Asysyam

“Sesungguhnya berbahagialah orang yang mensuciikan jiwanya, dan sungguh merugilah orang yang mengotori jiwanya”
Tampilkan postingan dengan label Ilmu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ilmu. Tampilkan semua postingan

Jumat, 11 Mei 2012

PEJAMKAN MATA DAN TERBANGLAH


Pejamkan Mata dan bukalah mata hatimu, karena perjalanan spiritual tidak akan tertembus melalui panca indrawi. Apabila rasionalisme mencapai puncak eksistensi dalam pencarian kebenaran, maka puncak eksistensi itu hanyalah awal dari perjalanan baru spiritual …

demikianlah rasionalisme tidak mampu menggapai perjalanan tahap lanjut menuju Allah, karena perjalanan tahap lanjut itu bukan berjalan, bukan juga berlari selayaknya aktivitas jasmani, melainkan terbang seperti layaknya perjalanan spiritual pada umumnya.

Siapa yang hanya hendak mengandalkan rasionya dalam mengenal Tuhan dan tidak mengandalkan Qalbunya, maka dia telah mereduksi kemanusiaannya.

Itu persis seseorang yang ingin menikmati musik dengan matanya atau persis seseorang yang ingin berjalan dengan kepalanya. Dan, cahaya Ilahi itu hanya bisa diperoleh melalui pembersihan hati.


Cahaya Allah yang berupa sifat-sifat Allah yang suci dan mulia bersinar di dalam hati sanubari manusia, memperteguh keyakinan sehingga si hamba mendapat kesejukan dan kenikmatan dalam jiwanya.
Merasakan kesejukan dan kelezatan iman dalam jiwa akan menumbuhkan ketenangan yang sangat diperlukan oleh jiwa yang resah gelisah. Jiwa akan menjadi sakinah dan mutmainnah setelah mendapat sinar yang menerangi hidup manusia lahir dan batin. Ketenangan jiwa yang mendapat sinar dari Allah Swt.

akan memberi kekuatan, keteguhan dalam mempertahankan hidup suci dalam ketaatan, serta memperkokoh (istiqamah) mempertahankan keimanan dan keyakinan.

Saat bertawajjuh (Meditasi), pada awalnya, dalam pandangan mata terpejam, pedzikir akan melihat berbagai hal, misalnya padang rumput yang luas, laut yang luas, cahaya, tulisan ‘Allah’, dan lain-lain. Semua penglihatan tersebut adalah penglihatan yang masih baur (belum terfokus). Pada tahap tertentu, dimana pikiran berhasil difokuskan, maka yang nampak adalah ‘sesuatu yang bermakna’ (tidak bisa diceritakan karena bersifat rahasia dan khas).

Dengan memejamkan kedua mata ini
Kunikmati Degup jantung berpacu dalam Lautan Dzikrullah
Perlahan hentakannya Menggetarkan hati ini
Bermain dengan pikiran dalam kesendirian
Cahaya hadir dalam pejaman tanpa beban
Kunikmati udara lembut mengalir melalui hidung ini
Cahaya semakin benderang dalam kegelapan itu
Bukan Hampa…..
hanya ruang seluas samudera tak berbatas
Menarik ujung bibirku untuk tersenyum dalam ruang kosong itu
tanpa beban……merangkulku
Sejenak kurebahkan tubuh ini menikmati indahnya Kesendirian
Berjalan mengarungi Dunia pikiranku
Terpana jiwaku berlari lepas tanpa beban
hilang lah sudah segala himpitan dalam pejaman mata
menikmati hadirnya cahaya dalam kegelapan
Aku menari diawan putih…….
Terbang dan berputar, dalam lembut dunia kesendirian
Indah memejamkan mata
melepaskan jiwa ini menikmati alamnya
Warna warni kehidupan berputar silih berganti
Kuberjalan perlahan dalam Ruang jiwaku
Tak kutemukan Api disana
Sirna dalam pejaman mata
hanya ketenangan dan tarian hati
Ah,,,, Indah sekali ruang dalam jiwa ini
terbuai aku dalam pesona irama jiwa
mengalir lembut dalam helaan nafas kedamaian
Seperti pohon menari indah dan bernyanyi
terbuai dalam kedamaian jiwa
Menikmati ruang dalam jiwa dalam seribu makna
Bukan dunia kesepian, hanya sejenak ingin menari
Melepaskan seluruh jiwa ini dari kelelahannya
bermain di dunia nyata jiwa
Alam jiwa yang sangat luas,
yang hanya dapat dilihat oleh hati
Indah sekali dunia jiwa….
Gelombang keindahan berputar membawa setiap pikiran
Menderu dalam terpaan kehangatan
Lepas dalam tarian jiwa
Aku tahu……….
Duduk menikmati pejaman mata dalam kesendirian
Melepas segala beban dan kesedihan
Lepas dan menari.. berputar,,, bernyanyi
Melayang.. jauhhh
jauhh dan semakin jauh
indah dan semakin indah
Aku menari dalam emosi jiwa, dalam pajaman mata
Bebas dan lepas…….
seperti burung melayang tinggi…..
jauh kesamudera luas jiwa ini
bernyanyi berputar dan berkelana bersama indahnya hati
hembusan kehangatan jiwa berputar dan bergelombang
Perlahan kubuka pejaman mata ini
Masih kunikmati Indahnya tarian jiwa
hanya senyuman hati mengalir dalam darah
tak ada lagi beban yang menahan Gemuruh hati
meski tak lagi memejamkan mata
Jiwaku masih menikmat nikmat Ruang luas samudera itu

Sabtu, 05 November 2011

9 Lathaif

Salaam,

Shaikh Abdullah q.s.:

Aku tidak berbicara pada kalian tentang berbagai maqam, manifestasi atau tingkatan tanpa aku pernah memasuki maqam itu atau mengalami manifestasinya. Aku tidaklah seperti yang lain. Aku tidak berbicara dengan memisahkan pandanganku dari hatiku. Menerangkan detil maqam-maqam padamu tanpa mengetahui realitanya. Tidak demikian ! Pertama aku mengikuti jalannya dan melihatnya. Aku mempelajari realitas dan rahasia-rahasia yang kutemukan selama perjalanan itu. Aku mengamalkan jalan itu sampai meraih kepastian, mata dari kepastian, kebenaran dari kepastian. Hanya dengan itu aku mengatakannya padamu, memberimu sedikit rasa dari apa yang telah aku rasakan sampai aku mampu membuatmu mencapai maqam itu tanpa melelahkan dan memberimu kesulitan.

Ada 5 maqam dalam hati : Qalb, Sirr, Sirr as Sirr, Khafa dan Akhfa.. Qalb adalah hati, sirr adalah rahasia, sirr as sirr adalah rahasia dibalik rahasia, khafa adalah tersembunyi, dan akhfa adalah yang paling tersembunyi. Rahasia thariqat ini berdasar atas 5 maqam tersamar dalam hati ( lataif ).

Latifat al-qalb, tingkatan hati, ada di bawah wewenang Adam as, karena ini melambangkan aspek fisik dari hati.
Latifat as Sirr, tingkatan rahasia, ada dibawah wewenang Nuh as, karena ini melambangkan kapal yang selamat dari kegelapan dan banjir akibat ketidak patuhan.
Latifat Sirr as Sirr , maqam rahasia dibalik rahasia yang berada dibawah wewenang 2 nabi yaitu Ibrahim as dan Musa as dimana mereka melambangkan Hadirat Ilahi di muka bumi ini. Tuhan menciptakan Ibrahim sebagai simbol dari semua khalifah-Nya di bumi, sebagaimana tercantum dalam ayat ciptaan umat manusia ( 2:30 ). Musa telah diberkahi dengan pendengaran dan perkataan pada Tuhan, 2 atribut penting dalam Pengetahuan.
Latifat al-khafa, maqam tersembunyi dibawah wewenang Yesus atas pengetahuan tersembunyi. Beliau melambangkan pengetahuan hikmah.
Latifat al Akhfa, maqam paling tersembunyi, dibawah Realitas Muhammad saw karena beliau dianugerahi sebuah maqam tinggi diatas seluruh Nabi dan utusan-utusan- Nya. Beliau yang dinaikkan pada malam Isra’ Mi’raj menuju Hadirat Ilahi. Ini melambangkan kalimat suci sebagai kesaksian keimanan dalam : “Tidak ada tuhan selain Allah.” dilanjutkan “Muhammad adalah utusan Allah.”

Cahaya-cahaya dari maqam-maqam ini telah ditunjukkan padaku. Cahaya dalam Hati berwarna kuning. Cahaya dari Rahasia berwarna merah. Cahaya dari Rahasia dibalik Rahasia adalah putih. Cahaya dari Maqam Tersembunyi adalah hijau. Dan cahaya dari Maqam yang Paling Tersembunyi adalah hitam. Kelima maqam-maqam itu adalah pusat dari sembilan 9 titik yang melambangkan tempat ilham dari Hadirat Tuhan dalam setiap hati manusia. Letaknya di bagian dada manusia dan melambangkan 9 tingkatan tersembunyi dan berbeda di setiap orang. Setiap maqam terhubung dengan seorang wali, yang mempunyai wewenang untuk mengontrol titik itu.

Jika para pencari dalam thariqat Naqsybandi mampu membuka selubung dan membuat kontak spiritual dengan awliya yang punya wewenang atas titik-titik ini, dia bisa saja diberi pengetahuan dan kekuatan untuk menggunakan ke sembilan titik ini.

Persyaratan yang berhubungan dengan pembukaan ke sembilan titik ini hanya dapat disinggung secara tak langsung. Maqam pertama, berkenaan dengan kekuataan untuk memenjarakan ego. Kunci dari maqam kedua adalah dzikir dengan la ilaha ill-Allah. Maqam ketiga adalah menyaksikan pengukiran Nama Allah di dalam hati ( naqsy ). Maqam keempat berhubungan dengan arti dari apa yang diukir dalam hati. Maqam kelima adalah menanamkan ukiran itu dengan dzikir kalian. Maqam ke enam adalah dengan membuat jantung berhenti memompa pada suatu ketika dan mulai memompa lagi pada suatu saat. Tingkatan ke tujuh adalah menjadi waspada berapa kali kita menghentikan jantung dan berapa kali hitungan kita saat membuatnya memompa lagi . Tingkatan ke delapan adalah dengan menyebut ayat Muhammadun Rasulullah ketika menghentikan jantung dan setiap memulihkannya lagi. Tingkat ke sembilan adalah dengan kembali ke dalam gua kalian, sebagaimana firman Tuhan dalam Surat al-Kahfi, Dan jika kamu menjauhkan diri dari mereka dan apa yang mereka sembah selain dari Allah, maka bersembunyilah kamu ke dalam gua, niscaya Tuhan kamu akan mencurahkan kepada kamu rahmat-Nya dan menyiapkan barang-barang kebutuhan dalam urusan kamu ( 18:16 ) Gua itu adalah Hadirat Tuhan, Disini seseorang mengucapkan doa Nabi : “ Ya Allah, Engkaulah tujuanku dan Ridha-Mu Yang kuinginkan .” Jantung, yang berganti antara berhenti untuk memompa dan pulih kembali, terjadi dalam tingkatan inti dari Hadirat Ilahi. Karena Inti Ilahiah adalah sumber seluruh ciptaan, hati itu akan selalu ada di setiap ciptaan di jagad ini. Hati yang telah mencapai rahasia-rahasia ke sembilan titik ini akan mampu melihat segala hal, mendengar segala hal, mengetahui segala hal, merasakan apapun, ‘ sampai Tuhan menjadi telinga dimana dia mendengar, menjadi mata saat dia melihat, menjadi lidah ketika dia berbicara, menjadi tangan ketika dia meraih, dan kaki dengannya dia berjalan. Dia menjadi seperti Tuhan, dia hanya berkata “Jadi!” dan terjadilah.’

