Asysyam

“Sesungguhnya berbahagialah orang yang mensuciikan jiwanya, dan sungguh merugilah orang yang mengotori jiwanya”

Senin, 07 November 2011

Ketika Istri Tersenyum

The Teaching of Grandshaykh Abdullah Faiz ad-Daghestani
by Maulana Shaykh Nazim al-Haqqani

Bagaimana seorang istri menerima suaminya? Grandsyeh kita memberikan Pengetahuan Ilahiah mengenai hal ini:

"Ketika seorang wanita tersenyum kepada suaminya, Allah memerintahkan seluruh surga membukakan pintu untuk dia masuk. Baginya, secara khusus Allah mempersiapkan sebuah istana bagaikan istana yang belum pernah dipersiapkan sebelumnya. Ia akan menganugrahkan berkah yang belum pernah dianugerahkan sebelumnya! Mengapa Allah yang Maha Kuasa menganugrahkan berkah sedemikian rupa? Karena ketika seorang istri tersenyum kepada suaminya, dia mengangkat semua kesulitan dalam sehari dari pundak suaminya. Hal ini memberikan cinta di antara mereka, dari hati istri kepada suami."

"Cinta adalah alasan untuk melanjutkan kehidupan keluarga. Jika tidak ada cinta, keluarga itu berpisah. Oleh karena itu, Allah menyukai wajah-wajah tersenyum. Ini adalah hal yang sederhana, tapi sangat penting. Allah tidak pernah menyukai kebencian antara suami dan istri, antara mukmin."

"Rasulullah (saw) bersabda bahwa tersenyum merupakan sedekah (amal) untuk setiap orang. Rasulullah (saw) datang untuk memperluas cinta di antara umat; oleh karena itu, kita harus berbuat hal yang sama. Janganlah bersikap lain kepada orang - orang yang berbeda. Jangan memperlihatkan wajah yang baik kepada satu orang, dan wajah yang buruk kepada yang lain. Kalian harus ingat, kita semua adalah hamba Allah yang Maha Kuasa dan kita telah diperintahkan untuk berbuat yang baik saja kepada satu sama lain. Ini merupakan karakter unik seseorang untuk tersenyum atau menangis dan tidak diberikan pada hewan."

"Di Surga ada bagian - bagian tersendiri untuk masing - masing orang. Ketika seseorang melakukan perbuatan baik, salah satu bagian itu akan muncul sebagai karunia atau berkah, Surga dipenuhi begitu banyak karunia tersebut sehingga tidak ada ruang kosong ditempatkan walaupun untuk satu jari saja! Mukmin (orang beriman) akan menikmati limpahan rahmat ini setiap saat, tanpa akhir."

"Namun," lanjut Grandsyeh kita, "Bila seorang wanita menerima suaminya dengan wajah amarah, Allah akan memerintahkan malaikatNya untuk menutup pintu Surga dan akan memerintahkan Neraka agar terbakar lebih panas untuk dia. Akibat amarah seorang istri, semua limpahan rahmat hidup ini dan berikutnya diharamkan baginya. Dia harus secepatnya berubah dan meminta ampun, sebelum amarahnya tertulis dalam catatan Allah!"

"Wajah amarah menyebabkan hati suami merasakan benci kepada istri. Walaupun sang istri sendiri mempunyai kesulitan dan merasa menderita, dia harus menerima suaminya dengan senyuman. Untuk ini, Allah akan menghadiahkannya dengan membuang semua kesulitan tersebut. Inilah rahasia dalam menjaga keluarga yang kuat."

"Bila komunitas keluarga kuat, masyarakatpun kuat. Maka, hidup akan berlanjut dengan bahagia, tanpa kesulitan. Oleh karena itu, dalam Islam adalah sunah untuk para istri tersenyum agar cinta bisa tumbuh. Hal yang sederhana, tapi membawa dampak yang besar."

Suhbat 08-21-2006

Shaykh Muhammad (s) Hisham Kabbani


A`udzu billahi min ash-shaytaan ir-rajiim

Bismillahi 'r-Rahmani 'r-Rahiim

Nawaytu'l-arba` iin, nawaytu'l-`itikaaf, nawaytu'l-khalwah, nawaytu'l-riyaada, nawaytu's-suluuk, nawaytu'l-`uzlah lillahi ta`ala fii hadza'l-masjid


Dalam pertemuan sebelumnya dan ini dari catatan Grandsyekh di hari Jum'at 10 Safar bulan setelah bulan Dzulhijjah 1392, 35 tahun yang lalu.

Kalaam al-awliya selalu hidup. Ketika awliya berbicara ada sebuah cahaya dalam pembicaraan mereka. Tidak seperti manusia normal yang saat berpidato, ego mereka ikut keluar. Karena mereka menuliskan yang akan mereka pidatokan. Awliyaullah tidak perlu menuliskan apa yang akan mereka pidatokan, mereka mengambilnya dari hati/qalbu Sayyidina Muhammad (saw) sudah dalam bentuk huruf-huruf terbuat dari cahaya. Seperti ketika kita membaca koran dari sebuah monitor dan semua huruf-hurufnya keluar dan bersinar. Awliyaullah mengambil dari qalbu Nabi dan menyebarkannya. Jadi, yang akan kita bicarakan adalah apa yang Grandsyekh katakan, dan ini sesuatu yang mendalam dan sebagian orang mungkin tidak mengerti, sebagian orang mungkin mengerti.

Awliyaullah saat mengucapkan sesuatu selalu banyak orang yang tidak mengerti. Seperti Muhyideen ibn Arabi, ketika orang membaca buku-bukunya, - Muslim dan non-Muslim - ketika non-Muslim membaca buku-bukunya mereka melihat banyak pencerahan dan banyak inspirasi pengetahuan Illahiah Ini merupakan setetes dari pengetahuan Grandsyekh yang dibuka kepada kita dan kita tidak akan membicarakannya secara mendetail. Bila kita mendapat ijin, maka akan saya beritahukan.

Jadi Grandsyekh berkata bahwa saya mengambil tasbih dan berangkat ke Madina dengan mengucap Bismillahi 'r-Rahmani 'r-Rahiim. Saya sedang berada dalam masjid Nabi tepatnya di rawdah. Disana saya melihat Sayyidina shah Naqshbandi, awliya besar dari Thariqah Naqsybandi dari Bukhara. Beliau menghampiri aku dan memberikan satu keranjang besar penuh dengan mercury. Dengan perintah Nabi (saw) beliau berkata saya membawakan engkau keranjang mercury ini. Apa warna mercury?

[hitam keperak-perakkan]

Dan perak memiliki makna. Perak tidak menjadi perak dengan sendirinya. Mercury juga memiliki makna. Jika kalian menjatuhkan mercury diatas lantai maka akan terpencar dan pecah. Kalian tidak dapat mengenggamnya dan mercury bukan cairan tapi sesuatu yang tidak mungkin untuk dipegang. Beliau berkata dengan berdasarkan perintah dari Nabi, Saya membawakan keranjang mercury untukmu. Awliyaullah, mereka tahu bahwa ada kebijakan dalam segala hal. Dan karenanya mereka tidak bereaksi seperti orang kaget atau bertanya-tanya apa ini? Atau dapatkah aku menerima ini? Mereka tahu bahwa ada sesuatu dibaliknya karena tidak ada satupun dibumi yang Allah ciptakan tanpa ada maksud. Semuanya memiliki hikmah. Itulah mengapa apapun yang mereka katakan dan setiap kata yang keluar dari mulut mereka merupakan suatu kebajikan. Dengan alasan tersebutlah murid datang kepada mereka dan bertanya, saya ingin melakukan ini bagaimana menurut anda dan mereka menjawab, saya akan mendo'akannya. Ketika dia (awliyaullah) berkata akan mendo'akan kalian artinya ada suatu kebajikan didalam permintaan yang kalian ajukan dan dia akan menyampaikan kepada yang memiliki otoritas. Artinya adalah dia akan hadir dihadapan Nabi (saw). Atau ketika dia berkata akan menanyakan kepada syekhku untuk mendo'akanmu. Atau dengan baraka dari Mawlana Syekh maka akan terjadi. Artinya adalah beliau memiliki sebuah petisi atau pemberitahuan dengan otoritas tinggi ke-awliya-an dari yang kalian pintakan. Tidak ada jawaban yang lebih baik dari yang Syekh do'akan bagi kalian

Manakah yang lebih baik, saya mengutuk kalian atau berkata kalian tidak membutuhkannya? Para syekh selalu melakukan terbaik untuk memuaskan kebutuhan kalian, yang kalian pintakan. Para syekh ingin kalian mendapatkan yang kalian inginkan. Jikalau kalian memerlukan bantuan dari seseorang dalam urusan dunya kalian akan pergi ke orang tersebut dan menuliskan sebuah surat berisikan permohonan dan jika kalian tidak mengenal orang itu, maka kalian akan mendatangi orang yang akan menuliskan sebuah surat untuk kalian dan –katakan saja orang ini- orang baik yang akan membantu.

Ketika para syekh mengatakan,' Saya akan mendo'akanmu, artinya dia mengirimkan permintaan tersebut kepada otoritas diatasnya. Otoritas yang tinggi.

Jadi, ada kebijakan dibalik semua yang tidak mau mereka terima.

(Kembali ke cerita) Kemudian beliau mengambil keranjang itu, mengangkatnya ke depan muka dan menciumnya.

Beliau berkata ambillah keranjang itu dan saya berdiri mematung pada saat itu dan beliau berkata sejak usianya 7 tahun, beliau berdo'a kepada Allah atas nama ummat an-Nabi. Artinya bahwa beliau menunjukkan hatinya tidak pernah terhijab, beliau selalu ber- munajaat dalam pertemuan yang intim dengan Kehadirat Illahi dan kehadirat Nabi (saw) sejak usia 7 tahun dan beliau bertanggung jawab atas nama awliyaullah sehubungan dengan Kehadirat Illahi untuk mengemban tanggung jawab dan kesulitan yang dihadapi oleh ummah.

