Berbeda dengan para sufi penyair kebanyakan, an-Niffari dipandang sebagai sosok sufi penyair yang unik. Ia lebih suka hidup menyendiri, meskipun selama hayatnya ia banyak melakukan pengembaraan ke berbagai negeri Islam. Bahkan terhadap karya-karya syair sufistiknya sekalipun, orang tak mungkin mengenalnya jika tanpa bantuan Arthur John Arberry, orientalis Inggris yang pernah menulis buku Tasawuf versus Syari’at. Arberry telah menemukan karya An-Niffari, dan kemudian menerbitkannya pada tahun 1934. Salah satunya karya an-Niffari yang terpenting dan ditemukan Arberry itu adalah Al-Mawaqif wal Mukhathabat (Posisi-posisi dan Percakapan).
Menurut, pengamat sastra sufi Dr. Fudloli Zaini sebagaimana ditulis dalam bukunya Sepintas Sastra Sufi: Tokoh dan Pemikirannya (2000), karya an-Niffari ini terbagi ke dalam dua bagian besar. Pertama adalah Al-Mawaqif (jamak dari mauqif), yang berarti posisi, sikap atau tempat berdiri seseorang. Keposisian itu sendiri disebut waqfah. Secara gamblang, an-Niffari melukiskan apa yang dimaksud dengan waqfah ini. Menurutnya, waqfah tak lain adalah sumber ilmu. Kalau pada waqif ilmunya bersumber pada dirinya sendiri, maka pada setiap orang lain ilmu mereka bersumber pada sesuatu yang berada di luar. Waqfah adalah ruh dari ma’rifah, dan ma’rifah adalah ruh dari kehidupan. Pada waqfah, demikian jelas an-Niffari, telah tercakup di dalamnya ma’rifah, dan pada ma’rifah telah tercakup di dalamnya ilmu. Waqfah berada di balik kejauhan (al-bu’d) dan kedekatan (al-qurb), ma’rifah ada di dalam kedekatan, dan ilmu ada di dalam kejauhan. Waqfah adalah kehadiran Allah, ma’rifah adalah ucapan Allah, dan ilmu adalah tabir Allah. Dengan demikian ada urut-urutan dari besar ke kecil sebagai berikut: waqfah, ma’rifah, dan ilmu.
Dalam Mauqif al-Qurb, an-Niffari misalnya mengatakan:
Ia menghentikanku dalam posisi kedekatan,
dan berkata kepadaku:
Tak suatu pun lebih jauh dariku
terhadap sesuatu yang lain,
Tak satu pun lebih dekat dariku,
terhadap sesuatu yang lain,
Kecuali atas dasar hukum ketetapannya,
dalam hal kedekatan dan kejauhan,
Kejauhan diketahui dengan kedekatan,
kedekatan diketahui dengan wujud,
Akulah kedekatan yang tidak mencariku,
dan wujud yang tidak berakhir padaku.
Ia melanjutkan :
Akulah yang dekat,
tidak seperti kedekatan sesuatu dari sesuatu,
Akulah yang jauh
tidak seperti kejauhan sesuatu dari sesuatu.
Dekatmu bukanlah jauhmu,
Dan jauhmu bukanlah dekatmu.
Akulah yang dekat yang jauh,
dekat yang adalah jauh dan jauh yang adalah dekat.
Dekat yang kau ketahui ketahui adalah jarak,
Dan jauh yang kau ketahui adalah jarak,
Akulah yang dekat yang jauh tanpa jarak,
Aku lebih dekat dari lidah terhadap ucapannya,
tatkala ia menyebut sesuatu.
Maka yang menyaksikanku tidak menyebutku,
dan yang menyebutku tidak menyaksikanku.
Perjalanan waqfah, menurut an-Niffari, tak lain adalah persetujuan Allah kepadanya atau bersamanya menurut keadaan hal dan maqam-nya. Ia tak lain merupakan jawaban atas panggilan-Nya kepadanya di dalam dirinya sendiri. Bilamana seorang arif telah sampai pada puncak kesiapan dan waqfah nuraninya, terguyurlah ia dalam guyuran cahaya Ilahi di mana ia merasa tidak bisa membedakan antara dirinya dan Tuhannya. Hilanglah dirinya di dalam-Nya. Saat itu ia tak lagi menginginkan sesuatu, karena ia telah lebur dan tenggelam dalam yang di inginkannya itu. Kalau seorang waqif masuk ke dalam setiap rumah, rumah-rumah itu tak akan bisa memuatnya. Dan bila ia minum dari setiap tempat minum, itu tak akan pernah menghilangkan dahaganya.
Kedua adalah Al-Mukhathaba. Menurut Fudloli, Al-Mukhathabat adalah percakapan batin dan kata-kata Yang Maha Kuasa dalam diri sang penyair sufi di mana yang terakhir ini memilih untuk berdiam diri. Pengalaman ruhani yang begitu hebat dan mempesona itu merupakan spontanitas yang membuatnya jadi gagap dan gagu. Secara umum, menurut Fudloli, Al-Mukhathabat ini biasanya dimulai dengan ungkapan, “Ya Abd!” (Wahai Hamba!).
Misalnya:
Hai hamba, engkau lapar,
maka kau makan yang ada padamu dariku,
dan aku bukan darimu,
Engkau dahaga,
maka kau minum yang ada padamu dariku,
dan aku bukan darimu.
Hai hamba, setelah kau kuberi,
kau mensyukuri apa yang ada padamu dariku,
dan aku bukan darimu.
Pada bagian lain syairnya, ia juga mengatakan:
Hai hamba, katakan,
aku berlindung kepada dzatmu,
dari segala dzat yang ada,
aku berlindung kepada wajahmu,
dari segenap wajah yang ada,
aku berlindung kepada kedekatanmu,
dari kejauhanmu,
Aku berlindung kepada kejauhanmu,
dari kemurkaanmu,
aku berlindung kepada penemuanku padamu,
dari kehilanganmu.
An-Niffari memiliki nama lengkap Muhammad Ibnu Abd al-Jabbar an-Niffari. Ia dilahirkan di Basrah (Irak). Tak diketahui pasti kapan ia sendiri dilahirkan, kecuali hanya wafatnya pada tahun 354 H.
Satu cacatan yang perlu dijelaskan di sini, konon menurut salah seorang pensyarah kitab karya an-Niffari, Afifuddin at-Tilmisani (w. 690 H), an-Niffari tidak menulis sendiri karyanya itu melainkan ia hanya mendiktekannya saja kepada putranya atau menuliskannya pada potongan-potongan kertas, yang kemudian disusun dan disalin kembali oleh putranya sesudah sang syekh meninggal.
Asysyam
“Sesungguhnya berbahagialah orang yang mensuciikan jiwanya, dan sungguh merugilah orang yang mengotori jiwanya”
Tampilkan postingan dengan label Syair. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Syair. Tampilkan semua postingan
Rabu, 04 Mei 2011
Jumat, 22 April 2011
KUHIRUP NAFAS SEDALAM KU
Illah ku mulai kalam untuk mengunduh berkah
Kuhirup nafas sedalam ku panjatkan hamdallah
Rahmat keagungan dan juga keselamatan
Moga terlimpah curah pada Nabi kecintaan
Dalam kehendak manusia terbagi dua
Yang pertama sungguh menginginkan dunia
Yang kedua gemar merindukan akhiratnya
Kawan duhai kawan pilihlah yang kedua
Dunia dan akhirat bagai debu dan sahara
Terlampau jauh dalam hal perbedaannya
Begitu pula dalam hal keuntungannya
Namun banyak manusia tertipu tak berdaya
Cinta dunia pangkal segala bencana
Cinta akhirat permulaan yang mulia
Dunia tempat singgah yang penuh dengan godaan
Akhirat tempat kembali sungguh penuh kenikmatan
Nikmat akhirat dilimput keabadian
Tak lekang oleh ruang tak lapuk oleh zaman
Sebagai balasan atas semua perbuatan
Kecil ataupun besar semua tak terlewatkan
Godaan dunia sungguh beraneka warna
Membuat manusia lupa asal muasalnya
Mencemar jiwa hilanglah kemurniannya
Mengeruh wajah musnahlah cahayanya
Godaan terbesar pria adalah para wanita
Godaan terbesar wanita yakni cinta akan harta
Perhatikan niatmu kawan teliti setiap keinginan
Adakah Allah disana sebagai maksud dan tujuan
Banyak niat tersembunyi yang tiada kau sadari
Muncul ke permukaan hati saat sesuatu terjadi
Cepat-cepatlah ingat tuluskan semua niat
Jadikan keterjadian agar kau bertambah dekat
Gerak mendekat padaNya sebuah penyucian
Menjauh dariNya bertumbuhnya kekotoran
Hilangkan dirimu, tegaskan Dia adanya
Benamkan dirimu dalam lautan cintaNya
Tiada daya dan tiada kekuatan
Cukuplah Dia kokoh sebagai tambatan
Hati yang rindu akan sebuah perjumpaan
Mengalir air mata yang merindukan mu
Kuhirup nafas sedalam ku panjatkan hamdallah
Rahmat keagungan dan juga keselamatan
Moga terlimpah curah pada Nabi kecintaan
Dalam kehendak manusia terbagi dua
Yang pertama sungguh menginginkan dunia
Yang kedua gemar merindukan akhiratnya
Kawan duhai kawan pilihlah yang kedua
Dunia dan akhirat bagai debu dan sahara
Terlampau jauh dalam hal perbedaannya
Begitu pula dalam hal keuntungannya
Namun banyak manusia tertipu tak berdaya
Cinta dunia pangkal segala bencana
Cinta akhirat permulaan yang mulia
Dunia tempat singgah yang penuh dengan godaan
Akhirat tempat kembali sungguh penuh kenikmatan
Nikmat akhirat dilimput keabadian
Tak lekang oleh ruang tak lapuk oleh zaman
Sebagai balasan atas semua perbuatan
Kecil ataupun besar semua tak terlewatkan
Godaan dunia sungguh beraneka warna
Membuat manusia lupa asal muasalnya
Mencemar jiwa hilanglah kemurniannya
Mengeruh wajah musnahlah cahayanya
Godaan terbesar pria adalah para wanita
Godaan terbesar wanita yakni cinta akan harta
Perhatikan niatmu kawan teliti setiap keinginan
Adakah Allah disana sebagai maksud dan tujuan
Banyak niat tersembunyi yang tiada kau sadari
Muncul ke permukaan hati saat sesuatu terjadi
Cepat-cepatlah ingat tuluskan semua niat
Jadikan keterjadian agar kau bertambah dekat
Gerak mendekat padaNya sebuah penyucian
Menjauh dariNya bertumbuhnya kekotoran
Hilangkan dirimu, tegaskan Dia adanya
Benamkan dirimu dalam lautan cintaNya
Tiada daya dan tiada kekuatan
Cukuplah Dia kokoh sebagai tambatan
Hati yang rindu akan sebuah perjumpaan
Mengalir air mata yang merindukan mu
Rabu, 30 Maret 2011
Misteri Kehidupan
Butir-Butir pasir Kehidupan..
