Asysyam

“Sesungguhnya berbahagialah orang yang mensuciikan jiwanya, dan sungguh merugilah orang yang mengotori jiwanya”
Tampilkan postingan dengan label Rajab. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rajab. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 05 November 2011

Rajab tara al-‘ajab (6)

Syaykh Muhammad Hisham Kabbani (q)
Sohbet, 22 September 2001
Dari www.mevlanasufi.blogspot.com


Bismillah hirRohman nirRohim

Kamu merencanakan sesuatu dan Allah merencanakan sesuatu yang lain pula. Hua Muqallib al-qulub, hua Allah, Hati manusia berada dalam genggaman Allah. Dia mengubahnya sesuai keinginan-Nya. Allah adalah al-Mudabbir, Dialah sang Perencana. Apa yang Allah rencanakan akan terjadi. Oleh sebab itu lakukanlah tahmid (alhamdulillah), tahlil (la ilaha illa-Allah) dan istighfar (astaghfirullah) sebanyak-banyaknya.

Apa yang akan terjadi sangat dahsyat sehingga para wali berusaha untuk menyembunyikan diri mereka di belakang (atau di bawah) tirai yang besar dan di tempat perlindungan. Naungan surgawi. Mereka bertanya-tanya hukuman macam apa yang akan dijatuh kan kepada dunia ini, disebabkan oleh ketidakpatuhan dan dosa-dosa serta tindakan dan prilaku yang buruk dari umat manusia. Tidak ada lagi adab, hormat kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Korupsi di mana-mana. Muslim tidak mengetahui jati dirinya.

Muslim berusaha untuk mengikuti jejak menirukan apa yang disebut dengan peradaban. Dengan dalih peradaban itu muslim kehilangan identitasnya. Mereka menjadi (tenggelam) dalam dunia materialisme, tidak ada lagi cinta terhadap Tuhan mereka kecuali hanya di lidah saja. Tidak ada lagi hati nurani. Tidak ada cinta di hati mereka. Beberapa di antara mereka bertindak dengan perilaku yang buruk menjadi liar, membunuh orang-orang tak berdosa, di mana-mana.

Yang lainnya begitu kebingungan dengan pemahaman mereka akan Islam dan tiada lagi yang tersisa dari Islam bagi mereka kecuali dasi dan jaket atau janggut kecil seperti Iblis di bagian tengah dagu mereka, atau janggut tipis di seputar dagu naik dan turun dari tiap sisinya. Mereka lebih suka memakai topi lusuh di kepala dari pada meletakkan mahkota Islam, yang merupakan tanda keislaman, yang tidak pernah ditinggalkan oleh Rasulullah saw, yaitu turban. Seolah-olah mereka tidak mewakili Islam.

Ketika kalian melihat mereka duduk di samping para pendeta Yahudi dan Kristen, yaitu rabbi dan pendeta, kalian lihat mereka mengenakan jubah yang lengkap. Tetapi Muslim tampak seperti yang kehilangan cahaya di raut mukanya, dari cara mereka berpakaian, dari cara mereka mewakili Islam di mata masyarakat. Jika Islam berada di tangan mereka maka Islam tidak berdosa.

Para wali menghindari pembalasan Allah sebagaimana sabda Rasulullah saw, “Para wali berada di dalam kubahku.” Hadits ini merujuk kepada hari kiamat, ketika para wali berlari menuju kubah spiritual untuk melindungi diri mereka dan para pengikutnya. Bulan ini adalah Rajab dan para wali tidak tahu apa yang harus dilakukan. Mereka hanya mengisi waktunya dengan shalat dan berdo’a memohon kepada Allah agar dimudahkan dan hukuman-Nya diringankan bagi umat manusia. Ramadhan, bulan yang penuh rahmat dan ibadah akan datang.

Cahaya yang timbul dari pembacaan (kalimat-kalimat dzikir) malam ini, terutama bila kita menyebut Rasulullah saw, berasal dari Haqiqat an-Nabi saw, hakikat dari Nabi Muhammad saw dalam Hadirat Ilahi, dari hati Nabi Muhammad saw yang dilukiskan sebagai Yaa Siin yang pada hakikatnya adalah Yaa dan Siin, yang merupakan jantungnya Al-Quran. Dari realitas itu maka terbukalah hati orang-orang yang berdzikir yang semuanya merupakan pengikut setia dari Sayyidina Muhammad saw.

Semoga Allah mengampuni kita dan menjaga kita tetap berada dalam rambu-rambu Islam dan Sunnah dan semoga Allah melindungi kita dan orang-orang yang tulus dari apa yang akan datang. Sebagaimana yang telah dilukiskan bahwa seorang anak berusia 7 tahun akan menjadi putih dari apa yang akan datang ke hadapan kita. Semoga Allah melindungi kita. Demi Rasulullah saw yang tercinta. Bihurmatil habib. Al- Fatiha

Wa min Allah at Tawfiq
wassalam, arief hamdani

Amalan Rajab, Solat Sunah, Doa dan Puasa Rajab

Perspektif Tasawuf, Tarekat Naqsbandy Haqqani
Mawlana Syaikh Nazim Adil al-Haqqani, Mursyid ke 40 Tariqah Naqshbandi
Damascus, 2003
Dikutip dari www.mevlanasufi.blogspot.com


Marhaban ya syahru-l-Lah, Marhaban ya syahru-l-Rajab, Marhaban ahlan wa sahlan,

Adab Rajab dan Rangkaian Shalat Malam

1. Bangun 2 jam sebelum subuh
2. Niat: Nawaitul Arbain,Nawaitul Itikaf,Nawaitul Khalwa Nawaitul ‘Uzla,Nawaitur Riadha,Nawaitus Suluk Nawaitu Siam,Lillahi Ta’ala al Azhiim fi hadzal
masjid (atau fi hadzal jami’)
3. Wudhu dan shalat sunnat wudhu 2 Rakaat
4. 100 kali ‘Ya Halim’ (untuk menghilangkan kemarahan) 100 kali ‘Ya Hafiz’ (untuk menghilangkan kesulitan dan kesengsaraan)

(Bayangkan diri anda berada di Taman yang diberkati di depan makam Rasulullah (al-Rawda) menghadap Rasulullah dan ucapkan 100 kali “Allahumma shalli ‘alaa Muhammadin wa ‘alaa aali Muhammadin wa sallim.” Miliki niat bahwa Allah akan mempertemukan kita dengan Rasulullah

5. doa “Ya Rabbi ‘izzati wal ‘azamati wal Jabbarut.” “Ya Rabbi, karena bulan ini adalah bulan-Mu--Rajabun SyahrulLah—aku datang kepada-Mu sebagai tamu yang lemah dan berniat untuk beribadah kepada-Mu tanpa meminta apapun sebagai balasannya. Maksud dan tujuanku hanyalah Engkau semata dan itulah sebabnya aku datang, aku mohon janganlah Engkau menolakku.”

“Ya Rabbi, seluruh hidupku telah kuhabiskan dalam kekafiran, syirik dan berprilaku buruk. kunyatakan bahwa aku tidak pernah melakukan satu amalan pun yang Engkau terima. Engkau adalah Allah , Anta Allah, Yang tidak pernah mengusir orang yang datang ke pintu-Mu. Anta Allah, tiada seorang pun yang datang ke pintu-Mu dengan amalannya, melainkan dengan bantuan dan rahmat-Mu.

“Ya Rabbi, aku datang ke pintu-Mu, aku datang kepada-Mu untuk menyatakan dan mengakui bahwa aku salah dan aku ingin menyatakan dan mengumumkan keislamanku bagaikan baru masuk Islam. Ya Rabbi, aku telah menyerahkan segalanya ke dalam genggaman-Mu — kehidupanku, kematianku, kehidupanku di hari kemudian, Hari Kiamat dan seluruh hartaku telah kupersembahkan kepada-Mu dan Engkaulah yang mengawasiku.”

Ya Rabbi, aku tidak memiliki sesuatu selain ego dan jiwaku. Aku tidak bisa mendatangkan kebaikan atau keburukan kepada diriku, serta hidup atau kematian kepada diriku, semuanya telah kuserahkan kepada-Mu. Seluruh penilaian-Mu terhadapku dan semua pertanyaan-Mu kepadaku serta seluruh jawabanku telah kuserahkan kepada-Mu. Apapun yang ingin Kau lakukan terhadapku, Engkau melakukannya. Leherku ada di genggaman-Mu, aku tidak berdaya dalam menjawab pertanyaan-Mu, bahkan jawaban terkecil pun aku tidak bisa menjawabnya. Dengan segala kelemahan dan ketidakberdayaan serta tidak adanya harapan ini aku datang ke pintu-Mu.”

“Ya Rabbi, jika Engkau mempunyai 2 pintu bagi hamba-Mu untuk memasukinya, satu untuk semua hamba-Mu yang beriman dan satunya lagi untuk hamba-Mu yang kafir. Aku datang kepada-Mu melalui pintu yang digunakan oleh orang kafir dan aku percaya bahwa inilah satu-satunya pintu masuk untukku. Aku menyatakan kepada-Mu bahwa aku harus memperbarui Iman dan Syahadat serta amalanku. Dan Syahadat ini adalah amal pertama bagiku setelah aku mengucapkan Syahadat dan masuk Islam dan
Engkaulah yang menjadi Wakil bagiku.

a)“Ya Wakil, Hasbun Allah wa Ni’mal Wakil. Wa laa hawla wa laa quwwata illa bil lahil Aliyyil Azhim.”
b)“Syahadat 3 kali (dengan mengacungkan jari telunjuk)

“Ya Rabbi, sejak hari Alastu bi Rabbikum, Qaalu bala—apapun janjiku kepada-Mu, aku menerimanya dan aku berjanji untuk melaksanakan semuanya. Ya Allah, Ya Tuhanku, sejak hari di mana Engkau menciptakan atomku, Zarrahku, dan sejak hari di mana Engkau meniupkan rohku, dan sejak hari di mana jiwaku muncul dari tempat yang benar-benar abstrak menjadi nyata, hingga kini, berapa banyak ketidakpatuhan telah kulakukan, dari Zarrahku, jiwaku dan tubuhku baik secara fisik maupun spiritual--Zahiran wal Baathinan. Aku menyesali semuanya dan aku menyesali apa yang telah kukerjakan dan aku kembali kepada-Mu untuk memohon ampunan dan penyesalan.”

