Asysyam

“Sesungguhnya berbahagialah orang yang mensuciikan jiwanya, dan sungguh merugilah orang yang mengotori jiwanya”
Tampilkan postingan dengan label Shobet. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Shobet. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Maret 2012

Allah ingin Agar Kita menjadi Indah!



Sultan al-Awliya
Mawlana Syekh Nazim al-Haqqani
22 Februari 2012     Lefke, Siprus
(Diterjemahkan dari Bahasa Turki)

Tuhan kita mencintai orang-orang yang indah.  Dia sendiri adalah Indah, Keindahan Mutlak adalah milik-Nya dan Dia mencintai orang-orang yang indah.  Kita berdoa, “Wahai Tuhan kami, jadikanlah kami orang-orang yang indah, jangan jadikan kami orang yang buruk, wahai Tuhan kami!”.

“Wahai hamba-Ku!  Aku tidak menciptakanmu sebagai makhluk yang buruk, engkau sendiri yang membuat dirimu menjadi buruk."

Wahai manusia!  Pesan seperti itu datang.  Jadilah orang-orang yang indah dan berlarilah menuju keindahan karena inilah yang diinginkan oleh Tuhan kita.  “Aku adalah indah dan Aku mencintai orang-orang yang indah.  Aku tidak mencintai orang-orang yang buruk,"  Dia berfirman.  Siapakah orang-orang yang buruk?  Mereka adalah orang-orang yang suka melakukan perbuatan buruk, yang berpaling dari hal-hal yang baik, sehingga zulmat, kegelapan datang ke wajah mereka.  Orang yang buruk tidak diterima dan Allah tidak mencintai mereka; yang Dia cintai adalah orang-orang yang indah.
Apa yang membuat seseorang menjadi indah?  Bukannya bedak atau mekap.  Orang-orang yang indah adalah hamba-hamba yang bersih, suci yang berjalan di Jalur yang diperintahkan oleh Allah.  Orang-orang yang Allah cintai dan orang-orang yang Allah berikan keindahan disandangkan dengan keindahan dan kesejahteraan yang baru setiap saat!

Setiap tindakan pembangkangan terhadap Allah (swt) atau tindakan yang mengikuti ego seseorang membuat seseorang menjadi buruk.  Tidak ada bedak, mekap, atau apa pun yang dapat menolongnya, dan dapat membuat seseorang terlihat indah lagi.  Keindahan berasal dari Allah (swt).
Wahai manusia!  Jadilah orang yang indah, jangan menjadi orang yang buruk.  Tawbah yaa Rabbii, tawbah yaa Rabbii, tawbah astagfirullah. Salaamullah `alaykum  Wahai orang-orang yang beragama Islam, orang-orang yang berilmu, wahai hamba-hamba Allah!  Yaa man Huwa yuhibu 'l-muhsiniin, Allah mencintai orang-orang yang melakukan perbuatan baik.  
Yaa Rabbii!  Jadikanlah kami termasuk orang-orang yang mempunyai ihsaan, kesempurnaan moral, karena mereka adalah orang-orang yang indah.  Tidak ada kebaikan pada orang-orang yang buruk. Yang membuat seseorang menjadi buruk adalah perbuatan yang kotor atau dosa, dan tidak mempunyai iman.  Dia menyandangkan cahaya pada orang-orang yang beriman, yang tidak beriman tetap di dalam kegelapan. Tawbah yaa Rabbii, kirimkanlah kepada kami para penolong.

Fatihah.

Ini adalah berkah pertama dan penyampaian pertama di bulan suci bagi seluruh umat manusia, di bulan Rabi` al-Akhir dari tahun 1433 Hijriah.  Jadilah indah, jangan menjadi buruk; jadilah adil, jangan menjadi zalim; jadilah orang yang baik, jangan menjadi orang yang jahat!  Inilah yang Allah (swt) inginkan, dan Dia berfirman, "Jadilah indah!"  Jadilah indah, tidak ada perintah lainnya dan inilah yang diinginkan oleh Tuhan.  "Aku Indah dan Aku mencintai orang-orang yang indah," begitulah firman Allah (swt).  Inilah yang dikatakan di dalam Injil, Taurat, Zabur dan kitab suci al-Qur’an, masyaa-Allah.  
Wahai Tuhan kami!  Kirimkanlah kepada kami para penolong dan karuniakan kami dengan hikmah dan pemahaman agar kami dapat berpikir.  Oleh sebab itu, Nabi kita (s) bersabda,
تفكر ساعة خير من عبادة سبعين سنة
Tafakkarru sa`atin khayrun min `ibaadati saba`iin sannah.
Mengingat Allah (swt) selama satu jam (dengan bertafakur atau meditasi) adalah lebih baik daripada tujuh puluh tahun ibadah.
Inilah pemikirannya, betapa indahnya!  Salam yang tak terhingga kepada Sultannya para nabi (s).  Tidak ada di antara kita yang dapat membayangkan keagungan Nabi (s) dalam pandangan Allah (swt)!  Selawat dan salam yang tak terhingga kepada Nabi tercinta (s).
Wahai manusia!  Ini sudah cukup.
Fatihah.

Pujian, tahmiid pertama adalah barakah dari hari ini.  Ia akan turun dan qahr, Kemurkaan Allah akan menghapus orang-orang yang buruk hingga hanya tersisa orang-orang yang indah di Bumi ini.  Jangan membunuh, tetapi berikan kehidupan.  Jangan mencurangi hak-hak orang, tetapi berikanlah hak-haknya.  Berikan pertolongan dan dapatkan ganjaran untuk itu.  Berlarilah dari keburukan dan jadilah orang yang indah, ini merupakan rangkuman dari semua kitab suci.

Perintah telah datang kepada saya untuk mendeklarsikan hal ini kepada orang-orang dari tempat tidur perawatan saya hari ini.  Seluruh dunia dapat mendengarnya dan mengatakan bahwa itu adalah benar.  Jika seseorang yang menyatakan salah terhadap apa yang saya deklarasikan dari tempat tidur perawatan saya, atau mengatakan bahwa apa yang masuk ke dalam kalbu saya adalah salah, semoga ia tidak akan bertahan sampai besok!  Tawbah yaa Rabbii!  Bawalah kami bersama dengan orang-orang yang indah dan jauhkanlah kami dari orang-orang yang buruk.  Siapakah yang buruk itu?  Setan!  Siapakah yang indah itu?  Sultannya para nabi (s).  Itu sudah cukup.

Fatihah.

Rabu, 14 Maret 2012

Keajaiban Kitab Suci al-Qur'an dan Rahmat Nabi Muhammad (s)


  
Mawlana Shaykh Hisham Kabbani

A`uudzu billahi min asy-Syaythaani 'r-rajiim. Bismillahi 'r-Rahmaani 'r-Rahiim.
Nawaytu 'l-arba`iin, nawaytu 'l-`itikaaf, nawaytu 'l-khalwah, nawaytu 'l-`uzlah,
nawaytu 'r-riyaadhah, nawaytu 's-suluuk, lillahi ta`ala fii haadza 'l-masjid.
  
