Asysyam

“Sesungguhnya berbahagialah orang yang mensuciikan jiwanya, dan sungguh merugilah orang yang mengotori jiwanya”
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 09 Oktober 2011

Ibarat Jam Dinding

Mobil mahal bukan jaminan keselamatan.Menyetir dengan hati-hati dan sabar itulah kunci keselamatan.

Membawa selusin bodyguard bukan jaminan keamanan.Rendah hati, ramah dan tidak mencari musuh, itulah kunci keamanan.

Obat dan vitamin bukan jaminan hidup sehat.Jaga mulut, istirahat cukup dan olah raga yang teratur itulah kunci hidup sehat.

Rumah mewah bukan jaminan keluarga bahagia.Saling mengasihi, menghormati dan memaafkan itulah kunci keluarga bahagia.

Gaji tinggi bukan jaminan kepuasan hidup.Bersyukur, hemat dan saling menyayangi berkah itulah kunci kepuasan hidup.

Pangkat tinggi bukan jaminan hidup terhormat.Jujur, punya kredibiltas dan disiplin itulah kunci hidup terhormat.

Hidup berfoya-foya bukan jaminan banyak sahabat.Setia-kawan, bijaksana, solidaritas, suka menolong Itulah kunci banyak sahabat.

Kosmetik bukan jaminan kecantikan.Semangat, kasih, ceria, ramah dan senyuman itulah kunci kecantikan.

Satpam dan tembok rumah yang kokoh bukan jaminan hidup tenang.Hati yang damai, kasih dan bebas tiada keserakahan dan kebencian itulah kunci ketenangan dan rasa aman.

Hidup kita itu sebaiknya ibarat 'jam dinding'. Diliat orang atau tidak ia tetap mendenting. Dihargai orang atau tidak ia tetap berputar. Diterima kasihi'i atau tidak ia tetap 'bekerja'. Kalau jam dinding bisa bicara, ia akan berkata: "Karena aku punya kualitas..komitmen...dan tanggung jawab..

JANGAN BERSEDIH



Jangan sedih bila orang lain tidak memahami anda..
Tapi sedihlah karena anda tidak mau memahami orang lain.
Jangan sedih bila orang lain tidak mempercayai anda..
Tapi sedihlah karena anda tidak percaya diri sendiri.

Jangan sedih bila orang lain tidak memberi kesempatan kepada anda..
Tapi sedihlah karena anda belum buat persiapan.

Jangan sedih bila orang lain tidak menghargai anda..
Tapi sedihlah karena anda tidak bisa menghargai orang lain.

Jangan sedih bila orang lain menghina anda..
Tapi sedihlah karena anda membuat hina diri sendiri.

Jangan sedih bila orang lain memaki anda..
Tapi sedihlah karena anda bermulut jahat pada orang lain.

Jangan sedih orang selalu mengritik kita..
Tapi sedihlah karena anda tak pernah mau perbaiki diri.

Jangan sedih karena anda selalu jatuh..
Tapi sedihlah karena anda tak mau bangkit kembali.

Jangan sedih karena perjalanan hidup anda pahit getir..
Tapi sedihlah karena anda tak pernah belajar dari pengalaman.

INGATLAH..
Kunci masalah selalu ada dalam diri, bukan di luar



Rabu, 13 Juli 2011

~Resep Bahagia yang Sederhana~



Ringankan hidupmu dengan cara menerima beban yang ada



Ikatlah dengan cara melepaskan



Marahlah dengan cara memaafkan



Isilah dengan cara mengosongkan



Yakinlah dengan cara berserah diri padaNya



Dapatkan dengan cara Memberi



Kritiklah dengan cara istighfar, introspeksi, dan memperbaiki diri



Kecilkan masalah dengan cara membesarkan Allah



Cintai yang bukan mahrommu dengan cara mencintai mahrommu karena Allah...



Begadanglah dengan cara Sholat Tahajud...



Redakan emosimu dengan cara Tilawah Quran sepenuh hati



Kayakan dirimu dengan cara Sedekah yang tak kau hitung-hitung balasannya



Kejarlah dunia dengan cara mengejar akhirat



Kejarlah kehidupan dengan cara siap menerima kematian



Kejarlah kuantitas dengan cara memperbaiki kualitas



Pintarkan otakmu dengan cara membersihkan hatimu



Marketingkan produkmu dengan cara memarketingkan dirimu di hadapan Allah SWT...



Aturlah anakmu...Aturlah istrimu..Aturlah anak buahmu..Aturlah umatmu...Aturlah semestamu...



dengan cara :"jangan pernah mengatur mereka, kecuali sekedar taushiyah dan peringatan saja, sebab hanya yang Maha Mengatur kehidupan ini yang dapatkan memberikan hidayah kepada mereka, dan kepadamu..."


wallahu a'lam

~Membuat Hidup Terasa Indah~



Rasa syukur membuat hidup kita menjadi indah

Rasa syukur membuat yang sedikit terasa cukup dan berkah

Rasa syukur mengubah apa yang kita miliki saat ini menjadi lebih berharga

Rasa syukur mengubah masalah yang kita miliki menjadi hikmah yang bernilai

Rasa syukur mengubah hidangan sederhana terasa menjadi istimewa

Rasa syukur mengubah rumah yang sempit terasa lapang dan nyaman

Rasa syukur mengubah kegagalan menjadi pelajaran berharga

Rasa syukur mengubah kekeruhan suasana menjadi kejernihan

Rasa syukur mengubah yang tidak nyaman menjadi menyenangkan

Rasa syukur mengubah penolakan menjadi penerimaan

Rasa syukur mengubah kebenciaan di hati menjadi kasih sayang

Rasa syukur menciptakan kedamaian dan ketenangan hati

Rasa syukur mengubah emosi menjadi latihan kesabaran

Rasa syukur menjadikan masa lalu sebagai kenangan manis

Rasa syukur menjadikan masa sekarang keindahan dan kesenangan

Rasa syukur menjadikan hari esok penuh harapan

Rasa syukur menciptakan visi ke depan yang penuh harapan Bila hatimu dipenuhi rasa syukur

"Hidup menjadi selalu indah dan damai"

Senin, 20 Juni 2011

Positive Thinking



Melihat masalah sebagai tantangan
Bandingkan dengan orang yang melihat masalah sebagai cobaan hidup yang terlalu berat dan bikin hidupnya jadi paling sengsara sedunia.

Menikmati hidupnya
Pemikiran positif akan membuat seseorang menerima keadaannya dengan besar hati, meski tak berarti ia tak berusaha untuk mencapai hidup yang lebih baik.

Pikiran terbuka untuk menerima saran dan ide
Karena dengan begitu, boleh jadi ada hal-hal baru yang akan membuat segala sesuatu lebih baik.

Mengenyahkan pikiran negatif segera setelah pikiran itu terlintas di benak
'Memelihara' pikiran negatif lama-lama bisa diibaratkan membangunkan singa tidur. Sebetulnya tidak apa-apa, ternyata malah bisa menimbulkan masalah.

Mensyukuri apa yang dimilikinya
Dan bukannya berkeluh-kesah tentang apa-apa yang tidak dipunyainya.

Tidak mendengarkan gosip yang tak menentu
Sudah pasti, gosip berkawan baik dengan pikiran negatif. Karena itu, mendengarkan omongan yang tak ada juntrungnya adalah perilaku yang dijauhi si pemikir positif.

Tidak bikin alasan, tapi langsung bikin tindakan
Pernah dengar pelesetan NATO (No Action, Talk Only), kan? Nah, mereka ini jelas bukan penganutnya.

Menggunakan bahasa positif
Maksudnya, kalimat-kalimat yang bernadakan optimisme, seperti "Masalah itu pasti akan terselesaikan," dan "Dia memang berbakat".