“Ya Rabbi, aku masuk dan bergerak ke dalam Samudra Berkah dari bulan-Mu yang penuh pujian. Ya Rabbi, janganlah Engkau menolakku dari pintu-Mu dan janganlah Engkau meninggalkan diriku kepada egoku walau hanya dalam sekejap mata dan aku memohon ampunan dengan mengucapkan…” (Astaghfirullah 70 kali).

Kemudian duduk kembali.
a)Tutupi diri anda dengan kain putih yang tipis.
b)Terangi dengan cahaya lilin

1.Fatiha—(dengan niat telah disandangkan dengan tajalli yang turun ke Mekkah)
2.Amana Rasul
3.Alam Nasyrah 7 kali
4.Al Ikhlash 11 kali
5.Falaq
6.Nas
7.La ilaha ‘illah Lah 10 kali
8.Shalawat 10 kali
9.Doa “Ila Syarafin Nabiyyi e wa ‘alihi wa sahbihil kiram, wa ila masyayyikhina fit thariqatin Naqsybandiyyatil ‘Aliyyah, khaassatan ila ruhi imamit thariqa wa Ghawtsil khaliqa Syah Bahauddin Naqsyband Muhammadinil Uwaysil Bukhari, Wa ‘ila Maulana Sulthanil Awliya Syaykh ‘Abdullah al-Faiz ad-Daghestani, wa Syaykhina Maulana Syaykh Sulthanul Awaliya Syaykh Muhammad Nazhim al-Haqqani, wa Kutubul Ghawts Syaykh Muhammad Hisyam Kabbani ar Rabbani”

10. Fatiha 1x (dengan niat telah disandangkan dengan tajalli yang turun ke Madinah)
11. Ya Allah 5000 kali (dalam hati)
12. Ya Allah 5000 kali (dengan suara keras)
13. Shalatul Najat
14. Shalatul Syukur
15. Shalatul Tasbih
16. Shalatul Tahajjud
17. Shalawat 1000 kali
18. Ikhlash 100 kali (dengan niat mengganti 1 juz al-Quran)
19. Shalawat 100 kali (mengganti Dala’il al-Khayrat)
20. Ya Shamad 500 kali (dengan niat membunuh ego)
21. Astaghfirullah 500 kali (dengan niat sejak diciptakannya jiwa kita sampai hari ini Allah akan mengampuni dosa-dosa kita)

22. Astaghfirullah 500 kali (dengan niat sejak hari ini sampai hari terakhir di bumi Allah akan melindungi kita dari dosa)

23. Alhamdulillah 500 kali (sebab Allah tidak menciptakan kita menjadi ummat nabi-nabi yang lain)
24. Alhamdulillah 500 kali (sebab Allah telah menciptakan kita sebagai ummat Rasulullah dan mendapat kehormatan dari Sayyidina Abu Bakar ash-Shiddiq, Abdul Khaliq al-Ghujdawani , Syaikh Sayyid Syarafuddin ad-Dagesthani , dan mendapat kehormatan melalui Grandsyaikh Syaikh ‘Abdullah al-Faiz ad-Daghestani dan kita mendapat kehormatan dengan menjadi pengikut Maulana Syaikh Muhammad Nazhim al-Haqqani .

Awrad Tambahan

Sebagai tambahan terhadap awrad yang telah diselesaikan tadi, Maulana Syaikh Nazhim meminta murid-muridnya untuk menambahkannya dengan awrad berikut:

Astaghfirullah 'azhiim wa atuubu ilayh 700 kali
Bismillahir Rahmaanir Rahiim 100 – 1000 kali
Ya Wadud 100 – 1000 kali
Hasbun Allahu wa Ni'amal Wakiil 100 – 1000 kali
la hawla wa la quwatta illa billah il-`aliiyyi il-`azhiim 100 – 1000 kali
La ilaha illAllah 1000 kali
Qul hu Allahu Ahad (surat al-Ikhlash) 100 – 1000 kali

Awrad tambahan yang dibaca sejak awal Rajab hingga akhir Ramadhan:
Hasbun Allahu wa Ni'amal Wakiil 700 kali Ya Sayyid, Ya Shahib, Ya Shiddiq, Ya Rasul, Ya Allah 300 kali Ya Wadud 300 kali Astaghfirullah 'azhiim wa atuubu ilayh 700 kali, Selain itu, porsi harian dari buku do’a Hizbul `Azham dari Sayyidina ‘Ali y (karamAllahu wajha) sebaiknya dibaca dan pada hari jumat Hizbul wikayya juga
dibaca.

Hizbul wikayya

Allahumma Yaa Hayyu Yaa Qayyuumu bika tahash-shantu fahminii bihimaayati kifaayati wiqaayati haqiqati burhaani hirzi amaani bismillaah Wa-adkhilnii Yaa Awwalu Yaa Akhiru maknuuna ghaybi sirridaa irati kanzimaasyaa Allahu laa quwwata illaa billaah. Wa-asbil ‘alayya Yaa Haliimu Yaa Sattaaru kanafa sitri hijaa bishiyaanati najaati wa’tashimuu bihablillaah Wabni Yaa Muhiithu yaa Qaadiru ‘alayya suura amaani ihaathati majdi suraadiqi ‘izzi ‘azhamati dzaalika khayrun dzalika min aayaatillaah. Wa-a’idznii Yaa Raqiibu Yaa Mujiibu wahrusnii fii nafsii wa diinii wa ahlii wa maalii wa waladii bikalaa ati-i-ghaatsati i-‘aadzati wa maa hum bidhaarriina bihii min ahadin illaa bi-idznillaah

Waqinii Yaa Maani’u Yaa Naafi’u bi-aayaatika wa asmaa-ika wakalimaatika syarrasy-syaythaani fain baghaa ‘alayya akhadzatbu ghaasyiyatum min ‘adzaabillaah
Wanajjinii Yaa Mudzillu Yaa Muntaqimu min ‘abiidika zhaalimiinal baaghiina ‘alayya wa-a’waanihim fain hammalii ahadun minhum bisuu’in khadzalahullaah. Wakhatama ‘alaa sam-‘ihii wa qalbihii wa ja’ala ‘alaa basharihii ghisyaawatan famay yahdiihi mim ba’dillaah Wa-akfinii Yaa Qaabidhu Yaa Qahhaaru khadii’ata makrihim wardudhum ‘atii madzumiina madhuuriina binakhsiiri taghyiiri tadmiiri famaa kaana lahu min fiatin yanshuruunahu min duunillaah

Wa-adziqnii Yaa Subbuuhu Yaa Quddusu ladzata munaajaati aqbil walaa takhap innaka minal aaminiina bifadlillaah Wa-adziqhum Yaa Dharru Yaa Mumiitu nakaala wabaalizawaali faquthi’a daabirul qawmil-ladziina zhalamuu walhamdulillaah Wa-aaminnii Yaa Salaamu Yaa Mu’minu shawlata jawlati dawlatil a’daa-i bighaayati bidaayati lahumul busyraa filhayaatid-dunya wafil akhirati laa tabdiila likalimaatillaah Watawwijnii Yaa Azhiimu Yaa Mu’izzu bitaaji mahaabati kibri Yaa-i-Jalaali sulthaani malakuuti ‘inni ‘azhamati walaa yahzunka qawluhum innal ‘izzatalillaah

Wa-albisnii Yaa Jaliilu Yaa Kabiru khil’ata jalaali jamaali iqmaali iqbaali falammaa ra-aynahu akbarnahu waqatha’na aydiyahunna waqulna haasyalillaah Wa-alqi Yaa ‘Aziizu Yaa Waduudu ‘alayya mahabattam minka fatanqadaa watakhdha’alii bihaa quluubu ‘ibadika bilmahabbati walmu’azzati wal mawaddati min ta’thiifi ta’liifi yuhibbu nahum kahubbillahi walladziina aamanuu asyaddu hubbalillaah

Wa-azh-hir ‘alayya Yaa Zhaahiru Yaa Baathinu atsaara asraari anwaari yuhibbuhum wa yuhibbunahu adzillatin ‘alal mu’miniina a’izzatin ‘alaal kaafiriina yujaahiduuna fii sabiilillaah. Wawajjihil-laahumma Yaa Shamadu Yaa Nuuru wajhi bishafaa-i jamaali unsi isyraaqi fain haajjuuka faqul aslamtu wajhiyalillaah Wajammilnii Yaa Badii’as-samaawaati wal ardhi Yaa Dzal jalaali wal ikraami bil fashaahati wal balaaghati wal baraa’ati wahlul ‘uqdatam mil lisaanii yafqahuu qawlii biriffati ra’fati rahmati tsumma takiinu juluuduhum waqulubuhum ilaa dzikrillaah

Waqallidnii Yaa Syadiidal bathsyi Yaa Jabbaaru Yaa Qahhaaru sayfal habati wasy-syiddati wal quwwati wal man’ati min ba’si jabaruuti ‘izzati wa maannashru illaa min ‘indillaah Wa-adim ‘alayya Yaa Baasithu Yaa Fattahu balijata masarrati rabisy rahlii shadrii wa yassirlii amrii bilathaa-i fi ‘awaathifi alam nasyrah laka shadraka wa bi-asyaa-iri yawma-idziy yafrahul mu’minuuna binashrillaah. Wa-anzilillaahumma Yaa Lathiifu Yaa Ra-u-fu biqalbil iimaana wal ithmi’naana was-sakinata li-akuuna minal-ladziina aamanuu watathma-innu qulubuhum bidzikrillaah Wa-afrigh ‘alayya Yaa Shabuuru Yaa Syakuuru shabral-ladziina tadarra’uu bitsabaati yaqiini kam min fi-atin qaliilatin ghalabat fi-atan katsiiratan bi-idznillaah Wahfazhnii Yaa Hafiizhu Yaa Wakiilu mim bayni yadayya wa min khalfii wa ‘ay-yamiinii wa ‘an-syimaalii wa min fawqii wa min tahtii biwujuudi syuhuudi junuudilahu mu’aqqibaatu mim bayni yadayhi wa min khalfihii yahfazhu nahu min amrillaah