Athi`ullaha wa athi`u 'r-Rasuula wa uuli 'l-amri minkum.
Patuhilah Allah, patuhi Nabi (s) dan patuhi orang-orang yang mempunyai otoritas atas kalian. (4:59)
Alhamdulillah, sangat sulit untuk bicara karena ini tidaklah mudah.  Saya tidak mempersiapkan sesuatu.  Saya datang untuk mendengar dan menyimak, seperti kalian.  Kalian harus mempunyai adab, hormat kepada Allah (swt) dan Nabi-Nya, Sayyidina Muhammad (s).  Nabi (s) tidak pernah berbicara sesuatu melainkan berasal dari wahyu.  Jadi adab untuk disiplin bagi umat Nabi (s) dan manusia adalah mengikuti jejak Sayyidina Muhammad (s), yang mengajarkan kita akhlak terbaik.  Sekarang orang bisa mengatakan apa saja yang mereka sukai, setiap orang bebas untuk mengatakan Islam begini atau begitu!  Bahkan Setan berkata, "Oh Tuhanku!  Aku lebih baik daripada Adam."  Itu dinyatakan dalam Kitab Suci Al-Qur'an, 
 
قَالَ أَنَا خَيْرٌ مِّنْهُ خَلَقْتَنِي مِن نَّارٍ وَخَلَقْتَهُ مِن طِينٍ
Bismillahi 'r-Rahmaani 'r-Rahiim, anaa khayrun minhu khalaqtanii min naar wa khalaqtahu min tiin.
(Ibliis) berkata, "Aku lebih baik darinya, Engkau menciptakan aku dari api, dan Engkau menciptakannya dari tanah! (38:76)
 
Dia mempunyai kekuatan untuk menghadap Tuhannya dan berkata, "Mengapa aku harus bersujud kepada Adam?  Aku lebih baik darinya."  Iblis masih percaya kepada Tuhan.  Allah (swt) mengutus Sayyidina Adam, Nuh, Musa, Jesus, dan Sayyidina Muhammad (semoga kedamaian tercurah kepada mereka semua) untuk mengajarkan kita bagaimana cara berdisiplin.  Sekarang, jika kalian ingin menjadi seorang diplomat, kalian harus mengikuti kursus, mengapa?  Untuk belajar bagaimana cara menunjukkan hormat.  Seorang duta besar harus menunjukkan hormat, bahkan kepada musuhnya.  Ia ingin membangun jembatan, bukannya menghancurkannya.  Jadi mereka dilatih untuk itu. Lalu bagaimana menurut kalian ketika bicara mengenai pesan surgawi dari Islam, atau dengan apa Jesus dan Nabi Musa (a) datang?  Kalian harus mengatakan sesuatu yang diridai Allah.  Allah tidak suka seseorang yang berdiri di podium dan menyerang orang lain, bukannya memberi daya tarik, kalian mengatakan beragam kata-kata negatif yang membuat mereka bingung dan pergi.  
 
Oleh sebab itu, tanggung jawab untuk bicara adalah sangat berat.  Dikatakan bahwa ada dua macam ilmu:  `Ilm al-Awraaq, "Ilmu Kertas," dan `Ilm al-Adzwaaq, "Ilmu Rasa".  Kalian membaca kertas, ambil uang, kemudian pergi.  Tidak peduli apakah orang lain mendengar atau tidak.  Itu adalah ilmu yang kalian peroleh melalui membaca buku-buku.  Ilmu tidak dapat diambil kecuali melalui mulut para ulama, yaitu orang-orang yang alim, yang berilmu.  Di sisi lain, `Ilm al-Awraaqartinya ilmu untuk mengetahui bagaimana cara berbicara dan menjaga manisnya kata-kata kalian sehingga orang akan mendengar.  Kalian tidak akan pernah tahu bagaimana manisnya isi cangkir ini sampai kalian mencicipinya, saya dapat menggambarkannya dengan sebuah cangkir emas bergaris kuning yang berisi air, tetapi bila kalian tidak merasakannya, apa manfaatnya?  Jadi `Ilm al-Adzwaaq adalah ilmu di mana Allah (swt) meletakkannya pada lidah ketika kalian mempunyai disiplin.
 
Para nabi dan rasul datang dengan pesan surgawi yang baik.  Surga tidak mengirimkan pesannya yang tidak manis.  Ucapan atau kata-kata kita harus mempunyai rasa manis di dalamnya, kalau tidak, kalian tidak dapat memperoleh apa-apa dari majelis itu dan lebih baik untuk tinggal di rumah.  Di mana pun dan apa pun yang kalian ikuti, jika kalian mengikuti pesan Sayyidina Muhammad (s), Sayyidina Jesus (a), atau Sayyidina Musa (a), kalian harus mempunyai disiplin untuk mengikuti suatu pesan atau orang tertentu.  Semua jalan kehidupan selalu mempunyai disiplin.  Kalian tidak bisa mengabaikannya dengan mengatakan, "Itu bukan urusanku."  Di jalan, kalian mempunyai jalur pejalan kaki dan kalian tidak boleh berjalan di jalanan, itu adalah disiplin.  Setiap negara mempunyai undang-undang dasarnya, kalau tidak pemerintah dan masyarakatnya akan kacau balau.  Setiap individu juga menerima suatu jalan untuk diikuti.

 وَلِكُلٍّ وِجْهَةٌ هُوَ مُوَلِّيهَا فَاسْتَبِقُواْ الْخَيْرَاتِ
Wa li kulli lahu wijhatu huwa muwalliihaa fa 'stabiquu 'l-khayraat.
Bagi setiap orang ada arah untuk mencapai tujuan mereka, maka berlomba-lombalah dalam kebaikan itu. (al-Baqara, 2:148)
 
Fastabiquu'l-khayraat, "Berjuanglah untuk yang terbaik."  Tugas kita adalah untuk berjuang demi yang terbaik untuk kemanusiaan dan untuk kita sendiri.  Allah berfirman kepada Nabi (s): 
 
وَإِنَّكَ لَعَلى خُلُقٍ عَظِيمٍ
Wa innaka la-`ala khuluqin `azhiim.
Dan sesungguhnya, kau (Wahai Muhammad) mempunyai akhlak yang mulia. (Al-Qalam, 68:4)
 
Akhlak, khuluq yang Allah berikan kepada Nabi (s), wa innaka la-`alaa khuluqin `azhiim, artinya, "Kau memiliki akhlak terbaik dengan perilaku terbaik dan moral yang sempurna."  Allah (swt) mendeskripsikan Nabi-Nya sebagai: 
كان خلقه القرآن
Kaana khuluqahu al-qur'an.
Akhlak Nabi (s) adalah al-Qur'an. (al-Bukhari)
 
Siapa yang ingin mencapai disiplinnya Nabi Muhammad (s), atau nabi-nabi lainnya yang ingin kalian ikuti dalam kalbu kalian, pesan itu pasti mempunyai level kesempurnaan tertinggi.  Allah (swt) melukiskan Sayyidina Muhammad (s) mempunyai akhlak terbaik lahir dan batin. 
 
قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ اللّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ            
Qul in kuntum tuhibuun Allah fatabi`uuni yuhbibukum Allah.
Katakan, "Jika engkau benar-benar mencintai Allah, ikuti aku, Allah akan mencintaimu." (3:31) 
 
Jadi, jika kini orang-orang tidak mengikuti teladan terbaik, mereka akan jatuh ke dalam masalah dan kesulitan.  Dalam Islam jika kalian melihat sebuah batu di jalan, adabnya adalah memindahkannya, karena bisa jadi ia menimbulkan kesulitan bagi orang lain, atau sebuah mobil dapat mengenainya dan menimbulkan kecelakaan.  Jadi apa tugas kalian?  Memindahkan batu itu.  Kalian tidak boleh memindahkannya dengan kaki kalian.  Siapa yang menciptakan batu itu, kalian atau Allah (swt)?  Allah yang menciptakannya.  Dengan demikian adabnya adalah dengan berjongkok, lalu ambil batu itu dengan tangan kalian, dan memindahkannya ke pinggir.  Kalian harus menyingkirkan masalah dari orang banyak dengan menyediakan waktu dan niat kalian terhadap apa yang kalian lihat di depan kalian.  Nabi (s) bersabda, "Jika kalian sungguh-sungguh mencintai Allah, ikuti Muhammad (s)."  Kita tidak bisa hanya mengucapkannya saja, kita harus mengikuti Sayyidina Muhammad (s) dengan perbuatan dan disiplin!