Menggunakan bahasa tubuh yang positif
Di antaranya adalah senyum, berjalan dengan langkah tegap, dan gerakan tangan yang ekspresif, atau anggukan. Mereka juga berbicara dengan intonasi yang bersahabat, antusias, dan 'hidup'.

Peduli pada citra diri
Itu sebabnya, mereka berusaha tampil baik. Bukan hanya di luar, tapi juga di dalam.

Kamis, 16 Juni 2011

Biarkan HARAPAN Bercerita Tentang Dirinya

Apa yang mendorong petani berkeringat dan bekerja keras?
Adalah harapan akan memetik panen dari tanamannya.

Apa yang membuat seorang pedagang tergiur melakukan banyak perjalanan,
menempuh marabahaya, meninggalkan keluarga dan tanah air?
Adalah harapan akan mendapat keuntungan.

Apa yang mendorong seorang pelajar bersungguh-sungguh,
terus menerus belajar, begadang di malam hari, meresume dan menghafal?
Adalah harapan akan lulus.

Apa yang mendorong seorang tentara melakukan berbagai manuver heroic
dalam peperangan dan bersabar menghadapi peperangan yang ganas?
Adalah harapan akan mendapatkan kemenangan.

Apa yang membuat seorang pasien dengan sukarela maupun terpaksa meminum obat yang pahit?
Adalah harapan akan sembuh.

Apa yang mendorong seorang beriman menentang hawa nafsunya
dan bersusah payah melaksanakan ketaatan kepada Tuhannya?
Adalah harapan terhadap ridha dan surga Allah SWT.

Jadi...Biarkan HARAPAN bercerita tentang dirinya..... (^_^)

Anda Pasti Bisa Bila...


Pasar malam dibuka di sebuah kota. Seluruh penduduk menyambutnya dengan gembira. Ada berbagai macam permainan, stand makanan dan sirkus. Tetapi kali ini yang paling istimewa adalah atraksi manusia kuat.

Setiap malam ratusan orang menonton pertunjukkan manusia kuat. Ia bisa melengkungkan baja hanya dengan tangan telanjang. Ia bisa menghancurkan batu bata tebal dengan tinjunya. Ia mengalahkan semua pria di kota itu dalam lomba panco.

Untuk menutup pertunjukkannya, ia memeras sebuah jeruk dengan genggamannya. Ia memeras terus hingga tetes terakhir air jeruk itu terperas.

Kemudian ia menantang para penonton, "Barang siapa yang bisa memeras hingga keluar satu tetes saja air jeruk dari buah jeruk ini, akan kuberikan dia uang satu juta."

Kemudian naiklah seorang lelaki, atlit binaraga, ke atas panggung. Tangannya kekar. Ia memeras dan memeras... dan memeras... tapi tak setetespun air jeruk keluar. Sepertinya seluruh isi jeruk itu sudah terperas habis. Ia gagal.

Beberapa pria kuat dari penjuru kota mencoba, tapi tak ada yang berhasil.

Manusia kuat itu tersenyum-senyum. Kemudian ia berkata, "Aku berikan satu kesempatan terakhir. Siapa yang mau mencoba?"

Seorang wanita kurus setengah baya mengacungkan tangan dan meminta agar ia boleh mencoba.

"Tentu saja boleh nyonya. Mari naik ke panggung."

Manusia kuat itu membimbing wanita itu naik ke atas pentas. Beberapa orang tergelak-gelak mengolok-olok wanita itu.

Wanita itu lalu mengambil jeruk dan menggenggamnya. Semakin banyak penonton yang menertawakannya.

Lalu wanita itu mencoba memeras dengan penuh konsentrasi. Ia memeras... memeras... memeras dan "ting!" setetes air jeruk muncul terperas dan jatuh membasahi lantai panggung. Para penonton terdiam terperangah. Lalu cemoohan mereka segera berubah menjadi tepuk tangan riuh.

Manusia kuat lalu memeluk wanita kurus itu, katanya, "Nyonya, aku sudah melakukan pertunjukkan semacam ini ratusan kali. Dan, ribuan orang pernah mencobanya agar bisa membawa pulang hadiah uang yang aku tawarkan, tapi mereka semua gagal. Hanya kau satu-satunya yang berhasil memenangkan hadiah itu. Boleh aku tahu, bagaimana kau bisa melakukan hal itu?"

"Begini," jawab wanita itu, "Jika suamimu sedang jatuh sakit keras dan tak bisa bekerja mencari nafkah, sedangkan kau memiliki delapan anak yang harus kau beri makan setiap harinya, lalu kau harus kuat mencari uang meski hanya serupiah-dua rupiah, maka hanya memeras jeruk untuk mendapatkan satu juta rupiah bukanlah hal yang sulit."

"Bila anda memiliki alasan yang cukup kuat, anda akan menemukan jalannya", demikian kata seorang bijak. Seringkali kita tak kuat melakukan sesuatu karena tak memiliki alasan yang cukup kuat.

Anak Kecil Penjual Kue


Seorang pemuda yang sedang lapar pergi menuju restoran jalanan dan iapun menyantap makanan yang telah dipesan. Saat pemuda itu makan datanglah seorang anak kecil laki-laki menjajakan kue kepada pemuda tersebut, "Pak, mau beli kue, Pak?"
Dengan ramah pemuda yang sedang makan menjawab "Tidak, saya sedang makan".

Anak kecil tersebut tidaklah berputus asa dengan tawaran pertama. Ia tawarkan lagi kue setelah pemuda itu selesai makan, pemuda tersebut menjawab "Tidak dik, saya sudah kenyang".

Setelah pemuda itu membayar ke kasir dan beranjak pergi dari warung kaki lima, anak kecil penjaja kue tidak menyerah dengan usahanya yang sudah hampir seharian menjajakan kue buatan bunda. Mungkin anak kecil ini berpikir "Saya coba lagi tawarkan kue ini kepada bapak itu, siapa tahu kue ini dijadikan oleh-oleh buat orang dirumah".

Ini adalah sebuah usaha yang gigih membantu ibunda untuk menyambung kehidupan yang serba pas-pasan ini. Saat pemuda tadi beranjak pergi dari warung tersebut anak kecil penjaja kue menawarkan ketiga kali kue dagangan.

"Pak mau beli kue saya?"

Pemuda yang ditawarkan jadi risih juga untuk menolak yang ketiga kalinya, kemudian ia keluarkan uang Rp. 1.500,00 dari dompet dan ia berikan sebagai sedekah saja.

"Dik ini uang saya kasih, kuenya nggak usah saya ambil, anggap saja ini sedekahan dari saya buat adik".

Lalu uang yang diberikan pemuda itu ia ambil dan diberikan kepada pengemis yang sedang meminta-minta. Pemuda tadi jadi bingung, lho ini anak dikasih uang kok malah dikasih kepada orang lain.

"Kenapa kamu berikan uang tersebut, kenapa tidak kamu ambil?"

Anak kecil penjaja kue tersenyum lugu menjawab, "Saya sudah berjanji sama ibu dirumah ingin menjualkan kue buatan ibu, bukan jadi pengemis, dan saya akan bangga pulang kerumah bertemu ibu kalau kue buatan ibu terjual habis. Dan uang yang saya berikan kepada ibu hasil usaha kerja keras saya. Ibu saya tidak suka saya jadi pengemis".

Pemuda tadi jadi terkagum dengan kata-kata yang diucapkan anak kecil penjaja kue yang masih sangat kecil buat ukuran seorang anak yang sudah punya etos kerja bahwa "kerja itu adalah sebuah kehormatan", kalau dia tidak sukses bekerja menjajakan kue, ia berpikir kehormatan kerja dihadapan ibunya mempunyai nilai yang kurang, dan suatu pantangan bagi ibunya, anaknya menjadi pengemis, ia ingin setiap ia pulang kerumah ibu tersenyum menyambut kedatangannya dan senyuman bunda yang tulus ia balas dengan kerja yang terbaik dan menghasilkan uang.