Watsabbitil-laahumma Yaa Qaa-imu Yaa Daa-i-mu qadamayya kamaa tsabattal laqaa-ila wa kayfa akhaafu maa asyraktum wa laa takhaafuuna annakum asyraktum billaah Wanshurnii Yaa Ni’mal maulaa wa Yaa Ni’man-nashiiru ‘alaa a’daa-i nashral-ladzii qiilalahuu atat-takhidzunaa huzuwan qaala a’udzu billaah Wa-abidnii Yaa Thaaliba Yaa ‘Adla bita’biidi nabiyyika Muhammadin shallallaahu ‘alayhi wa sallamal muayyadi bita’ziizi tawqiiri innaa arsalnaaka syaahidaw-wamubasy-syiran wanadziiran lita’minuu billaah Wakfinii Yaa Khaafii Yaa Syaafil a’daa-a wal aswaa-a bi’awa-idi fawaa-idi lawanzalnaa hadzal qur-aana ‘alaa jabalil-lara-aytahu khasyi’am-min khasy-yatillaah

Wamnun ‘alayya Yaa Wahhaab Yaa Razzaaqu bihushuuli wushuuli qabuuli taysiiri taskhiri kuluu wasyrabuu mir-rizqillaah Watawallanii Yaa Waliyyu Yaa ‘Aliyyu bil wilaayati wal’inaayati warri’aayati wassalaamati bimariidi iraadi is’aadi imdaadi dzalika min fadhilillaah Wa-akrimnii Yaa Ghaniyyu Yaa Kariimu bissa’adati karaamati wal maghfirati kamaa akramtal-ladziina yaghudh-dhuuna ashwaatahum ‘inda rasuulillaah Watub’alayya Yaa Tawwaabu Yaa Hakiimu tawbatan nashuuhan li-akuuna minal-ladziina idza fa’aluu fahisyatan awzhalamu anfusahum dzakarullaha fastaghfaruu lidzunuubihim wamay-yaghfiru dzunuuba illallaah

Wa-alzimnii Yaa Waahidu Yaa Ahadu kalimatat-taqwa kamaa alzamta habiibaka Muhammadan shallallahu ‘alayhi wasallama haytsu-qulta fa’lam annahu laa ilaaha illallaah Wakhtimlii Yaa Rahmaanu Yaa Rahiimu bihusni khatimatin-naajiina war-rajiina qul yaa ‘ibaadiyal-ladziina asrafu ‘alaa anfusihim laa taqnathuu mir-rahmatillaah Wa-askinnii Yaa Samii’u Yaa Qariibu jannatan u-‘iddat lilmuttaqiina da’waahum fiihaa subhaanakal-laahumma watahiy-yatuhum fiihaa salaamuw-wa-akhiru da’waahum anilhamdulillaah Yaa Allahu Yaa Allahu Yaa Allahu Yaa Allahu Yaa Rabbi Yaa Naafi’u Yaa Rahmaanu Yaa Rahiim As-aluka bihurmati haadzihil asmaa-i wal-aayaati wal kalimaati sulthaanan-nashiiraw wa rizqan katsiiraw wa qalban qariiraw wa qabram muniraw wa hisaabay yasiraw wa ajran kabiiran Washallallaahu ‘alaa Sayyidinaa Muhammadiw wa ‘alaa aalihii washahbihi wasallama tasliiman kabiiran

Do’a

Ini adalah do’a untuk bulan suci Rajab, dibaca 3 kali sehari sebagaimana yang diwasiatkan oleh Maulana Syaikh Muhammad Nazhim. A’udzu billahi min asy-syaytan ir-rajiim Do’a tersebut adalah:

Bismillah ir-Rahman ir-Rahiim
Allaahumma innii astaghfiruka min kulli maa tubtu lahu ilayka tsumma 'udtu fiih. wa astaghfiruka min kulli maa 'aradtu bihi wajhika wa-khaalatanii fiihi maa laysa fiihi ridaak. wa astaghfiruk li-ni`am allatii taqawwaytu biha `ala ma`asiiyatik. wa astaghfiruka min aadz-dzunub allatii laa ya`lamahu ghayruka wa laa yattali`u `alayha ahadun siwaak wa laa yasa`uha illa rahmatika wa la tunjii minha illa maghfiratuka wa hilmuka. laa ilaha illa-Anta, subhaanaka innii kuntu min adz-dzaalimiin.

Allaahumma innii astaghfiruka min kulli dzulmin dzalamtu bihi `ibadaka. Fa ayyaama `abdin min `ibaadik aw `amatin min 'imaa'ika dzalamtu fii badanihi aw `irdihi aw maalih fa `atihi min khazaa'inik allatii laa tanqus. Wa as'aluka an tukrimanii bi-rahmatika allatii wasi`at kulla syay wa laa t`uhiinanii min `adaabik wa ta`tiiayanii maa as'aluka fa-innii haqiiqun bi-rahmatik ya arham ar-Raahimiin. wa shalla-Allahu `alaa Sayyidinaa Muhammadin wa `alaa aalihi wa sahbihi ajma`iin. wa laa hawla wa laa quwatta illa billah il-`Alii ul-'Aazhiim

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang Ya Allah , Aku memohon ampun kepada-Mu atas segala kesalahan yang telah kulakukan. Dan aku memohon ampun kepada-Mu atas segala hal dariku yang tidak Kau sukai dan segala hal yang berhubungan denganku yang tidak Kau ridhai. Dan aku memohon ampun kepada-Mu atas nikmat yang telah kugunakan untuk menambah ketidakpatuhanku terhadap-Mu. Dan aku memohon ampun atas segala dosa yang tiada seorang pun tahu kecuali Engkau dan tiada seorang pun yang melihat kecuali Engkau dan tiada yang mencakupi kecuali rahmat-Mu dan tiada yang mengantarkan kecuali ampunan-Mu dan rahmat-Mu. Tidak ada Tuhan melainkan Engkau. Maha Suci Engkau, dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zhalim!

Ya Allah , aku memohon ampun kepada-Mu atas ketidakadilan yang kulakukan terhadap hamba-hamba-Mu baik laki-laki maupun perempuan yang telah kusakiti baik fisiknya maupun martabatnya atau dalam kepunyaan mereka yang telah Kau berikan dengan karunia-Mu yang tak kurang sedikit pun. Aku memohon kepada-Mu, anugerahkanlah aku dengan rahmat-Mu yang mencakup segalanya. Janganlah Engkau rendahkan aku dengan hukuman-Mu tetapi berilah apa yang kuminta kepada-Mu, sebab aku sangat memerlukan rahmat-Mu, Ya Allah Engkau Maha Penyayang di antara semua penyayang. Semoga Allah melimpahkan berkah kepada Nabi Muhammad dan seluruh pengikutnya. Tiada daya dan kekuatan kecuali dari Allah Yang Maha tinggi dan Maha Agung. Berkah dan kedamaian semoga dilimpahkan kepada Sayyidina Muhammad, keluarga dan seluruh pengikutnya.

Shalat Sunnat di Bulan Rajab

Berikut ini adalah yang tertera dalam kitab Al-Ghunya li-Talibin yang ditulis oleh Syaikh Abdul Qadir Jilani (Rahmatullah alaih).

Shalat 10 rakaat di hari pertama bulan Rajab. Dalam setiap rakaat dibaca Surat Fatihah sekali, disusul dengan Surat al-Ikhlash 3 kali dan Surat al-Kafiruun 3 kali. Setelah selesai 10 rakaat, tangan diangkat menghadap Allah dan membaca do’a sebagai berikut, Laa ilaaha illallaah wahdahuu laa syariika lah lahul mulku wa lahul hamdu yuhyii wa yumiitu wa huwa hayyu la yamutu biyadihil khair wa huwa ‘alaa kulli syay-in qadiir. Allaahumma la maani’a limaa a’tayta wa laa mu’tiya limaa mana'ta wa laa raadda limaa qadayta, wa laa yanfau' dzal Jaddi minkal Jaddu.

Shalat 10 rakaat di pertengahan bulan Rajab. Dalam setiap rakaat dibaca Surat Fatihah sekali, disusul dengan Surat al-Ikhlash 3 kali dan Surat al-Kafiruun 3 kali. Setelah selesai 10 rakaat, tangan diangkat menghadap Allah dan membaca do’a sebagai berikut, Laa ilaaha illallaah wahdahuu laa syariika lah lahul mulku wa lahul hamdu yuhyii wa yumiitu wa huwa hayyu la yamutu biyadihil khair wa huwa ‘alaa kulli syay-in qadiir. Illaahan waahidan ahadan shamadan fardan witran lam yattakhiza shahibatan wa laa walada.

Lalu shalat 10 rakaat di sepuluh hari terakhir di bulan Rajab. Dalam setiap rakaat dibaca Surat Fatihah sekali, disusul dengan Surat al-Ikhlash 3 kali dan Surat al-Kafiruun 3 kali. Setelah selesai 10 rakaat, tangan diangkat menghadap Allah dan membaca do’a sebagai berikut,

Laa ilaaha illallaah wahdahuu laa syariika lah lahul mulku wa lahul hamdu yuhyii wa yumiitu wa huwa hayyu la yamutu biyadihil khair wa huwa ‘alaa kulli syay-in qadiir. wa shallallaahu ‘alaa sayyidinaa muhammadin wa ‘alaa aalihit thahirina wa laa hawla wa laa quwwata illa billah.

Ini adalah hadits sahih. Setelah seseorang melakukan shalat ini, apapun yang diminta akan dikabulkan dengan Kemurahan Allah, tujuh puluh parit akan membentang antara dirinya dengan neraka dan setiap parit akan mempunyai luas yang sama dengan jarak antara langit dan bumi, dan dalam takdirnya akan tertulis bahwa dia telah dibebaskan dari api neraka.

