Asysyam

“Sesungguhnya berbahagialah orang yang mensuciikan jiwanya, dan sungguh merugilah orang yang mengotori jiwanya”
Tampilkan postingan dengan label Ayat-ayat Al-Qur'an Pengingat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ayat-ayat Al-Qur'an Pengingat. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Maret 2012

5 + 7 HAL jika ingin diCINTAI ALLAH.




Dekati 5 Hal, jika ingin di CINTAI ALLAH :

1. ADIL; 2.TAQWA; 3.SETIA; 4.SABAR; 5.TAWAKAL



QS. 49 ayat 9 ..
Sesungguhnya Allah menCINTAi orang-orang yang berlaku adil (MUQSITHIN)

QS. 3 ayat 76
Dan berbaktilah, sesungguhnya Allah menCINTAi orang-orang yang taqwa (MUTTAQIIN)

QS. 3 ayat 134
Dan Allah menCINTAi oarang-orang yang berbuat kesetiaan (MUHSININ)

QS.3 ayat 146
Dan Alllah menCINTAi orang-orang yang sabar (SHOOBIRIN)

QS. 3 ayat 159
maka bertawakkallah kepada Allah sesungguhnya Allah menCINTAi orang-orang yang bertawakkal (MUTAWAKKILIIN)



Jauhi 7 hal, jika ingin di CINTAI ALLAH

1. MELEWATI BATAS; 2. MEMBIARKAN KERUSAKKAN; 3. KUFUR-PENDOSA; 4. KAFIR; 5. BERLAKU ZHOLIM; 6. SOMBONG PERBUATAN DAN KATA; 7.BERBUAT BERLEBIHAN


QS.2 ayat 190
Sesungguhnya ALLAH TIDAK menCINTAi orang-orang yang melewati batas (MU’TADIN)

QS. 2 ayat 205
Dan ALLAH TIDAK menCINTAi kerusakan (FASAAD)

QS. 2 ayat 276
Dan ALLAH TIDAK menCINTAI tiap yang kufur yang berdosa (KAFFARIN ATSIM)

QS. 3 ayat 32
Katakan lah Ta’atlah kepada ALLAH dan RASUL, sesudah itu jika kamu berpaling, maka sesungguhnya ALLAH TIDAK menCINTAi oarang-orang kafir (KAFIR)

QS. 3 ayat 57
Dan ALLAH TIDAK menCINTAi orang-orang yang zholim (ZHOLIMIIN)

QS. 4 ayat 36
Sesungguhnya ALLAH TIDAK menCINTAi orang-orang yang sombong dengan perbuatannya dan sombong dengan perkataannya (MUKHTALA-FUKHURO)

QS. 7 ayat 31
Hai anak-anak Adam, pakailah perhiasan kamu disisi setiap masjid, dan makan dan minum lah, tetapi tidak berlebihan, sesungguhnya ALLAH TIDAK CINTA kepada orang yang berlebih-lebihan (MUSRIFIIN).


Subhaana Rabbika, Rabbil 'izzati'amma yashifun,
wasalamun'alal mursalin walhamdulillaahi
Rabbil 'aalamiin

by kh fahmi basya

Senin, 03 Januari 2011

Penolong Allah

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
Qs. 61 : 9 – 14
هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَىٰ وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ [٦١:٩]
Dialah yang mengutus Rasul-Nya di dalam huda dan diin al-haqq agar Dia memenangkannya di atas segala ad-diin meskipun al-musyrikiin membenci.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا هَلْ أَدُلُّكُمْ عَلَىٰ تِجَارَةٍ تُنْجِيكُمْ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ [٦١:١٠]
Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih?
تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَتُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ [٦١:١١]
(yaitu) kamu iman billaah dan kepada Rasul-Nya dan berjihad sabiilillaah di dalam amwaalikum (harta) dan nafsmu. Itulah yang lebih khoyr bagimu, jika kamu mengetahui.
يَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَيُدْخِلْكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ وَمَسَاكِنَ طَيِّبَةً فِي جَنَّاتِ عَدْنٍ ۚ ذَٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ [٦١:١٢]
Niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai (al-anhaar); dan ke tempat tinggal yang thoyyib di dalam jannah ‘Adn. Itulah keberuntungan yang besar (al-fauzul ‘adzhiim).
وَأُخْرَىٰ تُحِبُّونَهَا ۖ نَصْرٌ مِنَ اللَّهِ وَفَتْحٌ قَرِيبٌ ۗ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَ [٦١:١٣]
Dan (ada lagi) yang kamu sukai (yaitu) pertolongan dari Allah (nashrullaah) dan kemenangan (fathan) yang dekat. Dan sampaikanlah berita gembira (basyarr) kepada al-mukminiin.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا أَنْصَارَ اللَّهِ كَمَا قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ لِلْحَوَارِيِّينَ مَنْ أَنْصَارِي إِلَى اللَّهِ ۖ قَالَ الْحَوَارِيُّونَ نَحْنُ أَنْصَارُ اللَّهِ ۖ فَآمَنَتْ طَائِفَةٌ مِنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ وَكَفَرَتْ طَائِفَةٌ ۖ فَأَيَّدْنَا الَّذِينَ آمَنُوا عَلَىٰ عَدُوِّهِمْ فَأَصْبَحُوا ظَاهِرِينَ [٦١:١٤]
Hai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penolong Allah sebagaimana Isa ibnu Maryam telah berkata kepada pengikut-pengikutnya yang setia: “Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku untuk diin Allah?” Pengikut-pengikut yang setia itu berkata: “Kamilah penolong-penolong diin Allah”, lalu segolongan dari Bani Israil beriman dan segolongan lain kafir; maka Kami berikan kekuatan kepada orang-orang yang beriman terhadap musuh-musuh mereka, lalu mereka menjadi orang-orang yang menang.
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Qs. Adh-Dhuha