Kemudian pemuda tadi memborong semua kue yang dijajakan lelaki kecil, bukan karena ia kasihan, bukan karena ia lapar tapi karena prinsip yang dimiliki oleh anak kecil itu "kerja adalah sebuah kehormatan" ia akan mendapatkan uang kalau ia sudah bekerja dengan baik.

Semoga cerita di atas bisa menyadarkan kita tentang arti pentingnya kerja. Bukan sekadar untuk uang semata... Jangan sampai mata kita menjadi "hijau" karena uang sampai akhirnya melupakan apa arti pentingnya kebanggaan profesi yang kita miliki. Sekecil apapun profesi itu, kalo kita kerjakan dengan sungguh-sungguh, pastilah akan berarti besar...

Sabtu, 11 Juni 2011

Afirmasi Positive Pikiran Alam Bawah Sadar

Saya akan membahas tentang pikiran alam bawah sadar ...
pikiran alam bawah sadar adalah dimana kita dalam keadaan rileks atau seperti tertidur tetapi kesadaran masih terjaga
dalam kodisi ini cepat sekali untuk merubah tingkah laku atau untuk visualisasi untuk mewujudkan impian anda.
perbandingan pengaruh pikiran alam bawah sadar dan pikiran alam sadar adalah 70% berbanding 30%.
jadi sesungguhnya ada potensi besar jika anda dapat menanfaatkannya dengan baik.
untuk dapat memasuki pikiran alam bawah sadar anda harus dalam keaadaan tenang,santai, releks dan sangat releks serahkan semuanya pada Allah SWT. anda bisa melakukannya sebelum anda tidur, karena efeknya sangat besar pada saat itu karana itu hindari perasaan atau hal-hal  negative pada saat kita mau tidur, Rasulullah menanjurkan untuk selalu berwudhu dan berdoa sebulum tidur agar kita terhindar dari hal-hal negative dan sesungguhnya semua yang diperintahkan Allah SWT dan RasulNya adalah baik untuk kita.
pada saat anda sudah memasuki keadaan tenang santai dan rileks penjamkan mata anda serahakan semua masalah beban dan urusan anda kepada Allah SWT.
bayangkan anda ditempat yang sangat tenang sekali.
bayangkan anda sangat bersyukur sekali dan sangat bahagia dengan cinta kasih sayang dan kegembiraan.
bayangkan orang-orang yang mencintai anda mengasihi anda.
bayangkan semua orang  sangat mencintai anda.
bayangkan semua orang menghormati menghargai anda.
bayangkan anda anda adalah orang yang paling berbahagia.
~bayangkan dan rasakan~
 sediakan waktu untuk itu 5 atau 10 menit dalam sehari atau anda lakukan pada saat anda sebelum tidur atau sampai tertidur dan kapan saja sesuai yang anda inginkan

anda juga dapat mengubah tingkkah laku anda dengan cara itu misal; yang tadinya ,malas jd rajin . yang selalu sholatnya malas jadi rajin, negative jadi positive dll.

untuk merubah tingkah laku anda dapat memulainya dengan cara diatas dan di tambahkan merubah kebiasaan anda yang kurang baik menjadi baik.
contoh bayangkan anda gemar berbuat kebaikan,selalu berniat baik, selalu sholat tepat waktu dll.
lakukan semuanya dengan niatan baik didalam hati dengan itu apa yang inginkan atau anda impikan mudah terwujud.

anda juga dapat menambahkan afirmasi/sugesti positive di dalam diri anda misalnya:
Berkat rahmat Allah saya bahagia.
berkat rahmat Allah saya baik hati.
berkat rahmat Allah saya cerdas.
berkat rahmat Allah saya kaya raya.
berkat rahmat Allah saya cantik/tampan
berkat rahmat Allah apa yang saya inginnkan terwujud.
berkat rahmat Allah saya selalu tepat sholat lima waktu.
berkat rahmat Allah saya selalu berbuat kebajikan,
berkat rahmat Allah saya masuk surga.amin.
dan anda bisa menambahkannya sesuai keinginan anda.
~katakan bayangkan dan rasakan~

Jumat, 20 Mei 2011

JADILAH MANUSIA YANG TERBAIK


Oleh : Iman Setiawan Latief
Sungguh beruntung bagi siapapun yang dikaruniai Allah kesempatan dan kemauan untuk mengamalkan segala peluang kebaikan yang diperlihatkan Allah kepadanya. Beruntung pula orang yang dititipi Allah dengan berbagai potensi kelebihan oleh-Nya, dan dikaruniakan pula kesanggupan memanfaatkannya untuk sebanyak-banyaknya umat manusia. Karena ternyata derajat kemuliaan seseorang dapat dilihat dari sejauhmana dirinya punya nilai manfaat bagi orang lain. Rasulullah SAW dalam hal ini bersabda, “Sebaik-baik manusia diantaramu adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain” (H.R. Bukhari).
Hadits ini mengatakan bahwa apabila ingin mengukur sejauhmana derajat kemuliaan akhlak kita, maka ukurlah sejauhmana nilai manfaat diri kita ! Manusia kehadirannya sangat ditunggu apabila sangat dirindukan, sangat bermanfaat, bahkan perilakunya membuat hati orang disekitarnya terpesona. Tanda-tanda yang nampak dari seorang tersebut, diantaranya dia seorang pemalu yang jarang mengganggu orang lain, sehingga orang lain merasa aman darinya. Perilaku kesehariannya lebih banyak kebaikannya. Ucapannya senantiasa terpelihara, ia hemat betul kata-katanya, sehingga lebih banyak berbuat daripada hanya berbicara. Sedikit kesalahannya, tidak suka mencampuri yang bukan urusannya, dan sangat nikmat kalau ia berbuat kebaikan. Hari-harinya tidak lepas dari menjaga silaturahmi, sikapnya penuh wibawa, penyabar, selalu berterima kasih, penyantun, lemah lembut, bisa menahan dan mengendalikan diri, serta penuh kasih sayang.
Sama sekali bukan kebiasaan bagi yang akhlaknya baik perilaku melaknat, memaki-maki, memfitnah, menggunjing, bersikap tergesa-gesa, dengki, bakhil, ataupun menghasut. Justru ia selalu berwajah cerah, ramah tamah, mencintai karena Allah, membenci karena Allah, dan marahnya pun karena Allah SWT, Subhanallah demikian indah hidupnya. Karenanya, siapapun di dekatnya pastilah akan tercuri hatinya. Kata-katanya akan senantiasa terngiang-ngiang. Keramahannya pun benar-benar menjadi penyejuk bagi hati yang sedang membara. Jikalau saja orang berakhlak mulia ini tidak ada, maka siapapun akan merasa kehilangan, akan terasa ada sesuatu yang kosong di rongga kalbu ini.
Sebaliknya apabila orang yang tidak diinginkan keberadaannya, karena malah dianggap menjadi musibah, sedangkan ketiadaannya justru disyukuri. Masya Allah ! tidak ada salahnya kita merenung sejenak, tanyakan pada diri ini apakah kita ini anak yang menguntungkan orang tua atau malah hanya jadi benalu saja? Masyarakat merasa mendapat manfaat tidak dengan kehadiran kita atau malah sebaliknya ? Kepada orang tua, hendaknya tanyakan pada diri masing-masing, apakah anak-anak kita sudah merasa bangga punya orang tua seperti kita? Saya ini seorang pejabat atau seorang penjahat ? Apakah aku ini pengusaha atau seorang pencuri ?
Nampaknya, saat bercermin seyogyanya tidak hanya memperhatikan fisik luar saja, tapi pandanglah akhlak dan perbuatan yang telah kita lakukan. Sayangnya, jarang orang berani jujur dengan tidak membohongi diri, seringnya malah merasa pandai padahal bodoh, merasa kaya padahal miskin, merasa terhormat padahal hina. Padahal untuk berakhlak baik kepada manusia, awalnya dengan berlaku jujur kepada diri sendiri.
Manusia tidak ada yang sempurna, semua pasti memiliki kekurangan. Ada yang diberikan kepintaran oleh Allah, tapi tidak memiliki cukup waktu, tenaga dan harta. Sebagiannya memiliki harta yang berlimpah, tetapi kurang memiliki pengetahuan, waktu dan tenaga yang cukup. Akan tetapi ada juga yang miskin tapi pintar, hanya tidak memiliki harta yang cukup, dan seterusnya. Jadilah manusia yang bermanfaat bagi orang lain dengan kelebihan yang kita miliki. Kalau kita memiliki kpengetahuan lebih, ajarkanlah kepada orang lain. Kalau kita memiliki harta yang berlebih, tebarkanlah kasih saying kita dengan zakat, infaq dan shadaqah. Demikian pula kalau kita memiliki kelebihan tenaga, waktu dan kelebihan lainnya yang kita miliki. Sehingga kita bias menjadi bermanfaat bagi manusia lainnya, kehadiran kita memberikan kesejukan dan sangat ditunggu-tunggu oleh orang lain.
Begitu pula terhadap lingkungan, kita harus punya akhlak tersendiri. Seperti pada binatang, kalau tidak perlu tidak usah kita menyakitinya. Kadang ketika duduk di taman yang hijau, entah sadar atau tidak kita cabuti rumput atau daun-daunan yang ada tanpa alasan yang jelas. Padahal rumput, daun, dan tumbuh-tumbuhan yang ada di alam semesta ini semuanya sedang bertasbih kepada-Nya. Yang paling baik adalah jangan sampai ada makhluk apapun di lingkungan kita yang tersakiti. Termasuk ketika menyiram atau memetik bunga, tanaman, atau tumbuhan lainnya, hendaklah dengan hati-hati, karena tanaman juga mengerti apa yang dilakukan kita kepadanya.
Marilah kita gembleng  diri kita, sehingga kita bisa berguna bagi orang lain. Betapa indah pribadi yang penuh pancaran manfaat, ia bagai cahaya matahari yang menyinari kegelapan, menjadikannya tumbuh benih, bermekarannya tunas-tunas, merekahnya bunga di taman, hingga menggerakkan roda kehidupan. Demikianlah, cahaya pribadi kita hendaknya mampu menyemangati siapapun, bukan hanya diri kita, tetapi juga orang lain dalam berbuat kebaikan dengan limpahan karunia Allah SWT. Ingatlah, hidup hanya sekali dan sebentar saja, sudah sepantasnya kita senantiasa memaksimalkan nilai manfaat diri ini, yakni menjadi seperti yang disabdakan Nabi SAW, sebagai khairunnas. Sebaik-baiknya manusia! Wallaahu ‘alam bishshawab.

