Asysyam

“Sesungguhnya berbahagialah orang yang mensuciikan jiwanya, dan sungguh merugilah orang yang mengotori jiwanya”

Senin, 27 Desember 2010

Doa yang paling afdol adalah Alhamdulillah


Doa yang paling afdol adalah Alhamdulillah

Do'a yang paling afdol adalah 'Alhamdulillahi robbil 'alamin' Segala Puji Bagi Allah Rob Semesta Alam...

kita sering menganggap do'a yang pas untuk kita ialah 'Robbana atina fidun ya hasanah wa fil akhiroti hasanah wa qinna adzabanar' kita ingin dunia dapat kebaikan dan akhirat dapat kebaikan dan diakhirat kita tidak ingin kena adzab dari Allah.. do'a ini baik karena Allah sendiri yang mengarang-Nya untuk kita...

tapi do'a yang paling afdol ialah 'Alhamdulillahi robbil 'alamin'...

jadi jika kita banyak memuji Allah, menyebut hamdallah sebetulnya kita sedang melakukan do'a yang paling utama...

Rasulullah SAW Tahajud. Tahajudnya Rasul SAW bukan ingin lunas hutang. Tahajudnya Rasul bukan supaya disayang orang. Tahajudnya Rasul bukan supaya jauh dari musibah. tapi Tahajudnya Rasul SAW karena syukur kepada Allah...

memang puncak pengabdian adalah Syukur. Maka kalau kita memiliki bersyukur, sebetulnya sudah. kita punya kunci 'La in Syakartum, La adzidanakum. Jadi semua nikmat itu seperti lemari yang terkunci, yaitu kuncinya syukur...

mana yang kita fikirkan? isi lemari atau kunci lemari? buat apa memikirkan isi lemari kalau tidak punya kunci? hanya bikin menderita. Kalau kita punya kunci tidak usah memikirkan isi lemari karena memang janjinya bagus. kata Allah 'Jika kamu bersyukur, maka akan Aku tambah kenikmatan untukmu...'

maka kalau kesibukan kita selalu bersyukur kepada Allah, kita akan lega...

syarat syukur itu apa? jadi jangan takut dengan nikmat yang belum ada. Semuanya milik Allah dan semuanya dalam genggaman Allah.

Jangan risau tentang uang yang belum datang, tidak akan kemana-mana dan tidak akan tertukar sedikitpun. belum punya rumah, jangan risau dengan harga tanah naik, rumah naik tidak ada masalah.., kalau Allah mau ngasih mah mau naik berapa saja pasti dapat.. Kan yang jadi masalah bukan naiknya harga rumah, bukan naiknya harga tanah, tapi yang jadi masalah ialah tidak kebeli...!!. Kalau harga tanah naik tapi kalau Allah mau ngasih mah tidak ada yang bisa menolaknya... sudahlah jangan takut..., jangan takut dengan nikmat yang belum ada...

wah bagaimana nanti??, nanti apa??, nanti mah dalam genggamannya Allah..!!, sekarang nih yang bahaya..!!, kita nanem apa?, kalau sekarang kita nanem syukur maka nikmat sudah janji Allah. Janji Allah itu pasti... tidak akan meleset, tidak akan tertukar, tidak akan tertunda. Sempurna dan tidak ada keraguan...

maka kalau Allah sudah janji 'kamu syukur maka akan Ku tambah nikmat..' maka sudah berhenti memikirkan nikmat... maka yang harus kita fikirkan apa?? yang harus kita fikirkan sekarang ialah syukur...

- jangan takut uang yang belum ada, takutlah uang yang sudah ada ini tidak bisa kita syukuri.
- jangan takut memikirkan rumah yang belum ada, jangan takut kontrakan yang belum terbayar. takutlah kontrakan yang ada tidak bisa kita syukuri...
- jangan takut dengan ilmu yang belum kita dapatkan, takutlah ilmu yang ada tidak bisa kita syukuri

jadi rasa takut kita akan tidak bersyukur ini seharusnya besar..., karena 'wa la inkafartum, inna adzabi la syadid... 'jika kamu tidak bersyukur maka azab-Ku amatlah pedih...' subhanallah...

ternyata kalau kufur nikmat itu akan menjadi adzab buat kita, kita takud adzab Allah? takut adzab Allah berarti takut untuk tidak beryukur kepada Allah...

kita kadang kejauhan mikirnya..., uang yang belum ada difikirkan.., mau kemana?? Allah sudah tahu rezeki kita dimana, kapan yang paling pass untuk kita. kita mah tidak usah rewel. Selama ini juga kan kita dicukupi oleh Allah?? iya kan?? duh saya tidak punya ongkos?, tapi kan nyampe ke tujuan dibonceng teman?

syukur syarat pertama ialah 'hati'. Harus total yang namanya karunia sekecil apapun, sebesar apapun hanya dari Allah, tidak ada selain Allah. Namanya makhluk bukan sumber, makhluk hanyalah sebuah jalan.

Kalau kita sudah melihat makhluk sebagai sumber nikmat maka kita akan mengabdi kepada makhluk itu, kita bakal tunduk, kita bakal merunduk, kita akan berharap dan kita akan takut kepada makhluk. Kenapa? karena makhluk sudah dianggap sebagai sumber, padahal Allah lah sumber- ...

Allah... sekecil apapun, sehalus apapun itu Allah yang punya...

Tidak ada komentar:

Cari Blog Ini