Puasa di Bulan Rajab

Di bulan Rajab dan Sya’ban seseorang sebaiknya berpuasa:
a. Setiap hari senin dan kamis, atau
b. Setiap hari

Dalam Muslim, Abu Dawud, dan Ahmad dinyatakan bahwa ‘Utsman Ibnu Hakim al-Ansari berkata, “Aku bertanya kepada Sa’id Ibnu Jubayr mengenai puasa di bulan
Rajab, kemudian kami sampai pada bulan itu, di mana beliau berkata, ‘Aku dengar Ibnu ‘Abbas y berkata bahwa Rasulullah biasa berpuasa secara kontinu sehingga kami berpikir bahwa beliau tidak pernah menghentikannya dan di lain waktu beliau tidak berpuasa berhari-hari sehingga kami berpikir bahwa beliau tidak akan berpuasa lagi.” Jika seseorang berpuasa setiap hari Senin dan Kamis maka orang itu juga harus berpuasa pada hari ke-15 setiap bulannya dan juga pada 26-27 Rajab. (sangat dianjurkan untuk berpuasa pada hari-hari ‘putih’ setiap bulan, yang jatuh pada hari ke-13, 14, dan 15). Ini hanyalah petunjuk secara umum, bila ada keraguan sebaiknya dikonsultasikan dengan seseorang yang ahli dalam syari’ah.

Laylatu l-‘Israa’ (malam 27 Rajab)

Malam 27 Rajab adalah Malam Kenaikan Rasulullah . Antara Maghrib dan ‘Isya dianjurkan untuk melakukan ibadah sebagai berikut:

a. Shalat 20 rakaat, 2-2 atau 4-4, setiap rakaat dibaca surat al-Ikhlash 20 kali.
b. Setelah selesai melaksanakan 20 rakaat, bacalah istighfar 100 kali dengan suara keras.
c. Dilanjutkan dengan shalawat 100 kali dengan suara keras.

Untuk memperingati peristiwa Isra’ Mi’raj Rasulullah , setelah shalat ‘Isya dianjurkan untuk melakukan ibadah sebagai berikut:
a. Shalat syukur.
b. Shalat tasbih.
c. Shalat untuk memohon fadhilah Isra’ Mi’raj, 2 rakaat dengan qunut

Wa min Allah at-tawfiq bi hurmat al-Fatiha
wasalam, arief hamdani

Rajab, Tingkatan Para Wali

Mawlana Syaikh Hisyam Kabbani
Jakarta , 2 September 2004
Dari www.mevlanasufi.bvlogspot.com Bulan Juni 2004


Bismillah hirRohman nirRohim

Rajab adalah bulannya Allah swt, Sya'ban bulan Nabi Muhammad saw dan Ramadan adalah bulan umatku, demikian dikatakan Nabi saw. Bulan Rajab adalah salah satu bulan haram, dimana Allah swt melarang hambaNya berperang, berkelahi, atau membunuh apapun. Rajab adalah bulan dimana Allah swt memanggil Nabi saw kehadiratNya. Oleh karena bulan Rajab adalah demikian penting, dimana Allah menurunkan RahmatNya pada kita semua. Allah adalah Al-Rahman, Allah Yang Maha Pengasih. Al-Rahman adalah juga bermakna bahwa segala sesuatu di alam semesta tercipta dari NamaNya Al-Rahman . Ketahuilah dari sifat al-Rahman tersebut, Allah menciptakan semua makhluk , surga dan dunia, untuk seluruh manusia.

Kuciptakan semua ini untuk hambaNYA dan seluruh ciptaannya dibawah kontrol manusia. Dari sifat ar Rahman Allah memanggil Nabi saw kehadiratNya dan menghisasi dengan namaNya yang Indah dan mengirimkan kembali Rasulullah saw ke dunia untuk membimbing umatnya. Inilah tanda bahwa Allah swt mencintai kita semua. Ketika Nabi saw melaksanakan perjalanan ke Allah swt, ia telah meliputi beliau dengan namaNya. Hanya Allah yang mengetahui berapa lama Nabi saw berada di hadiratNya. Ketika Isra Miraj tersebut kita mengetahui bahwa Nabi saw hanya berjarak dua tangan dihadapan Allah swt, dan ketika Allah mengirimkan kembali Nabi saw kedunia Allah menghiasinya dengan Nama al-Rauf, Yang Maha Pengasih.

Sebagaimana sabda Nabi saw, “aku adalah Qasim aku adalah Mahi, ini adalah atribut-atribut beliau sebagaimana Allah memberikan atribut tersebut kepada kekasihNya. Olah karenanya Nabi saw memiliki sifat menyayangi dan memaafkan. Nama al Qasim hanya untuk Nabi saw, tak seorangpun boleh memakai nama tersebut.
Al Qasim sebagaimana atribut Allah yang diberikan kepada Nabi saw, dan hanya Nabi yang memiliki otoritas untuk memakai nama itu, dimana dengan nama itu Rasulullah saw menjalankan otoritasnya untuk membagi rahmahNya kepada alam semesta. Seperti kita saat ini menjalankan aktifitas adalah semata-mata berasal dari rahmah Allah yang dibagikan oleh Nabi saw.

Al Mahi, Yang Maha Menghapus, Allah memberikan dari sifat tersebut kepada Rasulullah saw untuk menghapuskan dosa-dosa kita melalui syafaat yang diberikan Allah kepada Nabi saw. Beliau mengambil dosa kita, seperti Allah juga juga merubah kita dari sakit menjadi sembuh. Saya adalah Taa Haa,” Kami tidak menurunkan Qur’an kepadamu agar menjadi susah, tetapi sebagai peringatan bagi orang yang takut kepadaKu” . “Taahaa maa anzalnaa alaikal Qur’ana li tasiqaa”.

Ya Muhammad apa arti dibalik nama Taa dan haa. Hanya Allah dan Muhammad saw yang mengetahuinya, kalau Nabi saw tahu maka awliya juga diberikan Nabi pengetahuan tentangnya. Kami telah menurunkan Al – Qur’an bukan untuk menjadi beban atau memberikan kesulitan kepadamu tetapi untuk mengingatKu, untuk menjadi hambaKu, untuk berdoa kepadaKu, untuk membersihkan hambaKu dan sebagai Cahaya dalam hati mereka.

Allah swt mengirimkan Qur’an untuk menyiapkan umat, kenapa Allah memanggil Nabi saw pada tanggal 27 Rajab, untuk Isra Miraj dan Allah menurunkan Lailatul Qadar, 27 Ramadhan, ada rahasia dibalik tanggal tersebut. Kenapa tidak diturunkan pada tgl 25 atau 23 ? Lailatul Qadr 27 Ramadan, tetapi Isra Miraj 27 Rajab adalah sesuatu yg tetap. Kita berpuasa pada 27 Rajab . Setiap kita melewati 27 Rajab atau 27 Ramadan hati kita senang tetapi kita tak pernah bertanya?. Awliya bertanya mengapa Ya Allah apa Rahasia dibalik tgl 27 tersebut. Dan Allah memberi jawaban kepada malaikat melalui Nabi saw. “Setelah 27 adalah 28, dan alpabet islam total berjumlah 28 huruf, dimana huruf ke 28 adalah Ya”. Artinya malam 27 Allah membawa Nabi saw untuk Isra Miraj dan untuk memempersiapkan beliau untuk malam 28. Huruf ke 28 adalah huruf terakhir, yaitu Ya berasal dari nama Nabi saw Yasin, atributnya yang paling istimewa.

Alif huruf pertama dalam abjad merupakan symbol awal, Nama Allah diawali alif, dari Alif hingga Ya, Aku siapkan engkau Nabi saw, untuk ke - 28 samudera ilmu Pengetahuan Allah swt. Allah memakaikan baju Ilmu Allah kepada Nabi saw. Sesuatu yang berasal dari akhirat dimulai Alif, Islam dimulai dari huruf alif, Ihsan diawali alif, Iman diawali alif. Sedangkan Muhammad maka huruf pertama adalah mim. Islam diawali alif menjadi Muslim yang diawali mim, Iman diawali alif menjadi Mukmin diawali mim, maka antara alif dan mim adalah transisi area dimana Allah mempersiapkan Nabi saw.

Huruf terakhir Ya adalah nama awal Nabi Yasin. Yasin adalkah kalbu Quran artinya Intisari Qur’an , ketika manusia mati mereka membacakan surah Yasin (akhir huruf dalam abjad islam dan akhir kehidupan dibacakan Yasin). Allah berikan rahasia setiap huruf dari surat Yasin tersebut, didalam setiap huruf Quran berarti lebih dari 500 000 makna. Setiap alif bisa berarti berbagai macam makna sesuai tempatnya. Setiap huruf didalmnya mempunyai arti-arti sendiri, setiap huruf seperti cahaya ilmu pengetahuan.

Tak semua hambaNya mengetahui rahasia ilmu tersebut, seperti perumpamaan bahwa Ilmu Nabi saw tak setetespun dari Samudera Ilmu Pengetahuan Allah swt, dan ilmu Sahabat dibanding Nabi saw seperti setetes dari samudera ilmu Nabi dan ilmu Awliya dibanding sahabah seperti setetes dari ilmu sahabah, demikian pula ilmu ulama dibanding ilmu Awliya seperti setetes dari samudera ilmu Awliya Allah.
Kita mengetahui bahwa ilmu kita sangatlah sedikit, kita tak mengetahui hal itu semua, tetapi tetap saja kita arogan bahwa kita orang yang berilmu, congkak. Kita merasa diri kita orang penting, kita ingin orang mengetahui kita orang yang berilmu. Lebih baik bagimu, kau duduk disudut menghinakan diri dan merasa tak mengetahui apapun.