Sabtu, 14 Mei 2011

KATA MUTIARA HIKMAH


Semakin Anda memahami lebih banyak tentang dunia di sekitar Anda, semakin bergairah dan penasaran terhadap kenyataan hidup dalam hidup Anda.
Gairah adalah salah satu elemen pokok yang meringankan upaya dan mengubah kegiatan-kegiatan yang biasa-biasa saja menjadi suatu pekerjaan yang dapat dinikmati.
Semakin besar “Mengapa” Anda akan semakin besar energi yang mendorong Anda untuk meraih sukses.
Mimpi tidak hanya membantu Anda berhadapan dengan kegagalan, tetapi mereka juga memotivasi Anda secara konstan.

Mimpi masa kini adalah kenyataan hari esok.

Anda bisa, jika Anda berpikir bisa, selama akal mengatakan bisa. Batasan apakah sesuatu masuk akal atau tidak, kita lihat saja orang lain, jika orang lain telah melakukannya atau telah mencapai impiannya, maka impian tersebut adalah masuk akal.

Menuliskan tujuan akan sangat membantu dalam menjaga alasan melakukan sesuatu.
Apakah kita bisa untuk mengemban misi kita? Insya Allah kita bisa, karena Allah Mahatahu, Allah tahu sampai dimana potensi dan kemampuan kita. Jika kita tidak merasa mampu berarti kita belum benar-benar mengoptimalkan potensi kita.

Jika target obsesi itu baik, maka memiliki obsesi bukan hanya baik, tetapi harus. Karena motivasi dari sebuah obsesi sangat kuat.

Untuk menjadi sukses, Anda harus memutuskan dengan tepat apa yang Anda inginkan, tuliskan dan kemudian buatlah sebuah rencana untuk mencapainya.

Bisakah kita meraih sukses yang lebih besar lagi?
Merumuskan Visi dan Misi adalah salah satu bentuk dalam mengambil keputusan, bahkan pengambilan keputusan yang cukup fundamental. Visi dan Misi Anda akan menjiwai segala
gerak dan tindakan di masa datang.

Jangan takut dengan gagalnya meraih visi, kegagalan meraih visi sebenarnya bukan suatu kegagalan, tetapi merupakan keberhasilan yang Anda tempuh meski tidak sepenuhnya.
Visi itulah yang akan menuntun perjalanan hidup Anda.
Menciptakan kebiasaan baru adalah salah satu dari kunci sukses. Jika anda ingin sukses Anda harus mulai menciptakan kebiasaan-kebiasaan yang akan membawa Anda kepada kesuksesan.

Jika Anda ingin menang— dalam bisnis, karir, pendidikan, olah raga, dsb— maka Anda harus memiliki kebiasaan-kebiasaan seorang pemenang pula.
Jika Anda ingin suatu kehidupan yang berbeda, buatlah keputusan yang berbeda juga.
Tengoklah kembali perjalanan Anda saat ini, akan menuju kemana? Apakah ke arah yang lebih baik, atau ke arah yang lebih buruk, atau tetap saja seperti saat ini? Tetapkanlah sebuah putusan dan jalanilah menuju konsekuensinya.

Potensial pilihan Anda begitu melimpah, keputusan Anda dapat saja merubah hidup Anda secara dramatis dalam waktu singkat.
Hanya satu motivasi yang ada, yaitu Allah. Adapun motivasi lainnya harus dalam rangka “karena dan/atau untuk” Allah.
Cinta terbesar dan cinta hakiki bagi orang yang beriman ialah cinta kepada Allah. Sehingga cinta kepada Allah-lah yang seharusnya menjadi motivator terbesar dan tidak terbatas.

Sukses yang sudah Anda alami di masa lalu akan membantu untuk memotivasi Anda di masa yang akan datang.
Jika Allah yang menjadi tujuan, kenapa harus dikalahkan oleh rintangan-rintangan yang kecil di hadapan Allah? Jika mencari nafkah merupakan ibadah, semakin kerja keras kita, insya Allah semakin besar pahala yang akan diberikan oleh Allah. Jika nafkah yang didapat merupakan bekal untuk beribadah, maka semakin banyak nafkah yang didapat, semakin banyak ibadah yang bisa dilakukan.

Uang + Ahklaqul Karimah akan menjadi modal yang sangat berharga baik untuk Anda sendiri, maupun untuk kemajuan Umat Islam. Kejarlah keduanya.
Jika niat sudah terpancang karena Allah, tidak akan ada halangan yang bisa menghentikan seseorang melakukan sesuatu. Niat karena Allah ialah motivator yang utama dan seharusnya menjadi satu-satunya motivator kita.

Jangan sampai kita terlena untuk memenuhi kekayaan duniawi yang sifatnya hanya sementara saja, hingga kita lupa akan tugas kita yang sesungguhnya di dunia ini yaitu mengumpulkan perbekalan untuk menuju kampung akhirat yang kekal. Jadi perkayalah diri Anda baik dengan materi maupun dengan ruhani, dan bagikan kekayaan tersebut kepada orang-orang yang ada disekitar Anda, terutama yang lebih membutuhkan.
Ada peluang dan ancaman dibalik harta yang kita miliki.