Sabtu, 22 Oktober 2011

Ba’ kunci pembuka surga


Serial Ilmu Huruf, Rahasia Huruf dan Angka
Asma Husna dengan Asma Rasul {s}
Abjad Ilm Huroof Rahasia Huruf BA
BA – HURUF ARAB
· Huruf Arab Ba ( ) setara dengan huruf ‘B’ dalam abjad Inggris.
· Itu adalah huruf kedua dalam bahasa Arab.
· Ba dalam numerology Arab yang dikenal dengan Abjad, mempunyai nilai 2.
· Rahasia Bahr Qudra Samudera Kekuatan
· Ba Seen Meem Bism
Artikel ini adalah tentang makna spiritual dari huruf Ba.
PERKENALAN HURUF BA
Dalam Risalah pertama yang diterima Nabi Muhammad dari Allah melalui Jibril ( ) adalah
“Bacalah: Dengan nama Tuhan/Rabb mu…” [Quran: Al Alaq Surat 96]
Baca apa? Baca Bismi Rabbik. Ayat itu menunjuk pada huruf Ba ( ).
· Baca : Ba ( ), Seen ( ), Meem ( ), Bismi. { Ba adalah Bahr Qudra, Seen adalah Ya-
Seen, Meem adalah Muhammad = melalui Sayedena Muhammad masuk kepada Jantung
(Qalbu) Nya yang bernama Ya-Seen untuk masuk kembali ke Bahr Qudra}.
Huruf Ba adalah huruf pertama dalam ayat Bismillah, yang ditunjukkan pada bagian atas halaman ini. Bismillah adalah ayat pertama dalam al Quran.
Semua Surat dalam al Quran memulai dengan ayat Bismillah kecuali Surat 9 Tawba.
Mengapa itu dihilangkan di awal Surat 9?
Tingkat ke sembilan adalah untuk kembali kepada Gua mu, sebagaimana Allah sebutkan dalam Surat al-Kahf, “Ketika kamu berpaling dari mereka dan benda yang mereka sembah selain Allah, masukkan dirimu kedalam Gua: Rabb mu akan melimpahkan Rahmat Nya kepada mu…” [18:16].
“Gua itu adalah Hadhirat Ilahi. Disini diserukan doa mulia Nabi : ‘Ya Allah, Engkaulah tujuan ku dan Kesenangan Mu adalah yang aku cari.’ Jantung, ketika dia berputar antara akhir dan awal pemompaannya, keberadaannya pada level Sejatinya Hadhirat Ilahi. Karena Dzat Ilahi itu adalah sumber semua makhluq ciptaan, jantung itu akan menjadi satu dengan setiap ciptaan yang terkecil pun
di alam semesta ini. Qalbu yang telah memahami rahasia titik sembilan akan dapat melihat segala sesuatu, mendengar segala sesuatu, mengetahui segala sesuatu, merasa segala sesuatu, memindai segala sesuatu, ‘Sampai Dia akan menjadi telinga yang dengannya dia mendengar, mata yang dengannya dia melihat, lidah yang dengannya dia berbicara, tangan yang dengannya dia menggenggam, dan kaki yang dengannya dia berjalan. Dia akan berbusana Ilahiah, dia hanya perlu mengatakan kepada sesuatu Jadilah! dan itu akan terjadi.’”
MENCARI BISMILLAH
Mengapa mencari Bismillah? Jika Bismillah tidak hilang dari salah satu Surah, tak seorangpun akan mengkaji bersungguh sungguh pada ayat Bismillah. Itu akan terlewatkan oleh setiap pembaca al Quran. Pada awal Surah 9 {rahasia Pintu kepada Haqqiqat 9} pembaca diberi tahu oleh Allah, Lihatlah!, ayat pembuka Bismillah hilang. Pergilah dan carilah ayat Bismillah. Pembaca begitu terbiasa membaca setiap Surah dalam al Quran dimulai dengan Bismillah.
Kini pembaca perlu dibangunkan. Kedua, dalam semua surah sebelumnya 1 sampai 8 huruf pertama adalah Alif ( ) or Ya ( ) sebagai berikut:
Surah 1 : Al Fatihah: Al Hamdu Lillahi Rabbil Alameen
Surah 2: Al Baqara: Alif Laam Meem
Surah 3: Al Imran: Alif Laam Meem
Surah 4: An Nisaa: Ya Ay Yuhan Nas Sut Takoo Rabbakum… Surah 5: Al Maida: Ya Ay Yuhal Lazeena Amanu…
Surah 6: Al Anaam: Al Hamdu Lillahil Lazee…. Surah 7: Al Aaraf: Alif Laam Meem Saad
Surah 8: Al Anfal: Yas Aloo Naka Aanil Anfaal…
Surah 9: At Tawba: Baraa atum Min Allahi Wa Rasoolih
{Semua ciptaan dalam angka 1,2,3,4,5,6,7,8,9 1-8 mendukung Singgasana (Arsy) dan 9 Duduk padanya.}
SEBAGAI GANTINYA MENDAPATI BA
Surah 9 tidak dimulai dengan ayat Bismillah. Itu tidak dimulai dengan huruf Alif ( ). Itu tidak dimulai dengan huruf Ya ( ).
Surah 9 dimulai dengan huruf Ba ( ).
Yang lagi lagi memberi tahu pembaca Perhatikan !, Bismillah hilang (dari Surat 9 ini) dan ayat pertama Surah ini dimulai dengan huruf Ba.
· Jika itu tidak berarti apapun, maka perhatikan nama nama dari 9 surah pertama. Hanya
terdapat dua surah dalam sembilan surah pertama dengan huruf Ba di dalam namanya.
· Mereka itu adalah surah 2 dan 9.
· Surah 9 adalah surah kedua yang memiliki huruf Ba dalam namanya.
· Kata kedua dapat diterjemahkan sebagai angka 2 yang adalah nilai huruf Ba.
· Mengapa Surah 9? Mengapa bukan Surah 2 yang disebut Baqara, yang satu satunya surah dari 9 surah pertama yang namanya diawali dengan huruf Ba?,
Mengapa bukan surah 90 yang disebut Al Balad?
Jika kita memperhatikan sistem angka kita,
· Angka angka itu adalah 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8 dan 9.
· Maka kita perlu mengulang angka angka itu lagi untuk menjadi 10 (puluhan), 100 (ratusan), 1000 (ribuan).
· Misalnya, untuk membuat angka 10, kita memerlukan untuk memilih 1 dan 0 dari deretan digit tunggal.
· Maka, angka 9 adalah angka digit tunggal terakhir. Sistem per-angka-an normal adalah
tak terbatas.
· Kita mendengar orang berbicara tentang ratusan, ribuan, jutaan, milyaran, dan seterusnya. Tidak terdapat “satu angka besar ” yang dapat disebut sebagai angka terakhir yang setelah itu tidak ada lagi angka lain.
· Dari sinilah angka 9 digunakan sebagai digit terakhir, tanpa ulangan, menjadi masuk
akal.
· Surah Tawba dapat saja ditaruh di posisi manapun dari satu sampai delapan di dalam al Quran selain pada posisi ke sembilan. Namun itu tidak demikian. Itu ditaruh di posisi ke sembilan. Mengapa?
Surah pertama adalah sebuah doa untuk mohon petunjuk dari Allah. Surah kedua dan ketiga
adalah petunjuk dari Allah. Mereka berdua diawali dengan Alif Laam Meem . Alif ( ) – Percaya akan Allah, Laam ( ) – katakan La ilaha ill Allah dan Meem ( ) -
Muhammadur Rasul Allah.
Surah 4 sampai 8 adalah petunjuk lanjutan dan nutrisi jiwa.
Kemudian surah 9 adalah sebuah peringatan { Pemilik Safa’at Lestari Muhammad RasulAllah
,Ciptaan yang dimuliakan Malik Hayat Malik Dunya} .
Itu seperti penciptaan seorang manusia. Diperlukan sembilan bulan untuk pembentukan. Setelah sembilan bulan sang jabang bayi harus meninggalkan kenyamanan rahim ibunya dan menghadapi dunia. Bayi itu mulai belajar dari saat itu seterusnya.
Setelah bersaksi mengucapkan Kalima tanpa sedikitpun keraguan, Allah kemudian memberi isyarat sang pencari untuk memperhatikan huruf Ba. Karena itu hilang dan sebuah isyarat telah diberikan, maka kini carilah itu. Ketika kamu mendapatkannya perhatikanlah. Setelah kamu memahami huruf Ba maka kamu memiliki kunci ke surga.
MAKNA HURUF BA
Karena tidak ada angka setelah 9, itu adalah tahap terakhir. Di dalam setiap kompetisi, atau olah raga, orang umumnya menghormati mereka yang datang terlebih dahulu, kedua atau ketiga. Tak seorangpun yang peduli kepada mereka yang datang ke empat sampai terakhir. Kecuali Allah, Dia memandangi abdi Nya lagi dan lagi, dengan Rahman dan Rahim, Perhatian dan Ampunan. Dia memperlihatkan kepada kita, pada tahap terakhir (yaitu 9 atau surah 9) lihatlah Ba.
· Dia telah menciptakan segalal sesuatu dari sebuat noktah atau tetes. { Stuktur Atom dari
semua ciptaan hanyalah titik yang berputar }
· Titik ciptaan itu dinyatakan atau disimbolkan di bawah huruf Ba.
· Dia menciptakan kita dari sebuah noktah (tetes) yang tidak suci (murni). Sembilan dalam numerologi Abjad mewakili huruf Toin ( ). Toin mewakili kesucian, dari sinilah kata Arab
Tayyab – yang dieja dalam Arab Toin, Ya dan Ba ( ).
· Huruf Arabic Ya mewakili ilmu.
· Allah telah mengajari kita bagaimana mensucikan diri kita sendiri. Allah mengajari Adam
(setiap manusia) segala nama, yang adalah yang dimaksud dengan Hadits:
Setiap Utusan Allah mengatakan, “Setiap anak yang dilahirkan dia dilahirkan dengan sebuah iman yang benar (seorang Muslim) namun orang tuanyalah yang mengubahnya menjadi Judaism atau Khristianity….
[Sahih Bukhari]
Allah telah mengirimkan al Quran dan Utusan Nya ( ) sebagai pemberi peringatan untuk memperlihatkan abdi Nya bagaimana untuk mensucikan diri mereka sendiri. Secara fisik kita tidak pernah dapat menjadi suci betapapun kita membasuh dan menggosok diri kita sendiri. Tetapi kita harus mencoba mensucikan diri kita sendiri sebaik baiknya yang dapat kita lakukan.
Halangan terbesar dalam mensucikan diri kita terletak pada tetes terakhir air seni kita. Kita harus membersihkan diri kita sendiri (dengan petunjuk Allah) bebas dari tetes terakhir itu, atau apapun yang kamu ingin menyebutnya. Ini disebutkan di dalam al Quran:
4 Dan jagalah pakaian mu bersih dari noda
[al Quran: Al Muddassir Surah 74]
NILAI NUMERIK HURUF BA
Segala sesuatu dalam Islam memiliki makna lahir biasa dan sebuah makna-dalam (spiritual). Kedua makna itu berlaku, namun kebanyakan Muslims hanya menyadari makna lahirnya saja. Makna spiritual ayat 4 Surah 74 adalah:
11 Ingatlah Dia menyelimuti kalian dengan semacam rasa kantuk dari Diri Nya agar kalian
merasa tenang dan Dia membuat hujan turun kepada kalian dari langit (surga/janah) untuk dengannya membersihkan dirimu untuk membuang darimu noda Shaytan untuk memperkuat qalbumu dan untuk menanamkan kakimu kuat kuat dengan itu.
[Quran: Al-Anfal Surah 8]
14 Sesungguhnya! namun di qalbu mereka terdapat noda dari (keburukan) yang mereka perbuat! [Quran: Al Mutaffiffeen Surah 83]
Ketika kita mencoba membuang tetes terakhir air seni secara lahirnya, di dalam (batin) kita membuang noda Shaytan dari qalbu kita. { Apabila kamu memperhatikan tentang apa yang orang tidak tahu atau lihat, maka kamu mencapai bagus bagusnya spiritual Ihklas}
Maka kita dapat melakukan Wudhu.
Sisi spiritual Wudu dijelaskan oleh wali termashur Ali bin Usman al Hujwiri (semoga barokah Allah baginya). Ali bin Usman (juga dikenal sebagai Datta Ganj Baksh) dikirim ke India oleh Mursidnya dan dia tinggal di Lahore (kini Pakistan) sampai napas terakhirnya¸ yang tercatat pada
1064-5 (456 Hijriyah) atau 1071-2 (464 H). Dia mengislamkan tak terhitung banyaknya orang
Hindu. Dia telah menulis di dalam bukunya Kashf Al Mahjub dalam bab tentang Pensucian:
Pensucian lahir dan pensucian batin harus terjadi bersamaan.
· Ketika seorang membasuh tangannya, dia harus membasuh qalbunya bersih dari keduniaan.
· Ketika dia memasukkan air ke dalam mulutnya, dia harus mensucikan mulutnya dari
menyebut selain Allah.
· Ketika dia membasuh mukanya, dia harus berbalik dari semua hal yang keseharian dan menghadap kepada Allah.
· Ketika dia mengusap kepalanya, dia harus menyerahkan urusannya kepada Allah.
· Ketika membasuh kakinya, dia tidak boleh membentuk niat untuk berpihak kepada apapun kecuali sesuai dengan Perintah Allah.
· Maka dia akan disucikan dua kali.
Perhatikan kita sedang membicarakan tentang Ba atau 2, atau lahiriah dan batiniah.
Kesucian lahiriah tidak berguna tanpa kesucian batiniah. Mereka berdua harus disatukan untuk mencapai kesucian sejati. Ini dicapai bila qalbu dan pikiran tersucikan dari semua pikiran dan keinginan buruk (sataniah) dengan menjaga agar Allah selalu dalam pikiran. Ketahuilah bahwa Allah melihat setiap tindakan kita, dan Allah mendengar setiap kata kata kita dan Allah mengetahui setiap pikiran kita. Jika kita dapat mempertahankan tahap itu, selalu sadar akan Hadhirat Allah, kita akan tersingkir dari dosa. Setelah mensucikan baju lahir dan batin kita, barulah kita bisa mendekati Allah.
Dia kemudian menaikkan kita di atas para malaikat dan membuat mereka bersujud kepada Adam.
· Maka Tayyab adalah {Sayedena TaHa al-Tahir}
· Toin ( ) untuk – pensucian,
· Ya ( ) untuk – dengan pengetahuan kita selalu dalam Hadhirat Allah,
· Ba ( ) untuk – noktah atau tetes atau qalbu.
284 Untuk Allah kepemilikan semua yang berada di langit dan di bumi. Apakah kamu memperlihatkan apa yang ada dalam pikiran kamu atau menyembunyikannya Allah minta kamu mempertanggung jawabkannya. Dia mengampunkan siapapun yang Dia kehendaki dan menghukum siapapun yang Dia kehendaki. Allah memiliki kuasa atas segala sesuatu.
[Quran: Al Baqara Surah 2]
NILAI NUMERIK TERSEMBUNYI BA
Memandang kepada huruf Ba dengan cara lain. Jika kita menulis huruf itu sebagaimana kita membacanya, itu tertulis .
Ba, Alif dan Hamza .
Maka nilai numeriknya menjadi ( Ba = 2, Alif = 1, Hamza = 1) 1+1+2 = 4.
· Memandang kepada ayat Bismillah, terdapat 3 Meems dari BisM Allah Ar RahMan Ar
RaheeM.
· Allah merubah noktah pada Ba atau tetes menjadi sebuah makhluq dengan 3 elemen, Bumi, Api dan Air.
· Setelah kelahiran bayi yang baru lahir jika ditetapkan untuk hidup diberi Napas Allah
yang diwakili oleh huruf Ha ( ) dari nama AllaH dalam ayat Bismillah. Itu menambahkan elemen ke empat Udara.
· Dengan elemen terakhir itu Allah menyelesaikan penciptaan. Jika bayi yang baru lahir itu
tidak ditetapkan (ditakdirkan) untuk hidup, maka elemen ke empat itu ditahan. Begitu juga pada saat kematian, Allah membuang elemen ke empat dari seorang makhluq melalui malaikat Azraeel ( ).
156 Yang mengatakan ketika dilanda musibah: “Kami milik Allah dan kepada Nya kami kembali.”
[al Quran: Al Baqara Surah 2]