A’uudzubillah himinassyaithoonirrojhiim.
Bismillaahirrahmaanirrahiim.
وَالضُّحَىٰ [١]
Demi waktu matahari sepenggalahan naik, وَاللَّيْلِ إِذَا سَجَىٰ [٢]
dan demi malam apabila telah sunyi, مَا وَدَّعَكَ رَبُّكَ وَمَا قَلَىٰ [٣]
Tuhanmu tiada meninggalkan kamu dan tiada (pula) benci kepadamu. وَلَلْآخِرَةُ خَيْرٌ لَّكَ مِنَ الْأُولَىٰ [٤]
Dan sesungguhnya akhir itu lebih baik bagimu daripada permulaan. وَلَسَوْفَ يُعْطِيكَ رَبُّكَ فَتَرْضَىٰ -٥]
Dan kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu , lalu kamu menjadi puas. أَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيمًا فَآوَىٰ [-٦]
Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungimu? وَوَجَدَكَ ضَالًّا فَهَدَىٰ [٧]
Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang sesat, lalu Dia memberikan petunjuk. وَوَجَدَكَ عَائِلًا فَأَغْنَىٰ [٨]
Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan. فَأَمَّا الْيَتِيمَ فَلَا تَقْهَرْ [٩]
Sebab itu, terhadap anak yatim janganlah kamu berlaku sewenang-wenang. وَأَمَّا السَّائِلَ فَلَا تَنْهَرْ [١٠]
Dan terhadap orang yang minta-minta, janganlah kamu menghardiknya. وَأَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ [١١]
Dan terhadap nikmat Tuhanmu, maka hendaklah kamu menyebut-nyebutnya (mensyukurinya).
Shodaqollaahul ‘adzhiim.
Walhamdulillaahi Rabbil ‘aalamiin.