Menelan Kebahagiaan bersama Penderitaan
Sekejap Kaki Memijak Bumi
Terkurung Sepi dalam misteri
Segenap rahsia bersama kehidupan
Berjalan menuju kematian
Disetiap hamparan penderitaan
Tersimpan cahaya Pencerahan
Cobaan sebagai kasih sayang
Ketenangan dalam kegelisahan
Kemenangan bersama kesabaran
Kesulitan menggapai kemudahan
Meredup dunia
Melepuh gelanggangnya
Berlindung kebesaran iman
Pelita jendela dalam kegelapan
Kematian...
Memeluk kehidupan
Kematian..
Menuju keabadian
Awal menitik kebahagiaan
Menuju yang selalu dirindu
Ya Allah..
Sabtu, 19 Maret 2011
Memaafkan itu indah
Memaafkan itu indah
Memaafkan itu sedekah
Memaafkan itu mengundang Maghfirah-Nya
Memaafkan itu mengundang Rahmah-Nya
Memaafkan itu nikmat
Memaafkan itu lezat
Memaafkan itu melapangkan perasaan
Memaafkan itu melapangkan kesusahan
Memaafkan itu membuka pintu-pintu cinta
Memaafkan itu membuka pintu-pintu dunia
Memaafkan itu membuka pintu-pintu bahagia
Memaafkan itu membuka pintu-pintu surga
Memaafkan itu melepaskan masalah
Memaafkan itu melepaskan rasa susah
Memaafkan itu melepaskan rasa serba salah
Memaafkan itu melepaskan berbagai rasa resah
Memaafkan itu melancarkan pernapasan
Memaafkan itu melancarkan hubungan
Memaafkan itu menambah ketampanan
Memaafkan itu menambah kejelitaan
Memaafkan itu mengikhlaskan
Memaafkan itu menyehatkan
Memaafkan itu mendewasakan
Memaafkan itu mencerdaskan
Memaafkan itu membersihkan diri
Memaafkan itu mengundang rejeki
Memaafkan itu menenangkan hati
Memaafkan itu mengundang ridho Ilahi
Dengan demikian,
jangan lagi kita mengatakan :
"Huh,enak banget dong kalau dia gue maapin, enek di die gak enak di gue..."
Lho?
Astaghfirullaahal'azhiim...
Wallahu a'lam
.::CINTA::.
…CINTA…
Jika ia sebuah CINTA,
dia tak hanya MENDENGAR,
melainkan senantiasa BERGETAR.
jika ia sebuah CINTA,
dia tak mungkin BUTA,
melainkan senantiasa MELIHAT dan MERASAKAN apa yang kita rasakan
jika ia sebuah CINTA,
dia tak akan membuat kita SEDIH,
melainkan senantiasa akan membuat kita BAHAGIA.
jika ia sebuah CINTA,
dia tak hanya BERUCAP,
melainkan senantiasa TULUS dari Dalam HATI.
jika ia sebuah CINTA,
dia hadir bukan karena PERMINTAAN,
melainkan HADIR karena KETENTUAN dan KATA HATI-lah yang MENGANTARKANNYA.
jika ia sebuah CINTA,
dia hadir juga bukan karena PAKSAAN,
melainkan senantiasa HADIR karena PENGORBANAN dan KESETIAAN.
Oleh : KAMILA VYNDARTI
"Dan adapaun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah"
(QS Al-Baqarah:165)
NIKMATI SAJA HIDUP INI
Nikmati saja hidupmu, wahai sahabat…
Usahlah engkau bersedih dan mengeluh,
engkau di dunia ini tak akan selamanya,
esokpun engkau akan berpulang,
kembali padaNya... menemuiNya,
Usah engkau risaukan duniamu,
akhirat yang abadi lebih mulia,
bersiaplah engkau untuknya,
Tak perlu banyak bicara,
lakukan saja yang engkau bisa,
ada Dia yang selalu melihatmu,
ada Dia yang selalu mendengar doa-doamu,
ada Dia yang setia menemanimu,
Yakinlah, engkau tak pernah sendiri lagi,
engkau bahagia bersamaNya, bukan?
Rasakanlah kehadiranNya yang setiap saat dekat denganmu,
bahkan ia lebih dekat dari urat nadimu sekalipun,
Lalu...Apalagi alasanmu untuk bersedih?
Apa lagi alasanmu untuk dapat menumpahkan keluhmu?
Apa lagi alasanmu untuk pamerkan kecengenganmu?
Apa lagi alasanmu untuk tidak berbuat, saat kesempatan berbuat begitu luas terbuka?
ia ada untuk engkau isi,
kesempatan itu untuk engkau taklukkan,
So, jangan pernah ragu lagi,
engkau sudah sangat kuat bersamaNya,
engkau sangat luar biasa dalam bimbinganNya,
engkau mampu taklukkan egomu,
engkau mampu runtuhkan kelumu,
engkau mampu robohkan karang kesombonganmu itu,
engkau mampu berlemah lembut,
engkau bisa berkasih sayang,
engkau akan selalu memiliki jiwa yang lapang,
untuk kembali menerbitkan senyumanmu,
senyuman terindah yang engkau miliki,
Yakinlah bahwa engkau mampu,
maka engkau benar-benar mampu, wahai sahabatku…
Semangat berjuang!
gigih berdoa,
jangan pernah engkau lupa, ada Dia bersamamu,
Semoga engkau selalu ingat,
ada yang mengharapkan kebaikan-kebaikanmu,
kenanglah saat-saat engkau menderita,
maka engkau akan mampu berbagi di saat bahagiamu
sumbangkanlah walau sepotong senyumanmu,
sampaikanlah walau sebait nasehatmu,
bagilah walau satu kata motivasimu hari ini,
maka engkau akan bahagia…
Jumat, 18 Maret 2011
Wanita Muslimah Ahli Syurga?
Tentunya setiap wanita Muslimah ingin menjadi ahli Surga. Pada hakikatnya wanita ahli Surga adalah wanita yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Seluruh ciri-cirinya merupakan cerminan ketaatan yang dia miliki. Di antara ciri-ciri wanita ahli Surga adalah :
1.Bertakwa.
2.Beriman kepada Allah, Malaikat-Malaikat-Nya, Kitab-Kitab-Nya,Rasul-Rasul-Nya,hari kiamat, dan beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk.
3. Bersaksi bahwa tiada ilah yang berhak disembah kecuali Allah, bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan Ramadlan,dan naik haji bagi yang mampu.
4. Ihsan, yaitu beribadah kepada Allah seakan-akan melihat Allah,jika dia tidak dapat melihat Allah, dia mengetahui bahwa Allah melihat dirinya.
5. Ikhlas beribadah semata-mata kepada Allah,tawakkal kepada Allah,mencintai Allah dan Rasul-Nya, takut terhadap adzab Allah,mengharap rahmat Allah, bertaubat kepada-Nya, dan bersabar atas segala takdir-takdir Allah serta mensyukuri segala kenikmatan yang diberikan kepadanya.
6. Gemar membaca Al Qur’an dan berusaha memahaminya,berdzikir mengingat Allah ketika sendiri atau bersama banyak orang dan berdoa kepada Allah semata.
7. Menghidupkan amar ma’ruf dan nahi mungkar pada keluarga dan masyarakat.
8. Berbuat baik (ihsan) kepada tetangga,anak yatim, fakir miskin,dan seluruh makhluk, serta berbuat baik terhadap hewan ternak yang dia miliki.
9. Menyambung tali persaudaraan terhadap orang yang memutuskannya, memberi kepada orang, menahan pemberian kepada dirinya, dan memaafkan orang yang mendhaliminya.
10. Berinfak,baik ketika lapang maupun dalam keadaan sempit, menahan amarah dan memaafkan manusia.
11. Adil dalam segala perkara dan bersikap adil terhadap seluruh makhluk.
12. Menjaga lisannya dari perkataan dusta, saksi palsu dan menceritakan kejelekan orang lain (ghibah).
13. Menepati janji dan amanah yang diberikan kepadanya.
14. Berbakti kepada kedua orang tua.
15. Menyambung silaturahmi dengan karib kerabatnya, sahabat terdekat dan terjauh.
Ciri-ciri tersebut bukan merupakan suatu batasan tetapi ciri-ciri wanita Ahli Syurga seluruhnya masuk dalam kerangka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Allah Ta’ala berfirman : “dan barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam Surga yang mengalir di dalamnya sungai-sungai sedang mereka kekal di dalamnya dan itulah kemenangan yang besar.” (QS. An Nisa’ : 13)
Ahmed Bukhatir-Hizab
Semoga Bermanfa'at
1.Bertakwa.
2.Beriman kepada Allah, Malaikat-Malaikat-Nya, Kitab-Kitab-Nya,Rasul-Rasul-Nya,hari kiamat, dan beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk.
3. Bersaksi bahwa tiada ilah yang berhak disembah kecuali Allah, bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan Ramadlan,dan naik haji bagi yang mampu.
4. Ihsan, yaitu beribadah kepada Allah seakan-akan melihat Allah,jika dia tidak dapat melihat Allah, dia mengetahui bahwa Allah melihat dirinya.
