Asysyam

“Sesungguhnya berbahagialah orang yang mensuciikan jiwanya, dan sungguh merugilah orang yang mengotori jiwanya”
Tampilkan postingan dengan label Maulana Syaykh Hisam Al- Kabbani. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Maulana Syaykh Hisam Al- Kabbani. Tampilkan semua postingan

Senin, 13 Mei 2013

Tajjali Ayat Suci Alquran


 Shuhba Mawlana Syekh Muhammad Hisyam Kabbani QS

A'uudzubillaahi minasy syaythaanir rajiim

Bismillaahir rahmaanir rahiim

Wash-shalaatu was-salaamu 'alaa asyrafil Mursaliin Sayyidinaa wa Nabiyyina Muhammadin wa 'alaa aalihi wa Shahbihi ajma'iin

[10 menit pertama terlewat. Mohon maaf atas segala kesalahan dalam transkripsi ini, bila ada bantuan untuk menambahkan bagian yang terlewat akan sangat dihargai sebagai suatu koreksi.]
Jadi seorang anak akan berkembang dalam rahim ibunya seperti khalwat. Dalam khalwatnya, anak itu akan mampu melihat alam surgawi. Tetapi setelah dilahirkan, ketika anak itu mulai diberi makanan oleh orang tuanya, hatinya lambat laun akan tertutup dengan kegelapan.Manifestasi dari madad atau dukungan yang kontinu, yang mengalir di dunia ini dari langit, dari lingkungan spiritual di luar bumi yang suci dan murni—energi itu datang memanifestasi dirinya dan dia ingin termanifestasi lagi, lebih dari apa yang dia manifestasikan.
Dan setiap orang bisa mendapatkannya, tetapi masalahnya adalah energi ini menjadi terkurung dan terbelenggu dalam kegelapan di hati orang yang sepenuhnya jatuh dalam kegelapan atau tidak.Itulah sebabnya mengapa kalian dapat menjumpai banyak orang di seluruh dunia dapat melepaskan energi, yang dalam bahasa Arab kita sebut, al-madad, yang datang dari Allah SWT, madad-ullah, dalam bahasa Inggris bisa disebut the continous flow of energy (aliran energi yang kontinu). Beberapa orang karena hati mereka tidak sungguh-sungguh berwarna hitam tetapi berkisaran dari sangat putih transparan ke warna yang agak gelap: oranye, merah, hijau, biru sampai menjadi gelap.
Jadi menurut level mereka, mereka dapat menggunakan energi itu dan melepaskannya. Itulah mengapa sebabnya ada yang disebut sebagai pemula dalam ilmu ini, yang lain sebagai murid, ahli, guru, beberapa orang menjadi awliyaullah, beberapa orang menjadi Awtaad, sampai mereka meraih level tertinggi dari Ghawts. Itulah sebabnya mengapa kita mempunyai 5 qutub dan Ghawts dan kita mempunyai banyak dari level Budala, Nujaba, Nuqaba, Awtaad, dan Akhyaar.Pada masing-masing level, terdapat perbedaan situasi yang termanifestasi dalam energi yang dapat mereka berikan kepada manusia.
Kepada orang yang lain.Hati yang telah mengambil warna dari jalan itu, yaitu bagaimana agar kalian lebih dekat kepada kebaikan, hati dapat mengambil warna yang berbeda, mengambil manifestasi yang berbeda dan mengambil lebih banyak kebaikan dan lebih baik dalam menyembuhkan. Jika lebih banyak ke arah kejahatan maka hati menjadi jatuh dan menjadi semakin gelap dan tidak dapat memiliki energi untuk memberikan ide atau opini. Allah SWT akan memberi pada lidah hamba-hamba-Nya untuk berbicara menurut apa yang mereka—ketika kalian makan, apa yang kalian lakukan dengan makanan itu—mengunyah. Berapa banyak yang dapat kalian kunyah? Itulah sebabnya mengapa sebagian orang tidak dapat makan kecuali jus, mereka tidak dapat mengunyah. Beberapa orang dapat mengunyah sedikit. Yanglain lebih besar. Itu tergantung pada kapasitas kalian dan kemampuan dalam mengunyah dan merasakan sekaligus. Beberapa orang tidak mempunyai kapasitas untuk merasakan. Beberpa orang bahkan tidak bisa merasakan.Dan lebih dari itu ada kapasitas dan kemampuan untuk mencium.Beberapa orang mungkin tidak dapat mencium.
Jadi itu tergantung dari berapa banyak yang dapat kalian ambil lalu kalian akan mulai diberikan kekuatan itu. Jika hati kalian telah dibersihkan dari pikiran-pikiran buruk dan perbuatan-perbuatan buruk dan kalian menghilangkan karakteristik buruk dalam hati kalian dan roh kalian dan menjaga roh kalian tetap bersih seperti ketika kalian baru dilahirkan maka setiap kebaikan yang telah Allah SWT berikan kepada umat manusia, sebagaimana Dia berfirman, wa laqad karamnaa Banii Adam as [17:70], kalian akan diberikan kata-kata yang sangat berharga, keelokan dalam berbicara dan penyembuhan menurut aliran energi yang kontinu yang termanifestasi pada lidah kalian dan pada kekuatan penyembuhan kalian, itulah sebabnya kalian melihat orang yang dapat berbicara dengan baik.
Tetapi mereka tidak dapat menyembuhkan dengan baik. Masih ada pergulatan di antara warna-warna yang berbeda. Kemudian kalian dapat melihat orang yang dapat menyembuhkan dengan baik tetapi mereka tidak dapat berbicara Artinya masih berada pada warna-warna yang berbeda. Ada beberapa orang yang dapat berbicara dengan baik dan juga menyembuhkan dengan baik. Mereka ini adalah awliyaullah, mereka adalah teman-teman Allah SWT. Jadi jika hati kalian di-update sebagaimana kini merekameng-update setiap orang di antara kalian dalam komputer mereka setiap pagi dan ada orang-orang yang yang lebih maju, mereka tidak perlu untuk di-update, mereka telah meletakkan sebuah piranti lunak (program—red) di mana komputer dapat meng-update dirinya sendiridengan mendeteksi jika ada virus atau tidak; atau komputer yang lebih kuat, ada piranti lunak yang dapat meng-update dirinya secara otomatis.
Ada beberapa orang yang tidak begitu pintar, komputer mereka pun sangat lambat dan tidak mampu menyimpan banyak informasi, sementara itu ada pula beberapa orang yang mempunyai virus dalam komputer mereka. Ada level-level yang berbeda. Komputer kita—jika kita dapat membuatnya agar dapat meng-update sendiri—itulah level tertinggi. Dan jika tidak, kita harus tetap meng-update-nya. Dengan apa? Dengan zikrullah. Mengingatkan diri sendiri akan Kebesaran Allah SWT dan kebesaran dari apa yang telah diberikan oleh Allah SWT kepada kita dalam Alquran yang suci. Itulah sebabnya mempelajari dan memahami Bahasa Arab—paling tidak membaca Alquran—adalah sangat penting. Karena ini adalah huruf-huruf dari cahaya yang memantulkan cahaya dalam hati kalian. Huruf-huruf ini akan memantul dengan cara yang mereka tuliskan dalam Alquran. Tidak semua yang ditulis dalam bahasa Arab memberi kalian cahaya; hanya Alquran yang suci dan Hadis.

Mereka mempunyai kode-kode rahasia. Ketika kalian melihat dan mencoba untuk mengucapkan huruf-huruf ini, cahaya akan membersihkan hati kalian dan mengisinya sehingga semakin penuh dengan cahaya sampai ia menjadi transparan seperti cangkir yang bersih. Kemudian cahaya tersebut dapat mengambil sesuatu dan memperlihatkannya pada level tertinggi dari transparansi dan pembesaran. Itulah sebabnya pada saat hati kalian begitu bersih maka kalian akan mendapat wahiy (wahyu)—itulah yang datang pada Nabi SAW dan seluruh nabi, atau ilham bagi orang biasa. Wahyu berakhir dengan Nabi SAW, penutup para nabi. Tetapi ilham berlaku untuk semua orang. Jadi jika hati kalian suci, setiap saat kalian akan menerima sinyal-sinyal inspirasi dari apa yang diperlukan bagi setiap orang dan untuk orang-orang di sekeliling kalian. Tetapi kalian bertanggung jawab atas mereka.

Tetapi jika hati kalian masih gelap, artinya tidak dapat mendapat sesuatu dan tidak dapat melihat sesuatu dan tidak dapat menyembuhkan, maka apapun yang kalian katakan akan menjadi seperti sampah yang datang dari lidah kalian, sesuatu yang tidak bersih, kotor. Kotor di sini tidak berarti kata-kata yang buruk, tetapi maksudnya hal-hal yang tidak bermanfaat bagi kehidupan akhirat kalian dan untuk orang lain. Itulah sebabnya sangatlah penting untuk menjaga kesucian hati kalian. Karena hal itu akan termanifestasi melalui banyak hal. Lihatlah dalam Alquran yang suci, ada banyak hal yang memanifestasikan dirinya sendiri dan jika kalian mengucapkannya berulang-ulang dengan cara (jumlah—penerj.) yang berbeda-beda, kalian akan mampu menerima energi itu.

Di dalam Alquran, kata malaikat diulang 88 kali. Apa kebalikan dari malaikat? Kebalikan dari malaikat adalah syayatiin. Berapa kali ia disebutkan dalam Alquran? Angka yang sama sebanyak kata malaikat disebutkan. Kedua kata ini diulang sebanyak 88 kali. Jika kalian ingin menulis sebuah buku, kalian tidak dapat melakukan hal seperti itu. Dan selama 23 tahun Alquran diturunkan kepada Nabi SAW, itulah wahiy, wahyu. Jika kalian mempunyai sebuah taman yang indah, kita sebut apa di dunia? Jannat, taman. Kebalikan dari taman adalah naar atau jahannam. Kata jannat di dalam Alquran diulang sebanyak 77 kali dan naar diulang sebanyak 77 kali, dari awal Alquran yang suci sampai akhir, kalian dapat menghitungnya dalam surat-surat yang berbeda dan ayat-ayat yang berbeda sebanyak 77 kali untuk jannat dan naar.

Kemudian kurangilah dari (jumlah) malaikat sebanyak 10 kali dan kurangi dari syayatiin sebanyak 10 kali dan itu juga mempunyai sebuah makna. Itu karena 10 adalah 1, yaitu 1 dan nol. Kalian harus menjadi muwwahid untuk menjadi bersama malaikat. Untuk meraih naar, kalian mengikuti 1, yaitu Iblis. Jadi perbedaannya adalah 1 dan nol. Sama dengan satu. Jika kalian ingin berterima kasih kepada Allah SWT atas nikmat-Nya,—ni`am. Kebalikan ni`am adalah penderitaan. Jadi syukur dalam Alquran yang suci diulang sebanyak 75 kali dan penderitaan 75 kali. Tidak lebih dan tidak kurang. Jadi jika kalian mempunyai masalah kalian bersyukur kepada Allah SWT dengan mengucapkan syukran lillah. Jika kalian mengucapkannya sebanyak 75 kali, itu akan termanifestasi pada diri kalian, bersyukur pada Allah SWT itu. Jika kalian mengalami penderitaan—maka ucapkanlah Ya Hafiizh 75 kali, maka penderitaan kalian akan hilang. Jika kalian mengulangi 77 kali Allaahumma arzuqna al-Jannat, Ya Allah, anugerahkanlah kami surga, itu akan termanifestasi pada kalian untuk memasuki Surga. Jika kalian mengucapkan 77 kali Allaahumma ajirna min an-naar, Ya Allah jagalah kami dari api Neraka, maka hal ini akan termanifestasi dengan terlindunginya kalian dari api Neraka. Jika kalian mengucapkan, “Ya Allah hiasilah diri kami dengan malaikat-Mu.” 88 kali, manifestasinya 88 kali. Jika kalian mengucapkan Allaahumma ?? dari setan, maka itu akan termanifestasi pada kalian bahwa semua setan dan kejahatan akan dijauhkan dari hati kalian.

Jadi dengan bilangan-bilangan tadi, kalian dapat menyembuhkan orang dengan 3 contoh yang baru saja saya berikan. Pertama dengan malaikat, kedua dengan Surga, dan ketiga dengan Syukur. Dan kita memberikan 3 kebalikannya, Syayatiin, naar dan masa’ib.Jadi ketika seseorang datang dan berkata, “Aku mempunyai penderitaan,” katakan padanya untuk mengucapkan Ya Hafiizh. Jika kalian mengucapkannya 76 kali maka itu tidak akan berhasil, ia bekerja sebagaimana syukur tetapi bukan untuk perlindungan. 75 kali akan termanifestasi untuk menghilangkan penderitaan. Syukran lillahi atau syukur atau katakan dalam awrad yang diberikan oleh para syekh kita, kita memiliki syukran lillahi atau Alhamdulillah 75 kali, yang mana pun bisa.Dan ini akan menyembuhkan dan menjaga, ini akan memberikan penyembuhan terhadap syukur, kalian akan tetap sehat dan terjaga segala sesuatu yang telah diberikan pada kalian dan Allah SWT akan memberikan lebih banyak lagi.