Tindakan kita akan mengacu kepada apa yang ada dalam pikiran kita.
Jangan terpaku dengan asumsi dan persepsi sendiri, karena bisa salah. Cobalah mulai membuka pikiran Anda terhadap pikiran orang lain, tentu saja dengan filter nilai-nilai yang Anda anut.

Seperti perkelahian orang yang kecil dengan orang yang besar, jika mengadu tenaga atau kekuatan tentu saja si kecil akan kalah, tetapi dengan kecerdikan, si besar bisa dikalahkan.

Sudahkah Anda melihat dan meneliti apa yang sudah Anda lakukan dan membuat rencana ke depan agar lebih baik?
Proyek besar tidak bisa diselesaikan sekaligus, tetapi harus dibagi-bagi kebagian yang kecil dan dapat dikendalikan.
Anda hanya memerlukan rencana yang sederhana dan tetap sederhana, yang penting Anda konsisten menjalankannya.

Dua hal yang perlu Anda ketahui sebelum memulai bisnis, pertama ketahuilah bahwa bisnis itu tidak mudah, kedua bekali diri Anda dengan sikap dan keterampilan yang memadai. Tetapi yakinlah bahwa Anda bisa.

Rencana adalah jembatan menuju mimpimu, jika tidak membuat rencana berarti tidak memiliki pijakan langkahmu menuju apa yang kamu cita-citakan.
Putuskan apa yang Anda inginkan, kemudian tulislah sebuah rencana, maka Anda akan menemukan kehidupan yang lebih mudah dibanding dengan sebelumnya.
Rencana memberikan arah langkah Anda.

Kunci pengelolaan waktu yang efektif: mengeset prioritas dan konsentrasi pada satu pekerjaan pada satu waktu.
Untuk mencapai puncak, Anda harus melalui anak tangga dan terus menerus naik, maka Anda akan mencapai puncak yang Anda inginkan.
Jika sukses merupakan akibat, tentu saja ada sebabnya. Jadi langkah pertama jika Anda ingin sukses ialah dengan mengetahui terlebih dahulu sebab-sebab yang membuat orang lain sukses.

Apa yang membedakan Anda dengan orang lain yang sukses? Jawabannya karena Anda tidak mengerjakan apa yang orang sukses kerjakan.

Segala sesuatu yang kita kejar selalu menuntut bayaran. Hal yang paling umum yang diperlukan saat mengejar cita-cita ialah mengganggu zona nyaman.

Suatu saat mungkin Anda merasa dunia ini bau terasi, kemana pun Anda pergi bau terasi selalu tercium. Sebelum Anda memutuskan bahwa dunia ini penuh dengan terasi, periksalah diri Anda mungkin ada terasi pada kumis atau pakaian Anda.
Untuk mengubah sikap, ternyata tergantung pada diri Anda sendiri.

Menghilangkan sifat dengki pada diri kita akan membantu kita menuju kesuksesan baik dunia maupun akhirat.
Dengan disiplin bukan saja kita tidak mendapatkan sangsi, tetapi dengan disiplin kita akan meraih sukses, terhindar (insya Allah) dari kecelakaan, dan disiplin juga adalah ibadah.

Bermimpilah, buatlah tujuan dari mimpi Anda, buatlah rencana, lakukan rencana, dan capailah mimpi Anda.
Mungkin saja di tempat lain rezeki Anda sudah menunggu.
Jika Anda mempunyai misi mulia, jangan takut untuk gagal, bukan hasil yang akan dinilai, tetapi usaha Anda untuk mencapainya.

Jika kegagalan menghampiri Anda bukan berarti Anda harus menyerah, tetapi cari jalan lain, kemudian kerjakan lagi. Sekali lagi, jangan cepat menyerah.
Menyerah adalah salah satu cara untuk gagal.
Jangan lupakan kegagalan, tetapi ambilah hikmahnya.
Lupakan kekecewaan, karena harapan dimasa depan masih terbentang luas dan begitu cerah.

Jika sudah tidak ada harapan, cobalah jalan yang lain. Masih banyak jalan lain yang bisa membawa Anda menuju kesuksesan.
Anda telah mendapatkan sesuatu yang berharga pada kegagalan sebelumnya, sehingga kini Anda telah lebih bijaksana, lebih berpengalaman, dan lebih terampil.

Diantara ribuan peluang dan kesempatan, di sana ada kesuksesan, namun dikelilingi dengan kegagalan. Ambil kesempatan dan peluang tersebut, biarkan Anda gagal dalam proses menemukan kesuksesan tersebut.

Setiap kegagalan yang Anda buat adalah anak tangga Anda menuju puncak, yaitu sukses. Setiap kegagalan yang Anda temukan, memberikan arah yang jelas menuju sukses.

Kamis, 05 Mei 2011

Filosofi Sebuah Pensil

Seorang anak bertanya kepada neneknya yang sedang menulis sebuah surat.
“Nenek lagi menulis tentang pengalaman kita ya? atau tentang aku?”
Mendengar pertanyaan si cucu, sang nenek berhenti menulis dan berkata kepada cucunya, “Sebenarnya nenek sedang menulis tentang kamu, tapi ada yang lebih penting dari isi tulisan ini yaitu pensil yang nenek pakai. Nenek harap kamu bakal seperti pensil ini ketika kamu besar nanti”, ujar si nenek lagi.
Mendengar jawab ini, si cucu kemudian melihat pensilnya dan bertanya kembali kepada si nenek ketika dia melihat tidak ada yang istimewa dari pensil yang nenek pakai.
“Tapi nek sepertinya pensil itu sama saja dengan pensil yang lainnya”, ujar si cucu.
Si nenek kemudian menjawab, “Itu semua tergantung bagaimana kamu melihat pensil ini.”
“Pensil ini mempunyai 5 kualitas yang bisa membuatmu selalu tenang dalam menjalani hidup, kalau kamu selalu memegang prinsip-prinsip itu di dalam hidup ini.”
Si nenek kemudian menjelaskan 5 kualitas dari sebuah pensil.
Kualitas pertama, pensil mengingatkan kamu kalo kamu bisa berbuat hal yang hebat dalam hidup ini. Layaknya sebuah pensil ketika menulis, kamu jangan pernah lupa kalau ada tangan yang selalu membimbing langkah kamu dalam hidup ini. Kita menyebutnya tangan Tuhan, Dia akan selalu membimbing kita menurut kehendakNya” .
Kualitas kedua, dalam proses menulis, nenek kadang beberapa kali harus berhenti dan menggunakan rautan untuk menajamkan kembali pensil nenek. Rautan ini pasti akan membuat si pensil menderita. Tapi setelah proses meraut selesai, si pensil akan mendapatkan ketajamannya kembali. Begitu juga dengan kamu, dalam hidup ini kamu harus berani menerima penderitaan dan kesusahan, karena merekalah yang akan membuatmu menjadi orang yang lebih baik”.
Kualitas ketiga, pensil selalu memberikan kita kesempatan untuk mempergunakan penghapus, untuk memperbaiki kata-kata yang salah. Oleh karena itu memperbaiki kesalahan kita dalam hidup ini, bukanlah hal yang jelek. Itu bisa membantu kita untuk tetap berada pada jalan yang benar”.
Kualitas keempat, bagian yang paling penting dari sebuah pensil bukanlah bagian luarnya, melainkan arang yang ada di dalam sebuah pensil. Oleh sebab itu, selalulah hati-hati dan menyadari hal-hal di dalam dirimu”.
Kualitas kelima, adalah sebuah pensil selalu meninggalkan tanda/goresan. Seperti juga kamu, kamu harus sadar kalau apapun yang kamu perbuat dalam hidup ini akan meninggalkan kesan. Oleh karena itu selalulah hati-hati dan sadar terhadap semua tindakan”.