Jangan membanggakan dirimu dihadapan orang lain, karena ketika kau banggakan dirimu, maka iblis segera masuk kedalam dirimu. Nabi saw adalah manusia yang sangat merendahkan dan menghinakan diri dihadapan Allah swt, hingga Allah mengangkat derajat Nabi saw. Jika kita rendah hati maka Allah akan kirimkan kepada orang tersebut hamba-hamba nya yang terbaik para wali Allah untuk membimbingnya. Tetapi kepada hambanya yang arogan, takabur Allah pun mengirimkan orang-orangnya juga, banyak dari segi kwantitas , tetapi ini hanyalah jumlah bukan hambaNya yang memiliki kwalitas terbaik, para Wali-waliNya. Kita boleh berbangga karena kita mencintai Rasulullah saw, kita boleh bangga karena kita Islam, tapi kita tidak boleh berbangga karena amal kita.

Amal yang kita banggakan akan kembali kepada kita bila kita menyombongkan amal dihadapan orang lain atau dihadapNya. Seperti juga kita tahu nama-nama hewan , seperti keledai atau singa. Maka seperti Singa, ia memiliki ribuan nama yang sama, di Inggris disebut Lion, di Perancis Leon, ada berapa banyak bahasa didunia ini?, bila di Cina saja ada ribuan bahasa. Maka singapun memiliki begitu banyak nama. Begitu pula siapa namamu??!!, ketika orang menanyakan nama kita kita membuka KTP, Kartu nama, Oo..Sunarto, Suharto, Bambang. Kita bahkan kadang tak tahu siapa yang memberikan nama kita, siapa yang memberikan namamu, kita tak tahu nama kita sesungguhnya, hanya Allah yang tahu nama kita sebenarnya. Allah memberikan nama hanya kepada Muhammad saw dan Nabi-Nabi yang tercantum didalam Al-Quran. Tetapi kita tak punya nama dan identitas itu.

Nama kita hanya berasal dari orang tua kita. Kita tak memiliki kejelasan status kita didunia ini, kita tak memiliki nama, kita nothing, tetapi tetap saja sombong dan membanggakan diri dihadapan mahluk maupun dihadapanNya. “Siapa yang mengetahui dirinya mengetahui Tuhannya”, bahkan saat inipun kita tak tahu apa nama kita. Mereka pikir diri mereka ulama, suyukh, politisi. Wahai manusia letakkan dirimu serendah mungkin, janganlah sombong dihadapan mahlukNya bahkan dihadapan Allah. Bila kita meletakkan diri kita serendah mungkin maka Allah akan mengangkat derajat kita. Ketika Allah membuka hati hamba tersebut, maka hamba tersebut menjadi Awliya Allah, maka pada saat itu Allah memberikan rahmatNya pada para waliNya. WaliNya tak pernah bersedih hati.

Jika kita berniat mencari wali Allah, maka kita pasti akan menemukan mereka. Mereka bisa datang melalui mimpi, atau melalui berbagai cara lain, tetapi kita harus mulai dengan niat untuk menemui mereka, dan ketika Awliya berada dihadapan kita jangan lepaskan kesempatan itu. Saya hanya seperti kalian, saya bukan wali, sayapun mencari wali, saya tak pernah mengatakan diri saya seorang wali “hasha!”. Saya memang berada dipintu sorang wali, Mawlana Syaikh Nazim. Saya nothing, selama 55 tahun saya mengikuti seorang wali besar, Sulthanul Awliya Shaykh Nazim, beliaulah yang membawa kita semua kepada hadirat Nabi saw. Ilmu yang saya berikan kepada kalian, berasal dari beliau. Mata tak mungkin berada diatas alis, tak pernah!!. Dialah Shaykh Nazim pembimbing kita semua, Shaykh kita semua, Sulthan untuk kita semua.

Kita semua adalah murid beliau. Jika dia inginkan membuka hati kita untuk berbicara maka beliau akan memberikan otoritasnya kepada hati kita dan kita bisa berbicara. Setiap orang senang mendapat buah-buahan yang segar mereka tak suka buah yang busuk, buah yang tak segar. Awliya Allah selalu mendapatkan buah yang segar untuk kalian, karena hati awliya selalu tersambung kepada para sahabat, Abu Bakar as Sidiq ra, Ali bin abi Thalib ra, dan mereka mendapatkannya dari kalbu Rasulullah saw.

Dengan kerendah hatian para Awliya, maka Allah memberikan mereka ilmu untuk membimbing dan mengoreksi umat. Mereka tak perlu mempersiapkan makalah untuk berbicara dihadapan orang-orang, makalah untuk orang biasa, sedang ilmu awliya berasal langsung dari Nabi saw. Makalah ulama, profesor tidaklah seperti buah yang segar tidak baru, sedangkan yang disampaikan awliya adalah informasi yang masih segar yang berasal dari Shaykhnya dan itu semua berasal dari kalbu Rasululah saw.

Dengan jalan itu mereka selalu menerima informasi yang segar yang disampaikan kepada kita, informasi yang berguna untuk memenuhi kebutuhan saat itu juga. Shaykh kita begitu banyak mempunyai wakil-wakil yang diberikan otoritas untuk menyampaikan hal tsb. Allah memiliki 124 000 wali, setiap Wali memiliki level yang berbeda, dari terendah hingga tertinggi. Semua wali dari yang terendah hingga tertinggi mampu melihat cahaya Rasulullah saw, Cahaya itu bersinar begitu terangnya. Cahaya itu selalu kontinyu mengalir ke kalbu awliya seperti air terjun. Jangan engkau bayangkan warna cahaya hanya 20 warna saja, tetapi bisa berjuta-juta warna.

Setiap wali melihat cahaya warna yang berbeda sesuai levelnya masing-masing. Kadang ada wali yang tingkatan terendah hanya bisa menangkap dua warna biru dan merah saja, sementara yang lain hanya kuning dan hijau saja. Tetapi sebenarnya diantara dua cahaya tersebut ada berjuta-juta warna lainnya. Awliya, ketika melihat hati Nabi saw mereka melihat cahaya. Tetapi the Highest level Awliya, Wali yang memiliki tingkatan tertinggi dapat melihat jutaan cahaya, tetapi Iapun sangat redah hatinya. Karena kerendah hatiannya itu ia tak mengatakan jutaan warna, jutaan informasi yang ia dapatkan dari kalbu Rasulullah saw. Dia bisa melihat dan menyampaikan, dia bisa mengambil ilmu tersembunyi dari hati Nabi saw. Disetiap jutaan waktu akan terjadi jutaan cahaya yang berbeda, begitu pula jutaan informasi yang berbeda.

Setiap wali diberi anugerah yang berbeda-beda, setiap dari mereka meskipun levelnya berbeda tetapi memiliki penampilan yang sama. Sehingga kadang mereka yang dilevel terendah menyangka dirinya sama. Wali dilevel tertinggi atau terendah bisa menyerap informasi dari kalbu Rasulullah saw untuk disampaikan kepada kita semua. Dari wali tertinggi yang memiliki jutaan cahaya, maupun yang yang terendah yang hanya mampu menangkap satu atau 2 warna, penampilan mereka sama. Setiapa wali bisa saja punya 1000 wakil untuk menyampaikan informasi dari kalbu Nabi saw . Meskipun demikian setiap wali memiliki cahaya berbeda-beda, bisa saja wali di area ini hanya lihat warna merah, yang lain biru dll. Tetapi mereka kelihatan sama tapi sebenanrnya mereka berbeda. Mereka mengira dirinya sama dengan wali yang lain, tetapi wali yang lebih tinggi diatas mereka dapat mengetahui posisi mereka dimana.

Setiap wali mempunyai kemampuan yang berbeda, untuk menyampaikan. Meskipun demikian dihadapan Shaykh Nazim mereka tampak sama, tetapi Shaykh mengetahui kemampuan mereka, jadi jangan kita mencampurkan mereka seolah sama padahal mereka memiliki kemampuan yang berbeda satu sama lain sesuai level masing-masing. Kemampuan ilmu itu berasal dari Kalbu Mawlana Shaykh Nazim, Sulthan kita. Mawlana Syaikh mengatakan bahwa 27 Rajab akan ada pembukaan yang besar datang kepada umat. Setiap Tirani , penguasa yang dzalim akan kalah. Bukan hanya Tiran dari non muslim tetapi dari seluruh mahlukNya non muslim maupun tiran muslim akan kalah, akan musnah, dan orang yang diberi ampunan akan menggantikan tempat mereka.

Pembukaan ini dimulai pada 27 Rajab, dan pada 15 Syaban seluruh umat akan mengetahui informasi ini. Siapapun yang menggunakan Islam untuk keuntungan mereka, akan dibersihkan satu persatu untuk kemunculan Sayyidina Imam Mahdi as, tidak akan ada penundaan lagi . Penderitaan umat telah sangat berat. Dari informasi melalui kalbu Shaykh Nazim, maka bulan Rajab ini adalah waktu yang sangat penting, Awliya Allah menerima informasi bahwa 27 rajab akan dimulai penghancuran terhadap tirani tersebut.

Bisa saja ada kejadian-kejadian yang sangat luar biasa besar dihadapan kita, kejadian yang tak pernah diperkirakan kita semua. Dan pada 15 Syaban umat akan menerima informasi apa yang sedang terjadi. Era ini adalah era Imam Mahdi as, banyak ulama yang mengatas namakan agama untuk kepentingan politik mereka akan dihancurkan satu persatu, setahap demi setahap. Bulan Rajab adalah pembalasan kepada tirani tersebut. Berbahagialah khususnya mereka yang telah melaksanakan khalwat. Mereka seperti bintang yang bersinar, dan menjadi yang baik diantara kita, peganglah tangan mereka.