Allah (swt) berfirman kepada Nabi (s), "Engkau mempunyai akhlak terbaik," dan hadis meriwayatkan, "Akhlak Nabi (s) adalah al-Qur'an."  Nabi (s) adalah "Qur'an yang berbicara."  Allah (swt) menganugerahinya ilmu dari Al-Qur'an yang sangat luas dan mempunyai makna tak terbatas.  Sekarang orang-orang membatasi Al-Qur'an suci dengan mengutip ayat-ayat di luar konteks, atau dengan mengikuti arti harfiah tanpa memahaminya.  Mereka membatasinya begitu banyak hingga mereka merendahkan kitab suci Al-Qur'an dan mereka bahkan tidak menyadari apa yang mereka lakukan!  Kitab suci al-Qur'an adalah firman Allah yang sakral!  
 
 إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ كَانَتْ لَهُمْ جَنَّاتُ الْفِرْدَوْسِ نُزُلًاخَالِدِينَ فِيهَا لَا يَبْغُونَ عَنْهَا حِوَلًا قُل لَّوْ كَانَ الْبَحْرُ مِدَادًا لِّكَلِمَاتِ رَبِّي لَنَفِدَ الْبَحْرُ قَبْلَ أَن تَنفَدَ كَلِمَاتُ رَبِّي وَلَوْ جِئْنَا بِمِثْلِهِ مَدَدًا
Bismillahi 'r-Rahmaani 'r-Rahiim, inna alladziina aamanuu wa `amiluu 'sh-shaalihaat kaanat lahum jannatu'l-firdawsi nuzula khalidiina fiiha laa yabghuuna `anha hiwalaa, qul law kaan al-bahru midaadan li kalimaati rabbii wa law ji'naa bi-mitslihi madadaa

Sesungguhnya bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka surga firdaus menjadi tempat tinggalnya.  Mereka kekal di dalamnya dan mereka pun tidak ingin pindah darinya.  Katakanlah: sekiranya lautan menjadi tinta bagi  kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun kami datangkan sebanyak itu." (Surat al Kahf, 18:107-109)
 
Allah (swt) berfirman, "Katakan kepada mereka, yaa Muhammad (s), jika lautan adalah tinta dan pohon-pohon sebagai pena untuk menulis kalimat Allah, kalimat Allah tidak akan pernah habis tetapi tinta dan penanya yang akan habis!  Jadi bagaimana mereka membatasi 500 halaman kitab suci al-Qur'an?  Dan mereka mengatakan bahwa mereka adalah para ulama yang memberikan fatwa?  Allah (swt) menggambarkan kitab suci al-Qur'an di dalam kitab suci al-Qur'an.  Itu artinya, kitab suci al-Qur'an mengandung makna dan tafsir yang akan bermanfaat bagi manusia setiap saat dalam kehidupan mereka dan akan bermanfaat dalam area apa pun; baik itu psikologi, kedokteran, atau astrologi, kalian dapat menemukan apa saja di dalam Kitab suci al-Qur'an yang menerangi ilmu-ilmu tersebut.  Tetapi kalian memerlukan orang-orang yang mempelajari ilmu-ilmu tersebut untuk membaca dan mengerti.  Dan ada begitu banyak contoh dari apa yang mereka temukan dalam Kitab Suci al-Qur'an sejak 1400 tahun yang lalu.  Oleh sebab itu kalian harus mempunyai disiplin.  Ketika kalian mempunyai sesuatu yang berharga di mana kalian menyimpannya?  Jika kalian mempunyai sebuah mahkota, di mana kalian menyimpannya?  Di kepala kalian.  Apakah Qur'an bukan merupakan mahkota?  Kitab Suci al-Qur'an harus diangkat setinggi-tingginya untuk memberikan kehormatan kepada firman Allah (swt).  

Wahai ulama-ulama sekarang!  Di mana kalian meletakan Kitab Suci al-Qur'an?  Kalian hanya mengajarkan bagaimana cara berwudu dan salat, itu memang bagus, tetapi bagaimana tentang Maqaam al-Ihsaan, maqam Kesempurnaan Moral, untuk mengetahui apa yang tersembunyi?  Lihatlah pada doa ini (kaligrafi yang tergantung di dinding): rabbana atinaa min ladunka rahmatan wa hayyi lana min amrina rasyada.  Apa maknanya?  Jika kita membacanya secara harfiah, itu artinya, "Ya Tuhan kami!  Berikanlah kami rahmat dari sisi-Mu, dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami."  Itu adalah arti yang normal, tetapi kalian perlu melihatnya lebih dalam, diperbesar pandangannya (zoom in), jangan diperkecil (zoom out).  Ulama-ulama sekarang melihatnya dengan cara diperkecil.  Bila diperkecil, kalian tidak bisa melihat rahasia setiap kata dan setiap huruf dari al-Qur'an!  Rabbana atina min ladunka rahmah, "Wahai Tuhan kami! Berikanlah kami dari Samudra Rahmat-Mu!  Apakah samudra itu?  Itu artinya, "Izinkanlah kami menyelam ke dalam samudra-Mu yang tidak berawal dan tidak berakhir!  Ilmu yang mencakup awal dan akhir, `uluum al-awwaliin w 'al-akhiriin, yang telah diletakkan di sana."  Siapakah yang merupakan Rahmatali 'l-`Alamiin, rahmat bagi seluruh umat manusia?  Jadi doa itu berarti, "Masukkan kami di dalam samudra Muhammad (s); izinkanlah kami berada di sana bersamanya sebagai sahabatnya!"
 
Nabi (s) berkata kepada sahabatnya, Sayyidina Abu Bakr (r):  
 
إِذْ يَقُولُ لِصَاحِبِهِ لاَ تَحْزَنْ إِنَّ اللّهَ مَعَنَا
Idz yaquulu li shaahibi la tahzan innAllah ma`na.
Jangan bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita. (Surat at-Tawbah, 9:40)
 
Jadi ketika kalian membaca ayat itu dengan cara lain, itu artinya, "Wahai Tuhan kami!  Jangan biarkan kami dijauhkan dari navigasi dan memperdalam/memperbesar pandangan dalam rahmat yang Engkau berikan kepada Nabi (s)!"  Itu adalah ilmu al-awwaliin wa 'l-akhiriin (awal dan akhir).  Allah (swt) memberi Sayyidina Muhammad (s) segala macam ilmu.  Itu sebabnya ada begitu banyak prinsip sains yang disebutkan dalam kitab suci al-Qur'an dan ahadis sejak 1.400 tahun yang lalu.  Ini juga berarti ada suatu jalan dan koneksi bagi setiap orang ke dalam kalbu Nabi (s).  