5. Ikhlas beribadah semata-mata kepada Allah,tawakkal kepada Allah,mencintai Allah dan Rasul-Nya, takut terhadap adzab Allah,mengharap rahmat Allah, bertaubat kepada-Nya, dan bersabar atas segala takdir-takdir Allah serta mensyukuri segala kenikmatan yang diberikan kepadanya.
6. Gemar membaca Al Qur’an dan berusaha memahaminya,berdzikir mengingat Allah ketika sendiri atau bersama banyak orang dan berdoa kepada Allah semata.
7. Menghidupkan amar ma’ruf dan nahi mungkar pada keluarga dan masyarakat.
8. Berbuat baik (ihsan) kepada tetangga,anak yatim, fakir miskin,dan seluruh makhluk, serta berbuat baik terhadap hewan ternak yang dia miliki.
9. Menyambung tali persaudaraan terhadap orang yang memutuskannya, memberi kepada orang, menahan pemberian kepada dirinya, dan memaafkan orang yang mendhaliminya.
10. Berinfak,baik ketika lapang maupun dalam keadaan sempit, menahan amarah dan memaafkan manusia.
11. Adil dalam segala perkara dan bersikap adil terhadap seluruh makhluk.
12. Menjaga lisannya dari perkataan dusta, saksi palsu dan menceritakan kejelekan orang lain (ghibah).
13. Menepati janji dan amanah yang diberikan kepadanya.
14. Berbakti kepada kedua orang tua.
15. Menyambung silaturahmi dengan karib kerabatnya, sahabat terdekat dan terjauh.
Ciri-ciri tersebut bukan merupakan suatu batasan tetapi ciri-ciri wanita Ahli Syurga seluruhnya masuk dalam kerangka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Allah Ta’ala berfirman : “dan barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam Surga yang mengalir di dalamnya sungai-sungai sedang mereka kekal di dalamnya dan itulah kemenangan yang besar.” (QS. An Nisa’ : 13)
Ahmed Bukhatir-Hizab
Semoga Bermanfa'at
Wahai Muslimah seakidah
Wahai wanita cantik,
Engkau yang diciptakan dengan sangat sempurna oleh Rabbmu..
Indah dengan segala kelebihanmu yang ada
Wahai wanita cantik,
Sering kali aku melihatmu berjalan dengan baju yang sangat sederhana,
Bahan yang sederhana,
dan ukuran yang sangat sangat sederhana,
Hingga bagian auratmu yang harusnya tak tampak menjadi tampak..
Wahai wanita cantik,
Cukup sering aku melihat engkau jalan di depan para lelaki denga pakaian sexy-mu,
Dan para lelaki itu menatapmu dengan sangat lekat dari ujung kakimu sampai ujung rambutmu,
Mengikuti langkahmu hingga hilang dari pandangan mereka,
pandangan yg menjijikkan...
Wahai wanita cantik,
Suaramu sungguh merdu,
Mendayu-dayu layaknya putri duyung yang sedang bernyanyi,
Bening sebening sumber mata air yang mengalir..
Wahai wanita cantik..
Ketahuilah engkau begitu berharga terlalu berharga
Engkau bagai intan berlian yang terpajang pada sebuah kotak kaca indah berkunci dan
terbungkus rapi..
Engkau bukan emas campuran murahan yang terpajang di chow kit dan dengan seenaknya sang pembeli dapat merabamu,
memegang tubuhmu dan memakaimu hanya untuk mencoba,
lalu sang pembeli pergi,
tak jadi membelimu dan mengembalikanmu di tempat yang sama!!
Bukan, engkau bukan itu wahai wanita cantik!!
Engkau intan berlian yang terpajang dalam kotak kaca indah berkunci dan terbungkus rapi..
orang yang menginginkanmu tidak berhak merabamu,
memegangmu tubuhmu bahkan mencoba memakainya!
Tidak, mereka terlalu kotor untuk itu mereka harus terlebih dahulu membelimu dengan
harga yang sangat mahal,
setelah itu mereka akan dapat memilikimu sepenuhnya..
Engkau yang utuh,
yang belum pernah di coba orang lain sebelumnya..
Wahai wanita cantik..
Engkau sungguh indah..Bagai bunga mawar yang ketika orang ingin mengambilnya,
terlebih dahulu mereka harus merasakan duri pertahanan diri yang kau punya,
Bagai bunga edelweis yang ketika menginginkanmu,
terlebih dahulu mereka harus mendaki gunung ke arah ketinggian,
menantang keberanian dan cuaca yang tak bersahabat,
Engkau bukan bunga bangkai,
yang terlihat begitu indah dari kejauhan dengan warna yang menyala yang membuat para
serangga tertarik dengan warna indahmu,namun ketika didekati, kau busuk.. ahhh baumu
saja sudah membuat orang mual,
apalagi memilikimu, merekapun enggan..
Wahai wanita cantik..
Jagalah amanah keindahan yang ada pada dirimu..
Berjalan saja kau terlihat menawan,
belum lagi pembawaanmu yang sangat anggun,
apalagi jika kau bersuara merayu,
dan menampakkan apa yang tak seharusnya tampak..Ahh..jagalah itu semua saudariku,
Tutuplah auratmu agar tak ada yang berkeinginan lain terhadapmu lelaki jalanan itu tak pantas menikmati tubuhmu dengan memandangimu dengan pandangan menjijikkan itu!
mereka terlalu kotor untukmu!Jagalah kehormatanmu saudariku lelaki manapun yang belum halal bagimu tak pantas menyentuh tubuh dan kehormatanmu,
pun atas nama cinta sungguh, cinta dan nafsu itu berbeda..
Apakah kau khuatir tidak ada yang menyayangimu dan menjagamu atas nama cinta?
Apakah kau takut tidak akan ada yang menggombal dan merayumu atas nama cinta?
Wahai saudari seakidahku..
bukan lelaki yang menginginkan tubuhmu yang sesungguhnya mencintaimu..
Lihatlah.. aku disini aku sangat sedih melihat keadaanmu sekarang..( T_T )
aku sedih melihat para lelaki itu menzalimimu.. diri ini serasa tercabi-cabik..
Lihatlah di sekitarmu..tak hanya aku yang menginginkan ini semua yang terbaik untukmu..
lihatlah saudara-saudara semuslim mu Lihatlah kami..
sungguh engkau membuat air mata kami mengalir dan terus mengalir dari mata-mata kami..
kami disini sedang memikirkan dan berbuat sesuatu untukmu..
agar tak pernah lagi engkau dizalimi siapapun...Lihatlah kedua orang tuamu...
apakah mereka menginginkanmu menjadi seperti ini?
Sungguh engkau bakai mutiara bagi keluargamu mutiara yang mereka jaga sejak kecilmu
sampai engkau beranjak dewasa...apakah dengan ini engkau membalasnya?
Jika kau masih kurang dengan ini, maka lihatlah Allah Tuhanmu, Yang Menciptakanmu, Yang
tiada henti-hentinya memberi nikmat padamu padahal tak jarang kau lupa denganNya...Ia
masih memberimu nikmat udara, nikmat hidup, nikmat kecantikan dari tubuhmu yang indah
itu..
Bayangkan, jika Ia tidak menyangimu,
knapa Ia tak cabut saja nikmat wajahmu yang cantik dan tubuhmu yang indah??
Tapi tidak meskipun engkau sering kali melupakanNya, nimkatNya tetap terus mengalir...
Wahai saudari seakidahku..
Biarlah hanya satu lelaki paling beruntung yang dapat menikmati dirimu seutuhnya,
yakni suamimu kelak ketika ikatan antara kalian halal dan berbuah redhaNya ketika suara
mendayumu bukan lagi dosa tapi pahala..hanya dia yang pantas, saudariku..
Wahai wanita idamanku...
Sungguh tidak ada alasan lain yang membuat aku melakukan ini selain cintaku yang begitu
tinggi kepadamu..
Cintaku yang membuncah yang membuat aku memikirkanmu hingga kata-kata ini
kugoreskan..
Cintaku yang menangis ketika melihat keadaanmu yang terzalimi oleh petualang ajnabi dan
perbudakan hawa nafsu... Cintaku yang akan tersenyum jika engkau berniat kembali ke
jalanNya..
Mari berjalan bersamaku, saudariku temani aku dalam perjalanan indah yang tak singkat
ini,menuju kepadaNya....
Engkau yang diciptakan dengan sangat sempurna oleh Rabbmu..
Indah dengan segala kelebihanmu yang ada
Wahai wanita cantik,
Sering kali aku melihatmu berjalan dengan baju yang sangat sederhana,
Bahan yang sederhana,
dan ukuran yang sangat sangat sederhana,
Hingga bagian auratmu yang harusnya tak tampak menjadi tampak..
Wahai wanita cantik,
Cukup sering aku melihat engkau jalan di depan para lelaki denga pakaian sexy-mu,
Dan para lelaki itu menatapmu dengan sangat lekat dari ujung kakimu sampai ujung rambutmu,
Mengikuti langkahmu hingga hilang dari pandangan mereka,
pandangan yg menjijikkan...
Wahai wanita cantik,
Suaramu sungguh merdu,
Mendayu-dayu layaknya putri duyung yang sedang bernyanyi,
Bening sebening sumber mata air yang mengalir..
Wahai wanita cantik..
Ketahuilah engkau begitu berharga terlalu berharga
Engkau bagai intan berlian yang terpajang pada sebuah kotak kaca indah berkunci dan
terbungkus rapi..
Engkau bukan emas campuran murahan yang terpajang di chow kit dan dengan seenaknya sang pembeli dapat merabamu,
memegang tubuhmu dan memakaimu hanya untuk mencoba,
lalu sang pembeli pergi,
tak jadi membelimu dan mengembalikanmu di tempat yang sama!!
Bukan, engkau bukan itu wahai wanita cantik!!
Engkau intan berlian yang terpajang dalam kotak kaca indah berkunci dan terbungkus rapi..
orang yang menginginkanmu tidak berhak merabamu,
memegangmu tubuhmu bahkan mencoba memakainya!
Tidak, mereka terlalu kotor untuk itu mereka harus terlebih dahulu membelimu dengan
harga yang sangat mahal,
setelah itu mereka akan dapat memilikimu sepenuhnya..