Beliau berkata, Ya Rabbii, sejak usia 7 tahun saya berada dalam posisi tersebut, memohon kebaikan bagi ummat an-Nabi. Dengarlah do'a saya hari ini, saya memohon kedatangan Mahdi. Dan sampai hari ini pun Mahdi belum muncul. Begitu pula dengan syekhku, Syekh Sharafuddin, biasa memohon –kedatangan Mahdi- seraya berkata bahwa hari ini Mahdi akan muncul, esok hari Mahdi akan muncul. Dengan semua hal ini Mahdi tidak muncul. Semua awliyaullah memohon kemunculan Mahdi dan semua berkata hal yang sama, hari ini Mahdi akan muncul dan ketika satu hari berlalu, maka mereka berkata, esok hari Mahdi akan muncul.

Saya memohon sejak usia 7 tahun dan saat ini saya menerima keranjang itu dan apa yang harus saya lakukan dengan keranjang ini. Dan beliau berkata bahwa meskipun Mahdi tidak muncul, yazzin Kalaam-al awliya, semua orang yang menimbang-nimbang perkataan awliyaullah dan memiliki keragu-raguan maka dia didepak keluar dari kerajaan/daerah awliyaullah. Beliau, syekhku berkata, siapapun yang memiliki keragu-raguan maka dia berada diluar wilayah. Dia tidak bisa berada dalam lingkaran awliya, dia akan ditendang keluar. Tidak ada satupun yang dapat mengerti bahasa awliyaullah. Saat kalian mendengarkan perkataan mereka, kalian merasa baik namun pada akhirnya kalian tidak mengerti apappun. Ketika mereka membunuh Hallaj karena dia berkata ma fil jubbah ill-Allah. Tidak ada satupun dalam jubahku kecuali Allah.

Mereka tidak mengerti apa yang Hallaj maksudkan. Tidak ada ithnayniyya. Tidak ada 2 dalam satu, yang ada aku atau Dia. Jika yang ada Dia, maka saya menang. Jika ada 'aku' dalam jubah saya maka saya kalah. Itulah mengapa Hallaj berkata tidak ada satupun dalam mantelku kecuali Dia, maka tidak ada wujuud aku, hanya ada keberadaaan bagi Dia. Awliyaullah dapat mengerti dan orang-orang menolak hal tersebut. Beliau bercerita suatu waktu Jibril datang kepada Nabi (saw) dan berkata," Ya Rasulullah Ya Muhammad (saw), panggillah para Sahaaba, panggillah semuanya."

Inilah cara awliya berbicara. Mereka tidak mengucap qaala wa qiila . Mereka tidak perlu memberi. Ali Said Mustafa berkata, Yasser berkata dan kemudian Nabi (saw) berkata. Mereka mengambil langsung dari qalbu Nabi (saw), apa yang mereka katakan itulah yang Nabi katakan. Itulah jalannya ilmu/pengetahuan, tidak melalui satu transmisi ke transmisi lain. Dari sanalah ilmu tentang hukum (tata cara kehidupan .penerj) yang kita terima sepenuhnya. Tapi ada thariqah (jalan) dan kita menerimanya. Ada pula maqaam al-Ihsan. Kita bekerja dari dua sisi.

Jibril meminta Nabi (saw) memanggil semua Sahaaba. Ada hadist yang terkenal dari `alamaat as-sa`at. Jibril berkata panggil semua ashaab. Nabi (saw) menjawab bahwa ada sebuah bukit besar yang terletak jauh dari Syam dan didaerah tersebut datangnya bangsa Romawi, sebuah bukit besar yang disebut sebagai wadi umuq. Dalam iskerendun (?) dan adana dimana habib an-najjar disebutkan dalam Surah Yasin. Daerah tersebut adalah wadi umuq.

Wa jaa min aqsa al-madinat rajulun yas` qala ya qawmittabi`oo al-mursaliin.

That habib an najjar , beliau berkata kepada pengikutnya bahwa Allah mengirimkan para pembawa pesanNya sebelum dia, dan Allah mengirimkan habib an-najjar lepada mereka dalam antakya dan mereka malah membunuhnya. Daerah tersebut dikenal sebagai wadi umuq. Akan datang suatu masa ketika Mahdi datang dan dia menjelaskan kepada mereka tentang antikristus dan kedatangan Yesus. Mahdi muncul di suatu tempat dari daerah yang luas, dimana sedang terjadi perang besar dari pertumpahan darah tersebut akan berlari satu lembu jantan berusia 2 atau 3 tahun. Kalian tentu tahu betapa kuatnya lembu tersebut. Dengan darah yang keluar akan menggerakkan lembu jantan dan kalian dapat melihatnya.

Itulah mengapa ibn Asakir menyebutkan dalam bukunya bahwa Nabi (saw) menjelaskan kepada Sahaaba, antikristus akan datang dari balik pohon kurma dan para Sahaaba mencari dibalik pohon-pohon kurma mengharapkan dapat menemukannya. Namun antikristus belum muncul juga dan perang juga belum terjadi, Grandsyekh berkata, apakah kamu dapat berkata bahwa Nabi (saw) tidak berkata yang sebenarnya? Siapapun yang menjawab ya, maka dia benar-benar berada didaerah luar ke-beriman-an. Dan saat beliau berkata kalau Sahaaba akan melihatnya berarti Sahaaba akan melihatnya, Allah akan mengirimkan mereka untuk melihat. Perkataan Nabi (saw) akan terjadi.

Dan para Sahaaba harus melihatnya. Mereka akan melihat antikristus, Yesus dan Mahdi. Grandsyekh berkata bahwa para Sahaaba akan melihat melalui mata kita, anak-anak dari para Sahaaba. Kita berada dibalik punggung mereka karen kita keturunan mereka.

Ketika N abi (saw) berbicara kepada para Sahaaba berdasarkan perintah dari Jibril (as), beliau juga berkata kepada kita, kita berada dibelakang para Sahaaba, kita mendengarkan perkataan Nabi (saw) dengan telinga kita dan itulah mengapa awliyaullah mendengar dan melihat karena mata mereka terbuka. Ketika awliyaullah datang ke bumi ini, mereka tetap mendengan dan melihat. Artinya jika mereka mengatakan kepada kalian bahwa kalian akan melihat Mahdi, jika kalian tidak melihat Mahdi maka keturunan kalian yang akan melihat. Jangan bertanya-tanya jika kalian tidak melihatnya karena yang berada dibelakang kalian yang akan melihat.

Orang yang ditunjuk melihat itu berasal dari kalian. Itulah mengapa awliyaullah berkali-kali menyebutkan tentang Mahdi, omongan mereka berasal dari orang yang berada dipunggung kalian sebagai atom-atom sperma yang akan datang di dunia masa depan.

Dan syekh juga berkata, Nabi (saw) berbicara kepada atom-atom kita yang berada dibelakang para Sahaaba dan perkataannya ditujukan kepada kita dan kita akan melihat Mahdi, perang dan akan memperoleh keuntungan dari itu. Beliau bersabda qad ja al-haqqa wa zahaqqa al-batil. Saya hanya berkata yang Haqq.

Kalian melihat Nabi berkata kepada kalian ketika kalian berada dibalik punggung Sahaaba. Beliau berkata bahwa keputusan tersebut datang dari Allah swt dan Dia memberikan kepada Nabi dimana semua muslim akan berada dibawah kekuasaan non muslim. Hal ini telah disebutkan 35 tahun yang lalu, dimana pada saat itu baru akan terjadi. Sekarang kita lihat bahwa hal itu memang terjadi, muslim berada dibawah karena tingkah laku mereka yang buruk. Tapi itu akan berubah.

Ketika saya dan beliau menjelaskan hal itu, semua ini karena keranjang yang diberikan shah Naqshband, beliau berbicara berdasarkan pengetahuan itu. Jadi, terjadi tanya jawab antara kami, saya terikat dalam khotbah pribadi, seraya berkata Ya Rabbii kirimkan Mahdi kepada kami untuk menyelamatkan ummah dan mengubah orang-orang yang tidak beriman menjadi beriman. Beliau berkata dia ir-Rahman ar-rahiim, kalian tidak bercerita kepada orang lain bahwa dia berada dalam belas kasih Tuhan. Semua orang berada dibawah lingkup belas kasih dan cinta Allah. Ketika berdo'a saya memohon Ya Allah lindungilah semua umat manusia ketika Engkau mengirimkan Mahdi dengan tidak membeda-bedakan antara muslim, yahudi, budha, hindu. Lindungilah semuanya…

Dalam kesempatan tersebut, beliau berkata bahwa keranjang itu mulai pindah ke tangan saya. Itu sebuah kenyataan bukan mimpi. Keranjang tersebut mulai pindah ke tangan saya dan pergerakkannya seperti tetesan air, ketika bergetar, getarannya seperti air mancur. Laksana percikan air seperti soda yang dibuka setelah dikocok, maka soda tersebut akan tersembur keluar.

Jadi, semua mercury itu berwarna hitam dan perak, hitam diartikan sebagai kekuatan dan perak sebagai kemurnian. Mercury itu mulai memercik kemana-mana dan berbicara, Saya Mahdi. Karena do'a dan pertemuan pribadi maka Allah menguak tabik bagiku untuk muncul. Anta fattahta haadha baab bi munajatik. Karena engkau begitu suci juga karena Grandsyekh merupakan sultan al-awliya, sultan para awliya. Do'a Grandsyekh tidak pernah ditolak dalam sekejab terjadi. Beliau (Mahdi) berkata bahwa kamu telah membuka pintu untukku dimana aku akan dating dan melayani ummah, aku melayani umat manusia. Mahdi berkata bahwa sebelum kemunculannya akan terjadi banyak –beliau tidak berkata gempa bumi-, beliau berkata tatafajjar ad-dunya, banyak daerah dibumi akan meledak dan dari ledakan tersebut akan muncul air/lumpur panas dan menutupi bumi. Dan inilah yang kita lihat dari tsunami. Dari daerah-daerah akan muncul air dari dalam tanah dan dari sisi lain yang keluar api (gunung api meletus) dan ini akan terjadi sebelum kemunculanku. Satu-satunya tempat yang aman adalah Syam (Damaskus).

Beliau berkata kepada saya berdiamlah di Syam (Damaskus) dan jangan pindah.

