Asysyam

“Sesungguhnya berbahagialah orang yang mensuciikan jiwanya, dan sungguh merugilah orang yang mengotori jiwanya”

Sabtu, 05 November 2011

Grrrrrr !

Mawlana Syaikh Nazim Adil al Haqqani
Divine Kingdom vol.1

Tanya 1:

Anda kemarin mengatakan tentang menghormati, saya ingin memahaminya. Bagaimana kita bisa menghormati orang-orang yang sifatnya mirip binatang buas atau manusia-manusia penindas atau yang sangat jahat ?

Shaykh Nazim:

Nabi bersabda : Kamu harus menolong saudaramu, baik dia seorang penindas maupun yang ditindas (unsur akhaka dhaliman au madluma). Mereka harus kalian tolong karena semua manusia diciptakan sebagai manifestasi dari Nama-Nama Tuhan yang paling indah. Mereka merupakan calon-calon khalifah Tuhan. Itu kehormatan bagi manusia.

Sekarang kita sedang memerangi setan atau melawan nafsu. Dokter bedah melakukan operasi, tapi dia tidak mengiris orang itu untuk membunuhnya. Karena dia bukan jagal. Jagal membunuh, namun dokter bedah melakukan hal yang sama untuk memulihkan kehidupan orang. Aslinya, setiap anak Adam diberi kehormatan, namun nafsu mengambil alih kekuasaan atasnya. Ego/Nafsu itu mirip binatang buas. Kita musti menolong atau menyelamatkannya, apapun caranya.

Ketika Nabi ditanya kembali : "Ya Nabi, bagaiman bisa kita menolong para penindas ?" Beliau menjawab : "Kalian harus ikat tangannya. Jika kalian melihat seseorang memukul orang lain, tangkap tangannya. Jika dia membawa sebuah pedang dan siap membunuh, tangkap tangannya. Hal itu menolong si penindas. Kalian bisa menolong orang tertindas dengan menjauhkannya dari tangan sang penindas. “

Sekarang ini, semua orang, bahkan para penindas senang bila dia dihormati. Hormat adalah juga perlindungan bagi kalian. Kalian lemah dihadapan para penindas. Kalian tidak bisa mengusirnya. Namun, bila kalian hormati dia, kalian bisa mendapat perlindungan dari mereka, artinya – rasa hormat kalian berhasil mengenai hatinya, dan juga kalian mampu menjadikan dia …paling tidak menghormati kehidupan kalian.

Namun, meskipun mereka berbuat jahat, mereka aslinya tidak jahat. Mereka sedang mengikuti ego-ego mereka, menuju cara-cara yang buruk. Seluruh umat manusia aslinya tidak jahat, buruk atau kotor. Namun kalian membuat diri kalian kotor dengan melakukan perbuatan-perbuatan kotor, mengikuti cara-cara setan dan mengikuti ego kalian.

Jadi bagaimanapun, kita harus memberi hormat pada mereka, khususnya para penindas, untuk melindungi kita melalui rasa hormat itu. Itulah hikmah yang bisa kita gunakan di zaman seperti ini.

Grand Shaykh kita dulu hidup pada zaman dimana banyak para penindas dimana-mana. Banyak sekali musuh bagi para Syaikh dan bagi ajaran-ajaran spiritual mereka. Sering mereka mendatangi beliau dan berlaku kasar. Namun karena beliau mempunyai hikmah-hikmah surgawi, beliau tetap menjaga rasa hormat dalam menghadapi mereka.

Ketika Grandsyaikh begitu menghormati para penindas, yaitu dengan pujian yang luar biasa, maka murid-murid dan pengikut beliau akan duduk dan kagum dibuatnya. Mereka pikir hal itu baik-baik saja. Namun istri Syaikh sering mengatakan : “ Ya, anakku ! ketika engkau mendengar Grandsyaikh terlalu memuji seseorang, maka jauhi orang itu. Itu sebenarnya perlindungan agar kejahatannya tidak mengenaimu.”

Hormat bisa menarik segala bala dari diri kalian. Tak ada masalah dalam memberi hormat. Sebenarnya seluruh umat manusia terhormat di Hadirat Ilahi. Tuhan tidak pernah menghukum seseorang yang menghormati hamba-hamba-Nya, karena menghormati menjauhkan masalah dari diri kalian.

Tanya 2:

Bahkan jika Anda bertemu Hitler atau Stalin, misalnya, yang paling jahat dari yang jahat, maka Anda akan bersikap hormat pada mereka ?

Shaykh Nazim:

Memang ada cara lain yang bisa kalian lakukan ? Kalian tidak ada kekuatan dihadapan mereka untuk memadamkan kejahatannya. Suatu ketika seorang Syaikh sedang duduk di pintu masuk masjid Umayyad di Damaskus. Seorang Jenderal tiba-tiba datang dengan naik kuda. Semua orang langsung berdiri dan memberi hormat. Syaikh melongok untuk mencari tahu siapa orang itu. Semuanya berdiri memberi salam kecuali Syaikh. Di depan Syaikh ada sebuah kulit macan. Lalu dengan tongkat beliau, dipukulnya kulit macan itu. Seekor macan muncul, lalu - grrrrrr!!! – membuat semua orang dan Jenderal itu lari pontang panting. Jika kalian seperti Syaikh, tidak masalah bila menghadapi Hitler, Stalin atau siapapun !

Tidak ada komentar:

Cari Blog Ini