Engkau yang utuh,
yang belum pernah di coba orang lain sebelumnya..
Wahai wanita cantik..
Engkau sungguh indah..Bagai bunga mawar yang ketika orang ingin mengambilnya,
terlebih dahulu mereka harus merasakan duri pertahanan diri yang kau punya,
Bagai bunga edelweis yang ketika menginginkanmu,
terlebih dahulu mereka harus mendaki gunung ke arah ketinggian,
menantang keberanian dan cuaca yang tak bersahabat,
Engkau bukan bunga bangkai,
yang terlihat begitu indah dari kejauhan dengan warna yang menyala yang membuat para
serangga tertarik dengan warna indahmu,namun ketika didekati, kau busuk.. ahhh baumu
saja sudah membuat orang mual,
apalagi memilikimu, merekapun enggan..
Wahai wanita cantik..
Jagalah amanah keindahan yang ada pada dirimu..
Berjalan saja kau terlihat menawan,
belum lagi pembawaanmu yang sangat anggun,
apalagi jika kau bersuara merayu,
dan menampakkan apa yang tak seharusnya tampak..Ahh..jagalah itu semua saudariku,
Tutuplah auratmu agar tak ada yang berkeinginan lain terhadapmu lelaki jalanan itu tak pantas menikmati tubuhmu dengan memandangimu dengan pandangan menjijikkan itu!
mereka terlalu kotor untukmu!Jagalah kehormatanmu saudariku lelaki manapun yang belum halal bagimu tak pantas menyentuh tubuh dan kehormatanmu,
pun atas nama cinta sungguh, cinta dan nafsu itu berbeda..
Apakah kau khuatir tidak ada yang menyayangimu dan menjagamu atas nama cinta?
Apakah kau takut tidak akan ada yang menggombal dan merayumu atas nama cinta?
Wahai saudari seakidahku..
bukan lelaki yang menginginkan tubuhmu yang sesungguhnya mencintaimu..
Lihatlah.. aku disini aku sangat sedih melihat keadaanmu sekarang..( T_T )
aku sedih melihat para lelaki itu menzalimimu.. diri ini serasa tercabi-cabik..
Lihatlah di sekitarmu..tak hanya aku yang menginginkan ini semua yang terbaik untukmu..
lihatlah saudara-saudara semuslim mu Lihatlah kami..
sungguh engkau membuat air mata kami mengalir dan terus mengalir dari mata-mata kami..
kami disini sedang memikirkan dan berbuat sesuatu untukmu..
agar tak pernah lagi engkau dizalimi siapapun...Lihatlah kedua orang tuamu...
apakah mereka menginginkanmu menjadi seperti ini?
Sungguh engkau bakai mutiara bagi keluargamu mutiara yang mereka jaga sejak kecilmu
sampai engkau beranjak dewasa...apakah dengan ini engkau membalasnya?
Jika kau masih kurang dengan ini, maka lihatlah Allah Tuhanmu, Yang Menciptakanmu, Yang
tiada henti-hentinya memberi nikmat padamu padahal tak jarang kau lupa denganNya...Ia
masih memberimu nikmat udara, nikmat hidup, nikmat kecantikan dari tubuhmu yang indah
itu..
Bayangkan, jika Ia tidak menyangimu,
knapa Ia tak cabut saja nikmat wajahmu yang cantik dan tubuhmu yang indah??
Tapi tidak meskipun engkau sering kali melupakanNya, nimkatNya tetap terus mengalir...
Wahai saudari seakidahku..
Biarlah hanya satu lelaki paling beruntung yang dapat menikmati dirimu seutuhnya,
yakni suamimu kelak ketika ikatan antara kalian halal dan berbuah redhaNya ketika suara
mendayumu bukan lagi dosa tapi pahala..hanya dia yang pantas, saudariku..
Wahai wanita idamanku...
Sungguh tidak ada alasan lain yang membuat aku melakukan ini selain cintaku yang begitu
tinggi kepadamu..
Cintaku yang membuncah yang membuat aku memikirkanmu hingga kata-kata ini
kugoreskan..
Cintaku yang menangis ketika melihat keadaanmu yang terzalimi oleh petualang ajnabi dan
perbudakan hawa nafsu... Cintaku yang akan tersenyum jika engkau berniat kembali ke
jalanNya..
Mari berjalan bersamaku, saudariku temani aku dalam perjalanan indah yang tak singkat
ini,menuju kepadaNya....
Terima Kasih Rembulan..
Malam ini..
Ku lihat cahaya mu seakan akan menyepi..
Yang kelihatan..
Hanyalah cebisan-cebisan cahaya..
Cuma nampak dari pandangan sisi..
Akan tetapi amat sedikit sekali..
Mengapa ya rembulan ?
Mengapa amat sukar sekali..
Mengapa amat sukar melihat cahaya mu yang beseri seri ?
Adakalanla ku berfikir sendiri..
Berfikr tentang salah silap diri..
Berfikir akan keadaan manusia zaman kini..
Berfikir akan akhirat yang bakal menanti..
Semua itu berlegar legar di benak ku ini..
Mungkin kau ingin menegur kami..
Mungkin jua kau ingin menyedarkan hati hati kami..
Dengan memalapkan cahaya mu ini..
Dapat kami memuhasabah diri..
Dapat kami sedarkan jiwa jiwa kami..
Yang selama ini asyik terbuai dengan mimpi mimpi..
Terbuai dengan mimpi yang tak pernah menjadi realiti..
Sering saja menipu diri kami..
Atau mungkin juga kau ingin mengetuk hati hati kami..
Yang selama ini asyik mengejar duniawi..
Sampai terlupa akan perintah Illahi..
Sehingga mengenepikan suruhan Nabi..
Yang batil dijulang tinggi..
Dan yang hak dibuang saja ke tepi..
Tanpa mengambil kisah soal hidup dan mati..
Seolah olah hidup ini tiada ketika untuk henti..
Menganggap dunialah yang kekal abadi..
Atau..
Mungkin jua kau ingin menasihati kami..
Agar sentiasa mensyukuri nikmat nikmat Illahi..
Kerana sering saja kami tidak ambil peduli..
Akan segala nikmat yang telah diberi..
Menganggap seolah olah semua itu suatu pemberian..
Walhal ianya adalah satu kerahmatan..
Dan sesungguhnya ..
Allah hanya mahu menguji..
“Bersyukurkah hambaKu ini ?”
Jika tidak..
Rasailah azab Ku yang amat pedih..
Di akhirat nanti..
Terima kasih ya rembulan..
Kemalapan cahaya mu ini..
Memberi seribu satu erti..
Dengan ini..
Dapat kami memuhasabah diri..
Yang kadang kalanya..
Selalu berangan angan tinggi..
Sehinggakan terlupa..
Kami sedang berpijak pada dunia realiti..
Dan bukan lagi sebuah mimpi..
Di mana semuanya dinilai Illahi..
Baik dan buruk,
Semuanya akan dikira sekali..
Andai yang baik melebihi..
Pasti..
Pasti akan tersenyum syukur kepada Illahi..
Dan andai yang buruk pula melebihi..
Neraka Jahanam lah yang akan didiami..
Sedarlah wahai diri..
Hidup ini hanya sekali..
Tidak akan kembali lagi ke bumi setelah mati..
Gunakanlah setiap saat yang diberi..
Dengan perkara perkara yang berkualiti..
Agar kelak tiada menyesal diri..
Ketika saat kau berjumpa dengan Rabbi..
Ku lihat cahaya mu seakan akan menyepi..
Yang kelihatan..
Hanyalah cebisan-cebisan cahaya..
Cuma nampak dari pandangan sisi..
Akan tetapi amat sedikit sekali..
Mengapa ya rembulan ?
Mengapa amat sukar sekali..
Mengapa amat sukar melihat cahaya mu yang beseri seri ?
Adakalanla ku berfikir sendiri..
Berfikr tentang salah silap diri..
Berfikir akan keadaan manusia zaman kini..
Berfikir akan akhirat yang bakal menanti..
Semua itu berlegar legar di benak ku ini..
Mungkin kau ingin menegur kami..
Mungkin jua kau ingin menyedarkan hati hati kami..
Dengan memalapkan cahaya mu ini..
Dapat kami memuhasabah diri..
Dapat kami sedarkan jiwa jiwa kami..
Yang selama ini asyik terbuai dengan mimpi mimpi..
Terbuai dengan mimpi yang tak pernah menjadi realiti..
Sering saja menipu diri kami..
Atau mungkin juga kau ingin mengetuk hati hati kami..
Yang selama ini asyik mengejar duniawi..
Sampai terlupa akan perintah Illahi..
Sehingga mengenepikan suruhan Nabi..
Yang batil dijulang tinggi..
Dan yang hak dibuang saja ke tepi..
Tanpa mengambil kisah soal hidup dan mati..
Seolah olah hidup ini tiada ketika untuk henti..
Menganggap dunialah yang kekal abadi..
Atau..
Mungkin jua kau ingin menasihati kami..
Agar sentiasa mensyukuri nikmat nikmat Illahi..
Kerana sering saja kami tidak ambil peduli..
Akan segala nikmat yang telah diberi..
Menganggap seolah olah semua itu suatu pemberian..
Walhal ianya adalah satu kerahmatan..
Dan sesungguhnya ..
Allah hanya mahu menguji..
“Bersyukurkah hambaKu ini ?”
Jika tidak..
Rasailah azab Ku yang amat pedih..
Di akhirat nanti..
Terima kasih ya rembulan..
Kemalapan cahaya mu ini..
Memberi seribu satu erti..
Dengan ini..
Dapat kami memuhasabah diri..
Yang kadang kalanya..
Selalu berangan angan tinggi..
Sehinggakan terlupa..
Kami sedang berpijak pada dunia realiti..
Dan bukan lagi sebuah mimpi..
Di mana semuanya dinilai Illahi..
Baik dan buruk,
Semuanya akan dikira sekali..
Andai yang baik melebihi..
Pasti..
Pasti akan tersenyum syukur kepada Illahi..
Dan andai yang buruk pula melebihi..
