Asysyam

“Sesungguhnya berbahagialah orang yang mensuciikan jiwanya, dan sungguh merugilah orang yang mengotori jiwanya”

Senin, 06 Juni 2011

Bersama Sang Kekasih


Syeikh Ahmad ar-Rifa'y
Rasulullah Saw, bersabda: "Seseorang bersama orang yang dicintai." (Hr. Bukhari dan Muslim) Dalam hadits mulia ini ada disiplin cinta dari para pecinta Allah swt, dan pecinta Rasulullah saw, yang didalamnya tersembunyi missi bagi kaum yang yaqin kepada Allah swt, dan petunjuk bagi orang yang taqwa, serta cahaya bagi orang-orang ma’rifat.

Siapa yang merenungkan rahasia “kesertaan” bersama Allah swt, berarti paling fasih mengungkapkan hadits ini, melainkan senantiasa karena cintanya kepada Allah swt, dan mencintai orang yang dicintai Allah swt, dan mencintai Allah swt.
Begitu juga kaum arifin – semoga ridho Allah swt, mencurah pada mereka – , dan siapakah arifin itu? Mereka adalah kaum yang bercahaya hatinya, yang senantiasa memiliki kebejingan batin, dan tonggak dalam qalbunya.

Sesungguhnya Allah swt, menyebutkan secara tegas dalam kitabNya, bagi para hamba-hambaNya: Perintah dan laranganNya, janji dan ancamanNya, kabar gembira dan dan kabar peringatan, qodho’ dan qodarNya, hokum dan aturanNya, kehendakNya pada makhlukNya, dan sejumlah contoh-contoh dariNya, penyebutan panji-panji dan  nikmatNya, kelembutan dibalik ciptaanNya, keparipurnaan kuasaNya dan keagungan RububiyahNya, lalu Allah swt, berfirman:
“Sesungguhnya dalam hal itu semua adanya peringatan bagi orang yang mempunyai qalbu.”

Allah swt, mempersaksikan ayat ini kepada semua hambaNya, palagi bagi mereka yang memiliki qalbunya akan meraih Allah swt, memuliakannya, sekaligus menjelaskan bahwa mereka memiliki derajat yang lebih disbanding yang lain.
Sebagian para mufassir berkata, mengenai tafsir ayat tersebut:
“Bagi mereka yang memiliki qalbu.” Yakni qalbu yang sangat percaya terhadap apa yang telah disebutkan oleh Allah swt, dalam kitabNya, baik dalam soal janji maupun ancaman dan lain sebagainya.”
Artinya bagi mereka yang berakal sehat.” Lalu dengan akal sehatnya ia bias mencegah diri dari kesesatan dan penyimpangan dalam berbagai kondisi dan situasi.
“Bagi yang memiliki rasa hati, yang dengan rasa hati itu ia lari dari kemusyrikan dan keragu-raguan.”
“Bagi yang  yang memilki rasa yaqin, dimana seluruh tipudaya gugur karenanya, hingga sampai pada Diraja Yang Maha Ampun,” kata seorang mufasir lain.
“Bagi orang yang memiliki rahasia batin,  sehingga sifat ubudiyahnya tersirnakan oleh sifat RububiyahNya, ketika musyahadah pada Allah swt,”.
“Bagi orang yang memilki rahasia batin yang istiqomah bersama Allah swt, tanpa sedikit pun berpaling dariNya untuk selainNya..”
“Bagi yang punya qalbu yang tersendiri karena penunggalan Yang Maha Tunggal.”

Sebenarnya Allah swt, merias hati kaum airifin dengan ma’rifat, dalam rangka memberikan kemuliaan dan anugerah. Sedangkan bagi kaum penempuh, dihiasi dengan memandang Kebesaran dan KharismaNya, sebagai bentuk rahmat dan kebajikanNya.
Allah swt, menghijab hati orang yang alpa dengan kebodohan dan kelalaian, sebagai bencana dan penghinaan. Allah swt, mencetak qalbu orang kafir dengan penjauhan dan pengingkaran, sebagai penolakan dan penghalangan.

Qalbu Makhluk
Qalbu makhluk itu ada tiga:
1. Qalbu yang terbang di seputar dunia dengan syahwat-syahwatnya.
2. Qalbu yang terbang di akhirat dengan anuegrah kemuliaan.
3. Qalbu yang terbang di Sidrotil Muntaha dengan kemesraan dan munajat.

Berarti ada qalbu yang bergantung pada dunia, ada qalbu yang bergangtung pada akhirat dan ada qalbu yang bergantung kepada Allah swt.

Qalbu yang terbakar
Qalbu yang tenggelam
Qalbu yang terhanguskan.
Ada qalbu yang menunggu anugerah.
Ada qalbu yang menunggu RidhoNya,
Ada qalbu yang menunggu bertemu denganNya.

Ada qalbu yang terlapangkan.
Ada qal;bu yang terlukai.
Ada qalbu yang terlempar.

Qalbun Munib adalah qalbu Nabi Adam as.
Qalbun Salim adalah qalbu Nabi Ibrahim as.
Qalbun Munir adalah qalbu Nabi Muhammad saw.

Tidak ada komentar:

Cari Blog Ini