Dan jika kalian mempunyai penderitaan, jika kalian mengulangi Ya Hafiizh maka penderitaan kalian akan dihilangkan dengan 75 kali pengulangan. Jika kalian melihat (kata) dunia, ia disebutkan sebanyak 115 kali dan akhirat juga disebutkan sebanyak 115 kali. Jika kalian mengucapkan Rabbana atina fid-dunya hasanatan 115 kali, maka Allah SWT akan terus memberikan kalian di dunia ini hasanaat, kebaikan. Kalian tidak akan menemui suatu kesulitan dan jika kalian mengucapkan sekali lagi sebanyak 115 kali, maka kalian akan menerimanya di akhirat dan kalian akan berada dalam hadirat Nabi SAW. Jadi ada banyak nama-nama yang berbeda dalam Alquran `azhiim asy-syaan yang diberikan kepada kita untuk dipelajari, untuk menjaga diri kita dalam jalan yang baik dan untuk menyembuhkan orang lain dengan ini dan untuk membuat mereka mampu menerima manifestasi (tajjali) surgawi dan manifestasi Nama-Nama dan Sifat-Sifat Allah SWT yang datang pada kita. Jika kalian melihat pada nama, berapa banyak nama para rasul disebutkan dalam Alquran, kalian akan menemukan bahwa mereka disebutkan sebanyak 368 kali, ar-rasul. Seorang nabi dan rasul artinya bahwa dia menyampaikan risalah. Itu disebutkan sebanyak 368 kali.

Jika kalian melihat pada nama an-naas, itu juga disebutkan dalam Alquran sebanyak 368 kali. Itulah sebabnya jika kita membaca nama rasul sebanyak 368 kali, Allah SWT akan menghiasi kalian manifestasi itu dari para rasul dan kalian akan mewarisi dari rahasia-rahasia itu. Ada banyak orang yang mengucapkan bi jaahi rasuulik al-Musthafa. Itulah sebabnya mengapa seorang tuna netra ketika ia datang, dia diajarkan oleh Nabi SAW untuk meminta dengan nama Muhammad SAW. Jadi jika kalian mengucapkan nama Muhammad SAW, seolah-olah kalian mengucapkan nama seluruh rasul. Jadi jika kita mengucapkan selawat atas Nabi SAW dengan niat terhadap apa yang kita inginkan, (keinginan) itu akan diberikan pada hitungan ke-368.

Jadi sebagaimana dalam hadis tentang orang buta, jika kalian menempatkan niat kalian untuk apa yang kalian inginkan dan membaca selawat Nabi SAW 368 kali yang paling penting adalah selawat-munjiyyah atau selawat orang buta, maka Allah SWT akan mewujudkan kekuatan selawat tadi pada diri kalian dan kalian dapat melakukan banyak hal yang tidak dapat dilakukan oleh orang lain. Jika kalian membaca, ilahii anta rabbuna al-Qadir wa nahnu ibadik al-`ajizuun, 368 kali, kalian akan didandani dengan manifestasi dari kekuatan yang akan termanifestasi pada diri kalian untuk melaksanakan itu dari nama-Nya yang indah al-Qadir.Jika kalian melihat pada kata sabar, yang berasal dari kata Shabuur, kesabaran atau untuk bersabar, disebutkan dalam Alquran yang suci sebanyak 102 kali. Apakah lawan kata dari sabar? Itu adalah syiddah. Ketika kalian bersabar akan sesuatu, ada sesuatu yang sangat sulit dalam bahasa Arab dikatakan syiddah, yang lebih (hebat) dari kesulitan ketika kalian berada dalam suatu masalah yang sangat besar. Syiddah disebutkan dalam Alquran sebanyak 102 kali. Jika kalian mengucapkan Ya Shabuur 102 kali, itu akan menghindari kalian dari kesulitan-kesulitan ini dan memberikan kalian kesabaran. Dan banyak lagi yang seperti itu, waktu tidak mencukupi untuk menerangkan seluruhnya, tetapi itu akan menunjukkan kepada kita bagaimana Alquran membawa semua nama yang berbeda ini, yang jumlahnya serupa.

Setiap dua yang berlawanan mempunyai jumlah yang sama banyak dalam Alquran yang suci, yang dapat membuat kalian, sebagaimana Allah SWT katakan, wa nunazzilu min al-Qur’an maa huwa syifa'un wa rahmatul lil mu’miniina wa laa yaziiduzh- zhaalimiina illa khasaara [70:82]Dan Kami turunkan dari Alquran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Alquran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.Jika kalian melihat pada kata al-imaan, disebutkan dalam Alquran yang suci sebanyak 811 kali. Jika kalian melihat kata al-ilm juga disebutkan sebanyak 811 kali.Kalian lihat bahwa selalu ada jumlah yang sama yang telah disebutkan berulang-ulang dan bahwa ada sesuatu yang tidak dapat dipahami manusia. Dan saya akan mengakhirinya sampai di sini, Insya-Allah, kita akan menerangkannya lebih banyak lagi nanti.

Berikut ini adalah ringkasan Wirid yang disebutkan dalam shuhba Mawlana Syekh Hisyam QS di atas:

88 kali:Allaahumma afidh `alayna min tajalliyaati malaaikati qudsik aw hadhratikYa Allah, curahkanlah kepada kami dari tajalli (manifestasi) para Malaikat di Hadirat-Mu.Allaahumma ba`ad `annaa asy-syayaathiin wal abaalisa minal insi wal-jinnYa Allah, jauhkanlah kami dari setan dan iblis dari golongan jin dan manusia

77 kali:Allaahumma arzuqna al-jannahYa Allah, karuniakanlah kepada kami SurgaAllaahumma ajirnaa min an-naarYa Allah, lindungilah kami dari api Neraka

75 kali:Syukran lillaah atau alhamdulillaahTerima kasih kepada Allah SWT atau segala puji bagi Allah SWTYa HafiizhWahai Yang Maha Memelihara

115 kali:Rabbanaa atinaa fid-dunyaa hasanahYa Tuhan kami, berikanlah kami kebaikan di dunia iniWa fil-aakhirati hasanahDan kebaikan di akhirat

368 kali:Ilaahi anta rabbuna al-Qaadir wa nahnu `ibaadik al-`aajizuunYa Ilahi, Engkau adalah Tuhan kami Yang Maha Perkasa dan kami adalah hamba-Mu yang lemah

102 kali:ash-ShabuurYang Maha Sabar

811 kali:al-Iimaan = yakinal-`ilm = ilmu

Kamis, 02 Februari 2012

Malaikat

ilustrasi


A`uudzu billahi min asy-Syaythaani 'r-rajiim. Bismillahi 'r-Rahmaani 'r-Rahiim.


Allahumma sholli alaa sayyidina muhammad wa aalihi washohbihi wassalim.

Malaikat adalah harapan kemanusiaan.
Mereka adalah sumber cahaya
dan energi penciptaan.
Mereka adalah suar bagi setiap pencari,
oasis di setiap gurun ,
ombak di setiap laut ,
musim semi setiap sungai,
kristal dalam setiap berlian. Mereka adalah
embun dari surga pada setiap daun. Mereka
hidup dalam setiap tetes darah dalam makhluk bernyawa,
gerakan di balik setiap sel hidup. Mereka adalah
kekuatan pendorong konstelasi
dan galaksi.
Mereka adalah bintang-bintang
dan matahari
dan bulan di setiap cakrawala .
Para semesta berenang dalam orbit mereka. Mereka adalah daerahh adidaya yang dikenal
oleh semua tradisi, kepercayaan,
dan filosofi.


Hal ini universal dikenal, berdasarkan sumber-sumber ini, bahwa Allah menciptakan para malaikat untuk melaksanakan perintah-

Nya dan mengirimkan pesan yang berhubungan dengan manusia. Malaikat terhormat, makhluk halus yang diciptakan dari cahaya yang

melayani Tuhan mereka. Mereka memberikan contoh kualitas kesempurnaan, ketaatan dedikasi, dan. Mereka dapat mengambil bentuk

mereka seperti pada setiap waktu dan tempat. Mereka membawa kekuatan ajaib tak terbatas melalui mana mereka dapat menjangkau

siapa pun dalam sekejap mata untuk membantu dan menyembuhkan, untuk melayani dan untuk konsol, untuk mencintai dan dicintai.

Malaikat mengambil bentuk yang mereka inginkan di dunia fisik. Ketika air kristal mengambil bentuk cangkir yang dituangkan,

malaikat dapat mengambil bentuk apapun ciptaan yang mereka kunjungi. Mereka tidak mempertahankan bentuk penuh aslinya cahaya

ketika mereka dikirim ke manusia: " Katakanlah: Jika ada di muka bumi malaikat berjalan aman, Kami telah turunkan untuk

mereka dari surga malaikat [tanpa perubahan] sebagai utusan " (17 : 95). Malaikat bisa datang sebagai burung, sebagai

manusia, atau sebagai bentuk cahaya seperti pelangi menghiasi langit. Mereka memiliki pikiran dan hati, tetapi tidak akan dan

tidak ada keinginan lain selain untuk melayani dan menaati Allah. Mereka tidak pernah terlalu bangga untuk mematuhi-Nya.

Malaikat menyembah siang dan malam tanpa kelelahan. Mereka tidak perlu tidur, karena mata mereka tidak pernah lelah. Mereka

tahu tidak ada lemahnya kesadaran. Perhatian mereka tidak pernah goyah. Makanan mereka adalah pemuliaan Allah, minuman mereka

adalah untuk mensucikan dan untuk memperbesar Nya. Keintiman mereka dalam menyebut Tuhan mereka melalui tasbih dan bernyanyi

memuji-Nya. Kenikmatan mereka adalah untuk melayani-Nya. Mereka tanpa setiap dan semua hambatan fisiologis. Mereka tidak

menderita perubahan suasana hati.

Malaikat menghuni surga dan tujuh langit Mereka menyembah lebih dari manusia karena mereka datang sebelum mereka dan mereka

memiliki fakultas yang lebih besar dan lebih kuat daripada mereka. Mereka lebih saleh daripada manusia karena mereka tidak

bersalah dan tidak jatuh ke dalam kesalahan atau kesalahan. Mereka tidak pernah meminta maaf untuk diri sendiri tapi selalu

bagi manusia. Ini menunjukkan kepada kita betapa mereka peduli untuk kita dan sejauh mana Allah menciptakan mereka untuk

merawat kita. Tuhan membuat mereka wali kita karena wali lebih sempurna daripada yang dia jaga.

Malaikat yang lebih berpengetahuan daripada manusia. Guru, sekali lagi, adalah lebih baik daripada siswa. Pengetahuan mereka

adalah dua macam: intelektual dan tradisional. "Intelektual" berarti di sini: "dari esensi realitas" atau "jantung."

"Tradisional" berarti: "mengungkapkan dan diterjemahkan turun dari atas."

Pengetahuan intelektual adalah suatu keharusan, seperti pengetahuan tentang Allah dan sifat-sifat-Nya. Tidak mungkin bagi

malaikat, para nabi, dan orang-orang saleh untuk gagal untuk memilikinya. Mereka tidak memiliki alasan yang gagal untuk

mengetahuinya. Pengetahuan yang tidak wajib adalah cara di mana Allah telah menciptakan keajaiban penciptaan, seperti

pengetahuan tentang Arasy, dari Pena, surga, neraka dan Surga. Selain itu ada pengetahuan tentang berbagai jenis malaikat,

manusia, penghuni bumi di tanah, bawah tanah, di udara, dan di bawah laut. Pada jenis kedua malaikat pengetahuan tidak

diragukan lagi lebih berpengalaman daripada manusia. Hal ini karena mereka diciptakan lama sebelum mereka: malaikat disertai

seluruh proses penciptaan alam semesta serta bahwa umat manusia. Mereka juga lebih akrab dengan pengetahuan karena mereka

visi yang diberikan Tuhan dan mendengar. Tetapi pengetahuan seperti ini hanya dapat dicapai kepada mereka yang telah

dimurnikan hati mereka dan visi di antara manusia.

Adapun pengetahuan tradisional, itu adalah pengetahuan kenabian yang tidak dapat diketahui oleh manusia tanpa manfaat dari

wahyu. Hanya malaikat mampu untuk membawa jenis pengetahuan kepada mereka. Mereka memang perantara antara Tuhan dan manusia

dalam hal itu.
Selanjutnya, adalah mungkin bahwa mereka adalah terus menerus
perantara peristiwa Hari terakhir, setelah mereka peristiwa masa lalu dan sekarang sampai kepada Nabi terakhir, Muhammad saw,

Damai atasnya. Mereka memiliki pengetahuan dalam tradisi-tradisi yang terutama memandang mereka dan dengan yang Allah telah

mempercayakan mereka. Itulah alasan mengapa malaikat jauh lebih luas daripada manusia dan membawa enam jenis atribut yang

sempurna: Mereka adalah utusan dari kehadiran ilahi; yang mulia di hadapan Allah;
Mereka telah diberdayakan oleh Allah dengan kekuatan render mereka mampu murni ketaatan; baik-dianggap dan mapan di Hadirat

Ilahi; Mereka ditaati dalam dunia duniawi;

Mereka adalah sumber cahaya dan energi penciptaan.

dapat dipercaya dalam menerima, menyimpan, dan memberikan wahyu.
Keadaan sempurna manusia tidak dapat meragukan pernah bisa dicapai sampai kekuatan kemalaikatan terkait dengan itu. Dengan

izin Allah, malaikat memonopoli bahwa kekuatan malaikat yang menerangi setiap individu manusia yang menghubungkan dengan itu.