Neraka Jahanam lah yang akan didiami..
Sedarlah wahai diri..
Hidup ini hanya sekali..
Tidak akan kembali lagi ke bumi setelah mati..
Gunakanlah setiap saat yang diberi..
Dengan perkara perkara yang berkualiti..
Agar kelak tiada menyesal diri..
Ketika saat kau berjumpa dengan Rabbi..
Seorang Muslimah Sejati
Seorang muslimah sejati,
yang lembut fitrah tercipta,
halus kulit, manis tuturnya,
lentur hati,
telus wajahnya,
setelus rasa membisik di jiwa,
di matanya cahaya,
dalamnya ada air,
sehangat cinta,
sejernih suka,
sedalam duka,
ceritera hidupnya...
seorang gadis itu...
hatinya penuh manja,
penuh cinta, sayang semuanya,
cinta untuk diberi,
cinta untuk dirasa...
namun manjanya,
bukan untuk semua,
bukan lemah,
atau kelemahan dunia...
ia bisa kuat,
bisa jadi tabah,
bisa ampuh menyokong,
pahlawan-pahlawan dunia...
begitu unik tercipta,
lembutnya bukan lemah,
tabahnya tak perlu pada,
jasad yang gagah...
seorang gadis itu...
teman yang setia,
buat Adam dialah Hawa,
tetap di sini...
dari indahnya jannah,
hatta ke medan dunia,
hingga kembali mengecap nikmatNya...
seorang gadis itu...
bisa seteguh Khadijah,
yang suci hatinya,
tabah dan tenang sikapnya,
teman Ar-Rasul,
pengubat duka dan laranya...
bijaksana ia,
menyimpan lmu,
si teman bicara,
dialah Ishah,
penyeri taman Rasulullah,
dialah Hafsah,
penyimpan mashaf pertama kalamullah...
seorang gadis itu...
bisa setabah Maryam,
meski dicaci meski dikeji,
itu hanya cerca manusia,
namun sucinya ALLAH memuji...
seperti Fatimah kudusnya,
meniti hidup seadanya,
puteri Rasulullah,
kesayangan ayahanda...
suaminya si panglima agama,
di belakangnya dialah pelita,
cahya penerang segenap rumahnya,
ummi tersayang cucunda Baginda...
bisa dia segagah Nailah,
dengan dua tangan,
tegar melindung khalifah,
meski akhirnya bermandi darah,
meski akhirnya khalifah rebah,
syaheed menyahut panggilan ALLAH...
seorang gadis itu...
perlu ada yang membela,
agar ia terdidik jiwa,
agar ia terpelihara...
dengan kenal Rabbnya,
dengan cinta Rasulnya,
dengan yakin Deennya,
dengan teguh Aqidahnya,
dengan utuh cinta yang terutama,
ALLAH jua RasulNya,
dalam ketaatan penuh setia,
pemelihara maruah dirinya,
agama, keluarga dan ummahnya...
seorang gadis itu...
melenturnya perlu kasih sayang,
membentuknya perlu kebijaksanaan,
kesabaran dan kemaafan,
keyakinan dan penghargaan,
tanpa jemu dan tanpa bosan...
yang lembut fitrah tercipta,
halus kulit, manis tuturnya,
lentur hati,
telus wajahnya,
setelus rasa membisik di jiwa,
di matanya cahaya,
dalamnya ada air,
sehangat cinta,
sejernih suka,
sedalam duka,
ceritera hidupnya...
seorang gadis itu...
hatinya penuh manja,
penuh cinta, sayang semuanya,
cinta untuk diberi,
cinta untuk dirasa...
namun manjanya,
bukan untuk semua,
bukan lemah,
atau kelemahan dunia...
ia bisa kuat,
bisa jadi tabah,
bisa ampuh menyokong,
pahlawan-pahlawan dunia...
begitu unik tercipta,
lembutnya bukan lemah,
tabahnya tak perlu pada,
jasad yang gagah...
seorang gadis itu...
teman yang setia,
buat Adam dialah Hawa,
tetap di sini...
dari indahnya jannah,
hatta ke medan dunia,
hingga kembali mengecap nikmatNya...
seorang gadis itu...
bisa seteguh Khadijah,
yang suci hatinya,
tabah dan tenang sikapnya,
teman Ar-Rasul,
pengubat duka dan laranya...
bijaksana ia,
menyimpan lmu,
si teman bicara,
dialah Ishah,
penyeri taman Rasulullah,
dialah Hafsah,
penyimpan mashaf pertama kalamullah...
seorang gadis itu...
bisa setabah Maryam,
meski dicaci meski dikeji,
itu hanya cerca manusia,
namun sucinya ALLAH memuji...
seperti Fatimah kudusnya,
meniti hidup seadanya,
puteri Rasulullah,
kesayangan ayahanda...
suaminya si panglima agama,
di belakangnya dialah pelita,
cahya penerang segenap rumahnya,
ummi tersayang cucunda Baginda...
bisa dia segagah Nailah,
dengan dua tangan,
tegar melindung khalifah,
meski akhirnya bermandi darah,
meski akhirnya khalifah rebah,
syaheed menyahut panggilan ALLAH...
seorang gadis itu...
perlu ada yang membela,
agar ia terdidik jiwa,
agar ia terpelihara...
dengan kenal Rabbnya,
dengan cinta Rasulnya,
dengan yakin Deennya,
dengan teguh Aqidahnya,
dengan utuh cinta yang terutama,
ALLAH jua RasulNya,
dalam ketaatan penuh setia,
pemelihara maruah dirinya,
agama, keluarga dan ummahnya...
seorang gadis itu...
melenturnya perlu kasih sayang,
membentuknya perlu kebijaksanaan,
kesabaran dan kemaafan,
keyakinan dan penghargaan,
tanpa jemu dan tanpa bosan...
Secebis Bicara Tentang Cinta
Cinta itu datang & hadir
belum tentu kau temui
semasa kau tercari-cari
Tak semua cinta
menghadirkan sayang
tetapi setiap ada sayang
maka di situ pasti ada cinta
Cinta memang suci
cuma ada kalanya ia dinodai
oleh tangan yang mengotori
dengan nafsu yang tak bertepi
Cinta tidak mampu hadir
bersama benci
cinta tidak mampu pergi
melainkan kau mula rasa sakit hati
Cinta sejati tidak lesu dimamah masa
cinta sejati tidak rebah kala harta tiada
Cinta tanpa iman, cinta tak berpedoman
cinta bersama iman, cinta tuju bahagia
dan kemuliaan
Cintailah sesiapa jua yang kau serasi
tapi pastikan cintamu kerana Ilahi
hadirkanlah cinta siapa jua di hatimu
selagi cinta itu tidak mengusir
cintamu tehadapNya
Usah kau mengaku cinta terhadapNya
selagi kau belum ikuti Sunnah arRasulnya
kerana cinta yang sekadar ucapan di bibir
bukanlah cinta sebenar
belum tentu kau temui
semasa kau tercari-cari
Tak semua cinta
menghadirkan sayang
tetapi setiap ada sayang
maka di situ pasti ada cinta
Cinta memang suci
cuma ada kalanya ia dinodai
oleh tangan yang mengotori
dengan nafsu yang tak bertepi
Cinta tidak mampu hadir
bersama benci
cinta tidak mampu pergi
melainkan kau mula rasa sakit hati
Cinta sejati tidak lesu dimamah masa
cinta sejati tidak rebah kala harta tiada
Cinta tanpa iman, cinta tak berpedoman
cinta bersama iman, cinta tuju bahagia
dan kemuliaan
Cintailah sesiapa jua yang kau serasi
tapi pastikan cintamu kerana Ilahi
hadirkanlah cinta siapa jua di hatimu
selagi cinta itu tidak mengusir
cintamu tehadapNya
Usah kau mengaku cinta terhadapNya
selagi kau belum ikuti Sunnah arRasulnya
kerana cinta yang sekadar ucapan di bibir
bukanlah cinta sebenar
SahabatKu
Sahabatku...
Siapakah yang menciptakan dirimu,
Dari tiada kepada ada,
Tiada meniru dan tiada sekutu,
Tanpa sebarang silap dan cela?
Diciptakan dirimu dari sehina-hina penciptaan,
itulah air mani yang dihina-hinakan,
Tetapi dipelihara dirimu dengan sebaik-baik pemeliharaan,
di dalam rahim ibu dirimu ditempatkan,
Kemudian diangkat darjatmu semulia-mulia ciptaan,
amanah diberi sedang panduan hidup disediakan,
Diatur hidupmu dengan sebaik-baik pengaturan,
dijadikan engkau hamba tetapi hidupmu merdeka...
Tetapi mengapa sahabatku,
Engkau sering tertipu,
Mengongkong diri dengan nafsumu,
Makhluk lebih engkau syukuri berbanding Penciptamu?
Apabila pertolongan dan nikmat mendatangimu,
Terhutang budi kepada manusia engkau melulu,
Sedangkan segalanya adalah dari Yang Satu,
Melalui makhlukNya Dia sampaikan kepadamu.
Oh, alangkah engkau telah menghargai sesuatu yang palsu!
Sungguh, inilah yang sering mengecewakanmu,
menghimpun harapan kepada yang tidak mampu,
sediakan manfaat mahupun mudharat buatmu...
Duhai sahabatku,
Bukankah Yang Maha Mendengar sedia mendengar ritihanmu,
sedia mendengar rintihanmu,
sedia mendengar puji dan pujaan darimu?
Merintihlah sahabatku,
kepada Yang Maha Penyayang,
Mintalah HidayahNya sahabatku,
daripada Yang Maha Pemurah,
Bersyukurlah sahabatku,
kepada Yang Memiliki segala kesempurnaan,
Carilah ilmu sahabatku,
untuk mengenali Rabb dan Ilahmu...
Siapakah yang menciptakan dirimu,
Dari tiada kepada ada,
Tiada meniru dan tiada sekutu,
Tanpa sebarang silap dan cela?