Bismillah terdiri atas 19 huruf { Al Quran berisi 114 (= 6×19) Surah, kedalam dengan 30 Juz kedalam 7 ayat Fatiha kedalam 19 huruf Bismillah kedalam BA}
1-9 semua ciptaan dalam 1 sampai dengan 9 Allah menunjukkan Kode Bi-Nair pertama.
Yang mewakili 1 Pencipta yang menciptakan seorang manusia dalam 9 bulan dan suara pertama yang harusnya diterima bayi yang baru lahir itu adalah Adzan. Ini memberi keterangan pendatang baru itu:
Allahu Akbar, Allahu Akbar, (Allah Maha Besar, Allah Maha Besar)
Allahu Akbar, Allahu Akbar,
Saya bersaksi tiada sesembahan kecuali Allah, Saya bersaksi tiada sesembahan kecuali Allah, Saya berskasi Muhammad adalah Utusan Allah, Saya bersaksi Muhammad adalah Utusan Allah, Datanglah kepada shalat, Datanglah kepada shalat,
Datanglah kepada kebaikan, Datanglah kepada kebaikan,
Allahu Akbar, Allahu Akbar
La ilaha ill Allah (Tiada sesembahan kecuali Allah)
Memperhatikan Adzan, Allahu Akbar disebutkan sebanyak empat kali awalnya. Ini adalah untuk memberi tahu bayi yang baru dilahirkan bahwa dia telah diciptakan Allah dari empat elemen. Ini
sama dengan nilai numerik tersembjunyi dari Ba .
Setelah itu setiap kalimat diulang dua kali yang adalah nilai normal Ba ( ). Pada akhirnya La ilaha ill Allah disebutkan hanya sekali.
Ini untuk menekankan bahwa meskipun kamu, bayi yang baru lahir, diciptakan dari Ba, Pencipta kamu adalah Allah yang SATU.
Adzan itu diserukan ke telinga kanan.
Setelah menyelesaikan Adzan di telinga kanan, itu diucapkan lagi pada telinga kiri. Maka Adzan itu disuarakan dua kali seluruhnya. Ini seimbang dengan ciptaan baru itu dari noktah Ba dan nilai numeriknya.
Noktah dibawah Ba ( ) juga mewakili putaran Utusan sebelum kedatangan Muhammad .
dan Muhammad menjadi penutup para Nabi diwakili diakhir ayat Bismillah dengan huruf
Meem ( ). Ayat Bismillah diberikan kepada setiap Rasul Allah dari Adam ( ) ke Isa (Jesus ( )).
Namun, Bismillah ditarik dari ummat lainnya ketika Rasul Allah mereka meninggalkan mereka
(wafat). Akhirnya Bismillah diberikan kepada Muhammad dan ummatnya. Para Muslim adalah satu satunya ummat yang masih mempertahankan ayat ini. Mengapa?
Alasan di belakang ini adalah bahwa Meem diperlukan di akhir ayat ini untuk menyempurna kannya. Setelah Muhammad pintu Utusan Allah telah tertutup. Muhammad sebagai
penutup dari lingkaran Utusan Allah. Maka Muhammad dan ummatnya, yaitu para Muslim,
adalah penjaga dan pemilik sah dari ayat ini.
PENGGUNAAN YANG DISENGAJA DARI HURUF BA DI DALAM AL QURAN
Marilah kita perhatikan contoh lain dari huruf Ba dari al Quran.
96 Bayt (Rumah) pertama ditetapkan untuk manusia adalah bahwa Bi (dalam) Bakka penuh
MuBaraka (berkah) dan petunjuk untuk semua jenis ciptaan:
97 Di dalam nya terdapat tanda tanda jelas; maqam Ibraheem; barang siapa yang memasukinya mereka mendapatkan keselamatan; (dalam) pergi hajji terdapat sebuah kewajiban manusia terhadap Allah (bagi) mereka yang mampu melakukannya; namun bila siapapun mengingkari iman, Allah teguh kokoh tidak memerlukan yang manapun di antara ciptaan Nya.
[al Quran: Al Imran, Surah 3]
Mengambil contoh Hajj, perjalanan ke Makkah (Mecca), jika ditinjau dari kontex ini mewakili sebuah lingkaran atau noktah. Ka’aba (Sang Kubus) adalah pusatnya, dan manusia membuat
Thawwaf, atau berputar mengitari Ka’aba itu. Perhatikan bahwa nama Ka’aba memiliki huruf Ba menjelang akhir.
Namun nama Ka’aba tidak digunakan di dalam ayat tersebut di atas. Karena huruf Ba adalah menjelang akhir dari kata / nama Kaaba,
· untuk memperlihatkan huruf Ba Bayt (rumah) pertama digunakan untuk menunjuk
kepada Ka’aba.
· Bila itu belum menunjukkan secara jelas maka selanjutnya ditekankan oleh kata pertama
sesudah (yang menjelaskan) Bayt.
· Pertama apa? Ba pertama! Kata Bayt membawa huruf Ba mengawali kata Bayt atau di tempat pertama.
· Bahkan jika kunci ini juga terlewat, terdapat petunjuk ketiga. Makkah dituliskan sebagai
Bakkah.
· Huruf Ba ( ) muncul empat kali dalam ayat 96 di atas.
· Sebagaimana disebutkan sebelumnya, terdapat empat elemen, Bumi, Api, Air dan Udara digunakan dalam penciptaan.
· Jika kita menempatkan sebuah 0 atau noktah setelah (angka) 4 kita mendapatkan 40 yang
adalah nilai numerik dari Meem ( ).
· Jika huruf Ba dalam Bakkah digantikan dengan Ma atau Meem, nama kota itu menjadi
Makkah.
Allah tidak menggunakan kata Ka’aba namun kata Bayt sebagai gantinya. Allah tidak menggunakan kata Makkah namun kata Bakkah sebagai gantinya diawali oleh Bi. Kemudian kata
MuBaraka digunakan untuk petunjuk lagi, LIHATLAH! Meem { Galb Muhammadia} telah digantikan oleh Ba. LIHATLAH ! Meem dan Ba diperlihatkan bersama di sini. Meem sebetulnya bisa digunakan, tetapi itu tidak demikian. Maka, Lihatlah pada Ba!
LIHATLAH LAGI PADA HURUF BA DAN BELAJARLAH
Surah 3 ayat 96 berakhir dengan petunjuk untuk semua jenis ciptaan dan ayat berikutnya, ayat
97 diawali dengan di dalam nya terdapat tanda tanda yang jelas, artinya nampak, bukti, jelas, terang, tak pelak lagi. Apa tanda yang jelas, nampak, bukti, jelas, terang, tak pelak lagi?
Allah memperlihatkan kepada kita pembentukan sebuah Atom sebelum ilmuwan fisika nuklear muncul di panggung (dunia).
Definisi dari sebuah atom:
· Sebuah atom terdiri atas partikel (zarah) terkecil yang tak dapat dipecah lagi.Sebagian besar itu terdiri atas ruang kosong. Pada pusat ruang ini terdapat inti yang sangat kecil yang disebut nucleus. Massa itu terkonsentrasi di dalam nucleus itu. Satellite yang disebut elektron berkeliling dalam orbit di sekitar nucleus itu.
· Para hajji mengitari Ka’aba adalah sebuah pencitraan visual dari sebuah atom dalam
skala besar.
· Ka’aba itu adalah nucleus nya dan manusia yang mengelilinginya adalah elektron nya.
· Ahli nuklir Kristen mungkin menyatakan telah menemukan atom ini. Kenyataannya Allah telah memberi tahu kita untuk memperhatikan huruf Ba 1400 tahun yang lalu.
· Sayangnya tak seorang sarjana Muslim pun hadir pada titik penemuan atom itu untuk
membuktikan apa yang al Quran ungkapkan adalah Kebenaran.
· Kita Muslim selalu mengandalkan pada para Non-Muslims untuk membuktikan Kalimat
Allah adalah Kebenaran.
· Saya tahu ayat 96 mengatakan petunjuk bagi semua ciptaan, namun akan lebih melegakan jika para Muslim menemukan beberapa tanda tanda Allah dalam hari hari dan masa ini. Tidaklah cukup baik untuk hidup dalam kejayaan masa lalu.
· Kata operasional nya adalah (masa) lalu. Kebanyakan dari para Muslim saat kini mengekor di belakang dalam penemuan bidang ilmu dan teknologi.
· Bahkan sebagian Muslim memandang ilmu dan teknologi sebagai musuh Islam.
Kelompok terakhir ini sama sekali tersesat.
· Seseorang harus mencari perlindungan Allah dari mereka yang tersesat ini, karena semua ilmu berasal dari Allah apakah itu spiritual atau sains. Kedua duanya ilmu spiritual dan sains bekerja bersama sama.
Namun demikian ada cara lain untuk melihat hal itu. Bismillah, memulai
dengan huruf Ba.
· Huruf ini mewakili ciptaan. Allah menciptakan segala sesuatu dari sebuh noktah.
Manusia, hewan, tetumbuhan, mereka semua diciptakan dari noktah atau biji.
· Bahkan biji itu sendiri diciptakan dari noktah yang kita sebut atom. Apabila kita terapkan hal ini kepada gas, mineral dan cahaya, itu tetap berlaku.
· Bahkan atom jika dipecah pecah lebih lanjut menjadi electron, proton, neutron dan
photon mereka semua bergerak berputar mengitari nucleus, memberi effek (kesan) sebuah noktah.
· Jika kita mengarahkan pandangan kepada matahari, bulan, bumi dan semua planet
lainnya, bahkan mereka ini seperti noktah.
· Bahkan lintas putaran (orbit) planet adalah lingkaran, mewakili sebuah notah.
· Jadi apapun yang kita lihat dapat diartikan sebagai sebuah bentuk, raga atau bentuk, atau itu dapat dilihat sebagai sekumpulan noktah atau atom yang saling melekatkan diri untuk menghasilkan sebuah pola. Mereka semua memiliki satu hal yang sama. Semua ini, hewan, tetanaman, mineral, sesungguhnya seluruh alam semesta (cosmos) diciptakan oleh Satu Wujud yang adalah Sang Pencipta , Yang tidak diciptakan.
APAKAH NOKTAH ITU BERGERAK SEARAH JARUM JAM ATAU BERLAWANAN
ARAH JARUM JAM ?
· Analogi lain dari Tawaf (hajji mengelilingi Kabbah) adalah bahwa Bumi berputar pada sumbunya dari timur ke barat.
· Karena matahari terbit di timur dan tenggelam di barat. Gerakan ini adalah berlawanan
dengan arah jarum jam.
· Begitu juga dengan Tawwaf, mengambil Kaaba sebagai sumbunya. Hajji mengelilingi
Kaaba berlawanan dengan arah jarum jam.
· Bumi itu sendiri mengelilingi matahari dalam lintasannya dalam arah berlawanan arah dengan jarum jam. Terdapat kesempatan lima pupuh-lima puluh, itu adalah betul.
· Sama saja, terdapat kesempatan lima puluh – lima puluh, itu adalah salah. Karena
petunjuk itu dari Allah, Tawwaf itu berharmoni sempurna dengan ciptaan Allah : malam dan siang. Tawwaf itu berharmoni sempurna dengan ciptaan Allah : musim (yang diakibatkan letak) matahari.
Kini, jika kita memandang jam dan arloji, gerakan mereka adalah searah jarum jam, yaitu dari kiri ke kanan seperti halnya menulis bahasa Inggris contohnya. Jika sekiranya penemu jam adalah seorang Muslim mungkin kita hari ini akan memiliki jam dengan gerakan dari kanan ke kiri. Yang adalah berlawanan arah jarum jam dengan angka yang juga meningkat dengan arah berlawanan jarum jam. Maka arah berlawanan jarum jam akan menjadi sesuai arah jarum jam.
Maka para penemu jam (yang kita kenal) hari ini dulunya secara di bawah sadar mencoba untuk menguasai waktu dengan merancang jam yang berlawanan dengan perputaran bumi dan orbitnya. Semua ini adalah agar supaya menghindari pertemuan mereka dengan Sang Pencipta mereka. Mereka mengabaikan dua hal. Satu, waktu tidak menunggu manusia. Dua, bahkan bila waktu bergerak mundur, mereka akan tetap bertemu dengan Sang Pencipta mereka. Karena Dia
hadir pada saat awal, Dia hadir pada saat kini. Dan Dia akan hadir selalu. Muhammad berkata
: “Allah hadir dan tiada sesuatupun selain Dia “. Dan Ali ibn Talib (ra) menjawab: “Dan Allah adalah kini seperti halnya Dia sebelum ini “.
Yang artinya ‘Saat ini adalah sama dengan saat yang itu juga ‘
· Kini setelah kita melihat Tawwaf dalam makrokosmos. Mari kita melihatnya dalam mikrokosmos.
· Setiap atom dari sebuat bentuk, apakah itu manusia, tetanaman, batu dan bahkan benda
yang paling keras pun seperti diamond (berlian) dan tungsten sedang melakukan Tawwaf berkesinambungan, siang dan malam, malam dan siang.
· Mereka semua memiliki zarah (noktah) yang berputar pada sumbunya.
· Penemuan atom adalah kemajuan ilmu pengetahuan dalam masa kita ini.
TEKNOLOGI DITURUNKAN DARI HURUF BA
Kini, mari kita perhatikan kemajuan ilmu pengetahuan dan lihatlah bagaimana itu terkait dengan huruf Ba.
Hampir setiap orang di masa dan zaman sekarang ini telah melihat dan bahkan juga
menggunakan sebuah komputer.
· Meskipun para penemu komputer itu tidak menyadari hal ini namun mereka mendasarkan komputer itu pada huruf Ba yang adalah angka dua.
· Komputer itu hanya mengenal dua situasi, sambung atau putus, yang mewakili 1 atau 0
yang disebut sistem/format Binair.
· {Al Quran dalam Bismillah = 19 kode Binair untuk ciptaan }
· Perhatikan terdapat dua kondisi yang adalah nilai numerik Ba atau sebagaimana para ilmuwan suka menyebutnya sebagai BI (dua).
· 0 itu mewakili noktah (titik).
· Jika pemakai komputer itu mungkin memasukkan angka dengan sistem sepuluh
/desimal, komputer itu tidak dapat menggunakan (masukan) mereka itu.
· Perangkat lunak itu harus mengubah angka desimal ke dalam format binair sebelum perangkat keras itu dapat membuat perhitungan apapun. Setelah menghitung jawaban binair
{Utusan Dhzahir Allah Yang Menghubungkan Sang Pencipta dengan Ciptaan Nya, Tawassul} dari perangkat keras harus dirubah kembali ke dalam sebuah angka desimal oleh perangkat lunak itu untuk memberi makna bagi pengguna komputer itu.
Kemudian kita mencermati al Quran lagi, dan kita diberi tahu Allah:
36 Maha Suci Allah Yang menciptakan berpasangan semua yang diproduksi / dikeluarkan bumi dan juga sebagaimana di antara jenis mereka sendiri dan berbagai hal yang mereka tidak memiliki ilmu.{ 36 for Yaseen}
37 Dan sebuah tanda untuk mereka adalah Malam: Kami menariknya dari Siang dan lihatlah
mereka terbenam dalam kegelapan
[Quran: Ya Seen, Surah 36]
1 Demi Malam ketika dia menyembunyikan;
2 Demi Siang ketika dia muncul dalam kegemilangan;
3 Demi penciptaan lelaki dan perempuan
[Quran: Al Lail Surat 92] {92 cermin nya adalah 29 Ilmu ghaib, nama ke 9+2=11 Rasul adalah
YaSeen yaitu (ayat) 36 Rahasia Ya Seen adalah Decoder antara Ciptaan dengan Sang Pencipta }
ALLAH SANG ASAL USUL (ORIGINATOR)
· Kita diberi tahu tentang dua keadaan malam dan siang, yang dapat disamakan dengan 1 dan 0 atau 0 dan 1 tergantung kepada pilihanmu.
· Kata ciptaan digunakan dalam kedua Surah 36 dan 92, untuk menekankan, 2 keadaan itu.
· Analogi lain dari dua adalah, satu keadaan adalah keadaan tak tercipta dan keadaan lainnya adalah keadaan tercipta.
