Asysyam

“Sesungguhnya berbahagialah orang yang mensuciikan jiwanya, dan sungguh merugilah orang yang mengotori jiwanya”

Senin, 13 Mei 2013

Tanda Jiwa Tercerahkan


Mereka yang belum mendapat Pencerahan suka berdebat;
Dan mereka yang telah mendapat Pencerahan diam tersenyum mendamaikan.

Orang yang cerdas meski diam tetap nampak kecerdasannya;
Orang yang bodoh meski menonjolkan ilmunya semakin nampak kebodohannya. 

Orang yang diperbudak ego, suka mengklaim hanya pendapatnya paling tepat;
Orang yang tidak diperbudak oleh ego/nafsu, sikapnya merendah dan mendamaikan.
~ Hikmah kaum Waliyullah

Atau dalam bahasa Catatan Harian Membuka Hati :

Bentuk, wujud, struktur, warna luar lampion beda-beda
namun Sumber Cahaya yang menerangi dari dalam setiap lampion adalah sama
Sayang, belum semua dapat me-"lihat" dan merasakan nikmat Cahaya itu

Dan andai "melihat" yang di-"lihat" bukan warna benderang Cahaya yang sama
Dan andai merasakan yang dirasakan bukan kesejukan, kelembutan, kehangatan yang sama

Tiada keseragaman dalam pengalaman dan pemahaman
karena kapasitas HATI-Jiwa-Batin untuk menerima dan menyerap beda-beda
meski Cahaya yang di-"lihat" dan yang dinikmati masing-masing adalah Cahaya yang sama

Cahaya Suci Keabadian! Memberangus segala ke-"aku"-an, kemelekatan
Yang tersisa hanya: kesejukan, kedamaian, kehangatan, pencerahan, KEBAHAGIAAN!
dalam relung diri paling dalam dan untuk semua.

Bagi yang belum menemukan akan memperdebatkan,
bagi yang sudah menemukan tiada lagi Perdebatan.

Kebenaran Tertinggi tak terucapkan tapi terasakan
Tersalurkan dalam Perbuatan Kasih Suci yang Mulia
kepada semua makhluk-Nya tanpa membedakan,
tanpa menuntut balasan, tanpa menuntut perubahan karena
siapa yang telah tersentuh oleh perbuatan kasih suci-nya
akan berubah dengan sendirinya tanpa diminta,
dari batu tiada harga menjadi permata tiada ternilai

Tak perlu mengungkapkan telah me-"lihat", menemukan, merasakan "Cahaya" itu,
kan terungkapkan sendiri dalam kata-kata, karya-karya dan amal perbuatan sehari-hari
yang terus diliputi oleh Kasih Agung Paling Indah Paling Menawan hati yang Suci.
~ Yos Wiyoso Hadi, Catatan Harian Membuka Hati  


" Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (akhiri perselisihan fisik ataupun debat kusir) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat."
( QS. Al-Hujuraat, ayat ke-10 )  

" Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku: "Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar dan menentramkan jiwa bagi yang menyimaknya). Sesungguhnya syaitan itu menimbulkan perselisihan (mengadu domba ego untuk saling debat kusir) di antara mereka. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia."
( QS. Al-'Israa, ayat ke-53 )

" Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Qur'an untuk pelajaran (sesuai tingkat pemahaman/persepsi konteks/sudut pandang/pendidikan/wawasan/intelektualitas masing-masing pembacanya), maka adakah orang yang mengambil pelajaran?"
( QS. Al-Qomar, ayat ke-17, ayat ke-22, ayat ke-32 dan ayat ke-40 )
" Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan berserah diri yang sempurna."
( QS. Ali-'Imraan, ayat ke-102 )

" Dan tidak ada pertanggungjawaban sedikitpun atas orang-orang yang bertakwa terhadap dosa mereka; akan tetapi (kewajiban mereka ialah) mengingatkan (BUKAN MEMAKSAKAN) agar mereka bertakwa."
( QS. Al-An'aam, ayat ke-69 )

" Hai anak-anak Adam, jika datang kepadamu utusan-utusan dari kalangan kamu (manusia) yang menceritakan kepadamu tanda-tanda petunjuk-Ku, maka barangsiapa yang bertakwa dan mengadakan perbaikan, maka tidak ada lagi kekhawatiran/kegelisahan dalam diri mereka dan tiada ( lagi) mereka berduka/bersedih hati."
( QS. Ar-A'raaf, ayat ke-35 )


Tidak ada komentar:

Cari Blog Ini