Diciptakan dirimu dari sehina-hina penciptaan,
itulah air mani yang dihina-hinakan,
Tetapi dipelihara dirimu dengan sebaik-baik pemeliharaan,
di dalam rahim ibu dirimu ditempatkan,
Kemudian diangkat darjatmu semulia-mulia ciptaan,
amanah diberi sedang panduan hidup disediakan,
Diatur hidupmu dengan sebaik-baik pengaturan,
dijadikan engkau hamba tetapi hidupmu merdeka...
Tetapi mengapa sahabatku,
Engkau sering tertipu,
Mengongkong diri dengan nafsumu,
Makhluk lebih engkau syukuri berbanding Penciptamu?
Apabila pertolongan dan nikmat mendatangimu,
Terhutang budi kepada manusia engkau melulu,
Sedangkan segalanya adalah dari Yang Satu,
Melalui makhlukNya Dia sampaikan kepadamu.
Oh, alangkah engkau telah menghargai sesuatu yang palsu!
Sungguh, inilah yang sering mengecewakanmu,
menghimpun harapan kepada yang tidak mampu,
sediakan manfaat mahupun mudharat buatmu...
Duhai sahabatku,
Bukankah Yang Maha Mendengar sedia mendengar ritihanmu,
sedia mendengar rintihanmu,
sedia mendengar puji dan pujaan darimu?
Merintihlah sahabatku,
kepada Yang Maha Penyayang,
Mintalah HidayahNya sahabatku,
daripada Yang Maha Pemurah,
Bersyukurlah sahabatku,
kepada Yang Memiliki segala kesempurnaan,
Carilah ilmu sahabatku,
untuk mengenali Rabb dan Ilahmu...
Risalah cinta..
Yaa Ilahi,
Rabbi..Kutunggu jawaban-Mu di sejadah kalbu
Kusimpan pesona-Mu di relung hati
Kuraih kasih-Mu dengan bertasbih
Yaa Waduud...Semaikan benih-benih cinta,
agar Aku dapat menyapa senyum-Mu.Bukankah setitis air cinta,
tidak akan mengurangi keindahan-Mu.
Bukankah Aku berhak merasakan kemesraan cinta-Mu...
Yaa Rahman, Yaa Rahim...
Aku memang petualang cinta,
Aku masih mencari dan belajar makna cinta,
Sebagian cintaku, kugadaikan pada yang lain.
Namun, dengan keagungan cinta-Mu.
Bukankah Engkau tidak pernah menolak cinta hamba-Mu.
Terimalah benih-benih cintaku,
Balaslah cintaku dengan mahabbah-Mu.
Yaa Arham al-Rahim...
Dihadapan-Mu kupejamkan mata batinku,
Tuk menahan rasa malu.
Nuraniku bertanya,
Hadiah apa yang dapat memikat-Mu...?
Hanyalah risalah cinta ini yang dapat kupersembahkan,
Semoga Engkau berkenan menerimanya.
Rabbi..Kutunggu jawaban-Mu di sejadah kalbu
Kusimpan pesona-Mu di relung hati
Kuraih kasih-Mu dengan bertasbih
Yaa Waduud...Semaikan benih-benih cinta,
agar Aku dapat menyapa senyum-Mu.Bukankah setitis air cinta,
tidak akan mengurangi keindahan-Mu.
Bukankah Aku berhak merasakan kemesraan cinta-Mu...
Yaa Rahman, Yaa Rahim...
Aku memang petualang cinta,
Aku masih mencari dan belajar makna cinta,
Sebagian cintaku, kugadaikan pada yang lain.
Namun, dengan keagungan cinta-Mu.
Bukankah Engkau tidak pernah menolak cinta hamba-Mu.
Terimalah benih-benih cintaku,
Balaslah cintaku dengan mahabbah-Mu.
Yaa Arham al-Rahim...
Dihadapan-Mu kupejamkan mata batinku,
Tuk menahan rasa malu.
Nuraniku bertanya,
Hadiah apa yang dapat memikat-Mu...?
Hanyalah risalah cinta ini yang dapat kupersembahkan,
Semoga Engkau berkenan menerimanya.
REVOLT NEVER DIE!
Kau teriakkan Takbir
yang membakar jiwa
dan mengguncang dunia
membuka dan mengupas
Semua fikiran-fikiran Dzalim
Di tengah teriakkan Kuda bermesin
Suaramu Kian lantang
Jeritanmu memecahkan kesunyian
ditengah-tengah keramaian dan kenistaan dunia
Setiap hembusan katamu adalah nasaihat
Kepada orang-orang yang Fasiq
Setiap hembusan nafasmu
adalah hembusan nafas mujahid
Setiap titis darahmu
adalah darah-darah pejuang Khilafah
Yang Senantiasa Mulia dijalan Allah
Wahai Pejuang Khilafah
Wahai para Pejuang allah
Keridhaan allah Senantiasa Mengiringimu
Teruslah berjuang
Wahai engkau para mujahid
Setiap langkahmu adalah mulia
Setuap Perjuanganmu adalah Doa
Allahu Akbar!!
yang membakar jiwa
dan mengguncang dunia
membuka dan mengupas
Semua fikiran-fikiran Dzalim
Di tengah teriakkan Kuda bermesin
Suaramu Kian lantang
Jeritanmu memecahkan kesunyian
ditengah-tengah keramaian dan kenistaan dunia
Setiap hembusan katamu adalah nasaihat
Kepada orang-orang yang Fasiq
Setiap hembusan nafasmu
adalah hembusan nafas mujahid
Setiap titis darahmu
adalah darah-darah pejuang Khilafah
Yang Senantiasa Mulia dijalan Allah
Wahai Pejuang Khilafah
Wahai para Pejuang allah
Keridhaan allah Senantiasa Mengiringimu
Teruslah berjuang
Wahai engkau para mujahid
Setiap langkahmu adalah mulia
Setuap Perjuanganmu adalah Doa
Allahu Akbar!!
Rasulullah SAW
Rasulullah SAW
Berabad-abad sudah berlalu
namun namamu masih melekat di hatiku
tak pernah aku bertemu atau berjumpa denganmu
tak pernah aku melihat langsung dakwahmu
namun sinar cahaya itu mampu menebus zaman dan ruang
menembus perbezaan di antara seluruh umat manusia
cahaya itu tak pernah redup sampai akhir zaman
Rasulullah SAW , begitu agung namamu
bergetar hati ini , menangis , rindu bertemu dengan mu
rindu pada suri tauladan yang kau berikan
rindu pada kesederhanaan dan kepedulianmu
rindu pada kedamaian yang kau ciptakan
Rasulullah SAW , rindu pada kepemimpinanmu
Cinta dan kasih sayang mu tiada tara
Rahmatan Lil Alamin , memang itulah dirimu
Umatmu sekarang banyak yang sudah menjauhi suri tauladanmu
banyak yang sudah berubah
Rasulullah SAW , aku rindu padamu
kami rindu padamu
Rasulullah Nabi Muhammad SAW
Aku yakin sinar yang kau bawa tak kan pernah padam
Allahumma Solli Ala Muhammad
semoga salawat itu akan tetap berdengung
hingga akhir masa nanti
Perjalanan cinta
Telah lelah ku berjalan
Mengarungi cubaan hidupku
Hingga kudaki beribu – ribu duka
Dalam linangan kasih
Namun……..
Selalu itu yang kudapatkan pada akhirnya
Kedudukan dalam hati-pun berbicara
Ketika mereka semua terpisah
dari kehidupan ku
Mungkin kali ini akan terulang kembali padaku
Aku bahagia mengenal mu
Bahkan kebahagian hatiku
Tak dapat ku tulis dalam kenangan ku
Segala harapanku tercermin dalam indahnya bola matamu
Sungguh! Tak ada maksud aku menyinggungmu, melukaimu
Sungguh !! aku hanya ingin mengenalmu
Namun ….. Tak hilang asaku dalam keraguanku
Kerana ku ingin kau mengerti
Bila ini kan melukaimu, menyakitimu
Kuharap tulusnya maaf darimu
Aku memang tak pandai berkata – kata
Namun dengan puisi dapat ku ukir kejujuran
Yang ingin kusampaikan pada isi dunia
Aku hanya terlahir sebagai manusia biasa
Yang rentang akan salah
Maafkan bilaku bersalah padamu
Andai engkau adalah sahabat
Sahabat bagian dari hatiku
Tentu kau dapat rasakan Tangisan lembut kesepian hatiku
Semoga engkau sahabat yang dapat menyemai harapan
dariku
Ku ingin kau dapat hadirkan tawa dalam dukaku
Yang kan terangi hatiku yang menggelapi hidupku selama ini
Senyum mu adalah senyumku
Tangis dan sedih mu hadirkan keputus asaan ku
Mungkin sudah takdir kita untuk bertemu
Sukur kulantunkan pada tuhan
Kerana telah menunjukan satu hati
Penuh harapan kasih sayang
Mungkin waktu ku tak panjang
Untuk menuai waktu bersamamu
Dapat kah aku bertemu dengan mu
Walau itu mustahil bagiku
Bagai jarak yang tak ku temukan kembali
Bagai pemuzik dan pelantun lagu yang tinggal albumnya saja
Bagai penggemar kepayang menghantar kerinduan
Begitu jauh
Duh!!!!!!Semakin jauh
Kulihat angka – angka hari bergiliran
Tanpa senyum sapamu
Berapa waktu lagi meski ku titi
Untuk mengenalmu, melihat canda tawamu!!??
Sunyi senyap kelabu
diatas kertas berwarna biru
tertitis air mata hatiku tertulis namamu
Sunyi senyap kelabu
Diatas kertas berwarna biru
Bermandikan cahaya hatiku tertulis namamu
Ku ukir namamu dalam kalbu dihatiku dalam kelam fikir ku
Mengapa tak kau ungkapkan
Rasa dan asamu padaku…….???
Jangan percaya pada ragu
Teliti sebelum terperosok
Pahami diwaktu awal
Beranikan diri melihat kenyataan
Karna ku dapat mengisi relung hatimu
Aku bukan milik siapa – siapa
Aku hanya milik tuhan yang menciptakanku
Aku tahu diriku bukan siapa – siapa
Aku hanya pelantun syair yang selalu tuliskan kejujuran
Tapi ku masih punya harga diri yang kujaga
Puisiku bukan sekedar kata, Sekedar tulisan tanpa makna
Puisiku adalah kejujuran tanpa kebohongan yang kan
menghitamkanmu,menggelapkan hatimu dan mata mu
Kan ku manja dan kuagungkan makna bias setiap katamu
Hingga kan ku kenang selalu dalam hatiku hingga akhir
hayatku
Tanpa bunga nan indah hiasinya
Mengarungi cubaan hidupku
Hingga kudaki beribu – ribu duka
Dalam linangan kasih
Namun……..