Beliau berkata bahwa saya memohon kepada Allah swt demi kehormatan Sayyidina Muhammad (saw), saya memohon kepada Allah dengan rahmat dan kepentingan bagi Sayyidina Muhammad (saw) (untuk) murid-murid kami yang tersebar diseluruh dunia agar tidak terjadi sesuatupun kepada mereka. Dan saya mengerti maksud dari 'mereka akan selamat dan tidak akan meninggalkan dunya tanpa melihat Mahdi."

Artinya jika mereka tidak melihat Mahdi dengan mata fisik mereka, maka mereka berada dibalik punggung para Sahaaba ketika Nabi (saw) menjabarkan tentang kedatangan Mahdi.

Grandsyekh juga berbicara kepada siapapun yang mendengarkan, bahwa mereka akan bertemu dengan Mahdi, hal ini berarti mengisyaratkan mereka berada dibalik punggung orang tuanya untuk melihat Mahdi. Dan memberikan kekuatan bagi Mahdi untuk menerima Ummah dan menjaganya dibawah perlindungan Mahdi.

Beliau berkata salah satu tanda kemunculan Mahdi...ada sebuah gunung besar di Turki tepatnya Bursa, 3 jam berkendara dari Istanbul, dibawah gunung ini terdapat sebuah gunung berapi besar dan menunggu waktu untuk meletus. Seharusnya gunung ini meletus sekitar 70 tahun yang lalu tapi tertunda karena orang-orang beriman (laki-laki) didaerah itu dengan mengendong anak dipunggungnya yang (awal) melihat Mahdi (?) dan mereka bergerak secara perlahan sampai tiba waktunya gunung itu meletus.

Kemunculan Mahdi tertunda 37 tahun dari waktu yang tertulis. Dan suhbat tadi berusia 35 tahun, 1392.

Beliau berkata bahwa kemunculan Mahdi tertunda 37 tahun, dan saat ini sisa 2 tahun kedepan. Kalian tidak harus mempercayainya karena jika Mahdi datang atau pun tidak dalam jangka 2 tahun ini kalian akan melihatnya. Jangan merasa ragu seperti sebagian orang yang ragu-ragu. Jika kalian tidak mengerti keberimanan, maka tidak apapun tersisa. Beliau berkata 37 tahun dan saat ini hampir 37 tahun. Sekarang kita ditahun ke 35.

Allah swt tidak perlu tergesa-gesa. Dalam apapun. (Salah satu) namaNya adalah ash-Shabuur, yang Maha Sabar. Dapat berarti kesabaran dalam menghadapi kesusahan. Kalian harus bersabar bila kesusahan menghampiri. Itulah arti kesabaran. Allah tidak membawa kesusahan haasha, namun Dia memberi kita kesusahan dimana kita sanggup untuk memikulnya. Dia menyayangi kita, belajarlah untuk bersabar kepada semua orang. Bersabarlah dengan Negara, tetangga, dan saudara kalian. Bersabarlah dengan presiden kalian. Jangan melibatkan diri dengan perkelahian ataupun demonstrasi. Ketika kalian bersabar, Allah akan mengirimkan yang terbaik bagimu. Jangan berkata, saya tidak butuh ini tapi butuh itu. Allah tahu yang terbaik. Tidak ada seorangpun dapat memberikan kalian sesuatu tanpa ijin Allah. Banyak rintangan menghampiri untuk menghentikan apapun yang tengah kalian lakukan jikalau Allah tidak meridhoi. Katakan Ya Rabbii , saya berserah kepadaMu, aku berada dalam genggamanMu. Dan saya murid dari hamba yang tulus dan beliaulah yang membawaku ke hadapan Nabi (saw) yang akan membawaku ke hadirat Allah.

Jika kalian bersabar maka Allah akan memberikan pakaian kepada kalian dari nama indahNya ash-Shabuur dan Dia juga akan memberikan kalian kekuatan dan cahaya dari nama tersebut. Siapapun yang 'berjalan' dan 'mencari' Kehadirat Illahi dan membawa banyak rintangan, dia akan berada bersama Allah dan para NabiNya. Dan bagi siapa saja yang banyak bertanya dan meminta dan ingin menjadi sesuatu ataupun seseorang, maka dia akan mengalami banyak kehilangan. Bukan siapa-siapa. Ketika mereka bertanya kepada shah Naqsyband, murid yang bagaimana yang engkau sukai. Beliau menjawab, aku suka murid yang pasrah namun tidak seperti manusia yang telah meninggal, kerena manusia yang meninggal masih ada (ruhnya), sebagaimana Allah mengambil ruh, Dia meninggalkan sedikit kekuatan padanya (ruh). Ketika meninggal, manusia dimandikan tapi mayat tersebut dapat merasakan panas ataupun dinginnya air pemandian itu. Dia tidak dapat membuka mulut ataupun berbicara dan kalian memperlakukan mayat sesuka kalian. Matanya tertutup seperti manusia yang terkena anestesi (pembiusan). Hal itu yang membuat mayat tidak dapat bereaksi walaupun dia dapat mendengar dan merasakan. Saya tidak mau juga seseorang yang suka mengeluh. Saya suka orang yang seperti dedaunan yang jatuh ke bumi dan terbang ke kanan ataupun ke kiri terkena hembusan angin bahkan ketika angin membawanya ke api, dia tidak mengeluh. Jika mereka berlaku seperti itu, maka mereka akan bersama Allah dan para nabiNya.

Rahasia Nama Muhammad

Allahumma shalli ‘alaa Muhammadin wa ‘alaa aali Muhammadin wa sallim



Suhbat Syaikh Hisham
Jakarta, 145 Dzul Quidah 1422

Niat awal : nawaitu arba’in, nawaitu uzla, nawaitu khalwat, nawaitu I’tiqaf, nawaitu suluk, nawaitu riyadhoh.

Sebelum kita memulai hendaknya kita menyadari firman Allah dalam al Qur’an :"Ta’ati Allah, ta’ati Rasul Nya, dan ta’ati mereka yang memiliki otoritas atas kamu (ta’ati hukum di negerimu)."

Allah, Allah, Allah, Allah, Allah, Allah, Aziz Allah

Allah, Allah, Allah, Allah, Allah, Allah, Karim Allah

Allah, Allah, Allah, Allah, Allah, Allah, Subhan Allah

Allah, Allah, Allah, Allah, Allah, Allah, Sulthan Allah

Allah I. adalah Raja Di Raja. Tetapi bukan raja dunia. Bukan sulthan alam semesta ini. Jika kita mengatakan bahwa Allah I. adalah Raja Di Raja, dengan pengertian bahwa Dia adalah Raja dari Raja-Raja di dunia, itu adalah buruk, itu adalah syirk. Allah tak dapat dibandingkan dengan ciptaan Nya. Allah I. bebas (tidak tergantung) dari ciptaan Nya. (Sebaliknya) Ciptan Nya tergantung kepada Allah I.

Ada dua macam ilmu pengetahuan. Satu ilmu adalah seperti cahaya lampu ini. Kamu lihat itu adalah buram, tidak (terasa) menyinari. Ilmu jenis lainnya adalah seperti cahaya lampu sorot ini. Di hadapan cahaya lampu sorot ini, cahaya lampu biasa ini tidak ber-arti apa-apa. Kalau kamu padamkan (switch off) lampu sorot ini, kamu tidak melihat apa-apa di ruangan ini. Matikan ! Nah, apa yang terjadi ? Gelap ! Nyalakan ! Apa ada bedanya ? Cahaya lampu biasa itu adalah seperti orang yang belajar huruf (kitab). Ilmu seperti itu adalah untuk mereka yang memberi pelajaran di sekolah, dan kuliah di universitas. Karena mereka memberikan kuliah, namun mereka tidak praktek. Sehingga tidak terdapat cahaya dalam kuliah mereka. Ini adalah ilmu huruf (literatur).

Cahaya lampu sorot ini adalah seperti seseorang yang mengambil ilmunya dari sumber pencerahan (enlightentment) . Sumber energi. Sumber yang selalu memancarkan cahayanya. Seperti halnya matahari, yang tidak (bukan) memantulkan cahaya, tetapi adalah sumber cahaya. Allah I. menggambarkan matahari sebagai sumber cahaya. Dan bulan (rembulan) sebagai pemantul cahaya. Dan Allah menyebut hal ini di dalam al Qur’an. Bahwa rembulan hanya nur (light). Matahari (syam) adalah sumber cahaya. Dan terdapat banyak perbedaan diantara sumber cahaya dengan pantulan cahaya. Allah berfirman :"wa syamsi wa dh-dhuha" Matahari dengan sumber cahayanya, yang dapat menggerakkan manusia.

Bukan hanya dapat menyebabkan manusia melihat, tetapi juga memberi energi. Tanpa energi dari matahari tidak akan ada kehidupan, segala sesuatu akan mati. Allah I.telah memberikan kepada Nabi Nya, Sayyidina Muhammad r, sumber energi. Sebuah sumber cahaya, yang menjadi bersinar di alam semesta ini. Allah membuat Sayyidina Muhammad r mempunyai nama yang terdiri dari empat huruf : mim, ha, mim dal. Dan meletakkan nama Muhammad r berdampingan dengan nama Nya sebagai berikut :"la ilaha illa Allah, Muhammadu r-Rasul Allah".

Jika kita mengatakan bahwa Allah adalah Raja Di Raja, artinya Allah I. di dalam "la ilaha illa Allah" , bahwa itu adalah maqam Allah dalam tauhid : tidak ada Pencipta kecuali Aku. (Catatan Syaikh Hisam : janganlah mendengar saya, dengarlah siapa yang kini sedang bicara melalui mulut saya.) Keterangan ini tidak berasal dari kitab manapun. Ini adalah langsung dari qalbu Syaikh saya. Dan yang di dalam qalbunya berasal dari qalbu Grand Syaikh. Dan seterusnya sehingga unjungnya adalah qalbu Nabi Muhammad r Mereka, Aulia Allah, mengetahui bahwa kita (para murid) ini adalah lemah (spiritnya). Bahwa kita tidak dapat melakukan apa-apa yang mereka instruksikan untuk kita lakukan. Manusia bahagia dengan gula-gula. Kita adalah seperti anak-anak yang riang gembira jika diberi gula-gula. Anak-anak tidak akan bahagia dengan intan berlian.

