BAHASA RAHASIA III: BATU FILOSUF
Di kedalaman samudera, ada kekayaan tiada tara.
Namun jika engkau mencari keselamatan,
di pantailah tempatnya.
(Sa'di, Gulistan)
Robert of Chester, seorang berkebangsaan Inggris yang belajar di Spanyol Islam, memperkenalkan alkimia ke dunia Kristen zaman Pertengahan dalam sebuah buku yang diselesaikannya pada tahun 1144 M. Buku ini merupakan terjemahan dari sebuah buku berbahasa Arab. Sebagaimana dilihat oleh Profesor Holmyard (Alchemy, London, 1957, hlm. 103), dengan jelas ia menyatakan dalam bukunya bahwa pada masa itu, ilmu ini tidak dikenal di "Dunia Latin".
Sejak masa ini telah terjadi pergulatan antara dua penafsiran "seni" itu. Apakah makna istilah itu secara harfiah, ataukah merupakan suatu sistem pengembangan mental atau spiritual? Kita hampir tidak bisa menghindari kenyataan bahwa istilah ini dipahami baik dalam pengertian kimiawi dan cara penciptaan (benda) yang seringkali luput dari perhatian peneliti. Akibatnya adalah muncul beberapa klaim bahwa alkimia adalah perintis ilmu kimia, yang secara eksklusif terkait dengan penciptaan "Batu Filosuf". Sementara yang lain menyatakan bahwa istilah itu muncul dari upaya-upaya awal untuk menyepuh atau mencetak logam dan mengubahnya menjadi emas atau perak. Yang lainnya menyatakan bahwa istilah itu merupakan suatu seni yang rumit dan hanya terkait dengan berbagai potensi kesadaran manusia.
Fakta-fakta jauh kurang kompleks daripada apa-apa yang muncul pada orang yang tidak terkait dengan kiasan Sufi bersama apa yang seringkali hanya sebagai bacaan turunan. Pertama kali yang harus diingat adalah bahwa orang-orang yang secara serampangan dikelompokkan sebagai ahli alkimia, dan yang karyanya seringkali diperlakukan sebagai suatu keutuhan, ternyata membentuk berbagai jenis orang yang berbeda-beda, yang bekerja pada jalur disiplin yang berbeda atau analog.
Resep-resep tukang emas, yang berasal dari zaman kuno, tidak membuktikan bahwa istilah alkimia tidak digunakan oleh para pengikut mistik. Dua orang yang masing-masing dianggap telah memperoleh obat mujarab, bisa jadi yang satu adalah seorang dukun, sementara lainnya adalah seorang guru mistik. Banyak sekali bukti dalam literatur Abad Pertengahan yang menunjukkan suatu pergulatan tetap menuju suatu pengembangan mental, yang tertulis dalam istilah yang bersifat alkimia.
Kesalahan ini tidak diluruskan ketika ahli kimia Perancis, M.P.E. Berthelot mengkaji sejumlah besar dokumen-dokumen alkimia pada tahun 1888 dan 1893. Ia menemukan bahwa dokumen tertua yang bisa ditemukan telah berusia dua ribu tahun. Selain itu ia menemukan buku-buku yang memuat resep-resep metalurgi untuk mengolah dan menyepuh logam dari para pengrajin dimana teks-teks itu bercampur dengan sejumlah teks tentang keruhanian. Sebelum para pembaca buku dilahirkan, orang telah menyimpulkan bahwa alkimia merupakan sejenis penyimpangan, suatu kemerosotan dari metalurgi dan merupakan ilmu kimia kuno yang dipraktekkan oleh orang-orang Yunani di Mesir.
Bahan-bahan itu tidak dikaji dengan pandangan bahwa alkimia merupakan istilah yang diadopsi oleh sebuah madzhab ta'lim (teaching school) untuk memproyeksikan pesannya yang disampaikan dalam bahasa alegoris dan secara keseluruhan berasal dari luar konteks metalik.
Kepustakaan alkimia, yang dikumpulkan sebagai satu fenomena, begitu banyak sehingga seumur hidup bisa dihabiskan untuk memahaminya. Ia mencakup berbagai pemalsuan yang relatif masuk akal dalam bahasa Yunani, Latin, Arab dan pada masa berikutnya dalam bahasa-bahasa Barat. Tulisan-tulisan ini kadangkala tidak jelas (tidak mudah dimengerti), terbatas pada simbolisme dan dikemukakan dengan kiasan serta khayalan kabur seperti naga, warna-warna yang berubah, pedang berkilat, logam dan planet-planet.
Anggapan bahwa keinginan akan perubahan (logam) merupakan suatu usaha yang muncul akibat suatu kesalahpahaman dari dokumen kesenian itu, sebenarnya tidak memadai untuk menjelaskan penggunaan istilah itu oleh para ahli alkimia. Jika kita membaca kata-kata dalam bahasa Arab yang dipilih padanannya dalam bahasa Latin oleh para penterjemah, kita bisa menilai apakah kata-kata Latin itu mencoba perubahan logam yang sesungguhnya atau penggunaan istilah-istilah itu secara berbeda. Dengan kata lain, kita bisa menceritakan tentang para ahli kimia dari para ahli spiritual. Ini merupakan salah satu sarana yang bisa mengungkap cerita tentang alkimia pada Abad Pertengahan.
Kita harus mulai dari tahapan awal, yaitu bapak alkimia sebagaimana kita telah mengenalnya, Jabir ibnu al-Hayyan. Jabir telah diakui baik oleh para ahli alkimia Arab maupun Eropa sebagai bapak ilmu ini sejak abad kedelapan. Sejak masa itu, semua alkimia seperti yang kita kenal mengandung doktrin tentang tiga unsur -- garam, sulfur dan air raksa (merkuri). Ketiga unsur ini harus digabungkan secara tepat untuk menghasilkan "Emas Filosofis". Banyak ahli alkimia menekankan, seseorang bahkan bisa mengatakan semuanya, bahwa substansi-substansi ini bukanlah substansi yang sama dengan yang kita kenal sebagai garam, sulfur dan air raksa. Selain itu Geber, demikianlah Jabir dikenal di Barat, seperti dicatat oleh Profesor Holmyard sebagai telah memperkenalkan doktrin tentang sulfur dan air raksa yang "tampaknya tidak dikenal oleh orang-orang kuno".
Sebagaimana telah dipraktekkan sejak abad kedelapan, alkimia identik dengan Jabir ibnu al-Hayyan. Siapakah dia sebenarnya; apakah maksudnya tentang sulfur dan air raksa? Menurut buku-buku berbahasa Latin maupun Arab, Jabir dijuluki as-Sufi.2
Dalam karya-karyanya, ia mengakui Imam Ja'far ash-Shadiq (700-765) sebagai gurunya dan membicarakannya dengan penuh rasa hormat. Sementara Ja'far ash-Shadiq adalah seorang guru Sufi (mursyid) besar dan namanya muncul di hampir semua "silsilah-riwayat" dari ajaran Sufisme serta oleh para pakar seperti Rumi dan al-Ghazali disebut sebagai alkimia. Bahkan al-Ghazali menamakan salah satu karya terpentingnya dengan Kaimiya'us-Sa'adah (Kimia Kebahagiaan). Ibnu Arabi menyatakan bahwa "Nama-nama Keagungan" disebut dengan emas dan perak.
Apakah sebenarnya Batu Sofistikal, Batu Para Filosuf yang akan mengubah logam-logam dasar menjadi logam mulia? Apa yang harus kita lakukan di sini adalah menterjemahkan kembali kata-kata tertentu ke dalam bahasa Arab, melihat penggunaan teknisnya di kalangan Sufi dan mencari apa sebenarnya yang dimaksud Jabir.
Menurut para Sufi, pembaharuan kembali dari satu bagian esensial kemanusiaan merupakan tujuan manusia. Pemisahan manusia dari esensinya merupakan sebab ketimpangan dan penderitaannya. Pencarian hidupnya adalah pemurnian dari unsur-unsur yang tidak berguna dan pembangkitan (unsur) emasnya. Sarana untuk mencapainya terdapat dalam diri manusia -- inilah yang dimaksud dengan "Batu Filosuf ". Kata Arab untuk batu berkaitan dengan kata "tersembunyi, terlarang". Oleh karena itu, simbol batu diadopsi sesuai dengan aturan wajar dari asonansi di kalangan Sufi.
Di Barat, batu -- sesuatu yang tersembunyi dan begitu kuat, juga disebut dengan Azoth. Azoth ditelusuri oleh para Orientalis kepada salah satu dari dua kata -- adz-Dzat, yang berarti esensi atau realitas dalam; atau pada kata zibaq, yang berarti merkuri. Menurut Sufi, batu adalah dzat (esensi) yang begitu kuat sehingga ia bisa mengubah apa saja yang bersentuhan dengannya. Ia merupakan esensi manusia yang memiliki sifat ketuhanan. Ia merupakan "sinar matahari" yang mampu mengangkat kemanusiaan pada tahapan berikutnya.
Kita bisa melangkah lebih jauh dari ini. Tiga unsur itu bergerak menuju penciptaan dzat setelah diproses melalui "kerja" sebagai terjemahan dari kata "amal". Unsur-unsur ini adalah sulfur (kibrit, homonim dari kata kibirat, "kebesaran", "keagungan"); garam (milhun, homonim dari kata milhun, "kebaikan", "pengetahuan"); dan merkuri (zibaq, memiliki akar kata yang sama untuk kata "membuka", "membongkar").3
Jika kita tidak tahu bagaimana kata-kata ini digunakan dan juga padanannya, maka kita tidak bisa mengungkap alkimia. Ibnu Arabi sendiri mengungkapkan dua maknanya ketika ia mengatakan bahwa sulfur berarti ketuhanan; merkuri berarti alam. Interaksi dalam proporsi yang tepat akan menghasilkan Azoth, esensi yang dimuliakan. Terjemahan ke dalam bahasa Latin menghilangkan asonansi yang dimiliki karya-karya Sufi, tetapi penafsirannya berlanjut (untuk kepentingan orang-orang non-Arab) pada kitab-kitab berbahasa Persia, seperti Kimiyya'us-Sa'adah karya al-Ghazali.
Penyebaran ajaran alkimia juga dinyatakan telah berada pada para guru kuno, sebagian dari mereka namanya disebutkan. Mereka ini termasuk Hermes, menurut para penulis Timur dan Barat, yang oleh orang-orang Arab dikenal dengan nama Idris. Para penulis dan praktisi menerima penyebaran itu dari Hermes sampai tingkatan tertentu sehingga alkimia sering disebut dengan "Seni-Hermetik" dan demikianlah coraknya sejak mereka menerima asalnya dari orang-orang Arab.
Sejarawan Arab Spanyol, Said of Toledo (w. 1069), menceritakan tradisi Thoth atau Hermes ini: "Orang-orang bijak menegaskan bahwa semua ilmu yang sangat kuno berasal dari Hermes pertama, yang tinggal di Sa'id, di bagian atas Mesir. Orang-orang Yahudi menyebutnya Enoch dan orang Muslim menyebutnya Idris. Ia adalah orang pertama yang berbicara tentang bahan dari dunia yang lebih unggul dan tentang gerakan-gerakan planet. Ia membangun kuil untuk menyembah Tuhan... obat-obatan dan syair adalah keahliannya ... (Ia) mengingatkan tentang suatu bencana api dan air karena Banjir ... Setelah Banjir semua ilmu, termasuk alkimia dan ilmu sihir, dibawa ke Memphis, di bawah Hermes kedua yang lebih termasyhur."4
Hermes Ketiga yang Agung, dan sangat mungkin mewakili tiga guru yang berbeda, bukan saja penemu alkimia yang terkenal itu. Namanya muncul di antara para guru kuno dalam apa yang sekarang disebut sebagai jalan (Tarekat) para Sufi. Dengan kata lain, baik para Sufi maupun ahli alkimia mengklaim Hermes sebagai penemu ilmu mereka. Maka Ja'far ash-Shadiq sang Sufi, Jabir sang Sufi dan Hermes sang Sufi termasyhur, dianggap oleh para ahli alkimia baik di Timur maupun Barat sebagai guru mereka.
Cara-cara pemusatan, penyulingan, pematangan dan pencampuran dengan nama-nama kimiawi, niscaya merupakan suatu pengaturan jiwa dan tubuh untuk menghasilkan seorang manusia, bukan hasil yang bersifat kimiawi. Adanya peniru yang mempraktekkan kimia fisik juga tidak diragukan. Tetapi juga benar bahwa sampai akhir-akhir ini (dan di beberapa tempat mereka masih ada), ada orang-orang yang percaya bahwa hal-hal spiritual mempunyai persamaan fisikal.
Siapakah Ja'far ash-Shadiq, mursyid dan guru Jabir itu? Ia tidak lain adalah Imam Keenam, keturunan Nabi Muhammad saw melalui Fathimah. Banyak orang percaya bahwa ia adalah penghubung langsung yang menyampaikan rahasia ajaran batin Islam, yang diajarkan Muhammad sendiri, yaitu Sufisme.
Dalam jangka waktu lama Jabir bin al-Hayyan adalah sahabat dekat keluarga al-Barmaki, wazir-wazir Harun ar-Rasyid. Keluarga Barmaki adalah keturunan para pendeta yang tinggal di kuil-kuil Budha Afghanistan dan mereka memegang ajaran kuno yang disampaikan kepada mereka dari wilayah itu. Harun ar-Rasyid sendiri adalah sahabat para Sufi, dan ada contoh-contoh yang mencatat berbagai kunjungan kehormatannya kepada para mursyid Sufi.
Anggapan bahwa ajaran alkimia berasal dari Mesir langsung dalam berbagai tulisan Thoth atau sejenisnya, tidaklah penting untuk tesis ini. Menurut tradisi Sufi, ajaran itu disampaikan melalui Dzun-Nun al-Mishri (Raja Ikan), salah seorang guru Sufi termasyhur pada masa klasik.
Siapakah Hermes, atau bagaimana ia secara umum digambarkan? Ia adalah dewa yang membawa ruh-ruh orang mati ke dunia dan membawa pesan-pesan dari para dewa. Ia adalah perantara antara dunia kedewataan dengan dunia nyata. Seperti merkuri, ia bergerak dengan kecepatan sangat tinggi sehingga bisa menafikan waktu dan tempat, sama seperti yang dicapai oleh pengalaman batin. Ia adalah seorang atlet, manusia dewasa. Karena itulah ia dipandang sebagai "manusia sempurna" Sufi dari segi jasmaninya. Dalam statusnya yang lebih awal, ia tampil sebagai pria dewasa, tua dan bijaksana, dianggap sebagai hasil pengembangan diri yang benar. Ia menciptakan lirik dan sebagaimana dilakukan para Sufi lainnya, menyebabkan perubahan pada para pendengarnya melalui musik. Ia mampu menidurkan raksasa melalui serulingnya, suatu tindakan yang dianggap sebagai indikasi hipnotis dari sosok Hermes sebagai suatu ciri Sufi. Kaitan hipnotis ini dengan mistisisme maupun pengobatan jelas terlihat.
Pelestarian dan penyampaian ajaran kuno itu tertanam kuat dalam sosok Hermes ini. Ia mempunyai kembaran perempuan -- Sesheta -- yang dikaitkan dengan bangunan kuil dan pemelihara Kitab hikmah kuno. Seperti wujud manusia yang memberikan ilham dari para Sufi dan Kebenaran Sufi (Simurgh), ia digambarkan sebagai seekor burung. Kadangkala ia adalah seorang manusia berkepala burung Ibis, dimana kepala menunjukkan aspirasi atau pencapaian jiwa, yang terletak di kepala.
Dunia ini tercipta melalui sebuah kata dari Thoth -- delapan karakter (empat disimbolkan sebagai dewa, empat sisanya sebagai dewi) yang dibuat dari sebuah suara yang diucapkannya. Sifat kelipatan delapan dari ajaran Sufi disimbolkan dengan diagram oktagonal dari kata hoo, suara Sufi.
Dewa-dewi atau legenda apa pun mungkin telah berbaur dengan berbagai kepribadian Hermes, Merkuri dan Thoth, tetapi unsur-unsur utama yang menghubungkan antara manusia dan Tuhan, hikmah, musik, huruf dan obat-obatan tetap ada.
Dalam sosok tritunggal itu -- orang Mesir, Yunani dan Romawi -- seperti telah disamakan dengan sosok serupa, hubungannya dengan suatu bentuk hikmah yang telah disampaikan kepada manusia dari sumber-sumber ketuhanan yang tetap terlihat. Secara pasti hal ini jauh lebih komprehensif dibandingkan format alkimia yang diberikan kepadanya pada masa berikutnya.
Selama berabad-abad, orang-orang dibingungkan oleh ajaran yang terkenal dari ketiga Hermes yang agung itu. Ajaran itu terpahat di atas sebuah "Lempengan Batu Zamrud" yang oleh orang-orang Arab disebut sebagai prinsip-dalam besar dari Karya Agung. Ini merupakan otoritas puncak dari para ahli alkimia dan mungkin bisa disampaikan sebagai berikut:
Kebenaran, kepastian, yang terpercaya, tanpa kesalahan. Apa yang di atas sama seperti apa yang di bawah. Apa yang di bawah sama seperti apa yang di atas. Keajaiban dan kesatuan harus diraih. Segala sesuatu terbentuk dari kontemplasi kesatuan dan segalanya lahir dari kesatuan melalui adaptasi. Orangtuanya adalah Matahari dan Bulan. Ia dilahirkan oleh angin dan dibesarkan oleh bumi. Segala ketakjuban berasal darinya dan mempunyai kekuatan sempurna. Lemparkan ia ke bumi, menyatukan kekuatan atas dan bawah. Dengan demikian engkau akan memiliki iluminasi dari semua dunia dan kegelapan akan sirna. Ini merupakan kekuatan dari semua kekuatan -- ia menguasai yang lembut dan menembus yang padat. Inilah cara-cara penciptaan dunia. Di masa depan, berbagai perkembangan yang mengagumkan akan muncul dan inilah jalannya.
Akulah Hermes, Guru (Hikmah) Tritunggal, dinamakan demikian karena Aku memegang Tiga unsur dari semua hikmah. Dengan demikian mengakhiri pengungkapan kerja Matahari.
Ini sama dengan diktum Sufi (Pengantar pada Persepsi Ja'far ash-Shadiq): "Manusia adalah mikrokosmos, ciptaan makrokosmos -- kesatuan. Semua berasal dari Yang Esa. Dengan menyatukan kekuatan kontemplasi, semua bisa diraih. Esensi ini harus dipisahkan dari tubuh, kemudian digabungkan dengan tubuh. Inilah kerja. Mulailah dengan dirimu sendiri dan akhirilah dengan semua. Di depan manusia, di belakang manusia, (adalah) transformasi."
Jika bisa dipastikan bahwa ada sesuatu seperti ajaran tentang logam yang menyerupai alkimia dan bahwa terdapat alkimia spiritual tanpa percobaan-percobaan kimiawi, masih ada poin lain yang terlewatkan para komentator. Jabir (atau para pengikutnya, paling tidak sebagian mereka adalah para Sufi) sebenarnya melakukan penelitian kimiawi. Mereka mencapai berbagai penemuan yang diakui sebagai dasar ilmu kimia modern. Bagi pikiran modern, ini berarti bahwa mereka mencoba menciptakan Batu Filosuf -- mencoba perubahan metalik yang sesungguhnya. Bisakah mereka melalui tahun-tahun percobaan dan menahan kesabaran menghadapi berbagai kemunduran yang dihadapi semua ahli alkimia, kecuali kalau mereka yakin bahwa ada kemungkinan secara teoritis untuk berhasil? Apakah mereka melakukan berbagai percobaan semacam ini semata-mata sebagai orang buta, dalam masyarakat yang enggan terhadap kegiatan keagamaan individual, dengan menciptakan suatu kepalsuan yang begitu sempurna sehingga mereka benar-benar harus mencoba transmutasi logam?