Orang bertanya kepada kalian, "Di mana alamat kamu?"  Jika mereka menanyakannya 20 tahun yang lalu, kalian akan memberikan alamat kalian, lengkap dengan kode pos.  Sekarang kalian akan memberinya alamat e-mail kalian, yang menghubungkan kita semua di seluruh dunia dengan sebuah "server" yang menyaring (memfilter) semua e-mail.   Sekarang kita manusia menginovasi server-server, dan milyaran e-mail masuk ke dalam server-server itu.  Bagaimana menurut kalian ketika Allah (swt) mengajarkan kita untuk mengucapkan, "Ya Allah!  Berikanlah rahmat itu dan masukkan kami ke dalam kalbu Muhammadun Rasuulullah, untuk menghubungkan kalbu kita dengan server beliau sehingga beliau akan mengarahkan kita dan menunjukan suatu hubungan dengan kita."  Setiap orang mempunyai hubungan kepada Nabi (s).

Allah berfirman di dalam Al-Qur'an suci:
 وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِّلْعَالَمِينَ
Wa maa arsalnaaka illa rahmatan lil-`alamiin.
Kami tidak mengutusmu kecuali sebagai Rahmat bagi seluruh alam!  (21:107)
 
وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا    
Wa hayyi lana min amrina rasyada.
Dan lancarkan urusan kami dengan jalan yang benar. (18:10)
 
Nabi Muhammad (s) mencapai setiap makhluk di bumi melalui ayat ini, yang artinya, "Ketika Engkau menghubungkan kami dengan jalan  Sayyidina Muhammad (s) kami memperoleh hidayah, dan dari situ kami memperoleh disiplin."  Tidak ada hidayah kecuali dengan disiplin.  Jika kalian ingin memandu anak kecil, kalian harus menunjukannya disiplin.  Sama saja dengan orang dewasa.  Kalian tidak bisa mengajarkan disiplin bila kalian sendiri masih belum berdisiplin.  Kalian harus sangat berdisiplin dengan apa pun yang kalian lakukan.  Hari ini mereka mengatakan kepada kalian, misalnya, bahwa sendok untuk sup, garpu untuk salad, dan pisau untuk memotong.  Dapatkah kalian memotong dengan garpu?  Tidak.  Jika kalian melakukannya, mereka mengatakan, "Kita perlu mengajarkan orang ini tentang etiket."  Dapatkah kalian makan dengan kaki kalian?  Tidak, kalian berjalan dengan kaki kalian. 

Nabi (s) bersabda, "Pada hari Kiamat, orang-orang akan berjalan dengan kepala mereka."  

Sayyida `Ayisya (r) bertanya, "Bagaimana mereka berjalan dengan kepala mereka?"  
Nabi (s) menjawab, "Dia yang membuat orang berjalan dengan kaki dapat membuat orang berjalan dengan kepala mereka."  

Wahai Muslim dan non-Muslim!  Berhati-hatilah!  Bisa jadi Allah membuat kita berjalan dengan kepala kita pada Hari Kiamat nanti, dan itu adalah hukuman (berjalan di atas kaki kita bukanlah hukuman).  Jika Allah tidak memberikan Rahmat-Nya, kalian tidak akan mendapat bimbingan!  Allah (swt) berfirman, 
 
إِنَّكَ لَا تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَن يَشَاء وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ
Innaka laa tahdii man ahbabta walaakin allah yahdii man yasya'a wahuwa aa`alamuu bil-muhtadiin.
Sesungguhnya kalian tidak dapat memberi hidayah kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah (swt) memberi hidayah kepada orang-orang yang Dia Kehendaki dan Dia Maha Mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk. (28:56)
 
Itulah sebabnya dua hari yang lalu kami terangkan tentang ayat Qur'an:

يَا أَيُّهَا الْمُدَّثِّرُقُمْ فَأَنذِرْ وَرَبَّكَ فَكَبِّرْ وَثِيَابَكَ فَطَهِّرْ 
Yaa ayyuha 'l-mudatstsir, qum fa andzir wa rabbuka fa-kabbir.
Wahai orang-orang yang berselimut!  Bangun dan berilah peringatan, dan Tuhanmu, agungkanlah!  (Surat al-Muddatstsir, 74:1-3)
 
"Wahai orang-orang yang berselimut!"  Itulah maknanya di sini.  Qum fa andzir, "Berdirilah dan berilah peringatan kepada manusia."  Wa rabbuka fakabbir, setelah memperingatkan mereka, "tunjukkan kebesaran Allah."  Mengapa Nabi (s) harus memperingatkan mereka dan memperlihatkan kebesaran Allah?  Ketika kalian mengatakan "pujian", "pengagungan", dan "kebesaran", itu artinya kalian ingin mengatakan sesuatu yang membuat kalian bahagia.  "Wahai Nabi (s), yang menyelimuti diri!  Berilah peringatan kepada manusia tentang Allah dan kebesaran-Nya, lalu agungkan dan berikan pujian kepada Allah, karena itu adalah hal terpenting yang dapat dilakukan oleh seseorang!"  Itulah makna harfiahnya, tetapi ketika diperdalam, diperbesar (zoom in),

Apakah menurut kalian, Allah (swt) akan berkata kepada Nabi-Nya (s), "Wahai orang yang berselimut!"  Diselimuti oleh apa?  Mereka berkata bahwa beliau menyelimuti dirinya dengan sehelai kain, selimut, atau abaa, jubahnya, karena beliau menggigil sebagai dampak turunnya wahyu.  Beliau, "Wahai orang yang Kuselimuti dengan Asmaul Husna wal Sifat yang tak pernah berakhir!  Yaa Muhammad, yang merupakan cahaya Surga!  Cahaya Hadirat Ilahi telah termanifestasi ke dalam dirimu!  Berdirilah di Hadirat Ilahi ini, Dia mengirimkan pujian yang tinggi bagimu.   Agungkanlah Tuhanmu atas Kebesaran-Nya dan hiasi manusia dengan apa yang telah Kuhiasi dirimu!  Peringatkan mereka bahwa Asmaul Husna wal Sifat ini telah siap untuk disandangkan kepada mereka, dan jangan biarkan mereka lari dari samudra itu!"  Itulah sebabnya Dia berfirman, wa rabbuka fa-kabbir, "Dan Tuhanmu Yang Mahabesar, agungkanlah dan akui kebesaran-Nya!"
 
Wahai Muslim dan non-Muslim!  Kitab suci al-Qur'an adalah sebuah kitab tetapi ia tidak diciptakan.  Ia disusun sepenuhnya oleh para Sahabat (r).  Mereka mendengar dan melihat turunnya wahyu, mereka melihat apa yang kita tidak lihat.  Nabi (s) hidup dengan wahyu itu dan tidak ada orang lain yang melakukannya.   Beliau memberikan wahyu itu, manisnya wahyu itu dari mulut sucinya.  Beliau membacanya dengan jalan yang suci dan tidak ada orang yang mendengarnya kecuali para Sahabat dan mereka meneruskannya dengan menyusunnya menjadi sebuah kitab.  Tetapi kata-kata yang telah diturunkan mengandung rahasia-rahasia Allah yang tak terhingga yang diturunkan kepada Nabi (s)!  Jika seluruh dunia ini menjadi pena dan seluruh samudra menjadi tinta, maka apa yang Allah berikan kepada Nabi (s) sekarang tidak akan pernah berakhir dan apa yang Allah berikan kepada Nabi (s) sejak awal hingga sekarang itu tidak lain melainkan hanya setetes dari apa yang Allah akan berikan!
 
