian harus menjadi sumber cinta, atau mata air cinta, atau keran cinta atau sungai cinta, atau lautan cinta atau samudra cinta.

Sabtu, 19 Maret 2011

SEKARANG AKU MEMILIH……

Aku pernah memikirkan,

bahwa setiap manusia pasti ingin punya KEKASIH & TEMAN SEJATI...

Kekasih yang akan terus bersamanya, sehidup semati, dalam suka maupun duka.

Kebersamaan yang tak terpisahkan.

Namun sekarang aku memilih AMAL SHALEH sebagai kekasihku.

Karena ternyata hanya amal shaleh yang terus mau menemaniku,

sekalipun aku masuk ke dalam kuburku….



Aku pernah sangat KAGUM pada manusia cerdas, manusia yang kaya sekali,

manusia yang berhasil dalam karir hidup dan hebat dunianya.

Sekarang aku memilih mengganti kriteria kekagumanku,

aku kagum dengan manusia yang hebat di mata Allah.

Manusia yang sanggup taat dan bertaqwa kepada Allah,

sekalipun kadang penampilannya begitu bersahaja……



Dulu aku memilih MARAH karena merasa harga diriku dijatuhkan,

ketika orang lain berlaku zhalim kepadaku atau menggunjingku,

menyakitiku dengan kalimat-kalimat sindiran.

Sekarang aku memilih BERSYUKUR dan berterima kasih,

karena ku yakin ada transfer pahala dari mereka..

ketika aku mampu memaafkan dan bersabar….



Aku dulu memilih, MENGEJAR dunia dan menumpuknya sebisaku..

ternyata aku sadari kebutuhanku hanya makan dan minum untuk hari ini

dan bagaimana cara membuangnya dari perutku.

Sekarang aku memilih BERSYUKUR dg apa yg ada…

dan memilih bagaimana aku bisa mengisi waktuku hari ini, dengan penuh makna…

dan bermanfaat untuk sesama.



Aku dulu berfikir bahwa aku bisa MEMBAHAGIAKAN orangtuaku,

saudara dan teman-temanku nanti kalau aku berhasil dengan duniaku…

ternyata yang membuat kebanyakan mereka bahagia bukan itu..

melainkan karena sikap, tingkah dan sapaku….

Aku memilih membuat mereka bahagia sekarang dengan apa yang ada padaku...



Dulu aku memilih untuk membuat RENCANA-RENCANA dahsyat untuk duniaku,

ternyata aku menjumpai teman dan saudara-saudaraku begitu cepat menghadap kepada-Nya.

Tak ada yang bisa menjamin aku besok bertemu matahari.

Tak ada yang bisa memberikan garansi aku masih bisa menghirup nafas keesokan hari.

Sekarang aku memilih memasukan dalam rencana-rencana besarku,

yang paling utama adalah agar aku selalu SIAP menghadap kepada-Nya…



Ya Allah berilah selalu petunjuk ketika aku MEMILIH…

Ya Allah berkahillah dan luruskanlah selalu langkah-langkahku…..

.::CINTA::.




…CINTA…




Jika ia sebuah CINTA,


dia tak hanya MENDENGAR,

melainkan senantiasa BERGETAR.




jika ia sebuah CINTA,



dia tak mungkin BUTA,

melainkan senantiasa MELIHAT dan MERASAKAN apa yang kita rasakan



jika ia sebuah CINTA,

dia tak akan membuat kita SEDIH,
melainkan senantiasa akan membuat kita BAHAGIA.



jika ia sebuah CINTA,

dia tak hanya BERUCAP,
melainkan senantiasa TULUS dari Dalam HATI.



jika ia sebuah CINTA,

dia hadir bukan karena PERMINTAAN,
melainkan HADIR karena KETENTUAN dan KATA HATI-lah yang MENGANTARKANNYA.



jika ia sebuah CINTA,

dia hadir juga bukan karena PAKSAAN,
melainkan senantiasa HADIR karena PENGORBANAN dan KESETIAAN.





Oleh : KAMILA VYNDARTI



"Dan adapaun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah"

(QS Al-Baqarah:165)

Jumat, 18 Maret 2011

Merangkai KATA, Menyulam RASA, Mengukir MAKNA

-Cerita-cerita Air Mata-


Ada yang bertanya,

Dari manakah datangnya duka?
Dari apa air mata duka tercipta?


Tiba-tiba...


Ada titisan-titisan air mata
Yang membawa cerita


Tentang duka yang membuat suka lebih bermakna

Tentang derita yang jadi gurunya jiwa

Tentang air mata sebagai bahasanya cinta

Ke sanakah air mata cinta membawa semua manusia?