Mereka tidak mengerti apakah ini berlian atau bukan. (Kalau diberi berlian) Mereka menukarnya dengan gula-gula. Tanpa mempertim bangkan hal itu kita menyukai atau tidak, para Aulia Allah memberi qalbu kita berlian. Tanpa mempertimbangkan apa saja amalan kita, tanpa mempertimbangkan apakah yang dikerjakan, tanpa mempertimbangkan kelemahan kita, tanpa mempertimbangkan apakah dosa-dosa kita, tetapi selama kita berada di dalam majelis seperti ini , mereka (para Aulia Allah) akan tetap membawa tajali Allah kedalam qalbu semua hadirin. Meskipun tidak semua dapat merasakannya.

Majelis seperti yang kita lakukan ini, adalah suatu pertemuan yang dihadiri oleh Aulia Allah. Mereka memperhatikan diri kita dari posisi mereka. Ilmu (yang diwakili sumber cahaya yang buram) tidak akan mengerti jenis pertemuan seperti ini. Ilmu seperti itu tidak akan melihat hadirnya Aulia Allah. Karena itu hanyalah ilmu yang mempelajari kata-kata (literatur), dan tidak mengerti apa yang ada dibalik kata-kata itu. Mereka yang mentalnya hanya melihat hal (issues) materialistik saja, tidak akan mengerti kebenaran yang dibawa oleh cahaya lampu sorot. Lampu sorot menyinari segenap kegelapan dan menjadikannya pantulan cahaya, yang memungkinkan kamu melihat apa saja di sekitarmu. Jadi ulama huruf tidak dapat mengerti adanya penemuan-penemuan (discovery). Ahli ilmu pengetahuan (scientist) tidak akan mengerti ilmu tanpa terjadinya penemuan (discovery). Bila terjadi penemuan, barulah dikatakan : "Nah inilah kebenaran itu !".

Mereka bertanya kepada Abdul Wahab Syahroni, seorang Ulama Besar, seorang Mesir, yang hidup sekitar 500 tahun yang lalu, dia adalah seorang ahli ilmu haqqiqat. Menguasai syariat dan haqqiqat. Mereka menanyakan sebuah pertanyaan :"Terangkan kepada kami apa itu ilmu dzahir dan apa itu ilmu bathin." Dia memandang yang bertanya, dan mengucapkan :"Subhan Allah, saya kira engkau ini adalah seorang ulama. Pertanyaan ini menunjukkan bahwa engkau tidak tahu apa-apa. Bagi kami pertanyaan yang kamu ajukan sebagai seorang ulama itu, tidak berarti apa-apa. Kamu bertanya tentang ilmu dzahir dan ilmu bathin. Itu tidaklah relevan. Bagi kami tidak ada ilmu bathin. Semua adalah nampak nyata. Karena kami memiliki lampu sorot , yang menunjukkan kepada kami kebenaran. Engkau memiliki lampu buram. Yang tidak memungkinkan engkau melihat di dalam kegelapan. Engkau tidak melihat apa yang nyata, tetapi bagi kami bahkan yang berada di belakang dinding ini adalah nyata, karena dapat kami lihat. Maka itu segala sesuatu adalah nyata kebenaran bagi kami, namun bagi engkau semua itu tidak nyata."

Jadi apa yang kamu tidak melihatnya, kamu pikir itu tidak ada. Jika ada seekor semut disini. Dia akan melihat dimana ada remah (sisa-sisa) nasi atau roti, tetapi kamu tidak melihatnya. Nasi dan roti tadi memang ada di sana, tetapi kamu tidak dapat melihatnya. Namun mata seekor semut dapat mengenalinya. Seekor burung elang dapat melihat (calon) mangsanya dari ketinggian di langit sana. Dia dapat mengenali di mana saja terdapat mangsanya itu, memburunya kesana serta menerkam untuk dibawa terbang lagi. Kami (para ulama haqqiqat) memiliki mata elang itu, yang menyebabkan kami dapat melihat apa yang tidak kamu lihat, mendengar apa yang tidak kamu dengar, mencium apa yang tidak kamu cium, merasakan apa yang tidak kamu rasakan. Kami dapat bergerak dimana kamu tidak. Dan itulah hadits Nabi Muhammad r :"Jika abdi Ku mendekat kepada Ku dengan melaksanakan ibadah sunnat, Aku akan mencintainya, maka Aku akan menjadi telinganya untuk dia mendengar, Aku akan menjadi matanya untuk dia melihat, Aku akan menjadi lidahnya untuk dia berbicara, Aku menjadi tangannya untuk dia meraba, dan Aku menjadi kakinya yang dapat digunakannya untuk berjalan."

Jadi ketika ahli ilmu pengetahuan merasa tidak berdaya, dan mereka tidak mampu menjelaskan sesuatu, maka mereka mengatakan bahwa seluruh ciptaan ini terbentuk setelah terjadinya Ledakan Akbar (Big Bang). Mereka mempunyai Teori : awal dari semua ini adalah terjadinya sebuah ledakan besar kosmik, dan segala sesuatu timbul dari satu ledakan besar itu. Katakan bahwa teori itu benar. Terjadi sebuah ledakan besar dan segala sesuatu keluar dari peristiwa itu. Dan kini kita tahu bahwa ruang alam semesta ini adalah dalam keadaan hampa. Dan dalam ruang hampa tidak ada daya graviti, tidak ada daya tolak juga. Sehingga ketika terjadi Ledakan Akbar, segalanya menjadi berkeping-keping. Kalau tidak ada daya yang menghentikan laju kepingan itu, mereka semua akan tetap meluncur tiada hentinya (secara radial).

Saya tidak akan membicarakan hal ini lebih jauh. Cukup sampai disini. Saya hanya ingin mengatakan, bahwa bagi seorang ahli ilmu pengetahuan, bila tidak ada penemuan (discovery), mereka tidak dapat melihat kebenaran. Tetapi bagi Aulia Allah, yang diberi mata oleh Allah yang dapat digunakan untuk melihat jauh lebih banyak dari pada yang dapat dilihat oleh para ahli ilmu pengetahuan. Lalu siapa yang menghentikan berlanjutnya proses itu tadi (berkeping-keping nya segala sesuatu setelah ledakan itu), sehingga kepingan-kepingan itu dapat berada ditempat yang pasti, antara satu dan lainnya seperti kita lihat sekarang ? Tanpa adanya kekuatan yang meredam akibat dari proses ledakan itu, alam semesta ini akan berantakan karena satu sama lain akan bertabrakan. Para ahli ilmu pengetahuan itu mengatakan bahwa terdapat milyaran bintang di semesta ini. Dan kesemua itu tidak saling bertabrakan.

Ini adalah satu galaxi. Kini mereka mendapati melalui Hubble Telescope bahwa di alam semesta ini terdapat milyaran galaxi., yang di dalamnya mengandung milyaran bintang-bintang, dan kesemuanya tidak bertabrakan. Dan semua itu ada di dalam kuasanya "la ilaha illa Allah".

‘La ilaha illa Allah, la syarika lahu’.

‘La ilaha illa Allah, adalah Sang Pencipta, tak diragukan lagi. Ciptaannya adalah di luar Sang Pencipta. Maqam Tauhid berada di luar ciptaannya. Segala sesuatu yang diciptakan berada di luar Sang Pencipta. Lalu siapa yang berada di luar Sang Pencipta ? Siapa yang berada di luar maqam tauhid ?

Muhammad Rasul Allah adalah yang berada di luar maqam tauhid, yaitu la ilah illa Allah. Jadi Muhammad Rasul Allah adalah simbul, adalah representatif dari ciptaan.

Dan segera setelah maqam tauhid ‘la ilah illa Allah’ muncullah Muhammad Rasul Allah, yaitu yang namannya terdiri dari empat huruf tadi itu. ‘La ilaha illa Allah, memiliki arti (maqam tauhid). Tetapi Muhammad (tanpa Rasul Allah) tidak memiliki makna. Tetapi Muhammad Rasul Allah, memiliki makna, yaitu yang berada di luar maqam tauhid tadi, yang merupakan simbul ciptaan. Dan Muhammad adalah Utusan bagi semua ciptaan ini, bukan hanya untuk ummat manusia saja, tetapi untuk alam semesta ini seluruhnya. Ada berapa dunia selain yang ini ? Itulah sebabnya Allah . memberinya nama Muhammad, dia yang selalu diberi shalawat dan selalu memuja Allah. Di tangan siapa (beradanya) kerajaan (mulk) ? Malik al Mulk, Allah. Pemilik Kerajaan adalah Allah, begitulah firman Allah dalam al Qur’an.

Segala sesuatu yang memiliki massa, memiliki struktur, adalah kepunyaan Allah. Segala sesuatu di alam semesta ini memiliki massa dan energi. Bahkan samapi ke benda terkecil pun, atom, juga memiliki massa dan energi. Seluruh elemen yang membentuk alam semesta ini, memiliki atom, yang ada massa dan energinya. Segala sesuatu di luar Sang Pencipta, memiliki massa dan energi (kehidupan). Setiap atom terdiri dari inti dan sesuatu yang mengelilinginya dengan arah berlawanan dengan jarum jam (?). Mereka selalu dalam keadaan tawaf, seperti kita tawaf mengelilingi Kabah dengan arah berlawanan arah jarum jam. Segala sesuatu dalam keadaan tawaf dan membuat dzikir kepada Allah .