Wahai Muslim!  Ambillah Cahaya Qur'an dan manfaatnya sebagai sebuah mahkota.  Jika kalian tidak membacanya, letakkan al-Qur'an di atas kepala kalian setiap hari dan biarkan cahayanya memasuki seluruh tubuh dan sistem saraf kalian.  Ia akan mempengaruhi kalian dan membuat kalian lebih kuat pada hari itu.  Tetapi apa yang kita lakukan?  Kita menyimpan al-Qur'an di dalam lemari dan berkata, "Kami mendapat manfaatnya."  Di beberapa negeri, seperti di Indonesia dan beberapa negeri Arab, mereka menjahit sampul untuk al-Qur'an dan menggantungnya di rumah mereka sebagai berkah.  Di sini, saya tidak pernah melihat kitab suci al-Qur'an tergantung.  Kalian lihat orang-orang di sini, di masjid, mereka membaca Qur'an, dan ketika selesai mereka meletakannya di lantai!  Itu bukan adab, karena dengan demikian kaki mereka lebih tinggi daripada Kitab Suci al-Qur'an pada saat mereka salat.  Kitab Suci al-Qur'an harus berada di atas kepala kalian!  Siapa yang menghormati al-Qur'an, Allah akan menghormati mereka di Hari Kiamat, dan siapa yang tidak menghormatinya, Allah akan merendahkannya di Hari Kiamat.  Semoga Allah (swt) mengampuni kita dan menggolongkan kita sebagai orang-orang yang menghormati kitab suci al-Qur'an.   
 
Alhamdulillah, ini adalah sebuah masjid baru di daerah Washington, D.C. Tempatnya kecil, tetapi bila kita menyelesaikan lantai atas, insya Allah ruang utama akan dapat menampung banyak orang.  Ruang utama di atas masih dalam proses renovasi.  Ini adalah satu-satunya ruangan yang sudah siap sekarang.  Ini adalah berkah dari Mawlana Syekh Nazim (q) dan himmah beliau, membawa cahaya dan rahmat dari kitab suci al-Qur'an dan Nabi kita (s) ke Amerika dan ke seluruh dunia. 

Wa min Allahi 't-tawfiiq, bi hurmati 'l-habiib, bi hurmati 'l-Fatihah. 

Tujuh Batu Permata yang Menyeimbangkan Bumi


Mawlana Syekh Hisyam Kabbani



Ketika tambang itu runtuh, inspirasi Mawlana pada saat itu ketika saya memberikan pelajaran (ceramah) adalah bahwa Grandsyekh berkata, “Ada tujuh permata, berlian di dunia ini, dan di setiap berlian itu terdapat gambar Jibril (a).”  Ada tujuh di seluruh dunia dan Allah mengetahui di mana mereka.  Satu bersama Mahdi (a).  Ketika para penambang itu terjebak, mereka sangat dekat dengan batu permata itu sehingga jika mereka terus melanjutkan penggaliannya, mereka akan menemukan harta karun di sana!  Mereka (awliya) tidak ingin harta itu terlihat, itulah sebabnya segala sesuatu menjadi runtuh di atas kepala mereka.  Tetapi walaupun terjadi reruntuhan, itu tidak mempengaruhi mereka karena di sana ada sebuah gua dan mereka memasuki gua itu.

Allah (swt) berfirman di dalam Kitab Suci al-Qur’an:

فَأْوُوا إِلَى الْكَهْفِ يَنشُرْ لَكُمْ رَبُّكُم مِّن رَّحمته ويُهَيِّئْ لَكُم مِّنْ أَمْرِكُم مِّرْفَقًا

faauuw ila ‘l-kahfi yanshur lakum rabbukum min rahmaatihi wa yuhayyi lakum min amrikum mirfaqa.
Berlindunglah ke dalam gua, niscaya Tuhanmu akan melimpahkan sebagian rahmat-Nya kepadamu dan menyediakan sesuatu yang berguna bagimu dalam  urusanmu." (Surat al-Kahf, 18:16)

Dia berfirman, “Berlarilah ke dalam gua!”  kepada orang-orang yang melarikan diri dari penindasan sultan pada saat itu.  “Berlarilah ke dalam gua dan Allah akan mengirimkan rahmat-Nya kepadamu.”  Jadi ketika para penambang itu berlari ke dalam gua dan gunung itu runtuh, reruntuhannya tidak mengenai mereka dan dari gua itu mereka bisa berhubungan dengan orang-orang dan memperoleh air dan penerangan.  Jadi saya memberikan suatu pelajaran panjang mengenai hal itu.

Orang Chile dan Argentina mempunyai iman yang kuat, bukannya setengah-setengah, tidak.  Mereka mempunyai iman yang kuat!  Alhamdulillah, saya tidak melihat keimanan yang seperti itu, kecuali di Indonesia.  Orang Indonesia juga seperti itu; mereka mempunyai iman yang kuat.  Kalian mengatakan sesuatu, mereka lalu menangis.  Saya tidak pernah melihat ada orang menangis di sini, saya dan kalian, kita tidak menangis.  Tetapi di sana, di Indonesia, mereka membuat setiap orang menangis.  Orang-orang Chile dan Argentina juga sama: mereka cepat menangis karena mereka mempunyai iman yang kuat.  Tetapi sungguh, tajali di sana begitu kuat, kalian dapat merasakannya.

Jadi ada tujuh batu permata di  dunia tetapi batu-batu itu tidak akan diberikan kepada kalian.  Jika satu batu itu jatuh ke tangan kalian, dengan segera jin akan datang dan mengatakan, “Kembalikan amanat itu kepadaku!”  Jadi jangan dicari, karena batu-batu itu bukan untuk dimiliki oleh manusia, mereka adalah untuk menyeimbangkan bumi.  Jika batu-batu ini hilang, maka bumi akan kehilangan keseimbangannya.  Jika malaikat memindahkan batu itu sedikit saja, maka akan terjadi gempa bumi dan dengan segera gelombang elektromagnetik di daerah itu akan menggerakkan bumi agar tidak memindahkan batu-batu itu, batu-batu berlian itu.  Jadi setiap kali terjadi gempa bumi, ingatlah bahwa batu itu telah bergeser sedikit.  Jika ia bergeser lebih banyak lagi, maka akan terjadi gempa yang lebih besar.  Jika ia terus bergerak lebih banyak lagi, maka tidak ada jalan untuk mengontrol gempa bumi itu.  Setiap kali gempa itu terjadi, kalian harus ingat bahwa Hari Kiamat sedang mendekat.

Allah (swt) berfirman di dalam Kitab Suci al-Qur’an:

إِذَا زُلْزِلَتِ الْأَرْضُ زِلْزَالَهَاوَأَخْرَجَتِ الْأَرْضُ أَثْقَالَهَا وَقَالَ الْإِنسَانُ مَا لَهَايَوْمَئِذٍ تُحَدِّثُ أَخْبَارَهَا بِأَنَّ رَبَّكَ أَوْحَى لَهَا
idza zulzilat al-ardhu zilzaalah, wa akhrajatil ardhu atsqaalaha, wa qaalat al-insaanu maa laha yawmaidzin tuhadditsu akhbaarahaa bi-anna rabbaka awhaa lahaa.  ..."
Ketika bumi diguncangkan dengan guncangan dan bumi telah mengeluarkan beban-beban beratnya, dan manusia bertanya, “Ada apa dengannya?” Pada hari itu ia akan menceritakan beritanya.  Karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan kepadanya,  (az-Zalzalah, 99:1-5)