Kesempurnaan manusia, oleh karena itu,tergantung pada kapasitas untuk memusnahkan jiwa manusia dalam krus para malaikat.

Kesimpulan dari proses ini dijelaskan dalam Alquran ayat: jiwa "Engkau dalam istirahat total dan kepuasan Kembali! kepada

Tuhanmu, diterima dan menerima! Masukkan engkau di antara hamba-Ku (Malaikat), dan masukkan engkau Taman saya! "(89:27-30)

Menurut ayat itu, Allah menyebabkan semangat manusia untuk memasuki kerumunan malaikat pertama, kemudian surga. Sebuah

kondisi masuk surga adalah untuk menerima salam malaikat dan wahyu, di yang satu kali masuk sebagai semangat diberkahi dengan

atribut malaikat. Allah kemudian membuat utusan roh tersebut untuk terus menerus Nya

kreasi, mereka diberikan kebahagiaan hidup di surga dan menikmati melihat Tuhan mereka. Tuhan membuat salam malaikat

diperlukan bagi manusia saat roh mereka masuk ke dalam malaikat kekuasaan. Hal ini untuk mengangkat mereka ke keadaan yang

lebih tinggi dan menghasilkan bagi merekabsebuah kebahagiaan besar. Oleh karena itu, tanpa masukan surgawi para malaikat,

semangat manusia tidak bisa mencapai kebahagiaan abadi. Kontribusi dari malaikat untuk kebahagiaan manusia berasal dari

kesempurnaan mereka. Malaikat bebas dari segala bentuk kemarahan, ilusi, imajinasi, atau khayalan. Karakteristik ini memberi

mereka kekuatan untukberada dalam hadirat ilahi dan di bawah cahaya ilahi Allah. Hal ini karena
kekurangan ini bahwa manusia dicegah dari berada dikehadiran ilahi. Karena kesempurnaan hanya berada di daerah bagian

mencapai kehadiran ilahi, hanya malaikat benar dapat dikatakan telah atribut kesempurnaan antara makhluk-makhluk yang

diciptakan.Dimensi rohani dari malaikat memiliki aspek yang berbeda. Malaikat adalah pendaran luhur. Pengetahuan-Nya adalah

sempurna dan lengkap karena ia tahu rahasia yang gaib dan berkenalan dengan tersembunyi rahasia penciptaan. Pengetahuan-Nya

adalah nyata, aktif, dan terus menerus. Tindakan malaikat adalah asli karena malaikat adalah berkomitmen untuk melayani dan

komitmen mereka benar-benar dilakukan melalui. Malaikat mendiami tujuh planet bergerak, Polestar, dan semua tetap bintang

dari setiap galaksi o ada. Orbit adalah seperti tubuh mereka yang hati adalah planet-planet. Pergerakan planet-planet dalam

orbitnya adalah prinsip perubahan pada planet bumi ini. Gerakan malaikat di alam semesta ini memiliki pengaruh pada negara-

negara manusia di bumi ini. Dari gerakan ini malaikat, atas perintah Allah, membuat sambungan antara gerakan galaksi.

Transmisi sinyal bahkan jutaan tahun cahaya dari kita mempengaruhi negara-negara sifat manusia. Dunia surgawi demikian selalu

memegang kendali atas duniawi dunia. Semuanya dibuat dalam hierarki dan semuanya terhubung ke apa yang di atasnya. Manusia

selalu melihat ke atas, bukan turun. Keinginan untuk kebaikan dibangun ke dalam mereka baik material dan tingkat spiritual.

Segala sesuatu dalam penciptaan selalu terlihat sampai dengan yang Model. Prinsip pengaruh surgawi didirikan atas ini: efek

dari atas ke bawah dan pada aspirasi ke bawah untuk ke atas.
Tuhan menciptakan matahari dari cahaya malaikat. Hal ini memungkinkan dunia ini untuk melihat segala sesuatu dari benda-benda

yang sebelumnya dibungkus dengan kegelapan. Tanpa bahwa cahaya matahari tidak dapat dilihat. dari hasil dari penciptaan

cahaya adalah pembentukan siang dan malam. Namun matahari selalu bersinar siang dan malam dan cahaya yang tidak pernah padam.

Karena bumi ternyata pada porosnya perubahan yang dirasakan antara dua negara. Bumi membuat sinar matahari tampaknya padam.

Demikian pula, kekuasaan malaikat selalu bersinar di atas bumi.Tetapi revolusi manusia di seluruh keinginan mereka

menciptakan hari dan malam di hati mereka: satu sisi dan bersinar yang lainnya dikegelapan. Sejak bulan tidak memiliki cahaya

sendiri, dibutuhkan cahaya dari matahari. Yang terakhir ini selalu bersinar dan mencerminkan di bulan seperti cermin sehingga

muncul seperti tubuh bersinar. Dalam cara yang sama makhluk manusia,
meskipun mereka ditulis oleh kekuatan malaikat, menggelapkan sendiri melalui penindasan terhadap ego mereka. Pernah theless,

mereka berada dalam posisi untuk selalu bersinar, dan bersinar jauh lebih berseri-seri daripada bulan.


Bulan tidak memiliki apa-apa dari cahaya matahari dengan sendirinya, melainkan hanya mencerminkan yang terbaik. Kekuatan

utama milik matahari. Demikian pula, Allah telah ditempatkan dan terorganisir dalam setiap orbit langit, langit, galaksi,

planet, dan surga ciptaan yang berbeda dari satu orbit untuk ada sana. Mereka bertindak seperti cermin yang mencerminkan

cahaya malaikat dari kehadiran ilahi. Fenomena ini memperpanjang bahwa cahaya surgawi malaikat, seperti cermin, untuk

kepentingan manusia dan ciptaan lainnya. Cahaya yang "dibuat tunduk" ( musakhkhara ) terhadap apa pun yang dibutuhkan oleh

ciptaan. Cahaya yang adalah sumber dari kekuatan malaikat, kuasa malaikat itu sendiri. Memang, itu adalah substansi kebaikan

dan manfaat setiap tempat penciptaan.

Sebagai malaikat bergerak dalam kehadiran ilahi, lampu mereka bergerak dan pada orbit yang Allah diciptakan untuk diatur oleh

mereka. Kekuatan malaikat mempengaruhi gerakan dan isi dari orbit. Karena orbit mencerminkan lampu malaikat di atas bumi,

kita melihat bagaimana manusia pada gilirannya dapat dipengaruhi oleh gerakan orbit dalam kehidupan mereka. Lampu malaikat

juga mempengaruhi perasaan, suasana hati, perilaku, dan tindakan.

Unsur-unsur dan kualitas manusia dan benda-benda ciptaan lain di bumi bervariasi sesuai dengan jarak masing-masing dari

sumber-sumber kekuasaan malaikat. Oleh karena itu kita menemukan perbedaan antara manusia, meskipun tubuh mereka mirip. Hal

ini karena mereka berbeda dalam hal hubungan mereka dengan malaikat. Perbedaan tidak benar-benar dalam tubuh tetapi dalam

atribut spiritual manusia 'dan karakteristik.

Manusia bawa dari masa kanak-kanak dia ada karakteristik kebaikan dan kesucian, atau orang-orang dari kejahatan dan

kesalahan. Itu adalah gambaran yang sangat nyata dari "baju" spiritual manusia dan hirarki mereka: seseorang menerima

kekuatan kemalaikatan sementara yang lain tidak. Ini adalah apa yang membuat satu lebih baik daripada yang lain, seperti

berlian excel zamrud, yang lebih baik daripada safir, yang lebih baik dari pada permata. Semua ini adalah permata jarang

tetapi mereka berbeda dalam kesempurnaan. Untuk semua perhiasan yang lebih berharga daripada emas. Emas lebih berharga

daripada perak dan perak lebih berharga dari besi. Yang terakhir berakhir sebagai memo sementara yang lain selalu disimpan

sebagai elemen berharga.

Cahaya adalah lebih baik daripada kegelapan. Yang transparan adalah lebih baik daripada buram. Yang halus lebih baik daripada

padat. Orang yang tercerahkan lebih baik dari yang dalam kegelapan. Yang indah adalah lebih baik dari yang jelek. Yang

menelepon untuk kebaikan lebih baik daripada yang menelepon untuk jahat. Para, pemalu berani, murah hati, satu pasien adalah

lebih baik daripada orang yang membawa kebencian, permusuhan, kegelapan, kejahatan, keserakahan, dan kekikiran. Semua

karakteristik yang disebutkan di atas tergantung pada kedekatan atau farness dari pembawa masing-masing untuk sumber daya

kemalaikatan.

Oleh karena itu, di dunia ini jiwa manusia adalah tanda samar-samar menunjuk kepada kesempurnaan dunia yang lebih tinggi. Hal

ini seperti cahaya lilin dalam kaitannya dengan cahaya matahari, atau penurunan kecil dalam hubungannya dengan laut. Cahaya

malaikat adalah sarana visibilitas cahaya di bumi, baik material dan spiritual. Kami tahu tentang matahari dari sinar

tersebut. Demikian pula, kita tahu tentang Allah dari ciptaan langit dan bumi, persepsi yang dibawa oleh malaikat bersinar

cahaya pada mereka dan ekspresi mereka melalui wahyu oleh cahaya itu. Tidak ada kegelapan yang lebih dalam bagi kita dari

tidak adanya cahaya malaikat. Tidak ada terang Allah lebih ekspresif bagi kita daripada cahaya malaikat. Penampilan dari

setiap hal pun adalah hasil dari cahaya ini, seperti keberadaan setiap hal hasil dari keberadaannya. Dengan cara ini Allah

memelihara ciptaan melalui cahaya malaikat.

Cara lain untuk menggambarkan cara roh manusia menandakan dunia surgawi adalah melalui analogi dari gerhana matahari. Jika

sebagian dari matahari adalah gerhana Anda dapat melihat matahari dalam secangkir air. Selubung gerhana adalah cahaya

malaikat. Hal ini memungkinkan munculnya sumber cahaya. Manusia itu sendiri seperti jilbab atau gerhana dari cahaya malaikat.

Artinya, mereka gerhana cahaya malaikat yang gerhana terang Allah. Dengan demikian Anda dapat melihat atribut Sang Pencipta

melalui ciptaan-Nya yang indah. Ini adalah arti dari Nabi mengatakan: "Pikirkanlah tentang ciptaan Allah Jangan berpikir dari

esensi-Nya.."

Roh-roh manusia dapat digambarkan sebagai atom-atom di dalam dunia surgawi dan tubuh mereka sebagai rumah dari roh-roh

mereka. Sekarang, rumah memiliki sebuah negara dan penghuni rumah memiliki keadaan yang berbeda dari negara bagian pertama.

Hal ini jelas bagi kita bahwa penghuni lebih terhormat dari rumah, untuk kebesaran rumah tergantung pada penghuninya.

Roh-roh manusia merupakan bagian sebenarnya dari roh-roh malaikat. Itulah sebabnya kondisi masuk ke surga untuk jiwa orang

mati adalah bahwa hal itu dapat diterima dalam alam malaikat pertama, seperti yang telah dikatakan. Itulah juga mengapa jiwa

manusia yang memenuhi syarat untuk menerima transmisi dari kekuatan malaikat, sebagai parabola dibuat untuk menerima

transmisi dari stasiun utama.

Sejauh bahwa orang-orang yang terhubung ke kekuatan malaikat, niscaya mereka menjadi lebih dan lebih penting bagi manusia

lain di bumi. Namun, tubuh manusia tetap suatu senyawa dari unsur-unsur yang berbeda dicampur bersama. Tubuh malaikat, di

sisi lain, hanya terbuat dari cahaya dari kehadiran ilahi. Hal ini penting untuk mengetahui bahwa perbedaan ini tidak pernah

hilang di dunia material. Itulah sebabnya para malaikat memilih untuk mendukung roh dari tubuh nabi. Untuk roh nubuat telah

mengangkat mereka wadah tubuh ke titik di mana mereka mendapatkan segala macam gnosis dan spiritual negara. Ini pada

gilirannya memungkinkan mereka untuk menjadi beacon cahaya menyebarkan karunia surgawi dan membawa pesan Tuhan untuk

ciptaan-Nya. Semua hubungan antara malaikat dan para nabi, orang suci dan orang-orang saleh, memperoleh dengan kehendak Allah

dan izin-Nya.