Jika atom itu musnah, maka makhluq / ciptaan juga akan musnah. Dan segala sesuatu yang ada dan nampak di alam semesta ini, berada di bawah nama Muhammad r, karena dia adalah rahasia dan kebenaran dari seluruh ciptaan yang diciptakan Allah. Allah berfirman dalam al Qur’an : " Ketahuilah bahwa Muhammad berada dalam dirimu." Dalam bahasa Arab dunya adalah yang memiliki massa dan struktur. (Dalam bahasa Arab) Hayat adalah hidup (kehidupan). Dunya mewakili massa/struktur, dan hayat mewakili hidup (spirit). Dunya dan hayat datang dari rahasia atom Muhammad r

Itulah pula mengapa nama Muhammad terdiri atas empat huruf : mim, ha, mim dal. Bagian pertama mim & ha artinya : Muhammad r adalah Malik Hayat (Raja Kehidupan atau Spirit). Bagian kedua mim & dal artinya : Muhammad r adalah Malik Dunya (Raja Dunia atau Massa/Struktur) . Allah memberikan kepada Muhammad r dua keistimewaan, yaitu : Penguasa Dunia/Materi dan Penguasa Hidup/Spirit. Dan Allah . memiliki Muhammad r, karena Muhammad bergantung kepada Allah sebagaimana disimbulkan dalam penulisan : la ilaha illa Allah, Muhammad Rasul Allah (ditulisnya nama Muhammad mengikuti atau sesudah ditulisnya nama Allah). Kebenaran (tentang hal) ini cukup bagi kita untuk di dunia dan di akhirat. Rahasia ini baru saja datang dari para Syaikh kita saat ini, baru dibuka saat ini sekarang ini, belum pernah sebelum ini.

Setiap saat Allah memberikan ilmu kepada para Aulia Allah. Semoga taufiq Allah melimpah kepada kita semua dengan kehormatan terhadap Surat Faatihah.

Di-post oleh Erawan Yusron

Makan Dengan Kesadaran

Pandangan Syaikh Naqshbandi Terhadap Makanan
Dari The Golden Chain, Naqshbandi Way
Mawlana Syaikh Hisyam Kabbani ar-Rabbani
Dikutip dari http://mevlanasufi.blogspot.com


Bismillah hirRohman nirRohim

Mawlana Syaikh Bahaudin Naqsyband, Imam at Tariqah (semoga Allah swt mensucikan jiwanya) Beliau mengikuti jalan yang shaleh, terutama dalam hal tata cara makannya. Beliau mengambil segala jenis pencegahan sehubungan dengan makanannya. Beliau hanya mau makan dari barley yang ditanamnya sendiri. Beliau akan memanennya, menggilingnya, membuat adonan, menanak dan memanggangnya dengan tangannya sendiri. Semua ulama dan para pencari di masanya membuat jalan mereka menuju rumahnya, agar bisa makan di mejanya dan mendapatkan berkah dari makanannya. Syaikh Naqshbandi mencapai suatu kesempurnaan dalam hal penghematan; di musim dingin, beliau hanya meletakkan selembar karpet tua di lantai rumahnya dan ini tidak memberi perlindungan dari udara dingin yang menusuk. Di musim panas beliau meletakkan tikar yang sangat tipis di lantai. Beliau mencintai orang yang miskin dan membutuhkan. Beliau mendorong para pengikutnya untuk mencari nafkah dengan cara yang halal, yaitu dengan membanting tulang.

Beliau mendorong mereka untuk membagikan uangnya kepada fakir miskin. Beliau memasak untuk fakir miskin dan mengundang mereka untuk makan bersama. Beliau melayani mereka dengan tangannya sendiri yang suci dan mendorong mereka agar tetap berada di Hadirat Allah. Jika salah seorang di antara mereka memasukkan makanan ke dalam mulutnya dengan cara yang tidak baik, beliau akan menegurnya, melalui pandangan spiritualnya terhadap apa yang telah mereka lakukan dan mendorong mereka untuk tetap ingat kepada Allah swt ketika sedang makan.

Beliau mengajarkan bahwa, Salah satu pintu yang paling penting menuju ke Hadirat Allah adalah Makan dengan Kesadaran. Makanan memberikan kekuatan bagi tubuh, dan makan dengan kesadaran memberikan kesucian bagi tubuh.

Suatu saat beliau diundang ke sebuah kota bernama Ghaziat di mana salah seorang muridnya telah menyiapkan makanan baginya. Ketika mereka duduk untuk makan, beliau tidak menyentuh makanannya. Tuan rumah menjadi terkejut. Syah Naqsyband berkata, “Wahai anakku, Aku ingin tahu bagaimana engkau menyiapkan makanan ini. Sejak engkau membuat adonan dan memasaknya sampai engkau menyajikannya, engkau berada dalam keadaan marah. Makanan in bercampur dengan kemarahan itu. Jika kita memakan makanan itu, Setan akan menemukan jalan untuk masuk melaluinya dan menyebarkan seluruh sifat buruknya ke seluruh tubuh kita.”

Di waktu yang lain beliau diundang ke kota Herat oleh rajanya, Raja Hussain. Raja Hussain sangat senang dengan kunjungan Syah Naqsyband dan memberikan pesta besar baginya. Raja mengundang semua mentrinya, Syaikh-Syaikh dari kerajaannya dan seluruh tokoh terhormat. Beliau berkata, “Makanlah makanan ini. Ini adalah makanan yang murni, yang dibuat dari uang yang halal yang kudapat dari warisan ayahku.” Semua orang makan kecuali Syah Naqsyband, hal ini mendorong Syaikh ul-Islam pada saat itu, Qutb ad-din, untuk bertanya, “Wahai Syaikh kami, mengapa engkau tidak makan?”

Syah Naqsyband berkata, “Aku mempunyai seorang hakim tempat Aku berkonsultasi. Aku bertanya kepadanya dan hakim itu berkata kepadaku, ‘Wahai anakku, mengenai makanan ini terdapat dua kemungkinan. Jika makanan ini tidak halal dan engkau tidak makan, bila engkau ditanya engkau dapat mengatakan Aku datang ke meja seorang raja tetapi Aku tidak makan. Maka engkau akan selamat karena engkau tidak makan. Tetapi bila engkau makan dan engkau ditanya, maka apa yang akan kau katakan? Maka engkau tidak akan selamat.’

Pada saat itu, Qutb ad-Din begitu terkesan dengan kata-kata ini dan tubuhnya mulai bergetar. Beliau harus meminta izin kepada raja untuk menghentikan makannya. Raja sangat heran dan bertanya, “Apa yang harus kita lakukan dengan semua makanan ini?” Syah Naqsyband berkata, “Jika ada keraguan mengenai kesucian makanan ini, lebih baik berikan kepada fakir miskin. Kebutuhan mereka akan makanan akan membuatnya halal bagi mereka. Jika seperti yang engkau katakan, makanan ini halal, maka akan lebih banyak lagi berkah dalam pemberian makanan ini sebagai sedekah kepada mereka yang membutuhkan daripada menjamu orang-orang yang tidak benar-benar membutuhkannya.”

Sebagian besar hari-harinya dijalani dengan berpuasa. Jika seorang tamu mendatanginya dan beliau mempunyai sesuatu yang bisa ditawarkan kepadanya, maka beliau akan duduk menemaninya, membatalkan puasanya dan makan bersamanya. Beliau berkata kepada para pengikutnya bahwa para Sahabat Rasulullah saw biasa melakukan hal yang sama. Syaikh Abul Hasan al-Kharqani qs berkata dalam bukunya, Prinsip-Prinsip Thariqat dan Prinsip-Prinsip dalam Meraih Makrifat,

"Jagalah keharmonisan dengan para sahabat, tetapi tidak dalam berbuat dosa. Ini berarti bahwa jika engkau sedang berpuasa, lalu ada seseorang yang berkunjung sebagai teman, maka engkau harus duduk bersamanya dan makan bersamanya demi menjaga adab dalam berteman dengannya. Salah satu prinsip dalam puasa, atau ibadah lainnya adalah menyembunyikan apa yang dilakukan oleh seseorang. Jika seseorang membukanya, misalnya dengan berkata kepada tamunya bahwa dia sedang berpuasa, maka kebanggaan bisa masuk ke dalam dirinya sehingga menghancurkan puasanya. Inilah alasan di balik prinsip tersebut.

Suatu hari beliau diberikan seekor ikan yang telah dimasak sebagai hadiah. Di sekitarnya terdapat banyak orang miskin, di antara mereka terdapat seorang anak yang sangat shaleh dan sedang berpuasa. Syah Naqsyband memberikan ikan itu kepada orang-orang miskin dan mengatakan kepada mereka, “Silakan duduk dan makan,” demikian pula kepada anak yang sedang berpuasa itu, “Duduk dan makanlah.” Anak itu menolak. Beliau berkata lagi, “Batalkan puasamu dan makanlah,“ lagi-lagi anak itu menolak.

Beliau bertanya kepadanya, “Bagaimana jika Aku memberimu salah satu di antara hari-hariku di bulan Ramadhan? Maukah engkau duduk dan makan?” Sekali lagi dia menolak. Beliau berkata kepadanya, “Bagaimana jika Aku memberimu seluruh Ramadhanku?” Namun masih saja dia menolak. Beliau berkata, “Bayazid al-Bistami pernah suatu kali dibebani orang sepertimu.” Sejak saat itu anak itu terlihat berpaling untuk mengejar kehidupan duniawi. Dia tidak pernah berpuasa dan tidak pernah beribadah lagi.

Wa min Allah at Tawfiq

Arief Hamdani
Rabbani Sufi Institute of Indonesia
( Institute for Sufi Meditation & Spreading The Teaching of Sufi Master )

Suhbat Awal Tahun 1 Muharram 1423 H

Suhbat Awal Tahun 1 Muharram 1423 H
Maulana Sulthanus ‘Salihin as-Syaikh as-Sayyid Muhammad Nazhim ‘Adil Al-Haqqani An-Naqshbandi Al-Qubrusi


Pesan Internet penting dari Maulana Shaykh Nazim di Cyprus:
Tahun Baru 1423 dimulai matahari terbenam Rabu, 13 Maret 2002

La ilaha ill-Allah, la ilaha ill-Allah, la ilaha ill-Allah, Muhammad Rasulullah, alayhi salatu-llah, ziyadatan li sharfin-Nabi sallallahu ‘alayhi wa aalihi wasallam. Fatiha.

Audhu bi-llahi minas shaitani rajim,

Bismillahi-r- Rahmani-r- Rahim.