Gempa bumi akan mengguncang, tetapi bukan dengan guncangan biasa, dan ia akan mengeluarkan apa yang tersembunyi; apa yang terkubur di dalamnya akan muncul.  Sekarang para ulama menjelaskan hal ini dengan merujuk pada Hari Kebangkitan di mana seluruh orang yang telah meninggal dunia, mereka yang telah dikubur akan bangkit kembali.  Tetapi itu bukanlah satu-satunya makna, itu adalah salah satu penafsirannya.  Allah (swt) akan membawanya kembali untuk diberikan kepada kalian.  Dia akan memberi kalian sebuah tanda.  Guncangan besar itu akan membawa harta karun dari dasar tanah yang akan berada dalam pengendalian Mahdi (a).  Jin akan diperintahkan untuk membawa segala harta yang memungkinkan ke permukaan bumi dari bawah tanah.  Lalu, di mana mereka akan meletakannya?  Di Masjid al-Amawi di Damaskus!  Seluruh harta di dunia—emas, berlian, dan segalanya—tak ada yang tersisa.  Orang akan lewat dan melihatnya, tetapi mereka tidak akan menyentuhnya, karena pada saat itu tidak ada orang yang memerlukannya lagi.  
Jadi pada saat itu, wa qaala al-insaanu maa laha, “Manusia menangis (karena menderita), ‘Ada apa dengannya (Bumi)?’"  Manusia akan berkata, “Apa yang terjadi!?  Apa yang terjadi!?”   Yawmaidzin tuhadditsu akhbaarahaa, pada hari itu bumi akan menceritakan beritanya.”  Jadi apa yang terjadi?  Pada saat itu, di masa Mahdi (a), bumi akan berbicara dengan kalian, mengatakan kesalahan apa yang telah kalian lakukan, jadi kalian bisa bertobat.  Di masa Mahdi (a) semua orang akan menjadi saleh, karena mereka semua bertobat dan memberikan bay’at kepada Mahdi (a)!  Tuhadditsu akhbaarahaa bi-anna rabbaka awhaa lahaa, “Dia akan menceritakan beritanya karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan kepadanya.”   Apapun yang telah diturunkan Allah (swt), Dia mengirimkannya sebagai wahi, wahyu.  Ini artinya bahwa bumi itu begitu penting, sangat disayang oleh Allah sehingga Dia memberikannya kepada manusia.

Bagaimana Allah mengirimkannya sebagai suatu wahyu?  Untuk manusia kita mengatakannya, “inspirasi”.  Hanya para nabi yang menerima wahyu.  Tetapi  Allah mengirimkan wahyu kepada bumi.  Ini artinya Allah memberi manusia sesuatu yang sangat disayang-Nya agar manusia dapat hidup dengan damai, tetapi mereka mengancurkannya, karena mereka adalah para penindas.  Pada saat itu orang-orang akan berlari-larian.  Berlari ke mana?  Dalam arti yang diberikan para ulama, itu artinya berlari ke akhirat, dalam arti harfiahnya, itu artinya berlari menuju Mahdi (a), untuk berada di Syam, sedemikian rupa sehingga bagi seseorang yang jauh, seperti di Malaysia, ia akan mampu pergi ke Syam dalam satu langkah hanya dengan mengucapkan, “Bismillahi 'r-Rahmaani 'r-Rahiim.” 

Itu akan menjadi masa yang penuh dengan keajaiban.  Bi anna rabbaka awhaa lahaa, “Karena Tuhanmu telah memerintahkan kepadanya (memberinya wahyu).”  Pada saat itu, orang akan datang dalam kelompok untuk melihat apa yang telah mereka lakukan, sebagaiman Allah (swt) berfirman:

 يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ وَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ

Faman ya`mal mitsaqaala dzarratin khayran yaraah, wa man ya`mal mitsaqaala dzarratin syarran yaraah.
Di sana, barang siapa yang mengerjakan suatu kebaikan walau hanya seberat atom  niscaya ia akan melihatnya dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan walau hanya seberat atom, niscaya ia akan melihatnya pula. (Surat az-Zalzalah, 99:7,8)

“Barang siapa yang melakukan suatu kebaikan kecil, ia akan menjumpai kebaikan.”  Apa yang dimaksud dengan “kebaikan” di sini?  Itu artinya ia tidak akan berada di tangan Dajjal, yang akan pergi ke seluruh dunia kecuali ke Mekah, Madinah dan Syam.  Jadi barang siapa yang melakukan kebaikan tidak akan jatuh ke tangan Anti Kristus, melainkan ia akan menjumpai kebaikan bersama Mahdi (a).  Orang-orang yang melakukan kejahatan akan bersama dengan setan, dengan jin kafir dan dengan Anti Kristus, Dajjal..

Jadi batu itu adalah equilibrium, titik keseimbangan yang menggerakkan gempa bumi atau apapun, dan itu akan terjadi seperti itu.  Semoga Allah mengampuni kita dan memberkati kita.
Bi hurmati 'l-habiib, bi hurmati 'l-Fatihah.

Selasa, 13 Maret 2012

Apa yang Terjadi di Dalam Kubur



Sultan al-Awliya
Mawlana Syekh Nazim al-Haqqani


A`uudzu billahi min asy-Syaythani ‘r-rajiim. Bismillahi 'r-Rahmaani 'r-Rahiim. HasbunAllahu wa ni`ma ’l-wakiil ni`ma ’l-mawla wa ni`man nashir. Ghufraanaka Rabbana wa ilayka ’l-mashiir. Fatihah.

(Murid: Ini dari negeri Basque. Engkau mengatakan kepada wanita yang berada di sini yang berasal dari negeri Basque untuk membuat pegangan kapak.  Mereka membuatkannya untukmu.  Ini adalah kayu istimewa, dari sebuah pohon yang disebut Bokh.)
(Mawlana Syekh Nazim mengayunkan pegangan kapak itu dan tertawa.)
Dari negeri mana?
(Negeri Basque).
España?
(Ya).
Di sisi Pyrenees? atau sisi Mediterania?
(Ya, dekat Pyrenees di sisi Atlantik, di sisi seberangnya.)
Hey! (Mawlana Syekh Nazim mengangkat pegangan kapak dan tertawa). Syukran, syukran.
(…gemetar.. tangan seperti ini).  
Ia adalah orang yang sangat pemarah.  Kemarahan membuat hal ini terjadi.  Ia harus membuat hatinya lebih lapang agar dapat menerima orang lain, sesuatu telah mempengaruhinya dan ia menjadi seperti ini.  Ia bisa mengucapkan Yaa Haliim 100 kali.
(Mawlana Syekh Nazim berdoa untuk seorang bayi, membacakan Surat al-Fatihah.)
Amiin, amiin, amiin. RabbunAllah, HasbunAllah. RabbunAllah, HasbunAllah, RabbunAllah. HasbunAllah wa ni`mal-wakiil, ni`ma ’l-mawla wa ni`ma ’n-nashiir. Ghufraanaka Rabbanaa wa ilayka ’l-mashiir.
Fatihah.


