Asysyam

“Sesungguhnya berbahagialah orang yang mensuciikan jiwanya, dan sungguh merugilah orang yang mengotori jiwanya”

Senin, 13 Mei 2013

SENANG HATI-TULUS-IKHLAS-BAHAGIA



" Orang-orang Arab Badui itu berkata: "Kami telah beriman". Katakanlah (kepada mereka): "Kamu belum beriman, tetapi katakanlah 'kami telah tunduk', karena iman itu belum masuk (dengan sepenuh Cinta/Tulus Ikhlas) ke dalam hatimu, dan jika kamu ta'at kepada Allah dan Rasul-Nya, Dia tiada akan mengurangi sedikitpun (pahala) amalanmu; sesungguhnya Allah Paling Maha Pengampun lagi Paling Maha Penyayang".
( QS. Al-Hujuraat, ayat ke-14 )

" Dia mengetahui (pandangan) mata yang khianat dan apa (Ketulusan CINTA dalam beramal atau tidak) yang disembunyikan oleh hati."
( QS. Al-Mu'miin, ayat ke-19 )

" Dialah Yang hidup kekal, tiada Tuhan (yang Hakiki/Sejati, lainnya tuhan-tuhan palsu) selain Dia; maka sembahlah Dia dengan (Sepenuh Cinta/SENANG-SETULUS HATI-IKHLAS-BAHAGIA) memurnikan ibadat kepada-Nya. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam."
( QS. Al-Mu'miin, ayat ke-65 )


Atau kalau boleh sedikit dipuisikan (he2) :

Tiada Haqiqat bila beramal tanpa Cinta
Dan tiada (bukti) Cinta bila beramal tanpa syari'at (mengabaikan syari'at)

Cinta bukan sebatas memberi menerima
Tapi apakah memberi menerima dengan SENANG HATI-TULUS-IKHLAS-BAHAGIA atau tidak

Bani Isra'il di zaman Musa "memberi" (membantu Musa) dengan pamrih,
Dan "menerima" syari'at Tuhan dengan terpaksa, itu BUKAN Cinta!

Musa memberi (mengorbankan) waktu, jiwa-raganya dengan " ikhlas" untuk Isra'il
Dan menerima (mengamalkan) syari'at Tuhan "tanpa terpaksa", itulah Cinta!

Bersyari'at tanpa Cinta takkan terima Kunci Hakikat;
Musa tanpa Cinta takkan bertemu dan diterima al-Khidhr

Musa syari'at, kunci hakikat al-Khidhr
Musa "tak memberi" apa-apa, al-Khidhr "tak menerima" apa-apa
Namun tetap ada CINTA pada keduanya

Musa menerima ilmu dari Khidhr "tanpa memberi" apa-apa kepada Khidhr
Khidhr memberi ilmu kepada Musa "tanpa menerima" apa-apa dari Musa
Tapi tetap ada CINTA antara keduanya

(karena) Cinta bukan sebatas memberi menerima
Tapi apakah mencintai dengan SENANG HATI-TULUS-IKHLAS-BAHAGIA atau tidak

Dalam hal Musa dan al-Khidhr, keduanya dengan cara masing-masing
mencintai Sang Esa dengan SENANG-SETULUS HATI-IKHLAS-BAHAGIA
Itulah: CINTA!

Tapi kuhargai pandangan berbeda dari Sdrku Iman Prasojo
Karena itu pun (menghargai perbedaan dengan SENANG-TULUS HATI-IKHLAS-BAHAGIA)
Tak memaksa, tak harap apa-apa, memberi "tanpa mesti menerima"
Adalah juga: CINTA!

Wallahu a'lam

" Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan (dengan SENANG HATI-TULUS-IKHLAS-BAHAGIA) sebahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya."
( QS. Ali-'Imraan, ayat ke-92 )

" Dan siapakah yang lebih baik agamanya dari pada orang yang ikhlas (setulusnya CINTA) menyerahkan dirinya kepada Allah (memberi tanpa harap menerima apa-apa), sedang diapun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus Dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayanganNya."
( QS. An-Nisaa' ayat ke-125 )

amiin

Tidak ada komentar:

Cari Blog Ini