Malaikat merasa terhormat karena pengetahuan mereka dan status sebagai penduduk surga dan penerima kepuasan Allah. Mereka

selalu melihat Tuhan mereka dan tidak melihat apa pun kecuali Tuhan mereka. Seperti yang kami katakan sebelumnya, penghuni

lebih penting dari tubuh inangnya. Hal ini terbukti dalam fakta bahwa para nabi yang lebih berharga dari ibu mereka, meskipun

mereka dihuni rahim-rahim ibu mereka '. Status pergi ke nabi, bukan untuk ibu mereka, karena koneksi nabi 'yang lebih besar

kepada kekuatan malaikat. Sebagai ilustrasi kita dapat mengatakan bahwa semangat nabi isa adalah lebih baik dari tubuh

ibunya, dan juga bahwa semangat Rasul Allah (Muhammad) lebih baik dari tubuh ibunya.

Ketika Tuhan menciptakan ciptaan, Dia berkata: " Tuhan Yang memelihara langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya;

Yang Maha Pemurah. Mereka tidak dapat berbicara dengan Dia.
Pada hari, ketika ruh dan para malaikat berdiri bershaf-shaf, mereka tidak berkata-kata, kecuali siapa yang telah diberi izin

kepadanya oleh Tuhan Yang Maha Pemurah; dan ia mengucapkan kata yang benar ". (78:37-38) Allah menunjukkan dalam kata-kata

bahwa para malaikat yang dari antara ciptaan-Nya yang terbesar. Mereka berdiri kedua untuk dia dan mereka adalah utusan-Nya

tentang wahyu dikirim ke para nabi-Nya. Dia telah menghormati mereka dengan membiarkan mereka mengungkapkan pengetahuan yang

luar biasa dalam dua cara: secara spiritual dan fenomenal. Dia mengungkapkan secara rohani dengan membiarkan nabi membawa

pengetahuan tersebut dalam buku surgawi dan dengan demikian membimbing orang lain kepada iman dan perilaku terhormat

karakteristik hamba-hamba Allah. Dia mengungkapkan hal itu fenomenal dengan mengilhami hati manusia untuk menyelidiki dan

menemukan dunia yang terlihat dan mengumpulkan data empiris. Oleh karena itu, mereka mencapai teknologi yang paling canggih

yang mungkin dapat dicapai oleh mereka dalam setiap abad diberikan.

Ini akan membuka jendela lain ke dalam pemahaman peran malaikat di antara manusia. Para ilmuwan benar-benar menggunakan

energi yang memancar dari para malaikat di bumi ini untuk membangun pengetahuan teknologi. Dengan menggunakan energi malaikat

mereka mencapai modus yang sempurna hidup: mendidik, membantu, dan penyembuhan mereka yang membutuhkan.

Orang spiritual menggunakan kekuatan kemalaikatan sebagai jalan dari penemuan untuk tujuan yang berbeda. Mereka menggunakan

kekuasaan ini dalam pengetahuan bahwa itu adalah hibah khusus dari Tuhan. Dia memberi mereka kepercayaan yang suci dan mulia

yang memiliki potensi untuk mengatur badan-badan yang tak terhitung jumlahnya selain mereka sendiri. Kemampuan ini

didefinisikan sebagai "kekuatan kemalaikatan di dalamnya." Orang-orang spiritual yang dikenal dalam spiritualitas Islam

sebagai Abdal : ". yang berubah" Mereka bisa berpindah dari satu tempat ke tempat lain dalam sekejap mata. Mereka dapat hidup

pada satu waktu yang sama di tempat pertama dan kedua. Mereka dapat hidup di tempat lain juga banyak dan belum maintainn

penampilan yang sama sebagai diri asli mereka. Ini disebut di mana-mana. Terkenal Abdal dalam sejarah sufi adalah al-Junayd,

Abd al-Qadir Jilani , Jalal al-Din Rumi , Muhyiddin bin Arabi, Mansur al-Hallaj.

Sufi sarjana-orang kudus seperti ini, juga dikenal sebagai orang kudus atau berpengetahuan-gnostik ( `arif , pl. `arifun ),

telah mengkonfirmasikan bahwa ada dunia lain antara bahwa tubuh manusia di bumi dan bahwa para malaikat, dan telah disebut

bahwa dunia dunia imaginal. Imaginal dunia ini lebih halus daripada dunia duniawi namun lebih padat daripada dunia malaikat.

Ini karakteristik dari dunia imaginal memungkinkan Abdal melakukan perjalanan dalam dimensi yang dalam cara yang telah kami

sebutkan.

Metode yang digunakan oleh orang-orang rohani yang dapat digambarkan sebagai pembebasan diri dari perangkap gravitasi.

Semuanya merindukan asal dan tubuh bumi yang merindukan ditarik oleh gravitasi. Roh, bagaimanapun, rindu ke alam surgawi yang

menarik ke atas. Ini Abdal mampu menyeimbangkan unsur-unsur yang berlawanan bumi / surga, atau ke atas / ke bawah, dalam diri

mereka sedemikian rupa sehingga elemen tanah yang pernah mendominasi atas yang lain sekarang didominasi oleh yang lain dan

mengikutinya.

Intelek mendominasi hati nurani sejauh bahwa beberapa telah mengatakan bahwa hati nurani dalam penjara pikiran. Jika

kecerdasan adalah jenis destruktif, orang yang akan menggunakan pengetahuan dan penemuan diri untuk menyakiti, bukan untuk

menyembuhkan. Sinar laser dapat digunakan untuk penghancuran serta penyembuhan, tetapi mereka adalah sinar yang sama dalam

kedua kasus. Jika intelektualitas yang tidak benar keseimbangan antara benar dan salah, maka akan menggunakan pengetahuan

yang memperoleh dengan cara yang tidak pantas. Namun, jika hati nurani mendominasi dan memainkan peran yang lebih besar, itu

akan pada satu titik mendominasi pikiran dan memastikan bahwa itu dikendalikan oleh kerinduan untuk berbuat baik. Itu yang

terbaik untuk dirinya dan kemanusiaan pada umumnya, bagi orang yang akan terus termotivasi untuk menggunakan pengetahuan

untuk membantu dan melayani orang lain.

Ini adalah kasus dalam tubuh yang memenjarakan roh: orang yang dapat menyeimbangkan dua kutub dalam akan memenuhi syarat

sebagai salah satu bijaksana. Lebih bawah jalan, jika orang yang dapat berkembang lebih ke arah surgawi, ia dapat menggunakan

rohnya untuk mendominasi tubuh mereka dan memperoleh kekuatan yang memotong belenggu gravitasi. Hal ini memungkinkan dia

untuk menggunakan semangat untuk memindahkan massa tubuh, tidak hanya sendiri tetapi orang lain juga. Untuk seperti roh,

ketika menghubungkan dengan kekuatan malaikat, akan menjadi suatu bentuk energi dan cahaya. Entitas ini dapat bergerak massa

di kecepatan lebih tinggi dari pikiran dapat hamil.

Ini adalah bagaimana orang-orang saleh dikenal sebagai orang kudus atau Abdal diketahui muncul pada setiap saat yang kritis

dan setiap tempat yang mereka sukai. Dengan demikian, mereka membantu orang dan mengajar mereka. Penampilan di mana-mana satu

orang di banyak tempat seperti gambar tercermin dari satu tubuh yang sama melalui cermin kekuatan malaikat. Cermin ini

menghasilkan ands thous atas ribuan gambar pada saat yang sama, kecuali bahwa gambar-gambar yang setiap bit nyata seperti

aslinya yang sedang tercermin.

Allah akan menciptakan malaikat disebut al-Natiq, "Malaikat mengucapkan," dari dzikir-Nya sendiri (mengingat) dari diri-Nya

untuk setiap jenis orang-orang menyadari. Malaikat yang diperintahkan untuk menghuni jantung hamba Allah yang saleh. Tugasnya

adalah untuk terus menginformasikan bahwa hamba tugas dan kewajibannya dalam setiap siklus dua puluh empat jam, selain ibadah

tugas diketahui. Link ini menetapkan informasi kemungkinan lebih lanjut untuk mencapai suci manusia lain melalui kekuatan

hatinya.

Selanjutnya, Allah akan memungkinkan dia untuk mendengar sel terkecil dalam tubuhnya. Malaikat berbicara kepada-Nya dan

menjelaskan mengapa Tuhan menciptakannya, apa tujuan fisik yang melayani dalam tubuh, apa yang dapat meracuni, dan apa yang

bisa menyembuhkannya. Selain itu, akan menginformasikan kepadanya bagaimana menyembuhkan dirinya sendiri dari gangguan

tubuhnya, dan memungkinkan dia untuk menyembuhkan orang lain melalui malaikat-Nya diperoleh energi.

Daya kemalaikatan orang suci itu sehingga memungkinkan dia untuk berkomunikasi secara bebas dengan setiap sel dalam tubuhnya

seolah-olah ia berbicara kepada orang lain duduk di ruang yang sama. Kemampuan ini akan membuka baginya pemahaman bahwa tubuh

manusia yang bergabung dengan kekuatan kemalaikatan lebih besar dan bahkan kurang yg dpt diukur dari ini seluruh alam

semesta. Memang, setiap sel adalah dunia tersendiri. Hal ini dihuni oleh semua jenis pekerja rohani sangat kecil. Fungsi

mereka adalah untuk menjalankan sistem mendukung kehidupan sel itu. Pabrik membutuhkan segala macam instrumen dan mesin,

tenaga kerja dan manajer untuk tetap hidup dan melindunginya dari segala jenis kesalahan dan kehancuran. Dengan cara yang

sama, secara ilmiah, sel memiliki sistem pertahanan sendiri terhadap setiap penyerang dari luar: perlindungan yang dihasilkan

oleh staf malaikat kecil yang diciptakan Allah untuk tujuan itu.

Sebagai orang suci menjadi lebih dan lebih perseptif dalam mendengar dan berbicara batinnya, ia akan memusatkan kekuasaan

seluruh. Dia kemudian tempat itu di dalam hatinya eksklusif dari setiap titik fokus lainnya. Proses ini dapat dibandingkan

dengan konsentrasi cahaya yang tidak terbakar jika tersebar di kertas, tetapi luka bakar jika disusun kembali menjadi satu

sinar di bawah kaca pembesar. Pada waktu itu suci akan dapat mengirim malaikat berkumpul bahwa cahaya dari dalam hatinya

dalam rangka untuk mencapai setiap manusia di bumi ini dan surgawi berada di atas.

Yang terus menerus membangun-up dari kekuatan malaikat dalam hati orang suci itu memungkinkan dia untuk menyaksikan

pemandangan surgawi dan mendapatkan pengetahuan surgawi. Hal ini berlanjut sampai hari itu datang ketika sebuah cahaya yang

tak terlukiskan muncul di cakrawala hatinya. Lampu ini memperluas jantung ke tingkat sangat kecil. Ini akan menghapus dari

itu semua tabir yang tersisa yang sampai saat ini dicegah dari mencapai kenyataan dunia surgawi. Sementara itu, perintah

Allah malaikat, masing-masing di negara bagiannya, tugas, dan posisi, untuk menginformasikan bahwa individu yang saleh dari

tiga hal: alasan ciptaan-Nya, posisinya dalam skema ilahi, dan tugasnya dalam ciptaan. Setiap satu dari malaikat-malaikat ini

akan kemudian menghiasi orang saleh. Mereka akan memberkati dia dengan semacam hadiah. Pada titik tertentu, ia akan dirinya

menjadi "melebar" yang, dalam bahasa mistik, berarti bahwa ia akan terbungkus dalam tubuh halus cahaya, cahaya yang sama yang

menjadi ciri khas makhluk malaikat. Tubuh yang tidak terlihat transparan dengan manusia lain. Namun demikian, mereka dapat

merasakan cahaya yang memancar dari tubuh suci dan tertarik kepadanya sebagai magnet menarik elemen lainnya.

Ketika orang tertarik pada Mengetahui lagi Maha-suci, bagaimanapun, ia tidak harus menunjukkan bahwa ia berbeda dari orang

lain dan berpura-pura menjadi lebih tinggi dari mereka. Ia harus menjadi alat dari kekuatan malaikat. Menjadi bangga

menempatkan dirinya dalam kategori yang sama sebagai Setan. Meskipun possesed kedua kekuatan kemalaikatan ia jatuh dari surga

karena kesombongan dan kekuasaan yang diambil darinya. Suci hanya harus menggunakan kekuatan malaikat dengan cara yang

konstruktif, untuk kebahagiaan dan manfaat manusia. Ia harus melakukannya tanpa meminta imbalan apa pun dari orang-orang yang

membantu. Malaikat tidak pernah meminta apapun untuk diri mereka sendiri, bukan, mereka selalu bertanya demi manusia.

Anak-anak belum terlibat dalam keinginan rendah yang strip jantung kekuasaan malaikat nya. Bahkan, mereka berada di peringkat

orang-orang kudus meskipun mereka sendiri tidak menyadari hal itu, apalagi orang tua dan kerabat. Anak yang menyatakan bahwa

ia memiliki visi dan pemandangan mengatakan kebenaran, sedangkan orang tua yang mendengar rekening anak menyaring mereka

melalui grid pikiran dan tidak menganggap mereka faktual. "Saya mendengar musik," "malaikat datang kepada saya," "orang-orang

datang dan menghilang," "mereka membawa saya hadiah," adalah ucapan yang sering anak-anak yang berseru pernyataan-pernyataan

sebagai acara terjadi. Anak tidak dapat mengontrol dirinya sendiri, bagaimanapun, suci terus semua peristiwa ini

disembunyikan dari orang lain.