-Cahaya-cahaya Cinta-


Pagi itu berkunjunglah pangeran cahaya

Ia membawa lentera
Sekaligus berita

-Tentang Cinta-


Ada gerhana untuk semua

Ada surya yang menyinari semua

Ada rembulan yang mengintip semua

Ada pohon yang meneduhi semua

Ada rumput yang menghijaukan semua



Semua memang untuk semua

Bukankah itu yang membuatnya bernama Cinta?

Cinta dari Yang Maha Sempurna,

Allah Azza wa Jalla.



-Laba-laba cinta-


Ada laba-laba

Sedang membangun rumah cinta
Ia melukis dan mengukir makna


Melingkar-lingkar ia menyuarakan jiwa

Sambung menyambung merajut cinta
Berputar-putar ditemani jiwanya cinta


Ketika ditanya kenapa ia tidak bersuara


Ia hanya diam dalam sepi

Tidur dalam sunyi

Mimpi tentang kebahagiaan abadi

Di pusat lingkaran Yang Maha Suci



-Suara-suara Langit-


Ada yang menyebutnya dengan selimut bumi

Ada yang mengiranya sebagai batasnya sunyi


Jarang ada yang bertanya,

Pernahkah langit bersuara?


Kenapa bintang tergantung di sana?

Kenapa rembulan tidur pulas di sana?
Kenapa sang surya hanya tinggal di sana?


Hanya ada jawaban pasti

Dari Kalam Ilahi

Itulah Yang Maha Tinggi



-Puji bagi Sang Ilahi-


Di ufuk timur yang berseri

Engkau selalu menepati janji

Untuk senantiasa berbagi

Sekaligus melindungi



Tentang cahaya yang menyinari

Genta yang suci

Hidup yang penuh arti

Dan cinta yang Engkau beri



Bersama langit yang tinggi

Bersama laut yang rendah hati

Engkau taburkan sari-sari hati


-Melukis yang Manis-



Di pinggir perenungan duduk seorang pelukis
Melukis, melukis dan melukis
Ketika ditanya apa yang dilukis
Ia menyebut seorang gadis manis



Berjilbab dan bertudung hijau muda

Tersenyum manis seperti bunga kamboja

Tatapannya menyerupai bulan purnama

Kelembutannya seperti banyi yang baru lahir



Ketika ditanya siapa namanya

Lisannya hanya diam percuma
Hatinya menyebut nama yang indah maknanya

Cintai dia dalam diam, Dari kejauhan dengan kesederhanaan & keikhlasan

Ketika cinta kini hadir tidaklah untuk Yang Maha Mengetahui saat secercah rasa tidak lagi tercipta untuk Yang Maha Pencipta izinkanlah hati bertanya untuk siapa ia muncul dengan tiba-tiba.. mungkinkah dengan redhaNYA atau hanya mengundang murkaNYA..


Jika benar cinta itu kerana ALLAH maka biarkanlah ia mengalir mengikut aliran ALLAH kerana hakikatnya ia berhulu dari ALLAH maka ia pun berhilir hanya kepada ALLAH..

" Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran ALLAH." (QS. Adz Dzariyat: 49)

" Dan kahwinkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (berkahwin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin ALLAH akan memampukan mereka dengan kurniaNYA." (QS. An Nuur: 32 )

" Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNYA ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikanNYA diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir." ( QS. Ar Ruum: 21 )

Tetapi jika kelemahan masih nyata dipelupuk mata maka bersabarlah.. berdoalah.. berpuasalah..

" Wahai kaum pemuda, siapa saja diantara kamu yang sudah sanggup untuk menikah, maka menikahlah, sesungguhnya menikah itu memelihara mata, dan memelihara kemaluan, maka bila diantara kamu belum sanggup untuk menikah.. berpuasalah, kerana sesungguhnya puasa tersebut sebagai penahannya." ( Hadis )

" Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah satu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk. ( QS. Al Israa': 32 )

Cukup cintai dia dalam diam..,

Bukan kerana membenci hadirnya.. tetapi menjaga kesucinnya bukan kerana menghindari dunia.. tetapi meraih syurgaNYA bukan kerana lemah untuk menghadapinya.. tetapi menguatkan jiwa dari godaan syaitan yang begitu halus dan menyelusup..

Cukup cintai dia dari kejauhan..,

Kerana hadirmu tiada kan mampu menjauhkannya dari ujian.. kerana hadirmu hanya akan menggoyahkan iman dan ketenangan.. kerana mungkin sajakan membawa kelalaian hati-hati yang terjaga..

