Asysyam

“Sesungguhnya berbahagialah orang yang mensuciikan jiwanya, dan sungguh merugilah orang yang mengotori jiwanya”

Selasa, 23 November 2010

Kisah Rasulullah Saw dan buah limau


Suatu hari Rasulullah SAW didatangi oleh seorang wanita. Ketika itu baginda bersama beberapa orang sahabat. Wanita itu membawa beberapa buah limau sebagai hadiah untuk baginda. Sungguh bagus buahnya. Siapa yang melihat pasti akan tergiur. Baginda menerimanya dengan senyum gembira. Hadiah itu dimakan oleh Rasulullah SAW buah demi buah dengan tersenyum. Biasanya Rasulullah SAW makan bersama dengan para sahabat, namun kali ini tidak. Tidak sebuah limau pun beliau berikan kepada para sahabat. Rasulullah SAW terus memakannya.
Setiap kali beliau makan buah limau selalu diiringi dengan senyuman, hingga habislah seluruh buah limau itu tanpa menawarkan sedikitpun kepada para sahabat.
Kemudian wanita itu meminta diri untuk pulang, diiringi ucapan terima kasih dari baginda. Para sahabat agak heran dengan sikap Rasulullah SAW itu. Lalu mereka bertanya. Dengan tersenyum Rasulullah SAW menjelaskan. -
“Tahukah engkau, sebenarnya buah limau itu amat masam saat pertama kali saya merasakannya. Bila kalian turut makan bersama, saya khawatir ada di antara kalian yang akan memelototkan mata atau memarahi wanita tersebut. Saya khawatir dia akan tersinggung. Sebab itu saya habiskan semuanya. -
Begitulah akhlak yang mulia dari Rasulullah SAW. Baginda tidak mau meremehkan pemberian dari seseorang sekalipun pemberian itu dari orang-orang yang tak seiman. Akhirnya wanita itu pulang dengan hati yang kecewa. -
Mengapa wanita itu kecewa ? Sebenarnya ia bertujuan ingin mempermainkan Rasulullah SAW dan para sahabat dengan memberi hadiah limau yang masam. Namun usahanya tak berhasil. Rencana busuknya akhirnya dikalahkan oleh akhlak mulia Rasulullah SAW.

Tidak ada komentar:

Cari Blog Ini