Bismillahi-r- Rahmani-r- Rahim membuka. Yaa Mufattiha-l abwaab iftah lanaa khaira baab. Wahai Allah, cabutlah kekuasaan dari tangan-tangan mereka yang tidak mengenal-Mu. Insha Allah, Anda tidak akan lagi menjumpai mereka tahun depan.

Destur, yaa Sayidi, yaa Sultan-ul Awliya. Halaman baru, muka baru, pandangan baru, berita baru. Saya seperti baru saja berucap puisi. Bahasa Inggris saya seperti bahasa Inggris Shakespear. Jika dia hadir saat ini, tentu dia akan tertawa terbahak-bahak, karena dia tak pernah berpikir akan hal-hal seperti itu.

Apa yang Ia (Allah) katakan, pasti datang, pasti terjadi, pasti muncul! Saya berharap bahwa persiapan untuk perubahan besar di seluruh planet ini akan dimulai malam ini dan akan terus berlanjut.

Menurut kalendar Islam, malam ini adalah permulaan tahun 1423, baru dimulai, dan tahun ini datang dengan keagungan, dengan kekuatan. Para Awliya’ melihat bahwa bulan ini, Muharram, dan juga tahun baru ini datang dengan heybet, suatu kedahsyatan, yang mendatangkan semacam ketakutan dalam hati- Anda tak dapat melukiskannya dengan kata-kata. Ia bukanlah ketakutan biasa yang hanya ada untuk sementara waktu. Tapi, kini, seluruh dunia akan segera jatuh ke dalam suatu samudera ketakutan, dimulai dari malam ini, dari saat matahari terbenam.

Terutama para pemimpin dan pemerintah, kepala dan pemimpin dari seluruh negara, akan merasakan ketakutan itu begitu mendalam di hati mereka. Baik orang-orang sipil maupun militer- semua markas besar yang menentang hukum-hukum Tuhan, hukum-hukum langit, akan mulai merasakan ketakutan yang amat dalam. Tapi mereka tidak dapat mendeskripsikan mengapa ketakutan ini datang. Dan ketakutan itu akan bertambah hari demi hari, pekan demi pekan, bulan demi bulan. Ketakutan ini akan terus tumbuh dan menutupi keseluruhan diri mereka; kemudian apakah mereka akan mengundurkan diri, ataukah mereka mesti berada di rumah sakit jiwa (mental-house), ataukah mereka mesti terbunuh. Entah mereka akan membunuh diri mereka sendiri, oleh diri mereka sendiri, atau mereka akan dibunuh pada akhirnya.

Tahun ini datang dengan tajalli (penampakan) yang demikian dahsyat; suatu pemandangan yang amat dahsyat tengah datang saat ini. Awas, Wahai Manusia! Siapa yang berusaha untuk mendaki menuju suatu tingkat kemanusiaan sejati akan disupport dan akan pula diselamatkan; mereka akan berada dalam perlindungan langit. Dan siapa yang tidak mau untuk mendaki menuju level kemanusiaan sejati akan tetap di bawah. Suatu badai akan datang dan mengambil mereka pergi – suatu badai api. Suatu banjir darah tengah datang saat ini.

Karena itu, ini adalah suatu peringatan, saat ini, hari ini; telah datang pada saya agar memperingatkan pada seluruh dunia bahwa setiap orang mesti berpikir akan tujuan akhir mereka. Apakah mereka akan berada pada level manusia atau mereka tetap berada pada level kekerasan bersama mereka orang-orang yang keras. Dan kekerasan akan segera dihabisi saat ini, dimulai dari malam ini.

Allah Yang Maha Agung tidak pernah melihat pada penampilan luar Anda, tapi Ia melihat pada ‘hati’ Anda, apa yang ada di sana . Jika hati Anda hanya dimiliki oleh-Nya, Anda akan selamat. Jika hati Anda tidak bersama dengan Dia Yang Mahaagung, Anda akan diambil pergi, dihancurkan. Segala sesuatu yang mereka kerjakan hingga hari ini akan dihancurkan. Setiap bangunan yang dibangun atas dasar kejahatan, Batil, akan diambil pula- habis!

Itu adalah ‘Ferman Ilahi’, keputusan Ilahiah- suatu kata yang dahsyat untuk kehendak Sang Sultan. Ketika seorang Raja Agung berbicara, kita tidak mengatakan bahwa ia sedang membuat suatu deklarasi. Ada suatu kata khusus yang dipakai untuk raja-raja dan kaisar-kaisar. Kita tidak mengatakannya sebagai pengumuman dari Langit atau deklarasi dari Langit, tidak, tapi kita mengatakan bahwa apa yang menjadi milik Allah Yang Mahaagung pastilah jauh lebih dahsyat dari itu, ia penuh dengan kehebatan, memberikan ketakutan pada hati setiap orang. Ia bukanlah sekedar suatu deklarasi, deklarasi dari sebarang orang, bukan, tapi ia adalah suatu Dekrit Langit. Dia bukanlah sebarang orang, Sang Sultan atau Sang Raja. Dia memiliki kekuatan, orang-orang yang mendengarnya pastilah merasa takut. Dan itu (dekrit) tengah datang, malam ini, bagi seluruh markas besar dari orang-orang hebat, Awliya’, yang menjaga kekuatan langit melalui tangan-tangan mereka. Sekarang, perintahnya adalah: “Pergilah! Kepada Kufr (ketidakberimanan) dan kebatilan, pergilah untuk menghancurkan kerajaan setan di muka bumi!” Habiskan! Semoga Allah mengampuni saya dan melindungi kita. Orang-orang beriman akan dilindungi.

Karenanya, Allah ‘Azza wa Jalla kini, tengah melihat isi hati setiap orang, siapa yang beserta-Nya, siapa yang bagi-Nya, akan dinaungi, akan diselamatkan; siapa yang tidak beserta Dia Subhanahu wa Ta’ala, atau tidak bagi-Nya ‘Azza wa Jalla, akan ditarik dari peredaran, akan dihancurkan. Suatu kehancuran besar sedang datang saat ini di bumi.

Suatu berita baru- baru saja datang hari ini. Hati saya pun juga menjadi amat marah sejak tadi malam; terlalu banyak kekuatan juga telah datang pada hati saya. Saya bukanlah apa-apa, tapi jika saluran tenaga ketuhanan ini telah dibuka, saya mungkin dapat mencabut semua Kufr. Saya mungkin akan menghancurkannya. Hari ini, saya hanyalah hamba-Nya yang paling lemah, besok- saya tidak tahu. Ya Rabbi, yaa Allah.

Berhati-hatilah dengan nama Anda. Ada dua macam daftar; ada yang tertulis di dalam daftar tersebut sebagai: “Untuk diselamatkan” dan “Untuk dihancurkan”; “Untuk dinaungi” dan “Untuk diambil pergi”. Satu daftar berisi nama-nama orang yang mesti dinaungi dan dilindungi, dan daftar kedua berisi nama-nama orang pada siapa pembalasan langit akan datang. Jagalah diri Anda sendiri, berhati-hatilah agar nama Anda tidak tertulis pada daftar kedua yaitu daftar mereka yang akan dicabut dari peredaran. Tak ada yang dapat menyelamatkan mereka. Dan tidak ada perlindungan saat ini, kecuali perlindungan dari langit.

Bulan ini adalah suatu bulan suci. Selama berabad-abad, sejak permulaan kehidupan manusia di muka bumi, bulan ini telah disucikan. Muharram adalah suatu bulan yang amat suci, bulan yang amat dahsyat. Kekuatan ilahiah dan kekuatan langit dari Allah Yang Mahaagung selalu datang pada bulan ini, ketika Ia bermaksud untuk mengambil pembalasan atas orang-orang yang tidak patuh. Jangan taruh kepala Anda di bawah pisau guillotine. Siapa yang menaruh kepalanya di bawah pisau guillotine itu, akan terpenggal- tidak mungkin tidak. Dan peringatan telah datang: Segera tarik kepala Anda keluar atau pisau guillotine akan datang pada Anda!

Berapa juta orang telah menaruh kepala mereka (di sana )- dalam satu saat saja mereka akan diambil. Pisau itu tidaklah seperti pisau Guillotine Perancis, satu per satu, tidak. Huu…

Berhati-hatilah terhadap guillotine langit! Jangan berkata: “Aku begini, aku begitu, aku tidak takut.” Ha, ha, ha. Kepala-kepala mereka akan ditaruh di sisi badan-badan mereka: “Ini adalah kepala Anda, ini adalah badan Anda”. “Ambillah dan pergilah”.

Waspadalah, wahai manusia! Waspadalah! Perasaan ini kini tengah berdatangan melalui orang-orang dengan hati yang tulus, bahwa mereka mesti meminta suatu naungan dari langit. Dan naungan yang akan dikaruniakan hanyalah naungan dari Sayyidina Muhammad salla-Llahu ‘alayhi wa aalihi wa sallam. Orang-orang harus diberitahu: “Pergilah dan naungi dirimu sendiri di bawah naungan seseorang yang paling terhormat. Jangan (berkeliaran) di luar! Jika kalian tidak berada di dalam ruangan, kalian akan dicabut pergi.”

“La ilaha ill-Allah hasni, wa man dakhala hasni amina min adzaabii”. Tauhid (keesaan) dari Allah SWT, Keesaan Allah SWT, “Laa ilaha ill-Allah”, tidak akan diterima tanpa ucapan: “Muhammad Rasulullah sallallahu ‘alayhi wa sallam”. Itu adalah istana Tuhan di muka bumi, di tempat mana orang yang memasukinya akan beroleh keamanan, adalah istana dari “Laa ilaaha ill-Allah, Muhammad Rasulullah“ sallallahu ‘alayhi wa sallam, dan bendera itu sudah berada di atas menara istana itu sekarang. Ia dapat dilihat dari Timur Jauh hingga Barat Jauh, dari Utara Jauh hingga Selatan Jauh- di mana pun kini, ia dapat dilihat.

Semoga Allah mengampuni saya dan mengizinkan kita untuk memasuki istana Tuhan itu. Ada istana Windsor , tapi ini adalah istana dari Tuhan segenap langit, untuk berucap: “Laa ilaaha ill-Allah, Muhammad Rasulullah sallallahu ‘alayhi wasallam”. Masuklah ke dalamnya, dan Anda akan aman!