Cukup cintai dia dengan kesederhanaan..,

Memupuknya hanya akan menambah penderitaan.. menumbuhkan harapan hanya akan membumbui kebahagiaan para syaitan..

Maka cintailah dia dengan keikhlasan..,

Kerana tentu kisah Fatimah dan Ali Bin Abi Talib diingini oleh hati.. tetapi sanggupkah jika semua berakhir seperti sejarah cinta Salman Al Farisi..??

".. boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. ALLAH mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." ( QS. Al Baqarah: 216 )

" Wanita-wanita yang keji adalah untuk lelaki-lelaki yang keji, dan lelaki-lelaki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk lelaki-lelaki yang baik dan lelaki-lelaki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezeki yang mulia (syurga)." (QS. An Nuur: 26 )

Cukup cintai dia dalam diam dari kejauhan dengan kesederhaan dan keikhlasan..

Kerana tiada yang tahu rencana Tuhan.. mungkin saja rasa ini ujian yang akan melapuk atau membeku dengan perlahan..

Kerana hati ini begitu mudah untuk dibolak-balikkan.. serahkan rasa yang tiada sanggup dijadikan halal itu pada Yang Memberi dan Memilikinya.. biarkan DIA yang mengatur semuanya hingga keindahan itu datang pada waktunya..

" Barangsiapa yang menjaga kehormatan orang lain, pasti kehormatan dirinya akan terjaga ." (Umar Bin Khattab ra)

Minggu, 06 Maret 2011

(Kupersembahkan untuk (calon) Pendampingku yang berjiwa hanif)

Assalamu’alaykum warahmatullaahi wabarakaatuh,



Duhai Kanda...



Kupersembahkan sebuah ayat dalam Al-Qur’an yang selalu kubaca disetiap kartu undangan yang selalu melayangkan pikiranku akhir-akhir ini. Hingga detik ini, aku senantiasa bertanya kapan namaku tercantum pada sebuah kartu undangan pernikahan? Siapa pula nama yang mengiringi namaku pada kartu undangan tersebut dalam rangka mitsaqan-ghalizha (perjanjian yang sangat berat) itu?



”Dan diantara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya dan Dia menjadikan diantaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.” (QS. Ar-Ruum : 21)



Tiada kata yang dapat kuucapkan atas karunia Allah Ta’ala hingga pada waktu yang tepat nanti aku akan menikah dengan orang pilihan Allah Ta’ala yang telah ditetapkan-Nya dalam kitab Lauh Mahfudz, kecuali syukur alhamdulillah untuk-Nya. Nikmat dan anugerah ini sungguh begitu agung. Sesungguhnya, sudah aku jalani ”proses” dengan laki-laki lain, tapi ternyata Allah takdirkan engkau masih tersembunyi dibalik kuasa-Nya.



Menanti dengan ikhtiar dan doa yang penuh kesabaran tuk menghadirkanmu dalam hidupku merupakan anugerah dalam hidupku diantara anugerah-anugerah lain yang Allah Ta’ala berikan kepadaku. Diberi-Nya aku kesempatan untuk lebih memperbaiki diri sebagai Muslimah hingga aku layak untuk kau jemput kelak sebagai bidadarimu.



Subhanallaah! Fabiayyi alaairabbikumaa tukadzdzibaan..



Duhai Kanda..



Apakah yang saat ini sedang engkau lakukan? Semogalah engkau adalah seorang ikhwan (laki-laki) yang sedang bersemangat mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala dengan bertaubat dari dosa-dosamu. Kembali kepada fitrahmu sebagai manusia yang bejiwa hanif, memperbaiki diri detik demi detik sebagai bekal meninggalkan kampung penuh penipuan dan bersiap-siap menuju kampung kekekalan.



Hingga pada saat kita dipertemukan oleh-Nya ( di tempat dan waktu yang tepat,



Kanda…



Pada saatnya nanti, jika Allah Ta’ala sudah berkehendak untuk mempersatukan hati kita, maka tak lagi kupermasalahkan maharmu yang dengan penuh kerelaan kau berikan kepadaku. Tidak kita hiraukan lagi bujuk rayu setan akan materi. Hingga engkau dapat memenuhi perintah Allah Ta’ala yang berfirman :



”Dan berikanlah mahar (mas kawin) kepada perempuan yang kamu nikahi sebagai pemberian yang penuh kerelaan” (QS. An-Nisaa : 4)



Niat suci kita untuk menuju pernikahan yang barakah meluluh lantahkan hatiku untuk menerima mahar darimu apa adanya, bahkan aku akan mempermudah engkau dalam masalah ini, hingga aku yakin bahwa insyaAllah aku bisa menjadi orang yang tersebut dalam sabda Rasulullaah Shallallaahu’alaihi wa Sallam :



