Asysyam

“Sesungguhnya berbahagialah orang yang mensuciikan jiwanya, dan sungguh merugilah orang yang mengotori jiwanya”

Rabu, 14 Maret 2012

Tujuh Batu Permata yang Menyeimbangkan Bumi


Mawlana Syekh Hisyam Kabbani



Ketika tambang itu runtuh, inspirasi Mawlana pada saat itu ketika saya memberikan pelajaran (ceramah) adalah bahwa Grandsyekh berkata, “Ada tujuh permata, berlian di dunia ini, dan di setiap berlian itu terdapat gambar Jibril (a).”  Ada tujuh di seluruh dunia dan Allah mengetahui di mana mereka.  Satu bersama Mahdi (a).  Ketika para penambang itu terjebak, mereka sangat dekat dengan batu permata itu sehingga jika mereka terus melanjutkan penggaliannya, mereka akan menemukan harta karun di sana!  Mereka (awliya) tidak ingin harta itu terlihat, itulah sebabnya segala sesuatu menjadi runtuh di atas kepala mereka.  Tetapi walaupun terjadi reruntuhan, itu tidak mempengaruhi mereka karena di sana ada sebuah gua dan mereka memasuki gua itu.

Allah (swt) berfirman di dalam Kitab Suci al-Qur’an:

فَأْوُوا إِلَى الْكَهْفِ يَنشُرْ لَكُمْ رَبُّكُم مِّن رَّحمته ويُهَيِّئْ لَكُم مِّنْ أَمْرِكُم مِّرْفَقًا

faauuw ila ‘l-kahfi yanshur lakum rabbukum min rahmaatihi wa yuhayyi lakum min amrikum mirfaqa.
Berlindunglah ke dalam gua, niscaya Tuhanmu akan melimpahkan sebagian rahmat-Nya kepadamu dan menyediakan sesuatu yang berguna bagimu dalam  urusanmu." (Surat al-Kahf, 18:16)

Dia berfirman, “Berlarilah ke dalam gua!”  kepada orang-orang yang melarikan diri dari penindasan sultan pada saat itu.  “Berlarilah ke dalam gua dan Allah akan mengirimkan rahmat-Nya kepadamu.”  Jadi ketika para penambang itu berlari ke dalam gua dan gunung itu runtuh, reruntuhannya tidak mengenai mereka dan dari gua itu mereka bisa berhubungan dengan orang-orang dan memperoleh air dan penerangan.  Jadi saya memberikan suatu pelajaran panjang mengenai hal itu.

Orang Chile dan Argentina mempunyai iman yang kuat, bukannya setengah-setengah, tidak.  Mereka mempunyai iman yang kuat!  Alhamdulillah, saya tidak melihat keimanan yang seperti itu, kecuali di Indonesia.  Orang Indonesia juga seperti itu; mereka mempunyai iman yang kuat.  Kalian mengatakan sesuatu, mereka lalu menangis.  Saya tidak pernah melihat ada orang menangis di sini, saya dan kalian, kita tidak menangis.  Tetapi di sana, di Indonesia, mereka membuat setiap orang menangis.  Orang-orang Chile dan Argentina juga sama: mereka cepat menangis karena mereka mempunyai iman yang kuat.  Tetapi sungguh, tajali di sana begitu kuat, kalian dapat merasakannya.

Jadi ada tujuh batu permata di  dunia tetapi batu-batu itu tidak akan diberikan kepada kalian.  Jika satu batu itu jatuh ke tangan kalian, dengan segera jin akan datang dan mengatakan, “Kembalikan amanat itu kepadaku!”  Jadi jangan dicari, karena batu-batu itu bukan untuk dimiliki oleh manusia, mereka adalah untuk menyeimbangkan bumi.  Jika batu-batu ini hilang, maka bumi akan kehilangan keseimbangannya.  Jika malaikat memindahkan batu itu sedikit saja, maka akan terjadi gempa bumi dan dengan segera gelombang elektromagnetik di daerah itu akan menggerakkan bumi agar tidak memindahkan batu-batu itu, batu-batu berlian itu.  Jadi setiap kali terjadi gempa bumi, ingatlah bahwa batu itu telah bergeser sedikit.  Jika ia bergeser lebih banyak lagi, maka akan terjadi gempa yang lebih besar.  Jika ia terus bergerak lebih banyak lagi, maka tidak ada jalan untuk mengontrol gempa bumi itu.  Setiap kali gempa itu terjadi, kalian harus ingat bahwa Hari Kiamat sedang mendekat.

Allah (swt) berfirman di dalam Kitab Suci al-Qur’an:

إِذَا زُلْزِلَتِ الْأَرْضُ زِلْزَالَهَاوَأَخْرَجَتِ الْأَرْضُ أَثْقَالَهَا وَقَالَ الْإِنسَانُ مَا لَهَايَوْمَئِذٍ تُحَدِّثُ أَخْبَارَهَا بِأَنَّ رَبَّكَ أَوْحَى لَهَا
idza zulzilat al-ardhu zilzaalah, wa akhrajatil ardhu atsqaalaha, wa qaalat al-insaanu maa laha yawmaidzin tuhadditsu akhbaarahaa bi-anna rabbaka awhaa lahaa.  ..."
Ketika bumi diguncangkan dengan guncangan dan bumi telah mengeluarkan beban-beban beratnya, dan manusia bertanya, “Ada apa dengannya?” Pada hari itu ia akan menceritakan beritanya.  Karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan kepadanya,  (az-Zalzalah, 99:1-5)