Mencipta dan Mengukir Dunia



“Hidup tidaklah untuk mengeluh dan mengaduh
Hidup adalah untuk mengolah hidup
Bekerja membalik tanah
Memasuki rahasia langit dan samodra
Serta mencipta dan mengukir dunia
Kita menyandang tugas
Karna tugas adalah tugas
Bukannya demi sorga atau neraka
Tetapi demi kehormatan seorang manusia
Karna sesungguhnyalah kita bukan debu
Meski kita telah reyot, tua renta dan kelabu
Kita adalah kepribadian
Dan harga kita adalah kehormatan kita
Tolehlah lagi ke belakang
Ke masa silam yang tak seorangpun kuasa menghapusnya…”
WS Rendra, 1970, Sajak Seorang Tua untuk Istrinya

Selasa, 12 April 2011

Menghilangkan Pikiran Negatif

Semua keinginan Anda, yang baik, yang buruk ataupun yang acuh tak acuh, akan memprogram otak Anda. Oleh karena itu, mengapa tidak mencoba memikirkan keinginan atau memikirkan sesuatu yang akan membuat Anda menjadi senang dan bersuka-cita? Ini tidak berarti bahwa semua yang indah-indah, yang asik-asik, yang Anda inginkan akan segera menjadi kenyataan. Tetapi kalau Anda mengelilingi diri Anda dengan pikiran positif dan mulai bertindak untuk menggapai hal-hal yang paling Anda inginkan dalam hidup ini, dipastikan kehidupan Anda akan bergerak ke arah yang lebih bahagia.

Langkah pertama yang perlu dilakukan untuk menghilangkan hal-hal yang negatif adalah mentransformasikan semua pikiran, kata-kata dan tindakan dari negatif ke positif. Setiap pikiran, walaupun hanya sekilas, demikian juga setiap kata, apapun maksud yang ada dibalik kata tersebut, dan juga tindakan kita sehari-hari akan berakibat sesuatu. Tidak perduli apakah Anda percaya hukum karma atau tidak, itu tidak penting, tetapi hasilnya akan tetap sama. Pikiran negatif menembus benak dan perlahan-lahan akan mewarnai perspektif seseorang terhadap dunia seisinya.

Pikiran meremehkan orang lain dapat menyebar seperti kanker dan menyelinap ke dalam berbagai aktivitas Anda, perkataan Anda maupun dalam pidato Anda, dan akhirnya akan terwujud dalam tindakan yang tidak produktif dan merugikan banyak orang. Banyak orang yang tidak menyadari hal ini. Sebagian besar dari mereka tidak menyadari bagaimana mereka menjadi begitu negatif. Mereka merasa sudah menjalani kehidupan seperti orang-orang lain, merasa sudah memiliki empati, merasa sudah cukup sopan dan merasa sudah cukup bijaksana. Ini adalah kebiasaan. Dan kebiasaan ini, jika tidak diubah, akan menjadi gaya hidup.

Confusius mengatakan:

Perhatikan pikiran Anda, mereka akan menjadi ucapan.
Perhatikan ucapan Anda, mereka akan menjadi tindakan.
Perhatikan tindakan Anda, mereka akan menjadi kebiasaan.
Perhatikan kebiasaan Anda, mereka akan menjadi karakter.
Perhatikan karakter Anda, dan itulah takdir yang harus Anda jalani.

Masing-masing dari kita bertanggung jawab atas takdir kita sendiri. Kita dapat berusaha mengembangkan pandangan positif, atau kita bisa membiarkan pandangan negatif berakar dalam-dalam pada kehidupan kita.

Yang perlu diingat adalah, menghapus pandangan negatif tidak dapat dilakukan secara seketika. Ini seperti sebuah taman. Dibutuhkan niat dan usaha untuk membuang rumput liar yang tumbuh di taman Anda. Ini mudah dilakukan kalau rutin dikerjakan dari waktu ke waktu. Anda bebas memilih. Manapun jalan yang Anda pilih, perlu disadari bahwa Anda menuai apa yang Anda tabur.

Jadilah Seseorang (Be Someone)


Jadilah seseorang yang mendengarkan, dan Anda akan didengarkan orang lain.

Jadilah seseorang yang penuh perhatian, dan Anda akan disayangi orang lain.

Jadilah seseorang yang selalu memberi, dan Anda akan didoakan orang lain.

Jadilah seseorang yang selalu menerima apa adanya, dan Anda akan mengetahui arti kedamaian.

Jadilah seseorang yang selalu berusaha memahami orang lain, dan Anda akan menjadi bijaksana.

Jadilah seseorang yang selalu berinisiatif, dan hidup Anda akan bergerak ke depan.

Jadilah seseorang yang selalu mengangkat derajat orang lain, dan hidup Anda akan menjadi kaya.

Jadilah seseorang yang penuh pengertian, dan Anda akan selalu bersyukur terhadap apapun yang Anda rasakan.

Jadilah seseorang yang hidup dengan gembira, dengan satu tujuan, dan kecerahan Anda akan menyinari sekitar.

Jadilah, pada setiap saat, diri Anda menjadi seperti apa yang Anda inginkan.

Anda, adalah perwujudan dari apa yang selalu Anda pikirkan.

Pikiran Menjadi Kenyataan


divinecaroline.jpgAll I Want Is All There Is and Then Some
Oleh: Ruth Ravish
Ketika saya sedang mendengarkan lagu jadul dari Eartha Kitt yang berjudul ” All I Want Is All There Is and Then Some ” untuk kesekian kalinya, akhirnya saya tersadar. Ini bukan tentang memiliki rumah mewah di atas tanah puluhan hektar (walaupun itu juga tidak terlalu buruk), tapi ini tentang membiarkan diri kita kepada keinginan dan hasrat tanpa batas. Seperti yang dikatakan penyanyi itu, “Kenapa tidak? Jika saya mau, maka saya akan mau lebih banyak!”. Dan, kenapa tidak ya? Mengapa keinginan kita diendapkan? Mengapa menghalangi apa yang dapat kita capai? Ini mirip dengan orang yang mengajukan pinjaman kredit rumah. Beberapa orang berpikir bahwa mereka hanya mampu untuk membeli rumah seharga 150 juta. “Tetapi mengapa hanya berpikir tentang jumlah yang kecil”, jawab bank. “Kami akan memberi Anda satu milyar dan belilah rumah mewah di atas bukit!”
Saya yakin Anda juga melakukannya karena, seperti saya, sebagian dari Anda telah “menilai diri Anda terlalu rendah” dan hanya dengan alasan yang Anda percayai bahwa Anda tidak bisa lebih baik dari itu. Dan, bolehkah saya bertanya siapa yang memberitahu Anda tentang hal itu? Itu adalah inspirasi dan persepsi Anda. Melompatlah tinggi, dan yakinkan Anda bisa mencapainya.