Selalu itu yang kudapatkan pada akhirnya
Kedudukan dalam hati-pun berbicara
Ketika mereka semua terpisah
dari kehidupan ku
Mungkin kali ini akan terulang kembali padaku
Aku bahagia mengenal mu
Bahkan kebahagian hatiku
Tak dapat ku tulis dalam kenangan ku
Segala harapanku tercermin dalam indahnya bola matamu
Sungguh! Tak ada maksud aku menyinggungmu, melukaimu
Sungguh !! aku hanya ingin mengenalmu
Namun ….. Tak hilang asaku dalam keraguanku
Kerana ku ingin kau mengerti
Bila ini kan melukaimu, menyakitimu
Kuharap tulusnya maaf darimu
Aku memang tak pandai berkata – kata
Namun dengan puisi dapat ku ukir kejujuran
Yang ingin kusampaikan pada isi dunia
Aku hanya terlahir sebagai manusia biasa
Yang rentang akan salah
Maafkan bilaku bersalah padamu
Andai engkau adalah sahabat
Sahabat bagian dari hatiku
Tentu kau dapat rasakan Tangisan lembut kesepian hatiku
Semoga engkau sahabat yang dapat menyemai harapan
dariku
Ku ingin kau dapat hadirkan tawa dalam dukaku
Yang kan terangi hatiku yang menggelapi hidupku selama ini
Senyum mu adalah senyumku
Tangis dan sedih mu hadirkan keputus asaan ku
Mungkin sudah takdir kita untuk bertemu
Sukur kulantunkan pada tuhan
Kerana telah menunjukan satu hati
Penuh harapan kasih sayang
Mungkin waktu ku tak panjang
Untuk menuai waktu bersamamu
Dapat kah aku bertemu dengan mu
Walau itu mustahil bagiku
Bagai jarak yang tak ku temukan kembali
Bagai pemuzik dan pelantun lagu yang tinggal albumnya saja
Bagai penggemar kepayang menghantar kerinduan
Begitu jauh
Duh!!!!!!Semakin jauh
Kulihat angka – angka hari bergiliran
Tanpa senyum sapamu
Berapa waktu lagi meski ku titi
Untuk mengenalmu, melihat canda tawamu!!??
Sunyi senyap kelabu
diatas kertas berwarna biru
tertitis air mata hatiku tertulis namamu
Sunyi senyap kelabu
Diatas kertas berwarna biru
Bermandikan cahaya hatiku tertulis namamu
Ku ukir namamu dalam kalbu dihatiku dalam kelam fikir ku
Mengapa tak kau ungkapkan
Rasa dan asamu padaku…….???
Jangan percaya pada ragu
Teliti sebelum terperosok
Pahami diwaktu awal
Beranikan diri melihat kenyataan
Karna ku dapat mengisi relung hatimu
Aku bukan milik siapa – siapa
Aku hanya milik tuhan yang menciptakanku
Aku tahu diriku bukan siapa – siapa
Aku hanya pelantun syair yang selalu tuliskan kejujuran
Tapi ku masih punya harga diri yang kujaga
Puisiku bukan sekedar kata, Sekedar tulisan tanpa makna
Puisiku adalah kejujuran tanpa kebohongan yang kan
menghitamkanmu,menggelapkan hatimu dan mata mu
Kan ku manja dan kuagungkan makna bias setiap katamu
Hingga kan ku kenang selalu dalam hatiku hingga akhir
hayatku
Tanpa bunga nan indah hiasinya
PenCipTa
Bila ditanya siapa pencipta telefon
Semua orang tahu
Alexander Graham Bell
Semua kaji tentangnya
Semua selidiki kajiannya
Bila ditanya siapa pencipta mentol
Semua orang tahu
Sir Thomas Eddison
Semua kaji tentangnya
Semua selidiki kajiannya
Bila ditanya siapa pencipta kapal terbang
Semua orang tahu
Wright bersaudara
Semua kaji tentangnya
Semua selidiki kajiannya
Bila ditanya siapa manusia pertama menjejaki bulan
Semua orang tahu
Neil Amstrong
Semua kaji tentangnya
Semua selidiki kajiannya
Bila ditanya
Siapa yang mencipta bulan yang dipijak Neil Amstrong
Semua macam nak tutup mata
Tutup minda
Semua tak bersuara
Mereka tahu mereka faham
Cuma mereka tak mengkaji tentangNYA
Cuma mereka tak rajin baca KALAM NYA
Cuma mereka leka tentang KEBESARAANNYA
Cuma mereka tak rajin mendengar nasihat kekasihNYA
Siapa pencipta langit yang tiada tiangnya
Langit dicipta lagi canggih
Langit dicipta lagi anggun
Tiada tiang tak jatuh
Tiada tongkat tak tumbang
Yang mendapat petunjuk tahu
Yang mendapat hidayah tak leka
Yang mendapat cahaya faham
Pelik
Bila pencipta itu manusia
Semua tahu tak kira bangsa
Satu dunia tahu
Bila pencipta itu ALLAH MAHA KUASA
Ramai yang nak berdalih
Kalau kafir dia tetap kafir
Kalau tahu pun tak beriman
Kalau tahu pun berpaling
Yang lagi teruk
Mengaku islam pun nak berdalih
Manusia, manusia tak pernah bersyukur
Sentiasa berpaling
Semua orang tahu
Alexander Graham Bell
Semua kaji tentangnya
Semua selidiki kajiannya
Bila ditanya siapa pencipta mentol
Semua orang tahu
Sir Thomas Eddison
Semua kaji tentangnya
Semua selidiki kajiannya
Bila ditanya siapa pencipta kapal terbang
Semua orang tahu
Wright bersaudara
Semua kaji tentangnya
Semua selidiki kajiannya
Bila ditanya siapa manusia pertama menjejaki bulan
Semua orang tahu
Neil Amstrong
Semua kaji tentangnya
Semua selidiki kajiannya
Bila ditanya
Siapa yang mencipta bulan yang dipijak Neil Amstrong
Semua macam nak tutup mata
Tutup minda
Semua tak bersuara
Mereka tahu mereka faham
Cuma mereka tak mengkaji tentangNYA
Cuma mereka tak rajin baca KALAM NYA
Cuma mereka leka tentang KEBESARAANNYA
Cuma mereka tak rajin mendengar nasihat kekasihNYA
Siapa pencipta langit yang tiada tiangnya
Langit dicipta lagi canggih
Langit dicipta lagi anggun
Tiada tiang tak jatuh
Tiada tongkat tak tumbang
Yang mendapat petunjuk tahu
Yang mendapat hidayah tak leka
Yang mendapat cahaya faham
Pelik
Bila pencipta itu manusia
Semua tahu tak kira bangsa
Satu dunia tahu
Bila pencipta itu ALLAH MAHA KUASA
Ramai yang nak berdalih
Kalau kafir dia tetap kafir
Kalau tahu pun tak beriman
Kalau tahu pun berpaling
Yang lagi teruk
Mengaku islam pun nak berdalih
Manusia, manusia tak pernah bersyukur
Sentiasa berpaling
Pemuda Islam
Pemuda islam dulu mati syahid dalam
peperangan menegakkan islam
Pemuda islam sekarang mati katak
dalam perlumbaan haram
Pemuda islam dulu hafal Al-Quran
Pemuda islam sekarang hafal not muzik
Pemuda islam dulu hafal beribu Hadis
Pemuda islam sekarang hafal beribu lagu
Pemuda islam dulu bunuh ramai kafir dalam peperangan Badar
Pemuda islam sekarang bunuh ramai anak haram
Pemuda islam dulu berjalan beribu batu mencari ilmu Agama
Pemuda islam sekarang merantau ke Ibu Kota mencari glamour
Pemuda islam dulu berhabis duit berinfak kerana ALLAH
Pemuda islam sekarang berhabis duit untuk hiburan dan pelacuran kerana Setan
Pemuda islam dulu kuat tauhidnya
Pemuda islam sekarang kuat belitnya
Pemuda islam dulu kuat imanya
Pemuda islam sekarang kuat mainnya
Tak semua pemuda islam sekarang yang leka
Ini bukan mengata
Tapi perlu di teliti
Tapi
Pemuda islam dulu dan sekarang
Ada persamaannya yang nyata
Persamaan yang ketara
Yang sama
Mereka adalah
PEMUDA ISLAM
Fikir-fikirlah wahai pemuda islam sekarang
peperangan menegakkan islam
Pemuda islam sekarang mati katak
dalam perlumbaan haram
Pemuda islam dulu hafal Al-Quran
Pemuda islam sekarang hafal not muzik
Pemuda islam dulu hafal beribu Hadis
Pemuda islam sekarang hafal beribu lagu
Pemuda islam dulu bunuh ramai kafir dalam peperangan Badar
Pemuda islam sekarang bunuh ramai anak haram
Pemuda islam dulu berjalan beribu batu mencari ilmu Agama
Pemuda islam sekarang merantau ke Ibu Kota mencari glamour
Pemuda islam dulu berhabis duit berinfak kerana ALLAH
Pemuda islam sekarang berhabis duit untuk hiburan dan pelacuran kerana Setan
Pemuda islam dulu kuat tauhidnya
Pemuda islam sekarang kuat belitnya
Pemuda islam dulu kuat imanya
Pemuda islam sekarang kuat mainnya
Tak semua pemuda islam sekarang yang leka
Ini bukan mengata
Tapi perlu di teliti
Tapi
Pemuda islam dulu dan sekarang
Ada persamaannya yang nyata
Persamaan yang ketara
Yang sama
Mereka adalah
PEMUDA ISLAM
Fikir-fikirlah wahai pemuda islam sekarang
Mencintai Ia Dalam Hening
Duhai gadis, maukah ku beritahukan padamu bagaimana mencintai dengan indah ?