Ketika kita dikuburkan di kubur kita, dua malaikat akan datang dan suara mereka bagaikan guntur. Pada saat itu ruh kita akan kembali ke jasad, kemudian kedua malaikat itu akan berkata, “Wahai Pria! Wahai Wanita! Siapakah Tuhanmu?”  jawaban yang benar untuk dikatakan adalah “Allah!”
“Siapa Nabimu?”
“Sayyidina Muhammad (s).”
“Kitab apa yang pernah kau baca selama hidupmu, apakah kitab suci yang telah diturunkan dari langit kepada Sayyidina Muhammad (s)?”
“Qur’an al-Kariim.”
Lalu mereka akan bertanya, “Ke mana engkau mengarahkan dirimu ketika salat?”
Katakan, “Ke Ka`abah, Rumah Tuhan.”
Setiap kali mereka bertanya dan kalian menjawabnya, ada jawaban dari langit yang akan menegaskan, “Ya, ia berkata benar.”
Setelah itu muncul api di sekeliling kalian.  Dari satu sisi datang salat-salat kalian yang menjaga kalian dari api, dan kemudian dari sisi yang lain puasa kalian melindungi kalian.  Kemudian dari atas menutupi kepala kalian, jika kalian mampu pergi ke Hijaaz (untuk menunaikan Haji), itu akan melindungi kalian dari api.  Kemudian sedekah kalian melindungi kalian dari bagian kaki.  Kemudian api itu pun pergi, dan datanglah sebuah perintah dari langit, “Bukalah kuburnya, jangan tinggalkan ia di sana.  Hamparkan taman surga di mana ia bisa tinggal hingga Hari Kebangkitan, melihat surga dan bertemu dengan Nabi Penutup (s)!
Hal itu akan datang, oleh sebab itu, kita harus mengucapkan, “RabunAllah, HasbunAllah.”  Pria dan wanita, jagalah kehormatan kalian, itu penting.  Tempat itu akan menjadi taman surga yang luas, taman Firdaus, beberapa orang akan memiliki 60 yard, dan ada pula yang 100 yard  Oleh sebab itu Nabi (s) bersabda, “Wahai umatku!  Jangan pikir bahwa kuburan itu hanya seperti yang engkau lihat.  Sebagian dari mereka adalah taman surga dan sebagain lagi penjara yang penuh api!”
Semoga Allah melindungi setiap orang agar tidak masuk ke dalam api neraka!  Kita berharap semua orang yang baru masuk Islam menerima untuk menjadi hamba Tuhan.  Jagalah penghambaan kalian, dan para wanita, jagalah kehormatan kalian.  Kini orang-orang telah kehilangannya.  Seluruh dunia mengatakan bahwa kita telah mencapai puncak peradaban, tetapi sungguh mereka telah jatuh, mereka hanya mengejar aspek materi. Tak seorang pun, atau hanya sedikit sekali pengecualian yang meminta harta surgawi dan mengharapkan Surga.  Ya, setiap orang menantikan hari akhirnya, jam terakhir, dan waktu-waktu terakhirnya.  Sekarang kehidupan orang-orang menurun, mungkin 60 tahun dan kemudian mereka meninggal.   Kalian bisa hidup hingga 90 tahun, saya sekarang menunggu waktu kapan saya akan pergi!  Insyaa-Allah, dengan iman yang murni itu akan membuat saya bahagia di dunia dan akhirat, (dan untuk) kalian semua.
Bahkan jika saya hidup hingga 100 tahun, suatu akhir pun akan tiba.  Nabi Nuh (a) hidup seribu tahun dan ia terkejut ketika Izra`iil (a) datang untuk mencabut nyawanya yang murni.  Ia berkata, “Begitu cepat seribu tahun berlalu.”  Bukannya seribu tahun, seratus ribu tahun pun akan berakhir, atau dalam jutaan atau miliaran tahun, akhir akan tiba, satu triliun, quadriliun, pentiliun tahun, suatu akhir akan tiba!  Kita memohon untuk keabadian, keabadian, keabadian!  Jangan sampai tertipu oleh Setan atau terperangkap dalam jebakannya!  Kita meminta keabadian, kehidupan abadi yang tak pernah berakhir dalam Hadirat Suci Tuhan kita!  Jangan sampai tertipu dengan dunia!
Saya berpikir bahwa saya seperti anak kecil, dan sekarang saya melihat kematian datang untuk membawa saya.  Beberapa dari mereka akan terangkat, beberapa yang lain akan dilempar ke bawah.  Jagalah diri kalian!  Jagalah keyakinan kita!  Jagalah perintah surgawi, agar Tuhan kita rida dengan kita!  Berusahalah untuk membuat-Nya senang dengan kalian, dan tidak ada lagi yang lain yang akan menjadi kebahagiaan yang tak pernah berakhir bagi kalian!
Kalian akan memasuki Surga.  Setiap orang akan masuk Surga, misalnya di ruang ini.  Di hari kedua ia (ukurannya) akan menjadi dua kali lipat dan pada hari ketiga menjadi tiga kali lipatnya.  Di hari keempat, empat kali lipat lebih besar.  Allah, Tuhan Surgawi selalu menganugerahkan kalian kehidupan sejati, kalian lihat.  Inilah dia.  (Mawlana Syekh Nazim menyapu kedua tangannya bersama).
Semoga Allah mengampuni kita.  (Semoga ada) hari-hari yang menyenangkan bagi kalian dengan iman yang kuat, agar selamat di dunia dan akhirat.  Jagalah perintah suci dan kalian akan bahagia dan mempunyai kehidupan yang manis di dunia dan dalam kehidupan yang abadi.

(Tamu Spanyol membaca qasidah dan Salaat an-Nabi (s) dalam versi Spanyol yang mereka temukan dari umat Muslim terdahulu di Spanyol.)
Fatihah.

Samudra Basmalah


Mawlana Syekh Hisyam Kabbani13 Januari 2012 Burton, Michigan
Khotbah Jumat di Masjid As-Siddiq


Kita bersyukur kepada Allah atas nikmat-Nya, baik yang nyata maupun yang tersembunyi dan kita bersyukur kepada-Nya atas segalanya dan kita bersyukur kepada-Nya karena dijadikan sebagai umat Sayyidina Muhammad (s)

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللّهَ وَكُونُواْ مَعَ الصَّادِقِينَyaa ayyuhalladziina aamanuu ittaquullah wa kuunuu ma` ash-shaadiqiin.

Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaknya kamu bersama orang-orang yang benar (dalam perkataan dan perbuatan). (Surat at-Tawbah, 9:119)

Wahai Saudara-Saudari Muslim! Allah (swt) telah memerintahkan kita untuk memiliki takwa di dalam kalbu kita, untuk memperhatikan segala yang kita lakukan, apakah itu membuat Allah rida atau tidak rida? Seseorang yang mempunyai ketakwaan akan berusaha untuk menghindari apa yang tidak disukai oleh Allah dan ia akan melakukan apa yang diridai-Nya, di mana hal itu memperlihatkan apakah kita tulus atau tidak. Kalian mungkin bisa tulus kepada teman kalian atau terhadap dunia, tetapi Allah (swt) ingin agar kalian tulus kepada-Nya.

الدني جيفة و طلابها كلابهاAd-dunya jiifatun wa thulaabuha kilaabuha.Dunia bagaikan bangkai dan orang-orang yang mengejarnya ibarat anjing. (Hadis)


Anjing dan hyena mengejar bangkai yang berbau busuk, meskipun kadang-kadang jika kalian meletakkan daging yang bau di hadapan anjing atau kucing, mereka tidak akan memakannya. Dunia bagaikan bangkai dan orang-orang yang mengejarnya untuk menggigitnya, mereka bagaikan anjing. Itu adalah sebuah peringatan agar berhati-hati, jangan sampai kalian menempatkan cinta dunia terlalu banyak di dalam kalbu kalian, dan kemudian melupakan cinta pada akhirat! Mereka yang sangat mencintai dunia telah memonopoli segala hal di dunia, dan mereka menaikkan dan menurunkan harga semau mereka, hanya bertujuan untuk membuat orang lain menjadi bangkrut.

“Adil,” adalah untuk bersikap adil di dalam segala urusan: dengan diri kalian, keluarga kalian, masyarakat kalian, dan dengan negeri kalian, jadi kalian berurusan dengan segala hal di hadapan kalian dengan adil. Kalian tidak bisa menentang keadilan, bahkan terhadap diri kalian sendiri. Jika kalian merasa bahwa suatu hal akan membuat kalian terlihat buruk, maka jangan lakukan hal itu. Itulah takwa: menjaga apa yang diridai Allah dan meninggalkan apa yang tidak disukai-Nya.