· Asma Allah Sang Pencipta dalam kedua kasus adalah al Khaliq.
· Dalam keadaan tak tercipta, benda itu adalah dalam bentuk ingatan, atau visi (bayangan).
· Kemudian dalam keadaan tercipta benda itu mengambil bentuk fisik dan tampak di dalam dunia.
· Namun ciptaan sesungguhnya adalah dalam bentuk Ba. { Sebagaimana Dia memberi
Rahim Perempuan kekuatan Penciptaan Sang Raja (al Malik) harusnya mengawasi }
· Allah tidaklah menciptakan secara fisik (dengan tangan). Dia tidak memerlukan itu:
117 Badeeu (Sang Asal Usul) langit dan bumi! Apabila Dia menetapkan sebuah hal, Dia mengatakan: Jadilah! Dan jadilah itu
[Quran: Al Baqara Surat 2]
MENDAPATKAN BISMILLAH YANG HILANG
· Kembali kepada ayat Bismillah. Itu adalah ayat pertama dalam al Quran ketika kita membuka al Quran pada halaman pertama. Itu ditempatkan pada awal setiap Surah di dalam al Quran kecuali untuk Surat 9.
· Bismillah yang hilang itu didapatkan dalam Surah 27 yang disebut Al Naml dalam ayat
30{Lam=30 mewakili Mulk atau Kerajaan }. Bila kita mempertambahkan angka Surah itu 2+7 = 9.
· Jadi, itu disengaja dibuang dari Surat 9. Kini soalnya adalah, Mengapa ayat 30 yang dalam bentuk angka tunggal adalah 3 (=3 +0) dan bukan ayat 20 yang akan menunjuk kembali ke Ba atau 2? {30 Allah memperlihatkan Raja Ciptaan yaitu Yang dikaruniai Kekuasaan adalah Pemilik Bismillah, Nabi Sulaiman menggunakan kekuasaan / kekuatan dari Bismillah ini untuk kerajaannya }
· Jadi, Al Naml ditempatkan sebagai 9 ke tiga , (9, 18, 27) atau 9 x 3 = 27.
· Bahkan jika kita mengalikan nomer Surah dengan nomer ayat kita mendapat 27 x 30 =
810 = 8 + 1 + 0 = 9.
· Lagi lagi kita diberi tahu bahwa ini adalah tahap terakhir.
· Kamu mencari Bismillah, carilah lagi, namun ingatlah selalu nomor / angka 3.
Tiga adalah angka nilai huruf Arabic Jeem ( ). Jeem tidak terdapat dalam ayat ini. Jadi menunjuk kepada apakah angka 3 ini?
· Terdapat hanya dua huruf yang terjadi 3 kali dalam Bismillah.
· Mereka itu adalah Alif ( ) dan Meem ( ).
· Huruf pertama dalam Nama Allah adalah Alif ( ).
· Huruf pertama dalam nama Muhammad adalah Meem ( ).
· Nilai angka Alif ( ) adalah 1 dan nilai angka Meem ( ) adalah 40.
Jika kita mengalikan nilai angka Alif dan Meem dengan angka dari kejadian (munculnya) mereka berturut dalam ayat Bismillah kita mendapatkan berikut ini:
Untuk Alif 1 x 3 = 3
Untuk Meem 40 x 3 = 120 = (1 + 2 + 0) = 3
RAHASIA PERTAMA BISMILLAH
· Maka perkiraan pertama untuk mencari 3 kejadian/kemunculan adalah benar.
Perhitungan di atas membenarkan hal itu.
· Itu tidaklah cukup bagi Allah untuk memberi kita Kalimat Pertama La ilaha ill Allah
Muhammadur Rasul Allah.
· Dia memberi isyarat lagi disini, itu adalah ketika seseorang membaca ayat Bismillah, La ilaha ill Allah Muhammadur Rasul Allah secara otomatis disebutkan oleh yang membacanya tanpa diketahui olehnya.
· Kalimat pertama ini juga dikenal sebagai Kalima Tayyab (Kesucian).
· Adalah pembacaan Kalima Tayyab inilah yang mensucikan spiritualitas sang Muslim.
· Semua Utusan ( )Allah tahu bahwa Muhammad akan dikirim oleh Allah sebagai
Penutup semua Rasul ( ).
· Ini adalah alasan lainnya mengapa ayat Bismillah diberikan kepada semua Rasul Allah dan ummatnya sejak Adam ( ) sampai Isa ( ).
· Para Rasul Allah mengetahui rahasia tersembunyi dalam Bismillah.
· Ketika para Utusan ummat terdahulu meninggalkan mereka, Bismillah diambil kembali dari mereka.
· Ummat Muslim masih mempertahankan ayat ini karena mereka telah menerima bentuk
dzahir (nampak) dari Kalimat pertama .
· Para Ummat lainnya itu tidak menerima Kalimat pertama dalam bentuk nampak/
dzahirnya.
· Di dalam Kalimat, kata kata adalah terungkap, sangat jelas, tak pelak lagi.
· Disini kata kata itu tersembunyi atau Batin.
· Ketika kita membaca Bismillah dengan keimanan penuh, Allah memberi kita karunia pertama karena telah membaca Bismillah, plus hadiah karena mengatakan Kalimat (Sahadat) Pertama tiga kali ditambahkan kepada karunia tadi. Allah sangat murah hati kepada ciptaan Nya.
Muhammad meninggalkan kepada kita sebuah kunci.
· Jika kita memperhatikan huruf yang membentuk tulisan Rasul Allah kepada kepala negara di sekitarnya agar mereka memeluk Islam, tulisan itu dimulai dengan Bismillah Hir Rahman Nir Raheem Muhammadur Rasool Allah.
· Itu adalah kunci bahwa Kalimat (shahadat) pertama tersembunyi di dalam ayat Bismillah.
Bagian pertama dari Kalimat adalah tersembunyi,
· Karena Allah tidak dapat terlihat di dunia ini.
· Bagian kedua nampak karena itu adalah fakta sejarah bahwa Muhammad Utusan Allah
datang ke dunia ini dan meninggalkan bagi kita Muslims Keajaiban al Quran.
· Hadits berikut ini juga menegaskan bahwa Muslims dianugerahi lebih dari sekali meskipun kebanyakan dari kita tidak mengetahui mengapa.
Utusan Allah mengatakan,
· “Umurmu (keberadaanmu) dibanding dengan ummat sebelumnya, adalah seperti jangka waktu antara shalat Asr dan Maghrib.
· Ummat (kitab) Taurat dikaruniai Taurat dan mereka melaksanakan (isi) kitab itu sampai
tengah hari dan mereka tidak dapat melanjutkannya. Dan mereka dikaruniai (hadiah sama dengan) satu Qirat masing masing.
· Kemudian ummat Injil dikaruniai Injil dan mereka melaksanakannya sampai shalat Asr
dan mereka tidak dapat melanjutkannya, maka mereka dianugerahi (hadiah sama dengan ) satu
Qirat masing masing.
· Kemudian kalian dikaruniai al Quran dan kamu melaksanakannya sampai maghrib (matahari terbenam), maka kamu masing masing mendapatkan (sebuah hadiah) yang sama dengan dua Qirat.
· Atas hal itu, para ahli Kitab mengatakan, ‘Para Muslim ini melakukan kerja lebih sedikit
dibanding kami, tapi mereka mendapat hadiah lebih besar.’ Allah berkata (kepada mereka) :
‘Apakah Aku menganiaya kalian dalam hal hak hak kalian?’ Mereka menjawab, “Tidak.”
Kemudian Allah berkata, “Itu adalah barakah Ku yang Aku karuniakan kepada siapapun yang
Aku kehendaki. ” [Sahih Bukhari]
Tak seorangpun memandang kepada hal yang jelas, bila mencari kunci (atas sebuah rahasia).
Kebanyakan jawaban memelototi wajah kita. Semoga Allah membimbing kita.
RAHASIA KEDUA BISMILLAH
Dengan berakhirnya dan selesainya pengiriman para Utusan, Muhammad dan ummatnya telah dianugerahi dengan (boleh) menyimpan ayat ini sampai dengan Hari Akhir.
Mengapa?
· Bismillah adalah Kunci Ke Surga.
· Apakah Muhammad telah menemui semua Utusan ( )Allah terdahulu di Langit ketika Malam Miraaj (Naik Ke Langit)? Dia melakukan itu.
· Mereka semua memiliki Kunci ke Surga. Mereka semua memiliki ayat Bismillah.
· Disebutkan dalam sebuah Hadits Utusan Allah mengatakan dia telah melihat empat sungai di surga dan sumber dari tiga sungai adalah tiga Meems ( ) dalam Bismillah, dan
sumber satu sungai (lainnya) adalah huruf Ha ( ) dalam nama AllaH .
· Nama Muhammad memiliki dua Meems yang nampak.
· Meem pertama adalah tunggal.
· Meem kedua disebutkan dua kali, pertama sebagai huruf tanpa huruf hidup (vowel atau aksen) dan kemudian dengan huruf hidup yang dikaitkan dengan huruf itu.
· Ini diisyaratkan oleh Shaddah (w) di atas Meem kedua dalam nama Muhammad .
· Dalam penulisan dan penghitungan hanya dua Meems yang nampak atau dihitung.
· Meem ketiga atau yang tersembunyi hanya terasa dalam pengucapan. Dari sini lah penekanan pada Zikr (atau penyebutan Nama Allah atau mengirimkan shalawat bagi Muhammad
lagi dan sekali lagi) di dalam al Quran.
· Dengan Zikr, Allah membangunkan potensi tersembunyi dari abdi Nya itu.
· Tiga Meems ini dalam nama Muhammad , darinya dua nampak dan ketiga tersembunyi, adalah cermin dari tiga Meems dalam Bismillah.
· Allah menyuruh kita dalam al Quran untuk mencari tanda tanda.
HIKMAH AL QURAN
2 Kami menurunkan itu sebagai al Quran berbahasa Arab agar supaya kamu dapat mempelajari hikmah.
[al Quran: Yusuf Surat 12]
Perhatikan ayat di atas tadi al Quran Arab agar supaya kamu belajar hikmah.
7 Sesungguhnya di dalam Yusuf dan saudara saudaranya terdapat tanda tanda bagi para Pencari
(Kebenaran)
[Quran: Yusuf Surat 12]
Perhatikan nama Surat, Yusuf ( ).
· Apa yang pertama muncul dalam pikiran ketika nama Yusuf ( )Rasul Allah disebutkan.
· Wajahnya yang tampan yang Allah karuniakan kepadanya.
· Kemejanya yang warna warni.
· Dilemparkan ke dasar sumur dan dijual sebagai budak.
· Menjaga dirinya tetap suci dari rayuan.
· Terpenjara untuk waktu tertentu.
· Dibebaskan (dari penjara) dan dikukuhkan (diangkat) sebagai pejabat dihadapan penguasa.
· Bakatnya untuk mentamsilkan arti mimpi.
Apakah hikmah yang disebutkan dalam ayat 2, dan bagaimana kita menghubungkannya dengan tanda tanda yang disebutkan dalam ayat 7? Yusuf ( ) tampan untuk dipandang.
· Begitu juga al Qurani bahasa Arab adalah sebuah Pesan yang nampak (visual) jika kita
siap untuk mencari Pesan Pesan. Kemejanya berwarna warni, dan itu digunakan untuk menyembuhkan kebutaan ayahnya (Yaqub ( )).
· Kita orang Muslims memandang dengan mata buta kepada Pesan nampak (visual) dan
spiritual al Quran dan hanya mengambil Pesan tersurat saja.
· Namun al Quran adalah sebuah Penyembuh dan Rahmat untuk mereka yang beriman.
· Yusuf ( ) dilemparkan ke dalam dasar sumur dan dijual sebagai budak belian. Kita terkubur di dalam raga kita dan kita menjadi budak dari ide kita yang kaku (yang kita definisikan sendiri).
· Kita tidak memandang al Quran dengan pikiran terbuka.
· Yusuf ( ) menjaga dirinya tetap murni dari bujukan/rayuan, kita kalah oleh rayuan dan bujukan, baik secara fisik atau spiritual dan menjadi tidak lagi suci. Kita tidak dapat menjaga jantung (kalbu) kita tetap bersih.
· Yusuf ( ) terpenjara untuk waktu tertentu dan kemudian dibebaskan dan ditetapkan /
diangkat sebagai pejabat mulia dihadapan penguasa.
· Kita menjadi tawanan diri kasar (Nafs) kita dan shaytan, yang darinya kita harus membebaskan diri kita sendiri, (agar) dan mendapatkan tempat terhormat yang menjadi hak kita di hadapan / hadhirat Allah.
· Allah sangat pengampun. Yusuf ( ) memiliki anugerah dari Allah mentafsir mimpi.
· Kita semua memiliki sebuah kualitas khusus yang dianugerahkan Allah bagi kita. Kita harus mencari tahu apa bakat kita yang tertinggi potensinya dan menggunakan itu untuk kebaikan sesama makluq.
BISMILLAH KUNCI KE SURGA
Kunci ke surga ditempatkan di ayat pertama sekali dalam al Quran dan kita tetap saja luput perhatian terhadapnya dari waktu ke waktu.
Beberapa pembaca akan mengatakan bahwa noktah dan aksen bukanlah bagian dari bahasa
Arab (al Qur’an) aslinya. Itu memang benar.
· Noktah dan aksen (dialek) diperkenalkan oleh Khalifah Usman Ghani (ra). Dia adalah
salah satu shahabat Muhammad . Para Shahabat Allah secara spiritual tercerahkan oleh kedekatan mereka kepada Nabi s.a.w..
· Usman Ghani (ra) tahu betul apa yang dia kerjakan.
· Dengan menambahkan noktah dan aksen, dia memperlihatkan beberapa rahasia bagi mereka yang memiliki pandangan (mata).
· Hanya mereka itulah yang akan melihat Pesan tersembunyi yang dibimbing Allah.
· Alasan jelas untuk menambahkan aksen dan noktah adalah sedemikian hingga setiap orang, di manapun berada di dunia ini dapat mengenali huruf dan membaca al Quran sebagaimana dia harusnya dibaca dengan ucapan yang benar.
· Ini adalah tekanan utama dalam masa kini.
· Bagaimana menyebutkan kata Arab secara benar, belum lagi tentang pemahaman tentang makna spiritual dari apa yang kita baca.
· Huruf yang membentuk kata kata adalah indikasi yang nampak dari sebuah pesan.
· Akhirnya ketika membaca al Quran, huruf yang tersembunyi akan menjadi muncul.
Setelah mengenali Alif – Allah adalah Sang Pencipta kita melalui tanda tanda dari makhluq Nya. Kemudian mengenali Meem – Muhammad adalah Rasul Allah .
Tahap terakhir adalah untuk mengenali Ba yang adalah diri kita sendiri.
Semua ini hadir di dalam ayat Bismillah. Kita perlu mengenali diri kita sendiri. Itu bukan karena
Allah memerlukan shalat kita. Itu bukan karena Muhammad akan mendapatkan keuntungan dari doa (shalawat) kita . Bahkan sebaliknya, kita memerlukan shafa’at Nabi Muhammad pada
Hari Pengadilan. Kita harus mengenali diri kita sendiri karena kita berhutang itu kepada diri kita sendiri dan bukan untuk siapapun lainnya. Kita telah dikirim oleh Allah sebagai Khalifah (wakil) Nya. Kita harus mencoba keras untuk mendapatkan posisi itu dihadapan Sang Maha Pengatur (Rabb) kita. Hanya Allah Maha Tahu yang terbaik.
Darood (Bderakah) dan Salaam (Damai) bagi Muhammad, Kaum Kerabat nya, dan Shahabat nya
Khalid M. Malik
NAMA ALLAH
YANG DIAWALI DENGAN HURUF BA BISMILLAH HIR RAHMAN NIR RAHEEM
Al Baais – Maha Menghidupkan Kembali (The Resurrector)
Al Baaqee – Maha Lestari (The Everlasting) Al Barree – Maha Perubah (The Evolver)
Al Baasit – Maha Pengembang (The Expander) Al Baatin – Maha Tersembunyi (The Hidden)
Al Badee – Maha Penemu (The Originator)
Al Barr – Maha Sumber Kebaikan (The Source of Goodness) Al Baseer – Maha Melihat (The Seeing)
Al Burhaan – Maha Bukti (The Evident)
Darood (Barfokah) dan Salaam (Damai) bagi Muhammad, kaum Kerabat nya, dan Shahabat nya.
by; tarekat naqsyabandiyyah