”Wanita yang paling banyak mendapatkan berkah adalah yang paling ringan maharnya”



Dan akhirnya kita berdua makin yakin, bahwa pernikahan kita akan sesuai syari’at, sebagaimana Uqbah bin Amir radhiyallaahu’anhu berkata, Rosulullah Shallallaahu’alaihi wa Sallam bersabda :



“Sebaik-baik pernikahan ialah yang paling mudah”



Duhai Kanda…



Kemudian, HALAL-nya kita untuk saling mencintai karena Alloh Ta’ala. Seketika, penantian kita yang lama itu, akan membebaskan syahwat2 yang selama ini kita pendam, bersamaan dengan meleburnya dosa-dosa kita lewat genggaman jari jemari kita.



kita akan semakin mengenal satu sama lain, cinta makin subur ditaman hati masing-masing Pujian demi pujian yang mengekalkan cinta kita mulai bersemi indah. Karenanya ya kanda.. Kelak, malam-malam yang indah itu akan engkau hiasi dengan membangunkanku disepertiga malam terakhir dengan lembut dengan atau tanpa percikan air diwajahku. Kau ajak aku shalat malam bersamamu dengan alunan ayat-ayat suci Al-Qur’an yang memporak-porandakan taman hatiku, meluluhlantahkan jiwaku dan menghanyutkan aku akan kecintaanku pada Allah Ta’ala. Subhanallaah!



Fabiayyi alaairabbikumaa tukadzdzibaan..



Duhai Kanda..



Kuharap engkau adalah laki-laki penyabar dan dapat menghadapi kondisi emosionalku sebagai istri. Saat aku marah, saat aku salah, engkau meluruskanku dengan cara yang sangat baik dan lembut. Karena kutahu, engkau senantiasa ingin beribadah dengan ikhlas dan ittiba’ (mengikuti) Rasulullah Shallallaahu’alaihi wa Sallam.



Dan saat engkau marah, sementara aku ikut terbawa emosi, maka engkau mengajakku untuk berlindung kepada Allah Ta’ala, berwudhu, dan shalat dua rakaat. Apabila kita sedang berdiri, maka kita duduk, apabila kita sedang duduk, maka kita berbaring, atau salah satu dari kita akan mencium, merangkul dan menyatakan alasan kita. Apabila salah satu diantara kita berbuat salah, maka kita akan saling memaafkan karena mengharapkan wajah Allah Ta’ala semata. (Fiqhut Ta’amul bainaz Zaujani)



Lantas kita mengunci rapat-rapat setiap pintu perselisihan dan tidak menceritakannya kepada orang lain. Saling instropeksi, menyadari kesalahan masing-masing dan saling memaafkan serta memohon kepada Allah Ta’ala agar senantiasa disatukan-Nya hati kita, dimudahkan urusan dalam KETAATAN KEPADA-NYA, dan diberikan kedamaian dalam rumah tangga kita.



"Betapa indahnya menjadi bunga ditaman hatimu..."



Duhai Kanda…



Engkau memberiku makan apabila engkau makan, Engkau memberiku pakaian apabila engkau berpakaian, Engkau tidak akan memukul wajahku, Engkau tidak akan menjelek-jelekkan diriku, dan Engkau tidak akan meninggalkanku melainkan didalam rumah (yakni tidak berpisah tempat tidur melainkan didalam rumah)



Dengan keimanan dan ketaqwaanmu, engkau tidak pernah berputus asa dalam mencari rizki. Berikhtiar dan bertawakkal (menggantungkan harapan) hanya kepada Allah Ta’ala, sebagaimana perintah Rasulullah Shallallaahu’alaihi wa Sallam :



Kanda...,



Dinda memilihmu karena agama yang ada pada dirimu. Aku memilihmu karena aku tahu bahwa engkau akan senantiasa menjagaku dan anak-anakku kelak dari api Neraka. Kau ajarkan aku untuk taat dan bertakwa kepada Allah ’Azza wa Jalla



Sungguh, betapa engkau telah membawaku teringat dan bergetar saat engkau menasehatiku sambil membawakan firman Allah Ta’ala : Hingga cita-citaku dan keinginanku tuk menjadi BUNGA DITAMAN HATIMU sebagaimana Khadijah Radhiyallaahu’anha menemani Rasulullaah Shallallahu’alaihi wa Sallam sepanjang hidupnya dapat aku amalkan perlahan-lahan dengan bimbinganmu.