Allah (swt) memberi kita sesuatu seperti roket, untuk mendorong kita menuju ketakwaan kepada-Nya; sesuatu yang sangat sederhana, yaitu wahyu pertama. Jika itu tidak penting, maka ia tidak akan menjadi ayat pertama. Apa yang Allah (swt) katakan? Iqra! “Bacalah!” Dan apa yang mengikutinya? bismi rabbika, “Dengan Nama Tuhanmu, ucapkanlah ‘Bismillah’!” Itu artinya, ucapkanlah “Bismillahi 'r-Rahmani 'r-Rahiim.” Jadi di antara dua huruf ini, yaitu “ba” dan “alif,” seluruh makhluk diciptakan, dan Allah (swt) meletakkan semua ilmu di dalam “Bismillahi 'r-Rahmani 'r-Rahiim.”Abu Hurayrah (r) meriwayatkan dari Nabi (s):


كل أمر ذي بال لا يبدأ فيه ببسم الله الرحمن الرحيم فهو أقطع أو (فهو ابتر)kullu amrin dzi baalin la yabtada bi Bismillahi 'r-Rahmani 'r-Rahiim fa huwa aqtha` aw fahuwa abtar.

Melakukan segala sesuatu yang terlintas di dalam pikiran namun tidak dimulai dengan "Bismillahi 'r-Rahmani 'r-Rahiim." maka ia akan terputus.

Jika suatu perbuatan tidak dimulai dengan “Bismillahi 'r-Rahmani 'r-Rahiim,” apapun yang kalian lakukan, atau kalian pikirkan, maka itu tidak ada berkahnya! Itu artinya segalah sesuatu yang terlintas dalam pikiran kalian, baik itu penting atau tidak, harus dimulai dengan “Bismillahi 'r-Rahmani 'r-Rahiim.” Ketika kalian keluar atau masuk ke dalam rumah, ketika kalian berwudu, ucapkanlah, “Bismillahi 'r-Rahmani 'r-Rahiim.” Ketika kalian ingin melakukan salat, ucapkanlah, “Bismillahi 'r-Rahmani 'r-Rahiim. asy-hadu an laa ilaaha illa-Llah wa asy-hadu anna Muhammadan rasuulullah,” dan ini akan memperbarui keimanan kalian, dan barulah kalian masuk atau memulai salat kalian.


Itulah sebabnya, beberapa mazhab, seperti mazhab Syafi’i mengatakan bahwa kalian harus mengucapkan “Bismillahi 'r-Rahmani 'r-Rahiim” dengan suara lantang/nyaring karena itu adalah satu ayat dari Kitab Suci al-Qur'an, sementara mazhab Hanafi mengatakan bahwa itu bukan bagian dari al-Fatihah, tetapi tetap dibaca dengan suara pelan.


عن جابر بن عبد الله قال: لما نزل ( بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَـنِ الرَّحِيمِ ) هرب الغيم إلى المشرق وسكنت الرياح ،وهاج البحر وأصغت البهائم بآذانها، ورجمت الشياطين من السماء، وحلف الله تعالى بعزته وجلاله أن لا يسمى اسمه على شيء إلا بارك فيهidza nazal bismillahi 'r-rahmani 'r-rahiim harab al-ghaym ila al-masyriq...

Ketika “Bismillahi 'r-Rahmani 'r-Rahiim” diturunkan (ketika Kitab Suci al-Qur'an pertama kali diturunkan kepada Nabi (s)), hal itu diketahui oleh seluruh makhluk di alam semesta, (dan) angin berhembus ke timur. (Dipetik dari Ibn Mardawayh, dilanjutkan di bawah ini)

Angin itu merasa, “Kini Allah (swt) menurunkan sesuatu yang hebat kepada manusia, biarkan aku berlari (dengan bebas), jika aku tidak mengucapkan‘Bismillahi 'r-Rahmani 'r-Rahiim’.” Ketika ia bergerak, ia mengucapkan, “Bismillahi 'r-Rahmani 'r-Rahiim” dan ia juga menjadi tenang, dan samudra mulai mempunyai gelombang yang besar disertai badai, dan binatang-binatang membuka telinga mereka untuk mendengar, “Bismillahi 'r-Rahmani 'r-Rahiim.” Samudra menjadi takut, dan ombaknya pecah, memberi tanda, “Yaa Rabbii! Jangan hukum kami!” Ya, samudra juga dapat dihukum, jika Allah (swt) melenyapkan mereka dari alam semesta, atau Setan-Setan dilempari batu dari langit. Allah bersumpah kepada Diri-Nya sendiri, “Semua yang membacakan, ‘Bismillahi 'r-Rahmani 'r-Rahiim’ pada sesuatu, Allah akan memberikan berkah padanya.”


Wahai Muslim! "Bismillahi 'r-Rahmani 'r-Rahiim" menyelamatkan kita dari banyak hal. Ketika kalian mengucapkan, "Bismillahi 'r-Rahmani 'r-Rahiim," Allah akan memberi berkah dalam segala hal yang kalian lakukan. Ibn Mas`ud (r) meriwayatkan, “Barang siapa yang ingin selamat dari sembilan belas malaikat yang menjaga api neraka, agar mereka tidak mendekatimu, maka kamu harus membaca ‘Bismillahi 'r-Rahmani 'r-Rahiim.’” Jika kalian ingin selamat dari kesembilan belas malaikat yang menjaga neraka, agar kalian senantiasa terbebas darinya, Allah akan membuat sebuah surga bagi kalian dari setiap huruf dari kesembilan belas huruf "Bismillahi 'r-Rahmani 'r-Rahiim". Jadi setiap huruf akan menyelamatkan kalian dari satu malaikat yang bertanggung jawab atas nerakat, huruf pertama akan menyelamatkan kalian dari malaikat pertama, huruf kedua dari malaikat kedua dan seterusnya.

Dan diriwayatkan dari Ibn `Abbas (r) bahwa orang tua yang mengirimkan anak mereka untuk menghafalkan Kitab Suci al-Qur'an pada usia lima, enam, atau tujuh tahun, pertama kali mereka mengucapkan, "Bismillahi 'r-Rahmani 'r-Rahiim,” karena anak-anak adalah polos, tanpa dosa, Allah (swt) akan menyelamatkan orang tuanya dari api neraka dan memberi mereka pembersihan, bara`ah. Jadi ajarilah anak-anak kalian untuk mengucapkan, "Bismillahi 'r-Rahmani 'r-Rahiim," tetapi pertama ajari dulu diri kalian untuk mengucapkannya, karena banyak orang yang tidak mengucapkannya dalam setiap `amal. Semoga Allah (swt) memberi kita berkah dari "Bismillahi 'r-Rahmani 'r-Rahiim" dalam segala hal yang kita lakukan.


Dan hadis terakhir: “Barang siapa yang membaca ‘Bismillahi 'r-Rahmani 'r-Rahiim’ pada sesuatu, pada setiap huruf Allah akan menuliskan empat ribu pahala dan menghapuskan empat ribu dosa baginya dan mengangkat derajatnya empat ribu tingkat menuju Surga.”Wahai Muslim! Ingatlah untuk mengucapkan, "Bismillahi 'r-Rahmani 'r-Rahiim" dan kita akan selamat di dunia dan akhirat. Ya fawzan li ’l-mustaghfiriin istaghfirullah.

Cari Blog Ini