Menurut Brian Tracy, pengarang buku “Million Dollar Habits“, yang terburuk dari semua keyakinan adalah keyakinan yang membatasi diri. Ini adalah keyakinan bahwa Anda telah dibesarkan dalam kondisi yang tidak menunjang, dan biasanya keyakinan ini salah, yang menyebabkan Anda yakin bahwa Anda sangat terbatas dalam beberapa hal.
Keyakinan negatif Anda akan segera menjadi kebiasaan dalam cara berpikir. Anda mungkin yakin bahwa Anda tidak memiliki kecerdasan, kreativitas, kepribadian, kemampuan untuk berbicara di depan umum, kemampuan untuk memperoleh pendapatan yang lebih tinggi, kemampuan untuk menurunkan berat badan atau kemampuan untuk mencapai tujuan Anda.
Sebagai hasil dari keyakinan yang membatasi diri ini, Anda terus-menerus “menilai diri Anda terlalu rendah”, mudah menyerah dalam mengejar tujuan, dan bahkan yang lebih buruk lagi, mengatakan pada orang lain di sekitar anda bahwa Anda tidak memiliki kualitas atau kemampuan tertentu. Keyakinan Anda kemudian menjadi realitas Anda.
Anda bukanlah seperti apa yang Anda pikirkan, tetapi apa yang Anda pikirkan, itulah yang akan menjadi Anda.
Jadi, berpikirlah cerdas, berpikirlah kaya, berpikirlah tentang keindahan dan berpikirlah sederhana! Fokuskan pada kehidupan yang ingin Anda ciptakan untuk diri sendiri, bekerja pada fokus tersebut, dan itu akan datang.
Mengapa saya begitu yakin? Karena saya telah melakukannya. Saya mengendalikan bidang-bidang kehidupan yang dapat saya kendalikan. Saya memiliki target dan saya mencatatnya dan membacanya setiap pagi sebelum saya mengawali hari itu. Dan kemudian saya mulai bekerja pada target tersebut. Pada akhir hari itu bukan saja saya merasakan rasa keberhasilan dan kepuasan, tetapi saya benar-benar merasa sangat bahagia karena saya menjalani hidup seperti yang saya inginkan.
Dan sementara itu saya mungkin tidak perlu bercita-cita untuk memiliki delapan kepala pelayan hanya untuk mengupas buah anggur, tetapi saya menolak untuk puas hanya di usia empat puluh tiga, atau bahkan usia sembilan puluh sembilan! Seperti apa yang dikatakan oleh Eartha Kitt, “Why wish for a loaf of bread when you can wish for a grocery store?”
Apa yang tidak lebih menyenangkan selain menikmati hidup seperti yang selalu diimpikan setiap hari?
Salam ^_^

Rabu, 30 Maret 2011

NIKMATI SAJA HIDUP INI




NIKMATI SAJA HIDUP INI

Nikmati saja hidupmu, wahai sahabat…
Usahlah engkau bersedih dan mengeluh,
engkau di dunia ini tak akan selamanya,
esokpun engkau akan berpulang,
kembali padaNya... menemuiNya,

Usah engkau risaukan duniamu,
akhirat yang abadi lebih mulia,
bersiaplah engkau untuknya,

Tak perlu banyak bicara,
lakukan saja yang engkau bisa,
ada Dia yang selalu melihatmu,
ada Dia yang selalu mendengar doa-doamu,
ada Dia yang setia menemanimu,

Yakinlah, engkau tak pernah sendiri lagi,
engkau bahagia bersamaNya, bukan?

Rasakanlah kehadiranNya yang setiap saat dekat denganmu,
bahkan ia lebih dekat dari urat nadimu sekalipun,

Lalu...Apalagi alasanmu untuk bersedih?
Apa lagi alasanmu untuk dapat menumpahkan keluhmu?
Apa lagi alasanmu untuk pamerkan kecengenganmu?
Apa lagi alasanmu untuk tidak berbuat, saat kesempatan berbuat begitu luas terbuka?
ia ada untuk engkau isi,
kesempatan itu untuk engkau taklukkan,

So, jangan pernah ragu lagi,
engkau sudah sangat kuat bersamaNya,
engkau sangat luar biasa dalam bimbinganNya,
engkau mampu taklukkan egomu,
engkau mampu runtuhkan kelumu,
engkau mampu robohkan karang kesombonganmu itu,
engkau mampu berlemah lembut,
engkau bisa berkasih sayang,
engkau akan selalu memiliki jiwa yang lapang,
untuk kembali menerbitkan senyumanmu,
senyuman terindah yang engkau miliki,

Yakinlah bahwa engkau mampu,
maka engkau benar-benar mampu, wahai sahabatku…

Semangat berjuang!
gigih berdoa,
jangan pernah engkau lupa, ada Dia bersamamu,

Semoga engkau selalu ingat,
ada yang mengharapkan kebaikan-kebaikanmu,
kenanglah saat-saat engkau menderita,
maka engkau akan mampu berbagi di saat bahagiamu
sumbangkanlah walau sepotong senyumanmu,
sampaikanlah walau sebait nasehatmu,
bagilah walau satu kata motivasimu hari ini,
maka engkau akan bahagia…

Sabtu, 19 Maret 2011

Jangan Berhenti, Titik !!

Seorang lelaki Andalus (Spanyol) jauh2 datang ke Madinah untuk belajar dengan Imam Malik. Bayangkan, seribu tahun lebih yang lalu, dengan sarana transportasi apa adanya, adalah jarak yang amat sangat jauh.Tetapi dia, Yahya ibnu Yahya, adalah seorang lelaki yang patut dijadikan salah satu contoh luar biasa dari seorang muslim untuk tidak berhenti menjadi berarti dalam memaknai hidup ini.

Hari2 ia lalui menimba ilmu di Madinah Al-Munawarah yang tenang dihadapan gurunya Imam Malik. Hingga pada suatu hari saat berada di majlis ta’lim tiba2 ada rombongan entah dari mana. Mereka datang dengan membawa gajah. Para murid Imam Malik berhamburan keluar untuk melongok melihat gajah. Di Jazirah Arab, makhluk besar berbelalai dan bergading itu memang tergolong asing sehingga membnuat banyak orang penasaran untuk melihatnya. Bahkna lebih dekat. Maka orang-orang pun keluar untuk melihat rombongan dengan gajah. Pun dengan murid2 Imam Malik, mereka keluar untuk melihat lebih dekat. Hingga semua murid keluar, Yahya Ibnu Yahya tetap berada di majlis ta’lim tersebut.

Melihat itu, Imam malik heran lalu mendekati Yahya. “Mengapa engkau tidak ikut keluar untuk melihat gajah?” tanya sang Imam. Dengan jawaban pelan, kata Yahya ” Saya jauh2 datang dari Andalus ke Madinah untuk belajar, bukan untuk melihat gajah”. Sontak mendengar jawaban dari muridnya tersebut sang Imam kaget dan kagum. Atas keteguhan Yahya ibnu Yahya, ia dijuluki oleh Imam Malik ‘aqilu andalus (Lelaki berakal Andalusia).

Yahya ibnu Yahya, telah meletakkan prinsip mendasar di atas jalan apa yang ia lalui dan kearah mana ia menuju. Ia seperti telah menegaskan, betapa ia tak boleh berhenti di jalur cita2nya oleh sesuatu yang sederhana. Filosofi luhur dibalik sikapnya itu mencerminkan sebuah kecerdasan tentang bagaimana seseorang memahami godaan2 konsistensi dan komitmen pribadi yang kadang menghentikan. Betapa ia tak boleh berhenti oleh godaan2 itu.

Hal ini bukan hanya sekedar masalah untung dan rugi. Tapi adalah sebuah kehendak kuat untuk tak berhenti atau terhenti oleh godaan yang sangat sederhana, karena itu dibutuhkan kalkulasi keyakinan yang sangat kuat. Pun ini juga bukan sekedar untuk sok sehingga mendapat predikat “wah”. Tapi ini sungguh2 soal pemahaman, kemengertian, kesadaran, dan juga kedalaman penghayatan tentang keputusan apa yang harus diambil seorang muslim di saat2 ia tergoda.

Semoga kita tetap tak berhenti atau terhenti demi sebuah harapan luhur bagi pribadi atau juga secara kolektif. Dan, JANGAN BERHENTI, TITIK!!

disaring dari majalah Tarbawi no 105

Sabtu, 12 Maret 2011

Menjadi Masa lalu Pada Akhirnya

Jikalah derita akan menjadi masa lalu pada akhirnya,
mengapa mesti dijalani dengan sepedih rasa,
sedang ketegaran akan lebih dikenang nanti.

Jikalah kesedihan akan menjadi masa lalu pada akhirnya,
mengapa tidak dinikmati saja,
sedang ratap tangis tidak akan mengubah apa-apa.


Jikalah luka kecewa akan menjadi masa lalu pada akhirnya,
mengapa mesti dibiarkan meracuni jiwa,
sedang ketabahan dan kesabaran adalah lebih utama.