Siapa yang berada di luar, Huuu. Habiis.

Allah Allah, Allah Allah, Allah Allah, Aziz Allah,

Allah Allah, Allah Allah, Allah Allah, Karim Allah,

Allah Allah, Allah Allah, Allah Allah, Subhan Allah,

Allah Allah, Allah Allah, Allah Allah, Sultan Allah.

Sultan-ul Mutlak. Kesultanan Absolut, Kesultanan abadi untuk Tuhan kita, Allah ‘Azza wa Jalla!

Terimalah permohonan maaf kami, kami hanyalah hamba-hamba- Mu yang lemah. Kirimkanlah pada kami, ia yang akan mengambil diri kami, tidak untuk ditaruh di bawah pisau guillotine, tetapi yang akan menyelamatkan leher-leher kami dari pisau guillotine. Setan dan pengikut-pengikutny a akan berada di bawah pisau itu, jangan sampai kami bersama mereka. Wahai Tuhan kami, izinkan kami untuk menyertai hamba dan utusan-Mu yang paling terhormat, Sayyidina Muhammad sallallahu ‘alayhi wa aalihi wasallam. Bi hurmati-l Habib. Fatiha.

Pilihlah Arahmu: Diberkahi atau Dikutuk!

Sohbet tanggal 17.12.06
Mawlana Syekh Muhammad Nazim Adil Al Qubrusi Al Haqqani


Pilihlah Arahmu: Diberkahi atau Dikutuk!

Audzu bi-llahi mina syaitani rajim, Bismillahir Rahmanir Rahim,
Laa haula wa la quwatta illa bi-llahi-l Aliyu-l Adzim.
As-salamu alaikum, salamu-llah alaikum.

Semoga anugerah Allah yang Maha Kuasa merahmati kalian selamanya

Madad, ya Sultanu-l Awliya!

Berlarilah menuju arah dimana keberkahan datang; datanglah ke arah itu. Sekarang kita berada diplanet ini tempat kita hidup dan juga milyaran orang hidup. Hanya ada 2 arah: satu arah diberkahi dan arah lainnya dikutuk. Allah menganugerahkan kita dengan akal. Akal merupakan sebuah anugerah besar atau hal terbesar bagi ummat manusia adalah memiliki sebuah akal. Akal merupakan suatu keseimbangan. Dengan menggunakan akal kau akan mengerti mana arah yang penuh berkah atau arah yang dikutuk. Begitu sederhananya. Pesan-pesan surgawi ada didalamnya, titik aslinya adalah esensi/dzat. Esensi/dzat dari seluruh wahyu. Dan juga bagi seluruh bangsa. Tidak pernah pesan dan dzat dari pesan-pesan berubah sejak dari zaman Nabi Adam ke nabi pertama hingga terakhir. Pesan tidak pernah berubah. Tetapi - Subhanallah, Subhanallah- Ahlu-l Kitab, di Yahudi ada 71 buah sekte dan Kristiani ada 72 sekte dan Ummah terakhir, juga termasuk Ummah yang paling dihormati terbagi menjadi 73 buah sekte. Untuk apa? Untuk apa? Padahal semuanya begitu jelas. Arah yang diberkahi dan yang dikutuk, apakah yang kalian mainkan dengan berkata: Aku bagian ini, aku bagian itu, kalian salah. Tidak! Ada jalan kebenaran dan jalan yang salah. Jalan kebenaran adalah jalan yang diberkahi, jelas sekali. Dan jalan yang salah yaitu jalan yang dikutuk dan itupun sudah jelas.

Allah bersabda: Jangan minum minuman keras!

Inilah perintah yang diberkahi, berseru kepada orang-orang: Datang, jangan minum, jangan mabuk! Aku tidak suka orang yang mabuk! Aku memilih hamba-hamba- Ku untuk mengajarkan kalian, karena kalianlah khalifah-Ku di muka bumi, kalian harus belajar! Kalian harus belajar karena Aku mengenakan kalian dengan pakaian penuh berkah, pakaian yang tidak pernah Aku kenakan kepada makhluk lain! –Bahkan para malaikat tidak dikenakan pakaian tersebut- Dan Aku berkata kepada kalian: Wahai hamba-hamba- Ku terhormat, jangan mabuk, jangan minum minuman keras. Aku berkata kepada kalian! Tetapi setan berbisik kepada kalian: Jangan dengarkan, jangan pergi ke arah itu, datanglah ke arahku!

Ketika kalian dalam keadaan mabuk, kalian merasakan berada dalam kebahagiaan! Kebahagiaan macam apa! Apakah yang menjadi kebahagiaan saat kalian meminum minuman keras? Bertahun-tahun aku berada di London. Setiap malam kami pergi ke tempat berbeda untuk sarapan ataupun menghadiri undangan, untuk shalat dan setelah Maghrib, kami pergi dan sebagian besar London penuh dengan bar. Setelah waktu 'Ashar, setelah mereka selesai dengan pekerjaan mereka, mulailah bertanya-tanya: Malam ini pergi kemana? Apakah Setan berkata kepada mereka, "Kita bisa pergi ke gereja, kita bisa pergi ke sinagog atau kita bisa pergi ke masjid?" Tidak, tentu tidak!

Apakah yang kalian lakukan disini? Datang dan senangkan diri kalian! Aku sedang membangun ratusan pub, kalian harus pergi ke sana! Kenapa pergi ke masjid? Apa yang akan kau lakukan disana? Datanglah ke sini!

Dan mereka pun datang dan duduk disana sejak waktu 'Ashar.

Saat kita pergi, mereka diam saja. Ketika aku kembali lagi, berkali-kali aku melihat-lihat: Oh, apakah yangterjadi? Kekuatan polisi datang, polisi berlarian. Ehh! Kemudian penggerebekan dimulai. Ada yang kepalanya patah, ada yang tangannya patah dan mereka dipenuhi oleh kotoran.

Inikah arah yang kalian pikir arah yang baik, arah yang diberkahi? Allah bahagia ketika hamba-hamba- Nya didalam pub? Didalam gereja mereka berkata: Kami memiliki Layanan Hari Minggu. Kami mengundang saudara dan saudari kami untuk datang dan hadir dalam layanan kami. Dari pukul 10-12. Setelah acara selesai, gereja-gereja kembali gelap karena Eropa adalah Benua Kristiani dan mereka sangat bahagia, bahkan Paus pun bahagia! Paus berusaha menumbangkan Islam dan berkata: Islam datang dengan pedang untuk membentuk komunitas Muslim. Haha! Darimanakah kamu mempunyai pengetahuan itu? Kamu memandang Eropa! Perhatikanlah orang-orangmu, itulah yang kau katakan: Sayalah Tuan mereka; atas nama Tuhan Kami, saya ada disini!

Mengapa kamu tidak melatih Katolik agar tidak minum, tidak melakukan hal buruk, tidak melakukan pekerjaan terkutuk, mengapa? Kamu hanya datang dan membuat...(Syekh mencontoh upacara keberkahan Paus). Kaum Muslim juga berkata: Kalian harus berusaha menjadi Muslim kebarat-baratan. Hmmm. Dari mana kalian membawa hal tersebut? Yah, Setan. Apa itu Muslim kebarat-baratan? Jika mereka datang dari barat, mereka ummat Kristiani. Apakah kalian akan menjadi seperti mereka? Bagaimana kalau mereka ummat Muslim? Mereka Muslim yang kebarat-baratan –dibuku mana kalian menemukan ini, yah setan tentunya.

Audzu bi-llahi mina syaitani rajim !

Dan kini 99% dari mereka berada dijalan terkutuk. Mereka berkata, Ya Hu , bahkan saya berkata: Kalian berpenampilan sebagaimana seorang Muslim. Berdasarkan Perintah Tinggi Allah untuk mengenaka pakaian yang dapat menutupi kekurangan kalian! Dan saya berkata bahwa modernisasi yang bahkan Muslim yang kebarat-baratan tidak memiliki kumis. Saya pernah memanggil salah satu dari mereka dan berkata: Kemarilah, perhatikan kucing itu! Seekor kucing tidak suka bila kumisnya diambil, bagaimana dengan kamu? Heh? Mengapa kau mencukur kumis? Muslim yang kebarat-baratan! Di Arabia mereka mengenakan pakaian Galabiya, kemudian ketika mereka datang di London atau Paris atau negara lain di Eropa maka mereka mengubah pakaian yang mereka kenakan. Dimanakah letak Perintah Suci Allah?

Wahai manusia, gunakan akal kalian! Jika kalian tidak menggunakan akal kalian, maka akan datang hukuman! Allah yang Maha Kuasa yang akan menghukum mereka yang tetap berada dalam jalan yang salah, arah yang terkutuk, dijalan yang terkutuk!

Siapakah yang berada di jalan yang benar? Arah yang benar: Sheikh Abdul X. Sheikh Abdul Y mewakili Sheikh Z di Jerman. Lalu kami mencari ke Itali. Saat istri mulai marah, maka dia mencukur setengah janggutnya. Banyak orang tidak menggunakan akal mereka! Dan ketika Allah yang Maha Kuasa meminta untuk menghukum, pertama kali Dia akan mengambil akal mereka sehingga mereka tidak lagi memiliki Akl, tidak bisa berpikir. Lalu mereka melakukan sesuatu yang tidak pernah bisa diterima akal dan kutukan pun datang atas mereka.

Aku berada di Syam sejak 60 tahun, segala sesuatunya masih baik, juga cara wanitanya berpakaian dan semua laki-laki mempunyai janggut juga mengenakan Galabiya dan memakai turban. Sangat indah, betapa tampannya mereka! Dan kaum wanitanya pun menutupi wajah mereka. Tapi, kini apa yang terjadi? Wahai Syeikh, dari mana kau datang? Berkata: Dari Merwin, dari Mars. Yang pertama datang dari Mars dan aku salah satunya. Enam puluh tahun yang lalu aku disini lalu menghilang. Saya ada di Saturnus dan sekarang datang lagi. Ahhh, apakah yang kau tanyakan? Aku pernah disini tetapi kini aku tidak mengenali Damaskus dan orang-orang di'jalan'! Ya Hu, Aku lahir disini dan orang-orang seperti ini!