Kelak akan engkau ajarkan pula aku untuk senantiasa berbakti kepada Orang Tua kita untuk menggapai ridha Allah Ta’ala. Birrul walidain (berbakti kepada orang tua)



Kanda...,



Betapa aku akan sangat taat kepadamu dengan segala ketaatan dan ketakwaanmu kepada Allah Ta’ala dan ketaatanmu kepada Rasulullah Shallallahu’alaihi wa Sallam. Hingga andaikata Allah Ta’ala tidak melarangku untuk bersujud kepada selain-Nya, maka engkaulah tempatku untuk bersujud memohon Surga… Temanilah diriku sampai matiku nanti, dampingi aku dalam melaksanakan amanah rumah tanggaku. Sesungguhnya, sebagai kepala keluarga engkau akan ditanya dihadapan Allah Azza wa Jalla tentang pertanggungjawabanmu atas diriku sebagai istrimu. Juga anak-anak dan rumah tangga sebagai beban di pundakmu.



Sungguh begitu indah memilikimu dalam mitsaqan gholizha ini kelak… maka bagaimana aku tidak akan memperhatikanmu, sementara engkau adalah surga dan nerakaku,



Duhai Kanda…. Karenanya… ”JADILAH SURGA DITAMAN HATIKU…



” Semoga Allah Ta’ala segera mempertemukan kita dan senantiasa mempermudah urusan kita dalam mitsaqan-ghalizha (perjanjian yang sangat berat) kelak.



Amin

Sabtu, 12 Februari 2011

Air Mata dan Cinta



Cinta membuat apa yang dicintai itu benar-benar masuk ke dalam lubuk hati. Bicara tentang lubuk hati, apalagi yang terdalam, pasti berkaitan dengan yang namanya kelembutan. Hati itu lembut sekali. Kalau sudah begini, cinta itu dekat dengan yang namanya air mata, dan akhirnya menangis. Makanya, orang yang sedang jatuh cinta, akan mudah menangis kalau mengingat sama yang dicintainya, benar bukan?

Bicara mengenai menangis ada 2 cerita jaman dulu.

Cerita pertama. Dulu, ada negeri kafir yang akan menyerang negeri Islam. Ketua kafir itu mengatur siasat. Sebelum menyerang, diselidiki dulu negeri Islam itu. Akhirnya, sang ketua mengutus seorang mata-mata ke negeri Islam tersebut. Si mata-mata menyamar menjadi orang Islam. Selanjutnya dia masuk ke negeri Islam itu. Penampilannya Islam, dengan janggut dan pernak pernik yang Islami.

Tiba-tiba dia bertemu dengan seorang anak muda yang sedang menangis di pojok dinding. Penasaran dengan hal tersebut, si mata-mata tadi mendekati anak muda itu. Dia bertanya, “Kenapa kamu nangis?” Jawab anak muda tadi, “Aku menangis karena tadi aku ketinggalan shalat berjama’ah di masjid.” Kagetlah si mata-mata itu. Lalu dia balik ke negerinya dan melapor kepada sang ketua. Dia menceritakan apa yang diliatnya di negeri Islam. Lalu sang ketua berkata, “OK, kita jangan menyerang Islam dulu. Tunggu kalau saatnya sudah tepat.”

Cerita kedua. Ini kelanjutan dari cerita pertama. Beberapa tahun kemudian, kembali diutuslah si mata-mata tadi untuk mengintai negeri Islam. kemudian, si mata-mata menyamar lagi menjadi orang Islam. Kejadian berikutnya sama dengan cerita yang pertama. Dia bertemu dengan anak muda yang sedang duduk menangis. Si mata-mata mendekati anak muda tersebut dan bertanya, “Kenapa kamu nangis anak muda?” Jawab si anak muda, ” Aku menangis karena baru saja ditinggal kekasihku?” mendengar jawaban anak muda tersebut, si mata-mata kembali ke negerinya dan melapor kepada sang ketua tentang apa yang diliatnya di negeri Islam. Lalu, sang ketua berkata, “OK, saatnya kita serang mereka!”

Akhirnya, negeri kafir kemudian menyerang negeri Islam tadi, dan apa yang terjadi? Hancur-lebur dan luluh-lantaklah negeri Islam. Masya Allah.

Kenapa bisa seperti ini? Ketua kafir melihat bahwa pada cerita yang pertama, pemuda-pemuda Islam-nya sholeh-sholeh. Mereka cinta sama Allah. Sampai-sampai mereka sedih dan nangis lantaran ketinggalan shalat berjama’ah di masjid. Jadi, kalau negeri kafir menyerang saat itu, pasti orang kafir akan kalah.