Jikalah benci dan marah akan menjadi masa lalu pada akhirnya,
mengapa mesti diumbar sepuas rasa,
sedang menahan diri adalah lebih berpahala.


Jikalah kesalahan akan menjadi masa lalu pada akhirnya,
mengapa mesti tenggelam di dalamnya,
sedang tobat itu lebih utama.


Jikalah harta akan menjadi masa lalu pada akhirnya,
mengapa mesti ingin ditumpuki sendiri,
sedang kedermawanan justru akan melipatgandakannya.


Jikalah kepandaian akan menjadi masa lalu pada akhirnya,
mengapa mesti membusung dada,
sedang dengannya manusia diminta memimpin dunia.


Jikalah cinta akan menjadi masa lalu pada akhirnya,
mengapa mesti ingin memiliki dan selalu bersama,
sedang memberi akan lebih banyak memiliki arti.


Jikalah bahagia akan menjadi masa lalu pada akhirnya,
mengapa mesti dirasakan sendiri,
sedang berbagi akan membuatnya lebih bermakna.


Jikalah hidup akan menjadi masa lalu pada akhirnya,
mengapa mesti diisi dengan kesia-siaan belaka,
sedang begitu banyak kebaikan bisa dicipta.



Buat Sahabat yang sedang merasakan penderitaan, kesedihan, kekecewaan, penyesalan, kegagalan. Ayo Sahabat bangkitlah, tersenyumlah, mengapa kita biarkan diri tenggelam, sedangkan ia akan menjadi masa lalu pada akhirnya ^_^

Minggu, 06 Maret 2011

Kadang Rasa Sakit Dibutuhkan


Dikisahkan, seorang mandor bangunan yang sedang bekerja di sebuah gedung bertingkat, suatu ketika ia ingin menyampaikan pesan penting kepada tukang yang sedang bekerja di lantai bawahnya. Mandor ini berteriak-teriak memanggil seorang tukang bangunan yang sedang bekerja di lantai bawahnya, agar mau mendongak ke atas sehingga ia dapat menjatuhkan catatan pesan. Karena suara mesin-mesin dan pekerjaan yang bising, tukang yang sedang bekerja di lantai bawahnya tidak dapat mendengar panggilan dari sang Mandor. Meskipun sudah berusaha berteriak lebih keras lagi, usaha sang mandor tetaplah sia-sia saja.
Akhirnya untuk menarik perhatian, mandor ini mempunyai ide melemparkan koin uang logam yang ada di kantong celananya ke depan seorang tukang yang sedang bekerja di lantai bawahnya. Tukang yang bekerja dibawahnya begitu melihat koin uang di depannya, berhenti bekerja sejenak kemudian mengambil uang logam itu, lalu melanjutkan pekerjaannya kembali. Beberapa kali mandor itu mencoba melemparkan uang logam, tetapi tetap tidak berhasil membuat pekerja yang ada di bawahnya untuk mau mendongak keatas.

Tiba-tiba mandor itu mendapatkan ide lain, ia kemudian mengambil batu kecil yang ada di depannya dan melemparkannya tepat mengenai seorang pekerja yang ada dibawahnya. Karena merasa sakit kejatuhan batu, pekerja itu mendongak ke atas mencari siapa yang melempar batu itu. Kini sang mandor dapat menyampaikan pesan penting dengan menjatuhkan catatan pesan dan diterima oleh pekerja dilantai bawahnya.

Sahabat yang baik, untuk menarik perhatian kita manusia sebagai hambaNya, Allah seringkali menggunakan cara-cara yang menyenangkan, namun kadangkala juga dengan pengalaman-pengalaman yang menyakitkan. Allah seringkali menjatuhkan “koin uang” atau memberikan kemudahan rejeki yang berlimpah, agar kita manusia mau mendongak keatas, mengingat-Nya dan bersyukur atas rahmat-Nya. Allah seringkali menjatuhkan “koin uang” berupa kesehatan, kesuksesan karier, keberhasilan agar kita mau menengadahkan wajah menyembah-Nya, mengakui kebesaran-Nya dan lebih banyak bersyukur atas rahmat-Nya. Tuhan seringkali memberikan begitu banyak berkat, rahmat dan kenikmatan setiap harinya kepada kita manusia, agar kita mau menengadah kepada-Nya dan bersyukur atas karunia-Nya. Namun, sayangnya seringkali hal-hal yang menyenangkan itu tidak cukup membuat kita manusia untuk mau mendongak keatas dan bersyukur atas rahmat-Nya. Seringkali berbagai rahmat dan berkah itu belum cukup membuat kita mau memberikan perhatian dengan lebih mendekatkan diri kepada-Nya dan bersyukur atas rahmat-Nya

Karena itu, kadang-kadang Tuhan juga menggunakan pengalaman-pengalaman menyakitkan, seperti kegagalan, rasa sakit, kemiskinan, kesulitan, musibah, bencana dan berbagai pengalaman menyakitkan lainnya untuk menarik perhatian manusia agar mau mendongak keatas mengingat-Nya. Pengalaman menyakitkan itu untuk menarik perhatian kita agar mau menengadahkan wajah kepada-Nya, mengakui kebesaran-Nya dan bersyukur atas rahmat-Nya. Dengan demikian, kesulitan dan pengalaman-pengalaman menyakitkan yang kadang kala diterima manusia, hendaknya diterima sebagai peringatan dari Tuhan untuk menarik perhatian kita. Hendaknya hal itu membuat kita semakin mempererat hubungan dengan Allah atau “habl min Allah.” Hendaknya hal itu mengajarkan kita untuk mengakui kebesaran dan kekuasaan Allah. Hendaknya hal itu menyadarkan kita adalah makhluk-Nya yang sangat lemah dan tidak berdaya.

Seorang rekan saya yang dulunya jarang berolahraga, suatu ketika menjadi sangat rajin berolahraga dengan bersepeda. Ia membeli sebuah sepeda yang harganya cukup mahal, hampir sama dengan harga sebuah sepeda motor. Ketika bertemu dengannya, saya menyanyakan kepadanya mengapa sekarang menjadi begitu rajin berolahraga bersepeda dan membeli sepeda yang cukup mahal? Dia mengatakan bahwa beberapa waktu lalu ia baru menjenguk seorang rekannya yang terkena penyakit jantung dan harus dirawat di rumah sakit. Rekannya ini harus menjalani operasi dan perawatan di RS yang menghabiskan biaya puluhan kali dari harga sebuah sepeda yang mahal sekalipun. Ia tahu rekannya ini karena begitu sibuknya dalam bekerja mengejar karier, sehingga melupakan kegiatan berolahraga. Inilah yang membuatnya sadar bahwa kita perlu bersyukur atas kesehatan yang diberikan Tuhan dan menjaganya dengan baik. Inilah contoh pribadi yang memiliki kecerdasan hati sehingga tidak perlu menunggu Tuhan menjatuhkan “batu” kepada kita untuk mau bersyukur atas rahmat yang diberikannya.

Sahabat yang baik, sudah begitu banyaknya rahmat dan berkah Allah senantiasa mengalir setiap detiknya kepada kita semua manusia. Seperti memiliki pekerjaan yang baik, memiliki kesehatan yang kita rasakan, memiliki kedua mata untuk melihat dunia, kedua kaki yang menopang tubuh kita, kelengkapan panca indra yang sempurna, mendapatkan rejeki yang kita nikmati setiap hari, keluarga yang bahagia dan lain sebagainya. Semua itu sesungguhnya adalah rahmat dan berkah dari Allah SWT yang tak ternilai harganya. Sudahkah hal itu menjadikan kita selalu menengadahkan wajah kepada-Nya, mengingat-Nya dan bersyukur atas rahmat-Nya ? Ataukah hal itu belum menarik perhatian kita, sehingga menunggu Allah menjatuhkan “batu” kepada kita ?.

SEMOGA BERMANFAT ^_^

Cari Blog Ini