Aku tidak pernah mengetahui bahwa orang-orang Damaskus menjadi ,tidak!

Bahkan –waktu itu adalah waktu berbeda, sekarang wahai Syeikh, kau benar-benar datang dari Saturnus?

Tidak diragukan!

Apa kau keberatan, mengapa kau keberatan?

Karena aku sangat bahagia pada masa itu; para wanita memakai jilbab dan orang-orang mengenakan pakaian tradisional –tetapi kini...

Wahai Syeikh, kami hidup di abad 21!

Apakah yang kau katakan?

Kami harus berlaku seperti bangsa Eropa karena bangsa Eropa pernah datang dan berkata: Kalian Kaumun muta-akhkhir (=bangsa yang terakhir). Kalian orang terdahulu masyarakat Z karena masih memakai turban dan shalwa. Lihatlah orang turki itu.

Banyak orang-orang Turki yang aktif agar menjadi seperi bangsa Eropa!

Alhamdulillah, bahkan mereka selama 100 tahun berusaha seperti bangsa Eropa- tetapi kini bangsa Eropa berkata: Kalian tidak akan pernah menjadi seperti kami, tidak, kami tidak menerima kalian.Ya Hu ..

Kami mencoba mengubah semuanya, kami mengubah semua dan kalian tidak menerima kami sebagai bangsa Eropa?

Tidak, pergilah!

Alhamdulillah ! Orang-orang Daghestan, orang-orang Ghumuk tidak peduli karena mereka berada dinaungan tirani yang berusaha mengambil Islam dari Muslim. Tetapi, Alhamdulillah, mereka tidak berhasil! Karena Islam adalah bangunan Allah! Tidak dapat dihancurkan, tidak! Jika seseorang meminta dihancurkan, ditumbangkan dengan sebuah batu, dia harus meletakkan kepalanya dibatu itu! Itulah Perintah Surgawi untuk orang-orang dimuka bumi! Mereka meninggal, tirani di Rusia! Bahkan masa Zars (?), Kaisar-kaisar, mereka tidak berbuat apapun bagi kaum Muslim; jika mereka membangun masjid, shalat dan melaksanakan ketaatan kepada Tuhan; maka Dia akan diberikan mereka kebebasan. Tetapi setan itu datang dan membunuh para kaisar dan membawa paham komunis, mereka berusaha menghancurkan semuanya. Mereka menghancurkan banyak hal, tetapi mereka tidak bisa mengambil semuanya. Islam masih berdiri tegar karena Islam sebuah bangunan dari Surgawi!

Orang yang membawa komunisme ke Rusia –siapakah namanya?...Lenin!

Apakah yang tertinggal dari kekaisaran setan? Hanya darah kotornya di lapangan besar itu, tidak ada lainnya! Gereja-gereja masih berdiri, Kristiani membangunnya berdasarkan kepercayaan terhadap agama mereka. Gereja masih berdiri; bahkan kubah-kubah dari emasnya. Tetapi setan itu tidak dapat menghancurkannya, ketakutan datang melingkupinya! Dan kepada Islam, setan melakukan perbuatan terburuk mereka! Jutaan orang mereka bunuh. Lebih dari 90 juta Muslim terbunuh dibawah tirani komunisme agar Islam tersingkir dan jalan yang terkutuk dapat berdiri. Namun mereka tidak bisa melakukannya! Kaum Muslim memang terbunuh, tetapi mereka tidak bisa menyingkirkan dan melenyapkan bangunan-bangunan Islam. Kini, Islam di Rusia akan lebih kuat daripada di Turki! Lebih banyak kebebasan bagi mereka di teritori Rusia daripada Muslim yang tinggal di Turki. Tetapi Allah tidak tidur: allah mengetahui siapa yang menyerang Islam! Dia mengetahui siapa yang lebih memilih mengikuti arah-Nya yang baik, jalan yang diberkahi, dan Dia mengetahui siapa saja yang membujuk orang-orang mengikuti jalan terkutuk. Setiap orang yang berada dijalan terkutuk seharusnya disingkirkan. Islam ada selamanya!

Wahai manusia, ini tidak disiapkan bagi kalian untuk disampaikan, tetapi datang kepadaku. Aku berbicara begini karena orang-orang tidak mempedulikan jalan dan arah mana mereka berada. Wahai manusia, hanya ada 2 buah arah: arah yang diberkahi dan yang dikutuk. Sebagian besar orang berada diarah yang dikutuk. Tidak peduli –mereka akan disingkirkan! Allah yang Maha Kuasa mengutus Nuh as; selama 950 tahun beliau menyerukan bangsanya untuk mengikuti Allah, namun mereka menolak. Nuh as membangun Agama Surgawi dengan Perintah Tuhan-nya, tapi orang-orang tidak pernah datang ke arah beliau, arah ke Surga, arah menuju Keabadian. Mereka menolak.

Lalu Allah yang Maha Kuasa berkata: Wahai hamba-Ku, Wahai Nuh, jangan kuatir, Aku akan menghukum mereka! Aku mengirimkan mereka banjir, Aku akan menenggelamkan mereka. Jangan kuatir! Dan banjir akan berlangsung selama 40 hari, tidak ada seorang dari mereka yang tetapi hidup. Dia pun menyingkirkan mereka. Hanya 70, 75, atau 80 orang yang menerima ajaran Nabi Nuh, a.s. dan naik ke atas kapal. Mereka selamat dan semua bangsa ini (didunia sekarang) datang dari beliau. Allah yang Maha Kuasa dapat melakukan apapun! Ketika Dia marah dengan hamba-hamba- Nya, maka Dia akan menghukum, menghukum, menghukum mereka. Allah yang Maha Kuasa bersabda:

falama asafuna intakamna minhum eh ardabuna

Ketika mereka membuat Surga-surga marah terhadap mereka, Kami mengirimkan hukuman dan menyingkirkan mereka. Kini, orang-orang ingin mengambil sesuatu dari yang lain. Sang Nabi Suci saw berkata: Ketika Hari Akhir mendekat, orang-orang, bangsa-bangsa, tidak bertikai antar bangsa tetapi tiap bangsa bertikai dengan bangsa sendiri. Bangsa yang sama, orang-orang saling bertikai! Saya terkejut.

Kini aku mendengar tentang Palestina. Bangsa Palestina berada dalam negara mereka, mereka saling bertikai. Mereka tidak bertikai dengan bangsa Israel, tidak dengan bangsa Urdi, tidak bertikai dengan bangsa Iraq, mereka juga tidak bertikai dengan bangsa Saudi, tapi mereka bertikai satu dengan lainnya! Ada yang berkata: Fatah, yang lain: Hammas. Dimanakah engkau menemukan pemisah ini? Asma (=nama)- mereka memberikan nama-nama yang tidak dicantumkan dalam Kitab Suci Al Qur'an. Mereka menciptakannya! Mereka tidak berkata: Kami Muslim dan mereka tidak berkata: Ad-arb Muslim haram ala-l Muslim; membunuh sesama Muslim adalah dosa terbesar dan hukumannya ialah diceburkan ke Neraka yang tidak bertepi! Mereka bangsa Arab! Kita mungkin saja berkata, jika kami bertikai, kami tidak mengerti Kitab Suci Al Qur'an tetapi bahasa mereka adalah bahasa Al Qur'an. Mengapa mereka melakukan hal ini? Dan begitu banyak Arab yang kebarat-baratan, begitu pula negaranya. Mereka melihat dan tidak berkata kepada seorangpun: Hentikan, apa yang kau lakukan? Tidak!

Namun mereka berkata: Biarkan mereka saling bunuh, selesai!

Semoga Allah mengampuni kami!

Wahai manusia, tidak ada arah ketiga! Hanya ada 2 arah, yaitu arah yang berkahi dan yang dikutuk. Dan kalian bebas memilih! Allah memberikan kalian kebebasan untuk memilih dengan menggunakan akal kalian: arah yang berkahi dan yang dikutuk!

Semoga Allah mengampuni kita!. Semoga Allah mengirim kepada kita...aku memohon kepada Allah: Wahai Allah, utuslah kepada kami Sultan untuk mengumpulkan hamba-hamba- Mu dibawah naungan panji suci Nabi-Nabi Suci-Mu. Jika tidak, kami akan binasa!

Semoga Allah mengampuni kami dan merahmati kalian!

Demi kehormatan yang paling terhormat dalam Hadirat Illahi-Nya, Sayyidina Muhammad sws, Fatiha.

Di-post oleh Sri Rahayu Handayani

Wali Besar

Kata Grandsyeh kita tentang memperbaiki tindakan yang salah menjadi yang benar, "Pada masa ini sangatlah sulit. Kalian tidak bisa menemukan seorangpun di jalan yang benar, pada umumnya. Semuanya berada di jalan yang salah, tidak menyenangkan bagi Allah."

"Jalan apakah itu? Yaitu jalan pada kenikmatan nafsu, 'hasad al-amu (nafsu). Sekarang ini, iblis dan setanlah yang memimpin orang-orang. Walaupun semua cendikia bertemu serta mencoba dan menghentikan gerakan ini, mereka tidak berdaya. Meskipun semua Aulia berkumpul, mereka tidak bisa melakukan apa-apa. Rasulullah (saw) berkata, "Karakteristik orang (di masa kita, sekarang) adalah tirani. Mereka menyangkal keberadaan Sang Pencipta, Allah yang Maha Kuasa. 'Apa yang dapat dilakukan?

Allah akan mengirimkan, pada masa ini, seorang wali besar, seorang wakil atas KekuatanNya. Beliau akan datang dengan keajaiban Nabi (saw) dan akan menghancurkan iblis dan setan. Beliau adalah Mahdi (as) dan Allah yang Maha Kuasa akan mempersiapkan beliau pada satu malam untuk menguasai seluruh alam raya ini dalam genggamannya.

The Teachings of Grandshaykh Abdullah Faiz ad-Daghestani
by Maulana Shaykh Nazim al-Haqqani

Cari Blog Ini