Ada dua cacat yang berkembang dalam menghadapi berbagai kenyataan untuk bisa dipahami. Pertama, adalah bahwa orang-orang cenderung menilai orang lain di masa lalu menurut penilaian mereka sendiri. Kedua, adalah kesulitan yang biasa dihadapi oleh teoritisi luar -- sebab ia tidak berada di dalam pintu madzhab Sufi. Para Sufi mempunyai suatu tradisi yang dipertahankan selama berabad-abad. Tradisi ini bisa dirangkum dalam istilah "amal". Suatu amal Sufistik mungkin tampak tidak ilmiah sesuai dengan standar-standar kontemporer, meskipun demikian ia diterapkan secara luas. Seorang pencari (Salik) diberi suatu tugas untuk disempumakan. Tugas ini (upaya) bisa jadi suatu problem alkimia, atau mungkin suatu upaya untuk mencapai kesimpulan dari suatu usaha yang tidak mungkin diraih. Untuk pengembangan dirinya, ia harus melakukan amalan itu dengan keimanan yang utuh. Dalam proses perencanaan dan pelaksanaan seluruh upaya ini, ia akan mencapai pengembangan spiritualnya. Upaya yang bersifat alkimia atau lainnya mungkin tidak berhasil, tetapi ini merupakan kerangka kerja dimana di dalamnya istiqamah dan penerapannya, mental dan pengembangan moralnya dilaksanakan. Sampai pada tingkatan ini, upaya itu adalah suatu tambahan. Sejauh upaya itu permanen baginya dan untuk seumur hidupnya, maka ia sama sekali bukan upaya tambahan, sebab ia menjadi jangkar permanen dan kerangka rujukannya. Upaya ini hampir seperti semangat dari setiap upaya kompetitif yang dilaksanakan dalam olah raga atau pendakian gunung atau bahkan dalam budaya lahiriah, dalam masyarakat-masyarakat lainnya. Gunung atau pengembangan otot merupakan poin-poin yang ditetapkan, tetapi mereka bukan unsur yang secara aktual diubah oleh upaya itu. Mereka hanyalah wahana, bukan tujuan. Semua konsep itu mungkin terlihat aneh, tetapi secara menyeluruh didasarkan pada logikanya sendiri. Ia bukanlah kerangka kerja yang diubah melalui upaya, tetapi ia adalah wujud manusia sendiri. Jadi pengembangan wujud manusia itulah yang diperhitungkan, bukan yang lain.
Ketika konsep Sufistik tentang evolusi kesadaran manusia itu dipahami, maka unsur-unsur lainnya akan masuk ke dalamnya. Dengan semangat yang sama, mungkin bisa dikatakan bahwa di beberapa sekolah, bahasa Latin diajarkan untuk mengembangkan suatu bagian pikiran. Seorang pengamat luar atau pengamat sastra mungkin akan mengatakan bahwa studi tentang bahasa Latin merupakan salah satu pekerjaan yang paling kecil manfaatnya. Semuanya bergantung pada penggunaan kata "bermanfaat". Akhir-akhir ini saya mendengar seseorang mengatakan bahwa merokok adalah "suatu mekanisme untuk mengkonsumsi tembakau". Maka dipandang dari satu sudut semata, perokok itu seperti sebuah mobil yang mungkin bisa dipandang sebagai sarana untuk membakar bensin. Dalam pernyataan ini, fungsi-fungsinya yang lain telah dikesampingkan, tetapi bagaimanapun bisa dikatakan bahwa pernyataan itu tetap benar dalam konteks yang sempit.
Ada sebuah kiasan Sufi tentang alkimia yang menarik karena hubungannya dengan pemikiran Barat. Ada seorang ayah yang memiliki beberapa anak malas. Menjelang ajalnya ia mengatakan kepada mereka bahwa mereka akan menemukan hartanya di ladangnya. Mereka menggali ladang itu dan tidak menemukan apa pun. Lalu mereka menanam gandum dengan hasil panen yang berlimpah. Selama beberapa tahun mereka melakukan hal itu. Mereka tidak menemukan emas, tetapi secara tidak langsung mereka semakin kaya dan sekaligus terbiasa dengan kerja keras. Pada akhirnya mereka menjadi petani yang tulus dan melupakan penggalian untuk mencari emas.
Maka pencarian emas melalui cara-cara alkimia memperoleh hasil yang berbeda dari hal-hal yang mula-mula dicari. Tak ayal lagi cerita ini dikenal di Barat, sebab cerita ini sesungguhnya dikutip oleh Bacon maupun Boerhaave, seorang ahli kimia abad ketujuh belas, yang menekankan arti penting kerja untuk tujuan itu. Dalam De Augumentis Scientiarum-nya, Bacon mengatakan, "alkimia seperti orang yang mengatakan kepada anak-anaknya, bahwa ia telah menanam emas untuk mereka di kebun anggurnya. Mereka menggali dan tidak menemukan emas. Namun pekerjaan (penggalian) itu telah merubah lahan itu sesuai dengan akar-akar anggur dan menghasilkan panen berlimpah."
Dalam buku Speculum Alchemiae yang ditulis pada abad ketiga belas, yang dikaitkan dengan Bacon, memberikan suatu isyarat tentang teori evolusioner alkimia, "Saya harus mengatakan kepada Anda bahwa Alam ini selalu berpotensi dan berjuang menuju kesempurnaan Emas: tetapi banyak peristiwa yang terjadi, dalam proses itu, mengubah logam."
Sementara para komentator Sufi mengatakan tentang sajak-sajak evolusioner ("Manusia pertama kali lahir dalam bentuk mineral"): "Logam manusia harus diolah dan diperluas."
Fungsi "Batu Filosuf " sebagai obat universal dan sumber kesejahteraan menunjukkan aspek lain dari alkimia spiritual yang sangat sesuai dengan berbagai prosedur Sufi. Kenyataan yang menarik di sini adalah bahwa dalam tradisi Sufi, batu atau obat mujarab adalah suatu keadaan jiwa yang dikonsentrasikan oleh dokter dalam dirinya sendiri dan dipindahkan ke pasiennya melalui wahana jiwanya. Jika beberapa catatan Barat tentang para pasien yang bertahan hidup karena batu itu dibaca dengan asumsi demikian, maka kita bisa melihat apa sebenarnya batu itu. Setelah pikiran terpusat dan dipindahkan dengan cara tertentu (garam, merkuri dan sulfur digabungkan), hasilnya adalah batu -- kekuatan tertentu. Batu ini sekarang diproyeksikan kepada pasien yang sembuh itu.
Baru (kekuatan) rahasia (sebab tersembunyi dalam pikiran) merupakan sumber dan esensi kehidupan itu sendiri.
Penelitian historis mutakhir telah menemukan fakta bahwa alkimia yang menggunakan berbagai idea dan simbolisme serupa, telah dipraktekkan di Cina sejak abad kelima S.M. Para sarjana Cina, Jepang dan Barat mengklaim bahwa pengembangan alkimia di Cina pada mulanya adalah bersifat spiritual dan baru pada perkembangan selanjutnya, aspek metalurgi itu muncul. Adalah mungkin bahwa para pengrajin logam mengambil tema itu dari para pendeta Taois dan bukan dari jalan lain, sebagaimana dugaan langsung cenderung untuk mempercayainya. Banyak gagasan-gagasan alkimia, jika bukan semuanya, sebagai suatu proses spiritual adalah muncul dalam ajaran orang bijak Cina, yaitu Lao Tzu, pendiri Taoisme, yang kemungkinan dilahirkan pada tahun 604 S.M.
Kita juga menemukan teori elixir (obat mujarab), yaitu tentang suatu persiapan atau cara yang bisa memberikan keabadian, pada para filosuf Cina yang dihubungkan dengan alkimia, dan dalam Atharva Veda Hindu yang berusia lebih dari 1000 S.M. Para filosuf Cina secara khusus menyatakan bahwa ada tiga alkimia, sebagaimana dicatat Profesor Read. Pertama adalah untuk menghasilkan usia panjang melalui cairan emas; kedua, adalah untuk menghasilkan suatu ramuan yang mengandung sulfur merah dalam pembuatan emas; ketiga adalah untuk mengubah logam-logam lainnya menjadi emas.5
Dr. O.S. Johnson dalam buku A Study of Chinese Alchemy, yang diselesaikannya di Universitas California, merinci beberapa bahan pokok yang telah disarikan dari sumber-sumber Cina tentang ilmu kuno ini dan kesetaraannya dengan pencarian keabadian melalui upaya pengembangan diri manusia.
Ahli alkimia Cina Lu Tsu (yang dikutip William A.P. Martin, The Lore of Cathay, 1901, hlm. 59) memberikan sesuatu yang oleh sebagian penulis telah diduga sebagai upaya sengaja untuk mengaburkan perubahan "proses kimiawi". Dengan sorotan dari apa yang telah disebutkan, bahwa hal ini bisa dibaca secara langsung sebagai suatu rujukan pada pengembangan esensi manusia. Hal ini hanya membingungkan jika seseorang berusaha menemukan instruksi laboratorium, "Aku harus menanami ladangku sendiri dengan rajin. Di dalamnya ada kuman spiritual yang mungkin hidup seribu tahun. Bunganya seperti emas kuning. Kuncupnya tidak besar, tetapi benihnya bulat dan seperti mutiara bening. Pertumbuhannya bergantung pada tanah dari istana pusat, tetapi irigasinya harus dialirkan dari sumber mata air yang lebih tinggi. Setelah sembilan tahun penanaman, akar dan cabang mungkin bisa dicangkokkan ke langit yang lebih tinggi."
Kata-kata ini Jika diterjemahkan ke dalam istilah-istilah Sufi akan terbaca: "Manusia harus mengembangkan upayanya sendiri menuju pertumbuhan evolusioner yang memantapkan kesadarannya. Di dalam dirinya, ia memiliki suatu esensi, awalnya kecil, bercahaya dan berharga. Perkembangan bergantung kepada manusia, tetapi harus dimulai dari seorang guru. Jika pikiran diolah dengan benar dan tepat, maka kesadaran akan beralih pada tataran yang agung."
Bagi mereka yang tertarik terhadap hal-hal semacam kronologi, maka hal-hal sebelumnya tampaknya menjadi suatu indikasi bahwa seperti yang dikatakan para Sufi, ajaran mereka tidak ada batas waktunya dan menyentuh masa lampau yang terjauh. Dalam sajak-sajak bangsa Arya kuno sekitar 2000 S.M., ada berbagai indikasi tentang perumusan doktrin yang akhirnya dipandang sebagai doktrin Sufi dengan pengertian pelaksanaan praktek-praktek tertentu dari sublimasi dan pengembangan. Penghasilan logam juga disebutkan di sini.
Para ahli alkimia Barat menyadari bahwa mereka tengah mengejar suatu tujuan internal (batin). Hal ini jelas terlihat dari nasehat dan berbagai ilustrasi kiasan yang tak terhitung jumlahnya dalam karya-karya mereka. Kiasan alkimiawi sama sekali tidak sulit dipahami jika seseorang mengetahui simbolisme Sufi. Pada abad ketujuh belas, seribu tahun setelah masa Jabir, sang Perintis (Jabir dilahirkan sekitar tahun 721 M.), para ahli alkimia Eropa menyimpan daftar para mursyid secara berurutan yang mengingatkan pada "silsilah spiritual" Sufi. Salah satu hal yang paling menarik dari fakta ini adalah bahwa rantai silsilah ini merujuk kepada orang-orang yang terkait dengan tradisi Sufistik dan Islam (Spanyol), meskipun demikian tidak mempunyai nama yang sama: Dalam catatan itu, kita menemukan nama Muhammad, Jabir, Hermes, Dante dan Roger Bacon.
Penelitian terakhir menunjukkan bahwa bahan-bahan Sufi adalah sumber karya iluminis Dante, seperti Divine Comedy. Akan tetapi afiliasi Sufistiknya pasti telah diketahul oleh para ahli kimia sepanjang masa. Raymond Lully, tokoh mistik Agung, berkali-kali dikutip sebagai seorang ahli alkimia. Bahkan dari karya-karyanya, kita mengetahui bahwa latihan-latihannya sebenarnya diambil para Sufi dan sebagian namanya ia sebutkan.
Para Sufi iluminis (isyraqi) Arab dan Yahudi menyebutkan secara berurutan, seperti "Hermes" (menyimbolkan hikmah tertua, yang asalnya bersifat surgawi), Muhammad (beberapa anggota keluarga dan sahabatnya), Jabir atau salah satu sahabatnya, kemudian tarekat-tarekat modern. Para ahli alkimia Barat-Latin menelusuri ajaran mereka dari Hermes ke Jabir, setelah itu melalui para iluminis. Bacon adalah salah satunya, Lully adalah yang lain, begitu juga para praktisi (iluminis) Barat lainnya.
Konsep Sufi untuk meraih kesatuan dari keanekaragaman dengan menyatukan jiwa kemudian menyatukan kesadaran batin, melalui seorang "guru" yang akan memberikan kunci,6 melalui penerapan yang tepat dari homonim garam, sulfur dan merkuri -- untuk meraih "cahaya", menurut para iluminis -- berulang kali ditemukan dalam doktrin alkimiawi.
Hanya karena penyembunyiannya di dalam ungkapan-ungkapan alkimiawi itulah yang menghalanginya untuk diserang sebagai kemajuan manusia dalam (bentuk) upaya pribadi yang berada di luar gereja. Di sini ada sebuah contoh tipikal, bagian dari suatu diagram alkimiawi yang menyimbolkan Amal/Kerja, dalam Viridarium Chymicum -- sebuah koleksi besar yang diterbitkan pada tahun 1624:
Semua kerja filsafat. Hal-hal yang dulunya terbatas dalam berbagai bentuk, sekarang terlihat dalam satu bentuk. Permulaannya adalah Mursyid/Guru (secara literal berarti "yang lebih tua") dan ia membawa Kunci. Sulfur dengan Garam dan Merkuri akan memberikan kekayaan.
Ungkapan samar ini bersifat simbolis dan seharusnya diterapkan pada ajaran rahasia tentang penyempurnaan diri dan alkimianisasi manusia ditekankan sejauh penults itu berani mengucapkan kalimat terakhir, dengan mengingatkan tentang hal-hal yang bertentangan dengan alkimia fisikal:
Jika engkau tidak melihat apa pun di sini, maka engkau tidak akan mampu mencari lebih jauh. Engkau akan buta, meskipun engkau berada di tengah-tengah cahaya.
Apa yang lebih dari sekadar menarik, baik bagi Barat maupun Timur adalah bahwa alkimia bukanlah suatu tradisi steril yang diulang-ulang, yang semata-mata bersandar pada ajaran kuno. Ia secara terus-menerus diperbaharui dari ajaran-ajaran orang yang berhubungan dengan kajian Sufi. Hal ini dibuktikan dengan suksesi nama-nama secara konstan yang muncul dan banyak dari nama-nama itu bisa ditelusuri sebagai memiliki hubungan dengan para Sufi, madzhab-madzhab Sufi atau yang menggunakan terminologi Sufi. Sebagai contoh, Bacon tidak hanya membaca karya-karya yang berhubungan dengan Jabir. Ia pergi ke Spanyol dan menemukan sumber itu sebagaimana yang kita ketahul dari berbagai kutipannya dari ajaran-ajaran Sufi yang disusun oleh para Sufi iluminis abad kedua belas. Lully tidak hanya mempelajari praktek Sufisme dan menjalankan latihan tertentu, tetapi melanjutkan pengetahuan ini agar menjadi sebuah nama yang terus-menerus disebutkan oleh para ahli alkimia pada masa berikutnya. Kecenderungan yang sama dilanjutkan oleh Paracelsus dan lain-lain.
Paracelsus, yang mengembara ke Timur dan memperoleh latihan Sufi di Turki, memperkenalkan berbagai istilah Sufi ke dalam pemikiran Barat. Istilah Azoth-nya identik dengan istilah adz-Dzat-nya Sufi (diucapkan dalam bahasa Persia dan oleh karena itu diucapkan dengan az-zaut dalam hampir semua sajak Sufi). Paragranum sebenarnya merupakan Latinisasi dari ilmu tentang sifat batin dari segala sesuatu.
Karena ada Reformasi (Gereja), Paracelsus harus berhati-hati di dalam mengungkapkan pemikirannya, sebab ia sedang memproyeksikan suatu sistem psikologis yang berbeda dari cara-cara Katholik maupun Protestan. Di satu tempat ia mengatakan, "Bacalah di dalam hati, sampai di masa datang agama yang benar akan datang!" Ia juga menggunakan analogi "anggur" dari Sufisme dalam merujuk pada pengetahuan batin. Akibatnya ia dituduh sebagai pemabuk. Hanya dari sudut pandang Sufi sajalah bagian ucapannya ini bisa diterima:
"Marilah kita memisahkan diri dari semua upacara, konjurasi (hal-hal yang bersifat magis), penyucian, dan seterusnya, serta semua delusi serupa dan meletakkan hati, keinginan dan kepercayaan kita semata-mata pada batu yang benar ... jika kita membuang egoisme, maka pintu akan terbuka bagi kita, dan dengan demikian misteri akan terungkap." (Philosophia Occulta).
Ia bahkan mengutip ajaran Sufi:
"Keselamatan tidak dicapai melalui puasa, memakai pakaian tertentu maupun dengan mencambuk diri. Ini merupakan takhayul dan kemunafikan. Tuhan menciptakan segala sesuatu ini murni dan suci, manusia tidak perlu menyucikannya ..." (Ibid.).
Banyak para okultis (orang yang mempraktekkan ilmu sihir), disamping adanya hal ini, tetap mencoba mengikuti berbagai gagasan alkimiawi dan cabalistik (hal-hal bersifat rahasia) yang dihubungkan dengan Paracelsus.
Henry Cornelius Agrippa (dilahirkan tahun 1486) adalah contoh lain dari apa yang oleh para Sufi disebut sebagai "perintis" (rahbin). Ia diduga telah menjadi seorang ahli alkimia dan magic, dan bahkan sampai saat ini ada orang-orang yang mencoba meraih kebenaran melalui sistem magis yang dikaitkan dengannya. Ia menulis tentang metode Raymond Lully, yang mengajarkan tentang Hermes dan niscaya mengetahui interpretasi Sufis tentang alkimia.
Mereka yang mengikutinya dan memandangnya sebagai penipu, sama-sama menguji kembali kata-katanya dengan sorotan Sufi. Ia mengatakan tentang alkimia, "Inilah kebenaran dan filsafat rahasia tentang keajaiban alam. Untuk itu, kuncinya adalah pemahaman -- karena semakin tinggi kita membawa pengetahuan kita, maka semakin agung nilai pencapaian kita dan kita melakukan hal-hal terbesar dengan lebih mudah." Batu dari para ahli alkimia yang mengikuti "Seni" itu secara literal adalah "sia-sia dan rekaan", selama mereka mempraktekkan seni itu secara harfiah, sebab "adalah semangat batin yang ada di dalam diri kita itulah yang bisa melakukan apa saja, yang mampu dilakukan para ahli matematika yang agung, ahli magis yang luar biasa, ahli alkimia yang mengagumkan dan ahli nujum yang mempesonakan."
Karena hal ini sejauh yang bisa dilakukan seorang Sufi, terutama yang dikelilingi oleh orang-orang yang ingin mempercayai hal-hal supranatural dalam suatu bentuk yang maujud, dan karena agama ortodoks memiliki kepentingan tertentu untuk mempertahankan supranaturalisme dalam bentuk yang tidak masuk akal, maka tidaklah mengejutkan jika orang-orang seperti Agrippa dianggap sebagai ahli magis atau orang gila.
Catatan kaki:
1 "Batu Filosuf" adalah istilah yang terkait dengan alkimia, yang pada intinya adalah proses transformasi logam menjadi emas. Tetapi istilah ini bisa berarti transformasi spiritual (pent.).
2 alkimia pada Abad Pertengahan disebut dengan nama "Seni-Sofis".
3 Paracelsus (1493-1541) mencatat: "Merkuri adalah ruh, sulfur adalah jiwa dan garam adalah tubuh."
4 Bandingkan dengan Asin Palacios, Ibn Masarra, hlm. 13.
5 Dr. John Read, Prelude to Chemistry, London, 1936.
6 Norton (abad kelima belas) meletakkan prinsip bahwa rahasia-rahasia 'alkimia suci' hanya bisa diajarkan secara verbal kepada para pemula yang dipilih oleh seorang guru dan diangkat secara ketuhanan -- dan arti dari 'satu juta orang sulit mendapati tiga orang yang ditakdirkan bagi alkimia'." (J. Read, op.cit., hlm. 178).
Asysyam
“Sesungguhnya berbahagialah orang yang mensuciikan jiwanya, dan sungguh merugilah orang yang mengotori jiwanya”
Tampilkan postingan dengan label Rahasia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rahasia. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 03 Desember 2011
Senin, 07 November 2011
Rahasia Nama Muhammad
Allahumma shalli ‘alaa Muhammadin wa ‘alaa aali Muhammadin wa sallim
Suhbat Syaikh Hisham
Jakarta, 145 Dzul Quidah 1422
Niat awal : nawaitu arba’in, nawaitu uzla, nawaitu khalwat, nawaitu I’tiqaf, nawaitu suluk, nawaitu riyadhoh.
Sebelum kita memulai hendaknya kita menyadari firman Allah dalam al Qur’an :"Ta’ati Allah, ta’ati Rasul Nya, dan ta’ati mereka yang memiliki otoritas atas kamu (ta’ati hukum di negerimu)."
Allah, Allah, Allah, Allah, Allah, Allah, Aziz Allah
Allah, Allah, Allah, Allah, Allah, Allah, Karim Allah
Allah, Allah, Allah, Allah, Allah, Allah, Subhan Allah
Allah, Allah, Allah, Allah, Allah, Allah, Sulthan Allah
Allah I. adalah Raja Di Raja. Tetapi bukan raja dunia. Bukan sulthan alam semesta ini. Jika kita mengatakan bahwa Allah I. adalah Raja Di Raja, dengan pengertian bahwa Dia adalah Raja dari Raja-Raja di dunia, itu adalah buruk, itu adalah syirk. Allah tak dapat dibandingkan dengan ciptaan Nya. Allah I. bebas (tidak tergantung) dari ciptaan Nya. (Sebaliknya) Ciptan Nya tergantung kepada Allah I.
Ada dua macam ilmu pengetahuan. Satu ilmu adalah seperti cahaya lampu ini. Kamu lihat itu adalah buram, tidak (terasa) menyinari. Ilmu jenis lainnya adalah seperti cahaya lampu sorot ini. Di hadapan cahaya lampu sorot ini, cahaya lampu biasa ini tidak ber-arti apa-apa. Kalau kamu padamkan (switch off) lampu sorot ini, kamu tidak melihat apa-apa di ruangan ini. Matikan ! Nah, apa yang terjadi ? Gelap ! Nyalakan ! Apa ada bedanya ? Cahaya lampu biasa itu adalah seperti orang yang belajar huruf (kitab). Ilmu seperti itu adalah untuk mereka yang memberi pelajaran di sekolah, dan kuliah di universitas. Karena mereka memberikan kuliah, namun mereka tidak praktek. Sehingga tidak terdapat cahaya dalam kuliah mereka. Ini adalah ilmu huruf (literatur).
Cahaya lampu sorot ini adalah seperti seseorang yang mengambil ilmunya dari sumber pencerahan (enlightentment) . Sumber energi. Sumber yang selalu memancarkan cahayanya. Seperti halnya matahari, yang tidak (bukan) memantulkan cahaya, tetapi adalah sumber cahaya. Allah I. menggambarkan matahari sebagai sumber cahaya. Dan bulan (rembulan) sebagai pemantul cahaya. Dan Allah menyebut hal ini di dalam al Qur’an. Bahwa rembulan hanya nur (light). Matahari (syam) adalah sumber cahaya. Dan terdapat banyak perbedaan diantara sumber cahaya dengan pantulan cahaya. Allah berfirman :"wa syamsi wa dh-dhuha" Matahari dengan sumber cahayanya, yang dapat menggerakkan manusia.
Bukan hanya dapat menyebabkan manusia melihat, tetapi juga memberi energi. Tanpa energi dari matahari tidak akan ada kehidupan, segala sesuatu akan mati. Allah I.telah memberikan kepada Nabi Nya, Sayyidina Muhammad r, sumber energi. Sebuah sumber cahaya, yang menjadi bersinar di alam semesta ini. Allah membuat Sayyidina Muhammad r mempunyai nama yang terdiri dari empat huruf : mim, ha, mim dal. Dan meletakkan nama Muhammad r berdampingan dengan nama Nya sebagai berikut :"la ilaha illa Allah, Muhammadu r-Rasul Allah".
Jika kita mengatakan bahwa Allah adalah Raja Di Raja, artinya Allah I. di dalam "la ilaha illa Allah" , bahwa itu adalah maqam Allah dalam tauhid : tidak ada Pencipta kecuali Aku. (Catatan Syaikh Hisam : janganlah mendengar saya, dengarlah siapa yang kini sedang bicara melalui mulut saya.) Keterangan ini tidak berasal dari kitab manapun. Ini adalah langsung dari qalbu Syaikh saya. Dan yang di dalam qalbunya berasal dari qalbu Grand Syaikh. Dan seterusnya sehingga unjungnya adalah qalbu Nabi Muhammad r Mereka, Aulia Allah, mengetahui bahwa kita (para murid) ini adalah lemah (spiritnya). Bahwa kita tidak dapat melakukan apa-apa yang mereka instruksikan untuk kita lakukan. Manusia bahagia dengan gula-gula. Kita adalah seperti anak-anak yang riang gembira jika diberi gula-gula. Anak-anak tidak akan bahagia dengan intan berlian.
Mereka tidak mengerti apakah ini berlian atau bukan. (Kalau diberi berlian) Mereka menukarnya dengan gula-gula. Tanpa mempertim bangkan hal itu kita menyukai atau tidak, para Aulia Allah memberi qalbu kita berlian. Tanpa mempertimbangkan apa saja amalan kita, tanpa mempertimbangkan apakah yang dikerjakan, tanpa mempertimbangkan kelemahan kita, tanpa mempertimbangkan apakah dosa-dosa kita, tetapi selama kita berada di dalam majelis seperti ini , mereka (para Aulia Allah) akan tetap membawa tajali Allah kedalam qalbu semua hadirin. Meskipun tidak semua dapat merasakannya.
Majelis seperti yang kita lakukan ini, adalah suatu pertemuan yang dihadiri oleh Aulia Allah. Mereka memperhatikan diri kita dari posisi mereka. Ilmu (yang diwakili sumber cahaya yang buram) tidak akan mengerti jenis pertemuan seperti ini. Ilmu seperti itu tidak akan melihat hadirnya Aulia Allah. Karena itu hanyalah ilmu yang mempelajari kata-kata (literatur), dan tidak mengerti apa yang ada dibalik kata-kata itu. Mereka yang mentalnya hanya melihat hal (issues) materialistik saja, tidak akan mengerti kebenaran yang dibawa oleh cahaya lampu sorot. Lampu sorot menyinari segenap kegelapan dan menjadikannya pantulan cahaya, yang memungkinkan kamu melihat apa saja di sekitarmu. Jadi ulama huruf tidak dapat mengerti adanya penemuan-penemuan (discovery). Ahli ilmu pengetahuan (scientist) tidak akan mengerti ilmu tanpa terjadinya penemuan (discovery). Bila terjadi penemuan, barulah dikatakan : "Nah inilah kebenaran itu !".
Mereka bertanya kepada Abdul Wahab Syahroni, seorang Ulama Besar, seorang Mesir, yang hidup sekitar 500 tahun yang lalu, dia adalah seorang ahli ilmu haqqiqat. Menguasai syariat dan haqqiqat. Mereka menanyakan sebuah pertanyaan :"Terangkan kepada kami apa itu ilmu dzahir dan apa itu ilmu bathin." Dia memandang yang bertanya, dan mengucapkan :"Subhan Allah, saya kira engkau ini adalah seorang ulama. Pertanyaan ini menunjukkan bahwa engkau tidak tahu apa-apa. Bagi kami pertanyaan yang kamu ajukan sebagai seorang ulama itu, tidak berarti apa-apa. Kamu bertanya tentang ilmu dzahir dan ilmu bathin. Itu tidaklah relevan. Bagi kami tidak ada ilmu bathin. Semua adalah nampak nyata. Karena kami memiliki lampu sorot , yang menunjukkan kepada kami kebenaran. Engkau memiliki lampu buram. Yang tidak memungkinkan engkau melihat di dalam kegelapan. Engkau tidak melihat apa yang nyata, tetapi bagi kami bahkan yang berada di belakang dinding ini adalah nyata, karena dapat kami lihat. Maka itu segala sesuatu adalah nyata kebenaran bagi kami, namun bagi engkau semua itu tidak nyata."
Jadi apa yang kamu tidak melihatnya, kamu pikir itu tidak ada. Jika ada seekor semut disini. Dia akan melihat dimana ada remah (sisa-sisa) nasi atau roti, tetapi kamu tidak melihatnya. Nasi dan roti tadi memang ada di sana, tetapi kamu tidak dapat melihatnya. Namun mata seekor semut dapat mengenalinya. Seekor burung elang dapat melihat (calon) mangsanya dari ketinggian di langit sana. Dia dapat mengenali di mana saja terdapat mangsanya itu, memburunya kesana serta menerkam untuk dibawa terbang lagi. Kami (para ulama haqqiqat) memiliki mata elang itu, yang menyebabkan kami dapat melihat apa yang tidak kamu lihat, mendengar apa yang tidak kamu dengar, mencium apa yang tidak kamu cium, merasakan apa yang tidak kamu rasakan. Kami dapat bergerak dimana kamu tidak. Dan itulah hadits Nabi Muhammad r :"Jika abdi Ku mendekat kepada Ku dengan melaksanakan ibadah sunnat, Aku akan mencintainya, maka Aku akan menjadi telinganya untuk dia mendengar, Aku akan menjadi matanya untuk dia melihat, Aku akan menjadi lidahnya untuk dia berbicara, Aku menjadi tangannya untuk dia meraba, dan Aku menjadi kakinya yang dapat digunakannya untuk berjalan."
Jadi ketika ahli ilmu pengetahuan merasa tidak berdaya, dan mereka tidak mampu menjelaskan sesuatu, maka mereka mengatakan bahwa seluruh ciptaan ini terbentuk setelah terjadinya Ledakan Akbar (Big Bang). Mereka mempunyai Teori : awal dari semua ini adalah terjadinya sebuah ledakan besar kosmik, dan segala sesuatu timbul dari satu ledakan besar itu. Katakan bahwa teori itu benar. Terjadi sebuah ledakan besar dan segala sesuatu keluar dari peristiwa itu. Dan kini kita tahu bahwa ruang alam semesta ini adalah dalam keadaan hampa. Dan dalam ruang hampa tidak ada daya graviti, tidak ada daya tolak juga. Sehingga ketika terjadi Ledakan Akbar, segalanya menjadi berkeping-keping. Kalau tidak ada daya yang menghentikan laju kepingan itu, mereka semua akan tetap meluncur tiada hentinya (secara radial).
Saya tidak akan membicarakan hal ini lebih jauh. Cukup sampai disini. Saya hanya ingin mengatakan, bahwa bagi seorang ahli ilmu pengetahuan, bila tidak ada penemuan (discovery), mereka tidak dapat melihat kebenaran. Tetapi bagi Aulia Allah, yang diberi mata oleh Allah yang dapat digunakan untuk melihat jauh lebih banyak dari pada yang dapat dilihat oleh para ahli ilmu pengetahuan. Lalu siapa yang menghentikan berlanjutnya proses itu tadi (berkeping-keping nya segala sesuatu setelah ledakan itu), sehingga kepingan-kepingan itu dapat berada ditempat yang pasti, antara satu dan lainnya seperti kita lihat sekarang ? Tanpa adanya kekuatan yang meredam akibat dari proses ledakan itu, alam semesta ini akan berantakan karena satu sama lain akan bertabrakan. Para ahli ilmu pengetahuan itu mengatakan bahwa terdapat milyaran bintang di semesta ini. Dan kesemua itu tidak saling bertabrakan.
Ini adalah satu galaxi. Kini mereka mendapati melalui Hubble Telescope bahwa di alam semesta ini terdapat milyaran galaxi., yang di dalamnya mengandung milyaran bintang-bintang, dan kesemuanya tidak bertabrakan. Dan semua itu ada di dalam kuasanya "la ilaha illa Allah".
‘La ilaha illa Allah, la syarika lahu’.
‘La ilaha illa Allah, adalah Sang Pencipta, tak diragukan lagi. Ciptaannya adalah di luar Sang Pencipta. Maqam Tauhid berada di luar ciptaannya. Segala sesuatu yang diciptakan berada di luar Sang Pencipta. Lalu siapa yang berada di luar Sang Pencipta ? Siapa yang berada di luar maqam tauhid ?
Muhammad Rasul Allah adalah yang berada di luar maqam tauhid, yaitu la ilah illa Allah. Jadi Muhammad Rasul Allah adalah simbul, adalah representatif dari ciptaan.
Dan segera setelah maqam tauhid ‘la ilah illa Allah’ muncullah Muhammad Rasul Allah, yaitu yang namannya terdiri dari empat huruf tadi itu. ‘La ilaha illa Allah, memiliki arti (maqam tauhid). Tetapi Muhammad (tanpa Rasul Allah) tidak memiliki makna. Tetapi Muhammad Rasul Allah, memiliki makna, yaitu yang berada di luar maqam tauhid tadi, yang merupakan simbul ciptaan. Dan Muhammad adalah Utusan bagi semua ciptaan ini, bukan hanya untuk ummat manusia saja, tetapi untuk alam semesta ini seluruhnya. Ada berapa dunia selain yang ini ? Itulah sebabnya Allah . memberinya nama Muhammad, dia yang selalu diberi shalawat dan selalu memuja Allah. Di tangan siapa (beradanya) kerajaan (mulk) ? Malik al Mulk, Allah. Pemilik Kerajaan adalah Allah, begitulah firman Allah dalam al Qur’an.
Segala sesuatu yang memiliki massa, memiliki struktur, adalah kepunyaan Allah. Segala sesuatu di alam semesta ini memiliki massa dan energi. Bahkan samapi ke benda terkecil pun, atom, juga memiliki massa dan energi. Seluruh elemen yang membentuk alam semesta ini, memiliki atom, yang ada massa dan energinya. Segala sesuatu di luar Sang Pencipta, memiliki massa dan energi (kehidupan). Setiap atom terdiri dari inti dan sesuatu yang mengelilinginya dengan arah berlawanan dengan jarum jam (?). Mereka selalu dalam keadaan tawaf, seperti kita tawaf mengelilingi Kabah dengan arah berlawanan arah jarum jam. Segala sesuatu dalam keadaan tawaf dan membuat dzikir kepada Allah .
Jika atom itu musnah, maka makhluq / ciptaan juga akan musnah. Dan segala sesuatu yang ada dan nampak di alam semesta ini, berada di bawah nama Muhammad r, karena dia adalah rahasia dan kebenaran dari seluruh ciptaan yang diciptakan Allah. Allah berfirman dalam al Qur’an : " Ketahuilah bahwa Muhammad berada dalam dirimu." Dalam bahasa Arab dunya adalah yang memiliki massa dan struktur. (Dalam bahasa Arab) Hayat adalah hidup (kehidupan). Dunya mewakili massa/struktur, dan hayat mewakili hidup (spirit). Dunya dan hayat datang dari rahasia atom Muhammad r
Itulah pula mengapa nama Muhammad terdiri atas empat huruf : mim, ha, mim dal. Bagian pertama mim & ha artinya : Muhammad r adalah Malik Hayat (Raja Kehidupan atau Spirit). Bagian kedua mim & dal artinya : Muhammad r adalah Malik Dunya (Raja Dunia atau Massa/Struktur) . Allah memberikan kepada Muhammad r dua keistimewaan, yaitu : Penguasa Dunia/Materi dan Penguasa Hidup/Spirit. Dan Allah . memiliki Muhammad r, karena Muhammad bergantung kepada Allah sebagaimana disimbulkan dalam penulisan : la ilaha illa Allah, Muhammad Rasul Allah (ditulisnya nama Muhammad mengikuti atau sesudah ditulisnya nama Allah). Kebenaran (tentang hal) ini cukup bagi kita untuk di dunia dan di akhirat. Rahasia ini baru saja datang dari para Syaikh kita saat ini, baru dibuka saat ini sekarang ini, belum pernah sebelum ini.
Setiap saat Allah memberikan ilmu kepada para Aulia Allah. Semoga taufiq Allah melimpah kepada kita semua dengan kehormatan terhadap Surat Faatihah.
Di-post oleh Erawan Yusron
Suhbat Syaikh Hisham
Jakarta, 145 Dzul Quidah 1422
Niat awal : nawaitu arba’in, nawaitu uzla, nawaitu khalwat, nawaitu I’tiqaf, nawaitu suluk, nawaitu riyadhoh.
Sebelum kita memulai hendaknya kita menyadari firman Allah dalam al Qur’an :"Ta’ati Allah, ta’ati Rasul Nya, dan ta’ati mereka yang memiliki otoritas atas kamu (ta’ati hukum di negerimu)."
Allah, Allah, Allah, Allah, Allah, Allah, Aziz Allah
Allah, Allah, Allah, Allah, Allah, Allah, Karim Allah
Allah, Allah, Allah, Allah, Allah, Allah, Subhan Allah
Allah, Allah, Allah, Allah, Allah, Allah, Sulthan Allah
Allah I. adalah Raja Di Raja. Tetapi bukan raja dunia. Bukan sulthan alam semesta ini. Jika kita mengatakan bahwa Allah I. adalah Raja Di Raja, dengan pengertian bahwa Dia adalah Raja dari Raja-Raja di dunia, itu adalah buruk, itu adalah syirk. Allah tak dapat dibandingkan dengan ciptaan Nya. Allah I. bebas (tidak tergantung) dari ciptaan Nya. (Sebaliknya) Ciptan Nya tergantung kepada Allah I.
Ada dua macam ilmu pengetahuan. Satu ilmu adalah seperti cahaya lampu ini. Kamu lihat itu adalah buram, tidak (terasa) menyinari. Ilmu jenis lainnya adalah seperti cahaya lampu sorot ini. Di hadapan cahaya lampu sorot ini, cahaya lampu biasa ini tidak ber-arti apa-apa. Kalau kamu padamkan (switch off) lampu sorot ini, kamu tidak melihat apa-apa di ruangan ini. Matikan ! Nah, apa yang terjadi ? Gelap ! Nyalakan ! Apa ada bedanya ? Cahaya lampu biasa itu adalah seperti orang yang belajar huruf (kitab). Ilmu seperti itu adalah untuk mereka yang memberi pelajaran di sekolah, dan kuliah di universitas. Karena mereka memberikan kuliah, namun mereka tidak praktek. Sehingga tidak terdapat cahaya dalam kuliah mereka. Ini adalah ilmu huruf (literatur).
Cahaya lampu sorot ini adalah seperti seseorang yang mengambil ilmunya dari sumber pencerahan (enlightentment) . Sumber energi. Sumber yang selalu memancarkan cahayanya. Seperti halnya matahari, yang tidak (bukan) memantulkan cahaya, tetapi adalah sumber cahaya. Allah I. menggambarkan matahari sebagai sumber cahaya. Dan bulan (rembulan) sebagai pemantul cahaya. Dan Allah menyebut hal ini di dalam al Qur’an. Bahwa rembulan hanya nur (light). Matahari (syam) adalah sumber cahaya. Dan terdapat banyak perbedaan diantara sumber cahaya dengan pantulan cahaya. Allah berfirman :"wa syamsi wa dh-dhuha" Matahari dengan sumber cahayanya, yang dapat menggerakkan manusia.
Bukan hanya dapat menyebabkan manusia melihat, tetapi juga memberi energi. Tanpa energi dari matahari tidak akan ada kehidupan, segala sesuatu akan mati. Allah I.telah memberikan kepada Nabi Nya, Sayyidina Muhammad r, sumber energi. Sebuah sumber cahaya, yang menjadi bersinar di alam semesta ini. Allah membuat Sayyidina Muhammad r mempunyai nama yang terdiri dari empat huruf : mim, ha, mim dal. Dan meletakkan nama Muhammad r berdampingan dengan nama Nya sebagai berikut :"la ilaha illa Allah, Muhammadu r-Rasul Allah".
Jika kita mengatakan bahwa Allah adalah Raja Di Raja, artinya Allah I. di dalam "la ilaha illa Allah" , bahwa itu adalah maqam Allah dalam tauhid : tidak ada Pencipta kecuali Aku. (Catatan Syaikh Hisam : janganlah mendengar saya, dengarlah siapa yang kini sedang bicara melalui mulut saya.) Keterangan ini tidak berasal dari kitab manapun. Ini adalah langsung dari qalbu Syaikh saya. Dan yang di dalam qalbunya berasal dari qalbu Grand Syaikh. Dan seterusnya sehingga unjungnya adalah qalbu Nabi Muhammad r Mereka, Aulia Allah, mengetahui bahwa kita (para murid) ini adalah lemah (spiritnya). Bahwa kita tidak dapat melakukan apa-apa yang mereka instruksikan untuk kita lakukan. Manusia bahagia dengan gula-gula. Kita adalah seperti anak-anak yang riang gembira jika diberi gula-gula. Anak-anak tidak akan bahagia dengan intan berlian.
Mereka tidak mengerti apakah ini berlian atau bukan. (Kalau diberi berlian) Mereka menukarnya dengan gula-gula. Tanpa mempertim bangkan hal itu kita menyukai atau tidak, para Aulia Allah memberi qalbu kita berlian. Tanpa mempertimbangkan apa saja amalan kita, tanpa mempertimbangkan apakah yang dikerjakan, tanpa mempertimbangkan kelemahan kita, tanpa mempertimbangkan apakah dosa-dosa kita, tetapi selama kita berada di dalam majelis seperti ini , mereka (para Aulia Allah) akan tetap membawa tajali Allah kedalam qalbu semua hadirin. Meskipun tidak semua dapat merasakannya.
Majelis seperti yang kita lakukan ini, adalah suatu pertemuan yang dihadiri oleh Aulia Allah. Mereka memperhatikan diri kita dari posisi mereka. Ilmu (yang diwakili sumber cahaya yang buram) tidak akan mengerti jenis pertemuan seperti ini. Ilmu seperti itu tidak akan melihat hadirnya Aulia Allah. Karena itu hanyalah ilmu yang mempelajari kata-kata (literatur), dan tidak mengerti apa yang ada dibalik kata-kata itu. Mereka yang mentalnya hanya melihat hal (issues) materialistik saja, tidak akan mengerti kebenaran yang dibawa oleh cahaya lampu sorot. Lampu sorot menyinari segenap kegelapan dan menjadikannya pantulan cahaya, yang memungkinkan kamu melihat apa saja di sekitarmu. Jadi ulama huruf tidak dapat mengerti adanya penemuan-penemuan (discovery). Ahli ilmu pengetahuan (scientist) tidak akan mengerti ilmu tanpa terjadinya penemuan (discovery). Bila terjadi penemuan, barulah dikatakan : "Nah inilah kebenaran itu !".
Mereka bertanya kepada Abdul Wahab Syahroni, seorang Ulama Besar, seorang Mesir, yang hidup sekitar 500 tahun yang lalu, dia adalah seorang ahli ilmu haqqiqat. Menguasai syariat dan haqqiqat. Mereka menanyakan sebuah pertanyaan :"Terangkan kepada kami apa itu ilmu dzahir dan apa itu ilmu bathin." Dia memandang yang bertanya, dan mengucapkan :"Subhan Allah, saya kira engkau ini adalah seorang ulama. Pertanyaan ini menunjukkan bahwa engkau tidak tahu apa-apa. Bagi kami pertanyaan yang kamu ajukan sebagai seorang ulama itu, tidak berarti apa-apa. Kamu bertanya tentang ilmu dzahir dan ilmu bathin. Itu tidaklah relevan. Bagi kami tidak ada ilmu bathin. Semua adalah nampak nyata. Karena kami memiliki lampu sorot , yang menunjukkan kepada kami kebenaran. Engkau memiliki lampu buram. Yang tidak memungkinkan engkau melihat di dalam kegelapan. Engkau tidak melihat apa yang nyata, tetapi bagi kami bahkan yang berada di belakang dinding ini adalah nyata, karena dapat kami lihat. Maka itu segala sesuatu adalah nyata kebenaran bagi kami, namun bagi engkau semua itu tidak nyata."
Jadi apa yang kamu tidak melihatnya, kamu pikir itu tidak ada. Jika ada seekor semut disini. Dia akan melihat dimana ada remah (sisa-sisa) nasi atau roti, tetapi kamu tidak melihatnya. Nasi dan roti tadi memang ada di sana, tetapi kamu tidak dapat melihatnya. Namun mata seekor semut dapat mengenalinya. Seekor burung elang dapat melihat (calon) mangsanya dari ketinggian di langit sana. Dia dapat mengenali di mana saja terdapat mangsanya itu, memburunya kesana serta menerkam untuk dibawa terbang lagi. Kami (para ulama haqqiqat) memiliki mata elang itu, yang menyebabkan kami dapat melihat apa yang tidak kamu lihat, mendengar apa yang tidak kamu dengar, mencium apa yang tidak kamu cium, merasakan apa yang tidak kamu rasakan. Kami dapat bergerak dimana kamu tidak. Dan itulah hadits Nabi Muhammad r :"Jika abdi Ku mendekat kepada Ku dengan melaksanakan ibadah sunnat, Aku akan mencintainya, maka Aku akan menjadi telinganya untuk dia mendengar, Aku akan menjadi matanya untuk dia melihat, Aku akan menjadi lidahnya untuk dia berbicara, Aku menjadi tangannya untuk dia meraba, dan Aku menjadi kakinya yang dapat digunakannya untuk berjalan."
Jadi ketika ahli ilmu pengetahuan merasa tidak berdaya, dan mereka tidak mampu menjelaskan sesuatu, maka mereka mengatakan bahwa seluruh ciptaan ini terbentuk setelah terjadinya Ledakan Akbar (Big Bang). Mereka mempunyai Teori : awal dari semua ini adalah terjadinya sebuah ledakan besar kosmik, dan segala sesuatu timbul dari satu ledakan besar itu. Katakan bahwa teori itu benar. Terjadi sebuah ledakan besar dan segala sesuatu keluar dari peristiwa itu. Dan kini kita tahu bahwa ruang alam semesta ini adalah dalam keadaan hampa. Dan dalam ruang hampa tidak ada daya graviti, tidak ada daya tolak juga. Sehingga ketika terjadi Ledakan Akbar, segalanya menjadi berkeping-keping. Kalau tidak ada daya yang menghentikan laju kepingan itu, mereka semua akan tetap meluncur tiada hentinya (secara radial).
Saya tidak akan membicarakan hal ini lebih jauh. Cukup sampai disini. Saya hanya ingin mengatakan, bahwa bagi seorang ahli ilmu pengetahuan, bila tidak ada penemuan (discovery), mereka tidak dapat melihat kebenaran. Tetapi bagi Aulia Allah, yang diberi mata oleh Allah yang dapat digunakan untuk melihat jauh lebih banyak dari pada yang dapat dilihat oleh para ahli ilmu pengetahuan. Lalu siapa yang menghentikan berlanjutnya proses itu tadi (berkeping-keping nya segala sesuatu setelah ledakan itu), sehingga kepingan-kepingan itu dapat berada ditempat yang pasti, antara satu dan lainnya seperti kita lihat sekarang ? Tanpa adanya kekuatan yang meredam akibat dari proses ledakan itu, alam semesta ini akan berantakan karena satu sama lain akan bertabrakan. Para ahli ilmu pengetahuan itu mengatakan bahwa terdapat milyaran bintang di semesta ini. Dan kesemua itu tidak saling bertabrakan.
Ini adalah satu galaxi. Kini mereka mendapati melalui Hubble Telescope bahwa di alam semesta ini terdapat milyaran galaxi., yang di dalamnya mengandung milyaran bintang-bintang, dan kesemuanya tidak bertabrakan. Dan semua itu ada di dalam kuasanya "la ilaha illa Allah".
‘La ilaha illa Allah, la syarika lahu’.
‘La ilaha illa Allah, adalah Sang Pencipta, tak diragukan lagi. Ciptaannya adalah di luar Sang Pencipta. Maqam Tauhid berada di luar ciptaannya. Segala sesuatu yang diciptakan berada di luar Sang Pencipta. Lalu siapa yang berada di luar Sang Pencipta ? Siapa yang berada di luar maqam tauhid ?
Muhammad Rasul Allah adalah yang berada di luar maqam tauhid, yaitu la ilah illa Allah. Jadi Muhammad Rasul Allah adalah simbul, adalah representatif dari ciptaan.
Dan segera setelah maqam tauhid ‘la ilah illa Allah’ muncullah Muhammad Rasul Allah, yaitu yang namannya terdiri dari empat huruf tadi itu. ‘La ilaha illa Allah, memiliki arti (maqam tauhid). Tetapi Muhammad (tanpa Rasul Allah) tidak memiliki makna. Tetapi Muhammad Rasul Allah, memiliki makna, yaitu yang berada di luar maqam tauhid tadi, yang merupakan simbul ciptaan. Dan Muhammad adalah Utusan bagi semua ciptaan ini, bukan hanya untuk ummat manusia saja, tetapi untuk alam semesta ini seluruhnya. Ada berapa dunia selain yang ini ? Itulah sebabnya Allah . memberinya nama Muhammad, dia yang selalu diberi shalawat dan selalu memuja Allah. Di tangan siapa (beradanya) kerajaan (mulk) ? Malik al Mulk, Allah. Pemilik Kerajaan adalah Allah, begitulah firman Allah dalam al Qur’an.
Segala sesuatu yang memiliki massa, memiliki struktur, adalah kepunyaan Allah. Segala sesuatu di alam semesta ini memiliki massa dan energi. Bahkan samapi ke benda terkecil pun, atom, juga memiliki massa dan energi. Seluruh elemen yang membentuk alam semesta ini, memiliki atom, yang ada massa dan energinya. Segala sesuatu di luar Sang Pencipta, memiliki massa dan energi (kehidupan). Setiap atom terdiri dari inti dan sesuatu yang mengelilinginya dengan arah berlawanan dengan jarum jam (?). Mereka selalu dalam keadaan tawaf, seperti kita tawaf mengelilingi Kabah dengan arah berlawanan arah jarum jam. Segala sesuatu dalam keadaan tawaf dan membuat dzikir kepada Allah .
Jika atom itu musnah, maka makhluq / ciptaan juga akan musnah. Dan segala sesuatu yang ada dan nampak di alam semesta ini, berada di bawah nama Muhammad r, karena dia adalah rahasia dan kebenaran dari seluruh ciptaan yang diciptakan Allah. Allah berfirman dalam al Qur’an : " Ketahuilah bahwa Muhammad berada dalam dirimu." Dalam bahasa Arab dunya adalah yang memiliki massa dan struktur. (Dalam bahasa Arab) Hayat adalah hidup (kehidupan). Dunya mewakili massa/struktur, dan hayat mewakili hidup (spirit). Dunya dan hayat datang dari rahasia atom Muhammad r
Itulah pula mengapa nama Muhammad terdiri atas empat huruf : mim, ha, mim dal. Bagian pertama mim & ha artinya : Muhammad r adalah Malik Hayat (Raja Kehidupan atau Spirit). Bagian kedua mim & dal artinya : Muhammad r adalah Malik Dunya (Raja Dunia atau Massa/Struktur) . Allah memberikan kepada Muhammad r dua keistimewaan, yaitu : Penguasa Dunia/Materi dan Penguasa Hidup/Spirit. Dan Allah . memiliki Muhammad r, karena Muhammad bergantung kepada Allah sebagaimana disimbulkan dalam penulisan : la ilaha illa Allah, Muhammad Rasul Allah (ditulisnya nama Muhammad mengikuti atau sesudah ditulisnya nama Allah). Kebenaran (tentang hal) ini cukup bagi kita untuk di dunia dan di akhirat. Rahasia ini baru saja datang dari para Syaikh kita saat ini, baru dibuka saat ini sekarang ini, belum pernah sebelum ini.
Setiap saat Allah memberikan ilmu kepada para Aulia Allah. Semoga taufiq Allah melimpah kepada kita semua dengan kehormatan terhadap Surat Faatihah.
Di-post oleh Erawan Yusron
Sabtu, 22 Oktober 2011
Ba’ kunci pembuka surga
Serial Ilmu Huruf, Rahasia Huruf dan Angka
Asma Husna dengan Asma Rasul {s}
Abjad Ilm Huroof Rahasia Huruf BA
BA – HURUF ARAB
· Huruf Arab Ba ( ) setara dengan huruf ‘B’ dalam abjad Inggris.
· Itu adalah huruf kedua dalam bahasa Arab.
· Ba dalam numerology Arab yang dikenal dengan Abjad, mempunyai nilai 2.
· Rahasia Bahr Qudra Samudera Kekuatan
· Ba Seen Meem Bism
Artikel ini adalah tentang makna spiritual dari huruf Ba.
Abjad Ilm Huroof Rahasia Huruf BA
BA – HURUF ARAB
· Huruf Arab Ba ( ) setara dengan huruf ‘B’ dalam abjad Inggris.
· Itu adalah huruf kedua dalam bahasa Arab.
· Ba dalam numerology Arab yang dikenal dengan Abjad, mempunyai nilai 2.
· Rahasia Bahr Qudra Samudera Kekuatan
· Ba Seen Meem Bism
Artikel ini adalah tentang makna spiritual dari huruf Ba.
PERKENALAN HURUF BA
Dalam Risalah pertama yang diterima Nabi Muhammad dari Allah melalui Jibril ( ) adalah
“Bacalah: Dengan nama Tuhan/Rabb mu…” [Quran: Al Alaq Surat 96]
Baca apa? Baca Bismi Rabbik. Ayat itu menunjuk pada huruf Ba ( ).
· Baca : Ba ( ), Seen ( ), Meem ( ), Bismi. { Ba adalah Bahr Qudra, Seen adalah Ya-
Seen, Meem adalah Muhammad = melalui Sayedena Muhammad masuk kepada Jantung
(Qalbu) Nya yang bernama Ya-Seen untuk masuk kembali ke Bahr Qudra}.
Huruf Ba adalah huruf pertama dalam ayat Bismillah, yang ditunjukkan pada bagian atas halaman ini. Bismillah adalah ayat pertama dalam al Quran.
Semua Surat dalam al Quran memulai dengan ayat Bismillah kecuali Surat 9 Tawba.
“Bacalah: Dengan nama Tuhan/Rabb mu…” [Quran: Al Alaq Surat 96]
Baca apa? Baca Bismi Rabbik. Ayat itu menunjuk pada huruf Ba ( ).
· Baca : Ba ( ), Seen ( ), Meem ( ), Bismi. { Ba adalah Bahr Qudra, Seen adalah Ya-
Seen, Meem adalah Muhammad = melalui Sayedena Muhammad masuk kepada Jantung
(Qalbu) Nya yang bernama Ya-Seen untuk masuk kembali ke Bahr Qudra}.
Huruf Ba adalah huruf pertama dalam ayat Bismillah, yang ditunjukkan pada bagian atas halaman ini. Bismillah adalah ayat pertama dalam al Quran.
Semua Surat dalam al Quran memulai dengan ayat Bismillah kecuali Surat 9 Tawba.
Mengapa itu dihilangkan di awal Surat 9?
Tingkat ke sembilan adalah untuk kembali kepada Gua mu, sebagaimana Allah sebutkan dalam Surat al-Kahf, “Ketika kamu berpaling dari mereka dan benda yang mereka sembah selain Allah, masukkan dirimu kedalam Gua: Rabb mu akan melimpahkan Rahmat Nya kepada mu…” [18:16].
“Gua itu adalah Hadhirat Ilahi. Disini diserukan doa mulia Nabi : ‘Ya Allah, Engkaulah tujuan ku dan Kesenangan Mu adalah yang aku cari.’ Jantung, ketika dia berputar antara akhir dan awal pemompaannya, keberadaannya pada level Sejatinya Hadhirat Ilahi. Karena Dzat Ilahi itu adalah sumber semua makhluq ciptaan, jantung itu akan menjadi satu dengan setiap ciptaan yang terkecil pun
di alam semesta ini. Qalbu yang telah memahami rahasia titik sembilan akan dapat melihat segala sesuatu, mendengar segala sesuatu, mengetahui segala sesuatu, merasa segala sesuatu, memindai segala sesuatu, ‘Sampai Dia akan menjadi telinga yang dengannya dia mendengar, mata yang dengannya dia melihat, lidah yang dengannya dia berbicara, tangan yang dengannya dia menggenggam, dan kaki yang dengannya dia berjalan. Dia akan berbusana Ilahiah, dia hanya perlu mengatakan kepada sesuatu Jadilah! dan itu akan terjadi.’”
di alam semesta ini. Qalbu yang telah memahami rahasia titik sembilan akan dapat melihat segala sesuatu, mendengar segala sesuatu, mengetahui segala sesuatu, merasa segala sesuatu, memindai segala sesuatu, ‘Sampai Dia akan menjadi telinga yang dengannya dia mendengar, mata yang dengannya dia melihat, lidah yang dengannya dia berbicara, tangan yang dengannya dia menggenggam, dan kaki yang dengannya dia berjalan. Dia akan berbusana Ilahiah, dia hanya perlu mengatakan kepada sesuatu Jadilah! dan itu akan terjadi.’”
MENCARI BISMILLAH
Mengapa mencari Bismillah? Jika Bismillah tidak hilang dari salah satu Surah, tak seorangpun akan mengkaji bersungguh sungguh pada ayat Bismillah. Itu akan terlewatkan oleh setiap pembaca al Quran. Pada awal Surah 9 {rahasia Pintu kepada Haqqiqat 9} pembaca diberi tahu oleh Allah, Lihatlah!, ayat pembuka Bismillah hilang. Pergilah dan carilah ayat Bismillah. Pembaca begitu terbiasa membaca setiap Surah dalam al Quran dimulai dengan Bismillah.
Mengapa mencari Bismillah? Jika Bismillah tidak hilang dari salah satu Surah, tak seorangpun akan mengkaji bersungguh sungguh pada ayat Bismillah. Itu akan terlewatkan oleh setiap pembaca al Quran. Pada awal Surah 9 {rahasia Pintu kepada Haqqiqat 9} pembaca diberi tahu oleh Allah, Lihatlah!, ayat pembuka Bismillah hilang. Pergilah dan carilah ayat Bismillah. Pembaca begitu terbiasa membaca setiap Surah dalam al Quran dimulai dengan Bismillah.
Kini pembaca perlu dibangunkan. Kedua, dalam semua surah sebelumnya 1 sampai 8 huruf pertama adalah Alif ( ) or Ya ( ) sebagai berikut:
Surah 1 : Al Fatihah: Al Hamdu Lillahi Rabbil Alameen
Surah 2: Al Baqara: Alif Laam Meem
Surah 3: Al Imran: Alif Laam Meem
Surah 4: An Nisaa: Ya Ay Yuhan Nas Sut Takoo Rabbakum… Surah 5: Al Maida: Ya Ay Yuhal Lazeena Amanu…
Surah 6: Al Anaam: Al Hamdu Lillahil Lazee…. Surah 7: Al Aaraf: Alif Laam Meem Saad
Surah 8: Al Anfal: Yas Aloo Naka Aanil Anfaal…
Surah 9: At Tawba: Baraa atum Min Allahi Wa Rasoolih
{Semua ciptaan dalam angka 1,2,3,4,5,6,7,8,9 1-8 mendukung Singgasana (Arsy) dan 9 Duduk padanya.}
Surah 1 : Al Fatihah: Al Hamdu Lillahi Rabbil Alameen
Surah 2: Al Baqara: Alif Laam Meem
Surah 3: Al Imran: Alif Laam Meem
Surah 4: An Nisaa: Ya Ay Yuhan Nas Sut Takoo Rabbakum… Surah 5: Al Maida: Ya Ay Yuhal Lazeena Amanu…
Surah 6: Al Anaam: Al Hamdu Lillahil Lazee…. Surah 7: Al Aaraf: Alif Laam Meem Saad
Surah 8: Al Anfal: Yas Aloo Naka Aanil Anfaal…
Surah 9: At Tawba: Baraa atum Min Allahi Wa Rasoolih
{Semua ciptaan dalam angka 1,2,3,4,5,6,7,8,9 1-8 mendukung Singgasana (Arsy) dan 9 Duduk padanya.}
SEBAGAI GANTINYA MENDAPATI BA
Surah 9 tidak dimulai dengan ayat Bismillah. Itu tidak dimulai dengan huruf Alif ( ). Itu tidak dimulai dengan huruf Ya ( ).
Surah 9 dimulai dengan huruf Ba ( ).
Surah 9 dimulai dengan huruf Ba ( ).
Yang lagi lagi memberi tahu pembaca Perhatikan !, Bismillah hilang (dari Surat 9 ini) dan ayat pertama Surah ini dimulai dengan huruf Ba.
· Jika itu tidak berarti apapun, maka perhatikan nama nama dari 9 surah pertama. Hanya
terdapat dua surah dalam sembilan surah pertama dengan huruf Ba di dalam namanya.
· Mereka itu adalah surah 2 dan 9.
· Surah 9 adalah surah kedua yang memiliki huruf Ba dalam namanya.
· Kata kedua dapat diterjemahkan sebagai angka 2 yang adalah nilai huruf Ba.
· Mengapa Surah 9? Mengapa bukan Surah 2 yang disebut Baqara, yang satu satunya surah dari 9 surah pertama yang namanya diawali dengan huruf Ba?,
Mengapa bukan surah 90 yang disebut Al Balad?
· Jika itu tidak berarti apapun, maka perhatikan nama nama dari 9 surah pertama. Hanya
terdapat dua surah dalam sembilan surah pertama dengan huruf Ba di dalam namanya.
· Mereka itu adalah surah 2 dan 9.
· Surah 9 adalah surah kedua yang memiliki huruf Ba dalam namanya.
· Kata kedua dapat diterjemahkan sebagai angka 2 yang adalah nilai huruf Ba.
· Mengapa Surah 9? Mengapa bukan Surah 2 yang disebut Baqara, yang satu satunya surah dari 9 surah pertama yang namanya diawali dengan huruf Ba?,
Mengapa bukan surah 90 yang disebut Al Balad?
Jika kita memperhatikan sistem angka kita,
· Angka angka itu adalah 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8 dan 9.
· Maka kita perlu mengulang angka angka itu lagi untuk menjadi 10 (puluhan), 100 (ratusan), 1000 (ribuan).
· Misalnya, untuk membuat angka 10, kita memerlukan untuk memilih 1 dan 0 dari deretan digit tunggal.
· Maka, angka 9 adalah angka digit tunggal terakhir. Sistem per-angka-an normal adalah
tak terbatas.
· Kita mendengar orang berbicara tentang ratusan, ribuan, jutaan, milyaran, dan seterusnya. Tidak terdapat “satu angka besar ” yang dapat disebut sebagai angka terakhir yang setelah itu tidak ada lagi angka lain.
· Dari sinilah angka 9 digunakan sebagai digit terakhir, tanpa ulangan, menjadi masuk
akal.
· Surah Tawba dapat saja ditaruh di posisi manapun dari satu sampai delapan di dalam al Quran selain pada posisi ke sembilan. Namun itu tidak demikian. Itu ditaruh di posisi ke sembilan. Mengapa?
Surah pertama adalah sebuah doa untuk mohon petunjuk dari Allah. Surah kedua dan ketiga
· Angka angka itu adalah 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8 dan 9.
· Maka kita perlu mengulang angka angka itu lagi untuk menjadi 10 (puluhan), 100 (ratusan), 1000 (ribuan).
· Misalnya, untuk membuat angka 10, kita memerlukan untuk memilih 1 dan 0 dari deretan digit tunggal.
· Maka, angka 9 adalah angka digit tunggal terakhir. Sistem per-angka-an normal adalah
tak terbatas.
· Kita mendengar orang berbicara tentang ratusan, ribuan, jutaan, milyaran, dan seterusnya. Tidak terdapat “satu angka besar ” yang dapat disebut sebagai angka terakhir yang setelah itu tidak ada lagi angka lain.
· Dari sinilah angka 9 digunakan sebagai digit terakhir, tanpa ulangan, menjadi masuk
akal.
· Surah Tawba dapat saja ditaruh di posisi manapun dari satu sampai delapan di dalam al Quran selain pada posisi ke sembilan. Namun itu tidak demikian. Itu ditaruh di posisi ke sembilan. Mengapa?
Surah pertama adalah sebuah doa untuk mohon petunjuk dari Allah. Surah kedua dan ketiga
adalah petunjuk dari Allah. Mereka berdua diawali dengan Alif Laam Meem . Alif ( ) – Percaya akan Allah, Laam ( ) – katakan La ilaha ill Allah dan Meem ( ) -
Muhammadur Rasul Allah.
Muhammadur Rasul Allah.
Surah 4 sampai 8 adalah petunjuk lanjutan dan nutrisi jiwa.
Kemudian surah 9 adalah sebuah peringatan { Pemilik Safa’at Lestari Muhammad RasulAllah
,Ciptaan yang dimuliakan Malik Hayat Malik Dunya} .
,Ciptaan yang dimuliakan Malik Hayat Malik Dunya} .
Itu seperti penciptaan seorang manusia. Diperlukan sembilan bulan untuk pembentukan. Setelah sembilan bulan sang jabang bayi harus meninggalkan kenyamanan rahim ibunya dan menghadapi dunia. Bayi itu mulai belajar dari saat itu seterusnya.
Setelah bersaksi mengucapkan Kalima tanpa sedikitpun keraguan, Allah kemudian memberi isyarat sang pencari untuk memperhatikan huruf Ba. Karena itu hilang dan sebuah isyarat telah diberikan, maka kini carilah itu. Ketika kamu mendapatkannya perhatikanlah. Setelah kamu memahami huruf Ba maka kamu memiliki kunci ke surga.
MAKNA HURUF BA
Karena tidak ada angka setelah 9, itu adalah tahap terakhir. Di dalam setiap kompetisi, atau olah raga, orang umumnya menghormati mereka yang datang terlebih dahulu, kedua atau ketiga. Tak seorangpun yang peduli kepada mereka yang datang ke empat sampai terakhir. Kecuali Allah, Dia memandangi abdi Nya lagi dan lagi, dengan Rahman dan Rahim, Perhatian dan Ampunan. Dia memperlihatkan kepada kita, pada tahap terakhir (yaitu 9 atau surah 9) lihatlah Ba.
· Dia telah menciptakan segalal sesuatu dari sebuat noktah atau tetes. { Stuktur Atom dari
semua ciptaan hanyalah titik yang berputar }
· Titik ciptaan itu dinyatakan atau disimbolkan di bawah huruf Ba.
· Dia menciptakan kita dari sebuah noktah (tetes) yang tidak suci (murni). Sembilan dalam numerologi Abjad mewakili huruf Toin ( ). Toin mewakili kesucian, dari sinilah kata Arab
Tayyab – yang dieja dalam Arab Toin, Ya dan Ba ( ).
· Huruf Arabic Ya mewakili ilmu.
· Allah telah mengajari kita bagaimana mensucikan diri kita sendiri. Allah mengajari Adam
(setiap manusia) segala nama, yang adalah yang dimaksud dengan Hadits:
Setiap Utusan Allah mengatakan, “Setiap anak yang dilahirkan dia dilahirkan dengan sebuah iman yang benar (seorang Muslim) namun orang tuanyalah yang mengubahnya menjadi Judaism atau Khristianity….
[Sahih Bukhari]
Allah telah mengirimkan al Quran dan Utusan Nya ( ) sebagai pemberi peringatan untuk memperlihatkan abdi Nya bagaimana untuk mensucikan diri mereka sendiri. Secara fisik kita tidak pernah dapat menjadi suci betapapun kita membasuh dan menggosok diri kita sendiri. Tetapi kita harus mencoba mensucikan diri kita sendiri sebaik baiknya yang dapat kita lakukan.
Karena tidak ada angka setelah 9, itu adalah tahap terakhir. Di dalam setiap kompetisi, atau olah raga, orang umumnya menghormati mereka yang datang terlebih dahulu, kedua atau ketiga. Tak seorangpun yang peduli kepada mereka yang datang ke empat sampai terakhir. Kecuali Allah, Dia memandangi abdi Nya lagi dan lagi, dengan Rahman dan Rahim, Perhatian dan Ampunan. Dia memperlihatkan kepada kita, pada tahap terakhir (yaitu 9 atau surah 9) lihatlah Ba.
· Dia telah menciptakan segalal sesuatu dari sebuat noktah atau tetes. { Stuktur Atom dari
semua ciptaan hanyalah titik yang berputar }
· Titik ciptaan itu dinyatakan atau disimbolkan di bawah huruf Ba.
· Dia menciptakan kita dari sebuah noktah (tetes) yang tidak suci (murni). Sembilan dalam numerologi Abjad mewakili huruf Toin ( ). Toin mewakili kesucian, dari sinilah kata Arab
Tayyab – yang dieja dalam Arab Toin, Ya dan Ba ( ).
· Huruf Arabic Ya mewakili ilmu.
· Allah telah mengajari kita bagaimana mensucikan diri kita sendiri. Allah mengajari Adam
(setiap manusia) segala nama, yang adalah yang dimaksud dengan Hadits:
Setiap Utusan Allah mengatakan, “Setiap anak yang dilahirkan dia dilahirkan dengan sebuah iman yang benar (seorang Muslim) namun orang tuanyalah yang mengubahnya menjadi Judaism atau Khristianity….
[Sahih Bukhari]
Allah telah mengirimkan al Quran dan Utusan Nya ( ) sebagai pemberi peringatan untuk memperlihatkan abdi Nya bagaimana untuk mensucikan diri mereka sendiri. Secara fisik kita tidak pernah dapat menjadi suci betapapun kita membasuh dan menggosok diri kita sendiri. Tetapi kita harus mencoba mensucikan diri kita sendiri sebaik baiknya yang dapat kita lakukan.
Halangan terbesar dalam mensucikan diri kita terletak pada tetes terakhir air seni kita. Kita harus membersihkan diri kita sendiri (dengan petunjuk Allah) bebas dari tetes terakhir itu, atau apapun yang kamu ingin menyebutnya. Ini disebutkan di dalam al Quran:
4 Dan jagalah pakaian mu bersih dari noda
[al Quran: Al Muddassir Surah 74]
4 Dan jagalah pakaian mu bersih dari noda
[al Quran: Al Muddassir Surah 74]
NILAI NUMERIK HURUF BA
Segala sesuatu dalam Islam memiliki makna lahir biasa dan sebuah makna-dalam (spiritual). Kedua makna itu berlaku, namun kebanyakan Muslims hanya menyadari makna lahirnya saja. Makna spiritual ayat 4 Surah 74 adalah:
11 Ingatlah Dia menyelimuti kalian dengan semacam rasa kantuk dari Diri Nya agar kalian
merasa tenang dan Dia membuat hujan turun kepada kalian dari langit (surga/janah) untuk dengannya membersihkan dirimu untuk membuang darimu noda Shaytan untuk memperkuat qalbumu dan untuk menanamkan kakimu kuat kuat dengan itu.
[Quran: Al-Anfal Surah 8]
Segala sesuatu dalam Islam memiliki makna lahir biasa dan sebuah makna-dalam (spiritual). Kedua makna itu berlaku, namun kebanyakan Muslims hanya menyadari makna lahirnya saja. Makna spiritual ayat 4 Surah 74 adalah:
11 Ingatlah Dia menyelimuti kalian dengan semacam rasa kantuk dari Diri Nya agar kalian
merasa tenang dan Dia membuat hujan turun kepada kalian dari langit (surga/janah) untuk dengannya membersihkan dirimu untuk membuang darimu noda Shaytan untuk memperkuat qalbumu dan untuk menanamkan kakimu kuat kuat dengan itu.
[Quran: Al-Anfal Surah 8]
14 Sesungguhnya! namun di qalbu mereka terdapat noda dari (keburukan) yang mereka perbuat! [Quran: Al Mutaffiffeen Surah 83]
Ketika kita mencoba membuang tetes terakhir air seni secara lahirnya, di dalam (batin) kita membuang noda Shaytan dari qalbu kita. { Apabila kamu memperhatikan tentang apa yang orang tidak tahu atau lihat, maka kamu mencapai bagus bagusnya spiritual Ihklas}
Maka kita dapat melakukan Wudhu.
Sisi spiritual Wudu dijelaskan oleh wali termashur Ali bin Usman al Hujwiri (semoga barokah Allah baginya). Ali bin Usman (juga dikenal sebagai Datta Ganj Baksh) dikirim ke India oleh Mursidnya dan dia tinggal di Lahore (kini Pakistan) sampai napas terakhirnya¸ yang tercatat pada
1064-5 (456 Hijriyah) atau 1071-2 (464 H). Dia mengislamkan tak terhitung banyaknya orang
Hindu. Dia telah menulis di dalam bukunya Kashf Al Mahjub dalam bab tentang Pensucian:
Pensucian lahir dan pensucian batin harus terjadi bersamaan.
· Ketika seorang membasuh tangannya, dia harus membasuh qalbunya bersih dari keduniaan.
· Ketika dia memasukkan air ke dalam mulutnya, dia harus mensucikan mulutnya dari
menyebut selain Allah.
· Ketika dia membasuh mukanya, dia harus berbalik dari semua hal yang keseharian dan menghadap kepada Allah.
· Ketika dia mengusap kepalanya, dia harus menyerahkan urusannya kepada Allah.
· Ketika membasuh kakinya, dia tidak boleh membentuk niat untuk berpihak kepada apapun kecuali sesuai dengan Perintah Allah.
· Maka dia akan disucikan dua kali.
Perhatikan kita sedang membicarakan tentang Ba atau 2, atau lahiriah dan batiniah.
Kesucian lahiriah tidak berguna tanpa kesucian batiniah. Mereka berdua harus disatukan untuk mencapai kesucian sejati. Ini dicapai bila qalbu dan pikiran tersucikan dari semua pikiran dan keinginan buruk (sataniah) dengan menjaga agar Allah selalu dalam pikiran. Ketahuilah bahwa Allah melihat setiap tindakan kita, dan Allah mendengar setiap kata kata kita dan Allah mengetahui setiap pikiran kita. Jika kita dapat mempertahankan tahap itu, selalu sadar akan Hadhirat Allah, kita akan tersingkir dari dosa. Setelah mensucikan baju lahir dan batin kita, barulah kita bisa mendekati Allah.
Sisi spiritual Wudu dijelaskan oleh wali termashur Ali bin Usman al Hujwiri (semoga barokah Allah baginya). Ali bin Usman (juga dikenal sebagai Datta Ganj Baksh) dikirim ke India oleh Mursidnya dan dia tinggal di Lahore (kini Pakistan) sampai napas terakhirnya¸ yang tercatat pada
1064-5 (456 Hijriyah) atau 1071-2 (464 H). Dia mengislamkan tak terhitung banyaknya orang
Hindu. Dia telah menulis di dalam bukunya Kashf Al Mahjub dalam bab tentang Pensucian:
Pensucian lahir dan pensucian batin harus terjadi bersamaan.
· Ketika seorang membasuh tangannya, dia harus membasuh qalbunya bersih dari keduniaan.
· Ketika dia memasukkan air ke dalam mulutnya, dia harus mensucikan mulutnya dari
menyebut selain Allah.
· Ketika dia membasuh mukanya, dia harus berbalik dari semua hal yang keseharian dan menghadap kepada Allah.
· Ketika dia mengusap kepalanya, dia harus menyerahkan urusannya kepada Allah.
· Ketika membasuh kakinya, dia tidak boleh membentuk niat untuk berpihak kepada apapun kecuali sesuai dengan Perintah Allah.
· Maka dia akan disucikan dua kali.
Perhatikan kita sedang membicarakan tentang Ba atau 2, atau lahiriah dan batiniah.
Kesucian lahiriah tidak berguna tanpa kesucian batiniah. Mereka berdua harus disatukan untuk mencapai kesucian sejati. Ini dicapai bila qalbu dan pikiran tersucikan dari semua pikiran dan keinginan buruk (sataniah) dengan menjaga agar Allah selalu dalam pikiran. Ketahuilah bahwa Allah melihat setiap tindakan kita, dan Allah mendengar setiap kata kata kita dan Allah mengetahui setiap pikiran kita. Jika kita dapat mempertahankan tahap itu, selalu sadar akan Hadhirat Allah, kita akan tersingkir dari dosa. Setelah mensucikan baju lahir dan batin kita, barulah kita bisa mendekati Allah.
Dia kemudian menaikkan kita di atas para malaikat dan membuat mereka bersujud kepada Adam.
· Maka Tayyab adalah {Sayedena TaHa al-Tahir}
· Maka Tayyab adalah {Sayedena TaHa al-Tahir}
· Toin ( ) untuk – pensucian,
· Ya ( ) untuk – dengan pengetahuan kita selalu dalam Hadhirat Allah,
· Ba ( ) untuk – noktah atau tetes atau qalbu.
· Ba ( ) untuk – noktah atau tetes atau qalbu.
284 Untuk Allah kepemilikan semua yang berada di langit dan di bumi. Apakah kamu memperlihatkan apa yang ada dalam pikiran kamu atau menyembunyikannya Allah minta kamu mempertanggung jawabkannya. Dia mengampunkan siapapun yang Dia kehendaki dan menghukum siapapun yang Dia kehendaki. Allah memiliki kuasa atas segala sesuatu.
[Quran: Al Baqara Surah 2]
[Quran: Al Baqara Surah 2]
NILAI NUMERIK TERSEMBUNYI BA
Memandang kepada huruf Ba dengan cara lain. Jika kita menulis huruf itu sebagaimana kita membacanya, itu tertulis .
Memandang kepada huruf Ba dengan cara lain. Jika kita menulis huruf itu sebagaimana kita membacanya, itu tertulis .
Ba, Alif dan Hamza .
Maka nilai numeriknya menjadi ( Ba = 2, Alif = 1, Hamza = 1) 1+1+2 = 4.
· Memandang kepada ayat Bismillah, terdapat 3 Meems dari BisM Allah Ar RahMan Ar
RaheeM.
· Allah merubah noktah pada Ba atau tetes menjadi sebuah makhluq dengan 3 elemen, Bumi, Api dan Air.
· Setelah kelahiran bayi yang baru lahir jika ditetapkan untuk hidup diberi Napas Allah
yang diwakili oleh huruf Ha ( ) dari nama AllaH dalam ayat Bismillah. Itu menambahkan elemen ke empat Udara.
· Dengan elemen terakhir itu Allah menyelesaikan penciptaan. Jika bayi yang baru lahir itu
tidak ditetapkan (ditakdirkan) untuk hidup, maka elemen ke empat itu ditahan. Begitu juga pada saat kematian, Allah membuang elemen ke empat dari seorang makhluq melalui malaikat Azraeel ( ).
156 Yang mengatakan ketika dilanda musibah: “Kami milik Allah dan kepada Nya kami kembali.”
[al Quran: Al Baqara Surah 2]
Maka nilai numeriknya menjadi ( Ba = 2, Alif = 1, Hamza = 1) 1+1+2 = 4.
· Memandang kepada ayat Bismillah, terdapat 3 Meems dari BisM Allah Ar RahMan Ar
RaheeM.
· Allah merubah noktah pada Ba atau tetes menjadi sebuah makhluq dengan 3 elemen, Bumi, Api dan Air.
· Setelah kelahiran bayi yang baru lahir jika ditetapkan untuk hidup diberi Napas Allah
yang diwakili oleh huruf Ha ( ) dari nama AllaH dalam ayat Bismillah. Itu menambahkan elemen ke empat Udara.
· Dengan elemen terakhir itu Allah menyelesaikan penciptaan. Jika bayi yang baru lahir itu
tidak ditetapkan (ditakdirkan) untuk hidup, maka elemen ke empat itu ditahan. Begitu juga pada saat kematian, Allah membuang elemen ke empat dari seorang makhluq melalui malaikat Azraeel ( ).
156 Yang mengatakan ketika dilanda musibah: “Kami milik Allah dan kepada Nya kami kembali.”
[al Quran: Al Baqara Surah 2]
Bismillah terdiri atas 19 huruf { Al Quran berisi 114 (= 6×19) Surah, kedalam dengan 30 Juz kedalam 7 ayat Fatiha kedalam 19 huruf Bismillah kedalam BA}
1-9 semua ciptaan dalam 1 sampai dengan 9 Allah menunjukkan Kode Bi-Nair pertama.
1-9 semua ciptaan dalam 1 sampai dengan 9 Allah menunjukkan Kode Bi-Nair pertama.
Yang mewakili 1 Pencipta yang menciptakan seorang manusia dalam 9 bulan dan suara pertama yang harusnya diterima bayi yang baru lahir itu adalah Adzan. Ini memberi keterangan pendatang baru itu:
Allahu Akbar, Allahu Akbar, (Allah Maha Besar, Allah Maha Besar)
Allahu Akbar, Allahu Akbar,
Saya bersaksi tiada sesembahan kecuali Allah, Saya bersaksi tiada sesembahan kecuali Allah, Saya berskasi Muhammad adalah Utusan Allah, Saya bersaksi Muhammad adalah Utusan Allah, Datanglah kepada shalat, Datanglah kepada shalat,
Datanglah kepada kebaikan, Datanglah kepada kebaikan,
Allahu Akbar, Allahu Akbar
La ilaha ill Allah (Tiada sesembahan kecuali Allah)
Memperhatikan Adzan, Allahu Akbar disebutkan sebanyak empat kali awalnya. Ini adalah untuk memberi tahu bayi yang baru dilahirkan bahwa dia telah diciptakan Allah dari empat elemen. Ini
Allahu Akbar, Allahu Akbar, (Allah Maha Besar, Allah Maha Besar)
Allahu Akbar, Allahu Akbar,
Saya bersaksi tiada sesembahan kecuali Allah, Saya bersaksi tiada sesembahan kecuali Allah, Saya berskasi Muhammad adalah Utusan Allah, Saya bersaksi Muhammad adalah Utusan Allah, Datanglah kepada shalat, Datanglah kepada shalat,
Datanglah kepada kebaikan, Datanglah kepada kebaikan,
Allahu Akbar, Allahu Akbar
La ilaha ill Allah (Tiada sesembahan kecuali Allah)
Memperhatikan Adzan, Allahu Akbar disebutkan sebanyak empat kali awalnya. Ini adalah untuk memberi tahu bayi yang baru dilahirkan bahwa dia telah diciptakan Allah dari empat elemen. Ini
sama dengan nilai numerik tersembjunyi dari Ba .
Setelah itu setiap kalimat diulang dua kali yang adalah nilai normal Ba ( ). Pada akhirnya La ilaha ill Allah disebutkan hanya sekali.
Ini untuk menekankan bahwa meskipun kamu, bayi yang baru lahir, diciptakan dari Ba, Pencipta kamu adalah Allah yang SATU.
Adzan itu diserukan ke telinga kanan.
Setelah menyelesaikan Adzan di telinga kanan, itu diucapkan lagi pada telinga kiri. Maka Adzan itu disuarakan dua kali seluruhnya. Ini seimbang dengan ciptaan baru itu dari noktah Ba dan nilai numeriknya.
Ini untuk menekankan bahwa meskipun kamu, bayi yang baru lahir, diciptakan dari Ba, Pencipta kamu adalah Allah yang SATU.
Adzan itu diserukan ke telinga kanan.
Setelah menyelesaikan Adzan di telinga kanan, itu diucapkan lagi pada telinga kiri. Maka Adzan itu disuarakan dua kali seluruhnya. Ini seimbang dengan ciptaan baru itu dari noktah Ba dan nilai numeriknya.
Noktah dibawah Ba ( ) juga mewakili putaran Utusan sebelum kedatangan Muhammad .
dan Muhammad menjadi penutup para Nabi diwakili diakhir ayat Bismillah dengan huruf
Meem ( ). Ayat Bismillah diberikan kepada setiap Rasul Allah dari Adam ( ) ke Isa (Jesus ( )).
Meem ( ). Ayat Bismillah diberikan kepada setiap Rasul Allah dari Adam ( ) ke Isa (Jesus ( )).
Namun, Bismillah ditarik dari ummat lainnya ketika Rasul Allah mereka meninggalkan mereka
(wafat). Akhirnya Bismillah diberikan kepada Muhammad dan ummatnya. Para Muslim adalah satu satunya ummat yang masih mempertahankan ayat ini. Mengapa?
Alasan di belakang ini adalah bahwa Meem diperlukan di akhir ayat ini untuk menyempurna kannya. Setelah Muhammad pintu Utusan Allah telah tertutup. Muhammad sebagai
penutup dari lingkaran Utusan Allah. Maka Muhammad dan ummatnya, yaitu para Muslim,
adalah penjaga dan pemilik sah dari ayat ini.
Alasan di belakang ini adalah bahwa Meem diperlukan di akhir ayat ini untuk menyempurna kannya. Setelah Muhammad pintu Utusan Allah telah tertutup. Muhammad sebagai
penutup dari lingkaran Utusan Allah. Maka Muhammad dan ummatnya, yaitu para Muslim,
adalah penjaga dan pemilik sah dari ayat ini.
PENGGUNAAN YANG DISENGAJA DARI HURUF BA DI DALAM AL QURAN
Marilah kita perhatikan contoh lain dari huruf Ba dari al Quran.
96 Bayt (Rumah) pertama ditetapkan untuk manusia adalah bahwa Bi (dalam) Bakka penuh
MuBaraka (berkah) dan petunjuk untuk semua jenis ciptaan:
Marilah kita perhatikan contoh lain dari huruf Ba dari al Quran.
96 Bayt (Rumah) pertama ditetapkan untuk manusia adalah bahwa Bi (dalam) Bakka penuh
MuBaraka (berkah) dan petunjuk untuk semua jenis ciptaan:
97 Di dalam nya terdapat tanda tanda jelas; maqam Ibraheem; barang siapa yang memasukinya mereka mendapatkan keselamatan; (dalam) pergi hajji terdapat sebuah kewajiban manusia terhadap Allah (bagi) mereka yang mampu melakukannya; namun bila siapapun mengingkari iman, Allah teguh kokoh tidak memerlukan yang manapun di antara ciptaan Nya.
[al Quran: Al Imran, Surah 3]
[al Quran: Al Imran, Surah 3]
Mengambil contoh Hajj, perjalanan ke Makkah (Mecca), jika ditinjau dari kontex ini mewakili sebuah lingkaran atau noktah. Ka’aba (Sang Kubus) adalah pusatnya, dan manusia membuat
Thawwaf, atau berputar mengitari Ka’aba itu. Perhatikan bahwa nama Ka’aba memiliki huruf Ba menjelang akhir.
Namun nama Ka’aba tidak digunakan di dalam ayat tersebut di atas. Karena huruf Ba adalah menjelang akhir dari kata / nama Kaaba,
· untuk memperlihatkan huruf Ba Bayt (rumah) pertama digunakan untuk menunjuk
kepada Ka’aba.
· Bila itu belum menunjukkan secara jelas maka selanjutnya ditekankan oleh kata pertama
sesudah (yang menjelaskan) Bayt.
· Pertama apa? Ba pertama! Kata Bayt membawa huruf Ba mengawali kata Bayt atau di tempat pertama.
· Bahkan jika kunci ini juga terlewat, terdapat petunjuk ketiga. Makkah dituliskan sebagai
Bakkah.
· Huruf Ba ( ) muncul empat kali dalam ayat 96 di atas.
· Sebagaimana disebutkan sebelumnya, terdapat empat elemen, Bumi, Api, Air dan Udara digunakan dalam penciptaan.
· Jika kita menempatkan sebuah 0 atau noktah setelah (angka) 4 kita mendapatkan 40 yang
adalah nilai numerik dari Meem ( ).
· Jika huruf Ba dalam Bakkah digantikan dengan Ma atau Meem, nama kota itu menjadi
Makkah.
Allah tidak menggunakan kata Ka’aba namun kata Bayt sebagai gantinya. Allah tidak menggunakan kata Makkah namun kata Bakkah sebagai gantinya diawali oleh Bi. Kemudian kata
Thawwaf, atau berputar mengitari Ka’aba itu. Perhatikan bahwa nama Ka’aba memiliki huruf Ba menjelang akhir.
Namun nama Ka’aba tidak digunakan di dalam ayat tersebut di atas. Karena huruf Ba adalah menjelang akhir dari kata / nama Kaaba,
· untuk memperlihatkan huruf Ba Bayt (rumah) pertama digunakan untuk menunjuk
kepada Ka’aba.
· Bila itu belum menunjukkan secara jelas maka selanjutnya ditekankan oleh kata pertama
sesudah (yang menjelaskan) Bayt.
· Pertama apa? Ba pertama! Kata Bayt membawa huruf Ba mengawali kata Bayt atau di tempat pertama.
· Bahkan jika kunci ini juga terlewat, terdapat petunjuk ketiga. Makkah dituliskan sebagai
Bakkah.
· Huruf Ba ( ) muncul empat kali dalam ayat 96 di atas.
· Sebagaimana disebutkan sebelumnya, terdapat empat elemen, Bumi, Api, Air dan Udara digunakan dalam penciptaan.
· Jika kita menempatkan sebuah 0 atau noktah setelah (angka) 4 kita mendapatkan 40 yang
adalah nilai numerik dari Meem ( ).
· Jika huruf Ba dalam Bakkah digantikan dengan Ma atau Meem, nama kota itu menjadi
Makkah.
Allah tidak menggunakan kata Ka’aba namun kata Bayt sebagai gantinya. Allah tidak menggunakan kata Makkah namun kata Bakkah sebagai gantinya diawali oleh Bi. Kemudian kata
MuBaraka digunakan untuk petunjuk lagi, LIHATLAH! Meem { Galb Muhammadia} telah digantikan oleh Ba. LIHATLAH ! Meem dan Ba diperlihatkan bersama di sini. Meem sebetulnya bisa digunakan, tetapi itu tidak demikian. Maka, Lihatlah pada Ba!
LIHATLAH LAGI PADA HURUF BA DAN BELAJARLAH
Surah 3 ayat 96 berakhir dengan petunjuk untuk semua jenis ciptaan dan ayat berikutnya, ayat
97 diawali dengan di dalam nya terdapat tanda tanda yang jelas, artinya nampak, bukti, jelas, terang, tak pelak lagi. Apa tanda yang jelas, nampak, bukti, jelas, terang, tak pelak lagi?
Allah memperlihatkan kepada kita pembentukan sebuah Atom sebelum ilmuwan fisika nuklear muncul di panggung (dunia).
Definisi dari sebuah atom:
· Sebuah atom terdiri atas partikel (zarah) terkecil yang tak dapat dipecah lagi.Sebagian besar itu terdiri atas ruang kosong. Pada pusat ruang ini terdapat inti yang sangat kecil yang disebut nucleus. Massa itu terkonsentrasi di dalam nucleus itu. Satellite yang disebut elektron berkeliling dalam orbit di sekitar nucleus itu.
· Para hajji mengitari Ka’aba adalah sebuah pencitraan visual dari sebuah atom dalam
skala besar.
· Ka’aba itu adalah nucleus nya dan manusia yang mengelilinginya adalah elektron nya.
· Ahli nuklir Kristen mungkin menyatakan telah menemukan atom ini. Kenyataannya Allah telah memberi tahu kita untuk memperhatikan huruf Ba 1400 tahun yang lalu.
· Sayangnya tak seorang sarjana Muslim pun hadir pada titik penemuan atom itu untuk
membuktikan apa yang al Quran ungkapkan adalah Kebenaran.
· Kita Muslim selalu mengandalkan pada para Non-Muslims untuk membuktikan Kalimat
Allah adalah Kebenaran.
· Saya tahu ayat 96 mengatakan petunjuk bagi semua ciptaan, namun akan lebih melegakan jika para Muslim menemukan beberapa tanda tanda Allah dalam hari hari dan masa ini. Tidaklah cukup baik untuk hidup dalam kejayaan masa lalu.
· Kata operasional nya adalah (masa) lalu. Kebanyakan dari para Muslim saat kini mengekor di belakang dalam penemuan bidang ilmu dan teknologi.
· Bahkan sebagian Muslim memandang ilmu dan teknologi sebagai musuh Islam.
Kelompok terakhir ini sama sekali tersesat.
· Seseorang harus mencari perlindungan Allah dari mereka yang tersesat ini, karena semua ilmu berasal dari Allah apakah itu spiritual atau sains. Kedua duanya ilmu spiritual dan sains bekerja bersama sama.
Namun demikian ada cara lain untuk melihat hal itu. Bismillah, memulai
dengan huruf Ba.
· Huruf ini mewakili ciptaan. Allah menciptakan segala sesuatu dari sebuh noktah.
Manusia, hewan, tetumbuhan, mereka semua diciptakan dari noktah atau biji.
· Bahkan biji itu sendiri diciptakan dari noktah yang kita sebut atom. Apabila kita terapkan hal ini kepada gas, mineral dan cahaya, itu tetap berlaku.
· Bahkan atom jika dipecah pecah lebih lanjut menjadi electron, proton, neutron dan
photon mereka semua bergerak berputar mengitari nucleus, memberi effek (kesan) sebuah noktah.
· Jika kita mengarahkan pandangan kepada matahari, bulan, bumi dan semua planet
lainnya, bahkan mereka ini seperti noktah.
· Bahkan lintas putaran (orbit) planet adalah lingkaran, mewakili sebuah notah.
· Jadi apapun yang kita lihat dapat diartikan sebagai sebuah bentuk, raga atau bentuk, atau itu dapat dilihat sebagai sekumpulan noktah atau atom yang saling melekatkan diri untuk menghasilkan sebuah pola. Mereka semua memiliki satu hal yang sama. Semua ini, hewan, tetanaman, mineral, sesungguhnya seluruh alam semesta (cosmos) diciptakan oleh Satu Wujud yang adalah Sang Pencipta , Yang tidak diciptakan.
APAKAH NOKTAH ITU BERGERAK SEARAH JARUM JAM ATAU BERLAWANAN
ARAH JARUM JAM ?
· Analogi lain dari Tawaf (hajji mengelilingi Kabbah) adalah bahwa Bumi berputar pada sumbunya dari timur ke barat.
· Karena matahari terbit di timur dan tenggelam di barat. Gerakan ini adalah berlawanan
dengan arah jarum jam.
· Begitu juga dengan Tawwaf, mengambil Kaaba sebagai sumbunya. Hajji mengelilingi
Kaaba berlawanan dengan arah jarum jam.
· Bumi itu sendiri mengelilingi matahari dalam lintasannya dalam arah berlawanan arah dengan jarum jam. Terdapat kesempatan lima pupuh-lima puluh, itu adalah betul.
· Sama saja, terdapat kesempatan lima puluh – lima puluh, itu adalah salah. Karena
petunjuk itu dari Allah, Tawwaf itu berharmoni sempurna dengan ciptaan Allah : malam dan siang. Tawwaf itu berharmoni sempurna dengan ciptaan Allah : musim (yang diakibatkan letak) matahari.
Kini, jika kita memandang jam dan arloji, gerakan mereka adalah searah jarum jam, yaitu dari kiri ke kanan seperti halnya menulis bahasa Inggris contohnya. Jika sekiranya penemu jam adalah seorang Muslim mungkin kita hari ini akan memiliki jam dengan gerakan dari kanan ke kiri. Yang adalah berlawanan arah jarum jam dengan angka yang juga meningkat dengan arah berlawanan jarum jam. Maka arah berlawanan jarum jam akan menjadi sesuai arah jarum jam.
Maka para penemu jam (yang kita kenal) hari ini dulunya secara di bawah sadar mencoba untuk menguasai waktu dengan merancang jam yang berlawanan dengan perputaran bumi dan orbitnya. Semua ini adalah agar supaya menghindari pertemuan mereka dengan Sang Pencipta mereka. Mereka mengabaikan dua hal. Satu, waktu tidak menunggu manusia. Dua, bahkan bila waktu bergerak mundur, mereka akan tetap bertemu dengan Sang Pencipta mereka. Karena Dia
Surah 3 ayat 96 berakhir dengan petunjuk untuk semua jenis ciptaan dan ayat berikutnya, ayat
97 diawali dengan di dalam nya terdapat tanda tanda yang jelas, artinya nampak, bukti, jelas, terang, tak pelak lagi. Apa tanda yang jelas, nampak, bukti, jelas, terang, tak pelak lagi?
Allah memperlihatkan kepada kita pembentukan sebuah Atom sebelum ilmuwan fisika nuklear muncul di panggung (dunia).
Definisi dari sebuah atom:
· Sebuah atom terdiri atas partikel (zarah) terkecil yang tak dapat dipecah lagi.Sebagian besar itu terdiri atas ruang kosong. Pada pusat ruang ini terdapat inti yang sangat kecil yang disebut nucleus. Massa itu terkonsentrasi di dalam nucleus itu. Satellite yang disebut elektron berkeliling dalam orbit di sekitar nucleus itu.
· Para hajji mengitari Ka’aba adalah sebuah pencitraan visual dari sebuah atom dalam
skala besar.
· Ka’aba itu adalah nucleus nya dan manusia yang mengelilinginya adalah elektron nya.
· Ahli nuklir Kristen mungkin menyatakan telah menemukan atom ini. Kenyataannya Allah telah memberi tahu kita untuk memperhatikan huruf Ba 1400 tahun yang lalu.
· Sayangnya tak seorang sarjana Muslim pun hadir pada titik penemuan atom itu untuk
membuktikan apa yang al Quran ungkapkan adalah Kebenaran.
· Kita Muslim selalu mengandalkan pada para Non-Muslims untuk membuktikan Kalimat
Allah adalah Kebenaran.
· Saya tahu ayat 96 mengatakan petunjuk bagi semua ciptaan, namun akan lebih melegakan jika para Muslim menemukan beberapa tanda tanda Allah dalam hari hari dan masa ini. Tidaklah cukup baik untuk hidup dalam kejayaan masa lalu.
· Kata operasional nya adalah (masa) lalu. Kebanyakan dari para Muslim saat kini mengekor di belakang dalam penemuan bidang ilmu dan teknologi.
· Bahkan sebagian Muslim memandang ilmu dan teknologi sebagai musuh Islam.
Kelompok terakhir ini sama sekali tersesat.
· Seseorang harus mencari perlindungan Allah dari mereka yang tersesat ini, karena semua ilmu berasal dari Allah apakah itu spiritual atau sains. Kedua duanya ilmu spiritual dan sains bekerja bersama sama.
Namun demikian ada cara lain untuk melihat hal itu. Bismillah, memulai
dengan huruf Ba.
· Huruf ini mewakili ciptaan. Allah menciptakan segala sesuatu dari sebuh noktah.
Manusia, hewan, tetumbuhan, mereka semua diciptakan dari noktah atau biji.
· Bahkan biji itu sendiri diciptakan dari noktah yang kita sebut atom. Apabila kita terapkan hal ini kepada gas, mineral dan cahaya, itu tetap berlaku.
· Bahkan atom jika dipecah pecah lebih lanjut menjadi electron, proton, neutron dan
photon mereka semua bergerak berputar mengitari nucleus, memberi effek (kesan) sebuah noktah.
· Jika kita mengarahkan pandangan kepada matahari, bulan, bumi dan semua planet
lainnya, bahkan mereka ini seperti noktah.
· Bahkan lintas putaran (orbit) planet adalah lingkaran, mewakili sebuah notah.
· Jadi apapun yang kita lihat dapat diartikan sebagai sebuah bentuk, raga atau bentuk, atau itu dapat dilihat sebagai sekumpulan noktah atau atom yang saling melekatkan diri untuk menghasilkan sebuah pola. Mereka semua memiliki satu hal yang sama. Semua ini, hewan, tetanaman, mineral, sesungguhnya seluruh alam semesta (cosmos) diciptakan oleh Satu Wujud yang adalah Sang Pencipta , Yang tidak diciptakan.
APAKAH NOKTAH ITU BERGERAK SEARAH JARUM JAM ATAU BERLAWANAN
ARAH JARUM JAM ?
· Analogi lain dari Tawaf (hajji mengelilingi Kabbah) adalah bahwa Bumi berputar pada sumbunya dari timur ke barat.
· Karena matahari terbit di timur dan tenggelam di barat. Gerakan ini adalah berlawanan
dengan arah jarum jam.
· Begitu juga dengan Tawwaf, mengambil Kaaba sebagai sumbunya. Hajji mengelilingi
Kaaba berlawanan dengan arah jarum jam.
· Bumi itu sendiri mengelilingi matahari dalam lintasannya dalam arah berlawanan arah dengan jarum jam. Terdapat kesempatan lima pupuh-lima puluh, itu adalah betul.
· Sama saja, terdapat kesempatan lima puluh – lima puluh, itu adalah salah. Karena
petunjuk itu dari Allah, Tawwaf itu berharmoni sempurna dengan ciptaan Allah : malam dan siang. Tawwaf itu berharmoni sempurna dengan ciptaan Allah : musim (yang diakibatkan letak) matahari.
Kini, jika kita memandang jam dan arloji, gerakan mereka adalah searah jarum jam, yaitu dari kiri ke kanan seperti halnya menulis bahasa Inggris contohnya. Jika sekiranya penemu jam adalah seorang Muslim mungkin kita hari ini akan memiliki jam dengan gerakan dari kanan ke kiri. Yang adalah berlawanan arah jarum jam dengan angka yang juga meningkat dengan arah berlawanan jarum jam. Maka arah berlawanan jarum jam akan menjadi sesuai arah jarum jam.
Maka para penemu jam (yang kita kenal) hari ini dulunya secara di bawah sadar mencoba untuk menguasai waktu dengan merancang jam yang berlawanan dengan perputaran bumi dan orbitnya. Semua ini adalah agar supaya menghindari pertemuan mereka dengan Sang Pencipta mereka. Mereka mengabaikan dua hal. Satu, waktu tidak menunggu manusia. Dua, bahkan bila waktu bergerak mundur, mereka akan tetap bertemu dengan Sang Pencipta mereka. Karena Dia
hadir pada saat awal, Dia hadir pada saat kini. Dan Dia akan hadir selalu. Muhammad berkata
: “Allah hadir dan tiada sesuatupun selain Dia “. Dan Ali ibn Talib (ra) menjawab: “Dan Allah adalah kini seperti halnya Dia sebelum ini “.
: “Allah hadir dan tiada sesuatupun selain Dia “. Dan Ali ibn Talib (ra) menjawab: “Dan Allah adalah kini seperti halnya Dia sebelum ini “.
Yang artinya ‘Saat ini adalah sama dengan saat yang itu juga ‘
· Kini setelah kita melihat Tawwaf dalam makrokosmos. Mari kita melihatnya dalam mikrokosmos.
· Setiap atom dari sebuat bentuk, apakah itu manusia, tetanaman, batu dan bahkan benda
yang paling keras pun seperti diamond (berlian) dan tungsten sedang melakukan Tawwaf berkesinambungan, siang dan malam, malam dan siang.
· Mereka semua memiliki zarah (noktah) yang berputar pada sumbunya.
· Penemuan atom adalah kemajuan ilmu pengetahuan dalam masa kita ini.
TEKNOLOGI DITURUNKAN DARI HURUF BA
Kini, mari kita perhatikan kemajuan ilmu pengetahuan dan lihatlah bagaimana itu terkait dengan huruf Ba.
Hampir setiap orang di masa dan zaman sekarang ini telah melihat dan bahkan juga
menggunakan sebuah komputer.
· Kini setelah kita melihat Tawwaf dalam makrokosmos. Mari kita melihatnya dalam mikrokosmos.
· Setiap atom dari sebuat bentuk, apakah itu manusia, tetanaman, batu dan bahkan benda
yang paling keras pun seperti diamond (berlian) dan tungsten sedang melakukan Tawwaf berkesinambungan, siang dan malam, malam dan siang.
· Mereka semua memiliki zarah (noktah) yang berputar pada sumbunya.
· Penemuan atom adalah kemajuan ilmu pengetahuan dalam masa kita ini.
TEKNOLOGI DITURUNKAN DARI HURUF BA
Kini, mari kita perhatikan kemajuan ilmu pengetahuan dan lihatlah bagaimana itu terkait dengan huruf Ba.
Hampir setiap orang di masa dan zaman sekarang ini telah melihat dan bahkan juga
menggunakan sebuah komputer.
· Meskipun para penemu komputer itu tidak menyadari hal ini namun mereka mendasarkan komputer itu pada huruf Ba yang adalah angka dua.
· Komputer itu hanya mengenal dua situasi, sambung atau putus, yang mewakili 1 atau 0
yang disebut sistem/format Binair.
· {Al Quran dalam Bismillah = 19 kode Binair untuk ciptaan }
· Perhatikan terdapat dua kondisi yang adalah nilai numerik Ba atau sebagaimana para ilmuwan suka menyebutnya sebagai BI (dua).
· 0 itu mewakili noktah (titik).
· Jika pemakai komputer itu mungkin memasukkan angka dengan sistem sepuluh
/desimal, komputer itu tidak dapat menggunakan (masukan) mereka itu.
· Perangkat lunak itu harus mengubah angka desimal ke dalam format binair sebelum perangkat keras itu dapat membuat perhitungan apapun. Setelah menghitung jawaban binair
{Utusan Dhzahir Allah Yang Menghubungkan Sang Pencipta dengan Ciptaan Nya, Tawassul} dari perangkat keras harus dirubah kembali ke dalam sebuah angka desimal oleh perangkat lunak itu untuk memberi makna bagi pengguna komputer itu.
Kemudian kita mencermati al Quran lagi, dan kita diberi tahu Allah:
36 Maha Suci Allah Yang menciptakan berpasangan semua yang diproduksi / dikeluarkan bumi dan juga sebagaimana di antara jenis mereka sendiri dan berbagai hal yang mereka tidak memiliki ilmu.{ 36 for Yaseen}
37 Dan sebuah tanda untuk mereka adalah Malam: Kami menariknya dari Siang dan lihatlah
mereka terbenam dalam kegelapan
[Quran: Ya Seen, Surah 36]
· Komputer itu hanya mengenal dua situasi, sambung atau putus, yang mewakili 1 atau 0
yang disebut sistem/format Binair.
· {Al Quran dalam Bismillah = 19 kode Binair untuk ciptaan }
· Perhatikan terdapat dua kondisi yang adalah nilai numerik Ba atau sebagaimana para ilmuwan suka menyebutnya sebagai BI (dua).
· 0 itu mewakili noktah (titik).
· Jika pemakai komputer itu mungkin memasukkan angka dengan sistem sepuluh
/desimal, komputer itu tidak dapat menggunakan (masukan) mereka itu.
· Perangkat lunak itu harus mengubah angka desimal ke dalam format binair sebelum perangkat keras itu dapat membuat perhitungan apapun. Setelah menghitung jawaban binair
{Utusan Dhzahir Allah Yang Menghubungkan Sang Pencipta dengan Ciptaan Nya, Tawassul} dari perangkat keras harus dirubah kembali ke dalam sebuah angka desimal oleh perangkat lunak itu untuk memberi makna bagi pengguna komputer itu.
Kemudian kita mencermati al Quran lagi, dan kita diberi tahu Allah:
36 Maha Suci Allah Yang menciptakan berpasangan semua yang diproduksi / dikeluarkan bumi dan juga sebagaimana di antara jenis mereka sendiri dan berbagai hal yang mereka tidak memiliki ilmu.{ 36 for Yaseen}
37 Dan sebuah tanda untuk mereka adalah Malam: Kami menariknya dari Siang dan lihatlah
mereka terbenam dalam kegelapan
[Quran: Ya Seen, Surah 36]
1 Demi Malam ketika dia menyembunyikan;
2 Demi Siang ketika dia muncul dalam kegemilangan;
3 Demi penciptaan lelaki dan perempuan
[Quran: Al Lail Surat 92] {92 cermin nya adalah 29 Ilmu ghaib, nama ke 9+2=11 Rasul adalah
YaSeen yaitu (ayat) 36 Rahasia Ya Seen adalah Decoder antara Ciptaan dengan Sang Pencipta }
2 Demi Siang ketika dia muncul dalam kegemilangan;
3 Demi penciptaan lelaki dan perempuan
[Quran: Al Lail Surat 92] {92 cermin nya adalah 29 Ilmu ghaib, nama ke 9+2=11 Rasul adalah
YaSeen yaitu (ayat) 36 Rahasia Ya Seen adalah Decoder antara Ciptaan dengan Sang Pencipta }
ALLAH SANG ASAL USUL (ORIGINATOR)
· Kita diberi tahu tentang dua keadaan malam dan siang, yang dapat disamakan dengan 1 dan 0 atau 0 dan 1 tergantung kepada pilihanmu.
· Kata ciptaan digunakan dalam kedua Surah 36 dan 92, untuk menekankan, 2 keadaan itu.
· Analogi lain dari dua adalah, satu keadaan adalah keadaan tak tercipta dan keadaan lainnya adalah keadaan tercipta.
· Asma Allah Sang Pencipta dalam kedua kasus adalah al Khaliq.
· Dalam keadaan tak tercipta, benda itu adalah dalam bentuk ingatan, atau visi (bayangan).
· Kemudian dalam keadaan tercipta benda itu mengambil bentuk fisik dan tampak di dalam dunia.
· Namun ciptaan sesungguhnya adalah dalam bentuk Ba. { Sebagaimana Dia memberi
Rahim Perempuan kekuatan Penciptaan Sang Raja (al Malik) harusnya mengawasi }
· Allah tidaklah menciptakan secara fisik (dengan tangan). Dia tidak memerlukan itu:
117 Badeeu (Sang Asal Usul) langit dan bumi! Apabila Dia menetapkan sebuah hal, Dia mengatakan: Jadilah! Dan jadilah itu
[Quran: Al Baqara Surat 2]
· Kita diberi tahu tentang dua keadaan malam dan siang, yang dapat disamakan dengan 1 dan 0 atau 0 dan 1 tergantung kepada pilihanmu.
· Kata ciptaan digunakan dalam kedua Surah 36 dan 92, untuk menekankan, 2 keadaan itu.
· Analogi lain dari dua adalah, satu keadaan adalah keadaan tak tercipta dan keadaan lainnya adalah keadaan tercipta.
· Asma Allah Sang Pencipta dalam kedua kasus adalah al Khaliq.
· Dalam keadaan tak tercipta, benda itu adalah dalam bentuk ingatan, atau visi (bayangan).
· Kemudian dalam keadaan tercipta benda itu mengambil bentuk fisik dan tampak di dalam dunia.
· Namun ciptaan sesungguhnya adalah dalam bentuk Ba. { Sebagaimana Dia memberi
Rahim Perempuan kekuatan Penciptaan Sang Raja (al Malik) harusnya mengawasi }
· Allah tidaklah menciptakan secara fisik (dengan tangan). Dia tidak memerlukan itu:
117 Badeeu (Sang Asal Usul) langit dan bumi! Apabila Dia menetapkan sebuah hal, Dia mengatakan: Jadilah! Dan jadilah itu
[Quran: Al Baqara Surat 2]
MENDAPATKAN BISMILLAH YANG HILANG
· Kembali kepada ayat Bismillah. Itu adalah ayat pertama dalam al Quran ketika kita membuka al Quran pada halaman pertama. Itu ditempatkan pada awal setiap Surah di dalam al Quran kecuali untuk Surat 9.
· Bismillah yang hilang itu didapatkan dalam Surah 27 yang disebut Al Naml dalam ayat
30{Lam=30 mewakili Mulk atau Kerajaan }. Bila kita mempertambahkan angka Surah itu 2+7 = 9.
· Jadi, itu disengaja dibuang dari Surat 9. Kini soalnya adalah, Mengapa ayat 30 yang dalam bentuk angka tunggal adalah 3 (=3 +0) dan bukan ayat 20 yang akan menunjuk kembali ke Ba atau 2? {30 Allah memperlihatkan Raja Ciptaan yaitu Yang dikaruniai Kekuasaan adalah Pemilik Bismillah, Nabi Sulaiman menggunakan kekuasaan / kekuatan dari Bismillah ini untuk kerajaannya }
· Jadi, Al Naml ditempatkan sebagai 9 ke tiga , (9, 18, 27) atau 9 x 3 = 27.
· Bahkan jika kita mengalikan nomer Surah dengan nomer ayat kita mendapat 27 x 30 =
810 = 8 + 1 + 0 = 9.
· Lagi lagi kita diberi tahu bahwa ini adalah tahap terakhir.
· Kamu mencari Bismillah, carilah lagi, namun ingatlah selalu nomor / angka 3.
· Kembali kepada ayat Bismillah. Itu adalah ayat pertama dalam al Quran ketika kita membuka al Quran pada halaman pertama. Itu ditempatkan pada awal setiap Surah di dalam al Quran kecuali untuk Surat 9.
· Bismillah yang hilang itu didapatkan dalam Surah 27 yang disebut Al Naml dalam ayat
30{Lam=30 mewakili Mulk atau Kerajaan }. Bila kita mempertambahkan angka Surah itu 2+7 = 9.
· Jadi, itu disengaja dibuang dari Surat 9. Kini soalnya adalah, Mengapa ayat 30 yang dalam bentuk angka tunggal adalah 3 (=3 +0) dan bukan ayat 20 yang akan menunjuk kembali ke Ba atau 2? {30 Allah memperlihatkan Raja Ciptaan yaitu Yang dikaruniai Kekuasaan adalah Pemilik Bismillah, Nabi Sulaiman menggunakan kekuasaan / kekuatan dari Bismillah ini untuk kerajaannya }
· Jadi, Al Naml ditempatkan sebagai 9 ke tiga , (9, 18, 27) atau 9 x 3 = 27.
· Bahkan jika kita mengalikan nomer Surah dengan nomer ayat kita mendapat 27 x 30 =
810 = 8 + 1 + 0 = 9.
· Lagi lagi kita diberi tahu bahwa ini adalah tahap terakhir.
· Kamu mencari Bismillah, carilah lagi, namun ingatlah selalu nomor / angka 3.
Tiga adalah angka nilai huruf Arabic Jeem ( ). Jeem tidak terdapat dalam ayat ini. Jadi menunjuk kepada apakah angka 3 ini?
· Terdapat hanya dua huruf yang terjadi 3 kali dalam Bismillah.
· Terdapat hanya dua huruf yang terjadi 3 kali dalam Bismillah.
· Mereka itu adalah Alif ( ) dan Meem ( ).
· Huruf pertama dalam Nama Allah adalah Alif ( ).
· Huruf pertama dalam nama Muhammad adalah Meem ( ).
· Huruf pertama dalam nama Muhammad adalah Meem ( ).
· Nilai angka Alif ( ) adalah 1 dan nilai angka Meem ( ) adalah 40.
Jika kita mengalikan nilai angka Alif dan Meem dengan angka dari kejadian (munculnya) mereka berturut dalam ayat Bismillah kita mendapatkan berikut ini:
Untuk Alif 1 x 3 = 3
Untuk Meem 40 x 3 = 120 = (1 + 2 + 0) = 3
Jika kita mengalikan nilai angka Alif dan Meem dengan angka dari kejadian (munculnya) mereka berturut dalam ayat Bismillah kita mendapatkan berikut ini:
Untuk Alif 1 x 3 = 3
Untuk Meem 40 x 3 = 120 = (1 + 2 + 0) = 3
RAHASIA PERTAMA BISMILLAH
· Maka perkiraan pertama untuk mencari 3 kejadian/kemunculan adalah benar.
Perhitungan di atas membenarkan hal itu.
· Itu tidaklah cukup bagi Allah untuk memberi kita Kalimat Pertama La ilaha ill Allah
Muhammadur Rasul Allah.
· Dia memberi isyarat lagi disini, itu adalah ketika seseorang membaca ayat Bismillah, La ilaha ill Allah Muhammadur Rasul Allah secara otomatis disebutkan oleh yang membacanya tanpa diketahui olehnya.
· Kalimat pertama ini juga dikenal sebagai Kalima Tayyab (Kesucian).
· Adalah pembacaan Kalima Tayyab inilah yang mensucikan spiritualitas sang Muslim.
· Maka perkiraan pertama untuk mencari 3 kejadian/kemunculan adalah benar.
Perhitungan di atas membenarkan hal itu.
· Itu tidaklah cukup bagi Allah untuk memberi kita Kalimat Pertama La ilaha ill Allah
Muhammadur Rasul Allah.
· Dia memberi isyarat lagi disini, itu adalah ketika seseorang membaca ayat Bismillah, La ilaha ill Allah Muhammadur Rasul Allah secara otomatis disebutkan oleh yang membacanya tanpa diketahui olehnya.
· Kalimat pertama ini juga dikenal sebagai Kalima Tayyab (Kesucian).
· Adalah pembacaan Kalima Tayyab inilah yang mensucikan spiritualitas sang Muslim.
· Semua Utusan ( )Allah tahu bahwa Muhammad akan dikirim oleh Allah sebagai
Penutup semua Rasul ( ).
· Ini adalah alasan lainnya mengapa ayat Bismillah diberikan kepada semua Rasul Allah dan ummatnya sejak Adam ( ) sampai Isa ( ).
· Para Rasul Allah mengetahui rahasia tersembunyi dalam Bismillah.
· Ketika para Utusan ummat terdahulu meninggalkan mereka, Bismillah diambil kembali dari mereka.
· Ummat Muslim masih mempertahankan ayat ini karena mereka telah menerima bentuk
dzahir (nampak) dari Kalimat pertama .
· Para Ummat lainnya itu tidak menerima Kalimat pertama dalam bentuk nampak/
dzahirnya.
· Di dalam Kalimat, kata kata adalah terungkap, sangat jelas, tak pelak lagi.
· Disini kata kata itu tersembunyi atau Batin.
· Ketika kita membaca Bismillah dengan keimanan penuh, Allah memberi kita karunia pertama karena telah membaca Bismillah, plus hadiah karena mengatakan Kalimat (Sahadat) Pertama tiga kali ditambahkan kepada karunia tadi. Allah sangat murah hati kepada ciptaan Nya.
Penutup semua Rasul ( ).
· Ini adalah alasan lainnya mengapa ayat Bismillah diberikan kepada semua Rasul Allah dan ummatnya sejak Adam ( ) sampai Isa ( ).
· Para Rasul Allah mengetahui rahasia tersembunyi dalam Bismillah.
· Ketika para Utusan ummat terdahulu meninggalkan mereka, Bismillah diambil kembali dari mereka.
· Ummat Muslim masih mempertahankan ayat ini karena mereka telah menerima bentuk
dzahir (nampak) dari Kalimat pertama .
· Para Ummat lainnya itu tidak menerima Kalimat pertama dalam bentuk nampak/
dzahirnya.
· Di dalam Kalimat, kata kata adalah terungkap, sangat jelas, tak pelak lagi.
· Disini kata kata itu tersembunyi atau Batin.
· Ketika kita membaca Bismillah dengan keimanan penuh, Allah memberi kita karunia pertama karena telah membaca Bismillah, plus hadiah karena mengatakan Kalimat (Sahadat) Pertama tiga kali ditambahkan kepada karunia tadi. Allah sangat murah hati kepada ciptaan Nya.
Muhammad meninggalkan kepada kita sebuah kunci.
· Jika kita memperhatikan huruf yang membentuk tulisan Rasul Allah kepada kepala negara di sekitarnya agar mereka memeluk Islam, tulisan itu dimulai dengan Bismillah Hir Rahman Nir Raheem Muhammadur Rasool Allah.
· Itu adalah kunci bahwa Kalimat (shahadat) pertama tersembunyi di dalam ayat Bismillah.
Bagian pertama dari Kalimat adalah tersembunyi,
· Karena Allah tidak dapat terlihat di dunia ini.
· Bagian kedua nampak karena itu adalah fakta sejarah bahwa Muhammad Utusan Allah
· Itu adalah kunci bahwa Kalimat (shahadat) pertama tersembunyi di dalam ayat Bismillah.
Bagian pertama dari Kalimat adalah tersembunyi,
· Karena Allah tidak dapat terlihat di dunia ini.
· Bagian kedua nampak karena itu adalah fakta sejarah bahwa Muhammad Utusan Allah
datang ke dunia ini dan meninggalkan bagi kita Muslims Keajaiban al Quran.
· Hadits berikut ini juga menegaskan bahwa Muslims dianugerahi lebih dari sekali meskipun kebanyakan dari kita tidak mengetahui mengapa.
Utusan Allah mengatakan,
· “Umurmu (keberadaanmu) dibanding dengan ummat sebelumnya, adalah seperti jangka waktu antara shalat Asr dan Maghrib.
· Ummat (kitab) Taurat dikaruniai Taurat dan mereka melaksanakan (isi) kitab itu sampai
tengah hari dan mereka tidak dapat melanjutkannya. Dan mereka dikaruniai (hadiah sama dengan) satu Qirat masing masing.
· Kemudian ummat Injil dikaruniai Injil dan mereka melaksanakannya sampai shalat Asr
dan mereka tidak dapat melanjutkannya, maka mereka dianugerahi (hadiah sama dengan ) satu
Qirat masing masing.
· Kemudian kalian dikaruniai al Quran dan kamu melaksanakannya sampai maghrib (matahari terbenam), maka kamu masing masing mendapatkan (sebuah hadiah) yang sama dengan dua Qirat.
· Atas hal itu, para ahli Kitab mengatakan, ‘Para Muslim ini melakukan kerja lebih sedikit
dibanding kami, tapi mereka mendapat hadiah lebih besar.’ Allah berkata (kepada mereka) :
‘Apakah Aku menganiaya kalian dalam hal hak hak kalian?’ Mereka menjawab, “Tidak.”
Kemudian Allah berkata, “Itu adalah barakah Ku yang Aku karuniakan kepada siapapun yang
Aku kehendaki. ” [Sahih Bukhari]
Tak seorangpun memandang kepada hal yang jelas, bila mencari kunci (atas sebuah rahasia).
Kebanyakan jawaban memelototi wajah kita. Semoga Allah membimbing kita.
· Hadits berikut ini juga menegaskan bahwa Muslims dianugerahi lebih dari sekali meskipun kebanyakan dari kita tidak mengetahui mengapa.
Utusan Allah mengatakan,
· “Umurmu (keberadaanmu) dibanding dengan ummat sebelumnya, adalah seperti jangka waktu antara shalat Asr dan Maghrib.
· Ummat (kitab) Taurat dikaruniai Taurat dan mereka melaksanakan (isi) kitab itu sampai
tengah hari dan mereka tidak dapat melanjutkannya. Dan mereka dikaruniai (hadiah sama dengan) satu Qirat masing masing.
· Kemudian ummat Injil dikaruniai Injil dan mereka melaksanakannya sampai shalat Asr
dan mereka tidak dapat melanjutkannya, maka mereka dianugerahi (hadiah sama dengan ) satu
Qirat masing masing.
· Kemudian kalian dikaruniai al Quran dan kamu melaksanakannya sampai maghrib (matahari terbenam), maka kamu masing masing mendapatkan (sebuah hadiah) yang sama dengan dua Qirat.
· Atas hal itu, para ahli Kitab mengatakan, ‘Para Muslim ini melakukan kerja lebih sedikit
dibanding kami, tapi mereka mendapat hadiah lebih besar.’ Allah berkata (kepada mereka) :
‘Apakah Aku menganiaya kalian dalam hal hak hak kalian?’ Mereka menjawab, “Tidak.”
Kemudian Allah berkata, “Itu adalah barakah Ku yang Aku karuniakan kepada siapapun yang
Aku kehendaki. ” [Sahih Bukhari]
Tak seorangpun memandang kepada hal yang jelas, bila mencari kunci (atas sebuah rahasia).
Kebanyakan jawaban memelototi wajah kita. Semoga Allah membimbing kita.
RAHASIA KEDUA BISMILLAH
Dengan berakhirnya dan selesainya pengiriman para Utusan, Muhammad dan ummatnya telah dianugerahi dengan (boleh) menyimpan ayat ini sampai dengan Hari Akhir.
Mengapa?
· Bismillah adalah Kunci Ke Surga.
Mengapa?
· Bismillah adalah Kunci Ke Surga.
· Apakah Muhammad telah menemui semua Utusan ( )Allah terdahulu di Langit ketika Malam Miraaj (Naik Ke Langit)? Dia melakukan itu.
· Mereka semua memiliki Kunci ke Surga. Mereka semua memiliki ayat Bismillah.
· Mereka semua memiliki Kunci ke Surga. Mereka semua memiliki ayat Bismillah.
· Disebutkan dalam sebuah Hadits Utusan Allah mengatakan dia telah melihat empat sungai di surga dan sumber dari tiga sungai adalah tiga Meems ( ) dalam Bismillah, dan
sumber satu sungai (lainnya) adalah huruf Ha ( ) dalam nama AllaH .
· Nama Muhammad memiliki dua Meems yang nampak.
· Meem pertama adalah tunggal.
· Meem kedua disebutkan dua kali, pertama sebagai huruf tanpa huruf hidup (vowel atau aksen) dan kemudian dengan huruf hidup yang dikaitkan dengan huruf itu.
· Ini diisyaratkan oleh Shaddah (w) di atas Meem kedua dalam nama Muhammad .
· Dalam penulisan dan penghitungan hanya dua Meems yang nampak atau dihitung.
· Meem ketiga atau yang tersembunyi hanya terasa dalam pengucapan. Dari sini lah penekanan pada Zikr (atau penyebutan Nama Allah atau mengirimkan shalawat bagi Muhammad
· Meem pertama adalah tunggal.
· Meem kedua disebutkan dua kali, pertama sebagai huruf tanpa huruf hidup (vowel atau aksen) dan kemudian dengan huruf hidup yang dikaitkan dengan huruf itu.
· Ini diisyaratkan oleh Shaddah (w) di atas Meem kedua dalam nama Muhammad .
· Dalam penulisan dan penghitungan hanya dua Meems yang nampak atau dihitung.
· Meem ketiga atau yang tersembunyi hanya terasa dalam pengucapan. Dari sini lah penekanan pada Zikr (atau penyebutan Nama Allah atau mengirimkan shalawat bagi Muhammad
lagi dan sekali lagi) di dalam al Quran.
· Dengan Zikr, Allah membangunkan potensi tersembunyi dari abdi Nya itu.
· Dengan Zikr, Allah membangunkan potensi tersembunyi dari abdi Nya itu.
· Tiga Meems ini dalam nama Muhammad , darinya dua nampak dan ketiga tersembunyi, adalah cermin dari tiga Meems dalam Bismillah.
· Allah menyuruh kita dalam al Quran untuk mencari tanda tanda.
HIKMAH AL QURAN
2 Kami menurunkan itu sebagai al Quran berbahasa Arab agar supaya kamu dapat mempelajari hikmah.
[al Quran: Yusuf Surat 12]
Perhatikan ayat di atas tadi al Quran Arab agar supaya kamu belajar hikmah.
7 Sesungguhnya di dalam Yusuf dan saudara saudaranya terdapat tanda tanda bagi para Pencari
(Kebenaran)
[Quran: Yusuf Surat 12]
Perhatikan nama Surat, Yusuf ( ).
· Apa yang pertama muncul dalam pikiran ketika nama Yusuf ( )Rasul Allah disebutkan.
· Wajahnya yang tampan yang Allah karuniakan kepadanya.
· Kemejanya yang warna warni.
· Dilemparkan ke dasar sumur dan dijual sebagai budak.
· Menjaga dirinya tetap suci dari rayuan.
· Terpenjara untuk waktu tertentu.
· Dibebaskan (dari penjara) dan dikukuhkan (diangkat) sebagai pejabat dihadapan penguasa.
· Bakatnya untuk mentamsilkan arti mimpi.
Apakah hikmah yang disebutkan dalam ayat 2, dan bagaimana kita menghubungkannya dengan tanda tanda yang disebutkan dalam ayat 7? Yusuf ( ) tampan untuk dipandang.
· Begitu juga al Qurani bahasa Arab adalah sebuah Pesan yang nampak (visual) jika kita
siap untuk mencari Pesan Pesan. Kemejanya berwarna warni, dan itu digunakan untuk menyembuhkan kebutaan ayahnya (Yaqub ( )).
· Kita orang Muslims memandang dengan mata buta kepada Pesan nampak (visual) dan
spiritual al Quran dan hanya mengambil Pesan tersurat saja.
· Namun al Quran adalah sebuah Penyembuh dan Rahmat untuk mereka yang beriman.
· Yusuf ( ) dilemparkan ke dalam dasar sumur dan dijual sebagai budak belian. Kita terkubur di dalam raga kita dan kita menjadi budak dari ide kita yang kaku (yang kita definisikan sendiri).
· Kita tidak memandang al Quran dengan pikiran terbuka.
· Yusuf ( ) menjaga dirinya tetap murni dari bujukan/rayuan, kita kalah oleh rayuan dan bujukan, baik secara fisik atau spiritual dan menjadi tidak lagi suci. Kita tidak dapat menjaga jantung (kalbu) kita tetap bersih.
· Yusuf ( ) terpenjara untuk waktu tertentu dan kemudian dibebaskan dan ditetapkan /
diangkat sebagai pejabat mulia dihadapan penguasa.
· Kita menjadi tawanan diri kasar (Nafs) kita dan shaytan, yang darinya kita harus membebaskan diri kita sendiri, (agar) dan mendapatkan tempat terhormat yang menjadi hak kita di hadapan / hadhirat Allah.
· Allah sangat pengampun. Yusuf ( ) memiliki anugerah dari Allah mentafsir mimpi.
· Kita semua memiliki sebuah kualitas khusus yang dianugerahkan Allah bagi kita. Kita harus mencari tahu apa bakat kita yang tertinggi potensinya dan menggunakan itu untuk kebaikan sesama makluq.
BISMILLAH KUNCI KE SURGA
Kunci ke surga ditempatkan di ayat pertama sekali dalam al Quran dan kita tetap saja luput perhatian terhadapnya dari waktu ke waktu.
Beberapa pembaca akan mengatakan bahwa noktah dan aksen bukanlah bagian dari bahasa
Arab (al Qur’an) aslinya. Itu memang benar.
· Noktah dan aksen (dialek) diperkenalkan oleh Khalifah Usman Ghani (ra). Dia adalah
· Allah menyuruh kita dalam al Quran untuk mencari tanda tanda.
HIKMAH AL QURAN
2 Kami menurunkan itu sebagai al Quran berbahasa Arab agar supaya kamu dapat mempelajari hikmah.
[al Quran: Yusuf Surat 12]
Perhatikan ayat di atas tadi al Quran Arab agar supaya kamu belajar hikmah.
7 Sesungguhnya di dalam Yusuf dan saudara saudaranya terdapat tanda tanda bagi para Pencari
(Kebenaran)
[Quran: Yusuf Surat 12]
Perhatikan nama Surat, Yusuf ( ).
· Apa yang pertama muncul dalam pikiran ketika nama Yusuf ( )Rasul Allah disebutkan.
· Wajahnya yang tampan yang Allah karuniakan kepadanya.
· Kemejanya yang warna warni.
· Dilemparkan ke dasar sumur dan dijual sebagai budak.
· Menjaga dirinya tetap suci dari rayuan.
· Terpenjara untuk waktu tertentu.
· Dibebaskan (dari penjara) dan dikukuhkan (diangkat) sebagai pejabat dihadapan penguasa.
· Bakatnya untuk mentamsilkan arti mimpi.
Apakah hikmah yang disebutkan dalam ayat 2, dan bagaimana kita menghubungkannya dengan tanda tanda yang disebutkan dalam ayat 7? Yusuf ( ) tampan untuk dipandang.
· Begitu juga al Qurani bahasa Arab adalah sebuah Pesan yang nampak (visual) jika kita
siap untuk mencari Pesan Pesan. Kemejanya berwarna warni, dan itu digunakan untuk menyembuhkan kebutaan ayahnya (Yaqub ( )).
· Kita orang Muslims memandang dengan mata buta kepada Pesan nampak (visual) dan
spiritual al Quran dan hanya mengambil Pesan tersurat saja.
· Namun al Quran adalah sebuah Penyembuh dan Rahmat untuk mereka yang beriman.
· Yusuf ( ) dilemparkan ke dalam dasar sumur dan dijual sebagai budak belian. Kita terkubur di dalam raga kita dan kita menjadi budak dari ide kita yang kaku (yang kita definisikan sendiri).
· Kita tidak memandang al Quran dengan pikiran terbuka.
· Yusuf ( ) menjaga dirinya tetap murni dari bujukan/rayuan, kita kalah oleh rayuan dan bujukan, baik secara fisik atau spiritual dan menjadi tidak lagi suci. Kita tidak dapat menjaga jantung (kalbu) kita tetap bersih.
· Yusuf ( ) terpenjara untuk waktu tertentu dan kemudian dibebaskan dan ditetapkan /
diangkat sebagai pejabat mulia dihadapan penguasa.
· Kita menjadi tawanan diri kasar (Nafs) kita dan shaytan, yang darinya kita harus membebaskan diri kita sendiri, (agar) dan mendapatkan tempat terhormat yang menjadi hak kita di hadapan / hadhirat Allah.
· Allah sangat pengampun. Yusuf ( ) memiliki anugerah dari Allah mentafsir mimpi.
· Kita semua memiliki sebuah kualitas khusus yang dianugerahkan Allah bagi kita. Kita harus mencari tahu apa bakat kita yang tertinggi potensinya dan menggunakan itu untuk kebaikan sesama makluq.
BISMILLAH KUNCI KE SURGA
Kunci ke surga ditempatkan di ayat pertama sekali dalam al Quran dan kita tetap saja luput perhatian terhadapnya dari waktu ke waktu.
Beberapa pembaca akan mengatakan bahwa noktah dan aksen bukanlah bagian dari bahasa
Arab (al Qur’an) aslinya. Itu memang benar.
· Noktah dan aksen (dialek) diperkenalkan oleh Khalifah Usman Ghani (ra). Dia adalah
salah satu shahabat Muhammad . Para Shahabat Allah secara spiritual tercerahkan oleh kedekatan mereka kepada Nabi s.a.w..
· Usman Ghani (ra) tahu betul apa yang dia kerjakan.
· Dengan menambahkan noktah dan aksen, dia memperlihatkan beberapa rahasia bagi mereka yang memiliki pandangan (mata).
· Hanya mereka itulah yang akan melihat Pesan tersembunyi yang dibimbing Allah.
· Alasan jelas untuk menambahkan aksen dan noktah adalah sedemikian hingga setiap orang, di manapun berada di dunia ini dapat mengenali huruf dan membaca al Quran sebagaimana dia harusnya dibaca dengan ucapan yang benar.
· Ini adalah tekanan utama dalam masa kini.
· Bagaimana menyebutkan kata Arab secara benar, belum lagi tentang pemahaman tentang makna spiritual dari apa yang kita baca.
· Huruf yang membentuk kata kata adalah indikasi yang nampak dari sebuah pesan.
· Akhirnya ketika membaca al Quran, huruf yang tersembunyi akan menjadi muncul.
Setelah mengenali Alif – Allah adalah Sang Pencipta kita melalui tanda tanda dari makhluq Nya. Kemudian mengenali Meem – Muhammad adalah Rasul Allah .
Tahap terakhir adalah untuk mengenali Ba yang adalah diri kita sendiri.
Semua ini hadir di dalam ayat Bismillah. Kita perlu mengenali diri kita sendiri. Itu bukan karena
Allah memerlukan shalat kita. Itu bukan karena Muhammad akan mendapatkan keuntungan dari doa (shalawat) kita . Bahkan sebaliknya, kita memerlukan shafa’at Nabi Muhammad pada
Hari Pengadilan. Kita harus mengenali diri kita sendiri karena kita berhutang itu kepada diri kita sendiri dan bukan untuk siapapun lainnya. Kita telah dikirim oleh Allah sebagai Khalifah (wakil) Nya. Kita harus mencoba keras untuk mendapatkan posisi itu dihadapan Sang Maha Pengatur (Rabb) kita. Hanya Allah Maha Tahu yang terbaik.
Darood (Bderakah) dan Salaam (Damai) bagi Muhammad, Kaum Kerabat nya, dan Shahabat nya
Khalid M. Malik
· Usman Ghani (ra) tahu betul apa yang dia kerjakan.
· Dengan menambahkan noktah dan aksen, dia memperlihatkan beberapa rahasia bagi mereka yang memiliki pandangan (mata).
· Hanya mereka itulah yang akan melihat Pesan tersembunyi yang dibimbing Allah.
· Alasan jelas untuk menambahkan aksen dan noktah adalah sedemikian hingga setiap orang, di manapun berada di dunia ini dapat mengenali huruf dan membaca al Quran sebagaimana dia harusnya dibaca dengan ucapan yang benar.
· Ini adalah tekanan utama dalam masa kini.
· Bagaimana menyebutkan kata Arab secara benar, belum lagi tentang pemahaman tentang makna spiritual dari apa yang kita baca.
· Huruf yang membentuk kata kata adalah indikasi yang nampak dari sebuah pesan.
· Akhirnya ketika membaca al Quran, huruf yang tersembunyi akan menjadi muncul.
Setelah mengenali Alif – Allah adalah Sang Pencipta kita melalui tanda tanda dari makhluq Nya. Kemudian mengenali Meem – Muhammad adalah Rasul Allah .
Tahap terakhir adalah untuk mengenali Ba yang adalah diri kita sendiri.
Semua ini hadir di dalam ayat Bismillah. Kita perlu mengenali diri kita sendiri. Itu bukan karena
Allah memerlukan shalat kita. Itu bukan karena Muhammad akan mendapatkan keuntungan dari doa (shalawat) kita . Bahkan sebaliknya, kita memerlukan shafa’at Nabi Muhammad pada
Hari Pengadilan. Kita harus mengenali diri kita sendiri karena kita berhutang itu kepada diri kita sendiri dan bukan untuk siapapun lainnya. Kita telah dikirim oleh Allah sebagai Khalifah (wakil) Nya. Kita harus mencoba keras untuk mendapatkan posisi itu dihadapan Sang Maha Pengatur (Rabb) kita. Hanya Allah Maha Tahu yang terbaik.
Darood (Bderakah) dan Salaam (Damai) bagi Muhammad, Kaum Kerabat nya, dan Shahabat nya
Khalid M. Malik
NAMA ALLAH
YANG DIAWALI DENGAN HURUF BA BISMILLAH HIR RAHMAN NIR RAHEEM
Al Baais – Maha Menghidupkan Kembali (The Resurrector)
Al Baaqee – Maha Lestari (The Everlasting) Al Barree – Maha Perubah (The Evolver)
Al Baasit – Maha Pengembang (The Expander) Al Baatin – Maha Tersembunyi (The Hidden)
Al Badee – Maha Penemu (The Originator)
Al Barr – Maha Sumber Kebaikan (The Source of Goodness) Al Baseer – Maha Melihat (The Seeing)
Al Burhaan – Maha Bukti (The Evident)
Darood (Barfokah) dan Salaam (Damai) bagi Muhammad, kaum Kerabat nya, dan Shahabat nya.
YANG DIAWALI DENGAN HURUF BA BISMILLAH HIR RAHMAN NIR RAHEEM
Al Baais – Maha Menghidupkan Kembali (The Resurrector)
Al Baaqee – Maha Lestari (The Everlasting) Al Barree – Maha Perubah (The Evolver)
Al Baasit – Maha Pengembang (The Expander) Al Baatin – Maha Tersembunyi (The Hidden)
Al Badee – Maha Penemu (The Originator)
Al Barr – Maha Sumber Kebaikan (The Source of Goodness) Al Baseer – Maha Melihat (The Seeing)
Al Burhaan – Maha Bukti (The Evident)
Darood (Barfokah) dan Salaam (Damai) bagi Muhammad, kaum Kerabat nya, dan Shahabat nya.
by; tarekat naqsyabandiyyah
Langganan:
Postingan (Atom)