Wa min Allah at Taufiq
Wassalam, arief hamdani

Bulan Suci Rajab Kendalikan Egomu

Maulana Syaikh Muhammad Hisyam Kabbani
dalam Mercy Oceans Secrets of the Heart
dari www.mevlanasufi.blogspot.com archieve Juni 2004


Bismillah hirRohman nirRohim

Jika seseorang selalu mendapat dukungan, dia akan selalu berhasil. Semua yang hadir di sini memperoleh dukungan itu. Jika tidak, kalian tidak mungkin berada dalam asosiasi ini. Mengapa kalian datang? Kalian mungkin akan pergi seperti yang lain karena merasa senang dengan kehidupan materialistik dan berbagai kesenangan lainnya. Tetapi cahaya dalam hati membimbing kalian untuk datang ke sini. Jika tidak ada yang mendukung, tidak ada gunanya kita berpakaian merah dan hitam dan mengenakan turban siang dan malam. Hal yang paling penting adalah ‘inayatullah’, dukungan Allah. Jika kita tidak memilikinya, kita tidak akan bisa meraih sesuatu.

Sebentar lagi akan datang satu bulan yang sangat penting dalam kalender Islam, yaitu bulan Rajab al-Haram yang keramat. Rajab terpisah dengan ketiga bulan lainnya yang dikategorikan haram oleh Allah, yaitu: Dzul Qaidah, Dzul Hijjah dan Muharram. Dia juga membuka rentetan tiga bulan suci yang klimaksnya terjadi di bulan Ramadhan, yaitu: Rajab, Sya’ban dan Ramadhan. Selama tiga bulan ini setiap orang harus mempersiapkan diri dan menjaga dirinya sebaik-baiknya, menjauhkan diri dari perilaku buruk dan segala dosa. Rasulullah saw bersabda, “Rajab syahrullah wa sya’banu syahri wa ramadhaanu syahru ummati.” “Rajab adalah bulan Allah , Sya’ban adalah bulanku dan Ramadhan adalah bulan ummatku.”

Allah memberi kalian 12 bulan dalam setahun, 11 bulan milikmu dan 1 bulan lagi milik Allah . Pahala apa yang akan diberikan Allah kepada hamba-hamba-Nya di bulan ini? Tidak ada yang mengetahuinya, bahkan seluruh Rasul pun tidak. Pekerjaan Rasul dan seluruh malaikat berhenti di bulan Rajab. Mereka tidak diperkenankan untuk mengetahui apa yang akan diberikan Allah kepada ummat mereka. Semuanya berada di bawah Kekuasaan Allah . Di bulan kedua, Sya’ban, tidak ada yang diperkenankan untuk mengetahui ganjaran yang akan diberikan oleh Rasulullah kepada ummatnya kecuali Allah dan Rasulullah saw sendiri.

Apa yang terakumulasi di bulan Rajab dan Sya’ban akan dituliskan untuk kalian dan setiap orang akan mengetahuinya di bulan Ramadhan, itulah sebabnya mengapa Ramadhan disebut bulan ummat. Oleh karenanya dalam thariqat, ketiga bulan ini merupakan bulan yang sangat penting. Di bulan Rajab, Rasulullah saw mengalami peristiwa Isra’ Mi’raj. Setiap orang harus menjaga dirinya di bulan ini. Hindari segala perilaku dan sikap yang buruk. Hari yang paling penting dalam setahun adalah hari pertama di bulan Allah I. Semua khalwat dimulai di awal bulan ini. Khalwat terpenting yang dilakukan oleh seorang Guru Sufi dalam hidupnya selalu dilaksanakan di bulan ini. Ini adalah bulan yang suci.

Jika kalian melakukan sesuatu yang lebih (untuk Allah I) di bulan ini, kalian akan dibalas dengan pahala yang tidak diketahui seorang pun. Di bulan itu, Samudra Rahmat Ilahi, Samudra Cinta, dan Pahala-Nya akan dibukakan untuk seluruh ummat dan hamba-Nya. Seluruh Awliya menanti apa pahala yang akan diberikan Allah kepada ummat manusia di tahun ini. Seluruh Awliya di planet ini, dari Timur ke Barat, dan Utara ke Selatan berharap dapat menyaksikan apa yang terjadi di dunia selama ketiga bulan ini. Oleh sebab itu setiap orang harus mengisi bulan ini dengan sebaik-baiknya.

Perhatikanlah rahmat Allah yang turun di bulan ini. Jika kalian melakukan kesalahan, jangan melarikan diri, tetapi datanglah kepada Tuhanmu karena Dia akan mengampunimu. Ini sangat penting karena tidak seorang pun yang tahu apa yang akan diberikan Allah kepada hamba-Nya—bahkan kedua malaikat yang ditugaskan untuk mencatat seluruh amal perbuatan di pundak manusia juga tidak mengetahuinya. Di bulan ini segalanya berasal dari Allah dan tidak ada yang tahu balasan Allah atas setiap perbuatan terkecil dalam rangka ibadah kepada-Nya.Di masa Rasulullah, hidup seseorang perampok jalanan yang bernama Qowd [?] al-‘Abbas [?]. Di malam hari dia pergi ke jalan dan bila menemukan seseorang yang berjalan sendirian, dia akan menangkap dan merampoknya, kadang-kadang dia melukai dan membunuhnya, setelah itu dia kembali lagi ke rumahnya. Tidak seorang pun sanggup menangkapnya.

Rasulullah saw pernah mengutuk orang ini dengan mengatakan bahwa dia adalah orang yang sangat jahat, sehingga bila dia meninggal, beliau tidak akan menshalatkan dan menguburkannya di pemakaman Muslim. Beberapa tahun kemudian orang itu meninggal dunia. Dia mempunyai seorang anak perempuan tetapi tidak ada orang lain yang bisa mengurus jasadnya. Karena Rasulullah telah mengutuknya, maka anak itu membawa tubuh ayahnya di sepanjang jalan di Madinah dan melemparkannya ke dalam sumur yang kering. Beberapa saat kemudian Allah berfirman kepada Rasulullah, “Ya Habibi ya Muhammad! Wahai Rasulku yang tercinta, hari ini salah satu waliku meninggal dunia. Engkau harus pergi memandikan dan membersihkan nya, lalu mengkafani, menshalatkan dan menguburkannya. Rasulullah menjadi heran karena selama hidupnya orang itu telah dikutuknya, tetapi sekarang ketika dia meninggal, Allah mengatakan bahwa dia adalah seorang Wali. Bagaimana mungkin? Tetapi tak seorang pun yang bisa menggugat Pengetahuan Allah , bahkan Rasulullah pun tidak.

Jika Allah ingin menjadikan seorang perampok sebagai Wali, tak ada yang bisa mengatakan ‘mengapa?’ Semua harus menerimanya. Itulah sebabnya, menurut ajaran Sufi dan ajaran thariqat Naqsybandi, kalian harus memandang orang lain lebih baik dari dirimu. Kalian tidak akan tahu bila Allah akan menaikkan derajat seseorang lebih tinggi daripada derajat kalian—siapa yang tahu? Tak seorang pun yang tahu, oleh sebab itu tidak seorang pun yang bisa ikut campur. Jangan memandang rendah kepada seseorang seolah-olah kalian lebih superior dibandingkan mereka. Kalian tidak tahu apakah orang itu dalam pandangan Allah adalah seorang Wali atau bukan. Siapa tahu? Tempatkanlah selalu orang lain di tingkat yang lebih tinggi, tunjukkan rasa hormat kepada mereka dan bersikaplah rendah hati kepada mereka. Jangan tunjukkan ego dan membanggakan diri.

Rahmat Ilahi begitu besar sehingga kalian dilarang untuk melihat apa pun yang dilakukan oleh orang di luar sana dan menyebut mereka gila, atau mengkritik perilaku buruk mereka. Biarkanlah mereka, Allah yang akan menilai tindakan mereka. Lihatlah dirimu sendiri, berlakulah dengan baik, jangat turut campur dalam urusan orang lain. Itu bukan urusanmu. Tugas kalian adalah mengurus diri kalian sendiri. Perbaiki diri kalian, tinggalkan orang lain kepada Tuhannya. Biarkan mereka melakukan apa yang mereka suka. Ini adalah suatu pemahaman dan ajaran yang benar dalam Sufisme, yaitu meninggalkan setiap orang kepada Tuhannya, dan hanya berurusan dengan dirimu sendiri.

Jika kalian mengajari ego kalian agar tidak mencampuri urusan orang lain, maka kalian akan merasakan hidup dalam kebahagiaan, karena ketika kalian melihat orang lain, kalian hanya melihatnya sebagai hamba dari Tuhan yang sama dengan kalian, oleh sebab itu kadang-kadang Tuhan akan mengampuni apa yang mereka lakukan. Jangan berkata, “Hei, kalian melakukan perbuatan yang buruk, minum-minum, bermain wanita, mengerjakan ini itu…. Biarkan orang itu berurusan dengan Tuhannya. Ajarilah orang-orang secara umum. Jangan memojokkan seseorang dan jadilah lebih spesifik.

Allah berfirman kepada Rasulullah, “Ya Rasulullah, pergilah, dan bersihkan dirinya.” Dengan segera Rasulullah memanggil Sayyidina Abu Bakar ash-Shiddiq dan berkata, “Wahai Abu Bakar, kita harus segera pergi dan menjemput orang itu.” Abu Bakar berkata, “Wahai Rasulullah, engkau pernah berkata bahwa engkau tidak akan menguburkannya di pemakaman Muslim karena dia bukan seorang Muslim!”

Rasulullah bersabda, “Tidak! Dia bukan Muslim yang biasa. Allah berfirman kepadaku bahwa dia adalah seorang Wali!” Apa yang dilakukan perampok itu selama hidupnya sehingga dia menjadi seorang Wali? Padahal selama hidupnya pekerjaannya adalah membunuh, merampok, dan mencuri. Rasulullah pergi menuju sumur itu dan dengan tangannya sendiri, beliau mengeluarkan tubuh orang itu, kemudian membawanya ke rumahnya bersama para sahabat. Beliau membersihkan tubuhnya, memandikan dan mengkafaninya, kemudian menshalatkan dan membawanya dari Masjid Rasulullah ke Jannat ul-Baqi’ yang berjarak sekitar 15 menit bila berjalan kaki. Namun pada saat itu dibutuhkan waktu lebih dari dua jam untuk memindahkan tubuhnya ke sana.