Sebuah negara perantara pengetahuan yang ada antara anak-anak dan berpengetahuan-orang kudus yang dapat disebut "kesucian

yang prematur." Dalam menyatakan bahwa kunjungan pengalaman banyak orang dan pemandangan dan suara yang mungkin sedikit dan

jauh di-antara, atau di sering sebaliknya. Kejadian ini tampak discontinous dan bahkan mungkin tidak koheren, seseorang seperti yang dibahas dalam bahasa asing dan berjuang untuk underst dan. Alasannya adalah bahwa mereka mengalaminya belum

mencapai keadaan suci yang memungkinkan mereka untuk berkomunikasi lancar dengan kekuatan kemalaikatan mereka. Seperti anak-

anak, mereka tidak dapat membantu mengungkapkan pengalaman-pengalaman ini segera setelah mereka terjadi atau segera

sesudahnya dengan cara yang mungkin atau mungkin tidak masuk akal bagi mereka atau orang lain.

Kebahagiaan bahwa retellers dari kunjungan malaikat merasa mengatakan kepada orang lain dari pengalaman mereka adalah seperti

kebahagiaan seorang anak yang menerima permen. Seorang anak akan menjadi senang dengan permen dan melupakan berlian. Namun

tujuannya tetap berlian. Hal ini penting bagi orang untuk selalu kembali mengarahkan diri mereka sendiri menuju tujuan bahwa:

koneksi terus menerus hati mereka dengan kekuatan malaikati pada setiap saat dalam kehidupan mereka.

Setiap jiwa manusia berkembang dari titik ketika hadir dan bersaksi di hadapan Allah pada Hari janji, dengan realitas

kehidupan duniawi kemudian ke kehidupan makam kemudian ke kehidupan kekal. Evolusi ini terdiri dari perubahan satu gambar

yang lain. Garmen roh mengambil di bulan keempat hidup dalam rahim terus sampai kematian. Gaun lain disimpan di dalam kubur,

yang juga memburuk. Akhirnya, roh menempatkan pada tubuh akhirat. Tubuh ini perubahan pada tubuh malaikat pada saat memasuki

di antara para malaikat, seperti yang kita telah disebutkan dalam kaitannya dengan ayat Quran "Masukkan engkau hamba-

hambaKu."

Bahwa tubuh malaikat akan terus berubah, terus menerus dan selamanya, dari satu gaun yang sangat baik untuk satu bahkan lebih

baik, menurut ciptaan Tuhan yang tak terbatas dari tingkat surga. Setiap pakaian surga, ketika dipakai, membuka tingkat baru.

Ketika seseorang melihat tingkat baru, ia keinginan untuk mencapainya. Dia menempatkan pada garmen baru dengan izin ilahi.

Dan kebangkitan dari satu tingkat surga ke berikutnya terus menerus tak terbatas. Fenomena ini mengejutkan menunjukkan

sebagian besar dari kuasa Allah ciptaan.

Dalam setiap periode evolusi dari satu gaun yang lain sebelum ke surga individu dapat memahami lingkungan sekitarnya dan

dalam apa negara dia. Dia akan hidup dalam keadaan yang sangat dan mengalami hal itu tetapi ia tidak dapat memahami negara-

negara lain. Seseorang hampir dipenjarakan dalam keadaan dia dan tidak bisa melihat negara lain. Di sisi lain, individu yang

mencapai kesucian penuh negara dapat memahami segala sesuatu dari awal sampai akhir. Itulah yang membedakan individu biasa

dari kudus. Sebuah suci telah memperoleh tubuh halus cahaya yang memungkinkan dia untuk melihat satu saat lalu, sekarang dan

masa depan di singkat. Memang, dia bisa mencapai pengetahuan tentang jiwa-jiwa dari saat mereka berdiri di hadapan ilahi ke

hari mereka datang ke dunia ini, memasuki kuburan, yang dibangkitkan dan berdiri di hadapan Tuhan lagi, dan masuk surga.

Kenyataan ini diungkapkan dalam tradisi kenabian berikut di mana salah satu sahabat Nabi ditanya oleh kedua mereka yang hadir

untuk memberikan sekilas visi malaikat-Nya:

Harits bin pria La `berkata:" Suatu kali saya pergi ke Nabi dan dia bertanya kepada saya di apa negara saya menghabiskan hari

aku menjawab:. ".. Sebagai seorang mukmin sejati" Kemudian Nabi menanyakan keadaan iman saya Saya menjawab: "Saya melihat

takhta Allah dan para penghuni surga saling membantu, dan orang-orang meratapi neraka di neraka. Saya melihat di depan saya

delapan langit dan tujuh neraka sebagai jelas sebagai penyembah berhala melihat berhala-berhala mereka. Saya dapat mengenali

setiap individu hanya seperti tukang giling gandum dapat mengenali dari barley. Artinya, yang pergi ke surga, dan siapa yang

dapat ditemukan di neraka. Di depan saya orang seperti ikan dan semut. Haruskah aku diam atau terus? "Nabi mengatakan kepada

saya untuk berhenti dan mengatakan tidak lagi." [Abu Hanifah, "al-Fiqh al-Akbar" ].

Salah satu orang kudus dicapai di masa yang lebih baru mengatakan:

"Saya bertemu dengan seorang malaikat berdiri di tepi samudra luas Aku memberi hormat, dan malaikat menjawab:". . Wa alaikum

salam wa al-rahmat Allah ' Lalu malaikat itu bertanya padaku dengan nama saya, "O Jadi-dan-Jadi, bagaimana Anda Syaikh, tuan

Abdal ? ' . dan dia bernama padanya aku menjawab dia dengan memberinya kabar baik tentang saya Syaikh, maka saya bertanya

bagaimana dia tahu dia Dia menyatakan terkejut dan menjawab:. "Apakah Anda pikir kami tidak tahu dia Semua orang di dunia

kita tahu dan menghormati dia? Ketika Allah mengangkatnya ke peringkat nya Dia. memberitahu semua orang di ciptaan-Nya, semua

malaikat dan setiap penciptaan tunggal di bumi, bahwa orang itu telah mencapai stasiun aku mencintainya, dan aku ingin semua

orang mencintainya juga. Oleh karena itu, setiap batu , pohon, hewan, malaikat dan jin mencintainya. " Aku berkata: 'Ada

beberapa orang di bumi yang ingin membunuhnya karena cemburu pengetahuan malaikat dan kekuasaan. " Malaikat itu berkata: "Ini

tidak mungkin bahwa siapa pun dapat membunuh seseorang yang Allah mengasihi dan telah diangkat ke kekuatan malaikat. '"
"Malaikat itu melanjutkan:

"Master Anda dapat mendengar dan melihat gambar dari setiap objek di alam semesta ini diciptakan. Di alam semesta ini, tidak

ada tetapi ini refleksi diciptakan. Mereka mewakili malaikat, manusia, dan setiap elemen, yang hidup dan non-hidup, dan

mereka semua memuji Tuhan mereka. Semua ciptaan, kecuali manusia yang tidak mencapai keadaan visi malaikat, diberi

pengetahuan yang memungkinkan mereka untuk mendengar satu sama lain memuji dan hymning dalam apa pun orbit ruang atau

keberadaan mereka bergerak. Semua orang memuji Tuhannya dengan atribut sendiri dan dalam kata-kata bahasa sendiri. Tuhan

memberikan semua pemahaman bahasa lain tetapi bukan izin untuk menggunakannya. Dia harus menggunakan bahasa sendiri. '"

"Aku menyela malaikat itu:
- "Bahkan unsur benda mati dapat underst dan memuji orang lain? '
- 'Ya, bahkan mereka dapat underst dan batu adalah benda mati untuk mata manusia tetapi adalah ciptaan hidup dan memuji

Apakah tidak.. Anda mendengar dari mereka yang mendengar batu-batu memuji Allah di hadapan Nabi dan Sahabat-orang kudus-Nya?

'"

"Dia melanjutkan:
!. 'Kami malaikat telah diciptakan dari cahaya ilahi, dan kami telah sangat dihormati Namun kami berdua kagumi dan

mengasihani Anda, manusia, karena Anda telah diciptakan dalam gambar Allah Pernahkah Anda mendengar perkataan Nabi: "Allah

menciptakan Adam setelah rupa-Nya" Kami memahami ini berarti bahwa manusia telah diangkat ke peringkat mana Ia menghormati

mereka dengan memungkinkan mereka untuk mencerminkan citra-Nya kehormatan ini telah mengangkat manusia ke tingkat yang sangat

tinggi?.. Itulah mengapa Allah mengatakan dalam Quran Suci: " Sesungguhnya Kami telah memuliakan manusia, dan Kami telah

membawa mereka atas bumi dan di atas laut ' (17:70) Kedua badan, bumi dan laut, di sini mewakili eksternal. pengetahuan dan

internal. "

"Seperti menghormati manusia adalah terutama diwakili oleh wajah mereka, dan kepala merupakan pusat sejati gravitasi manusia

Sebab kalian tidak bisa mengatakan bahwa tempat yang tepat dilambangkan dengan kata 'rupa,' dalam ciptaan Allah manusia,.

Terdiri di tungkai ini atau itu tubuh, karena mereka semua sama dari satu orang ke orang lain. Tapi setiap orang memiliki

wajah yang berbeda dan ada kebohongan rupa Allah. Itulah sebabnya Nabi memarahi orang yang memukul lain pada wajah dan

melarang yang mencolok dari wajah manusia, bahkan dalam pertempuran. "

"Ketika Allah ingin untuk mewujudkan diriNya, Ia melihat ciptaan-Nya perhatian pertama-Nya pergi ke umat manusia karena

mereka menyerupai Nya Mereka yang serupa dengan Dia yang paling di antara mereka, adalah orang-orang kudus, maka Nabi berkata

mereka:.." Mereka mengingatkan kepasa Allah. " Kami malaikat dapat berbicara kepada nabi-nabi saja, kecuali untuk orang-orang

kudus. "

"Kami juga kasihan padamu karena manusia tidak mau membuka diri untuk menarik kekuatan malaikati yang dengannya mereka

mencapai keadaan pengetahuan surgawi yang adalah warisan mereka. Itu membuat kita muncul dalam bentuk manusia dalam berbagai

bentuk dan derajat cahaya, di berbagai . tempat dan usia yang berbeda dari kehidupan manusia, untuk mengingatkan Anda bahwa

Anda telah dihormati dengan kekuatan kemalaikatan dan rupa ilahi Jauhkan kemiripan Gunakan kekuatan kemalaikatan ini akan

mengangkat Anda ke stasiun bercahaya tanpa yang Allah berkata:!! " Sesungguhnya , mereka yang Tuhan tidak menunjuk cahaya,

mereka tidak akan mewarisi cahaya ! " (24:40) dan Dia berkata: " Cahaya pada cahaya ! " (24:35) menyatakan bahwa cahaya dari

visi jantung harus terhubung dengan cahaya kekuasaan malaikat, memastikan keberhasilan dan bimbingan untuk semua manusia.

Cahaya itu kemudian akan muncul di seluruh alam manusia seperti matahari terbit dan bulan terbit atas semua ciptaan, tanpa

pernah terbenam. Cahaya dari kekuatan ini, pada waktu itu, akan membuat setiap individu seperti bulan, yaitu tubuh surgawi

yang akan memantulkan cahaya asli untuk ciptaan lainnya. Dengan cahaya ini, ini dunia akan dipertahankan, cinta alam akan

memerintah bumi, dan semua orang akan hidup dalam damai dan kasih, berenang di lautan malaikat keindahan dan harmoni. "



Rasul telah beriman kepada Al Qur'an yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman.

Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): "Kami tidak

membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya", dan mereka mengatakan: "Kami dengar dan kami

ta'at." (Mereka berdo'a): "Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali."[2:285]

by Mawlana Syaikh Hisyam Al- Kabbani book Angels Unveiled diterjemahkan dari bahasa inggris

 bi hurmati 'l-Fatihah.

Rabu, 11 Januari 2012

Kekuatan Surgawi dari Membaca “RabbunAllah”



Mawlana Syekh Hisyam Kabbani
Fenton Zawiya, Michigan


A`uudzu billahi min asy-Syaythaani 'r-rajiim. Bismillahi 'r-Rahmaani 'r-Rahiim.
Nawaytu 'l-arba`iin, nawaytu 'l-`itikaaf, nawaytu 'l-khalwah, nawaytu 'l-`uzlah,
nawaytu 'r-riyaadhah, nawaytu 's-suluuk, lillahi ta`ala fii haadza 'l-masjid.