Selasa, 11 Oktober 2011

Makam Diri


    1. Makam Qalbi
    2. Makam Roh
    3. Makam Sirri
    4. Makam Khafi
    5. Makam Akhfa
    6. Makam Nafsun Natiqa
    7. Makam Kullu Jasad



Ringkasnya sebagai berikut:
1. Makam Qalbi letaknya dua jari dibawah susu kiri, tepatnya berada pada Jantung jasmani. Disinilah tempat iblis bersemayam dengan muatan kemusrikan, kekafiran, ketahyulan dan sifat-sifat iblis dan inilah yang saya sebut semak belukar juga hewan melata berbisa. Apabila kita sudah tau hal ini maka seharusnyalah kita berjiarah dan melakukan pembersihan total agar semua rumput dan binatang melata yang notabene sifat tercela tidak lagi mengotori makam tersebut. Sejatinya makam ini adalah tempat Iman, Islam, tauhid, ma’rifah pada peribadi seorang. Jadi, dengan bersihnya kotoran tadi maka sifat terpuji itu akan bertukar menjadi Pilot.

2. Makam Roh letaknya dua jari dibawah susu kanan, tepatnya berada pada Rabu jasmani. Disinilah tempat iblis bersemayam dengan muatan Bahimiyah (Sifat biunatang jinak)  dan sifat-sifat menuruti hawa nafsu. Inilah yang saya sebut semak belukar juga hewan melata berbisa. Apabila kita sudah tau hal ini maka seharusnyalah kita berjiarah dan melakukan pembersihan total agar semua rumput dan binatang melata yang notabene sifat tercela tidak lagi mengotori makam tersebut. Sejatinya makam ini adalah tempat Sabar tawakkal pada peribadi seorang. Jadi, dengan bersihnya kotoran tadi maka sifat terpuji itu akan bertukar menjadi Pilot.

3. Makam Sirri letaknya dua jari diatas  susu kiri, tepatnya berada pada Paru-paru  jasmani. Disinilah tempat iblis bersemayam dengan muatan Syabiyah (sifat binatang buas) yaitu  sifat pemarah, pendendam, dhalim dan aniaya. maka inilah yang saya sebut semak belukar juga hewan melata berbisa. Apabila kita sudah tau hal ini maka seharusnyalah kita berjiarah dan melakukan pembersihan total agar semua rumput dan binatang melata yang notabene sifat tercela tidak lagi mengotori makam tersebut. Sejatinya makam ini adalah tempat Kasih sayang juga ramah tamah pada peribadi seorang. Jadi, dengan bersihnya kotoran tadi maka sifat terpuji itu akan bertukar menjadi Pilot.

4. Makam Khafi letaknya dua jari diatas susu kanan, tepatnya berada pada Limpa jasmani. Disinilah tempat iblis bersemayam dengan muatan hjasad, dengki juga khianat dan sifat-sifat iblis yang tercela ini membawa kecelakaan dunia akhirat. Inilah yang saya sebut semak belukar juga hewan melata berbisa. Apabila kita sudah tau hal ini maka seharusnyalah kita berjiarah dan melakukan pembersihan total agar semua rumput dan binatang melata yang notabene sifat tercela tidak lagi mengotori makam tersebut. Sejatinya makam ini adalah tempat Kebaikan dan sifat syukur pada peribadi seorang. Jadi, dengan bersihnya kotoran tadi maka sifat terpuji itu akan bertukar menjadi Pilot.

5. Makam Akhfa letaknya ditengah dada, tepatnya berada pada empedu jasmani.
Disinilah tempat iblis bersemayam dengan muatan ria, takabur, sombong, ujub, dan sama’ atau mempamerkan kebaikan diri. Sifat-sifat iblis inilah yang saya sebut semak belukar juga hewan melata berbisa. Apabila kita sudah tau hal ini maka seharusnyalah kita berjiarah dan melakukan pembersihan total agar semua rumput dan binatang melata yang notabene sifat tercela tidak lagi mengotori makam tersebut. Sejatinya makam ini adalah Ikhlas, khusyu’, tadarru tafakkur pada peribadi seorang. Jadi, dengan bersihnya kotoran tadi maka sifat terpuji itu akan bertukar menjadi Pilot.

6. Makam Nafsun Natiqa letaknya diantara kening, tepatnya berada pada pikiran jasmani.
Disinilah tempat iblis bersemayam dengan muatan nafsu amarah yang senantiasa mendorong orang untuk melakukan kejahatan tidak berperikamunisiaan, sifat ini juga selalu biang penghambat dalam meciptakan perbaikan masyarakat, juga sifat banyak hayalan dan panjang angan-angan. Inilah yang saya sebut semak belukar juga hewan melata berbisa. Apabila kita sudah tau hal ini maka seharusnyalah kita berjiarah dan melakukan pembersihan total agar semua rumput dan binatang melata yang notabene sifat tercela tidak lagi mengotori makam tersebut. Sejatinya makam ini adalah tempat Sifat tentram dan pikiran tenang  pada peribadi seorang. Jadi, dengan bersihnya kotoran tadi maka sifat terpuji itu akan bertukar menjadi Pilot.

7. Makam Kullu Jasad letaknya ada dua (1) di pusat (2) di ubun-ubun, tepatnya meliputi seluruh tubuh.
Disinilah tempat iblis bersemayam dengan muatan gahflah atau sifat kejahilan, kebendaan, kelalaian atau alfa. Inilah yang saya sebut semak belukar juga hewan melata berbisa. Apabila kita sudah tau hal ini maka seharusnyalah kita berjiarah dan melakukan pembersihan total agar semua rumput dan binatang melata yang notabene sifat tercela tidak lagi mengotori makam tersebut. Sejatinya makam ini adalah tempat Ilmu dan amal pada peribadi seorang. Jadi, dengan bersihnya kotoran tadi maka sifat terpuji tadi akan bertukar menjadi Pilot.

Dengan Apa Peribadi Seorang Membersihkan Makam Diri Yang Kotor…?

Sabda Rasululloh SAW:


“Bahwasanya bagi tiap-tiap sesuatu itu ada alat untuk mensucikan dan alat untuk mensucikan hati itu ialah dzikrullah. Tidak ada sesusatu yang dapat melepaskan manusia dari azab selain daripada dzikrullah”.

Untuk membersihkan kotornya makam diri adalah dengan Dzikrullah, yaitu berzikir kepada Allah. Disini kita memakai pembersihnya dengan Asma’ Allah atau Nama Allah. dibaca: “Allah-Allah” pada setiap makam.

Allah SWT Berfirman Dalam Al Qur’an Surat Al-Furqan-70:

“Bahwasanya Allah menukarkan akan keburukan-keburukan itu dengan kebaikan-kebaikan dan adalah Allah  Yang Maha  Pengampun lagi Maha Penyayang”

    1. Makam Qalbi: Zikir Allah-Allah sebanyak 5000 x
    2. Makam Roh: Zikir Allah-Allah sebanyak 1000 x
    3. Makam Sirri: Zikir Allah-Allah sebanyak 1000 x
    4. Makam Khafi: Zikir Allah-Allah sebanyak 1000x
    5. Makam Akhfa: Zikir Allah-Allah sebanyak 1000 x
    6. Makam Nafsun Natiqa: Zikir Allah-Allah sebanyak 1000 x
    7. Makam Kullu Jasad: Zikir Allah-Allah sebanyak 1000 x  

     Firman Allah SWT dalam Al Quran Surat Asysyam ayat 7-10:

“Sesungguhnya berbahagialah orang yang mensuciikan jiwanya, dan sungguh merugilah orang yang mengotori jiwanya”

Maka, Zikir “Allah-Allah” tersebut kalau dijumlahkan keseluruhan menjadi 11.000 x (hatam besar) dan kalau mampunya hanya 5000x pada makam qalbi maka itu disebut hatam kecil.

Selama kotoran makam itu belum di bersihkan maka  IBLIS akan senantiasa menjadi PILOT dengan mengendarai seorang manusia untuk senantiasa melakukan perbuatan tercela, sementara manusia itu sendiri sulit untuk berkelakuan terpuji karena jiwanya telah dirasuki oleh iblis.Jangan heran apabila dimuka bumi ini kita melihat banyaknya kehancuran akibat tangan-tangan manusia. Semua itu dalangnya adalah iblis yang bersemayam dikerajaannya.

Apa Keuntungan Utama Melebihi Segalanya dari Bersihkan makam Diri Itu?

Kebersihan adalah sebagian dari pada iman, dan kebersihan itu pangkal kesehatan. Tentunya, kalau makam diri sudah bersih dan senantiasa dijaga kebersihannya maka prilaku seseorang itu akan sehat dan iman seseorang itu akan kokoh tidak berbuat sesuatu yang tercela.

Dengan seseorang memiliki perbuatan terpuji itu baik lahir maupun bathinnya tentulah permukaan bumi ini akan aman dan kehancuran akibat tangan manusia tadi tidak akan terjadi. Tidak akan saling mengahancurkan satu sama, dan masih banyak lagi cerita indah yang tidak cukup dilukiskan disini.
Dari semua itu, ada keuntungan utama melebihi semua yang saya sebutkan sebelumnya yaitu Sucinya “Makam Robbaniyah”. Dialah  implementasi Roh yang Suci dan paling halus yang disebut “Hakekat diri sebenarnya diri.”

Dialah induk dari semua makam. Dialah yang dapat mendekati Tuhan. Rasululloh bersabda:

“Di dalam tubuh anak adam ada segumpal daging apabila baik, maka baiklah seluruh jasad dan apabila rusak maka rusaklah seluruh jasad. Ketahuilah bahwa dia itu adalah “Hati”.

Oleh karena itu, dengan mendahulukan penelitian dan pengenalan diri sendiri akan menjadi kunci mengenal “Sang Maha Pencipta.” Mengenal Sang Maha Pencipta” itu adalah awal agama.

“Awaluddin Ma’rifatulloh: Awal Agama Mengenal Allah”

Bagaimana cara mengenal Allah?
Untuk mengenal Allah maka Kenal Dulu diri.

Rasululloh SAW bersabda:
“Barang siapa yang mengenal dirinya, niscaya ia akan mengenal Tuhannya”.

Jumat, 16 September 2011

Rezeki Jasmani dan Ruhani






Jadilah orang yang gigih memakmurkan waktu sesudah sholat Subuh hingga terbitnya matahari dan sesudah sholat Ashar hingga tengelamnya matahari.


Pada dua waktu yang mulia ini, dicurahkan anugerah Allah bagi orang-orang yang menghadapkan diri kepada-Nya.
...

Memakmurkan waktu setelah sholat Shubuh merupakan sebab yang terkuat untuk menarik rezeki jasmani, sedangkan setelah sholat Ashar merupakan sebab yang terkuat untuk menarik rezeki ruhani.


Begitulah, hal ini telah diuji oleh orang-orang yang terbuka mata hatinya dan para ‘arifin.


Disebutkan dalam sebuah hadits yang artinya sebagai berikut :


“Seseorang yang duduk pada tempat ia sholat, lalu berzikir kepada Allah setelah sholat Subuh, lebih cepat mendapatkan rezeki daripada mereka yang mencari di setiap penjuru bumi”.




Sumber : Adab Suluk Al-Murid, Al-Allamah Abdullah bin Alwi Al-Haddad

Rabu, 13 Juli 2011

MENEMBUS DIMENSI MA’RIFAT KETUHANAN


JUDUL ASLI:KIMIAU ASSA'ADAH
PENGARANG: IMAM ALGHAZALI
PENTERJEMAH:MUHAMMAD HILMAN ANSHARY
JUDUL BARU:
Guide Book  for Ma'rifat
RAHASIA POTENSI DIRI UNTUK MENEMBUS
DIMENSI Ma'RIFAT KETUHANAN
"Dari pengtahuan buku inilah rahasia keTuhanan yang ada dalam diri kita  akan mulai tersingkap":
Prof.Ahmad Hidayat, Direktur Pascasarjana UIN Bandung
Daftar isi 2
 TANDA-TANDA PENGETAHUAN TENTANG DIRI 10
PASAL MENGENAI PENGETAHUAN DIRI PRIBADI 15
PASAL MENGENAI HATI, JIWA & RUH 22
PASAL MENGENAI HAKIKAT HATI &RUH 25
PASAL MENGENAI
JIWA SEBAGAI KENDARAAN HATI 30
PASAL MENGENAI SYAHWAT & AMARAH 33
PASAL MENGENAI MENGETAHUI HATI DAN BALA TENTARANYA  35
PASAL MENGENAI AMARAH&SYAHWAT PEMBANTU JIWA 38
PASAL MENGENAI TIGA FORMASI KEBAHAGIAN  43
PASAL MENGENAI HATI;PRILAKU JELEKNYA &BAGUSNYA  45
PASAL MENGENAI EMPAT HAKIKAT DALAM KULIT MANUSIA  48
PASAL MENGENAI EMPAT KONDISI MANUSIA PADA HARI KIAMAT  52
PASAL MENGENAI KELEBIHAN MANUSIA ATAS BINATANG  54
PASAL MENGENAI KEAJAIBAN HATI & DUA PINTU HATI 57
PASAL MENGENAI CERMIN HATI 59