Seluruh sahabat merasa heran melihat cara Rasulullah berjalan. Dengan tangannya sendiri Rasulullah telah membersihkan, memandikan dan menshalatkannya, dan sekarang beliau membawa orang itu ke kuburnya dengan kaki yang berjingkat. Mereka bertanya, “Wahai Rasulullah! Mengapa engkau berjalan dengan kaki berjingkat?” Beliau menjawab, “Allah telah memerintahkan seluruh Wali dari Timur ke Barat, dan seluruh malaikat dari ketujuh surga, serta semua makhluk spiritual untuk hadir di sini dan mengikuti Wali itu sehingga jalan dipenuhi mereka dan sulit bagiku untuk mencari tempat untuk menginjakkan kakiku. Dalam hidupku, tidak pernah Aku sekaget ini.”

Setelah mereka menguburkannya, Rasulullah tidak berbicara lagi kepada orang-orang melainkan langsung pulang ke rumahnya dengan tubuh yang gemetar dan menggigil. Di rumahnya beliau duduk bersama Sayyidina Abu Bakar ash-Shiddiq y, bertanya kepada dirinya sendiri apa yang telah dilakukan Wali itu, selama hidupnya dia adalah seorang perampok, namun ketika meninggal dia mendapat kemuliaan sangat tinggi dari Allah .

Sayyidina Abu Bakar berkata, “Ya Rasulullah , Aku merasa malu untuk bertanya tentang apa yang Aku saksikan pada hari ini, sungguh membingungkan.” Rasulullah menjawab, “Ya Abu Bakar, Aku bahkan lebih kaget daripada engkau, dan sekarang Aku menunggu kedatangan Jibril untuk memberi keterangan tentang kejadian ini.” Ketika Jibril datang, Rasulullah berkata, “Ya Jibril, ada apa?” Jibril menjawab, “Wahai Rasulullah jangan bertanya kepadaku. Aku sendiri bingung! Namun demikian tidak perlu bingung, Allah dapat melakukan apa saja yang dikehendaki-Nya dan Dia memerintahkan engkau untuk bertanya kepada anak perempuannya.”

Bersama Sayyidina Abu Bakar ash-Shiddiq y, Rasulullah segera mendatangi rumah perampok itu. Dewasa ini para menteri dan sekretarisnya—tidak, bahkan seorang manager di sebuah perusahaan pun memperlakukan seseorang seolah-olah mereka pengemis di depan pintu rumahnya. Mereka tidak menunjukkan rasa hormat atau kerendahan hati. Rasulullah tanpa mempedulikan kekuatan dan statusnya sebagai orang yang sempurna, kekasih Allah, dengan rendah hati pergi ke rumah Wali itu dan bertanya kepada anak perempuannya apa yang dilakukan ayahnya selama hidupnya, “Wahai anakku, tolong ceritakan bagaimana ayahmu menjalani hidupnya.” Dia menjawab, “Ya Rasulullah , Aku sangat malu kepadamu, apa yang akan kuceritakan kepadamu? Dia adalah seorang pembunuh dan perampok.

Aku tidak pernah melihatnya melakukan suatu kebajikan. Dia merampok dan mencuri siang dan malam, kecuali dalam satu bulan. Ketika bulan itu datang dia akan berkata, ‘Ini adalah bulannya Allah ,’ karena dia pernah mendengar engkau bersabda, ‘Rajab adalah bulan Allah , Sya’ban adalah bulanku dan Ramadhan adalah bulan ummat.’ Dia berkata, ‘Aku tidak peduli dengan bulan Rasulullah atau pun bulan ummat, Aku hanya peduli pada bulan Tuhanku. Oleh sebab itu Aku akan duduk di kamarku, menutupnya, dan melakukan khalwat di bulan ini.’”

Rasulullah bertanya kepadanya, “Khalwat macam apa yang dia lakukan?” Dia berkata kepadanya, “Wahai Rasulullah, suatu hari dia sedang berada di jalan untuk mencari orang yang akan dirampok dan dia menemukan seorang yang berusia 70 atau 80 tahun. Dia memukulnya sehingga orang itu tidak sadarkan diri, dan merampoknya, dia menemukan segulungan kertas kecil dari orang itu. Dia membukanya dan menemukan sebuah do’a di dalamnya, dia sangat senang dengan do’a itu. Setiap tahun ketika bulan Rajab tiba, bulannya Allah, ayahku duduk dan membaca do’a itu sepanjang siang dan malam, sambil menangis dia membaca do’a itu, kecuali ketika dia mau makan atau berwudhu. Setelah bulan itu berlalu, dia bangkit lagi dan berkata, ‘Bulan Allah telah berakhir sekarang giliran kesenanganku.’ Dia kembali merampok dan membunuh selama 11 bulan kemudian.”

Do’a yang biasa dibaca oleh orang itu adalah do’a yang sangat penting dan setiap orang dianjurkan untuk membacanya sebanyak 3 kali sehari selama bulan Rajab. Maulana Syaikh Nazhim berkata bahwa do’a ini akan membersihkan dirimu dari seluruh dosa dan menjadikan kalian sebagai orang yang suci bagaikan bayi yang baru dilahirkan. Do’a itu adalah do’a yang sangat populer di kalangan Sufi. Ketika Rasulullah e meminta anak itu membawakan kertas yang berisi do’a itu, beliau menciumnya dan menggosokkannya ke tubuhnya. Jangan tinggalkan do’a itu tetapi bacalah selalu di bulan yang akan datang ini, insya Allah, Allah akan memberimu, tergantung pada niatmu.

Allah berfirman kepada Rasulullah e, “Wahai Rasul-Ku yang tercinta, orang itu datang dan bertaubat kepada-Ku di bulan yang paling penting dalam setahun. Untuk itu, karena dia telah mengorbankan satu bulan untuk-Ku, maka Aku mengampuni semua kesalahannya dan Aku ubah semua dosanya menjadi amal baik. Karena dia mempunyai dosa yang begitu banyak, maka sekarang dia mempunyai amal yang banyak sekali, bahkan terlalu banyak sehingga menjadikannya seorang Wali besar.” Karena satu do’a, Allah I membuat seseorang yang tidak pernah beribadah selama hidupnya menjadi seorang Wali.

Bagaimana dengan kalian, orang-orang yang berperilaku baik, yang beribadah kepada Tuhan sebagaimana layaknya, datang ke dalam suatu majelis untuk mendengar (ceramah)? Kalian mempunyai Tuhan Yang Maha Pemurah, Tuhan Yang penuh Cinta, bagaimana menurut kalian, Apa yang akan Dia berikan sebagai ganjaran kepadamu? Apakah kalian pikir Dia akan meninggalkanmu?

Untuk setiap langkah yang kalian gunakan menuju suatu majelis, Allah I akan menghapus satu dosa dan memberi 10 pahala. Siapa pun yang datang dari jarak 2 jam perjalanan, hitunglah berapa banyak langkahnya menuju ke sini. Jangan tinggalkan asosiasi semacam ini, sebab kalian tidak akan mendapat ganjaran semacam itu ketika kalian beribadah, shalat 5 waktu adalah kewajibanmu, tetapi asosiasi semacam ini bukanlah kewajiban, tetapi sukarela. Oleh sebab itu jika kalian datang, kalian akan diberi ganjaran yang melimpah. Itulah sebabnya asosiasi ini sangat penting. Asosiasi ini bisa menunjukkan kalian jalan singkat menuju Kehadirat Ilahi, dan jalan terpendek meraih realitas kalian.

Dengan sedikit latihan membaca apa yang biasa dibaca oleh para Wali, kalian akan mengalami kemajuan yang sangat pesat. Jangan datang ke Sisi-Nya dengan mengendarai keledai. Datanglah dengan roket, kalian akan mencapainya dengan cepat. Ego kalian adalah keledai. Jangan ikuti ego kalian. Tinggalkan dia, karena dia tidak akan membawamu ke mana-mana melainkan dalam gerakan lambat. Roh akan bergerak dengan kecepatan yang sangat tinggi. Mengapa? Karena roh adalah sesuatu yang berhubungan dengan Allah I. Cahaya itu berasal dari Allah. Perhatikan kecepatan cahaya yang mencapai 300.000 kilometer per detik. Menurut kalian apakah kecepatan roh lebih lambat atau lebih cepat daripada cahaya? Jelas dia lebih cepat.

Kalian menggunakan akal kalian dengan kecepatan yang sangat tinggi, bagaimana dengan hati kalian? Sekarang orang berusaha agar sampai lebih cepat di segala tempat di muka bumi dengan menggunakan pesawat. Bagaimana dengan pesawat dalam hati kalian? Apa pun tempat yang kalian pikirkan, kalian akan tiba di sana dalam sekejap bila kalian mengetahui cara menggunakan kekuatan spiritual. Para Wali dapat berada di mana saja dalam waktu yang mereka inginkan. Mereka dapat berada di sini, dan dalam beberapa detik mereka sudah berada di China, Rusia, atau di bulan atau di matahari atau di surga yang pertama, dengan menggunakan kekuatan roh. Jangan meremehkan apa yang telah diciptakan oleh Tuhan dalam dirimu dan dalam diri setiap manusia. Tidak ada yang dapat mengerti bagaimana mekanisme roh bekerja.

Mengapa orang meninggal dunia seketika pada saat seseorang menembakkan peluru kepadanya? Siapa yang membawa pergi rahasia itu? Mengapa orang meninggal dunia bila sakitnya sangat parah? Roh selalu berusaha untuk melarikan diri dan membebaskan diri dari sangkar tubuhnya. Bila dia menemukan jalan, dia akan melarikan diri dan kembali ke asalnya. Bila kalian dengan kekuatan kalian dapat mengendalikan ego dan membebaskan rohmu, pada saat itu kalian akan bisa mengontrol kekuatan roh sehingga dia tidak dapat melarikan diri. Pada saat itu kalian dapat melakukan suatu keajaiban dengan roh kalian.