Insyaa-Allah kita akan melanjutkan dan memperdalam apa yang kita miliki di sini, sehubungan dengan ajaran Naqsybandi dan keberkahan yang telah Allah (swt) kirimkan kepada hamba-hamba-Nya.  Pertama-tama, marilah kita letakkan fondasi: ma ahad ahsan min ahad, “Tidak ada orang yang lebih baik dari orang lainnya.”  Allah (swt) melihat setiap orang dengan Cara-Nya sendiri dan kita tidak tahu: kalian mungkin yang menjadi syekh, kalian mungkin yang menjadi murid, dan kalian mungkin bukan apa-apa.  Allah Maha Mengetahui.  Berapa banyak murid yang lebih pintar daripada syekhnya, dan Allah memberi mereka kekuatan untuk mencapai kalbu manusia?

Alhamdulillah, Allah membimbing kita dan mengarahkan kita untuk berada di gerbang Sayyidina Mawlana Syekh Nazim al-Haqqani (q), yang berada di gerbang gurunya, Grandsyekh `AbdAllah al-Fa'iz ad-Daghestani (q). Kami beruntung mempunyai kesempatan bersama dengan Grandsyekh dan menyaksikan hubungan antara Grandsyekh dan Mawlana Syekh, alhamdulillah, sejak 1958 sampai Grandsyekh meninggalkan dunia ini pada tahun 1973.  Selama lima belas tahun kami menemani kedua syekh dan menyaksikan begitu banyak pengalaman yang berbeda dari mereka berdua.  Meskipun yang satu mengikuti yang lainnya, dan beginilah jalannya sejak zaman Nabi (s) hingga zaman Imam Mahdi (as), kami melihat bagaimana mereka menunjukkan kecintaan kepada Allah (swt), dan kecintaan pada Nabi (s), dan kecintaan terhadap awliyaullah dan kecintaan pada murid-murid yang bersama mereka.

Mereka seperti roket dalam pengajaran mereka.  Mereka tidak pernah kelelahan dalam menemui murid-muridnya, dan berdoa bagi mereka yang memintanya.  Mereka selalu berada di Jalan yang Lurus, Shiraath al-Mustaqiim, dengan cara sedemikian rupa, di mana menurut pengetahuan dan segala yang kami lihat pada diri mereka, setiap hari ada sesuatu yang baru yang diberikan sehingga kadang kita tidak mampu mencatatnya.  Mereka berdua adalah contoh guru-murid terbaik (sangat dekat dan penuh cinta), contoh seperti itu yang membuat kita selalu berusaha untuk berada di dekatnya.

Saya tidak bisa berkata apa-apa, kecuali mengucapkan syukran lillah dan alhamdulillah.  “Alhamdulillah” mempunyai suatu makna dan “syukran lillah” mempunyai makna sendiri dan kedua makna tersebut mempunyai perbedaan yang besar.  “Alhamdulillah” salah satu maknanya adalah mengagungkan Allah, sementara “syukran lillah” adalah berterima kasih kepada Allah.  Kalian harus mengucapkan “alhamdulillah” karena itu adalah kata pertama dalam Surat al-Fatiha.  Di sana Allah memuji Diri-Nya sendiri oleh Diri-Nya sendiri.  Tetapi syukran lillah adalah dari `abd kepada Tuhannya.  Allah tidak mengatakan “syukran lillah,” Dia mengucapkan  “alhamdulillah.” Allah tidak mengatakan, "Syukran untuk-Ku," tetapi kita mengucapkan syukran.  Tuhan kita berfirman:

لَئِن شَكَرْتُمْ لأَزِيدَنَّكُمْ

Wa la in syakartum la-aziidanakum
Jika kamu bersyukur kepada-Ku, Aku akan menambah (nikmat) kepadamu. (14:7)

Jadi syukr, berterima kasih, adalah sebuah perintah bagi hamba untuk diucapkan setiap saat di dalam hidupnya, di mana Allah telah memberinya minuman di dunia ini dan minum di mana setiap orang akan merasa haus di akhirat.  Jadi setiap saat, kalian harus mengucapkan “syukran lillah,” dan kalian harus mengucapkan “alhamdulillah,” yang merupakan pengagungan kepada Allah (swt).

Saya tidak pernah melihat Mawlana Syekh atau Grandsyekh mengeluh.  Mereka berdua menjalani kehidupan yang sangat sederhana, dan itu menjadi tema bagi Seri Ramadan tahun ini..

Kalian memerlukan seorang mursyid.  Tidak semua orang dapat mengatakan, “Aku adalah seorang mursyid;” karena memberikan irsyad (bimbingan) adalah satu hal, sementara itu mengajar dan memimpin zikir adalah hal lain lagi.  Bimbingan akan menempatkan kalian pada Shiraath al-Mustaqiim. Awliyaullah akan membawa pengikut mereka jika mereka mempunyai kekurangan, tetapi Shiraath al-Mustaqiim tidaklah murah, melainkan mahal.  Jalan yang dijalani oleh para syuyukh adalah seperti kehidupan di Zaman Batu, sangat primitif dan sederhana, bagi kita itu seperti kandang ayam, tetapi bagi mereka itu bagaikan istana!  Mereka tidak melihat dengan mata di kepala saja, tetapi mereka melihat dengan mata hatinya dan melihat kandang ayam itu sebagai sebuah taman surga.

Untuk membangun fondasi dari seri ini, saya akan menggambarkan rumah Grandsyekh. Rumah itu terdiri dari dua ruangan dan satu dapur.  Kamar tidur dan ruang keluarga berukuran 15 x 12 kaki.  Antara kedua ruang tersebut terdapat lorong kecil kemudian pintu menuju dapur.  Rumah itu dibuat dari lumpur dan letaknya di Gunung Qasiyoun. Pada saat itu belum ada rumah lain di gunung itu, kecuali rumah beliau.  Gunung itu sangat curam sehingga tidak ada mobil yang dapat membawa kalian ke sana, kalian harus mendaki. Ketika kami datang dari Lebanon untuk berkunjung, saat kami tiba di Damaskus, mobilnya tidak dapat mendaki di daerah yang dikenal dengan sebutan “Tal`at al-Muhajiriin, atau Bukit Kaum Muhajirin (orang-orang yang hijrah).”  Daerah pegunungan itu ramai di bagian bawah, tetapi sangat sederhana di bagian atasnya.  Kami berjalan dari tempat berhentinya taksi dan melanjutkan perjalanan dengan mendaki gunung, memerlukan waktu 60-90 menit, tergantung di mana taksi menurunkan kita.

Beliau menerima tamu di ruang keluarganya.  Pada waktu `Ashar, (suhu) di dalam sangat panas, barangkali mencapai 50 derajat Celcius (120 derajat Fahrenheit), tanpa AC, hanya kipas angin.  Kami keluar bersama Grandsyekh, semoga Allah memberkatinya dan Mawlana Syekh, dan duduk di sats al-manzil, atap rumah, di mana Grandsyekh memberikan irsyadnya.  Tempat itu begitu rupa sehingga anak kecil mungkin bisa jatuh dari sana karena tidak ada pagar di pinggir atap tersebut.  Kami dan juga tamu-tamu yang lain duduk di sana dan Mawlana minum teh setelah Salat `Ashar, dan beliau memberikan shuhbah sampai Maghrib, selama dua jam.  Seluruh Damaskus berada di bawah dan kalian dapat melihat semua jalan menuju Masjid al-Amawi; dari atas pegunungan kalian dapat melihat seluruh kota.

Di dalam rumah, dapurnya tidak mempunyai kulkas.  Secara tradisioanal, ada sebuah lemari untuk meletakkan daging kering jika mereka memilikinya, dan makanan pokok mereka adalah sayuran, minyak zaitun, keju, roti dan yoghurt.  Itulah cara mereka menjalani hidupnya.  Di luar rumah terdapat daerah wudu yang berdiri sendiri, dan saya yakin tidak ada di antara kalian yang akan pergi ke sana (karena kondisi pedesaannya).  Jadi mereka menjalani hidup yang sangat sederhana, bangun satu atau dua jam sebelum Subuh untuk salat Tahajud.  Grandsyekh melakukan wiridnya di tempat tidurnya.

Di musim dingin, mereka memanaskan tempatnya dengan tungku berbahan bakar kayu yang berbentuk seperti tong dengan satu pintu dan pipa yang bengkok, sebagian pipa itu mengeluarkan asap keluar dari jendela.  Kami datang untuk melaksanakan salat Tahajud bersama beliau dini hari sekali, dan di sana dingin sekali; kalian bisa menggigil sampai ke tulang!  Kami tiba 1.5 jam sebelum Subuh tetapi tidak bisa melihat orang lainnya karena rumah dipenuhi asap dari tungku penghangat itu! Grandsyekh (q) duduk membaca, "Allah, Allah, Allah, Allah;" beliau tidak berada di sana.  Ketika beliau melakukan wiridnya, kalian tidak bisa mendekatinya karena tajalinya begitu dahsyat hingga bila seekor singa datang ke pintunya, ia pasti akan melarikan diri!

Tajali itu berasal dari Nama Ilahi, “al-Jabbar.” Grandsyekh begitu perkasa hingga beliau memindahkan gunung; dalam hadiratnya, kalian merasa seolah-olah ada tsunami yang membawa kalian!  Kalian dapat mendengar—bukan hanya suaranya saja, tetapi begitu banyak suara yang tidak dapat kalian hitung, tak terhingga suara pembacaan zikir tersebut.

Grandsyekh, semoga Allah menganugerahinya level tertinggi bersama Nabi (s), beliau biasa berkata bahwa segera setelah beliau membuka suatu shubhah, atas perintah Nabi (s), semua jin dan awliyaullah di seluruh dunia harus hadir dan ikut mendengar apa yang beliau katakan.  Seperti itulah syekh yang kalian miliki, Grandsyekh (q)!  Beliau berkata bahwa Allah memberi mereka pendengaran surgawi sehingga mereka bisa mengarahkan diri mereka dari tempat mereka ke arah shuhbat tersebut.  Pada saat itu kami belum mengerti bagaimana, tetapi kami mempercayainya.  Sekarang Allah memperlihatkan kepada kalian kemampuan itu melalui teknologi.  Dengan Twitter, jutaan orang dapat mendengar dari timur ke barat dengan instrumen duniawi.  Ketika awliyaullah mengatakan itu, semua yang berada di bawah tajali itu membuka perangkat pendengaran mereka dan mendengarkan pelajaran tersebut.  Sekarang setiap orang dapat mendengar, jadi mengapa kita menerima kemampuan itu melalui teknologi tetapi tidak melalui awliya?

Grandsyekh (q) meminta untuk menceritakan kepada kalian mengenai Imam al-Bukhari (q), yang mengumpulkan ahadits Nabi (s), Sahih al-Bukhari.  Masjid beliau dan madrasahnya di Bukhara dapat menampung hingga lima-enam ribu orang dengan mudah, dan bila beliau sedang menyampaikan pelajarannya, paling tidak ada 25,000 orang yang menghadirinya.  Sekarang tempat itu tidak dapat menampung sebanyak itu, tetapi Allah (swt) melonggarkannya.  Jika Allah menghendaki, Dia dapat memperluas dunia ini dan melewatkannya pada sebuah lubang jarum; dapatkah jarum itu mengatakan tidak?  Jadi ketika beliau sedang memberikan pelajarannya, setiap orang di sana dapat mendengarkannya seolah-olah mereka duduk di sampingnya.  Itu bukan untuk setiap orang, itu adalah untuk orang yang disebutkan di dalam hadits:

ومازال عبدي يتقرب إلي بالنوافل حتى أحبه فإذا أحببته كنت سمعه الذي يسمع به وبصره الذي يبصر به ويده التي يبطش بها وقدمه التي يمشي بها وإذا سألني لأعطينه وإذا استغفرني لأغفرن له وإذا استعاذني أعذته
Maa zaala `abdii yataqaraba ilayya bi 'n-nawaafil hatta uhibah. Fa idzaa ahbabtahu kuntu sama`ulladzii yasma`u bihi wa basarahulladzii yubshiru bihi, wa yadahulladzii yubthisyu bihaa wa lisanahulladzii yatakallama bih.

Hamba-Ku tidak berhenti untuk mendekati-Ku melalui ibadah sunah sampai Aku mencintainya.  Ketika Aku mencintainya, Aku akan menjadi telinganya yang ia gunakan untuk mendengar, matanya yang ia gunakan untuk melihat, tangannya yang ia gunakan untuk melakukan sesuatu, dan lidahnya yang ia gunakan untuk berbicara. (Hadiits Qudsii)

Ketika kalian mempunyai pendengaran surgawi, kalian dapat mendengar maa bayn al-masyriq wa ’l-maghrib, segala sesuatu dari timur ke barat.  Itulah yang terjadi ketika beliau membuka pelajarannya dari Isma`il al-Bukhari.  Bagaimana menurut kalian mengenai kemampuan seorang wali?  Beliau adalah seorang wali, tetapi di dalam kewalian, ada beberapa level kemampuan dan ilmu yang berbeda, jadi ketika wali itu berkata, “Ketika aku berbicara, orang-orang dari timur dan barat dapat mendengar,”  jika sebuah video kamera dapat menyiarkan secara langsung ke mana-mana, bagaimana dengan seorang wali, dapatkah ia melakukannya?