PASAL MENGENAI HATI, ILHAM &ALAM MALAKUT  61

PASAL MENGENAI DIBALIK KETERBUKAAN HATI 62

PASAL MENGENAI SEMUA MANUSIA BERHAK ATAS RAHASIA KETUHANAN  69

PASAL MENGENAI NIKMAT DAN KEBAHAGIAAN MANUSIA TERLETAK PADA MA’RIFAH ALLAH  73

PASAL MENGENAI ALAM DAN SARIPATI MANUSIA  76

PASAL MENGENAI PENGETAHUAN TENTANG KOMPOSISI JASAD BADAN DAN MANFAAT-MANFAAT ANGGOTA TUBUH  78

PASAL MENGENAI URAIAN BENTUK MANUSIA MERUPAKAN KUNCI MENGETAHUI SIFAT-SIFAT KETUHANAN DAN TERMASUK ILMU MULIA  81

PASAL PENUTUP  82
PEMBUKAAN
Bismillahirrahmanirrahim
Segala puja puji kepada Allah Swt yang telah mengangkat jiwa orang-orang yang suci dengan mujahadah[1], yang telah membahagiakan hati para wali dengan musyahadah[2], yang telah menghiasi lisan orang-orang mukmin dengan zikir, yang telah mengagungkan bisikan hati orang-orang  Arif (berpengetahuan pada Allah) dengan berfikir, yang telah menjaga khalayak hamba dari kerusakan, yang telah menahan segala kesulitan dari para ahli zuhud, yang telah menghindarkan orang-orang yang bertaqwa dari bayang-bayang syahwat, yang telah mensucikan ruh orang-orang yakin dari gelapnya keraguan, yang telah menerima semua amal perbuatan para manusia terpilih melalui do’a-do’a dan yang telah menguatkan tali kaum merdeka dengan ikatan yang kokoh.
Aku memuji-Nya dengan pujian mereka yang telah melihat tanda-tanda kekuasaan dan kekuatan-Nya, yang telah menyaksikan ke-Mahatunggalan dan wahdaniyah-Nya, yang telah mengetuk pintu-pintu rahasia-Nya dan kemuliaan-Nya, yang telah memetik buah dari sujud dan ketaatan-Nya. Aku mensyukuri-Nya dengan syukur mereka yang telah terbakar dan hanyut dalam aliran sungai kemuliaan dan pemuliaan-Nya.
Aku mengimani-Nya dengan iman mereka yang telah mengakui kitab-kitab-Nya, perintah-Nya, para nabi-Nya, para wali-Nya, janji-janji-Nya, ancaman-Nya, pahala dan azab-Nya. Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Tunggal dan tak memiliki sekutu. Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, yang diutus untuk menghancurkan mata rantai kefasikan dan kerusakan moral, diutus untuk memporakprandakan golongan  pembangkang, diutus untuk memaksa orang-orang musyrik dan peragu, diutus untuk menolong para pengikut kebenaran dan kebaikan. Maka semoga keselamatan senantiasa Allah anugerahkan kepadanya dan para sahabatnya.
TANDA-TANDA
PENGETAHUAN TENTANG DIRI
Ketahuilah ! bahwa pengetahuan tentang  kimia kebahagiaan[3] yang bersifat dhohir tidak ada dalam perbendaharaan ilmu kaum awam kebanyakan, akan tetapi tersimpan dalam gudang ilmu para raja, demikian juga dengan  kebahagiaan. Ia hanya ada dalam gudang rahmat Allah Swt. Di langit sana tersimpan esensi (jawhar) para malaikat, dan di bumi tersimpan di hati para wali yang Arifbillah. Dan setiap orang yang mencari  ini tanpa bersandar hadrat kenabian[4], maka ia telah salah jalan dan semua daya upayanya tak lebih seperti uang dinar palsu. Ia kira dirinya kaya raya, tapi sebenarnya miskin di hari kiamat sebagaimana ditegaskan Allah Swt:
“Maka Kami singkapkan daripadamu tutup yang menutupi matamu, maka penglihatanmu pada hari itu amat tajam.” (Q.S. Qaf [50]: 22).
Dari sekian rahmat Allah pada hamba-Nya, Dia telah mengutus seratus dua puluh empat ribu nabi untuk mengajarkan seluruh manusia tentang  naskah kimia ini, mengajarkan mereka bagaimana menjadikan hati sebagai tempaan mujahadah[5], mengajarkan bagaimana membersihkan hati dari budi pekerti yang buruk dan mengajarkan bagaimana mengendalikanya untuk menyusuri lorong-lorong kesucian, seperti dijelaskan Allah Swt:
“Dialah yang mengutus pada kaum yang buta huruf seorang rasul diantara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan kitab dan hikmah.” (Q.S. al-Jum’ah [62]: 2).
Yaitu mensucikan mereka dari akhlak yang buruk dan sifat-sifat kebinatangan serta menjadikan sifat-sifat malaikat sebagai baju dan hiasan mereka.
Adapun maksud dari Kimia  ini adalah bahwa semua yang berhubungan dengan sifat-sifat negatif maka wajib menanggalkannya, dan semua yang berhubungan dengan sifat-sifat kesempurnaa maka wajib mengenakannya. Satu-satunya rahasia keberhasilan KIMIA KEBAHAGIAAN ini adalah kembali mundur dari keduniawian seperti ditegaskan oleh Allah Swt:
“Dan beribadahlah kepada-Nya dengan penuh ketekunan.” (Q.S. al-Muzammil [73]: 8).
Dan keutamaan  ini sangat banyak dan luas.
PASAL MENGENAI
PENGETAHUAN DIRI PRIBADI
Ketahuilah ! bahwa kunci mengetahui Allah (ma’rifah Allah) adalah mengetahui diri sendiri. Seperti firman-Nya:
“Kami akan memperlihatkan pada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami atas segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al-Qur’an adalah benar.” (Q.S. Fussilat [41]: 52).
Demikian pula sabda Nabi Saw:
“Siapa saja yang tahu akan dirinya, maka ia telah mengetahui Tuhannya.”
Tidak ada sesuatupun paling dekat denganmu kecuali dirimu sendiri. Maka jika kamu tidak mengetahui dirimu, bagaimana mungkin kamu bisa mengetahui Tuhanmu?
Jika kamu katakan bahwa aku telah mengetahui diriku, yang kamu tahu sebenarnya adalah diri bagian jasmani (anggota badan) yang terdiri dari tangan, kaki, kepala dan lainnya. Kamu tidak mengetahui apa yang tersimpan dalam batinmu, yang bila sedang marah, ia mendorongmu untuk bertengkar. Jika sedang bernafsu, ia mengajakmu kawin. Jika sedang lapar, ia memintamu makan, jika sedang haus, ia menuntutmu minum, dan hewan sangat mirip denganmu dalam hal ini. Maka itu, yang wajib Anda lakukan adalah mengenalkan hakikat pada dirimu hingga Anda tahu apa sebenarnya dirimu, dari mana kamu datang hingga sampai di tempat ini, untuk tujuan apa kamu diciptakan, dengan apa kamu bisa meraih kebahagiaan dan dengan apa kamu mendapatkan kepuasan.
Dalam jiwamu terkumpul berbagai macam sifat, diantaranya sifat-sifat binatang jinak, binatang buas, pun demikian sifat-sifat malaikat. Maka ruh adalah hakikat jauharmu yang paling esensial, lainnya adalah unsur asing dan kosong telanjang. Maka yang wajib kamu lakukan adalah mengetahui hal ini. Bahwa bagi sifat-sifat itu ada ransom makananya dan kebahagianya.
Kebahagiaan binatang jinak terletak pada makan, minum, tidur dan kawin, maka jika kamu merasa bagian dari mereka, kenyangkan perutmu dan puaskan kelaminmu. Kebahagiaan akan dirasakan binatang buas ketika mampu menyerang dan melumpuhkan mangsa, kebahagiaan setan terletak pada makar, kejahatan dan tipuan, maka jika kalian merasa bagian dari mereka, berbuatlah seperti yang mereka perbuat.
Kebahagiaan para malaikat, ketika mereka hadir mengalami indahnya hadrat kesakralan Tuhan, bagi mereka tak ada jalan sedikitpun untuk amarah dan syahwat. Jika Anda merasa bagian dari jauhar hakikat malaikat, berjuanglah mengenal asalmu sampai Anda tahu jalan menuju Hadrat Ilahiah(hadirnya kesakralan Tuhan), sampai Anda bisa menyaksikan Jalal-Nya(keagungan) dan Jamal-Nya(keindahan), sampai Anda mampu menjernihkan dirimu dari belenggu amarah dan syahwat, sampai Anda tahu untuk apa sifat-sifat ini menjadi bagian darimu. Allah Swt tidak menciptakan semua sifat itu agar mereka menawanmu, tapi Ia menciptakannya agar mereka menjadi tawananmu, agar bisa mendorongmu berjalan, yaitu kedua kakimu dan agar salah satunya bisa Anda jadikan tunggangan sedangkan lainnya sebagai senjata hingga Anda mencapai kebahagiaan. Jika Anda telah sampai pada tujuanmu, maka tekanlah ia di bawah kedua kakimu dan kembalilah ke tempat kebahagiaanmu. Tempat itu adalah rumah bagi para khawas (orang-orang khusus) yang menyaksikan Hadirat Ilahi (al-Hadrah al-Ilahiyyah), sedang rumah-rumah para awam adalah tingkatan-tingkatan dalam syurga. Anda sangat memerlukan dan mengerti makna-makna ini untuk bisa mengetahui sedikit saja tentang dirimu.
Dan barangsiapa yang tidak memahami pada makna-makna ini, maka ia hanya mendapat bagian kepingan-kepingannya saja, karena hakikat yang sebenarnya terhijab (tertutup) baginya.
Ed:1
PASAL MENGENAI HATI, JIWA & RUH
Jika Anda berkemauan mengetahui dirimu, maka ketahuilah ! bahwa Anda sebenarnya terdiri dari dua hal:
Pertama, hati, dan
Kedua yang disebut jiwa atau ruh. Jiwa atau ruh adalah hati yang biasa Anda sebut sebagai mata hati. Hakikatmu adalah yang batin, karena jasad yang tampak pertama sebenarnya merupakan yang terakhir, dan jiwa yang Anda sangka sebagai terakhir sebenarnya yang pertama, atau disebut hati.
Hati bukanlah sepotong daging yang terletak di dada sebelah kiri, karena itu hanya berlaku bagi binatang dan jasad mati. Segala sesuatu yang Anda lihat dengan mata dhohir adalah alam ini atau yang disebut alam syhadah. Sedangkan hakikat hati bukanlah bagian alam ini, tapi alam ghaib, dan hati dialam ini adalah hal asing. Potongan daging itu hanyalah wadahnya, semua anggota tubuh jasmanii adalah bala tentaranya, sedang ia adalah rajanya. Ma’rifah Allah (mengetahui Allah) dan musyahadah (menyaksikan) keindahan hadir-Nya adalah sifat-sifat hati, beban baginya dan perintah untuknya. Dari situ ia mendapatkan pahala dan siksa, kebahagiaan dan kepuasan mengikutinya, demikian ruh hewani pun senantiasa mengintainya dan selalu membuntutinya.
Mengetahui hakikat hati dan memahami sifat-sifat hati adalah kunci Ma'rifatullah (mengetahui Allah Swt). Maka Anda harus berjuang keras untuk mengetahuinya, karena ia adalah jauhar aziz (esensi mulia) bagian dari Jauhar Malaikat (esensi para malaikat) yang bahan dasarnya berasal dari Hadirat Ilahi, dari tempat itu ia datang dan ke tempat yang sama ia kembali.
Ed2
PASAL MENGENAI HAKIKAT HATI &RUH
Adapun pertanyaanmu apa hakikat hati, syari’ah tidak menjelaskannya secara panjang lebar kecuali dalam satu ayat:
“Dan mereka bertanya kepadamu tentang ruh, katakanlah: “Ruh itu termasuk urusan Tuhanku.” (Q.S. al-Isra [17]: 85).
Karena ruh merupakan bagian dari kekuasaan ilahiah, yaitu dari ‘alam al-amr (kuasa perintah Tuhan) Allah Swt berfirman:
“Ingatlah, yang menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah.” (Q.S. al-A’raf [7]: 54).
Dengan demikian, pada satu sisi manusia merupakan bagian dari ‘alam al-khalq (alam ciptaan) dan pada sisi lain bagian dari ‘alam al-amr. Segala sesuatu yang bisa dikenai ukuran panjang lebar, kadar dan mekanisme adalah termasuk ‘alam al-khalq[6], namun hati tak memiliki ukuran panjang lebar dan ukuran tertentu. Oleh karena itu, ia tak menerima pembagian. Jika bisa dibagi, maka ia termasuk ‘alam al-khalq. Contohnya, dari sisi sifat bodoh, maka ia pun menjadi bodoh dan dari sisi sifat pintar, ia pun menjadi pintar. Namun segala sesuatu yang terdiri dari sifat bodoh dan pintar pada saat yang sama adalah mustahil. Dengan kata lain, ia bagian dari ‘alam al-amr, karena dalam ‘alam al-amr tidak berlaku ukuran panjang lebar dan ukuran tertentu.
Sebagian dari mereka mengira bahwa ruh bersifat qadim (awal), maka mereka telah salah. Sebagian lain berpendapat ruh adalah ‘ard (sifat), maka mereka pun salah, karena sifat tak pernah berdiri sendiri, tapi mengikuti yang lain.
Maka, ruh adalah asal anak Adam, dan hati adalah tempat tumbuhnya mereka. Jadi, bagaimana mungkin dia adalah sifat! Sebagian golongan mengatakan ruh adalah badan jamani, mereka juga salah, karena badan jasmani menerima pembagian.
Dan ruh yang sejak tadi kita sebut hati adalah media untuk mengetahui Allah. Oleh karena itu, ia bukan merupakan badan, juga bukan sifat, melainkan unsur esensi malaikat.
Mengetahui tentang ruh sangatlah sulit[7], karena agama tak memberi jalan sedikit pun. Dan agama tak memerlukan untuk mengetahuinya, sebab agama esensinya adalah kesungguhan (mujahadah), sedang ma’rifah (mengetahui) adalah tanda hidayah, sebagaimana firman-Nya:
“Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami.” (Q.S. al-Ankabut [29]: 69).
Dan barangsiapa yang tidak bersungguh-sungguh, ia tidak boleh membahasnya atau mencari hakikat ruh. Dasar utama dari mujahadah adalah mengetahui tentara hati, karena manusia jika tidak mengetahui seluk beluk kemiliteran, ia tidak dibenarkan untuk berjihad.
Ed3
PASAL MENGENAI JIWA SEBAGAI KENDARAAN HATI
Ketahuilah ! bahwa jiwa adalah kendaraan hati, hati memiliki bala tentara, seperti dijelaskan Allah Swt:
“Dan tak ada yang mengetahui tentara Tuhanmu kecuali Dia sendiri.” (Q.S. al-Mudatstsir [74]: 31).
Hati diciptakan untuk pekerjaan alam akhirat, agar mendapatkan kebahagiaannya. Kebahagiaan hati adalah dengan mengetahui Tuhannya. Mengetahui Tuhannya bisa didapatkan melalui ciptaan Allah swt dari berbagai ‘alam-Nya. Keajaiban alam tak mungkin terlihat kecuali melalui panca indera, dan panca indera berasal dari hati yang mengambil jiwa sebagai sarananya. Kemudian dilanjutkan dengan mengetahui tehnis kerjanya dan jaringannya. Jiwa tak berfungsi kecuali dengan makan, minum, suhu panas dan kelembapan tertentu. Ia lemah saat dihampiri bahaya dari dalam, yaitu lapar dan haus, demikian juga saat melawan bahaya luar, seperti air dan api. Ia menghadapi banyak musuh.
Ed4
PASAL MENGENAI SYAHWAT & AMARAH