Selanjutnya, setelah beberapa tahun, ada yang berubah di negeri Islam tersebut. Anak-anak mudanya sudah tidak sholeh (atau mungkin kurang sholeh). Ini bisa dilihat si mata-mata bertemu dengan anak muda Islam yang menangis karena ditinggal pacarnya. Pasti, hari-harinya akan dihabisin untuk sang kekasihnya, untuk menemani, untuk memikirkan, dan untuk yang lain. Kenapa waktunya tidak dihabiskan untuk Allah dan Islam? Ini pertanda kalau negeri Islam tadi sudah lemah. Inilah saatnya negeri kafir tersebut menyerang negeri Islam. Begitulah sobat, generasi yang pertama menangis mengeluarkan air mata karena cintanya kepada Allah. Generasi yang kedua menangis mengeluarkan air mata karena cinta kepada pacarnya.

Nah Sobat, air mata kita termasuk yang mana? Kalau kita menangis gara-gara siapa?? Semoga air mata dan tangis kita hanya karena Allah!

***

Rabu, 02 Februari 2011

Cinta Terindah





Oleh M. R. Bawa Muhaiyaddeen

Anakku, begitu sering kau bicara tentang cinta. Cinta kepada istri, cinta kepada anak, cinta kepada agama, cinta kepada bangsa, cinta kepada filosofi, cinta kepada rumah, cinta kepada kebenaran, cinta kepada Tuhan. Apakah isi, atau esensi, dari cintamu itu? Kau bilang itu cinta suci, cinta sejati, cinta yang keluar dari lubuk hati yang paling dalam, cinta sepenuh hati, cinta pertama… Apakah benar begitu, anakku?


“ANAKKU, mari kita bicara tentang cinta. Cinta apa yang kau miliki?” Merasa diri ini memang belum paham apa makna cinta yang sebenarnya, maka aku dengarkan baik-baik setiap hikmah yang menyemburat seperti cahaya.

Anakku, kamu harus membuka hatimu lebar-lebar agar bisa menangkap esensi cinta yang akan aku sampaikan. Simpan pertanyaanmu untuk nanti, karena setiap pertanyaan itu terlahir dari akal. Seperti langit, akal melayang tinggi di atas bumi tempatmu berpijak. Dan kau pun akan jauh dari hati pijakanmu, satu-satunya titik yang mampu menangkap esensi cinta.

Lihat batang bunga mawar itu. Dia punya potensi untuk mempersembahkan bunga merah dan harum yang semerbak. Namun jika batang itu tak pernah ditanam, tak akan pernah mawar itu menghiasi kebunmu. Maka, hanya dengan membuka diri untuk tumbuhnya akar dan daun lah, batang mawar itu akan melahirkan bunga mawar yang harum. Demikian juga dengan hatimu, anakku. Kau harus membukanya, agar potensi cinta yang terkandung di dalamnya bisa merekah, lalu menyinari dunia sekitarmu dengan kedamaian.

Anakku, begitu sering kau bicara tentang cinta. Cinta kepada istri, cinta kepada anak, cinta kepada agama, cinta kepada bangsa, cinta kepada filosofi, cinta kepada rumah, cinta kepada kebenaran, cinta kepada Tuhan. Apakah isi, atau esensi, dari cintamu itu? Kau bilang itu cinta suci, cinta sejati, cinta yang keluar dari lubuk hati yang paling dalam, cinta sepenuh hati, cinta pertama… Apakah benar begitu, anakku?

: : : : : : : :

Mungkin di desamu kau punya seekor kuda. Begitu sayangnya kau pada kuda itu. Setiap hari kau beri makan, minum, kau rawat bulunya, kau bersihkan, kau ajak jalan-jalan. Seolah kuda itu telah menjadi bagian dari hidupmu, seperti saudaramu. Kau mencintai kuda itu sepenuh hati. Namun, suatu ketika datang orang yang ingin membelinya dengan harga yang fantastis. Hatimu goyah, dan kau pun menjualnya. Cintamu tidak sepenuh hati, karena kau rela menjual cinta. Kau mencintai kuda, karena kegagahannya membuatmu bangga dan selalu senang ketika menungganginya. Namun, ketika datang harta yang lebih memberikan kesenangan, kau berpaling. Kau cinta karena kau mengharapkan sesuatu dari yang kau cintai. Kau cinta kudamu, karena mengharapkan kegagahan. Cintamu berpaling kepada harta, karena kau mengharapkan kekayaan. Ketika keadaan berubah, berubah pula cintamu.