Beberapa waktu yang lalu, di mana-mana kalian dapat menemukan para Wali yang menggunakan kekuatan spiritualnya yang tidak bisa ditiru di masa sekarang. Ada Wali yang dapat menggunakan sabuknya untuk memanggil orang yang tinggal sangat jauh darinya, dan dia dapat melakukannya di depan ratusan orang yang duduk di sekitarnya. Bagaimana dia mengirim pesan kepada seseorang yang berjarak 3 atau 4 jam perjalanan dengan mobil? Wali itu cukup mengangkat sabuknya, meletakkannya di dekat telinganya dan berkata, “Hallo? Bapak Anu dan Anu dan seterusnya, datanglah, kami menanti kedatanganmu!” Setelah tiga atau empat jam kemudian, mereka mengetuk pintu lalu masuk dan berkata kepada orang-orang bahwa dia telah menerima panggilan dari Syaikh agar datang ke tempat itu.

Banyak sekali hal yang dapat dilakukan para Wali, sebab ego mereka berada dalam kendali mereka. Bila roh bisa mengontrol ego, kalian dapat melakukan apa saja, tetapi sebaliknya bila ego yang menguasai roh, kalian tidak bisa melakukan apa-apa. Kalian harus selalu menjadi tempat sampah bagi ummat manusia. Jangan takut untuk menanggung beban mereka. Ambil dan lakukanlah. Jika kalian mengambilnya, Allah I akan memberimu kekuatan yang lebih banyak. Jika kalian tidak mau menanggung beban mereka, kalian tidak akan mempunyai cahaya dalam hati. Kalian harus menjadi orang yang mau menanggung beban. Ada seorang Wali yang berdo’a kepada Tuhannya, “Wahai Tuhanku! Jadikanlah tubuhku seluas neraka-Mu, dan masukkan diriku sendiri ke dalamnya, dan biarkan semua orang berada di luar.

Aku mengorbankan diriku untuk keuntungan hamba-hamba-Mu yang tidak bersalah. Mereka tidak bersalah sebab mereka mempunyai ego yang membebani mereka. Jika mereka tidak mempunyai ego, mereka semua akan seperti malaikat. Setiap orang mempunyai ego. Egolah yang mengendalikan dirimu dan membuatmu berkelakuan buruk. Kalian semua harus menjadi contoh bagi masyarakat luar agar orang-orang berdatangan ke dalam asosiasi kita setelah mereka melihatmu dan menghargai sikap dan tingkah lakumu yang baik. Bila mereka melihat kalian bersikap buruk, bagaimana mereka akan datang ke dalam asosiasi ini? Mereka tidak akan datang. Bagaimana mendapatkan perilaku yang baik? Yaitu dengan meninggalkan perangai buruk dan amarah. Jangan tunjukkan kemarahanmu, baik di rumah maupun di luar rumahmu.

Jangan hiraukan bila istrimu berteriak kepadamu. Biarkan dia teriak, apa yang akan terjadi? Pada akhirnya, dia akan kelelahan dan berhenti sendiri. Begitu dengan pria—untuk mereka kita harus menggunakan ekspresi yang lain daripada ‘teriak’, karena mereka kan laki-laki! Kalian akan menggonggong dan istrimu tidak menghiraukanmu, sehingga kalian akan merasa muak dan berhenti sendiri. Tetapi setan tidak pernah membiarkan orang marah kecuali yang lain juga marah, sehingga mereka saling berkelahi. Oleh karena itu bila salah seorang berteriak, maka yang lain tidak perlu mendengarkan. Ini juga harus diterapkan di masyarakat luas. Berusahalah untuk meredam kemarahanmu.

Suatu hari Saya bersama Maulana Syaikh Nazhim k di Madinah. Di masa itu, Maulana Syaikh Nazhim k biasa membawa rombongan haji dari Siprus. Beliau mengajak mereka ke pasar untuk membeli tasbih. Setelah mereka membeli tasbih, Maulana juga meminta sebuah tasbih untuk dirinya sendiri. Pedagang itu menunjukkan beberapa tasbih kepadanya, lalu Maulana berkata, “Lupakan saja, kamu bisa memberi potongan harga untuk Saya.” Pedagang itu tidak mengeluarkan satu umpatan pun kepada Maulana, Maulana bahkan tidak membuka mulutnya. Beliau menjaga agar amarahnya tidak keluar. Kemudian setelah beliau pergi ke jalan, kami melihat seseorang mendatangi Syaikh dengan tasbih yang identik di tangannya. Dia memberikannya kepada Syaikh dengan mengatakan, “Ini hadiah dari Saya,” tak seorang pun yang tahu siapa dia dan dari mana asalnya, dia lalu menghilang secepat dia muncul.

Bila kalian menjaga amarahmu, Allah I akan memberi pahala kepadamu. Jangan mencoba mendapatkan hakmu dengan cara memaksa. Allah I berfirman dalam al-Qur’an, “Fa man ‘afa wa aslaha, fa ajruhu ‘alallaah” (as-Syura 40), “Barang siapa yang memaafkan dan berbuat baik maka dia akan mendapat pahala dari Allah I.” Ini lebih baik daripada kalian mengambil hakmu dengan tanganmu sendiri—lewat pengadilan, misalnya.

Persiapkan dirimu, ini adalah bulan Rajab, jangan meninggalkan satu shalat pun. Jika kalian melewati shalat di siang hari usahakan untuk mengerjakannya di malam hari ketika kalian sudah tiba di rumah sebelum tidur. Cobalah untuk mengucapkan “Allah” dalam hatimu 1.500 kali sehari. Jika kalian lebih suka mengucapkannya dengan lidah, lakukanlah dengan cara itu. Ucapkan juga “Allaahumma shalli ‘alaa Muhammadiw wa ‘alaa aali Muhammadiw wa sallim” 100 kali sehari. Insya Allah ini akan memberimu kekuatan di bulan Rajab dan mempersiapkan dirimu di bulan Sya’ban, di mana ada tugas lain yang akan kita bahas di kemudian hari, insya Allah.

Seluruh Wali menunggu kedatangan Imam Mahdi u dan Nabi ‘Isa u di bulan ini. Seluruh Wali menanti untuk mengetahuinya, dan sebagian besar pengikut mereka akan diberitahu mengenai hal ini pada tanggal 15 Sya’ban. Setiap orang harus mempersiapkan diri mereka untuk peristiwa besar di dunia ini. Komunisme sudah berakhir, setiap orang berpihak kepada Amerika. Mereka berpikir bahwa tidak akan ada lagi perang di dunia ini, perdamaian akan terjadi di mana-mana. Tiba-tiba seseorang yang gila datang dan menekan tombol, lalu dimulailah Perang Dunia Ketiga. Segera setelah peristiwa ini terjadi, Imam Mahdi as akan datang, kemudian Nabi ‘Isa as turun dari surga.

Ibadah Haji pada tahun terakhir ini adalah salah satu ibadah haji terbesar yang dilaksanakan di abad ini. Imam Mahdi u berada di sana, begitu pula dengan 124.000 Wali dan 124.000 Rasul di berkumpul di Padang ‘Arafah. Oleh sebab itu persiapkan dirimu untuk suatu peristiwa besar yang akan segera muncul di permukaan bumi. Jangan berpikir bahwa dunia ini akan berlangsung lama dan kita masih memiliki tahun-tahun yang panjang di depan kita. Kita sudah sangat dekat dengan akhir dunia ini dan segera menuju ke Akhirat.

Kita tidak akan memandang ibadah orang lain dengan sikap tidak setuju, kita hanyalah sebuah kelompok yang mengharapkan kedatangan Imam Mahdi u dan Nabi ‘Isa u dengan segera. Kita berada di jalur yang benar. Kita telah bertemu mereka. Kita telah mengambil bay’at dari mereka dan menerima mereka baik secara fisik maupun spiritual melalui kekuatan Grandsyaikh. Apa yang Saya katakan kepada kalian adalah menurut pandangan spiritual yang nyata, tidak samar atau berbayangan. Imam Mahdi u dan Nabi ‘Isa u berada di antara kalian. Setiap asosiasi, baik di sini maupun di Chicago atau Montreal, New York dan New Meksiko, diselenggarakan atas nama Guru kita yang berhubungan langsung dengan Imam Mahdi u dan Nabi ‘Isa u. Imam Mahdi as dan Nabi ‘Isa as pasti hadir dalam semua pertemuan itu, paling tidak untuk melihat kalian, kemudian pergi. Kadang-kadang mereka ikut duduk, kadang-kadang mereka hanya melihat lalu pergi, dan kadang mereka melihat dari tempat di mana mereka berada.

Asosiasi ini adalah satu-satunya asosiasi di dunia yang didukung oleh Imam Mahdi as dan Nabi ‘Isa as, tidak hanya di Amerika tetapi di semua tempat di mana asosiasi ini diselenggarakan atas nama mereka. Tempat-tempat lain di mana orang berkumpul bersama—baik di sinagoga, gereja, atau kelompok Sufi yang lain—tidak dapat memperoleh cahaya seperti yang kalian dapatkan dalam asosiasi ini. Kalian akan melihat diri kalian dalam jumlah yang kecil karena bintang yang bersinar tidak banyak jumlahnya, dan kalian akan menjadi bintang dalam kegelapan malam bagi ummat manusia. Itulah sebabnya Maulana Syaikh Nazhim mempersiapkan dirimu dan itulah sebabnya beliau mengirim kita ke abad ini, yaitu untuk membangunkan orang-orang di abad ini dan memperingatkan mereka untuk melihat ke depan kepada Imam Mahdi as dan Nabi ‘Isa as.

Insya Allah, beberapa di antara kalian akan menerima bay’at dari mereka berdua di dalam mimpimu. Hal ini memerlukan beberapa kemajuan dalam dirimu, yaitu dalam membaca wirid yang diberikan oleh Maulana Syaikh Nazhim tanpa meninggalkannya satu malam pun. Setelah itu insya Allah, kalian akan bertemu dengan mereka secara fisik, dan kita memohon kepada Allah I agar hal itu akan segera terjadi.

Wa min Allah at Tawfiq
wassalam, arief hamdani

Cari Blog Ini