Inginkah ku bisikkan bagaimana mencintai dengan syahdu..?
Maka dengarlah…!
Gadis, Saat ku jatuh cinta..
Tak akan ku berucap..
Tak akan ku berkata..
Namun ku hanya akan diam..
Saat ku mencintai, takkan pernah ku menyatakan.
Tak akan ku menggoreskan..
Yang ku lakukan hanyalah diam..
Aku tahu, cinta adalah fitrah..sebuah anugrah tak terperih..
Karena cinta adalah kehidupan.
Karena rasa itu adalah cahaya.
Aku tahu, hidup tanpa cinta, bagaikan hidup dalam gelap gulita..
Namun.. Saat rasa itu menyapa, maka hadapi dgn anggun.
Karena rasa itu ibarat belenggu pelangi, dengan begitu banyak warna.
Cinta terkadang membuatmu bahagia, namun tak jarang membuatmu menderita.
Cinta ada kalanya manis bagaikan gula,
Namun juga mampu memberi pahit yang sangat getir.
Cinta adalah perangkap rasa..
Sekali kau salah berlaku, maka kau akan terkungkung dalam waktu yang lama dalam lingkaran derita.
Kasihku … , Agar kau dapat keluar dari belenggu itu.
Dan mampu melaluinya dgn anggun..
Maka mencintailah dalam hening.
Dalam diam..
Tak perlu kau lari, tak perlu kau hindari.
Namun juga, jangan kau sikapi dgn berlebihan.
Jangan kau umbar rasamu.
Jangan kau tumpahkan segala sukamu..
Cobalah merenung sejenak dan fikirkan dgn tenang..
Kita percaya takdir bukan?
Kita tahu dengan sangat jelas...
Dia, Allah telah mengatur segalanya dengan begitu rapinya?
Jadi, apa yang kau risaukan?
Biarkan Allah yg mengaturnya,
Dan yakinlah di tangan-Nya semua akan baik-baik saja..
Cobalah renungkan...
Dia yang kau cinta, belum tentu atau mungkin tak akan pernah menjadi milikmu..
Dia yang kau puja, yang kau ingat saat siang dan yang kau tangisi ketika malam,
Akankah dia yang telah Allah takdirkan denganmu?
Kasihku… , kita tak tahu dan tak akan pernah tahu..
Hingga saatnya tiba..
Maka, ku ingatkan padamu, tidakkah kau malu jika smua rasa telah kau umbar...
Namun ternyata kelak bukan kau yg dia pilih untuk mendampingi hidupnya?
Kasihku…, Karena cinta kita begitu agung untuk di umbar..
Begitu mulia untuk di tampakkan..
Begitu sakral untuk di tumpahkan..
Dan sadarilah gadis, fitrah kita wanita adalah pemalu,
Dan kau indah karena sifat malumu..
Lalu, masihkah kau tampak menawan jika rasa malu itu telah di nafikan?
Masihkah kau tampak bestari jika malu itu telah kau singkap..
Duhai gadis, jadikan malu sebagai selendangmu..
Maka tawan hatimu sendiri dalam sangkar keimanan..
Dalam jeruji kesetiaan..
Yah.. Kesetiaan padanya yg telah Allah tuliskan namamu dan namanya di Lauhul Mahfuzh..
Jauh sebelum bumi dan langit dicipta..
Maka cintailah dlm hening.
Agar jika memang bukan dia yg ditakdirkan untukmu,
Maka cukuplah Allah dan kau yg tahu segala rasamu..
Agar kesucianmu tetap terjaga..
Agar keanggunanmu tetap terbias..
Maka, ku beritahukan padamu,
Pegang kendali hatimu..Jangan kau lepaskan.
Acuhkan semua godaan yg menghampirimu..
Cinta bukan untuk kau hancurkan, bukan untuk kau musnahkan..
Namun cinta hanya butuh kau kendalikan, hanya cukup kau arahkan..
Gadis... yg kau butuhkan hanya waktu, sabar dan percaya..
Maka, peganglah kendali hatimu,
Lalu..Arahkan pd Nya..
Dan cintailah dalam diam..
Dalam hening..
Itu jauh lebih indah..
Jauh lebih suci…
Inginkah ku bisikkan bagaimana mencintai dengan syahdu..?
Maka dengarlah…!
Gadis, Saat ku jatuh cinta..
Tak akan ku berucap..
Tak akan ku berkata..
Namun ku hanya akan diam..
Saat ku mencintai, takkan pernah ku menyatakan.
Tak akan ku menggoreskan..
Yang ku lakukan hanyalah diam..
Aku tahu, cinta adalah fitrah..sebuah anugrah tak terperih..
Karena cinta adalah kehidupan.
Karena rasa itu adalah cahaya.
Aku tahu, hidup tanpa cinta, bagaikan hidup dalam gelap gulita..
Namun.. Saat rasa itu menyapa, maka hadapi dgn anggun.
Karena rasa itu ibarat belenggu pelangi, dengan begitu banyak warna.
Cinta terkadang membuatmu bahagia, namun tak jarang membuatmu menderita.
Cinta ada kalanya manis bagaikan gula,
Namun juga mampu memberi pahit yang sangat getir.
Cinta adalah perangkap rasa..
Sekali kau salah berlaku, maka kau akan terkungkung dalam waktu yang lama dalam lingkaran derita.
Kasihku … , Agar kau dapat keluar dari belenggu itu.
Dan mampu melaluinya dgn anggun..
Maka mencintailah dalam hening.
Dalam diam..
Tak perlu kau lari, tak perlu kau hindari.
Namun juga, jangan kau sikapi dgn berlebihan.
Jangan kau umbar rasamu.
Jangan kau tumpahkan segala sukamu..
Cobalah merenung sejenak dan fikirkan dgn tenang..
Kita percaya takdir bukan?
Kita tahu dengan sangat jelas...
Dia, Allah telah mengatur segalanya dengan begitu rapinya?
Jadi, apa yang kau risaukan?
Biarkan Allah yg mengaturnya,
Dan yakinlah di tangan-Nya semua akan baik-baik saja..
Cobalah renungkan...
Dia yang kau cinta, belum tentu atau mungkin tak akan pernah menjadi milikmu..
Dia yang kau puja, yang kau ingat saat siang dan yang kau tangisi ketika malam,
Akankah dia yang telah Allah takdirkan denganmu?
Kasihku… , kita tak tahu dan tak akan pernah tahu..
Hingga saatnya tiba..
Maka, ku ingatkan padamu, tidakkah kau malu jika smua rasa telah kau umbar...
Namun ternyata kelak bukan kau yg dia pilih untuk mendampingi hidupnya?
Kasihku…, Karena cinta kita begitu agung untuk di umbar..
Begitu mulia untuk di tampakkan..
Begitu sakral untuk di tumpahkan..
Dan sadarilah gadis, fitrah kita wanita adalah pemalu,
Dan kau indah karena sifat malumu..
Lalu, masihkah kau tampak menawan jika rasa malu itu telah di nafikan?
Masihkah kau tampak bestari jika malu itu telah kau singkap..
Duhai gadis, jadikan malu sebagai selendangmu..
Maka tawan hatimu sendiri dalam sangkar keimanan..
Dalam jeruji kesetiaan..
Yah.. Kesetiaan padanya yg telah Allah tuliskan namamu dan namanya di Lauhul Mahfuzh..
Jauh sebelum bumi dan langit dicipta..
Maka cintailah dlm hening.
Agar jika memang bukan dia yg ditakdirkan untukmu,
Maka cukuplah Allah dan kau yg tahu segala rasamu..
Agar kesucianmu tetap terjaga..
Agar keanggunanmu tetap terbias..
Maka, ku beritahukan padamu,
Pegang kendali hatimu..Jangan kau lepaskan.
Acuhkan semua godaan yg menghampirimu..
Cinta bukan untuk kau hancurkan, bukan untuk kau musnahkan..
Namun cinta hanya butuh kau kendalikan, hanya cukup kau arahkan..
Gadis... yg kau butuhkan hanya waktu, sabar dan percaya..
Maka, peganglah kendali hatimu,
Lalu..Arahkan pd Nya..
Dan cintailah dalam diam..
Dalam hening..
Itu jauh lebih indah..
Jauh lebih suci…
MenCaRi DiRi
Pandanglah Pada Tarian Ombak
Disitu Ada CintaKu Yang Hanyut
Dalam Belahan Badai Membara
Aku Lelah Dan Minta Di Sapa
Lihatlah Bintang Di Langit
Disitu Ada RinduKu Yang Menyala
Dalam Kelam Bulan Dan Mentari
Aku Sepi Dan Minta Dinyala
Lihatlah Pasir Di Sahara
Disitu Ada HatiKu Terdampar
Dalam Panasnya Mentari Dan Dinginnya Malam
Aku Menjerit!!!!
Lihatlah Pada Pulau Dan Lautan
Disitu Ada Aku Sendiri
Menbilang Daun Dan Mencari Diri
Lihatlah Pada Untaian Tasbih
Ada Sifat Dan Afa'al Tersembunyi
Dalam AsmaNya Aku Mula Menari
Aku Berbisik Dan Mula Menyatu...
Disitu Ada CintaKu Yang Hanyut
Dalam Belahan Badai Membara
Aku Lelah Dan Minta Di Sapa
Lihatlah Bintang Di Langit
Disitu Ada RinduKu Yang Menyala
Dalam Kelam Bulan Dan Mentari
Aku Sepi Dan Minta Dinyala
Lihatlah Pasir Di Sahara
Disitu Ada HatiKu Terdampar
Dalam Panasnya Mentari Dan Dinginnya Malam
Aku Menjerit!!!!
Lihatlah Pada Pulau Dan Lautan
Disitu Ada Aku Sendiri
Menbilang Daun Dan Mencari Diri
Lihatlah Pada Untaian Tasbih
Ada Sifat Dan Afa'al Tersembunyi
Dalam AsmaNya Aku Mula Menari
Aku Berbisik Dan Mula Menyatu...
Langganan:
Postingan (Atom)