Kau sudah punya istri. Begitu besar cintamu kepadanya. Bahkan kau bilang, dia adalah pasangan sayapmu. Tak mampu kau terbang jika pasangan sayapmu sakit. Cintamu cinta sejati, sehidup semati. Namun, ketika kekasihmu sedang tak enak hati yang keseratus kali, kau enggan menghiburnya, kau biarkan dia dengan nestapanya karena sudah biasa. Ketika dia sakit yang ke lima puluh kali, perhatianmu pun berkurang, tidak seperti ketika pertama kali kau bersamanya. Ketika dia berbuat salah yang ke sepuluh kali, kau pun menjadi mudah marah dan kesal. Tidak seperti pertama kali kau melihatnya, kau begitu pemaaf. Dan kelak ketika dia sudah keriput kulitnya, akan kan kau cari pengganti dengan alasan dia tak mampu mendukung perjuanganmu lagi? Kalau begitu, maka cintamu cinta berpengharapan. Kau mencintainya, karena dia memberi kebahagiaan kepadamu. Kau mencintainya, karena dia mampu mendukungmu. Ketika semua berubah, berubah pula cintamu.

Kau punya sahabat. Begitu sayangnya kau kepadanya. Sejak kecil kau bermain bersamanya, dan hingga dewasa kau dan dia masih saling membantu, melebihi saudara. Kau pun menyatakan bahwa dia sahabat sejatimu. Begitu besar sayangmu kepadanya, tak bisa digantikan oleh harta. Namun suatu ketika dia mengambil jalan hidup yang berbeda dengan keyakinanmu. Setengah mati kau berusaha menahannya. Namun dia terus melangkah, karena dia yakin itulah jalannya. Akhirnya, bekal keyakinan dan imanmu menyatakan bahwa dia bukan sahabatmu, bukan saudaramu lagi. Dan perjalanan kalian sampai di situ. Kau mencintainya, karena dia mencintaimu, sejalan denganmu. Kau mendukungnya, mendoakannya, membelanya, mengunjunginya, karena dia seiman denganmu. Namun ketika dia berubah keyakinan, hilang sudah cintamu. Cintamu telah berubah.

Kau memegang teguh agamamu. Begitu besar cintamu kepada jalanmu. Kau beri makan fakir miskin, kau tolong anak yatim, tak pernah kau tinggalkan ibadahmu, dengan harapan kelak kau bisa bertemu Tuhanmu. Namun, suatu ketika orang lain menghina nabimu, dan kau pun marah dan membakar tanpa ampun. Apakah kau lupa bahwa jalanmu mengajak untuk mengutamakan cinta dan maaf? Dan jangankan orang lain yang menghina agamamu, saudaramu yang berbeda pemahaman saja engkau kafirkan, engkau jauhi, dan engkau halalkan darahnya. Bukankah Tuhanmu saja tetap cinta kepada makhluk-Nya yang seperti ini, meskipun mereka bersujud atau menghina-Nya? Kau cinta kepada agamamu, tapi kau persepsikan cinta yang diajarkan oleh Tuhanmu dengan caramu sendiri.

Anakku, selama kau begitu kuat terikat kepada sesuatu dan memfokuskan cintamu pada sesuatu itu, selama itu pula kau tidak akan menemukan True Love. Cintamu adalah Selfish Love, cinta yang mengharapkan, cinta karena menguntungkanmu. Cinta yang akan luntur ketika sesuatu yang kau cintai itu berubah. Dengan cinta seperti ini kau ibaratnya sedang mengaspal jalan. Kau tebarkan pasir di atas sebuah jalan untuk meninggikannya. Lalu kau keraskan dan kau lapisi atasnya dengan aspal. Pada awalnya tampak bagus, kuat, dan nyaman dilewati. Setiap hari kendaraan lewat di atasnya. Dan musim pun berubah, ketika hujan turun dengan derasnya, dan truk-truk besar melintasinya. Lapisannya mengelupas, dan lama-lama tampak lah lobang di atas jalan itu. Cinta yang bukan True Love, adalah cinta yang seperti ini, yang akan berubah ketika sesuatu yang kau cintai itu berubah. Kau harus memahami hal ini, anakku.

: : : : : : : :

Sekarang lihatlah, bagaimana Tuhanmu memberikan cinta-Nya. Dia mencintai setiap yang hidup, dengan cinta (rahmaniyyah) yang sama, tidak membeda-bedakan. Manusia yang menyembah-Nya dan manusia yang menghina-Nya, semua diberi-Nya kehidupan. Kekuasaan-Nya ada di setiap yang hidup. Dia tidak meninggalkan makhluk-Nya, hanya karena si makhluk tidak lagi percaya kepadanya. Jika Dia hanya mencintai mereka yang menyembah-Nya saja, maka Dia pilih kasih, Dia memberi cinta yang berharap, mencintai karena disembah. Dia tidak begitu, dia tetap mencintai setiap ciptaan-Nya. Itulah True Love. Cinta yang tak pernah berubah, walau yang dicintai berubah. Itulah cinta kepunyaan Tuhan. Anakku, kau harus menyematkan cinta sejati ini dalam dirimu. Tanam bibitnya, pupuk agar subur, dan tebarkan bunga dan buahnya ke alam di sekitarmu.