Karakteristik Hamba Allah yang ‘Ibadurrahmaan

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
Qs. 25 : 61 – 76

تَبَارَكَ الَّذِي جَعَلَ فِي السَّمَاءِ بُرُوجًا وَجَعَلَ فِيهَا سِرَاجًا وَقَمَرًا مُنِيرًا [٢٥:٦١]
Maha Suci Allah (tabarokallaah) yang menjadikan di langit (as-samaai) gugusan-gugusan bintang (buruuj) dan Dia menjadikan juga padanya matahari (siroojan) dan bulan (qomaron) yang bercahaya (muniiron).
وَهُوَ الَّذِي جَعَلَ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ خِلْفَةً لِمَنْ أَرَادَ أَنْ يَذَّكَّرَ أَوْ أَرَادَ شُكُورًا [٢٥:٦٢]
Dan Dia (pula) yang menjadikan malam (al-layl) dan siang (an-nahaar) silih berganti bagi orang yang ingin mengambil pelajaran (yadzdzakkaro) atau orang yang ingin bersyukur (syukuron).
وَعِبَادُ الرَّحْمَٰنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الْأَرْضِ هَوْنًا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلَامًا [٢٥:٦٣]
Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang (‘ibaadurrahmaan) itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi (al-ardh) dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil (al-jahiluun) menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata keselamatan (salaam).
وَالَّذِينَ يَبِيتُونَ لِرَبِّهِمْ سُجَّدًا وَقِيَامًا [٢٥:٦٤]
Dan orang yang melalui malam hari dengan bersujud (sujjadan) dan berdiri (qiyaaman) untuk Tuhan mereka (lirobbihim).
وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا اصْرِفْ عَنَّا عَذَابَ جَهَنَّمَ ۖ إِنَّ عَذَابَهَا كَانَ غَرَامًا [٢٥:٦٥]
Dan orang-orang yang berkata: “Ya Tuhan kami, jauhkan azab jahannam dari kami, sesungguhnya azabnya itu adalah kebinasaan yang kekal”.
إِنَّهَا سَاءَتْ مُسْتَقَرًّا وَمُقَامًا [٢٥:٦٦]
Sesungguhnya jahannam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kedudukan/ kediaman (maqooman).
وَالَّذِينَ إِذَا أَنْفَقُوا لَمْ يُسْرِفُوا وَلَمْ يَقْتُرُوا وَكَانَ بَيْنَ ذَٰلِكَ قَوَامًا [٢٥:٦٧]
Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (anfaqu), mereka tidak berlebihan, dan tidak kikir, dan adalah di tengah-tengah antara yang demikian.
وَالَّذِينَ لَا يَدْعُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَٰهًا آخَرَ وَلَا يَقْتُلُونَ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ وَلَا يَزْنُونَ ۚ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَٰلِكَ يَلْقَ أَثَامًا [٢٥:٦٨]
Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah (ma’Allaah) dan tidak membunuh jiwa (an-nafs) yang diharamkan Allah kecuali bilhaqq, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya dia mendapat dosa,
يُضَاعَفْ لَهُ الْعَذَابُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَيَخْلُدْ فِيهِ مُهَانًا [٢٥:٦٩]
(yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina,
إِلَّا مَنْ تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ عَمَلًا صَالِحًا فَأُولَٰئِكَ يُبَدِّلُ اللَّهُ سَيِّئَاتِهِمْ حَسَنَاتٍ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا [٢٥:٧٠]
kecuali orang-orang yang bertaubat (taba), beriman (aamana) dan mengerjakan amal saleh (‘amalan shoolihan); maka sayyiah mereka diganti Allah dengan hasanah. Dan adalah Allah Maha Pengampun (ghafuur) lagi Maha Penyayang (rahiim).
وَمَنْ تَابَ وَعَمِلَ صَالِحًا فَإِنَّهُ يَتُوبُ إِلَى اللَّهِ مَتَابًا [٢٥:٧١]
Dan siapa-siapa (man) yang bertaubat (taba) dan mengerjakan amal saleh (‘amila sholihan), maka sesungguhnya dia bertaubat kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya (yatuubu ilaAllaah mataaba).
وَالَّذِينَ لَا يَشْهَدُونَ الزُّورَ وَإِذَا مَرُّوا بِاللَّغْوِ مَرُّوا كِرَامًا [٢٥:٧٢]
Dan orang-orang yang tidak memberikan persaksian palsu, dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah, mereka lalui (saja) dengan menjaga kehormatan dirinya.
وَالَّذِينَ إِذَا ذُكِّرُوا بِآيَاتِ رَبِّهِمْ لَمْ يَخِرُّوا عَلَيْهَا صُمًّا وَعُمْيَانًا [٢٥:٧٣]
Dan orang-orang yang apabila diberi peringatan (dzukkaru) di dalam ayat-ayat Tuhan mereka, mereka tidaklah menghadapinya sebagai orang-orang yang tuli dan buta.
وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا [٢٥:٧٤]
Dan orang orang yang berkata: “Ya Tuhan kami, anugrahkanlah (hablanaa) dari (min) kami isteri-isteri (azwaajinaa) kami dan keturunan (dzurriyaatinaa) kami sebagai penyejuk mata (qurrota a’yuun), dan jadikanlah kami imam (imam) bagi al-muttaqiin.
أُولَٰئِكَ يُجْزَوْنَ الْغُرْفَةَ بِمَا صَبَرُوا وَيُلَقَّوْنَ فِيهَا تَحِيَّةً وَسَلَامًا [٢٥:٧٥]
Mereka itulah orang yang dibalasi dengan martabat yang tinggi karena kesabaran (shobaru) mereka dan mereka disambut dengan penghormatan dan ucapan selamat (salaam) di dalamnya,
خَالِدِينَ فِيهَا ۚ حَسُنَتْ مُسْتَقَرًّا وَمُقَامًا [٢٥:٧٦]
mereka kekal di dalamnya. Surga itu sebaik-baik tempat menetap dan tempat kedudukan/ kediaman (maqooman).
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Cari Blog Ini