Gempa bumi akan mengguncang, tetapi bukan dengan guncangan biasa, dan ia akan mengeluarkan apa yang tersembunyi; apa yang terkubur di dalamnya akan muncul.  Sekarang para ulama menjelaskan hal ini dengan merujuk pada Hari Kebangkitan di mana seluruh orang yang telah meninggal dunia, mereka yang telah dikubur akan bangkit kembali.  Tetapi itu bukanlah satu-satunya makna, itu adalah salah satu penafsirannya.  Allah (swt) akan membawanya kembali untuk diberikan kepada kalian.  Dia akan memberi kalian sebuah tanda.  Guncangan besar itu akan membawa harta karun dari dasar tanah yang akan berada dalam pengendalian Mahdi (a).  Jin akan diperintahkan untuk membawa segala harta yang memungkinkan ke permukaan bumi dari bawah tanah.  Lalu, di mana mereka akan meletakannya?  Di Masjid al-Amawi di Damaskus!  Seluruh harta di dunia—emas, berlian, dan segalanya—tak ada yang tersisa.  Orang akan lewat dan melihatnya, tetapi mereka tidak akan menyentuhnya, karena pada saat itu tidak ada orang yang memerlukannya lagi.  
Jadi pada saat itu, wa qaala al-insaanu maa laha, “Manusia menangis (karena menderita), ‘Ada apa dengannya (Bumi)?’"  Manusia akan berkata, “Apa yang terjadi!?  Apa yang terjadi!?”   Yawmaidzin tuhadditsu akhbaarahaa, pada hari itu bumi akan menceritakan beritanya.”  Jadi apa yang terjadi?  Pada saat itu, di masa Mahdi (a), bumi akan berbicara dengan kalian, mengatakan kesalahan apa yang telah kalian lakukan, jadi kalian bisa bertobat.  Di masa Mahdi (a) semua orang akan menjadi saleh, karena mereka semua bertobat dan memberikan bay’at kepada Mahdi (a)!  Tuhadditsu akhbaarahaa bi-anna rabbaka awhaa lahaa, “Dia akan menceritakan beritanya karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan kepadanya.”   Apapun yang telah diturunkan Allah (swt), Dia mengirimkannya sebagai wahi, wahyu.  Ini artinya bahwa bumi itu begitu penting, sangat disayang oleh Allah sehingga Dia memberikannya kepada manusia.

Bagaimana Allah mengirimkannya sebagai suatu wahyu?  Untuk manusia kita mengatakannya, “inspirasi”.  Hanya para nabi yang menerima wahyu.  Tetapi  Allah mengirimkan wahyu kepada bumi.  Ini artinya Allah memberi manusia sesuatu yang sangat disayang-Nya agar manusia dapat hidup dengan damai, tetapi mereka mengancurkannya, karena mereka adalah para penindas.  Pada saat itu orang-orang akan berlari-larian.  Berlari ke mana?  Dalam arti yang diberikan para ulama, itu artinya berlari ke akhirat, dalam arti harfiahnya, itu artinya berlari menuju Mahdi (a), untuk berada di Syam, sedemikian rupa sehingga bagi seseorang yang jauh, seperti di Malaysia, ia akan mampu pergi ke Syam dalam satu langkah hanya dengan mengucapkan, “Bismillahi 'r-Rahmaani 'r-Rahiim.” 

Itu akan menjadi masa yang penuh dengan keajaiban.  Bi anna rabbaka awhaa lahaa, “Karena Tuhanmu telah memerintahkan kepadanya (memberinya wahyu).”  Pada saat itu, orang akan datang dalam kelompok untuk melihat apa yang telah mereka lakukan, sebagaiman Allah (swt) berfirman:

 يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ وَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ

Faman ya`mal mitsaqaala dzarratin khayran yaraah, wa man ya`mal mitsaqaala dzarratin syarran yaraah.
Di sana, barang siapa yang mengerjakan suatu kebaikan walau hanya seberat atom  niscaya ia akan melihatnya dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan walau hanya seberat atom, niscaya ia akan melihatnya pula. (Surat az-Zalzalah, 99:7,8)

“Barang siapa yang melakukan suatu kebaikan kecil, ia akan menjumpai kebaikan.”  Apa yang dimaksud dengan “kebaikan” di sini?  Itu artinya ia tidak akan berada di tangan Dajjal, yang akan pergi ke seluruh dunia kecuali ke Mekah, Madinah dan Syam.  Jadi barang siapa yang melakukan kebaikan tidak akan jatuh ke tangan Anti Kristus, melainkan ia akan menjumpai kebaikan bersama Mahdi (a).  Orang-orang yang melakukan kejahatan akan bersama dengan setan, dengan jin kafir dan dengan Anti Kristus, Dajjal..

Jadi batu itu adalah equilibrium, titik keseimbangan yang menggerakkan gempa bumi atau apapun, dan itu akan terjadi seperti itu.  Semoga Allah mengampuni kita dan memberkati kita.
Bi hurmati 'l-habiib, bi hurmati 'l-Fatihah.

Tidak ada komentar:

Cari Blog Ini