Dan kau perlu tahu, anakku. Selama kau memfokuskan cintamu pada yang kau cintai, maka selama itu pula kau tak akan pernah bisa memiliki cinta sejati, True Love. Cinta sejati hanya kau rasakan, ketika kau melihat Dia dalam titik pusat setiap yang kau cintai. Ketika kau mencintai istrimu, bukan kecantikan dan kebaikan istrimu itu yang kau lihat, tapi yang kau lihat “Ya Allah! Ini ciptaan-Mu, sungguh cantiknya. Ini kebaikan-Mu yang kau sematkan dalam dirinya.” Ketika kau lihat saudaramu entah yang sejalan maupun yang berseberangan, kau lihat pancaran Cahaya-Nya dalam diri mereka, yang tersembunyi dalam misteri jiwanya. Kau harus bisa melihat Dia, dalam setiap yang kau cintai, setiap yang kau lihat. Ketika kau melihat makanan, kau bilang “Ya Allah, ini makanan dari-Mu. Sungguh luar biasa!” Ketika kau melihat seekor kucing yang buruk rupa, kau melihat kehidupan-Nya yang mewujud dalam diri kucing itu. Ketika kau mengikuti sebuah ajaran, kau lihat Dia yang berada dibalik ajaran itu, bukan ajaran itu yang berubah jadi berhalamu. Ketika kau melihat keyakinan lain, kau lihat Dia yang menciptakan keyakinan itu, dengan segala rahasia dan maksud yang kau belum mengerti.

Ketika kau bisa melihat Dia, kemanapun wajahmu memandang, saat itulah kau akan memancarkan cinta sejati kepada alam semesta. Cintamu tidak terikat dan terfokus pada yang kau pegang. Cintamu tak tertipu oleh baju filosofi, agama, istri, dan harta benda yang kau cintai. Cintamu langsung melihat titik pusat dari segala filosofi, agama, istri, dan harta benda, dimana Dia berada di titik pusat itu. Cintamu langsung melihat Dia.

Dan hanya Dia yang bisa memandang Dia. Kau harus memahami ini, anakku. Maka, dalam dirimu hanya ada Dia, hanya ada pancaran cahaya-Nya. Dirimu harus seperti bunga mawar yang merekah. Karena hanya saat mawar merekah lah akan tampak kehindahan di dalamnya, dan tersebar bau wangi ke sekitarnya. Mawar yang tertutup, yang masih kuncup, ibarat cahaya yang masih tertutup oleh lapisan-lapisan jiwa. Apalagi mawar yang masih berupa batang, semakin jauh dari terpancarnya cahaya. Bukalah hatimu, mekarkan mawarmu.

Anakku, hanya jiwa yang telah berserah diri sajalah yang akan memancarkan cahaya-Nya. Sedangkan jiwa yang masih terlalu erat memegang segala yang dicintainya, akan menutup cahaya itu dengan berhala filosofi, agama, istri, dan harta benda. Lihat kembali, anakku, akan pengakuanmu bahwa kau telah berserah diri. Lihat baik-baik, teliti dengan seksama, apakah pengakuan itu hanya pengakuan sepihak darimu? Apakah Dia sudah membenarkan pengakuanmu? Ketika kau bilang “Allahu Akbar,” apakah kau benar-benar sudah bisa melihat ke-”akbar”-an Dia dalam setiap yang kau lihat?

Jika kau masih erat mencintai berhala-berhalamu, maka sesungguhnya jalanmu menuju keberserahdirian masih panjang. Jalanmu menuju keber-”Islam”-an masih jauh di depan. Kau masih harus membuka kebun bunga mawar yang terkunci rapat dalam hatimu. Dan hanya Dia-lah yang memegang kunci kebun itu. Mintalah kepada-Nya untuk membukanya. Lalu, masuklah ke dalam taman mawarmu. Bersihkan rumput-rumput liar di sana, gemburkan tanah, sirami batang mawar, halau jauh-jauh ulat yang memakan daunnya. Kemudian, bersabarlah, bersyukurlah, dan bertawakkal-lah. Insya Allah, suatu saat, jika kau melakukan ini semua, mawar itu akan berbunga, lalu merekah menyebarkan bau harum ke penjuru istana.

Semoga Allah membimbingmu, anakku.

Cari Blog Ini