Sepanjang masa kecil saya, melalui undangan ayah dan paman saya kepada para ulama dunia yang terkemuka yang datang ke rumah kami, saya belum pernah mendengar mereka berbicara bahkan satu kata pun yang melebihi keelokan kata-kata Grandsyekh dan Mawlana Syekh.  Itu bagaikan membandingkan bumi dan langit, tidak ada bandingannya! Sebagaimana bumi akan berakhir sementara surga akan kekal, `Uluum al-Awliya, ilmunya para wali tidak pernah berakhir.

Ketika Grandsyekh menyuguhkan makanan, kami memakannya di lorong di samping dapur.  Kami bersepuluh di sekitar Grandsyekh.  Bahkan walaupun hanya ada seorang anak kecil yang datang, beliau memberikan pelajaran selama tiga jam.  Beliau sering berkata, “Aku bukannya membuka ini untuknya, tetapi ia adalah sebab bagi dibukanya shuhbat ini.  Aku berbicara kepada semua awliyaullah dan semua jin dan malaikat, mereka mendengar karena mereka juga memerlukan shuhbat tersebut.”  Saya tidak bisa mengulangi shuhbat beliau; semuanya berat.  Kadang-kadang kami memberikan (shuhbat) dari (shuhbat) tersebut; kadang-kadang mereka membukakannya, terutama dalam bahasa Arab ketika kami berkunjung ke Indonesia.   Bahasa Inggris tidak dapat menyampaikan makna yang sesungguhnya.  Tidak pernah ada shuhbat-nya Grandsyekh yang serupa dengan yang sebelumnya, sementara shuhbat kami pada dasarnya semuanya serupa.

Di Madinat al-Munawwarah, ketika beliau sedang menjalankan khalwat, walaupun beliau selalu dalam keadaan khalwat, suatu ketika beliau mengizinkan Mawlana Syekh Nazim tinggal di ruangan yang sama.  Mawlana Syekh berkata, “Sejak Maghrib hingga Subuh, Grandsyekh tidak pernah tidur,” dan makanan beliau selama 24 jam berupa satu mangkuk kecil sup lentil beliau berikan kepada Mawlana Syekh; Grandsyekh hanya minum teh.  Beliau berkata, “Ketika Grandsyekh sedang bermunajat, beliau berdoa sambil berdiri tanpa henti selama empat hingga enam jam, atau bahkan sepuluh hingga dua belas jam, dan tidak ada satu doa pun yang serupa satu sama lainnya!  Apapun yang beliau doakan, beliau tidak pernah mengulanginya.”  Saya belum berbicara mengenai Mawlana Syekh Nazim, saya masih berbicara tentang Grandsyekh.

Mereka menerima semua ini karena mereka adalah kunci bagi kode semua ilmu yang Allah (swt) akan bukakan bagi hamba-hamba-Nya!  Kunci itu adalah satu kata.  Itu adalah kunci bagi segala sesuatu, kunci menuju Shiraath al-Mustaqiim.  Itulah yang Nabi (s) anjurkan untuk para Sahabat melakukan, dan para awliyaullah menganjurkan murid-muridnya untuk melakukannya, dan Islam dibangun di atasnya.  Itu adalah tawaduk, “kerendahan hati.”

فمن تواضع لله فرفعه

faman tawadha` lillahi rafa`ahu
Barang siapa yang tawaduk demi Allah, Allah akan mengangkat derajatnya.

Nabi (s) merendahkan dirinya dan Allah mengangkatnya di dalam ‘Israa dan Mi`raaj, jadi Islam dibangun atas kerendahan hati.  Jangan berpikir mengenai rasisme, karena di dalam Islam tidak ada rasisme.  Apakah kalian berkulit putih, kuning, hitam, hijau, merah, ketika kalian menjadi Muslim, kalian harus melupakan segala sesuatu yang membangun kalian, selesai!  Kalian hanya menunjukkan kerendahan hati.  Jangan katakan, “Dia berkulit putih dan mereka memasukkan kami ke dalam perbudakan,” karena itu sudah tidak ada lagi: kalian sudah menjadi Muslim.

لافرق بين عربي ولا اعجمي الا بالتقوى

laa farqa bayna `arabiyy wa laa `ajamiyy illa bi’t-taqwa.
Tidak ada perbedaan antara satu ras dengan ras yang lain, kecuali ketakwaannya.

Ketulusan hanya untuk Allah.  Jangan katakan, “Aku orang yang tulus dan ia tidak.” Mungkin saja seseorang yang tidak menutupi dirinya dengan tampil tidak tulus tetapi sebenarnya ia adalah yang paling tulus kepada Allah (swt).  Mereka ingin menempatkan kalian berada di dalam ujian (jadi, jangan menilai orang lain).

Awliyaullah dengan kaliber seperti itu hidup dengan sangat sederhana dan Allah mengangkat derajatnya.  Siapapun yang menunjukkan ketawadukannya terhadap Allah, Allah mengangkat derajatnya.  Dengan apa Allah memberi pahala kepada mereka?  Dia mengangkat mereka di dalam Mi`raaj.  Allah memberi Mi`raaj terbaik dan tertinggi kepada Nabi (s), dan para awliyaullah mewarisi sedikit dari rahasia yang diterima oleh Nabi (s) di dalam Mi`raaj beliau.  Apakah kalian ingin berada di dalam Mi`raaj?  Asosiasi ini adalah sebuah Mi`raaj!

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنتُمْ تُوعَدُونَ

inna alladziina qaluu rabbuna Allah tsumma ’staqaamauu, tatanazaluu `alayhimu ’l-malaa’ikati alaa takhaafuu wa laa tahzanuu wa’bsyiruu  bi’l-jannatillatii kuntum tuwa`duun.

Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: "Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu". (41:30)

Mereka yang mengatakan, “Allah adalah Tuhan kami, sang Pencipta,” akan mendapat kesetaraan!  Apakah kalian mengucapkan, “rabbunAllah?”  Kita datang ke sini untuk mengucapkan, “Yaa Rabbii!  Engkau adalah Tuhan kami!”  Jadi kata itu saja, rabbunAllah, dibaca untuk merendahkan diri kalian sehingga Allah akan mengangkat kalian.  Jadi kita katakan, “Wahai Tuhan kami!  Kami adalah hamba-Mu dan budak-Mu!”  Ketika mereka mengatakan “rabbunAllah,” mereka meletakkan langkah pertama pada Shiraath al-Mustaqiim, kemudian mereka melangkah seterusnya.  Apa yang Allah berikan kepada mereka?  Dia tidak mengatakan, “Aku memberi mereka satu hasanaat,” seperti ketika kalian melakukan sesuatu yang baik, Allah memberi kalian sepuluh hasanaat: itulah balasannya dan Allah Maha Mengetahui pahala apa yang Dia berikan.

Tetapi ketika kalian mengatakan, “Engkau adalah Tuhanku dan aku adalah budak-Mu!” dan kalian meletakkan kaki kalian pada arah Shiraath al-Mustaqiim, apa yang Allah katakan, apa yang akan Dia lakukan?  Dia berkata, “al-malaa’ikat;” Dia tidak mengatakan sepuluh malaikat, Dia mengatakan al-malaa’ikat, “tak terhingga malaikat.” Itu bisa jutaan, seratus juta, triliunan, Allah Maha Mengetahui.  Ketika sejumlah malaikat yang tak terhingga itu turun pada kalian, apa yang akan mereka lakukan?  Mereka turun dengan pahala surgawi dan mengatakan kepada kalian:

أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنتُمْ تُوعَدُونَ

alaa takhaafuu wa laa tahzanuu wa’bsyiruu  bi’l-jannatillatii kuntum tuwa`duun.
"Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu". (41:30)

Itu untuk mengucapkan “rabbunAllah” sekali.  Jika kalian mengucapkannya seratus kali atau berapa pun yang kalian sukai, tidak ada batasan berapa kali malaikat akan turun pada kalian. Jadi ketika awliyaullah mengucapkan, “rabbunallah,” itu tidak seperti yang kita ucapkan; surga akan terbuka bagi mereka dan mereka membusanai pengikutnya dengan itu.

Shuhbat ini berada di bawah tajali dari ayat itu pada hari ini.  Kita akan melanjutkannya besok, insyaa-Allah.

Wa min Allahi 't-tawfiiq, bi hurmati 'l-habiib, bi hurmati 'l-Fatihah. 
(Baya`)

Shuhbah itu cukup untuk menghilangkan segala kesulitan dan berbagai masalah yang dimiliki orang-orang, jadi kalian tidak perlu menyebutkan apa yang menjadi masalah kalian.  Dengan berkah dari Mawlana Syekh Nazim dan Grandsyekh (q) seolah-olah kalian baru dilahirkan. Jadi segala pertanyaan kalian akan terjawab melalui kalbu kalian, dan Nabi (s) menyaksikan setiap orang dari umatnya.  Setiap saat beliau melihat dan mendengar dan beliau meminta ampunan kepada Allah atas nama kita semua, sebagaimana yang disebutkan dalam ayat:

وَمَا أَرْسَلْنَا مِن رَّسُولٍ إِلاَّ لِيُطَاعَ بِإِذْنِ اللّهِ وَلَوْ أَنَّهُمْ إِذ ظَّلَمُواْ أَنفُسَهُمْ جَآؤُوكَ فَاسْتَغْفَرُواْ اللّهَ وَاسْتَغْفَرَ لَهُمُ الرَّسُولُ لَوَجَدُواْ اللّهَ تَوَّابًا رَّحِيمًا

wa law annahum idz zhalamuu anfusahum jaa'uuka w 'astaghfarullah w 'astaghfara lahumu 'r-rasuula la-wajad-Allah tawaaban rahiima.

Dan Kami tidak mengutus seseorang rasul melainkan untuk ditaati dengan seizin Allah. Sesungguhnya jikalau mereka ketika menganiaya dirinya datang kepadamu, lalu memohon ampun kepada Allah, dan Rasulpun memohonkan ampun untuk mereka, tentulah mereka mendapati Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang. (4:64)

Jadi kita dihadirkan kepada Nabi (s) melalui syuyukh kita dan Nabi (s) memberi syafaat bagi setiap orang untuk menghilangkan segala kesulitan dan masalah mereka, insyaa-Allah. bi hurmati 'l-Fatihah. 

Senin, 07 November 2011

Rahasia Nama Muhammad

Allahumma shalli ‘alaa Muhammadin wa ‘alaa aali Muhammadin wa sallim



Suhbat Syaikh Hisham
Jakarta, 145 Dzul Quidah 1422

Niat awal : nawaitu arba’in, nawaitu uzla, nawaitu khalwat, nawaitu I’tiqaf, nawaitu suluk, nawaitu riyadhoh.

Sebelum kita memulai hendaknya kita menyadari firman Allah dalam al Qur’an :"Ta’ati Allah, ta’ati Rasul Nya, dan ta’ati mereka yang memiliki otoritas atas kamu (ta’ati hukum di negerimu)."

Allah, Allah, Allah, Allah, Allah, Allah, Aziz Allah

Allah, Allah, Allah, Allah, Allah, Allah, Karim Allah

Allah, Allah, Allah, Allah, Allah, Allah, Subhan Allah

Allah, Allah, Allah, Allah, Allah, Allah, Sulthan Allah

Allah I. adalah Raja Di Raja. Tetapi bukan raja dunia. Bukan sulthan alam semesta ini. Jika kita mengatakan bahwa Allah I. adalah Raja Di Raja, dengan pengertian bahwa Dia adalah Raja dari Raja-Raja di dunia, itu adalah buruk, itu adalah syirk. Allah tak dapat dibandingkan dengan ciptaan Nya. Allah I. bebas (tidak tergantung) dari ciptaan Nya. (Sebaliknya) Ciptan Nya tergantung kepada Allah I.

Ada dua macam ilmu pengetahuan. Satu ilmu adalah seperti cahaya lampu ini. Kamu lihat itu adalah buram, tidak (terasa) menyinari. Ilmu jenis lainnya adalah seperti cahaya lampu sorot ini. Di hadapan cahaya lampu sorot ini, cahaya lampu biasa ini tidak ber-arti apa-apa. Kalau kamu padamkan (switch off) lampu sorot ini, kamu tidak melihat apa-apa di ruangan ini. Matikan ! Nah, apa yang terjadi ? Gelap ! Nyalakan ! Apa ada bedanya ? Cahaya lampu biasa itu adalah seperti orang yang belajar huruf (kitab). Ilmu seperti itu adalah untuk mereka yang memberi pelajaran di sekolah, dan kuliah di universitas. Karena mereka memberikan kuliah, namun mereka tidak praktek. Sehingga tidak terdapat cahaya dalam kuliah mereka. Ini adalah ilmu huruf (literatur).

Cahaya lampu sorot ini adalah seperti seseorang yang mengambil ilmunya dari sumber pencerahan (enlightentment) . Sumber energi. Sumber yang selalu memancarkan cahayanya. Seperti halnya matahari, yang tidak (bukan) memantulkan cahaya, tetapi adalah sumber cahaya. Allah I. menggambarkan matahari sebagai sumber cahaya. Dan bulan (rembulan) sebagai pemantul cahaya. Dan Allah menyebut hal ini di dalam al Qur’an. Bahwa rembulan hanya nur (light). Matahari (syam) adalah sumber cahaya. Dan terdapat banyak perbedaan diantara sumber cahaya dengan pantulan cahaya. Allah berfirman :"wa syamsi wa dh-dhuha" Matahari dengan sumber cahayanya, yang dapat menggerakkan manusia.

