
untuk mengukuhkan kebenaran takdir yang tak mungkin diketahui
dan dapat diragukan keberadaannya. Allah menciptakan Lauh Mahfuz dan
menetapkan takdir manusia, sama sekali bukan untuk kepentingan Diri-Nya.
Tetapi supaya hati menjadi yakin, jiwa menjadi tenang, dan percaya
bahawa segala yang dialami sudah digariskan sebelumnya.
Apabila jiwa tenang, maka hati lapang untuk beribadah kepada-Nya,
memelihara segala ketentuan-Nya, dan melaksanakan semua perintah-Nya."
[Imam Al-Hakim Al-Tirmidzi r.a.]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar