Asysyam

“Sesungguhnya berbahagialah orang yang mensuciikan jiwanya, dan sungguh merugilah orang yang mengotori jiwanya”

Rabu, 02 Februari 2011

Seperti Bayi

Dua orang kakek2 yang sudah pensiun, sedang duduk2 di bawah pohon sambil ngobrol.


Salah seorang kakek berkata kepda kakek satunya, "Bejo, skrng aku berusia 73 thn dan skrng aku sering sakit2 an. Umurmu juga sama dgn ku, apakah kamu mengalami spt yg aku rasakan? "

"Wahhhh... Kalau aku malah merasa spt bayi yg baru lahir," jawab kakek bejo.

"Benarkah ? Spt bayi yg baru lahir," tanya kakek satunya tdk percaya.

"Iya..... Botak, ompong..., bahkan saat ini aku sedang ngompol ! ".

********

Bayi itu jujur, polos, dan apa adanya.

Tidak ada sikap yang pura-pura, tidak ada keinginan untuk meminta perhatian orang lain dan satu hal yang terpenting, semua bayi itu suci. Ya, suci. Suci dari dosa perbuatan, suci dari dosa perkataan.

Alangkah bahagianya bila kita seperti bayi yang selalu membuat orang lain tersenyum tanpa kita minta, yang selalu membahagiakan orang lain tanpa kita skenario, yang selalu menarik perhatian orang lain tanpa kita paksa.

Bukankah hakikat kita sebagai manusia diciptakan ke dunia ini hanyalah tuk beribadah? Kita juga terlahir dengan kesucian. Kemudian terkotori oleh perbuatan dosa kita hingga dewasa ini. Sehingga lupa dengan hakikat diri. Lupa dengan sekitar yang harus kita kasihi. Lupa dengan keadaan yang harus kita perbaiki. Lupa dengan kewajiban yang telah melekat dari masa perjanjian dalam rahim hingga akhir nanti.

Jika waktu masih panjang, jangan biarkan ia kosong dengan hampa.

Jika jenak tinggal beberapa saat, jangan biarkan ia tak terguna.

Jika nafas masih terhembus, jangan biarkan ia terhela tanpa catatan

Jika tubuh masih tegak, jangan sampai ia tak bernilai

Jika jantung masih berdetak, jangan tunggu ia berhenti lalu sesal di akhir kali...

SEMOGA KITA TERMASUK HAMBA-NYA YANG SELALU BERSYUKUR DAN INGAT DIRI...

Tidak ada komentar:

Cari Blog Ini