Bukan hanya dapat menyebabkan manusia melihat, tetapi juga memberi energi. Tanpa energi dari matahari tidak akan ada kehidupan, segala sesuatu akan mati. Allah I.telah memberikan kepada Nabi Nya, Sayyidina Muhammad r, sumber energi. Sebuah sumber cahaya, yang menjadi bersinar di alam semesta ini. Allah membuat Sayyidina Muhammad r mempunyai nama yang terdiri dari empat huruf : mim, ha, mim dal. Dan meletakkan nama Muhammad r berdampingan dengan nama Nya sebagai berikut :"la ilaha illa Allah, Muhammadu r-Rasul Allah".

Jika kita mengatakan bahwa Allah adalah Raja Di Raja, artinya Allah I. di dalam "la ilaha illa Allah" , bahwa itu adalah maqam Allah dalam tauhid : tidak ada Pencipta kecuali Aku. (Catatan Syaikh Hisam : janganlah mendengar saya, dengarlah siapa yang kini sedang bicara melalui mulut saya.) Keterangan ini tidak berasal dari kitab manapun. Ini adalah langsung dari qalbu Syaikh saya. Dan yang di dalam qalbunya berasal dari qalbu Grand Syaikh. Dan seterusnya sehingga unjungnya adalah qalbu Nabi Muhammad r Mereka, Aulia Allah, mengetahui bahwa kita (para murid) ini adalah lemah (spiritnya). Bahwa kita tidak dapat melakukan apa-apa yang mereka instruksikan untuk kita lakukan. Manusia bahagia dengan gula-gula. Kita adalah seperti anak-anak yang riang gembira jika diberi gula-gula. Anak-anak tidak akan bahagia dengan intan berlian.

Mereka tidak mengerti apakah ini berlian atau bukan. (Kalau diberi berlian) Mereka menukarnya dengan gula-gula. Tanpa mempertim bangkan hal itu kita menyukai atau tidak, para Aulia Allah memberi qalbu kita berlian. Tanpa mempertimbangkan apa saja amalan kita, tanpa mempertimbangkan apakah yang dikerjakan, tanpa mempertimbangkan kelemahan kita, tanpa mempertimbangkan apakah dosa-dosa kita, tetapi selama kita berada di dalam majelis seperti ini , mereka (para Aulia Allah) akan tetap membawa tajali Allah kedalam qalbu semua hadirin. Meskipun tidak semua dapat merasakannya.

Majelis seperti yang kita lakukan ini, adalah suatu pertemuan yang dihadiri oleh Aulia Allah. Mereka memperhatikan diri kita dari posisi mereka. Ilmu (yang diwakili sumber cahaya yang buram) tidak akan mengerti jenis pertemuan seperti ini. Ilmu seperti itu tidak akan melihat hadirnya Aulia Allah. Karena itu hanyalah ilmu yang mempelajari kata-kata (literatur), dan tidak mengerti apa yang ada dibalik kata-kata itu. Mereka yang mentalnya hanya melihat hal (issues) materialistik saja, tidak akan mengerti kebenaran yang dibawa oleh cahaya lampu sorot. Lampu sorot menyinari segenap kegelapan dan menjadikannya pantulan cahaya, yang memungkinkan kamu melihat apa saja di sekitarmu. Jadi ulama huruf tidak dapat mengerti adanya penemuan-penemuan (discovery). Ahli ilmu pengetahuan (scientist) tidak akan mengerti ilmu tanpa terjadinya penemuan (discovery). Bila terjadi penemuan, barulah dikatakan : "Nah inilah kebenaran itu !".

Mereka bertanya kepada Abdul Wahab Syahroni, seorang Ulama Besar, seorang Mesir, yang hidup sekitar 500 tahun yang lalu, dia adalah seorang ahli ilmu haqqiqat. Menguasai syariat dan haqqiqat. Mereka menanyakan sebuah pertanyaan :"Terangkan kepada kami apa itu ilmu dzahir dan apa itu ilmu bathin." Dia memandang yang bertanya, dan mengucapkan :"Subhan Allah, saya kira engkau ini adalah seorang ulama. Pertanyaan ini menunjukkan bahwa engkau tidak tahu apa-apa. Bagi kami pertanyaan yang kamu ajukan sebagai seorang ulama itu, tidak berarti apa-apa. Kamu bertanya tentang ilmu dzahir dan ilmu bathin. Itu tidaklah relevan. Bagi kami tidak ada ilmu bathin. Semua adalah nampak nyata. Karena kami memiliki lampu sorot , yang menunjukkan kepada kami kebenaran. Engkau memiliki lampu buram. Yang tidak memungkinkan engkau melihat di dalam kegelapan. Engkau tidak melihat apa yang nyata, tetapi bagi kami bahkan yang berada di belakang dinding ini adalah nyata, karena dapat kami lihat. Maka itu segala sesuatu adalah nyata kebenaran bagi kami, namun bagi engkau semua itu tidak nyata."

Jadi apa yang kamu tidak melihatnya, kamu pikir itu tidak ada. Jika ada seekor semut disini. Dia akan melihat dimana ada remah (sisa-sisa) nasi atau roti, tetapi kamu tidak melihatnya. Nasi dan roti tadi memang ada di sana, tetapi kamu tidak dapat melihatnya. Namun mata seekor semut dapat mengenalinya. Seekor burung elang dapat melihat (calon) mangsanya dari ketinggian di langit sana. Dia dapat mengenali di mana saja terdapat mangsanya itu, memburunya kesana serta menerkam untuk dibawa terbang lagi. Kami (para ulama haqqiqat) memiliki mata elang itu, yang menyebabkan kami dapat melihat apa yang tidak kamu lihat, mendengar apa yang tidak kamu dengar, mencium apa yang tidak kamu cium, merasakan apa yang tidak kamu rasakan. Kami dapat bergerak dimana kamu tidak. Dan itulah hadits Nabi Muhammad r :"Jika abdi Ku mendekat kepada Ku dengan melaksanakan ibadah sunnat, Aku akan mencintainya, maka Aku akan menjadi telinganya untuk dia mendengar, Aku akan menjadi matanya untuk dia melihat, Aku akan menjadi lidahnya untuk dia berbicara, Aku menjadi tangannya untuk dia meraba, dan Aku menjadi kakinya yang dapat digunakannya untuk berjalan."

Jadi ketika ahli ilmu pengetahuan merasa tidak berdaya, dan mereka tidak mampu menjelaskan sesuatu, maka mereka mengatakan bahwa seluruh ciptaan ini terbentuk setelah terjadinya Ledakan Akbar (Big Bang). Mereka mempunyai Teori : awal dari semua ini adalah terjadinya sebuah ledakan besar kosmik, dan segala sesuatu timbul dari satu ledakan besar itu. Katakan bahwa teori itu benar. Terjadi sebuah ledakan besar dan segala sesuatu keluar dari peristiwa itu. Dan kini kita tahu bahwa ruang alam semesta ini adalah dalam keadaan hampa. Dan dalam ruang hampa tidak ada daya graviti, tidak ada daya tolak juga. Sehingga ketika terjadi Ledakan Akbar, segalanya menjadi berkeping-keping. Kalau tidak ada daya yang menghentikan laju kepingan itu, mereka semua akan tetap meluncur tiada hentinya (secara radial).

Saya tidak akan membicarakan hal ini lebih jauh. Cukup sampai disini. Saya hanya ingin mengatakan, bahwa bagi seorang ahli ilmu pengetahuan, bila tidak ada penemuan (discovery), mereka tidak dapat melihat kebenaran. Tetapi bagi Aulia Allah, yang diberi mata oleh Allah yang dapat digunakan untuk melihat jauh lebih banyak dari pada yang dapat dilihat oleh para ahli ilmu pengetahuan. Lalu siapa yang menghentikan berlanjutnya proses itu tadi (berkeping-keping nya segala sesuatu setelah ledakan itu), sehingga kepingan-kepingan itu dapat berada ditempat yang pasti, antara satu dan lainnya seperti kita lihat sekarang ? Tanpa adanya kekuatan yang meredam akibat dari proses ledakan itu, alam semesta ini akan berantakan karena satu sama lain akan bertabrakan. Para ahli ilmu pengetahuan itu mengatakan bahwa terdapat milyaran bintang di semesta ini. Dan kesemua itu tidak saling bertabrakan.

Ini adalah satu galaxi. Kini mereka mendapati melalui Hubble Telescope bahwa di alam semesta ini terdapat milyaran galaxi., yang di dalamnya mengandung milyaran bintang-bintang, dan kesemuanya tidak bertabrakan. Dan semua itu ada di dalam kuasanya "la ilaha illa Allah".

‘La ilaha illa Allah, la syarika lahu’.

‘La ilaha illa Allah, adalah Sang Pencipta, tak diragukan lagi. Ciptaannya adalah di luar Sang Pencipta. Maqam Tauhid berada di luar ciptaannya. Segala sesuatu yang diciptakan berada di luar Sang Pencipta. Lalu siapa yang berada di luar Sang Pencipta ? Siapa yang berada di luar maqam tauhid ?

Muhammad Rasul Allah adalah yang berada di luar maqam tauhid, yaitu la ilah illa Allah. Jadi Muhammad Rasul Allah adalah simbul, adalah representatif dari ciptaan.

Dan segera setelah maqam tauhid ‘la ilah illa Allah’ muncullah Muhammad Rasul Allah, yaitu yang namannya terdiri dari empat huruf tadi itu. ‘La ilaha illa Allah, memiliki arti (maqam tauhid). Tetapi Muhammad (tanpa Rasul Allah) tidak memiliki makna. Tetapi Muhammad Rasul Allah, memiliki makna, yaitu yang berada di luar maqam tauhid tadi, yang merupakan simbul ciptaan. Dan Muhammad adalah Utusan bagi semua ciptaan ini, bukan hanya untuk ummat manusia saja, tetapi untuk alam semesta ini seluruhnya. Ada berapa dunia selain yang ini ? Itulah sebabnya Allah . memberinya nama Muhammad, dia yang selalu diberi shalawat dan selalu memuja Allah. Di tangan siapa (beradanya) kerajaan (mulk) ? Malik al Mulk, Allah. Pemilik Kerajaan adalah Allah, begitulah firman Allah dalam al Qur’an.

Segala sesuatu yang memiliki massa, memiliki struktur, adalah kepunyaan Allah. Segala sesuatu di alam semesta ini memiliki massa dan energi. Bahkan samapi ke benda terkecil pun, atom, juga memiliki massa dan energi. Seluruh elemen yang membentuk alam semesta ini, memiliki atom, yang ada massa dan energinya. Segala sesuatu di luar Sang Pencipta, memiliki massa dan energi (kehidupan). Setiap atom terdiri dari inti dan sesuatu yang mengelilinginya dengan arah berlawanan dengan jarum jam (?). Mereka selalu dalam keadaan tawaf, seperti kita tawaf mengelilingi Kabah dengan arah berlawanan arah jarum jam. Segala sesuatu dalam keadaan tawaf dan membuat dzikir kepada Allah .

Jika atom itu musnah, maka makhluq / ciptaan juga akan musnah. Dan segala sesuatu yang ada dan nampak di alam semesta ini, berada di bawah nama Muhammad r, karena dia adalah rahasia dan kebenaran dari seluruh ciptaan yang diciptakan Allah. Allah berfirman dalam al Qur’an : " Ketahuilah bahwa Muhammad berada dalam dirimu." Dalam bahasa Arab dunya adalah yang memiliki massa dan struktur. (Dalam bahasa Arab) Hayat adalah hidup (kehidupan). Dunya mewakili massa/struktur, dan hayat mewakili hidup (spirit). Dunya dan hayat datang dari rahasia atom Muhammad r

Itulah pula mengapa nama Muhammad terdiri atas empat huruf : mim, ha, mim dal. Bagian pertama mim & ha artinya : Muhammad r adalah Malik Hayat (Raja Kehidupan atau Spirit). Bagian kedua mim & dal artinya : Muhammad r adalah Malik Dunya (Raja Dunia atau Massa/Struktur) . Allah memberikan kepada Muhammad r dua keistimewaan, yaitu : Penguasa Dunia/Materi dan Penguasa Hidup/Spirit. Dan Allah . memiliki Muhammad r, karena Muhammad bergantung kepada Allah sebagaimana disimbulkan dalam penulisan : la ilaha illa Allah, Muhammad Rasul Allah (ditulisnya nama Muhammad mengikuti atau sesudah ditulisnya nama Allah). Kebenaran (tentang hal) ini cukup bagi kita untuk di dunia dan di akhirat. Rahasia ini baru saja datang dari para Syaikh kita saat ini, baru dibuka saat ini sekarang ini, belum pernah sebelum ini.

Setiap saat Allah memberikan ilmu kepada para Aulia Allah. Semoga taufiq Allah melimpah kepada kita semua dengan kehormatan terhadap Surat Faatihah.

Di-post oleh Erawan Yusron

Cari Blog Ini