Anda juga perlu mengetahui adanya dua macam bala tentara, yaitu bala tentara bagian luar(dhohir) yang terdiri dari syahwat dan amarah, berikut tempat-tempatnya pada kedua tangan,kedua kaki, kedua mata, kedua telinga dan semua anggota badan. Sedangkan tentara bagian dalam terletak dalam otak kepala, yaitu daya khayal, daya pikir, daya hafal, ingatan dan bingung. Setiap kekuatan ini memiliki fungsi khusus, jika salah satunya lemah, maka kondisi manusia pun akan lemah dalam dua alam (dunia-akhirat). Satu bagian yang mencakup dua hal ini adalah hati dan ia adalah pemimpinnya. Jika hati menyuruh lidah menyebutkan sesuatu, maka ia akan menyebutkannya. Jika memerintahkan tangan untuk menyerang, maka ia akan menyerang. Jika menyuruh kaki untuk melangkah, maka ia pun akan melangkah. Demikian pula panca indera, hingga bisa menjaga diri agar tetap bisa menyimpan pahala untuk di akhirat, berfungsi secara baik, menyeselesaikan kontrak kerja dan menghimpun butiran-butiran kebahagiaan. Dan mereka semua tunduk dan patuh kepada perintah hati sebagaimana para malaikat yang tunduk dan patuh pada perintah Tuhannya dan tidak berani menentang perintahnya.
Ed5
PASAL MENGENAI MENGETAHUI HATI DAN
BALA TENTARANYA
Ketahuilah !, seperti dikatakan dalam pepatah terkenal; jiwa diibaratkan sebuah kota, kedua tangan, kaki dan seluruh anggota tubuh sebagai lahannya, kekuatan syahwat sebagai walikotanya, amarah sebagai kendaraanya, hati sebagai rajanya dan akal sebagai perdana menterinya. Raja bertugas mengatur segenap aparatur agar kondisi kerajaan tetap stabil, karena sang walikota atau syahwat adalah pembohong, acuh tak acuh dan ambisius. Demikian pula kendaraan yaitu amarah teramat jahat, pembunuh dan perusak. Jika sejenak saja sang raja meninggalkan mereka dalam keadaan aslinya, mereka akan menguasai kota dan merusaknya. Maka sang raja wajib berkonsultasi pada sang menteri dan menjadikan sang wali dan bagian transportasi dibawah pengawasan sang menteri. Jika ia melakukan hal itu, maka kondisi kerajaan akan tetap stabil, dan kota akan makmur. Demikian juga hati juga bermusyawarah pada akal untuk menjadikan syahwat dan amarah di bawah kekuasaannya sampai kondisi jiwa menjadi stabil dan bisa mengantarkan pada sebab-sebab kebahagiaan, yaitu mengetahui Hadirat Ilahi ( Ma'rifat alhadrat al-ilahiyah).
Seandainya akal dalam kondisi di bawah kekuasaan amarah dan syahwat, maka jiwanya akan rusak dan hatinya tidak akan bahagia di akhirat kelak.
Ed 6
PASAL MENGENAI
AMARAH&SYAHWAT PEMBANTU JIWA
Ketahuilah ! bahwa syahwat dan amarah pembantu jiwa. Keduanya senantiasa menarik-nariknya, terus mempertahankan urusan makan, minum dan kawin sebagai media indera. Kemudian jiwa mempekerjakan indera sebagai jaringan akal dan mata-matanya, yang dengannya ia mampu menyaksikan kehadiran Allah Swt. Kemudian indera juga mempekerjakan akal, yaitu hati sebagai lentera dan lampu yang melalui cahayanya ia bisa melihat Hadrat Ilahiah . Dengan demikian, kenikmatan perut dan kemaluannya menjadi terhinakan. Kemudian akal juga memfungsikan hati, sebab hati diciptakan untuk memandang keindahan Hadrat Ilahiah. Barang siapa yang berdaya upaya dalam fungsi ini, maka ia adalah hamba yang sebenarnya, yang terlahir dari  al-hadrah al-ilahiyah, sebagaimana firman-Nya:
“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.” (Q.S. az-Zariyat [61]: 56).
Artinya, bahwa Kami telah menciptakan hati, memberinya  kerajaan dan memberinya pasukan tentara. Kami juga telah menjadikan jiwa sebagai kendaraannya hingga ia bisa berjalan dari alam ke-Tanah-an ke alam atas yaitu ‘Illiyin.
Maka jika berkeinginan melaksanakan hak anugerah kenikmatan ini, duduklah dalam kerajaannya, jadikan Hadrat al-Ilahiah sebagai kiblat dan tujuannya, jadikan akhirat sebagai tanah air dan akhir keputusannya, jadikan jiwa sebagai kendaraannya, dunia sebagai rumahnya, kedua tangan dan kaki sebagai pembantunya, akal sebagai menterinya, syahwat sebagai karyawannya, amarah sebagai angkutannya dan indera sebagai mata-matanya.
Masing-masing bagian itu adalah cerminan dari setiap alam yang menghimpun semua keadaan mengenai keadaan alam-alam lainnya. Daya khayal di bagian permukaan otak seperti seorang komandan yang bertugas menghimpun semua informasi para mata-mata. Daya hafal pada bagian tengah otak bagaikan pemilik peta yang bertugas menghimpun penggalan-penggalan dari tangan sang komandan yang kemudian disampaikan   kepada akal. Jika informasi-informasi ini sampai pada sang menteri, maka ia akan melihat keadaan kota yang sebenarnya.
Jika Anda melihat salah satu dari mereka melanggar, seperti syahwat dan amarah, maka Anda harus berusaha keras( bermujahadah) menaklukanya. Tidaklah mujahadah ini untuk membunuh syahwat dan amarah, sebab kerajaan tak akan bertahan tanpa keduanya. Jika Anda  melakukannya, maka Anda adalah orang yang berbahagia, yang telah melaksanakan urusan yang hak untuk dilakukan yaitu anugerah nikmat, wajib bagimu menghadiahkan sesuatu pada saatnya, jika tidak, maka Anda tidak akan bahagia, dikenai siksa dan diwajibkan bertaubat.
ed
PASAL MENGENAI
TIGA FORMASI KEBAHAGIAN
Kebahagiaan sempurna dibangun di atas tiga hal, kekuatan amarah, kekuatan syahwat dan kekuatan ilmu[8]. Tiga hal ini harus diseimbangkan agar kekuatan syahwat tidak muncul menguasai yang justru akan merusak anda. Demikian juga kekuatan amarah agar tidak menguasai dan membodohi, yang akan merusak dan mengahncurkan anda. Jika kedua kekuatan tersebut seimbang dengan adanya kekuatan keadilan dan keseimbangan, maka keduanya akan menuju pada jalan hidayah. Jika amarah semakin menguat, maka akan mudah pada terjadinya penyerangan dan pembunuhan, sebaliknya jika amarah melemah, maka kewaspadaan, ketentraman dalam agama dan dunia akan hilang. Namun jika diseimbangkan, yang akan muncul adalah kesabaran, keberanian dan kebijaksanaan.
Syahwat-pun demikian, jika semakin mendominasi, maka akan muncul adalah kejelekan dan kejahatan, sebaliknya jika syahwat melemah , maka akan menyebabkan kelemahan dan ketidakgairahan. Namun jika terkendali seimbang, yang ada adalah kesucian (‘iffah), kepuasan (qana’ah) dan sifat-sifat sejenis lainnya.
ed
PASAL MENGENAI HATI;PRILAKU JELEKNYA & BAGUSNYA
Ketahuilah ! bahwa hati dan bala tentaranya memiliki keadaan dan sifat-sifat yang sebagian disebut dengan budi pekerti buruk dan sebagian lain disebut budi pekerti terpuji. Budi pekerti terpuji akan mengantarkan pada kebahagiaan, dan akhlak buruk mengantarkan pada kehancuran dan siksa.
Semua ini terdiri dari empat jenis budi pekerti( akhlak). Yaitu: akhlak setan, akhlak binatang jinak, akhlak binatang buas dan akhlak malaikat. Perilaku jelek, yaitu makan, minum, tidur dan kawin adalah akhlak binatang jinak. Tingkah laku amarah pemukulan, pembunuhan dan pertikaian adalah akhlak binatang buas. Prilaku-prilaku jiwa seperti makar, penipuan, kecurangan dan hal lain sejenis adalah akhlak setan. Terakhir, kegiatan berfikir yang menghasilkan rahmat, ilmu dan kebaikan  adalah akhlak malaikat.
ed
PASAL MENGENAI
EMPAT HAKIKAT DALAM KULIT MANUSIA
Ketahuilah ! bahwa dalam kulit anak adam(manusia) terdapat empat hal, anjing, babi, setan dan malaikat. Anjing tercela dari segi sifatnya dan bukan dari bentuknya. Begitupun setan dan malaikat, hal-hal tercela dan keterpujianya[9] hanya pada sifat-sifatnya dan bukan pada bentuk atau prilakunya. Babi pun demikian, tercela dalam sifat-sifatnya bukan  pada bentuk dan tingkah lakunya.
Karenanya manusia diperintahkan untuk menyingkap gelapnya kebodohan dengan cahaya akal, agar terhindar dari segala macam fitnah. Seperti ditegaskan Rasul Saw:
“Tak seorangpun (dari manusia) kecuali memiliki setan, aku juga memiliki setan. Sungguh Allah telah menjagaku dari setanku hingga aku bisa menguasainya.”[10]
Demikian syahwat dan amarah seharusnya berada dibawah kendali akal, keduanya hanya boleh berbuat bergerak melakukan sesuatu dengan kendali akal. Maka jika seseorang berbuat demikian, ia benarlah baginya disebut berakhlak terpuji yaitu; sifat malaikat dan merupakan benih kebahagiaan. Jika melakukan kebalikannya, maka ia disebut berakhlak tercela yaitu sifat-sifat setan dan merupakan benih dari siksa.Dalam tidur ia akan melihat dirinya seakan berdiri terpasung menjadi budak anjing dan babi. Orang ini seperti lelaki muslim yang membawa beberapa muslim lainnya dan menahan mereka di penjara orang-orang kafir.
Bagaimana keadanmu jika nanti pada hari kiamat sang raja, yaitu akal, menahanmu dibawah kekuasaan syahwat dan amarah, yaitu anjing dan babi?
ed
PASAL MENGENAI EMPAT KONDISI MANUSIA PADA HARI KIAMAT
Ketahuilah ! bahwa manusia saat ini dalam bentuk anak Adam, esok saat makna-makna itu tersingkap, mereka pun keluar dalam bentuk menyesuaikan dengan makna masing-masing. Mereka yang dominan amarahnya, maka akan berdiri dalam bentuk anjing. Mereka yang dominan nafsunya, maka akan berdiri dalam bentuk babi, sebab bagaimanapun bentuk selalu mengikuti makna-makna. Seorang yang tertidur akan melihat semua yang ada dalam jiwanya. Demikian pula karena isi jiwa manusia teridentifikasi dalam empat hal di atas, maka ia harus mengintai setiap gerak-geriknya, diamnya dan mengenali diri termasuk bagian mana dari yang empat. Sifat-sifat itu ada dalam hati dan terus bertahan hingga hari kiamat, dan jika masih tersisa secuil kebaikan, maka itu adalah benih kebahagiaan. Sebaliknya jika yang tersisa adalah secuil kejelekan, maka ia pun merupakan benih dari siksa. Manusia tak akan pernah berhenti bergerak dan diam, hatinya bagaikan kaca, akhlak tercela bagaikan asap dan kegelapan, jika menyentuhnya, maka seketika ia menggelapkan jalan menuju kebahagiaan. Akhlak terpuji bagaikan cahaya dan pancarannya, jika sampai pada hati, maka ia akan membersihkannya dari gelapnya kemaksiatan. Seperti sabda Rasul Saw:
“Ikutkanlah pada perbuatan jelek itu perbuatan baik yang akan menghapusnya.”[11]
Dan hati bisa jadi terang dan gelap, semua tak akan lolos kecuali mereka yang mendatangi Allah dengan hati yang pasrah.
PASAL MENGENAI KELEBIHAN MANUSIA ATAS BINATANG
Ketahuilah ! bahwa nafsu dan amarah yang ada bersama binatang juga terdapat pada anak Adam. Akan tetapi manusia diberi tambahan lain[12] sebagai bekal untuk memperoleh kemuliaan dan kesempurnaan. Dengan hal tersebut, ia bisa mengetahui Allah dan keindahan ciptaan-Nya. Dan dengan hal tersebut manusia bisa menyelamatkan dirinya dari kekuasaan nafsu dan amarah serta meraih sifat-sifat malaikat. Dengan demikian, manusia diberi sifat-sifat binatang jinak dan buas, yang semuanya ditundukka Allah untuk manusia. Hal ini sebagaimana yang difirmankan Allah:
“Dia telah menundukkan untukmu apa yang ada di langit dan yang ada di bumi semuanya.” (Q.S. al-Jasiyah [45]: 13).
PASAL MENGENAI
KEAJAIBAN HATI&
DUA PINTU HATI
Ketahuilah ! bahwa hati memiliki dua pintu ilmu, satu untuk mimpi-mimpi dan lainnya untuk ilmu sadar, yaitu pintu untuk ilmu realita (zahir). Saat manusia tertidur, pintu-pintu indera tertutup, dibukakanlah pintu bathin dan disingkapkan realitas alam ghaib dari alam malakut dan Lauh Mahfudz seperti cahaya yang terang benderang. Untuk menyingkapnya dibutuhkan semacam tafsir mimpi. Sedang ilmu yang dihasilkan dari realita (zahir) dikira oleh manusia akan memunculkan kesadaran diri, dan bahwa keadaan sadar lebih utama, meskipun sebenarnya ia tidak bisa melihat sesuatupun dari alam ghaib. Bagaimana pun sesuatu yang terlihat antara keadaan sadar dan tidur tetap lebih utama sebagai pengetahuan daripada apa yang terlihat melalui indera.
PASAL MENGENAI CERMIN HATI
Disamping itu, Andapun mesti tahu bahwa hati seperti cermin, Lauh Mahfudz pun demikian. Karena di dalamnya terdapat gambaran dari semua realitas (mawjudat). Jika Anda hadapkan cermin satu dengan lainnya, maka masing-masing gambar pada setiap cermin akan saling menghiasi yang lainnya. Demikian pula semua gambar (suwar) pada Lauh Mahfudz akan tampak dalam hati jika ia telah suci dari nafsu dunia. Jika masih disibukkan dengannya, maka alam malakut akan tetap tertutup. Jika pada saat tidur manusia tak terhubungkan dengan obyek indera, maka ia akan menyaksikan esensi (jawhar) alam malakut dan akan terlihat sebagian gambar yang ada pada Lauh Mahfudz. Jika manusia menutup pintu indera hanya sekedarnya, maka ia hanya memasuki dunia khayal. Karena itu, ia melihat sesuatu yang masih tertutupi pada bagian luarnya dan bukanlah hakikat murni yang tersingkapkan. Jika hati telah mati bersama si pemiliknya, maka pada saat itu tidak ada yang namanya khayal, dan tidak juga indera. Oleh karena itu, pada saat tersebut hati mampu melihat dengan tanpa keraguan ataupun khayalan. Dan ketika itu, diucapkan padanya:
“Maka penglihatanmu pada hari itu sangat tajam.” (Q.S. Qaf [50]: 22).
PASAL MENGENAI HATI, ILHAM &ALAM MALAKUT
Ketahuilah! bahwa tak seorangpun dari anak Adam kecuali hatinya telah dimasuki sentuhan-sentuhan suci melalui jalan ilham, dan hal itu tidak masuk melalui indera, akan tetapi masuk dalam hati tanpa tahu dari mana asalnya, sebab hati termasuk alam malakut, dan indera tercipta untuk alam ini, yaitu alam al-mulk (alam kuasa). Karenanya ia menjadi penghalang jiwa dari menyaksikan alam malakut manakala tidak tersucikan dari aktifitas indera.
PASAL MENGENAI DIBALIK KETERBUKAAN HATI
Jangan Anda kira kelembutan ini hanya terbuka pada saat tidur dan mati saja, tapi ia pun terbuka saat sadar bagi mereka yang ikhlas berjihad, ikhlas melakukan riyadah (latihan) dan menyelamatkan diri dari kekuasaan nafsu, amarah, akhlak tercela dan perbuatan buruk. Jika ia duduk di tempat sepi dan mengosongkan dirinya dari dari aktifitas indera, kemudian membuka mata hati dan pendengarannya, menjalankan fungsi hatinya sebagai bagian dari alam malakut, terus menerus menyebut kalimat Allah, Allah, Allah, dengan hatinya dan dengan tidak dengan lidahnya sampai ia tak mendapatkan informasi dari dirinya dan alam sekitarnya sedikitpun, dan yang ia lihat hanyalah Allah[13], maka kekuatan itu akan terbuka, apa yang ia lihat disaat tidur, ia bisa lakukan pada saat sadar, yang tampak adalah ruh para malaikat dan para nabi, gambar-gambar bagus yang indah dan mulia, saat itu tersingkaplah kerajaan langit dan bumi. Ia bisa lihat semua yang tak bisa dijelaskan dan tak bisa digambarkan, sebagaimana sabda Rasul Saw:
“Dibentangkan padaku bumi, seketika kulihat ujung barat dan timur.”[14]
Allah Swt menjelaskan:
“Dan demikianlah Kami perlihatkan pada Ibrahim tanda-tanda keagungan Kami (yang terdapat) di langit dan bumi.” (Q.S. al-An’am [6]: 75).
Karena semua ilmu para nabi melalui jalan ini dan bukan melalui jalan indera, seperti ditegaskan Allah Swt:
“Sebutlah nama Tuhanmu, dan beribadahlah kepada-Nya dengan penuh ketekunan.” (Q.S. al-Muzammil [73]: 8).
Artinya terputus dari segala sesuatu, penyucian diri dari segalanya dan terus memohon kesempurnaan pada-Nya, ini adalah jalan (tariq) kaum sufi zaman ini. Sedang cara pengajaran, adalah jalan (tariq) para ulama. Semua ini dirangkum dari jalan kenabian. Begitu juga ilmu para auliya’, sebab ilmu itu tertanam dalam hati mereka tanpa melalui perantara, yaitu dari Hadirat Ilahi sebagaimana firman-Nya:
“Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya di antara ilmu-ilmu dari sisi Kami.” (Q.S. al-Kahfi [18]: 65).
Jalan ini tidak akan dipahami tanpa melalui latihan, dan jika tak dihasilkan dengan rasa, maka ia pun tak bisa dihasilkan melalui pengajaran[15]. Yang seharusnya dilakukan adalah mempercayainya hingga kita bisa mendapatkan kebahagiaan mereka, dan ini adalah sebagian keajaiban hati. Siapa yang tak melihat, ia tidak akan mempercayainya, seperti firman-Nya:
“Yang sebenarnya mereka mendustakan apa yang mereka belum mengetahuinya dengan sempurna, padahal belum datang kepada mereka penjelasannya.” (Q.S. Yunus [10]: 39), dan firman-Nya:
“Dan ketika mereka tidak mendapat petunjuk dengannya (Alqur’an) maka mereka berkata:
“Ini adalah dusta yang lama.” (Q.S. al-Ahqaf [46]: 11).
PASAL MENGENAI SEMUA MANUSIA BERHAK ATAS RAHASIA KETUHANAN
Jangan Anda mengira semua ini khusus untuk para nabi dan para wali saja, sebab esensi anak Adam dari asal penciptaannya memang untuk tujuan ini, seperti unsur besi agar dibuat cermin yang bisa digunakan untuk melihat gambaran alam, kecuali yang berkarat dan membutuhkan penyepuhan, atau besi kering yang membutuhkan pengecatan sebab sewaktu-waktu bisa patah. Demikian juga hati, jika nafsu dan kemaksiatan mendominasinya, maka ia tidak akan mencapai derajat ini. Hal ini sebagaimana yang disabdakan Rasul Saw:
“Semua yang terlahir berada dalam fitrah (esensi) Islam.”,[16]
Allah berfirman:
“Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab, “Betul (Anda Tuhan kami).” (Q.S. al-A’raf [7]: 172).
Begitupun anak Adam, fitrahnya adalah mempercayai akan ketuhanan Allah, seperti dalam firman-Nya:
“Fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu.” (Q.S. ar-Rum [30]: 30).
Para nabi dan para wali adalah anak Adam, Allah berfirman:
“Katakanlah: “Bahwasanya aku hanyalah seorang manusia seperti kamu.” (Q.S. Fussilat [41]: 6).
Setiap yang menanam pasti memetik, siapa saja yang berjalan, pasti sampai, siapa yang memohon, pasti akan mendapatkan. Permohonan tidak akan berhasil tanpa mujahadah – permintaan orang yang telah renta dan arif telah melalui jalan ini – jika dua hal ini berlaku pada seseorang, maka Allah telah berkehendak menganugerahinya kebahagiaan dengan hukum azali hingga ia mencapai derajat ini.
PASAL MENGENAI NIKMAT DAN KEBAHAGIAAN MANUSIA TERLETAK PADA MA’RIFAH ALLAH
Ketahuilah ! bahwa segala sesuatu memiliki rasa bahagia, nikmat dan kepuasan. Rasa nikmat akan diperoleh apabila ia melakukan semua yang diperintahkan oleh tabiatnya. Tabiat segala sesuatu adalah semua yang tercipta untuknya. Kenikmatan mata pada gambar-gambar indah, kenikmatan telinga pada bunyi-bunyi yang merdu, dan demikian semua anggota badan. Kenikmatan hati hanya dirasakan ketika mengetahui Allah (ma’rifah Allah), sebab ia diciptakan untuk melakukan hal itu. Semua yang tidak diketahui manusia, tatkala ia mengetahuinya maka ia akan berbahagia, seperti permainan catur, ketika mengetahuinya ia pun senang, jika ia dijauhkan dari permainan itu, maka ia takkan meninggalkannya dan tak akan sabar untuk kembali memainkannya. Begitu juga mereka yang telah sampai pada ma’rifah Allah[17], pun merasa senang dan tak sabar untuk menyaksikan-Nya, sebab kenikmatan hati adalah makrifat, setiap kali makrifat bertambah besar, maka nikmatpun bertambah besar pula.
Karenanya, ketika manusia mengetahui sang menteri, maka ia akan senang, lebih-lebih jika tahu sang raja, maka kebahagiaannya tentu lebih besar lagi.
Tak ada satu keberadaan pun di alam ini yang lebih mulia dari Allah Swt, sebab kemuliaan yang dimiliki, semua oleh sebab-Nya dan dari-Nya, semua keajaiban alam adalah karya-Nya, tak ada pengetahuan (ma’rifah)
PASAL MENGENAI
ALAM DAN SARIPATI MANUSIA
Ketahuilah ! bahwa jika anak Adam disarikan dari alam, padanya terdapat segala gambaran alam yang masih bisa kita temukan akarnya, sebab tulang-belulang ini seperti pegunungan, dagingnya seperti debu, bulu-bulunya bagaikan tumbuhan, kepalanya bagaikan langit, inderanya seperti bintang, penjelasan mengenai hal ini sangatlah panjang. Demikian bagian dalamnya pun menyimpan gambaran alam, sebab fungsi pencernaan yang ada dalam lambung mirip dengan seorang ahli masak. Kekuatan yang ada pada limpa sama dengan pembuat roti, kekuatan pada usus bagaikan tukang cukur, kekuatan yang memutihkan susu dan memerahkan darah bagaikan tukang sepuh, penjelasan mengenai hal ini cukup panjang, yang penting adalah hendaknya kamu mengetahui berapa banyak alam yang tersimpan bersamamu, yang terus sibuk melayanimu, sedang Anda malah mengabaikannya, dan mereka takpernah beristirahat, Anda bahkan tak mengenalnya dan tak bersyukur pada-Nya yang telah menganugerahkan semua itu untukmu.
PASAL MENGENAI PENGETAHUAN TENTANG KOMPOSISI JASAD BADAN DAN MANFAAT-MANFAAT ANGGOTA TUBUH
Ilmu ini sangatlah agung, kebanyakan manusia mengabaikannya, demikian juga ilmu kedokteran. Setiap mereka yang ingin melihat dirinya dan keajaiban karya Allah Swt dalam dirinya, membutuhkan minimal tiga sifat dari sfat-sifat ketuhanan.
Pertama, hendaknya mengethui bahwa yang menciptakan seseorang juga mampu membawanya pada kesempurnaan dan bukan pada sebaliknya, Ia adalah Allah Swt. Tak satu pun perbuatan di dunia yang lebih ajaib dari penciptaan manusia yang berasal dari air hina dan pembentukan fisik dengan bentuk yang sangat menakjubkan, sebagaimana firman-Nya:
“Sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur.” (Q.S. al-Insan [76]: 2).
Maka untuk mengembalikannya setelah mati adalah lebih mudah lagi, sebab pengulangan selamanya lebih mudah daripada permulaan.
Kedua, pengetahuan tentang ilmu Allah Swt bahwa ia mencakup segala sesuatu. Sebab keajaiban dan keanehan ini tak mungkin ada kecuali dengan kesempurnaan ilmu.
Ketiga, hendaknya Anda tahu bahwa keramahan-Nya, rahmat-Nya dan perlindungan-Nya mengenai segala sesuatu, tak terbatas di saat Anda melihat tumbuhan, hewan dan kandungan bumi, semua berada dalam keluasan kuasa-Nya, bentuk yang baik dan warna yang indah.
PASAL MENGENAI URAIAN BENTUK MANUSIA MERUPAKAN KUNCI MENGETAHUI SIFAT-SIFAT KETUHANAN DAN TERMASUK ILMU MULIA
Yaitu pengetahuan tentang keajaiban karya-karya Ilahi, pengetahuan tentang keagungan dan kekuasaan Allah Swt, yang merupakan ringkasan (sari) dari pengetahuan hati. Ilmu ini begitu mulia, sebab berbicara tentang karya Ilahi, sebab jiwa bak kuda, akal sebagai penumpangnya dan keduanya terhimpun dalam kalimat penunggang kuda (joki). Siapa yang tak mengenal dirinya dan mengaku mengenal lainnya, maka ia seperti seorang lelaki bangkrut yang tak memiliki makanan sedikitpun untuk dirinya dan mengaku menafkahi orang-orang miskin di kotanya.
PASAL PENUTUP
Jika Anda mengetahui kemuliaan, kehormatan, kesempurnaan, keindahan dan keagungan setelah Anda menyadari bahwa esensi hati adalah esensi yang paling mulia, yang semua itu telah dianugerahkan kepadamu dan kelak akan ditarik kembali, dan Anda justru tidak memintanya, malah mengabaikannya dan menghilangkannya, maka Anda akan sangat menyesal pada hari kiamat. Berjuanglah untuk mendapatkannya, tinggalkanlah segala kesibukan duniawi! Dan segala kemuliaan yang tidak tampak di dunia, maka di akhirat kelak akan menjadi kebahagiaan, keabadian tanpa kefanaan, kekuasaan tanpa kelemahan, pengetahuan tanpa kebodohan, keindahan sekaligus keagungan.
Sedang hari ini, tak seorang pun yang lebih lemah darinya, sebab ia termiskin dan kekurangan, akan tetapi kemuliaan akan ia alami esok jika ia tancapkan pengetahuan tentang  kebahagiaan ini dalam inti hatinya, hingga ia bisa menyelamatkan dirinya dari perumpamaan binatang dan bisa mencapai derajat malaikat.
Jika ia kembali pada nafsu dunia, maka ia lebih memilih menjadi binatang pada hari kiamat, karena sebenarnya ia kembali ke asalnya yaitu tanah. Dan ia pun akan abadi dalam siksa.
Kami berlindung kepada Allah Swt dari semua itu, kami meminta pertolongan-Nya, sebab Ia sebaik-baik Pemelihara dan Penolong, dan rasa syukur ini untuk Alah Swt, Tuhan semesta alam. Semoga keselamatan senantiasa dianugerahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad Saw dan keluarga berikut para sahabatnya.
The End
[1] Perjuangan membersihkan hati dengan beragam ibadat. [2] Penyaksian pada cahaya keTuhanan.
[3]Menghilangkan kotoran hati an mensucikannya diisi dengan keutamaan. Menurut Imam Jurjani ada juga kimia awam;menggantikan kenikmatan dunia dengan kenikmatan akhirat dan kimia orang khusus;memurnikan hati dari alam beralih ke Pencipta alam
[4] Sebab Nabi saw lah yang menerima wahyu dan menerangi jalan.
[5] Hati ditempa dengan Mujahadah ibadah agar suci, seperti besi berkarat ditempa dalam bara api agar murni.
[6] Imam Qohtoby berkata ruh tidak masuk dalam katagori objek KUN, artinya bahwa ruh adalah kehidupan itu sendiri .Hidup dan kehidupan adalah sifat Yang maha hidup. Ruh yang berada dalam jasad bukanlah makhluk sebagaimana jasad. ( Lihat; aTaaruf  limadzhab ahli tasawwuf; alKalabadzi, hal 68, Darul kutub ilmiah, bairut)
[7] Berkata Imam Junaidy alBagdadi Ruh adalah sesuatu yang dibiasi oleh ilmu Allah dan tak seorangpun yang memahaminya dari makhlukNya. Dan tak diperkenankan mengibaratkannya dengan apapun.
[8] Orang kuno yang pertama mendefinisikan tugas Jiwa adalah Plato bahwa jiwa memiliki tiga kekuatan;kekuatan syahwat, kekuatan amarah, kekuatan Akal. Dimanasyahwat dan amarah adalah pembantu bagi kekuatan akal. Plato mengibaratkan Manusia dengan kekuatan dan perangkatnya adalah sebuah kota yang mesti ditata, dimana penduduknya dibagi dalam tiga kasta: kasta buruh para pekerja, kasta peperangan dan kasta hakim, dimana kasta buruh sebanding dengan kekuatan syahwat, dan kasta peperangan sebanding dengan kekuatan amarah dan kasta hakim sebanding dengan kekuatan akal. Demikian juga berpendapat Cendikiawan Alfarabi dalam kitabnya" Aro' ahlil madinah alfadilah"
[9] Ketercelaan syetan dan keterpujian malaikat, sebab syetan hanya memilki sifat tercela saja sedang malaikat hanya memilki sifat keterpujian.
[10] Riwayat muslim, kitab sifat kaum munafiq hadis no 70, Imam Ahmad; Musnad;juz 6 hal 115. dari Aisyah.
[11] Riwayat: aTurmudzi;albar,asilah;bab 55, Adda romy; arroqoiq,bab 73, Imam Ahmad;Musnad; juz 5 hal 153, Hadis dari Mu'az bin jabal.
[12] Kekuatan akal
[13] Imam Jurjani berkata dalam Ta'rifat hal 163:  lenyapnya hati dari mengetahui hal ihwal makhluk bahkan dari keadaan dirinya, ia liputi oleh Sulthon hakikat, ia hadir dalam AlHaq, gaib dari dirinya dan dari makhluk. Sebanding dengan ini adalahl kisah dalam al-Qur'an tentang Nabi yusuf, dimana para perempuan ketika menyaksikan ketampanan Nabi Yusuf merekapun memotong tangan sendiri, bagaimana keadaan jika seseorang melihat keindahan Dzat sang pemilik keindahan?.
Fana menurut ahli tasauf adalah tenggelam dalam keagungan dan penyaksian alHaq.
[14] Riwayat: Muslim;Fitan;no 19, Abu Dawud; Fitan,  bab 1,Atturmudzi;Fitan;bab 14, Ibnu Majah;Fitan;bab9, Imam Ahmad;Musnad; Juz 5,hal 278. Hadis dari Syadad bib Aus dari Nabi Saw.
[15] Ini sebagaimana terjadi pada zaman alGhazali dimana para Murid penggemar tasauf  dibebani beragam aturan oleh para Syeh Tasauf yang akan menunjukan jalan istiqomah. Adapun Tehnik tasauf alGhazali Ia mengambil langsung dari petunjuk kenabian tanpa perantara para Syeh tasauf, dan jenis tasauf ini doperuntukkan bagi penggemar berat seperti algazali sendiri.
[16] Riwayat: Ahmad,Malik, Abu Dawud,atTurmudzi, adDaromy.
[17] Sepakat para ahli Tasauf bahwa ma'rifat tidak akan sempurna dengan akal. Dalil mereka; bagi Allah adalah Allah semata. Menurut mereka jalan akal adalah jalan orang yang berakal  adalam kebutuhanya pada dalil, kerena akal adalah baru dan yang baru hanya kan menunjukan pada yang baru juga. Seorang pria bertanya pada Imam Annury: apa dalilnya Allah? Ia Jawab: Allah, Maka dimana fungsi akal? Ia jawab:Akal lemah, yang lemah hanya akan menunjukan pada yang lemah juga.
Berkata Ibnu atTo': akal adalah alat ibadah bukan bukan untuk memulyakan keTuhanan.

Cari Blog Ini